Hujan September

Hujan September
*Episode 51


__ADS_3

Kaysha tidur bergelung selimut,


Kini Mereka masih berada dirumah Mereka


Sendiri, Rumah yang diperuntukkan Rayhan


Untuknya, Ia kembali kedirinya sendiri sete


lah sekian lama melawan depresi yang dide


ritanya.


Namun rasa mual kini menderanya,


Beberapa kali Ia bolak - balik ke kamar mandi


Rayhan yang sedang terlelap ikut terbangun


"Mungkin teh jahe ini bisa meredakan mualmu,


Al, ...Biasanya dulu saat hamil Lisa biasanya


Efektif " Ujar Rayhan, Ia membawa segelas


Teh jahe hangat buatannya, Kaysha menerima


nya dan meminumnya perlahan.


"Maaf ya ...Tidur Abang jadi keganggu, Biasa


nya juga nggak begini, Aku mual ditrimester


awal, Ini sudah jalan 5 bulan Bang " Ujar


Kaysha.


"Kini Ia pengen disayang Ayahnya,


Kalau kemarin malah Aku sedih Kamu


hamil tapi nggak ngerasa apa - apa,


Biasanya kalo hamil tuh Kamu manja,


Malah Aku seneng Al..." Ucap Rayhan.


Kaysha tersenyum, Ia menyadari sang


Suami yang begitu sayang Padanya


Dan keluarga kecilnya,


Kaysha kembali berbaring setelah shalat


Shubuh sedangkan Rayhan dilanjut menun


tun Lisa membaca dan menghafal dari


Mulai surat pendek bersama Azzam,


Perasaan hangat, Kaysha tersenyum seraya


Mendengarkan Mereka, Ia merasakan keda


mainan yang seutuhnya, Ia memandang


Foto keluarga kecilnya didinding, Ia tersenyum


Tuhan ternyata memberikan kebahagiaan


Padanya, Hanya saja Ia seakan menutup


mata karena luka hatinya, Dan waktu yang


Mengajarkan bahwa cinta selalu ada untuk


Dirinya dan selama ini Ia selalu berburuk


Sangka terhadap takdir.


"Yah...Ibu bobo disofa " Ucap Azzam.


"Lisa bangunin yah .,.?" Tanya Lisa.


"Sst....Biar Ayah yang urusin Ibu, Ibu kan


Masih proses penyembuhan, Jadi biar


kan Ia istirahat dulu " Ucap Rayhan sete


Ngah berbisik.


"Nah Kalian...Siap - siap sekolah,


Perjalanan Kita agak jauh ...Usahakan


Jangan telat ya" Titah Rayhan.


"Siap Ayah....!" Jawab Mereka.


Azzam dan Lisa masuk ke kamar Mereka


masing - masing, Sedangkan Rayhan


Dengan perlahan menggendong tubuh


Kaysha dan menidurkannya dikamar


Milik Mereka.


Kecupan hangat mendarat di kening Kaysha,


Bibir Kaysha melengkung senyum, Ia


Malah mengalungkan tangannya dileher


Sang Suami, Kini giliran Rayhan yang ter


senyum,


"Kamu mulai menggodaku Al,...Ini masih


pagi lho " Bisik Rayhan.


Kaysha tersenyum, Ia semakin menarik


Wajah tampan Rayhan supaya mendekat,


Hidung mancung Mereka beradu, Perlahan


Tanpa dikomando sebuah kecupan berubah


Dengan sesapan saling menuntut dari


Keduanya terasa hangat terasa, Bibir


Lembut terasa manis mereka rasakan


Untuk mengawali pagi hari.


Jam didinding menyadarkan Mereka,


Perlahan Rayhan melepaskan pagutannya,


Ia mengusap bibir ranum Kaysha yang


Tidak pucat lagi sekarang, Rayhan menyu


gar rambutnya asal.


"Ah ...Kamu tega Al " Bisiknya gusar.


Kaysha hanya terkekeh, Ia mengusap


Punggung tangan Suaminya.


"Kan ada waktu entar malem Bang "


Ujar Kaysha polos,


"Tega Kamu Al,...Nanggung nih " Ucap


Rayhan,


"Janji nggak bakalan lama, ..." Bisik


Rayhan, Ia melihat waktu rupanya ada


Sedikit waktu sebelum Ia pergi ke kantor.


Dan tak banyak waktu Ia mengunci pintu.


