
"Loe suka genre komedi romantis kaya gini ya?" tanya Rain, duduk di sebelah Mila dan melongokkan kepala pada buku yang sedang dibaca Mila, gadis itu mengangguk.
"Biar ga stress, cocok buat ngehalu !" jawab Mila.
"Loe suka genre apa?" tanya Mila.
"Gue? emhhhh, pada dasarnya gue ga terlalu suka baca, gue doyannya makan !!" kekeh Rain. Mila tersenyum.
"Eh iya, tempo hari loe kemana? mau gue kenalin sama temen ko ga ada ? main ngilang aja kaya asep kentut !" Rain terkikik.
"Gue ada urusan, maaf ya ! gue kira itu pacar loe !" jawab Mila.
"Bukan lah !!" seru Rain.
"Sebenernya itu senior, kakanya temen gue Dita !"
"Namanya Hafiz ya ?" tanya Mila.
"Nah, itu loe tau! kenal?" tanya Kara memiringkan kepalanya ke arah Mita.
"Kan satu angkatan, masa iya ga kenal !!" jawab Mila.
"Iya juga sih, " Rain mengangguk anggukan kepalanya setuju.
"Rain !!!" pekik Dita melambaikan tangannya pada Rain.
"Ta, " Rain membalasnya dengan melambaikan tangannya pada Dita, tanpa sadar Rain menghampiri Dita dan meninggalkan Mila.
"Loe lagi ngapain di bawah pohon gede? ngaso loe ?" tanya Dita, jarang sekali temannya ini duduk duduk cantik di bawah pohon besar, mau jadi kuncen??
"Engga barusan gue ketemu kaka angkatan, se angkatan sama ka Haikal !!" jawab Rain sambil menunjuk ke arah pohon tempat dimana tadi Mila berada, tapi sayang Mila sudah pergi dari sana.
"Hemm, kebiasaan nih main pergi gitu aja !!" gumam Rain.
"Siapa?" tanya Dita.
"Temen gue Mila namanya, anak akuntan," jawab Rain, keduanya berjalan menuju kelas.
"Tumben banget loe punya temen kampus kaka senior !!" ledek Dita.
"Iya ga sengaja ketemu di toilet !" Rain mengusap hidungnya merasakan wangi melati melewati indera penciumannya.
"Sweet banget ketemu di toilet, sama sama lagi b*oker ya !!" kekeh Dita. Raina berdecih kecut.
__ADS_1
"Sekarang materi pak Yuda kan?" tanya Raina.
"Iya, hayoo loh, loe belum setor makalah tugas minggu kemaren kan !" tunjuk Dita menggoda Raina, dan sayangnya itu benar, Rain malas beribu malas dengan dosen satu ini, selain cupu dan membosankan ia terlalu kritis dan pelit nilai. Definisi udah jelek kikir lagi, kalo kata Dita.
"Haaaa iya hiks !" rajuk Raina.
"Hati hati, gosipnya pak Yuda tuh mesum !!" bisik Dita.
"Sembarangan kalo ngomongin orang !" Raina menepuk lengan Dita keras, sampai gadis itu mengaduh.
"Beneran desas desusnya dia suka cewek yang imut imut bar bar kaya loe !!" bohong Dita yang usil pada Rain.
"Gue colok nih ya pake sapu !!" Rain meraih sapu yang berada tak jauh dari jangkauannya, sapu yang berada di sudut kelas mereka.
"Kaburrr !! ada cewek galak !!" pekik Dita berlari menuju kursinya.
"Pagi semua !!" Raina tersentak kaget, baru saja dibicarakan orangnya nongol tepat di belakang Raina.
"Pagi pak, " Rain segera duduk ke bangkunya.
.
.
Rain maju ke depan memberikan tugas makalahnya. "Maaf pak ini tugas makalah saya !" ucap Rain, jika bukan dosen mungkin matanya sudah pecah di colok Rain. Ia menatap Raina lekat dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Tidak,nanti saja selesai jam pelajaran datang saja ke ruangan saya. Saya tidak menerima penyetoran tugas saat mengajar, membuang waktu !" jawabnya angkuh.
Rain kembali dengan wajah cemberut dan kesal, "sombong amat !!"omelnya saat kembali duduk.
.
.
"Ta, ayo dong, anterin gue...gue takut ketemu dia sendirian !!" rajuk Raina.
"Ilih dah gede juga pake minta dianterin, kaya masuk sarang peny@mu*n aja !" ledek Dita.
