Hujan September

Hujan September
*Episode 46


__ADS_3

Suara merdu orang mengaji terlantun indah,


Kaysha duduk diruang tengah seraya men


dengarkan secara seksama, Terasa indah


Dan terdengar lirih, Suasana malam yang


Sepi, Hening menambah syahdu.


Suara Rayhan terus melafalkan Ayat suci,


Suara lembut dan menenangkan, Kaysha


Menutup mata merasakan lebih dalam


Kedalam hati dan pikirannya, Ada damai


Yang dihadirkan, Ada tenang yang disampai


kan, Setetes bening jatuh bersamaan gejolak


Kalbu yang sering meratapi nasib, Namun


Seolah mempunyai kekuatan Ia ingin bahagia


Dengan keluarga kecilnya, Memang...


Keluarga kecilnya adalah sekumpulan hati


- hati dan jiwa yang terluka, Baik itu Dirinya,


Dengan segudang masa lalu yang ruwet,


Gio suaminyapun mempunyai masalah


Karena Dirinya, Putrinya Lisa yang tidak


Bisa melihat bahkan merasakan kasih


Sayang Ayah kandungnya, Seperti Azzam


Yang kehilangan sang Bunda tanpa sempat


Tahu, Dan terakhir Rayhan Ia lebih miris


Orang tuanya meninggal secara hampir


Bersamaan.


"Aku berjanji akan membuat Mereka selalu


Tersenyum dan bahagia, Aku ingin lupa


Dengan tangisku dan Aku ingin sejenak


melupakan sedihku, Aku ingin kuat


Yaa Rabb....Aku ingin bahagia, Supaya


Aku bisa memberikan kebahagiaan untuk


Mereka" Do' a Kaysha dalam hati, Ia mengu


sap pelan perutnya yang sudah terlihat se


karang.


Pagi yang indah, Mereka sudah terbangun


Dari shubuh tadi, Rayhan dan Azzam beserta


Lisa baru pulang dari Pondok, Mereka shalat


Shubuh dan dianjutkan dengan mengaji.


"Ayo diminum susunya, ..Rotinya udah abis


Ibu belum sempat membelinya, Yang ada


Cuma pisang goreng ....Nggak pa - pa ya ?"


Tawar Kaysha.


"Atau Ibu mau beli diwarung, Tunggu Ya...


Ibu kewarung dulu " Ujar Kaysha.


"Nggak perlu Bu Al,...Ini malahan enak "


Ucap Rayhan, Apalagi Azzam sudah dua


potong pisang goreng masuk kedalam


Mulutnya,


"Ibu ini juga enak...!" Sahut Lisa.


Ia menyuapi ibunya dengan sebuah pisang


goreng ke mulut Kaysha


"Terima kasih ..Sayang, Ibu bisa sendiri kok "


Jawab Kaysha.


"Bu kok beda rasanya ya...Nggak kayak


Pisang goreng dikantin ?" Seloroh Rayhan.


Sedangkan Azzam tanpa kata Ia meminum


Susunya.


"Ini pisangnya yang beda sayang ..Ini pisang


Yang dikasih oleh Mang Usup tetangga Kita


Katanya Ia panen pisang tiga hari kemarin,


Ini ada yang sudah matang ya ibu goreng,


Ada sisa nanti sore Ibu bikin kolak, Soalnya


Papa pulang hari ini " Ucap Kaysha.


"Papa pulang Bu ?" Kali ini Azzam yang


bertanya.


"Yeaaay Papa pulang " Ucap Lisa bahagia.


"Semoga Papa sehat dan tidak berkurang


Suatu apapun " Do' a Rayhan


Melihat Gio, Seperti melihat sang Ayah,


Gio mengingatkan Rayhan pada sosok


Sang Ayah yang jarang bertemu dengannya,


Ada perasaan hangat saat Rayhan melihat


Gio, Ia merasa sosok Ayahnya ada disisinya,


Jadi Ia tidak terlalu merasa kehilangan.


"Ya sudah, Ibu mau kewarung dulu, Ikan


Dan Ayamnya udah habis, Yang sisa hanya


Sayuran aja, Ibu tinggal ya !" Pamit Kaysha.

