
Rayhan memandang jalan didepannya,
Ia berfikir apakah cara ini yang terbaik
Sesaat tadi Ia memandang wajah cantik
Berwajah sendu tersebut yang telah men
jadi istrinya,
Membekas dalam ingatannya ketika Ia
Pulang tugas dan menyelesaikan misinya
Dengan baik dan Ia mendapat kenaikan
Pangkat namun saat itu tidak ada satupun
Keluarganya yang hadir.
"Ibu akan ke Rumah sakit Ray,...Mita akan
melahirkan Abangmu masih dalam per
jalanan, Ibu akan diantar Raffa, Nanti
Kamu langsung ke Rumah Sakit saja Nak "
Ujar Ibu Rayhan kala itu.
Sesudah acara selesai Rayhan dengan ter
gesa - gesa menuju Rumah Sakit yang dituju
Setengah berlari Dirinya menuju tempat di
mana Kakak Iparnya melahirkan,
Terlihat wajah Ibu Rayhan yang gusar,
Rayhan menghampirinya.
"Ada apa Bu? Mita sudah melahirkan?"
Tanya Rayhan dengan nafas yang masih
memburu.
Sesaat wajah Ibunya tertunduk,
"Mita sudah melahirkan, Hanya saja Ia
mengalami pendarahan, Namun golongan
Darah Mita sangat langka, Ibu takut Ia
Tidak bisa bertahan Ray " Lirih sang Ibu.
Rayhan lemas seketika, Bagaimanapun
Mita adalah sosok cinta pertamanya yang
Menemaninya suka maupun duka, Mita
Adalah sosok berarti dari masalalunya
Walaupun kini Ia ikhlas melepaskan untuk
Sang Kakak.
"Raffa sedang didalam "
Ujar Ibu Rayhan.
Taklama Raffa keluar, Ia tertunduk lesu,
Dan Seorang dokter wanita menghampiri
Ibu Rayhan.
"Maafkan Kami, Kami sudah berusaha
Semaksimal mungkin, Putri Anda tidak
Dapat Kami tolong, " Ujarnya mencoba
Tegar.
Ibu Rayhan mendekati Raffa memegang
Snelli yang dipakai Rayhan.
"Fa .. Bukankah Kamu juga Seorang dokter,
Kenapa Kamu tidak bisa menolong Kakak
Iparmu Fa!!" Teriak Ibunda Rayhan.
"Maafkan Raffa Bu, ...Mbak Mita kehilangan
Banyak darah, Karena golongan darah Mbak
Mita tergolong langka, Maka Kami tidak ada
Stok " Ujar Raffa parau.
"Stok darah tadi pihak RS mengatakan ada,
Kenapa sekarang bisa ..kosong " Ujar
Ibunya Rayhan tidak percaya.
Rayhan hanya mematung,
Bertepatan dengan itu sebuah blankar keluar
Dari ruang Operasi, Terlihat Seseorang pria
__ADS_1
muda berambut cepak menggenggam
Tangan wanita muda yang tertidur, Ada
pengawal berseragam bersama Mereka,
Mereka berlalu menuju lift yang akan
Membawa Mereka ke Ruangan khusus
Pemilik Rumah Sakit dilantai paling atas.
"Bukankah Mereka juga mencari golongan
Darah yang sama, ...Tapi kenapa Mereka
Bisa mendapatkannya Fa... Padahal Mereka
baru datang ...Mita yang malang " Lirih
Sang Ibu, Ia meluruh dipangkuan Raffa.
"Bu....Bu, Sadarlah Bu !" Ujar Raffa,
Ia menggendong tubuh Ibunya ke ruangan.
Sedangkan Rayhan berdiri mematung,
Saat Seorang Suster menyadarkan Dirinya.
"Pak tolong Putranya diadzanin dulu "
Titahnya.
Rayhan mengikuti suster didepannya,
Dan Seorang suster lagi menyerahkan
Bayi mungil itu kepada Rayhan.
"Bayinya laki - laki Pak !" Ujar Suster itu.
