Guardian Ghost

Guardian Ghost
Bertarung


__ADS_3

Om Yuan berjalan menuju salah satu sudut, di letakannya berbagai macam sesajen yang ia bawa termasuk foto dan baju Gea, tak lupa ayam cemani yang harganya bisa sampai berjuta juta.


"Emang biadab om Yuan !" Dika menggertakan giginya, makhluk berjuluk se*tan dan jin ifrit mulai berdatangan, percayalah mereka sedang memanfaatkan kebodohan manusia, bentuk mereka yang terlihat seram dengan berbagai macam wujud siluman, memudahkan mereka memanfaatkan ketakutan umat manusia yang kadar imannya mengkhawatirkan.


"Kapan kita beraksi ki?" tanya Tria.


"Tunggu si Wiradaya muncul !" yapp nama makhluk itu Wiradaya.


"Rain berjongkok, hutan asri begini sayang hanya dijadikan tempat musrik menyembah selain kepada Allah swt.


Aki mengeluarkan sebuah keris kecil dari dalam tas selempangnya.


"Kita akan menyerang Wiradaya, namun jangan terkejut jika nantinya yang lain ikut melawan !" ucap aki.


"Bismillah !" Om Yuan duduk bersila di depan sesaji, dihadapannya sebuah pohon beringin besar, Wiradaya akhirnya muncul, benar saja makhluk yang selama ini mengintai mereka, dan mencelakai banyak orang adalah sosok berbadan manusia namun berkepala kerbau.


Ustadz Dzul membuka mata bathin Tria, Romi, Fadly dan Ve. Mata mereka membelalak ngeri. Tempat apa yang ada di hadapan mereka ini, jangankan di depan mereka, sekeliling mereka pun banyak sosok perempuan melintas berterbangan, seakan menyambut. Mereka sudah memasuki yang namanya sarang. Bukan hanya sosok Wiradaya saja, ada pula yang bersosok perempuan seperti siluman ular memakai mahkota layaknya siger pengantin, nampak cantik dan anggun, tapi mereka tercekat saat seluruh badannya keluar, maka tubuh bagian bawahnya adalah badan ular.


"Astagfirullahaladzim !!" ucap mereka.


"Nyai Pitaloka !" gumam aki kuncen.


Rain mengeratkan pegangannya di lengan Nino. "It's oke honey ! ada aku !" Nino menajamkan warna kemerahan matanya. Ia dan Adry mulai bersiap juga.


Wiradaya mengamuk dan mengacak acak habis sesaji yang disediakan, ada murka disana.


"Ada apa Wiradaya?" tanya om Yuan.


"Dimana pengantinku ??"


"Gea ada di rumah di tempatnya !!" jawab om Yuan.


"Raganya tak ada disana !!" geraman menakutkan seakan menusuk sampai ke tulang. Mata Wiradaya memerah, ia mencekik om Yuan mengangkatnya sampai ke atas.


"Apa jiwa an..nakku juga tak ada??!! uhukk uhukk !!" ucapnya hampir tak bisa bersuara karena lehernya yang dicekik.

__ADS_1


"Apa kau mau menipuku ??!! "beberapa makhluk lainnya berpenampilan seperti pengawal atau prajurit membawa Gea, Gea sangatlah cantik, ia sudah berpakaian seperti pengantin jaman jaman kuno. Gea seperti jiwa kehilangan arah. Arahan matanya kosong.


"Gea !!" Nino menahan Adry, begitupun Rain yang ditahan Dika.


"Itu sukma temanmu?" tanya aki kuncen.


"Iya aki !!" jawab Romi.


"Hey Wiradaya !!!" aki kuncen maju ke depan membuat Wiradaya menoleh terkejut, begitupun om Yuan yang jatuh dari cengkraman tangan dengan kuku kuku panjang Wiradaya, tangannya saja besar. Kepala om Yuan hanya sepertiga kepalannya.


Wiradaya, ber*te*lan*jang dada dengan kain penutup emas dan sutra yang menutupi bagian bawahnya , tanduk dua dengan ujungnya yang lancip dan tajam siap menyeruduk dan menusuk siapa saja.


"Hahahahahaha, aki Surya !!!! apa kabar bukankah kamu sudah tidak menjadi kuncen dan penghubung lagi?? apa kamu menyesal dan ingin kembali !!" Tubuh Wiradaya jangkung dan besar,


"Hentikan perbuatanmu pada gadis itu !!" tunjuk aki, keris tadi berubah membesar pas kepalan tangan aki.


Dengan sekali hentakan aki terpental ke belakang, "Jangan ikut campur urusanku !!! ayahnya sendirilah yang setuju menjadikannya pengantinku !!" jawab Wiradaya. Dika dan ustadz Dzul datang membantu aki bangun.


"Ternyata kamu membawa teman, apakah mereka bala bantuanmu??" tanya Wira.