__ADS_1


"Iya Bu..Kami juga akan membersihkan


Rumah" Ujar Rayhan


Entah kenapa Mereka terlihat mandiri,


Saling berbagi tugas membantu pekerjaan


Rumah Kaysha, Ia merasa mempunyai


Keluarga seutuhnya, Mereka melakukan


Tanpa dikomando, Karena yang memegang


Kendali adalah Rayhan, Ia akan mengatur


Pekerjaan yang akan Dirinya, Azzam dan Lisa


Kerjakan.


Setelah kepergian Kaysha ke warung, Rayhan


Azzam dan Lisa mulai bergerak ada yang


Mengambil sapu, Alat pel dan lap kaca.


Dengan sigap Mereka berbagi tugas,


Kaysha pergi ke warung yang tidak jauh


Dari rumahnya, Terlihat Ibu - ibu sudah


berada disana.


"Assalamualaikum ...!" Salam Kaysha.


"Waalaikum sallam ..." Jawab Ibu - ibu


Yang berada diwarung kompak.


"Aih - aih Bu Al..Lagi libur ya ?" Tanya


Seorang Ibu.


"Iya Bu...Hanya kelas sembilan yang mau


Ujian, Mereka lagi menjalani bimbingan


Buat ujian nanti Bu" Jawab Kaysha.


Mereka mengangguk, Seraya sibuk me


milih.


"Eh Bu Al..Tahu tidak kampung sebelah


Ada yang longsor?" Tanya ce Onah.


"Iya ..Kata Pak RT Kita harus hati - hati,


Sekarang kan musim hujan lagi "


Ujar yang lain menimpali.


"Iya aneh perasaan musim hujan tahun


ini kayaknya agak lama ya .." ujar Bu


Lina menimpali.


"Iya Bu Al, ..Kalo ada masalah dirumah,


Bilang saja sama Kami, Jangan sungkan"


Ujar Ce Asih.


Kaysha tersenyum dengan perhatian para


Tetangganya.


Mengambil satu kilo Ayam yang telah


Dibungkus sesuai ukuran, Serta ikan pun


Satu bungkus.


"Oh Iya. ..Untuk kerja bakti Lusa bagaimana


Bu Al..Kita ngadain botram aja yuk, sekalian


Bikin liwet untuk Bapak - bapak " Ajak Bu


RT yang kebetulan sedang berada diwarung.


"Boleh ...Saya ikut aja Bu, Papanya pulang


hari ini, Mungkin lusa jika masih cuti bisa


ikut kerja bakti " Jawab Kaysha.


Bu Rt mengangguk tanda mengerti.


"Ada yang belah duren dong entar malem,


Apalagi hujan..Wuih madep dong " Seloroh


Ce Onah menggoda Kaysha.


"Ye..Ce Onah mah sirik ya !" Potong Bu RT.


"Nggak sirik atuh Bu Rt, ..Da pasti itumah


kenyataan, Iya kan Bu Al ?" Tanya ce Onah.


Kaysha hanya tersenyum.


"Oh Iya Bu, Saya pamit duluan.Anak - anak


nunggu dirumah " Ucap Kaysha.


"Pak ..Satu kilo, Ayam sama ikan berapa ?"


Tanya Kaysha.


"Ikan apa Bu ?"Tanya sang tukang sayur.


"Ikan nila pak ..." Jawab Kaysha.


"Oh Iya Bu, Ayam, 32 ribu sekilo.


Ikan nila , 36 ribu sekilo Bu, Jadinya


68 ribu, Kalo buat besok pesan apa Bu ?"


Tanya tukang Sayur.


"Nanti saya tanya sama Orang rumah dulu,


Biasa nanti saya WA aja Pak !" Jawab Kaysha.


Seraya menyerahkan selembar uang merah


Pada tukang sayur, Dan taklama Ia meraih


Kembaliannya sebelum pamit pulang.


"Eh Bu Al tunggu, Pulangnya bareng sekalian


Mampir sebentar, Ada hasil panen sedikit


Dirumah ada bagian buat Bu Al, Yuk.!"


