
“Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa”
Risalah hati - Dewa
Tik Tik Tik
Tetesan hujan bergemericik membasahi rumput di halaman belakang rumahnya. Uap kopi espresso masih mengepul menggelitik hidung, sementara bayangan akan seseorang sedang menari-nari di benaknya. Terbersit kerinduan yang begitu dalam, sebuah kata yang tak pernah terucap, dan untaian doa yang selalu terpanjat.
Ingatannya kembali melayang pada sosok perempuan itu. Yang ia tau perempuan itu adalah seorang yang tegar. Namun wajah itu terlihat sendu dibalut duka yang teramat sangat. Ya, perempuan telah kehilangan separuh jiwanya. Seseorang yang ia cintai, sekaligus pria yang mengancurkan segala asa dan mimpi.
Rayendra Saputra hanya tinggal nama. Mendengar namanya saja bak mimpi buruk bagi perempuan itu. 3 bulan sudah ia berduka, meskipun itu bukanlah duka yang pertama baginya.
Lelaki itu kembali menyeruput kopi. Sambil menghela nafas ia tersenyum membayangkan tawa renyah dari mulut-mulut mungil mereka. Ada rasa rindu yang terangat sangat pada ketiga malaikat kecil itu. Namun sama seperti ibunya, hati mereka tengah terluka. Khususnya bagi si sulung yang sangat merindukan sosok ayahnya sejak lama. Ah, andai saja aku bisa menggantikan dekapan ayah mereka, batinnya.
“Kasian kamu Ray, entah ini berkah atau ujian untukmu. Kau punya tiga anak perempuan yang kalau kau urus dengan benar akan membuka pintu surga bagimu.”
__ADS_1
Lelaki itu menghela nafas dalam-dalam. Ia meletakkan kopinya ke atas meja lalu kemudian merogoh ponselnya. Ia membuka marketplace dan menatap sejumlah belanjaan yang masih dalam keranjang belanja. Sejumlah mainan hingga perangkat memasak masih menunggu untuk dibayar. Ia tak peduli dengan nominalnya, tapi apakah wanita itu akan menerima semua pemberiannya? Apakah ini berlebihan baginya?
“Aaarrrrhhhh,” sungut lelaki itu sambil menutup tombol home ponselnya. Ia kembali mengurungkan niat untuk memberi kejutan pada mereka. Tangannya kembali membuka pesan Whatsapp lalu mencari kontak sang wanita, baru saja melihat profilnya ia hanya tertegun sambil sibuk merangkai kata.
Rania
“Apa kabar Ran”
“Aaaaarrrggh”
Ia kembali menghapus pesannya, lalu berusaha mengetik pesan baru.
Rania
Teks kembali dihapus.
Ia kembali menutup tombol home ponselnya. Hendak menyapa saja ia tak kuasa, apalagi sampai harus mengutarakan rasa. Pernah terbersit untuk mengunjungi mereka, namun hati kecilnya menolak. Sudah 3 bulan lamanya ia tak berkomunikasi, ia hanya bisa mengintip dari sosial media tanpa berani menyapa. Kila si sulung yang melankolis, gurat wajahnya masih terlihat sendu. Kica si tengah yang ceria, ia sudah bisa beradaptasi dengan kehidupan barunya, sementara Kian si bayi yang lucu. Kian sudah semakin besar dan menjadi penghibur mereka semua. Senyum lelaki itu mengembang membayangkan wajah mereka bertiga, wajah-wajah mungil yang ingin ia dekap erat, namun sayangnya ia bukan siapa-siapa.
“Aku harus bagaimana ini,” batinnya berkecamuk.
“Apa Rania membutuhkan aku? Apa ia masih ingat padaku? Apakah ketiga putrinya sudi menerima kehadiran sosok pria baru?”
__ADS_1
Duarrr
Pikirannya berkecamuk diantara gemuruh petir dan derasnya hujan. Kali ini ia tak kuasa lagi. Segala keraguan harus ia tepis. Ia tak bisa lagi menahan diri. Ia bertekad untuk meraih cintanya kembali.
.
.
.
Rania, Siapkah kau untuk jatuh cinta lagi?
——————————————————————-
Halo semua....sudah siapkah kalian untuk jatuh cinta juga 😍
Semoga bisa istiqomah kasih lanjutannya ya. Terima kasih telah setia menunggu
XOXO
Author
__ADS_1