Harta, Tahta, Renata

Harta, Tahta, Renata
Kecurigaan Melanda Cerita Rania


__ADS_3

“ Mam nanti liburan akhir tahun kita kemana?”, tanya Kila anak pertamaku saat ia baru saja tiba dari sekolahnya. Dua minggu yang lalu Kila memang semangat belajar untuk menghadapi ujian akhir semester. Kila anak yang cerdas, tak sulit bagiku untuk membantunya mengulang pelajaran di rumah. Aku tak peduli bagaimana rapotnya Kila, karena tidak ada rangking dalam penilaiannya. Yang aku pedulikan adalah Kila semangat dan bahagia di sekolah, memiliki banyak teman dan belajar dengan cara yang menyenangkan.


Semangat anakku harus aku apresiasi, belum lagi selama dua bulan terakhir papanya selalu sibuk bekerja dan jarang berkumpul bersama-sama. Kamipun sudah jarang menengok mertuaku di Bogor, karena setiap akhir pekan Ray selalu sibuk. Aku memutar otak bagaimana caranya kami bisa berlibur dengan efektif dan efisien, mengingat kami harus menabung untuk biaya melahirkan. Aku ingat kalau kami sudah lama belum menengok nenekku di Cirebon.


Nenek Cirebon bukan ibu dari mamaku sebenarnya, tapi tantenya mama yang paling dekat denganku. Ah aku atur saja kami berlibur ke kampung di Cirebon sekaligus membawa Ibu mertuaku kesana. Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk hotel plus kami bisa silaturahmi menjenguk kakek yang sudah sakit-sakitan.


Aku diskusi dengan Ray soal rencanaku mengajak anak-anak, mama dan ibu mertuaku kesana. Ray menyetujui dan mengatakan padaku agar mengatur semuanya. Aku kabari mertuaku agar meluangkan waktu saat libur Natal. Mertuaku ikut antusias dan menurut saja apa rencanaku.


Sebelum kami pergi berlibur, Ray semakin sibuk di Bandung. Rupanya bos besar meminta launching sebelum akhir bulan. Ray pusing bukan main dibuatnya. Akhirnya Ray harus stand by di kantor selama beberapa Minggu untuk mengerjakan aplikasi yang belum rampung, mengurus event untuk launching dll. Aku menyimak segala perkembangan aplikasi RENTZ, apa yang sedang Ray kerjakan dan bagaimana kerja tim nya.


Ray memperlihatkan padaku seluruh anak buahnya. Ada Nurul sebagai admin, Cintya sebagai desainer, Dimas sebagai programmer, Angga sebagai desainer senior, dan Renata sebagai Bussiner Developer. Aku memperhatikan sang Bussiner Developer yang ditunjuk Ray. Tumben Ray memiliki anak buah yang nampak senior. Dari perawakannya dia sudah berumur dibanding karyawan lainnya. Parasnya menarik dan sepertinya dia cerdas. Ray mengatakan bahwa Rena memang dituakan di kantor, dia memang memiliki anak yang sudah remaja. Tak heran pembawaannya memang dewasa. Ada sesuatu yang terbersit dalam hatiku saat aku melihat fotonya.


24 Desember 2018


Ibu mertuaku menginap di rumahku sejak kemarin. Ternyata Nana dan Syifa keponakanku turut serta. Anak-anakku senang sekali sepupunya ikut berlibur, liburanku semakin ramai kalau Nana ikut juga ke Cirebon. Aku hubungi Ray berkali-kali, mengabari keluarganya sudah berada di rumah, dengan harapan Ray bisa cepat pulang dari Bandung. Akhirnya Ray bisa pulang juga keesokan harinya setelah aku bujuk sedemikian rupa.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, ia langsung sibuk memasukkan baju-baju kotornya ke mesin cuci, padahal biasanya ia letakkan tas ranselnya begitu saja di ruang tengah. Ibuku saja bilang tumben Ray rajin menyimpan cucian kotor ke mesin cuci, Ray cuma mengatakan agar tas ranselnya bisa dipakai untuk baju bersih yang akan dibawa berlibur.


25 Desember 2018


“Bu, ini baju yang habis disetrika ya”, ujar Mbak Ida sambil menggotong keranjang baju yang terlipat rapi.


“ Iya makasih Mbak. Tolong simpen di lemari ya, saya mau siap-siap paking buat berangkat nih” sahutku sambil membereskan koperku.


Tangan Mbak Ida yang cekatan langsung memasukkan baju tersebut ke lemari. Dia sudah hapal mana baju milikku, milik Ray atau anak-anak.


“ Bu ini baju siapa ya, kalo punya anak-anak kebesaran. Setau saya Ibu gak punya baju ginian”, tanya Mbak Ida.


“ Mam, udah siap belum udah siang nih. Kita berangkat sekarang yuk biar ga kena macet di Tol Bekasi “, teriak Ray dari ruang tamu.


Aku lupakan sejenak perkara baju itu, aku harus siap-siap mengurus bawaan anak-anakku.

__ADS_1


Setelah semua siap, kami memasuki mobil dan berangkat menuju Cirebon. Ketika di jalan aku teringat akan baju yang aku temukan tadi pagi. Ray bingung saat aku menunjukkan baju yang sempat aku foto barusan.


“ Lah itu baju siapa? punya kamu bukan?”, tanyanya kebingungan. Aku memutar bola mataku sambil menatap Ray yang tengah menyetir mobil disampingku.


“Ya kali pap, aku lagi hamil begini mana bisa pake baju kaos seukuran anak SMA begitu. Pasti ada dari dalam tas kamu kalau gitu”, jawabku sedikit ketus padanya.


“ Yaudah aku tanya anak-anak ya, siapa tau mereka tau itu baju siapa. kemarin kan kita nginep buat briefing pas event launching. Mobil ini aja dipakai Dimas buat mondar-mandir”, jawabnya sambil menatap jalan toll Cipali.


Begitu sampai di Cirebon, kami mampir ke rumah makan empal gentong H. Apud yang terkenal itu. aku mengajak mertuaku untuk memilih aneka menu yang terlihat menggiurkan. Ray tidak ikut ke dalam, ia memang tidak suka daging sapi. Katanya mau cari makanan lain saja di luar.


Ketika aku asyik menyantap makanan, Ray mendatangiku sambil memperlihatkan chat dari anak buahnya yang bernama Cintya. Kubaca chatnya, ia mengatakan bahwa itu adalah baju miliknya yang hilang saat ia dan Dimas meminjam mobil saat mengantarkan barang milik Vendor.


“ Kelakuan si Cintya nih, ada-ada aja baju sampai ketinggalan di mobil. Bisa perang dunia kita gara-gara baju dia “, ujar Ray sambil mengetik pesan pada Cintya. Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil mencubit lengan Ray.


“ Sekali lagi ada barang perempuan yang ketinggalan di mobil kamu kita perang beneran ya pak”, sahutku setengah bercanda menggodanya. Ray tersenyum sambil mengelus kepalaku.

__ADS_1


“Jangan gitu dong, nanti aku tidur di pos satpam sama Bang Jek kalo kamu marah sama aku”, candanya dengan wajah kocak khas Ray jika menggodaku.


Hari itu Ray sangat manis padaku, seperti biasa dia selalu bercengkrama dengan anak-anak, dan bersenda gurau dengan ibu dan adiknya. Tidak ada yang berbeda dari perjalanan kami. Meskipun sebenarnya hatiku masih bertanya-tanya baju siapa yang ada dari dalam tas suamiku itu.


__ADS_2