Hujan September

Hujan September
*Episode 10


__ADS_3

Gio menatap tajam wajah Rayhan,


Sedangkan Kaysha terhenyak, Dirinya


Tidak menyangka, Wajahnya terlihat


Pucat pasi.


"Tapi ...Nak, Kalian baru saja berkenalan ?" .


Tanya Irham.


Rayhan tersenyum,


"Tentu saja, Saya ingin mempunyai hubungan


Yang tentunya sehat dan halal bagi Kami,


Mungkin Kita saling mengenal sesudah Kami


Menikah " Ujar Rayhan.


"Nak ...Ayah belum bisa memberikan kepu


tusan, Mungkin nanti setelah Kami bertanya


Pada Al, Baru Kami bisa memberi keputusan


Padamu, Boleh Kami bertemu Orang tuamu?"


Tanya Irham.


"Orang tua Kami Sudah meninggal, Kami


Tiga bersaudara semuanya laki - laki,"


Jawab Rayhan jujur.


Irham hanya mengangguk, Kemudian Ia


mengobrol sebentar, Dan setelah itu Rayhan


Pamit.


"Al...Maaf Aku bertindak demikian tanpa mem


beritahukan padamu dulu " Ucap Rayhan me


minta maaf.


"Tidak apa, Aku hanya kaget saja, Aku bukan


Seseorang yang sempurna, Aku takut Bang


Ray menyesal telah mengenalku " Ucap


Kaysha.


"Dan satu hal,...Jangan merasa tidak enak


Padaku gara - gara Azzam, Abang berpikir


Untuk menjadikan Aku istri Abang,


Karena pernikahan bagiku satu kali seumur


Hidup, Maka Aku ingin memikirkannya


Baik - baik " Lirih Kaysha.


"Aku memang Orang biasa tidak memikirkan


Dulu Siapa tentang Aku, Tapi Aku akan


Mempertanggung jawabkan permintaan


ku pada Orang tuamu " Ucap Rayhan.


"Tapi Aku bukan wanita sempurna,


Masih banyak yang harus kupelajari dalam


hidup ini, Bahkan penampilanku jauh dari


Seorang wanita shalihah" Lirih Kaysha.


"Kita akan belajar sama - sama,


Akupun sama karena sejatinya kesempur


naan adalah milik Allah " Ujar Rayhan.


"Tapi Abang belum tahu masa laluku,


Siapa Aku...Aku takut Abang akan menye


sal"Ucap Kaysha.


Rayhan menghela nafas.


"Sudah Kita masing - masing minta petun


juk Pada yang maha Kuasa " Pinta Rayhan.


Sebelum pergi.


"Jangan jadikan permintaanku sebagai


bebanmu, Serahkanlah semuanya pada


takdir" sambungnya.


*******


"Sudah Kamu bertemu Orang tuanya Ray?"


Tanya Rangga.


"Sudah Bang, ...Kalau Mereka setuju Aku


Akan mengajukan berkas Kami" Jawab


Rayhan.


"Kamu sudah memikirkannya Ray, Jangan


Hanya karena Azzam Kamu mengorbankan


Dirimu, Terlebih lagi selama ini Kamu sudah


menghabiskan waktu dan tenagamu


bersama Bunda, Bahkan Aku merasa men


jadi Ayah yang buruk bagi Azzam " Ujarnya.


Rayhan menepuk bahu Abangnya pelan.

__ADS_1


"Bang sudah jangan dipikirkan, Sejak per


tama Aku melihatnya Aku telah jatuh hati


Padanya, Walaupun Dirinya seperti itu


Aku yakin Dia Orang baik, Namun Abang


Tahu tidak Al orang yang hadir dimimpiku


Setelah Shalat malamku, Padahal Aku


belum mengenalnya," Papar Rayhan.


"Mungkin Dia adalah jodoh yang dikasih


Allah untukku " Sambungnya.


"Bagaimana dengan Al sendiri?" Tanya


Rangga.


"Saat ini Dirinya tidak mempunyai kekasih"


Jawab Rayhan.


"Kamu sudah tahu Siapa dirinya?"


Tanya Rangga.


Rayhan mengangguk,


"Aku menyukai Dirinya sebagai seorang Al,


Terlepas dari apa yang Dirinya Punya.


Dan Dirinya Siapa, Aku tetap akan meneri


manya walaupun tahu Siapa Al sebenarnya, "


"Tapi Kamu pernah bilang Al ada hubungan


Dengan keluarga Wijaya, Ray..sadarlah


Siapa Kita ..!" Potong Rangga.


"Tidak ..Dari Informasi yang sudah Aku


kumpulkan ternyata Al adalah Seseorang


Yang sendiri dimuka bumi ini" Jawab Rayhan.


"Maksudmu ?" Tanya Rangga.


"Sudahlah suatu saat Abang akan tahu,


Namun untuk saat ini biarlah seperti ini"


Ujar Rayhan.


