
Gio menatap tajam wajah Rayhan,
Sedangkan Kaysha terhenyak, Dirinya
Tidak menyangka, Wajahnya terlihat
Pucat pasi.
"Tapi ...Nak, Kalian baru saja berkenalan ?" .
Tanya Irham.
Rayhan tersenyum,
"Tentu saja, Saya ingin mempunyai hubungan
Yang tentunya sehat dan halal bagi Kami,
Mungkin Kita saling mengenal sesudah Kami
Menikah " Ujar Rayhan.
"Nak ...Ayah belum bisa memberikan kepu
tusan, Mungkin nanti setelah Kami bertanya
Pada Al, Baru Kami bisa memberi keputusan
Padamu, Boleh Kami bertemu Orang tuamu?"
Tanya Irham.
"Orang tua Kami Sudah meninggal, Kami
Tiga bersaudara semuanya laki - laki,"
Jawab Rayhan jujur.
Irham hanya mengangguk, Kemudian Ia
mengobrol sebentar, Dan setelah itu Rayhan
Pamit.
"Al...Maaf Aku bertindak demikian tanpa mem
beritahukan padamu dulu " Ucap Rayhan me
minta maaf.
"Tidak apa, Aku hanya kaget saja, Aku bukan
Seseorang yang sempurna, Aku takut Bang
Ray menyesal telah mengenalku " Ucap
Kaysha.
"Dan satu hal,...Jangan merasa tidak enak
Padaku gara - gara Azzam, Abang berpikir
Untuk menjadikan Aku istri Abang,
Karena pernikahan bagiku satu kali seumur
Hidup, Maka Aku ingin memikirkannya
Baik - baik " Lirih Kaysha.
"Aku memang Orang biasa tidak memikirkan
Dulu Siapa tentang Aku, Tapi Aku akan
Mempertanggung jawabkan permintaan
ku pada Orang tuamu " Ucap Rayhan.
"Tapi Aku bukan wanita sempurna,
Masih banyak yang harus kupelajari dalam
hidup ini, Bahkan penampilanku jauh dari
Seorang wanita shalihah" Lirih Kaysha.
"Kita akan belajar sama - sama,
Akupun sama karena sejatinya kesempur
naan adalah milik Allah " Ujar Rayhan.
"Tapi Abang belum tahu masa laluku,
Siapa Aku...Aku takut Abang akan menye
sal"Ucap Kaysha.
Rayhan menghela nafas.
"Sudah Kita masing - masing minta petun
juk Pada yang maha Kuasa " Pinta Rayhan.
Sebelum pergi.
"Jangan jadikan permintaanku sebagai
bebanmu, Serahkanlah semuanya pada
takdir" sambungnya.
*******
"Sudah Kamu bertemu Orang tuanya Ray?"
Tanya Rangga.
"Sudah Bang, ...Kalau Mereka setuju Aku
Akan mengajukan berkas Kami" Jawab
Rayhan.
"Kamu sudah memikirkannya Ray, Jangan
Hanya karena Azzam Kamu mengorbankan
Dirimu, Terlebih lagi selama ini Kamu sudah
menghabiskan waktu dan tenagamu
bersama Bunda, Bahkan Aku merasa men
jadi Ayah yang buruk bagi Azzam " Ujarnya.
Rayhan menepuk bahu Abangnya pelan.
__ADS_1
"Bang sudah jangan dipikirkan, Sejak per
tama Aku melihatnya Aku telah jatuh hati
Padanya, Walaupun Dirinya seperti itu
Aku yakin Dia Orang baik, Namun Abang
Tahu tidak Al orang yang hadir dimimpiku
Setelah Shalat malamku, Padahal Aku
belum mengenalnya," Papar Rayhan.
"Mungkin Dia adalah jodoh yang dikasih
Allah untukku " Sambungnya.
"Bagaimana dengan Al sendiri?" Tanya
Rangga.
"Saat ini Dirinya tidak mempunyai kekasih"
Jawab Rayhan.
"Kamu sudah tahu Siapa dirinya?"
Tanya Rangga.
Rayhan mengangguk,
"Aku menyukai Dirinya sebagai seorang Al,
Terlepas dari apa yang Dirinya Punya.
Dan Dirinya Siapa, Aku tetap akan meneri
manya walaupun tahu Siapa Al sebenarnya, "
"Tapi Kamu pernah bilang Al ada hubungan
Dengan keluarga Wijaya, Ray..sadarlah
Siapa Kita ..!" Potong Rangga.
"Tidak ..Dari Informasi yang sudah Aku
kumpulkan ternyata Al adalah Seseorang
Yang sendiri dimuka bumi ini" Jawab Rayhan.
"Maksudmu ?" Tanya Rangga.
"Sudahlah suatu saat Abang akan tahu,
Namun untuk saat ini biarlah seperti ini"
Ujar Rayhan.
