
Tubuh besar Wiradaya ambruk seketika, dengan posisi kepala yang berbalik ke arah belakang, da*rah mengucur dari luka bekas tusukan kujangnya. Rain berdiri melemparkan batang kayu yang ia pegang ke sembarang arah, berlari dramatis ke arah Nino, memeluk Nino yang masih mengatur nafasnya turun dari tubuh Wira.
"Honey, " gumamnya.
"Please katakan kamu tidak apa apa !" bagaimana disebut tak apa apa, sedangkan Nino saja sudah menjadi hantu. Apa yang harus di khawatirkan.
.
.
.
Sukma Wiradaya perlahan menghilang dari rumah aki, tak lagi terdengar angin ribut, dan gempa dadakan. Nini dan Warsa saling berpandangan mengucapkan hamdalah.
"Sepertinya aki dan kawan kawan sudah berhasil mengalahkan Wira, ni !" seru Warsa.
"Iya, jang sepertinya !"
Ujang \= sebutan untuk anak lelaki di tanah sunda.
"Biarkan saja beberapa saat, sebaiknya nini istirahat saja, saya yang berjaga !" ucap Warsa.
*************
Raina masih memeluk Nino, tangan Nino terulur mengusap lembut kepala dan rambut Raina, aki Surya dapat melihat rasa cinta yang dalam, ternyata hubungan cinta antar makhluk berbeda dimensi bukan hanya hisapan jempol belaka, selama ini ia hanya menghadapi hubungan simbiosis mutualisme antar manusia dan makhluk siluman, seperti om Yuan dan Wiradaya. Tak ada perasaan sebenarnya selain hanya ego dan n@*v su.
"Honey, udah. Malu diliatin yang lain. Kalo mau puas pelukan nanti aja di rumah !" kekeh Nino. Bukan karena melawan Wira, Rain memeluk Nino. Tapi kenyataan pahit bahwa waktunya bersama Nino tinggallah sebentar lagi. Pelaku utama pembunuh Nino telah tertangkap.
"No, aku mau ikut kamu aja !" Rain sesenggukan mendongak ke arah Nino, dengan mata yang sudah tergenang seperti drainase air matanya macet, layaknya drainase ibu kota. Sebentar lagi air mata itu akan tumpah membanjiri pipi chubby nan pink itu.
"Shutttt ! ga boleh ngomong kaya gitu, dimanapun kamu berpijak disitu aku berada !" bahkan aki Surya saja terharu dengan hubungan mereka, ingin ia membantu. Tapi mustahil manusia yang sudah mati akan hidup kembali.
"Janji kamu tak akan pernah pergi dati hidupku, No ??!!" Rain menunjukkan kelingkingnya.
"Apa ini?" tanya Nino. Tangannya masih memeluk pinggang Rain.
"Janji kelingking ?" tanya nya, Nino terkekeh, ternyata ingatan Raina sudah mulai pulih seutuhnya. Inilah kebiasaan mereka dari dulu jika saling berjanji.
Flashback on
"No, jangan bilang mamah ya !!!" raut wajah Raina memelas.
"Gue bakal bilang tante, loe dihukum kesiangan gara gara nongkrong di warnet !" jawab Nino.
"No, please !!!" Raina memasang puppy eyesnya.
"Ihhh nyebelin, nangis ko dijadiin senjata ! ya udah ya udah !!" ketus Nino.
__ADS_1
"Janji ??!" tanya Rain menunjukkan kelingkingnya.
"Iya janji !" jawab Nino menautkan kelingkingnya di kelingking Rain.
Begitupun janji janji lainnya, ritual janji kelingking selalu ada.
***************
Gea mulai mendapatkan kesadarannya, tapi sukmanya masih terpisah dari raganya. "Sayang !" Adry menangkup wajah Gea.
"Dry, " Gea tampak kebingungan, ia melihat sekujur tubuhnya yang memakai pakaian pengantin.
"Gea, loe masih dalam keadaan sukma yang terpisah dari raga !" jawab Dika.
"Emang gue kenapa?" tanya Gea. Pandangannya beralih ke arah lelaki paruh baya yang tangannya terikat ke belakang dan penuh dengan luka lebam, akibat amukan Raina.
"Ayah," gumamnya.
Om Yuan menatap ke arah Gea namun ia tak dapat melihat anaknya itu,
"Om Yuan tak akan dapat melihatmu, Gea !!" jawab Raina, menunjukkan sebuah kalung berbandul hitam.
