
Kaysha memandang wajahnya dicermin,
"Kamu sangat cantik Al,...Putri teteh teh
udah besar udah mau nikah aja, ...
Gia ...Kapan Kamu nyusul ?" Tanya Kayla
Pada Putrinya,
"Ih ..Mamah ini bagaimana sih, ..Gia teh
Masih muda, Belom mikirin perusahaan,
Lagian Reyhannya juga masih fokus ke
karir, Udah ah kalau pengen cucu minta
Aja ke Al,....Kan Al yang nikah duluan "
Ucap Gia.
"Sayang ya ...Aa harus pulang kemarin
coba besok, Kan enak bisa hadir dulu
Di nikahan nya Al,..!" Sahut Kayla.
"Aa pasti seneng banget lihat nikahannya
Al,..Ia yang jagain Al selama ini, Kini tang
gung jawabnya beralih ke suaminya Al,
Siapa namanya teh, Ah... Mama punya
Dua menantu namanya sama " sambung
nya.
Kaysha hanya menunduk,
"Aku tahu Kamu pergi, Aku ikhlas itu untuk
menjaga hatimu supaya tidak semakin
Terluka A, ... Berbahagialah dengan lem
baran barumu..!" Lirih Kaysha dalam
hatinya.
"Ih..Kok dimatiin hp nya, Si Aa, Masa sih
Penerbangannya belum sampe, ..!"
Ucap Kayla, Mencoba menelpon sang putra.
"Mah ...Ketiduran kali " Potong Gia.
"Sst,....Acaranya akan dimulai" Potong
Kinara.
Ia terharu sebentar lagi Ia akan melepas
Putri bungsunya,
Ia meraih wajah putrinya, Setetes bening
Jatuh disudut matanya.
"Sayang ..Kamu selalu terlihat cantik Al,
Putri Bunda, ...Kamu dan teteh Putri Ter
cantik yang Bunda Punya, Satu hal yang
Bunda Pinta Berbahagialah Sayang...
Apapun yang terjadi Bunda pinta Ter
senyumlah...!" Lirih Kinara.
Terdengar suara Irham dilanjutkan Suara
Rayhan yang melaksanakan ijab kabul..
"Sahh.....!"Teriak para hadirin yang hadir
Disana.
Ada rasa haru menyeruak dalam hatinya
Kini Kaysha telah berganti status.
Kaysha berjalan keluar kamar bersama
Kinara diikuti Kayla dan.Gia dibelakang.
Semua terpaku, Terutama Rayhan,
Irham memandang Putrinya, Rasa haru
menyeruak dalam dadanya, Putri kecil
Yang ditimangnya, Yang dibimbingnya
Hingga sekarang menjadi seorang
Gadis cantik.
Kaysha duduk disampingng Rayhan,
Tangan Rayhan terulur dan taklama
Daraih punggung tangannya dan mencium
nya lembut, Ini Salim untuk pertama
kalinya dengan status yang berbeda,
Rayhan yan masih terpana sesaat ter
sadar Ia melafalkan do' a untuk memulai
Rumah tangganya yang akan dibina
__ADS_1
Taklama Ia meraih wajah Kaysha
Mencium keningnya pelan.
Kembali setetes bening hadir dipelupuk
Mata Kaysha, Mimpi indah yang selama
ini Ia rajut bersama Gio, Telah menjadi
Kenyataan dengan Orang yang berbeda,
Namun ini yang terbaik, Semoga semuanya
Kenangan dengan Gio akan terhapus
Dengan memori baru tanpa ada lagi
hati yang terluka.
Sesaat Irham menunduk, Kinara mengusap
bahu Suaminya pelan, Kini saatnya mele
paskan putrinya walau terasa berat.
Dan disudut ruangan Kayla, Menangis
Didada Seandra, Ia merasakan betul -
betul rasa haru, Selama ini Gia dan Kaysha
Selalu berada disisinya, Kini Kaysha
Sudah menjadi milik Keluarga lain,
Apalagi Kevin dan Zain,
"Baru kemarin rasanya Aku menuntunnya
Belajar berjalan kini Kita harus melepasnya
Menjadi milik Orang lain" Ujar Zain Ia merasa
Kehilangan adik bungsunya.
"Bunaa......!!" Senyum sumringah terbit
Diwajah Azzam, Disampingngnya Rangga
Dan Raffa memandang haru keduanya.
"Andai Bunda masih ada mungkin Ia yang
paling bahagia kini" Lirih Rangga dalam
Hati.