"Akulah Tuhanmu, aku bisa memberikan apa yang kamu mau !!" ucapnya angkuh, memang se*tan bersifat takabur dan kufur.


"Aaaa... berhenti membacakan kalimat itu !!!! panas !!!!" Wira berlari dengan tanduk yang di condongkan ke depan.


Om Yuan ingin kabur, tapi Tria, Fadly dan Ve berlari mengejarnya. Seketika suasana menjadi chaos. Raina bersama Nino dan Adry juga Romi berlari menemui Gea, Nino dan Adry menyingkirkan makhluk lainnya,


"Honey bawa sukma Gea menjauh !!" pekik Nino. Nyai Pitaloka hendak membantu namun, Nino menghalangi.


"Kula Nyai Pitaloka, jangan menghalangi jalan kula !!" desisnya, menjukurkan lidah bercabangnya, kulitnya pun berubah bersisik, Nino melawan Nyai Pitaloka. sedangkan aki, Dika dan ustadz menyerang Wira, Aki sengaja menggiring Wira hanya berada di tempat ini dan membuat pagar ghoib agar mereka tidak bisa keluar dari sini.


"Gea, ge..sadar Ge !!" Rain menangkup wajah Gea.


"Ge, gue disini !!" Rain memeluk sukma yang hampir saja kebingungan arah.


"Lepaskan saya !!!" teriak om Yuan, ketiga temannya berhasil meringkus om Yuan.

__ADS_1


"Kalian mau apa datang kesini ?" sarkas om Yuan.


Rain memberikan Gea pada Ve. Ia menatap tajam ke arah om Yuan. "Biadab !! om tega numbalin anak sendiri !!!" pekik Raina mencengkram baju bagian kerah lelaki paruh baya ini. Memang seperti sudah hilang kewarasannya ia hanya tertawa.


"Buat apa om, buat apa??!!" pekik Raina.


"Untuk kekayaan?? kejayaan?? kekebalan??" tanya Raina.


"Hahaha, bocah ingusan seperti kamu tau apa !!" jawabnya tak kalah memekik, Rain sudah di pegangi Romi.


"Sabar Rain, "


"Satu hal yang harus kamu tau !! entah ingat atau tidak salam dari dunia nyata untuk almarhun keluarga dan anak bocah itu dariku !!" tawanya menggelegar, bak di hujam dengan meteor panas yang berdegup kencang, Raina semakin murka.


Ia lah yang sudah menusuk Nino dan punya andil besar membantai keluarganya pada malam itu.


"Apa???!!!" emosi sudah sampai di ubun ubun, Raina menonjok rahang om Yuan bak ke*setanan.


"Baji* ngan !!" pekik Rain. Ia mendaratkan pukulan pukulan yang keras untuk om Yuan, Romi pun tak dapat menahan gadis ini. Raina melampiaskan emosinya pada Yuan.


"Raina cukup Rain !!" ucap Romi dan yang lain.


Raina menangis sejadi jadinya, "Dia Rom, dia !!! dia yang udah membunuh orangtua gue !!! dia yang sudah membunuh Nino bersama Baron !! dialah ketua rampok suruhan pak Komar !!" pekik Raina meraung raung. Dika dan Nino yang melihat tak fokus melawan kedua makhluk di depan mereka.


Dengan sisa tenaga yang hampir habis Nino mengakhiri pertarungannya dengan nyai Pitaloka.


"Saya tidak mengenalmu dan tidak ada urusannya denganmu, sebaiknya kamu jangan ikut campur jika tidak mau saya hancurkan !!" Nino mencekik Nyai Pitaloka yang sudah kelelahan, tenaga dalamnya tak cukup melawan Nino.


"Kula nyungkeun ngapunteun, lepaskan kula, maka kula pamit !" rintihnya terbata, da*rah pun sudah keluar dari sudut bibirnya merah delimanya. Nino merenggangkan cengkramannya, lalu melepaskan nyai Pitaloka, siluman ular itu membungkuk hormat lalu meleor dan hilang ke tempat yang menjadi sarangnya. Nino segera menghampiri Raina yang sudah menangis menjadi, Romi tampak kepayahan menahan Rain. Dengan om Yuan yang sudah babak belur oleh Rain. Tulang pipinya lebam dan mengeluarkan da*rah, juga matanya yang membengkak. Tenaga Rain memang kuat apalagi ia sedang emosi.


"Hey, hey honey !!! tenangkan dirimu !! akhirnya kamu tau siapa yang membunuhku !!" ucap Nino menenangkan Raina dalam peluknya.


"Se*tan macam dia harus di habisi !!" Rain seperti bukan Rain, ia beranjak dan berlari dari pelukan Nino membawa sebuah batang pohon yang sudah jatuh, hendak ia pukulkan ke arah om Yuan.


Nino menahannya, "honey, sadar..ini bukan kamu !!" bisikkan Nino mrmbawa gadis ini mendapatkan kembali akal sehatnya.

__ADS_1


__ADS_2