
"Baik Pak..Siap malam ini Kami berangkat"
Jawab Rayhan
Ia menutup telfonnya, Ia melihat sang Istri
Tengah terlelap, Ia melihat masih ada waktu
Ia mengusap lembut rambut Kaysha,
Wajah tenang tertidur damai setelah menik
mati malam indah Mereka, Rayhan mema
Suki Kamar mandi, Ia terpaksa mandi malam
ini, Taklama Ia keluar Ia melirik jam dinding
Dikamarnya, Masih ada waktu pikirnya.
"Tuhan...Aku titip Istri dan Keluarga serta
Orang - Orang yang Kusayang dalam pen
jagaanmu saat Aku tidak ada disisi Mereka,"
Lirihnya dalam do'a, Ia bersujud meminta
Kelancaran dan keselamatan dalam menja
lankan tugasnya kali ini, Ini menentukan
Hidup istrinya saat ini, Dan Tugas yang di
Embannya.
Rayhan melipat sajadahnya, Ia berjalan
Memasuki kamarnya dari mushala kecil
Dirumahnya,
"Al ... Terima kasih" Ujar Rayhan.
Ia menerima secangkir kopi panas dari sang
Istri, Dan meminumnya perlahan-lahan.
"Abang akan pergi tugas, Maaf malam ini
Kamu tidur sendiri dulu, Atau ajak Azzam
Mungkin Abang pergi agak lama Al"
Ucap Rayhan memakai Seragam yang telah
Disodorkan Kaysha.
"Abang jangan khawatirkan Aku, Yang pen
ting Abang jangan lupa makan dan jangan
lupa jaga kesehatan dimanapun Abang berada"
Ucap Kaysha.
Tangan lentik Kaysha terulur, Mengusap
wajah tampan Suaminya,
"Cepatlah Kembali dengan selamat, Tanpa
kekurangan suatu apapun" Bisik Kaysha
lembut ditelinga Suaminya.
Rayhan tersenyum, Ia meraih pinggang
Sang Istri, Merapatkan tubuhnya dan
Taklama Ia meraih tengkuknya Aroma
mint dari helaan nafas Rayhan terasa manis
Dibibir Kaysha, Ia menutup mata menikmati
nya,
"Ini vitamin untuk Abang kini Al,..Abang
tidak berjanji namun akan Abang usahakan"
Jawabnya, Ia memandang Istrinya tidak
tega, Baru beberapa bulan Mereka menik
mati masa indah Mereka, Namun tugas kini
Menantinya dan dengan berat hati Ia harus
Meninggalkan Sang Istri.
"Aku akan selalu berdo' a Abang baik - baik
saja tanpa kekurangan sesuatu apapun"
Lirih Kaysha.
Rayhan meraih jemari lembut Kaysha,
"Terima kasih, Abang pergi dulu !" Ujarnya
Seraya keluar kamar diantar istrinya.
"Mau pergi Ray !" Tanya Rangga,
Mereka berpapasan dengan Abangnya
Yang hendak pergi kedapur membawa
Air minum karena dikamarnya telah habis.
"Iya Bang ...Titip Al dan Azzam !" Ujar
Rayhan.
Rangga tersenyum,
"Jangan khawatir ..Aku akan menjaga
Mereka, Azzam juga Putraku Ray "
Jawab Rangga.
Rayhan meraih tangan Abangnya, Dan
dingin terasa, Rangga mengerti akan hal itu,
"Apapun yang terjadi Jalani dengan Ikhlas,
Berusahalah yang terbaik kembalilah dengan
Selamat" Pesan Abangnya.
Rayhan mengangguk, Ia sering pergi tugas
Namun kini terasa agak berat, Mungkin
Ini untuk yang pertama Ia harus mening
__ADS_1
galkan Istrinya untuk waktu yang agak lama.
Kaysha meraih punggung tangan Rayhan
Dan dibalas dengan kecupan hangat di
Kening Kaysha.
"Maaf Aku tidak bisa menemanimu dihari
Pernikahan Gio, Namun do' akan Biar
Tugasnya cepat selesai dan Aku dapat
Segera pulang "Ucap Rayhan saat mema
Suki mobilnya.
Kaysha hanya mengangguk menyembunyi
kan rasa gundah dihatinya.
Kaysha masuk setelah Mobil yang memba
wa Rayhan pergi,
Kali ini terasa berat untuk yang pertama
Saat Suaminya mengucapkan kata selamat
Tinggal.