"Oh ya Bang ....Persiapkan Dirimu Kita
akan bertemu dengan Keluarganya Al "
Sambung Rayhan, Setelah itu Ia masuk
Ke kamar Azzam.
"Tunggu sebentar lagi Papa akan mewu
judkan mimpimu mempunyai Buna"
lembut.
Sementara dikediaman Kaysha.
"A..Kok makannya nggak selera gitu,
Udah nggak sabar ya ..Yang mau
Tunangan" Goda Kinara.
"Maaf Oma Aku udah kenyang" Ucap
Gio.
"Apa masakan Oma kurang enak ?"
Tanya Kinara.
"Enak sekali malah... Tapi maaf Aa udah
kenyang !" Jawabnya lagi.
"Udah Jangan dipaksain, Mungkin Gio
masih kenyang Sayang"Potong Irham.
Sedangkan Kaysha lagi mandi,
"Aa masih kecapean ya,, Padahal mah
nggak usah ikut atuh kasep " Ujar
Kinara lagi.
"Nggak juga Atuh Oma,..Aa baik - baik
saja" Jawab Gio.
"Opa Aku mau beli sesuatu di market
bawah, Bareng Al boleh ya !" Izin Gio
Ketika Ia melihat Kaysha keluar kamar
nya.
"Eh...Tapi Aku nggak mau beli apa - apa"
Jawab Kaysha.
"Aku takut kesasar lama nggak kesini,
bangunannya pada baru " Alasan Gio
"Ya sudah...Tapi jangan lama - lama "
Ucap Irham.
"Al..Pake jaket nanti dingin, Cuaca
disini kan dingin Sayang " Titah Kinara.
"Baik Bun..Pengen dibeliin apa ?" Tanya
Al.
__ADS_1
Sesaat Kinara termenung.
"Kalau ada ..Bunda teh pengen bajigur
Sama Awug Aja, Itu juga kalau masih
ada yang jualan ya!" Pinta Kinara.
"Siap ...Nanti Kami akan cari . buat Oma"
Sahut Gio.
"Ayo Al" Ajak Gio setelah Kaysha memakai
jaket punya Gio yang tertinggal kemarin.
Gio tersenyum, Taklama Merekapun
pergi keluar setelah mendapat Izin dari
Irham.
"Ya ...Aku beri waktu sampai besok,
Aku ingin tahu Informasi tentangnya!"
Ucap Irham tegas kepada Seseorang
Diseberang sana, Taklama Ia menutup
Telfonnya.
"Ada apa Sayang? Tentang Siapa?"
Tanya Kinara.
"Rayhan ...Calon mantu !" Ujar Irham.
"Aku hanya ingin tahu tentangnya dan
Keluarganya, Aku takkan sembarangan
Menyerahkan putriku" Ujar Irham
"Namun Aku dari kemarin aneh melihat
Gio, Kayaknya Ia tidak bersemangat,
Apalagi pas makan malam kemarin
Ia kelihatan murung Mas!" Ucap
Kinara.
Irham menggangguk.
"Kevin kemarin berbicara seperti itu,
Mungkin Karena selama ini Ia telah ter
biasa hidup hanya bersama Gia dan Al,
Menjadikan Dirinya harus beradaptasi"
Papar Irham.
"Tidak terasa ya,., Mereka sudah besar
Ya Mas" Ucap Kinara.
"Ya dan sebentar lagi Mereka akan me
nikah, Entah Siapa yang lebih dulu ke
pelaminan" Kini Irham yang berbicara.
Dan Orang yang Mereka bicarakan,
Sedang berjalan beriringan di trotoar,
Menikmati suasana malam hari untuk
Mencari pesanan Kinara.
"Al ...Nggak dicuci tuh jaket Aku,
Jorok tahu " Ucap Gio.
"Jangan baper, Aku males mencari
jaket lagi cuma ini yang ngegantung "
Jawab Kaysha.
"Al..Andai Kita yang nikah ...Tentunya
Aku sangat bahagia"Ucap Gio.
"Jangan mulai A..." Potong Kaysha.
"Saat Kamu jatuh dari motor didepanku
Saat Kamu balapan waktu itu, Aku merasa
Dunia runtuh saat itu, ...Tak bisakah Kita
kembali kewaktu itu,...Saat Aku tahu
Kebenaran tentang dirimu waktu Kamu
koma, Saat itulah Aku jatuh cinta Padamu,
Jatuh cinta pada Seorang anak SMP, ..."
Paparnya seraya tersenyum.
"Kenapa Kita seperti penjahat cinta,
Tak ada yang salah dengan cinta Kita..
Hubungan Kita bukanlah hubungan
Terlarang Al...Dan Kamupun tahu itu,
Kita berjuang bersama mau kan Al.,?"
Pinta Gio lembut, Dirinya tidak rela
Jika harus Melepas Kaysha.
"Sebelum semuanya terlambat...!"
Sambung Gio sendu.
**********************************************
**Bersambung
__ADS_1
**Please like or comment 🙏😘