Atasan dan teman Rayhan pun datang
Walaupun ini acara pernikahan dadakan,
Namun Mereka tidak ingin menyembunyikan
nya, Mereka tersenyum bahagia hanya satu
Yang tidak hadir, Seseorang yang sedang
Milik sang Kakek dengan sebotol minuman
keras, Ia berharap bisa melupakan walau
pun berat terasa, Berharap mimpi buruk itu
Sirna, Kali ini Ia ingin sendiri melepas
Sedihnya.
"All.....Seharusnya Aku yang bersamamu
kini Al...Aku pengecutt!!!" Teriaknya.
Beruntung ruangan ini kedap suara,
"All,...Siapapun dirimu, Aku rasa Aku
masih bisa membahagiakan Dirimu,
Al...Jangan pernah berhutang Budi
Pada Mereka hingga Kamu harus
Mengorbankan Aku dan cinta Kita All "
Botol minuman yang telah kosong
Ia lemparkan kesudut ruangan,
Ia naik keatas tempat tidur karena
kepalanya terasa semakin berat, Ia
ingin sedikit terlelap melupakan sedikit
Sakit hatinya.
Sebagai cucu dari Keluarga Wijaya tentu Ia
Tidak bisa bebas melangkah, Sebagai pe
nerus dan Seorang Pewaris Utama, Hidup
nya dituntut selalu sempurna, Ia meraih
Mimpi yang satu meneruskan jejak sang
Ayah, Dan kadang sebagian waktunya Ia
gunakan untuk memantau Perusahaan,
Ia tidak bisa sembarangan bertindak,
Dan Kaysha tahu akan hal itu, Ia melepas
kan diri dan cintanya karena Dirinya bukan
Siapa - siapa, Dan Kaysha terikat satu kata
__ADS_1
Yaitu Balas Budi.
"Ya Aku akan segera kesana, Awasi Dia " .
Titah Kevin pada Seseorang,
Taklama Ia pamit pada Semua Orang
Dengan alasan ada urusan penting yang
Harus Ia selesaikan,
Kevin memeluk Kaysha erat seraya Pamit,
"Titip Putriku, Jangan pernah menyakiti
nya, Jika Kamu sudah tidak ingin bersama
nya pulangkan saja Al pada Kami jangan
Pernah sekalipun Kamu menyakiti bahkan
Mengusirnya" Ucap Kevin pada Rayhan.
Rayhan hanya mengangguk, Untuk pertama
kalinya Rayhan memeluk Kevin, Ia terse
nyum Kaysha ternyata mempunyai dua
Ayah yang hebat selama ini.
Seperti Irham yang tadi menitipkan
Putrinya Kaysha, Kini tugasnya adalah
membahagiakan sang Istri.
***********
"Al..Kita belum resepsi, Namun ...Udah
Dikasih hadiah nginap di hotel, Gimana
Ya ...Abang takut pas resepsi Kamu udah
mengandung Rayhan junior" Seloroh
Rayhan.
Ia tidur terlentang diatas tempat tidur
King Size, Kaysha baru keluar kamar
mandi, Wangi lembut shampo dan
Parfum Kaysha menguar dari tubuh
Dan Rambut istri dari seorang Rayhan.
"Mulai mesum deh pikirannya,
Abang kenapa kopinya tidak diminum?"
Tanya Kaysha.
Ia meminum teh hangat, Sedangkan
Rayhan beranjak dari tempat tidurnya,
Tersenyum smirk, Ia menghampiri
Wanita cantik yang telah halal untuknya,
"Aku bantu keringin rambutmu ya.."
Ucap Rayhan lembut, Setengah berbisik
Ditelinga sang istri, Ia melingkarkan ta
ngannya dipinggang ramping sang istri.
Hidung mancungnya serta bibir hangat
nya menyapu ceruk leher Putih Kaysha.
"Geli ...tau Bang!" Ujar Kaysha.
"Udah ah.. Rambutnya bisa dikeringin
pake headryer " Tolak Kaysha.
"Kamu mah nggak peka All " Ujar Rayhan
Ia membalikan tubuh sintal sang istri,
Kini mukanya saling berhadapan, Tangan
nya meraba pipi putih mulus sang Istri,
Terus turun kearah bibir ranum yang se
dang merekah milik Kaysha, Merabanya
lembut dengan ibu jarinya, Taklama
Tangan Rayhan meraih tengkuk Kaysha
lembut dan dengan perlahan, Ia me*****
m dan menyesap bibir kenyal milik Kaysha,
Menyalurkan rasa kasihnya selama ini.
Hujan turun kali ini, Lebat disertai angin
kencang.
"Dingin...! Kini giliranku akan menghangat
kan tubuhmu " Bisik Rayhan ditelinga
Kaysha lembut.
Yuhuu....Pasti Penasaran khan....?🙏🤭
**********************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