Guardian Ghost

Guardian Ghost
Kesamaan kasus


__ADS_3

Anak itu terlihat senang dan kekenyangan.


"Sudah kenyang ?" tanya Rain. Rian sampai bersendawa, Rain melihat jam di pergelangan tangannya, sudah waktunya untuk kuliah.


"Rian, hari ini kaka harus kuliah, apa kita masih bisa bertemu untuk cerita? "Raina menggenggam tangan anak itu, dan tersenyum, "ga usah takut kaka cuman mau bantu, "


Rain hendak beranjak dan mengambil uang di dompetnya, membayar koran seperti yang ia janjikan tadi pada Rian.


"Ka Rain, " anak itu mulai menunduk, dan matanya berair.


"Ehh, kenapa?" tanya Dika.


"Percaya atau tidak, semenjak cincin itu Rian ambil. Rian selalu di datangi seseorang dengan rupa seram kak!!" ucapnya mengaku.


Rain berbalik menengadahkan wajah Rian, kini anak itu terlihat seperti terbebani.


"Ka Rain tau ko, karena bukan cuma Rian saja, yang di datangi dia tapi ka Rain sama ka Dika juga !" Rain tersenyum.


"Kaka serius?" tanya Rian berseru.


"Benar Rian, makanya kita harus segera membantu apa urusan yang belum selesai," jawab Dika.


"Kang, gue ga bisa lama lama soalnya udah telat masuk kampus. Rian loe anter dulu deh sekalian tunjukkin dimana rumahnya. Biar nanti selesai ngampus dan siaran kita bisa kesana !" Rain merapikan barangnya.


"Oke, hati hati !!" jawab Dika.


"Rian, ini uang buat beli koran koranmu ! ka Rain tak bisa lama lama," setelah pamit Rain segera berjalan menuju motornya yang cukup jauh dari tempat itu,


"Honey, hati hati !!" Nino melayang dibelakang Rain.


Rain celingukan saat ingin melintasi lampu merah persimpangan tempat di bawah jembatan iconic itu. Sekelebat bayangan pria itu selalu mengintai kemanapun Rain pergi.


"Astaga !!" Rain memalingkan wajahnya.


Rain sampai di warung kopi tadi pagi, dan mengambil motornya untuk pulang, lalu pergi ke kampusnya memakai mobil.


Beberapa kali Rain menguap karena dosen kali ini mengajarkan materi begitu membosankan,


"Rain, loe cuci muka sana. Suntuk banget, begadang ya?" tanya Dita berbisik.


"Ni dosen kasih materi kaya lagi nina boboin mahasiswa tau gak?!" jawab gadis cantik ini.


"Mendingan ke kantin aja jajan jus jeruk !!" tambah Raina.


"Peakk nih anak !!" Dita menoyor Rain pelan.


"Pak, ijin ke toilet !" Rain menginterupsi.


"Silahkan !!" Rain bergegas beranjak lalu pergi ke luar.


"Woahhhh !!!! ngantuk banget !! butuh yang seger !!" Rain mengambil nafas panjang.


"Emangnya gue kurang seger?" tanya seseorang di depan Rain, yang tak Rain sadari kedatangannya.


"Ehhh ka Hafiz, sejak kapan kaka ada disitu?" tanya Rain.


"Barusan ko, niatnya mau panggil Dita, tapi liat Rain keluar, kenapa? dosennya pak Yuda ya? " tanya nya, dan Rain mengangguk, dosen cupu nan miaterius itu memang selalu mengajarkan dengan cara yang membosankan.


"Mau kemana?" tanya Hafiz.


"Mau ke toilet dulu terus ke kantin !" jawab Raina jujur.

__ADS_1


"Oh, sama kalo gitu, aku tunggu di kantin ya !" ucap Hafiz.


Rain mengangguk menuju toilet, tumben sekali sepi, biasanya juga ramai. Tak tau karena mungkin memang sedang jam masuk. Angin menerpa pepohonan mangga di sekitar toilet kampus, gadis ini masuk ke dalam toilet. Terdengar suara gumaman dari dalam sebuah bilik.


dek...


"Siapa sih, bikin merinding aja !!" ucap Raina masuk ke bilik sebelahnya.


Gumaman itu terdengar seperti sebuah lagu sedih, Raina saja bisa ikut merasakan kesedihannya. Ia menempelkan telinga di dinding bilik toiletnya dan meresapi gumaman lagu itu.


Karena sudah cukup lama, Raina menyudahi dan keluar dari dalam toilet, Raina keluar dan mencuci tangannya lama, niat hati ia ingin mengetahui siapa yang bergumam barusan dan menanyakan judul lagu yang ia gumamkan. Tapi tak ada yang keluar dari bilik sebelah.


"Tok..tok..tok...!" Rain memberanikan diri mengetuk bilik toilet tadi. Tapi tak ada jawaban dan respon dari sana.


Raina mencoba memutar handle pintu toilet,


"Ceklek !"


Raina terkejut ternyata tidak dikunci saat ia membuka lebar pintunya, benar saja di bilik itu tak ada orang lain alias kosong.


"Eh, kosong ternyata??!" Raina mulai merasakan ada yang janggal disini, kesensitifan indranya mulai kembali menajam. Semilir wangi bunga kenanga bercampur melati tercium disini. Menusuk indera penciuman Raina, di tengah pikiran yang melanglangbuana ini, Rain tak menyadari kedatangan seseorang di belakangnya.


Tak ada ucapan ataupun sikap, gadis ini hanya tersenyum melihat Raina walaupun dengan tatapan kosong. Mencuci tangannya di sebelah Raina.