Dan dengan perlahan terjadilah sesuatu


Mereka melepaskan rindu selama ini.


"Kalau Kamu lelah.... Tidurlah kembali "


Bisik Rayhan sesaat setelah pergulatan

__ADS_1


Mereka selesai, Tubuh Mereka sama -


Sama polos dibawah selimut,


Kaysha menangkup wajah tampan Rayhan.


"Enggak ini sudah pagi, ...Ayo kita Mandi


Anak - anak nungguin Kita, Nanti Abang


Telat " Ucap Kaysha.


"Emang yang bikin Abang telat siapa?"


Tanya Rayhan, Kembali kecupan hangat


Mendarat sekilas dibibir ranum Kaysha.


Rayhan mengambil handuk yang tadi


Sudah tersedia karena Ia hendak mandi.


"Mau mandi sekarang ...Bareng Abang?"


Tawar Rayhan.


Mata Kaysha mendelik.


"Enggak ah...Pasti modus, Entar Mandinya


lama dan Abang kesiangan" Ucap Kaysha.


Rayhan terkekeh ...


"Enggak ....Abang janji cuma mandi kok,


Iya ...Abang juga takut telat honey "


Ucap Rayhan, Dan tanpa aba - aba Ia


Membawa tubuh Kaysha kekamar mandi


Dengan berbalut selimut untuk menutupi


Tubuhnya.


Kaysha berendam diair hangat dalam bath


tub sedangkan Rayhan mengguyur Dirinya


Dengan shower, Karena Ia diburu waktu


Setelah pergulatan Mereka barusan.


Mereka Keluar Kamar, Kaysha mem


buat sarapan ringan untuk Anak


- anaknya.


"Sarapan Kalian udah selesai? Ayah


Akan sarapan dikantor Kita takut telat "


Ucap Rayhan.


"Udah Ayah...Kami Siap " Ujar Lisa,


Mereka terbiasa mandiri.


Kaysha menaruh makanan untuk sarapan


Hari ini punya Rayhan didalam tas kecil


Khusus, Karena Waktunya


Yang mepet, Rayhan meminum kopinya.


"Istirahatlah lagi sepeninggal Kami,


Nanti Kamu bisa mengajar lagi setelah


Kamu benar - benar sehat, Kami udah


Runding dengan Abi dan Umi, Dan


Rumah disanapun selalu dibersihkan


oleh Bik Esih, Kamu jangan khawatir"


Ucap Rayhan


nanti Kita pikirkan yang terbaik selanjut


nya ya..." Sambung Rayhan sebelum


Berangkat,


Wajah Rayhan terlihat bahagia, Awan


Mendung yang selalu menghiasi wajah


Mereka perlahan mulai menghilang.


Kini Rayhan terlihat bersemangat,


Senyuman tak lepas dari wajahnya.


Lambaian tangan serta senyuman


Mereka dari dalam mobil membuat


Kaysha tersenyum,


"Hati - hati dijalan, Jangan ngebut yah....


Nanti dikejar Po...." Ujar Kaysha tidak


Melanjutkan perkataannya Ia terkekeh


Saat menyadari seragam yang dipakai


Suaminya.


"Siaap Ibu Negara, Kami berangkat dulu


Kunci gerbangnya, Jangan biarkan orang


Asing masuk " Pesan Rayhan sebelum


Pergi.


"Assalamualaikum ...!" Salam Mereka


Sebelum pergi.


"Waalaikum sallam...!" Jawab Kaysha


Seraya menutup pintu gerbang pagar


Rumahnya.


Ia masuk kedalam rumahnya,


Terasa lenggang dan terasa sepi, Namun


Sisa - sisa keberadaan mereka masih


Terasa, Kaysha membuka gorden jendela,


Dan perlahan Ia meraih remot dan memati


kan AC ruangan, Ia ingin membuka jendela


Ia menggeser pintu kaca yang menuju taman


Ia menghirup sesaat udara pagi, Memang


Terasa hangat pagi ini, Pintu kaca ia biarkan


Terbuka supaya udara pagi bisa masuk,


Perlahan Ia berjalan kembali kearah dapur,


Membereskan peralatan makan bekas


Putra - putrinya sarapan, Dan mencucinya


Di wastafel, Mengelap dan membereskan


Dapurnya perlahan, Kali ini Kaysha akan


Masak menjelang sore, Karena lokasi


Nya yang jauh, Rayhan dan anak - anaknya


Tidak mungkin pulang untuk makan


Siang.