Ajak Bi Marni Karena arah pulang ke rumah

__ADS_1


nya yang satu arah.


"Boleh deh Ayo Bi " Jawab Kaysha.


Karena memang sudah tradisi bertetangga


Disini Mereka akan saling berbagi jika


Mmiliki sesuatu, Inilah yang menjadikan


Mereka betah, Mereka hidup rukun berte


tangga, Mereka akan kompak dalam kegi


atan dikampung misalnya kerja bakti


Contohnya,


"Bu Al,...Ayo masuk sebentar, Udah dikanto


ngin masing - masing, sebentar ya ..."


Ijin Bi Marni, Ia pergi kedalam, Kaysha


menunggu seraya duduk di teras rumah bi


Marni, Seraya melihat tukang dagang yang


Mulai lewat depan rumah, Taklama Bi Marni


Keluar dengan satu kantung keresek penuh


Berisi sayuran hasil panen.


"Bu Al ..Tadinya Aku mau nyuruh Andi buat


nganterin ya karena kebetulan bertemu di


Tukang Sayur, Ya sekalian aja, Nggak pa -


Pa ya Bu Al " Ucap Bi Marni.


"Nggak Pa - pa Bi, Malah terima kasih ini


Udah dikasih sayuran, Malah banyak ini


mah" Ujar Kaysha.


Taklama Kaysha pamit, Pas Ia keluar dari


Rumah Bik Marni Ia berpapasan dengan


Junior Suaminya.


"Eh ada Om Alex, Darimana Om?" Tanya


Kaysha.


"Siap Bu Mahesa, Dari warung Bu "


Jawab Alex


"Bu biar barangnya saya yang bawa, Kita


Satu arah Bu !" Izin Om Alex.


"Nggak Om, Makasih ini nggak berat kok


Saya masih kuat bawa" Jawab Kaysha.


"Nggak Pa - pa Bu, Saya nggak enak Bu "


Ucapnya meraih bawaan Kaysha, Terpaksa


Kaysha merelakan bawang bawaannya


Untuk dibawa Alex.


"Habis beli apa Om, Memangnya dikantin


Nggak ada ?" Tanya Kaysha curiga.


"Anu ...itu Bu Anu " Ucap Om Alex tergagap


"Mau ketemu sama Sri ya...Anak yang punya


Warung ?". Tebak Kaysha.


"He ..He ..Siap Iya Bu" Jawab Alex jujur.


"Darimana Ibu tahu ?" Sambungnya.


"Ya tahulah, ..Keliatan dari mukanya pasti


Beli sesuatu itu modus, Karena niatnya


Pengen ketemu Sri" Jawab Kaysha terkekeh,


Ia sudah mengenal Alex, Orangnya ramah


Dan baik kadang Gio pun tidak segan me


minta bantuan padanya.


"Ah Bu Mahesa bisa aja " Jawab Alex


Kaysha hanya tersenyum.


"Bu ...Pak Mahesa pulang hari ini, Ya


Mungkin sebentar lagi, Karena katanya


Mereka dalam perjalanan " Ujar Alex


Yang dijawab Kaysha dengan.anggukan.


Taklama Mereka sampai,


"Makasih Om udah dibawain " Ucap Kaysha.


"Iya Bu ..Sama - sama, Eh sicantik mana ?"


Tanya Alex.


"Lagi didalam Om, Karena kata Papanya


Nggak boleh main diluar, Biasalah Papanya


Protektif banget " Jawab Kaysha.


"Ya nggak pa - pa Bu, Itu tandanya Papanya


Sangat sayang " jawab Alex.


"Ya Om,...Saya masuk dulu, Sekalian mau


mampir Om, Ada kopi loh " Tawar Kaysha.


"Nggak Bu Makasih ini udah ditunggu "


Jawab Alex.


"Iya Om Silahkan..." Jawab Kaysha.


Taklama Kaysha menutup pintu gerbang


Rapat - rapat sepeninggal Alex, Dan Ia


Masuk kedalam rumah.


***********************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or comment, 🙏


**Wilujeng ngopi dan selamat pagi 🙏😘


__ADS_2