
Kaysha tidur bergelung selimut,
Kini Mereka masih berada dirumah Mereka
Sendiri, Rumah yang diperuntukkan Rayhan
Untuknya, Ia kembali kedirinya sendiri sete
lah sekian lama melawan depresi yang dide
ritanya.
Namun rasa mual kini menderanya,
Beberapa kali Ia bolak - balik ke kamar mandi
Rayhan yang sedang terlelap ikut terbangun
"Mungkin teh jahe ini bisa meredakan mualmu,
Al, ...Biasanya dulu saat hamil Lisa biasanya
Efektif " Ujar Rayhan, Ia membawa segelas
Teh jahe hangat buatannya, Kaysha menerima
nya dan meminumnya perlahan.
"Maaf ya ...Tidur Abang jadi keganggu, Biasa
nya juga nggak begini, Aku mual ditrimester
awal, Ini sudah jalan 5 bulan Bang " Ujar
Kaysha.
"Kini Ia pengen disayang Ayahnya,
Kalau kemarin malah Aku sedih Kamu
hamil tapi nggak ngerasa apa - apa,
Biasanya kalo hamil tuh Kamu manja,
Malah Aku seneng Al..." Ucap Rayhan.
Kaysha tersenyum, Ia menyadari sang
Suami yang begitu sayang Padanya
Dan keluarga kecilnya,
Kaysha kembali berbaring setelah shalat
Shubuh sedangkan Rayhan dilanjut menun
tun Lisa membaca dan menghafal dari
Mulai surat pendek bersama Azzam,
Perasaan hangat, Kaysha tersenyum seraya
Mendengarkan Mereka, Ia merasakan keda
mainan yang seutuhnya, Ia memandang
Foto keluarga kecilnya didinding, Ia tersenyum
Tuhan ternyata memberikan kebahagiaan
Padanya, Hanya saja Ia seakan menutup
mata karena luka hatinya, Dan waktu yang
Mengajarkan bahwa cinta selalu ada untuk
Dirinya dan selama ini Ia selalu berburuk
Sangka terhadap takdir.
"Yah...Ibu bobo disofa " Ucap Azzam.
"Lisa bangunin yah .,.?" Tanya Lisa.
"Sst....Biar Ayah yang urusin Ibu, Ibu kan
Masih proses penyembuhan, Jadi biar
kan Ia istirahat dulu " Ucap Rayhan sete
Ngah berbisik.
"Nah Kalian...Siap - siap sekolah,
Perjalanan Kita agak jauh ...Usahakan
Jangan telat ya" Titah Rayhan.
"Siap Ayah....!" Jawab Mereka.
Azzam dan Lisa masuk ke kamar Mereka
masing - masing, Sedangkan Rayhan
Dengan perlahan menggendong tubuh
Kaysha dan menidurkannya dikamar
Milik Mereka.
Kecupan hangat mendarat di kening Kaysha,
Bibir Kaysha melengkung senyum, Ia
Malah mengalungkan tangannya dileher
Sang Suami, Kini giliran Rayhan yang ter
senyum,
"Kamu mulai menggodaku Al,...Ini masih
pagi lho " Bisik Rayhan.
Kaysha tersenyum, Ia semakin menarik
Wajah tampan Rayhan supaya mendekat,
Hidung mancung Mereka beradu, Perlahan
Tanpa dikomando sebuah kecupan berubah
Dengan sesapan saling menuntut dari
Keduanya terasa hangat terasa, Bibir
Lembut terasa manis mereka rasakan
Untuk mengawali pagi hari.
Jam didinding menyadarkan Mereka,
Perlahan Rayhan melepaskan pagutannya,
Ia mengusap bibir ranum Kaysha yang
Tidak pucat lagi sekarang, Rayhan menyu
gar rambutnya asal.
"Ah ...Kamu tega Al " Bisiknya gusar.
Kaysha hanya terkekeh, Ia mengusap
Punggung tangan Suaminya.
"Kan ada waktu entar malem Bang "
Ujar Kaysha polos,
"Tega Kamu Al,...Nanggung nih " Ucap
Rayhan,
"Janji nggak bakalan lama, ..." Bisik
Rayhan, Ia melihat waktu rupanya ada
Sedikit waktu sebelum Ia pergi ke kantor.
Dan tak banyak waktu Ia mengunci pintu.
Dan dengan perlahan terjadilah sesuatu
Mereka melepaskan rindu selama ini.