Taklama suara Adzan mengalun lembut,
Terasa sedikit bergetar karena disana Ter
dapat suatu kesedihan, Ia menatap Putra
Abangnya Rangga bersama Mita,
Terlihat sangat tampan perpaduan wajah
Abangnya dan Mita terlukis jelas disana
Ada rasa nyeri diujung hatinya, Namun
Ia mencoba tegar apalagi membayangkan
Bahwa Mita telah pergi selamanya Ia
Ia memandangi wajah Mita yang pucat
Untuk yang terakhir kalinya, Terlihat
Senyum tulus terukir disana, Mita mungkin
Bahagia telah melahirkan seorang Putra
Bagi Rangga, Ia telah menunaikan tugasnya.
Rangga begitu Shock Dirinya tidak dapat
berkata apapun, Sampai Istrinya dikuburkan
Rangga hanya bisa mengurung diri bersama
Putranya, Sampai Ia tersadar Putranya lebih
Membutuhkan Dirinya.
Rayhan akhirnya mengetahui bahwa stok
Darah yang diperuntukkan untuk Mita,
Telah diserobot paksa oleh sang Cucu
Dari pemilik Rumah Sakit yang akan
Menjadi pewaris nantinya, Untuk Anggota
Keluarga lainnya yang mengalami
Kecelakaan dan membutuhkan banyak
Darah,
Rayhan menyelinap kelantai atas, Terdapat
Ruangan Seseorang yang dijaga oleh dua
Orang berjas hitam dan berbadan tegap.
Dengan lihai Rayhan memancing dua penga
wal itu dan menghindar dari kamera CCTV,
Ia masuk menyelinap kedalam ruangan
Dengan pasilitas mumpuni yang diperuntuk
kan untuk pemilik Rumah Sakit ataupun
Anggota keluarganya yang sedang sakit.
Ia berjalan mengendap masuk kedalam
Ia melihat Pria muda itu sedang duduk
__ADS_1
Seraya tertidur disisi ranjang Pasien sang
Gadis,
Taklama mata gadis itu terbuka, ...
Gadis itu melihat wajah sang Pria muda
Itu teramat sayang,
Tangannya terulur mengusap wajah pria
Muda itu lembut.
Perlahan mata sang Pemuda itu mengerjap
Ia membuka mata mencoba tersadar,
"Sudah bangun Al ?" Tanyanya lembut,
"Al adalah panggilan mungkin karena Ia
tahu nama Perempuan yang berbaring itu
adalah Kaysha" Ujar Rayhan dalam hati.
"Aku haus A.." Ujar Kaysha,
Gio tersenyum, Ia bangkit meraih gelas
Dan memberikannya pada Kaysha.
Setelah membantunya untuk duduk,
"Gimana masih pusing Al ?"Tanya Gio
"Allhamdulillah udah baik A,... Padahal
Waktu itu Aa nggak usah menyusul Al
kesini, Dan biarkan Al mati A " Ucap
Kaysha sendu bibirnya bergetar.
Mendengar itu Rayhan yang sedang ber
sembunyi mengepalkan tangannya.
Ia ingin memarahi wanita itu yang tidak
Bersyukur dan masih hidup sampai
Sekarang dengan mengorbankan Mita nya.
"Al ...Jangan begitu, Kamu sangat berarti
Bagiku Aku akan melakukan apapun
Untuk Kamu tetap hidup, Al jangan laku
kan lagi Aa minta dengan sangat Padamu
Kamu tahu apa yang Aku rasakan saat
Melihat Kamu terbujur bersimbah darah
Di Arena, Al ...Aku merasa duniaku seakan
Runtuh Al" Gio mendekati Kaysha dan
memeluknya erat, Ia ikut duduk diatas
Ranjang memeluk erat tubuh Kaysha,
"Jangan pernah berkata apapun lagi,
Tutup telinga dan matamu tentang
Siapa Orang tuamu, Yang terpenting Kami
adalah keluargamu dan sangat menyayangi
Dirimu Al " Ucap Gio, Ia mencium pucuk
Kepala Kaysha lembut, Itu sudah cukup
Bagi Rayhan yang melihat Mereka,
Mungkin Mereka menjalani hubungan
Terlarang karena status Mereka adalah
Tante dan keponakannya, Itu hasil penye
lidikan Dirinya.
Semua kejadian itu tertanam dalam
ingatannya wajah sepasang kekasih kini
Terlihat jelas Dan Ia berjanji dalam
hatinya akan membalas atas semua
perbuatan-perbuatan yang dilakukan
Sang Tuan Muda.
********************************************
**Bersambung
**Please like or commentnya hatur nuhun
dan terima kasih ππ
**Masih panjang ya tarik nafasπ
__ADS_1