"Mahasiswi baru ya?? ko gue baru liat?" tanya Raina.


"Udah lama, mungkin karena jarang liat aja," jawabnya.


Gadis seumuran Raina, dengan rambut panjang dan lurus, cantik dengan tubuh yang semampai juga terlihat feminim dengan dress putih bunga bunga selutut.


"Gue Raina, anak management, semester 3 !" Rain mengulurkan tangannya.


"Karmila, panggil aja Mila, anak akuntan semester 5 !" jawabnya membalas uluran tangan Rain.


"Engga gue ga apa apa !"


"Nih, pake aja lipbalm gue biar ga pecah pecah gitu !!" Rain memberikan lipbalm nya pada Mila.


"Makasih, " Raina keluar bersama Mila dari toilet.


"Loe masih ada materi?" tanya Rain. Mila menggelengkan kepalanya.


"Owhh ikut gue aja ke kantin, gue traktir deh ??!" ajak Raina.


"Boleh, wahh makasih lohhh baru kenal udah di traktir. Rejeki anak sholeha !!" serunya.


Di kantin seseorang sudah duduk menunggu dengan dua gelas jus jeruk, dialah Hafiz yang sudah menunggu Raina.


"Hey, ka..lama ya ?" tanya Raina. Hafiz tersenyum, "engga ko, duduk Rain !! nih jus jeruk kesukaanmu !!" ucap Hafiz.


"Thanks !! oh ya kenalin ini ...." Rain tersentak saat Mila tak ada di sampingnya lagi.


"Lohhh dia kemana??" Rain bergumam.


"Dia siapa, Rain??" tanya Hafiz.


"Barusan temen satu kampus anak akuntan, Mila namanya!!" seru Rain, Hafiz mengeritkan dahinya, "malu kali, ya udah biarin aja !!" jawab Hafiz.


"Ya udah lah !!" Rain menggidikan bahunya acuh. Sepanjang obrolan Rain dan Hafiz, Nino tak henti hentinya mengusili Hafiz membuat Rain kesal.


.

__ADS_1


.


"Bisa ga sih ga usah usil sama orang, dia juga kan ga punya masalah apa apa sama kamu !!" dumel Rain. Nino hanya tertawa terkikik, " aku cemburu !!"


"Cemburu kamu ga jelas!! dia bukan siapa siapaku !!" jawab Rain.


Mobil berbelok menuju persimpangan lalu melaju menuju stasiun radio tempat Raina siaran, dari awal memasuki persimpangan saja mobil terasa berat kembali.


"Tunggu bentar, " ucap Nino.


"Eh, kenapa?" tanya Raina.


"Dia selalu ikut," Nino membuka pintu bagian belakang mobil, tak lama dari arah spion Raina bisa melihat Nino menyeret pria berjaket kulit itu keluar dari mobil Rain.


Nino kembali masuk ke dalam mobil, "Yuu, jalan !!" ucap Nino.


"Wahhh, pacarku heroku !!" seru Rain menepuk nepuk pipi Nino.


"Kalo ga di geret dia bakal terus gangguin kamu !! katanya tunangannya itu mirip sepertimu !" jawab Nino.


Ckitttttt.....


"Hah??!!"


"Iya, coba kamu kuak sedikit lagi, tapi mungkin akan ada masalah, dia sedikit usil pada Rian," jawab Nino.


Rain sampai di stasiun, ternyata divisinya sudah ramai,


"Hemmm, ini dia bu bos yang ninggalin kita di dalem kantornya !!" seru kesal Romi, Rain nyengir.


"ka Tria gue minta tolong dong, ambil beberapa box pizza sama kopi dari coffee store di jok belakang !!" Rain melemparkan kunci mobilnya pada Tria, sontak mereka berseru senang.


"Yippiii !!! makan sepuasnya !!" seru Romi.


"Gue rela deh ditinggal tinggal asal perut kenyang terus !!" seru Ve diangguki Fadly.


Dika menggelengkan kepalanya seraya tersenyum, matanya tak lepas menatapi Rain yang mulai berkutat bersama Ve dan Fadly. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Nino, Jikalau suatu saat ia akan pergi meninggalkan Rain, maka ia akan ikhlas Rain bersama laki laki yang bisa menjaga Rain seperti Dika.


Sebuah email masuk pada mereka, cerita berbau mistis ini datang dari seorang gadis bernama Gea, Rain mengernyitkan dahinya, terlintas di pikirannya gadis bernama Gea yang berada di pemakaman saat bersenggolan dengannya. Apakah orang yang sama. Hanya saja di akhir cerita ia seperti meminta tolong pada tim ini yang langsung dipimpin oleh Dika.


"Gimana guys?? mau kita tolong??" tanya Dika.


"Kuyyy !!" dengan mulut penuh Tria menjawab.


"Gue mah ikut ikut aja !!" jawab Ve.


"Awas loe jorok lagi, gue kawinin juga loe Ve !!" ucap Fadly.


"Ga akan gue tolongin loe, kalo sampe nyusahin lagi !!" jawab Romi.


"Rain, " Dika memanggil Rain yang tampak serius membaca isi cerita tak bergeming,


" Kang, liat deh...ko gue ngerasa ada kesamaan sama kasus gue sekarang ya !!" jawab Rain.


"Sosok pria berjaket kulit hitam, walaupun tampaknya menyeramkan dengan setengah tubuhnya hangus terbakar, dan mata yang keluar dari tempatnya, tapi rasanya aku mengenal sosok itu... kurasa itu Adry..."


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2