"Kalau Kamu lelah.... Tidurlah kembali "
Bisik Rayhan sesaat setelah pergulatan
__ADS_1
Mereka selesai, Tubuh Mereka sama -
Sama polos dibawah selimut,
Kaysha menangkup wajah tampan Rayhan.
"Enggak ini sudah pagi, ...Ayo kita Mandi
Anak - anak nungguin Kita, Nanti Abang
Telat " Ucap Kaysha.
"Emang yang bikin Abang telat siapa?"
Tanya Rayhan, Kembali kecupan hangat
Mendarat sekilas dibibir ranum Kaysha.
Rayhan mengambil handuk yang tadi
Sudah tersedia karena Ia hendak mandi.
"Mau mandi sekarang ...Bareng Abang?"
Tawar Rayhan.
Mata Kaysha mendelik.
"Enggak ah...Pasti modus, Entar Mandinya
lama dan Abang kesiangan" Ucap Kaysha.
Rayhan terkekeh ...
"Enggak ....Abang janji cuma mandi kok,
Iya ...Abang juga takut telat honey "
Ucap Rayhan, Dan tanpa aba - aba Ia
Membawa tubuh Kaysha kekamar mandi
Dengan berbalut selimut untuk menutupi
Tubuhnya.
Kaysha berendam diair hangat dalam bath
tub sedangkan Rayhan mengguyur Dirinya
Dengan shower, Karena Ia diburu waktu
Setelah pergulatan Mereka barusan.
Mereka Keluar Kamar, Kaysha mem
buat sarapan ringan untuk Anak
- anaknya.
"Sarapan Kalian udah selesai? Ayah
Akan sarapan dikantor Kita takut telat "
Ucap Rayhan.
"Udah Ayah...Kami Siap " Ujar Lisa,
Mereka terbiasa mandiri.
Kaysha menaruh makanan untuk sarapan
Hari ini punya Rayhan didalam tas kecil
Khusus, Karena Waktunya
Yang mepet, Rayhan meminum kopinya.
"Istirahatlah lagi sepeninggal Kami,
Nanti Kamu bisa mengajar lagi setelah
Kamu benar - benar sehat, Kami udah
Runding dengan Abi dan Umi, Dan
Rumah disanapun selalu dibersihkan
oleh Bik Esih, Kamu jangan khawatir"
Ucap Rayhan
nanti Kita pikirkan yang terbaik selanjut
nya ya..." Sambung Rayhan sebelum
Berangkat,
Wajah Rayhan terlihat bahagia, Awan
Mendung yang selalu menghiasi wajah
Mereka perlahan mulai menghilang.
Kini Rayhan terlihat bersemangat,
Senyuman tak lepas dari wajahnya.
Lambaian tangan serta senyuman
Mereka dari dalam mobil membuat
Kaysha tersenyum,
"Hati - hati dijalan, Jangan ngebut yah....
Nanti dikejar Po...." Ujar Kaysha tidak
Melanjutkan perkataannya Ia terkekeh
Saat menyadari seragam yang dipakai
Suaminya.
"Siaap Ibu Negara, Kami berangkat dulu
Kunci gerbangnya, Jangan biarkan orang
Asing masuk " Pesan Rayhan sebelum
Pergi.
"Assalamualaikum ...!" Salam Mereka
Sebelum pergi.
"Waalaikum sallam...!" Jawab Kaysha
Seraya menutup pintu gerbang pagar
Rumahnya.
Ia masuk kedalam rumahnya,
Terasa lenggang dan terasa sepi, Namun
Sisa - sisa keberadaan mereka masih
Terasa, Kaysha membuka gorden jendela,
Dan perlahan Ia meraih remot dan memati
kan AC ruangan, Ia ingin membuka jendela
Ia menggeser pintu kaca yang menuju taman
Ia menghirup sesaat udara pagi, Memang
Terasa hangat pagi ini, Pintu kaca ia biarkan
Terbuka supaya udara pagi bisa masuk,
Perlahan Ia berjalan kembali kearah dapur,
Membereskan peralatan makan bekas
Putra - putrinya sarapan, Dan mencucinya
Di wastafel, Mengelap dan membereskan
Dapurnya perlahan, Kali ini Kaysha akan
Masak menjelang sore, Karena lokasi
Nya yang jauh, Rayhan dan anak - anaknya
Tidak mungkin pulang untuk makan
Siang.