"Ayo dong, Ta..ntar loe tunggu di luar deh, jadi kalo gue teriak dari dalem loe tinggal masuk !" jawab Rain. Sebagai seorang teman Dita tak bisa menolak.
"Iya ahh bawel !! cepetan !!" Rain tersenyum lebar dan merangkul manja lengan Dita. Nino saat ini ijin mengikuti Gea bersama Adry, menurut mereka ada hal yang memang tidak beres. Rain belum bisa mengurus urusan Gea, terlalu banyak urusan kehidupannya yang harus ia selesaikan.
Tok..tok..tok...
__ADS_1
Tidak mendapat sahutan, Rain memaksa masuk kebetulan tidak dikunci, ia penasaran dengan isi ruangan dosen misterius. Apa sesuai ekspektasi fantasinya yang isinya banyak boneka vo*d^oo nya atau mungkin sesajen di sudut ruangan.
"Pak...pak Yuda !!" panggil Rain, ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, tak ada yang aneh, malah terbilang cukup rapi untuk ukuran lelaki, hanya ada beberapa foto, sepertinya fotonya bersama kekasihnya, Rain merasa tergelitik, "cowok sesombong pak Yuda ternyata laku juga !" gumamnya dalam hati, tangannya terulur hendak melihat lebih jeli lagi wajah keduanya dari bingkai kecil yang ada di meja, baru sekilas ia melihat tapi terdengar suara deheman dari arah luar, hingga Raina menaruh kembali dengan gerakan kilat figura kecil itu pada tempatnya lagi.
"Ekhemmm !! " matanya mendelik tajam.
"Silahkan duduk !" ucap pak Yuda.
"Makasih pak, ini pak tugas saya !" Dosen dengan predikat dosen pelit nilai dan jutek begini bisa bisanya terpilih menjadi kandidat calon rektor. Kalau Rain jurinya big no untuk pak Yuda.
Pak Yuda meraih makalah milik Rain dan membacanya,
"Hemm, kalo kaya gini sih saya kasih nilai D," dengan sadisnya, tugas yang membuat Raina bergadang sampai berhari hari dan mencari sumber sampai titik keringat terakhir hanya di hargai nilai D, memang minta disantet nih dosen.
"Pak, " tegurnya. "Ga sekalian aja kasih nilai E??" bentuk protes Rain.
"Kalo kamu mau oke saya kasih E !" Rain membukatkan matanya, "eh eh..pak...pak becanda kali pak, elah !!"
"Cepat keluar, saya hendak pulang !!" usirnya, gigi Rain sudah menggertak kesal.
Demi kesehatan jiwa raganya Rain tak ingin mendebat lagi, ia keluar dengan hati yang jauh dari kata senang, dengan sedikit membanting pintu ruangan.
"Bughh !!" seketika Dita ikut terkejut,
"Kesel gue !! minta di tabok satu kampung nih dosen !!" Raina mencak mencak.
"Sabar Ra, orang sabar pasti dongkol !!" goda Dita. Rain berjalan duluan dengan menghentak hentakkan kakinya.
"Tungguin napa Ra, gue kebelet nih..anter dulu yu !!" pinta Dita. Rain menurut, bertemu dengan dosen macam pak Yuda harus banyak banyak cuci muka biar ga sawan, pikirnya.
Rain dan Dita keluar dari toilet menuju parkiran, ponsel Rain bergetar sebuah panggilan dari Dika.
"Hallo kang, "
"Rain loe dimana ?" tanya Dika panik. Rain mengernyitkan dahinya.
"Tunggu, kenapa kang? gue masih di kampus otw balik !" jawab Rain.
"Buruan ke jl. Xxxxx, kita harus tolong Gea !" jawab Dika.
Seiring dengan netra Rain yang melihat mobil pak Yuda melaju melewatinya, mata Rain menyipit saat melihat isi mobil pak Yuda, seorang gadis yang ia kenal tengah duduk di samping pengemudi dan itu Mila, yang tidak wajar Mila menggelayuti pak Yuda dari samping, sepertinya mereka memiliki hubungan spesial. Rain tersadarkan dengan suara panggilan Dika di sebrang telfon sana.
"Rain, Gea dikurung ayahnya !! " tuut...tuut...tuut....
__ADS_1
Rain segera berlari menuju mobilnya meninggalkan Dita sendiri.
"Sorry Ta, gue buru buru !"