"Ini yang disebut jimat !!! sudah kuhancurkan !" jawab Rain.
"Memangnya ada apa ini?" tanya Gea kebingungan.
"Dry, bawa Gea ke rumah pak Sarif, dimana raganya berada !" pinta Raina.
Adry mengangguk lalu dengan cepat membawa sukma Gea pergi dari sana.
" Hati hati, kalian tidak akan mudah keluar dari hutan ini !" jawab aki, keduanya mengangguk.
"Enaknya nih om om bejad kita apain ?" tanya Ve.
"Kita jorokin aja ke sungai biar dimakan buaya !" jawab Romi.
"Huss !!" Dika menendang kaki Romi.
"Gue rasa loe cukup bijak untuk menentukan mana keputusan terbaik Rain!" ucap Dika, ia seakan tau apa yang sedang dipikirkan Raina.
"Gue bakal serahin om Yuan ke polisi, om Yuan juga memang target polisi, selama ini ia bisa kabur kaburan karena dibantu Wiradaya !" jawab Raina. Bahkan Baron saja sudah berada di dalam tanah, beristirahat dalam damai.
"Sayang, om tidak bertemu dulu dengan kawan lama, Baron !" Rain berjongkok menghadap om Yuan.
"Apa jadinya jika Gea tau kelakuan busuk om, bahkan istri om, tante Ria...menangis di atas nisannya, melihat suaminya yang sudah gelap mata !" Raina berujar, om Yuan mendongak mendengar kata Ria. Nama kesayangan untuk istrinya yang ia sematkan.
"Dimana kamu bertemu Ria??" tanya nya.
__ADS_1
"Tante Ria selalu berada dimana anaknya berada !" jawab Raina.
Dika dan aki Surya menurunkan pagar ghoib.
"Sebenarnya yang membawa om Yuan kesini tadi malam siapa, ki?" tanya Dika.
"Paling si gondrong ! kuncen lainnya !" jawab ki Surya.
"Sudah masuk adzan awal, " ucap aki.
Dika melihat jam tangannya, "Iya ki, sudah pukul 3 subuh !" jawabnya.
"Kita pulang sekarang," ucap aki.
Tria dan Fadly mengawal om Yuan, berjalan menyusuri jalan awal. Rupanya aktivitas gaib disini masih ramai. Beberapa wanita yang sedang duduk diatas rumpun bambu sambil cekikikan menjadi pemandangan sepanjang hutan. Rain diapit Dika dan Nino, meskipun tangannya memeluk Nino.
"Ih ngeri banget gue, iya kalo cakep cakep !" gidik Romi.
"Jaga tuh mulut, tempat orang nih !" ucap Dika.
"Tau loe Rom, diikutin tau rasa loe !" jawab Ve.
"Amit amit, ogah gue !!" gidik Romi.
Se sosok wanita dari rumpun bambu dengan tampilan baju putih, dengan organ si gunung kembar properti yang hanya dimiliki wanita menggantung besar sampai sampai menutupi bagian perutnya tampak membusuk pula dan berbau, mengamati mereka. Ia merasa terusik dengan kehadiran para manusia ke tempat mereka.
Dika mulai waspada kembali, ada beberapa sosok yang mengikuti mereka."Guys jangan sampai pikiran kosong !" ucap Dika.
Raina melihat sekelilingnya, bahkan sosok lelaki yang di lehernya masih terpasang tali hadir disitu. Sepertinya ia mati karena gantung diri.
"Bruhhh loe mau milih yang mana gue ikhlas deh !" kelakar Fadly, memang jika sudah terbiasa bar bar mereka tak bisa mengontrol mulutnya. Romi dan Tria tertawa.
"Kira kira yang baju hawai dan seksi sampe belahan da*danya keliatan ada ngga ??!" tanya Romi.
Ketiganya tertawa, "Kamvreett !! gue bilang jangan sembarangan kalo ngomong !!" sarkas Dika.
Tanpa sadar kelakar mereka bisa mengundang sosok tersebut untuk ikut bersama mereka.
"Njirr gue capek !!" jawab Romi.
"Parah loe, baru jalan segini aja capek !! payah, makanya kalo makan tuh 4 sehat 5 sempurna bukan makanin ati mulu !!" ledek Fadly.
.
.
.
__ADS_1