__ADS_1
Sudah beres urusan dapur Ia beralih ke
Dalam rumah, Mulai membersihkan
Bagian Kamar Mereka dahulu, Dilantai
Dua rumahnya yang berisi kamar tidur
Kaysha dan Anak - anaknya, Dibawah
Hanya ada satu kamar yang diperuntukkan
Untuk tamu yang menginap. Kaysha
Tersenyum seraya membereskan kasur
Tempat Percintaan kilat Mereka barusan.
Kini Dirinya bisa melihat dengan jelas
Wajah tampan Rayhan tidak samar
Mengganti dengan wajah Almarhum Gio
Kini Ia menikmati hari seutuhnya.
Kaysha mengambil buah dan memotong
nya, Ia mengambil garpu kecil membawa
nya disofa, Ia hendak menonton TV,
Karena memang pekerjaannya sudah
Selesai, Terdengar bel berbunyi, Dahinya
Berkerut Siapa yang datang ya..
Kaysha berjalan ke pintu depan, Ia melongok
Sebentar, Karena memang Sang Art libur
Pulang kampung untuk mendampingi Putri
nya yang akan melahirkan.
"Mbak Rani sama Hendra " Ucap Kaysha.
Senyuman kembali terbit dibibirnya.
Perlahan Ia membuka pintu pagar rumahnya,
"Hendra...Mbak Rani...Apa kabar?"
Tanya Kaysha sumringah,
"Allhamdulillah baik Al..." Ucap Mbak
Rani, Ia memberikan parcel buah yang
Dibawanya pada Kaysha.
Terlihat jari tangan Hendra yang saling
Bertautan dengan Mbak Rani, Membuat
Kaysha tersenyum.
"Kayaknya ada yang mulai insyaf nih....!"
Ujar Kaysha pandangannya tertuju pada
Hendra.
"Kayaknya nggak akan ada yang meluk
Gue sembarangan lagi deh...Maksa
Ngajakin gue kencan " Seloroh Kaysha.
"Ya iyalah,...Yang ada sekarang Gue
Dihajar sama yayang Lo, Kalo ngajakin elo
Kencan...Saposeh Gue, Lagian Gue
nggak minat sama emak - emak
Yang punya Tiga anak...Repot dong
Gue ...." Kikik Hendra menggoda Kaysha,
Taklama cubitan mbak Rani mendarat
Dipinggang Hendra.
Kaysha tersenyum,
"Jaharanya tetep mulut Kamu tuh Ndra"
Ucap Kaysha terkekeh.
"Eh ...Suami ganteng elo nggak pulang
makan siang dirumah, Biasanya kan laki
Lo pulang buat makan siang ? " Tanya
Hendra.
"Nggak Ndra...Kan sekarang tempat dinas
nya jauh dari sini ..." Jawab Kaysha
Hendra menatap dalam bola mata Kaysha,
"Iya Al Gue lupa..." Ucap Hendra.
"Al ...Gue mau nyampein sesuatu ke elo,
Dan Gue mau minta maaf sebelumnya
....." Ucap Hendra gugup, Mbak Rani me
megang tangan Hendra.
"Ada Apa Ndra....?" Tanya Kaysha,
Karena Hendra sahabat sekaligus Orang
Kepercayaan Gio...
**Apa Yaa Reader's ?
**********************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘
Seperti biasa tolong tinggalkan jejaknya ya ..
🙏
Kesempurnaan tokoh yang ada diceritaku
mungkin rata - rata sempurna ya, ...
Kayaknya bener - bener halu cuma ada
Didunia Fiksi, Jangan berharap nyata,
Karena kadang berbalik dengan kenyataan,
Hanya saja ada yang mirip namun tetep
Nggak sesempurna didunia halu, Ciri
Khas cerita pasti berbeda, Mungkin di ceritaku
..Disini peran wanita mendominasi
Dengan dua pria dalam hidupnya yang hampir
Sama posisinya dalam cerita. Karena Aku
pikir hanya dalam cerita wanita bisa berlaku
Demikian, Karena wanita begitu berharga
Untuk disakitin ataupun disia - siain ,
Maaf ini hanya pandangan Aku saja ya,
Kalo yang menyimak pasti nanya kenapa
Ceritanya tokohnya selalu begini ....Nah
Sekarang sudah Saya jawab 🙏
__ADS_1