__ADS_1


Sudah beres urusan dapur Ia beralih ke


Dalam rumah, Mulai membersihkan


Bagian Kamar Mereka dahulu, Dilantai


Dua rumahnya yang berisi kamar tidur


Kaysha dan Anak - anaknya, Dibawah


Hanya ada satu kamar yang diperuntukkan


Untuk tamu yang menginap. Kaysha


Tersenyum seraya membereskan kasur


Tempat Percintaan kilat Mereka barusan.


Kini Dirinya bisa melihat dengan jelas


Wajah tampan Rayhan tidak samar


Mengganti dengan wajah Almarhum Gio


Kini Ia menikmati hari seutuhnya.


Kaysha mengambil buah dan memotong


nya, Ia mengambil garpu kecil membawa


nya disofa, Ia hendak menonton TV,


Karena memang pekerjaannya sudah


Selesai, Terdengar bel berbunyi, Dahinya


Berkerut Siapa yang datang ya..


Kaysha berjalan ke pintu depan, Ia melongok


Sebentar, Karena memang Sang Art libur


Pulang kampung untuk mendampingi Putri


nya yang akan melahirkan.


"Mbak Rani sama Hendra " Ucap Kaysha.


Senyuman kembali terbit dibibirnya.


Perlahan Ia membuka pintu pagar rumahnya,


"Hendra...Mbak Rani...Apa kabar?"


Tanya Kaysha sumringah,


"Allhamdulillah baik Al..." Ucap Mbak


Rani, Ia memberikan parcel buah yang


Dibawanya pada Kaysha.


Terlihat jari tangan Hendra yang saling


Bertautan dengan Mbak Rani, Membuat


Kaysha tersenyum.


"Kayaknya ada yang mulai insyaf nih....!"


Ujar Kaysha pandangannya tertuju pada


Hendra.


"Kayaknya nggak akan ada yang meluk


Gue sembarangan lagi deh...Maksa


Ngajakin gue kencan " Seloroh Kaysha.


"Ya iyalah,...Yang ada sekarang Gue


Dihajar sama yayang Lo, Kalo ngajakin elo


Kencan...Saposeh Gue, Lagian Gue


nggak minat sama emak - emak


Yang punya Tiga anak...Repot dong


Gue ...." Kikik Hendra menggoda Kaysha,


Taklama cubitan mbak Rani mendarat


Dipinggang Hendra.


Kaysha tersenyum,


"Jaharanya tetep mulut Kamu tuh Ndra"


Ucap Kaysha terkekeh.


"Eh ...Suami ganteng elo nggak pulang


makan siang dirumah, Biasanya kan laki


Lo pulang buat makan siang ? " Tanya


Hendra.


"Nggak Ndra...Kan sekarang tempat dinas


nya jauh dari sini ..." Jawab Kaysha


Hendra menatap dalam bola mata Kaysha,


"Iya Al Gue lupa..." Ucap Hendra.


"Al ...Gue mau nyampein sesuatu ke elo,


Dan Gue mau minta maaf sebelumnya


....." Ucap Hendra gugup, Mbak Rani me


megang tangan Hendra.


"Ada Apa Ndra....?" Tanya Kaysha,


Karena Hendra sahabat sekaligus Orang


Kepercayaan Gio...


**Apa Yaa Reader's ?


**********************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘


Seperti biasa tolong tinggalkan jejaknya ya ..


🙏


Kesempurnaan tokoh yang ada diceritaku


mungkin rata - rata sempurna ya, ...


Kayaknya bener - bener halu cuma ada


Didunia Fiksi, Jangan berharap nyata,


Karena kadang berbalik dengan kenyataan,


Hanya saja ada yang mirip namun tetep


Nggak sesempurna didunia halu, Ciri


Khas cerita pasti berbeda, Mungkin di ceritaku


..Disini peran wanita mendominasi


Dengan dua pria dalam hidupnya yang hampir


Sama posisinya dalam cerita. Karena Aku


pikir hanya dalam cerita wanita bisa berlaku


Demikian, Karena wanita begitu berharga


Untuk disakitin ataupun disia - siain ,


Maaf ini hanya pandangan Aku saja ya,


Kalo yang menyimak pasti nanya kenapa


Ceritanya tokohnya selalu begini ....Nah


Sekarang sudah Saya jawab 🙏

__ADS_1


__ADS_2