"Oh ya Bang ....Persiapkan Dirimu Kita


akan bertemu dengan Keluarganya Al "


Sambung Rayhan, Setelah itu Ia masuk


Ke kamar Azzam.


"Tunggu sebentar lagi Papa akan mewu


judkan mimpimu mempunyai Buna"


lembut.


Sementara dikediaman Kaysha.


"A..Kok makannya nggak selera gitu,


Udah nggak sabar ya ..Yang mau


Tunangan" Goda Kinara.


"Maaf Oma Aku udah kenyang" Ucap


Gio.


"Apa masakan Oma kurang enak ?"


Tanya Kinara.


"Enak sekali malah... Tapi maaf Aa udah


kenyang !" Jawabnya lagi.


"Udah Jangan dipaksain, Mungkin Gio


masih kenyang Sayang"Potong Irham.


Sedangkan Kaysha lagi mandi,


"Aa masih kecapean ya,, Padahal mah


nggak usah ikut atuh kasep " Ujar


Kinara lagi.


"Nggak juga Atuh Oma,..Aa baik - baik


saja" Jawab Gio.


"Opa Aku mau beli sesuatu di market


bawah, Bareng Al boleh ya !" Izin Gio


Ketika Ia melihat Kaysha keluar kamar


nya.


"Eh...Tapi Aku nggak mau beli apa - apa"


Jawab Kaysha.


"Aku takut kesasar lama nggak kesini,


bangunannya pada baru " Alasan Gio


"Ya sudah...Tapi jangan lama - lama "


Ucap Irham.


"Al..Pake jaket nanti dingin, Cuaca


disini kan dingin Sayang " Titah Kinara.


"Baik Bun..Pengen dibeliin apa ?" Tanya


Al.

__ADS_1


Sesaat Kinara termenung.


"Kalau ada ..Bunda teh pengen bajigur


Sama Awug Aja, Itu juga kalau masih


ada yang jualan ya!" Pinta Kinara.


"Siap ...Nanti Kami akan cari . buat Oma"


Sahut Gio.


"Ayo Al" Ajak Gio setelah Kaysha memakai


jaket punya Gio yang tertinggal kemarin.


Gio tersenyum, Taklama Merekapun


pergi keluar setelah mendapat Izin dari


Irham.


"Ya ...Aku beri waktu sampai besok,


Aku ingin tahu Informasi tentangnya!"


Ucap Irham tegas kepada Seseorang


Diseberang sana, Taklama Ia menutup


Telfonnya.


"Ada apa Sayang? Tentang Siapa?"


Tanya Kinara.


"Rayhan ...Calon mantu !" Ujar Irham.


"Aku hanya ingin tahu tentangnya dan


Keluarganya, Aku takkan sembarangan


Menyerahkan putriku" Ujar Irham


"Namun Aku dari kemarin aneh melihat


Gio, Kayaknya Ia tidak bersemangat,


Apalagi pas makan malam kemarin


Ia kelihatan murung Mas!" Ucap


Kinara.


Irham menggangguk.


"Kevin kemarin berbicara seperti itu,


Mungkin Karena selama ini Ia telah ter


biasa hidup hanya bersama Gia dan Al,


Menjadikan Dirinya harus beradaptasi"


Papar Irham.


"Tidak terasa ya,., Mereka sudah besar


Ya Mas" Ucap Kinara.


"Ya dan sebentar lagi Mereka akan me


nikah, Entah Siapa yang lebih dulu ke


pelaminan" Kini Irham yang berbicara.


Dan Orang yang Mereka bicarakan,


Sedang berjalan beriringan di trotoar,


Menikmati suasana malam hari untuk


Mencari pesanan Kinara.


"Al ...Nggak dicuci tuh jaket Aku,


Jorok tahu " Ucap Gio.


"Jangan baper, Aku males mencari


jaket lagi cuma ini yang ngegantung "


Jawab Kaysha.


"Al..Andai Kita yang nikah ...Tentunya


Aku sangat bahagia"Ucap Gio.


"Jangan mulai A..." Potong Kaysha.


"Saat Kamu jatuh dari motor didepanku


Saat Kamu balapan waktu itu, Aku merasa


Dunia runtuh saat itu, ...Tak bisakah Kita


kembali kewaktu itu,...Saat Aku tahu


Kebenaran tentang dirimu waktu Kamu


koma, Saat itulah Aku jatuh cinta Padamu,


Jatuh cinta pada Seorang anak SMP, ..."


Paparnya seraya tersenyum.


"Kenapa Kita seperti penjahat cinta,


Tak ada yang salah dengan cinta Kita..


Hubungan Kita bukanlah hubungan


Terlarang Al...Dan Kamupun tahu itu,


Kita berjuang bersama mau kan Al.,?"


Pinta Gio lembut, Dirinya tidak rela


Jika harus Melepas Kaysha.


"Sebelum semuanya terlambat...!"


Sambung Gio sendu.


**********************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2