*****
"Bos ...Ia pergi, Target mereka telah ketemu
Kami mengikutinya "Laporan Seseorang
Diseberang sana.
Gio menutup telfon setelah memberi perin
Tah pada anak buahnya.
Ia terbangun karena mendengar hp nya
Berbunyi, Padahal Dirinya baru tidur beberapa
jam, Ia melirik jam diatas nakas,
Ia baru pulang dinas sore tadi, Dan Ia langsung
masuk kantor karena ada masalah.
Ya saat ini Gio tidur dikantornya, Karena
pekerjaannya baru selesai jam satu malam.
Ia terlalu lelah untuk pulang ke mansion
Ataupun Apartemennya maka Ia memutus
kan menginap disini.
Ia merenggangkan ototnya, Ia mengambil
Segelas kopi yang telah diseduhnya,
Ia memandang foto Kaysha yang sedang
tersenyum di mejanya, Ruangan ini adalah
Ruangan pribadinya dikantor ini siapapun
Tidak ada yang boleh memasukinya,
Kecuali Kaysha bahkan keluarganya sendiri
"Al ... Sebentar lagi kedok suamimu akan
terbongkar Al,...Setelah itu Aku pasrahkan
Padamu tetap memilihnya ataupun
Kembali Padaku " Lirihnya seraya menghirup
Kopi yang diseduhnya.
Terbayang saat pertama Ia harus melepas
Kaysha untuk Rayhan terasa berat namun
Kenyataan itu menohok perasaannya
Dan Dirinya tidak bisa berbuat apa - apa.
"Itu adalah hukuman untuk Al, Karena
Kalian yang telah membunuh Ibunya Azzam "
Ujar Rayhan matanya menatap tajam
Wajah Gio.
Saat itu Gio memohon Rayhan untuk tidak
menikahi Kaysha, Karena untuk balas
Dendam dan Gio tahu hal itu, Seseorang
Tidak mungkin akan jatuh cinta pada
Waktu yang singkat dan akan bersama
pada waktu yang lama kalau tanpa ada
rasa untuk apa,
Ia tidak ingin Kaysha merasakan pernikah
an yang tidak dilandasi cinta dan kasih
Sayang, Gio takut Al nya terluka,
Seperti Dirinya kini pernikahannya telah
Ditentukan, Tanpa tahu bagaimana kede
pannya hanya satu hal Ia akan bahagia
Jika Kaysha bahagia, Ia akan terus me
ngundur pernikahannya sampai Ia tahu
Bahwa Rayhan sudah jatuh Cinta pada
Kaysha seutuhnya.
"Itu adalah kewajibannya Kaysha,
Ia harus menggantikan posisi Ibu
Azzam, Kamu tahu kesedihan apa
Yang Kami alami, Ketika Kalian ber
Dua membuatnya meninggal hanya
Karena Kamu Seorang tuan muda dan
__ADS_1
Seorang pewaris pemilik Rumah sakit
Dengan semena - mena melakukannya,
Kamu seolah menutup mata dengan tangis
an Seorang bayi yang kehilangan ibunya,
Dan Seorang Suami yang kehilangan
Istrinya, " Sorot mata Rayhan seakan
Ingin menguliti Tuan muda didepannya.
Gio menyesap rokok ditangannya,
Ia tidak menyangka karena Untuk nyawa
Seorang Kaysha Ia bahkan rela melakukan
Apapun termasuk mengambil sesuatu
Yang menjadi satu - satunya penyelamat
Nyawa Seseorang yaitu Ibunya Azzam.
Kaysha selamat namun Ibunya Azzam
Tidak tertolong dan itu semua Akibat
Dirinya.
Ia tersenyum kecut, Cucu dari seorang
Andra dan Mayra juga cucu dari seorang
Kevin Adrian Wijaya bisa melenyapkan
Nyawa seseorang dengan kekuasaan
Yang dimilikinya.
Ia mengusap wajahnya gusar, Ia meman
dang wajah Kaysha yang sedang tersenyum
Dalam pelukannya.
"Al maafkan Aa, Maafkan Karena Aku yang
Ingin Kamu hidup namun Aku juga yang
Membuatmu terjebak disana, Kesalahan
ku yang membuatmu harus membayarnya,
Karena Aku tidak sanggup jika Kamu harus
Tiada Al..." Desahnya dalam hati.
Kejadian Tiga tahun yang lalu masih
Teringat dalam benaknya, Dan Ia tidak
Menyangka Rayhan dapat membongkar
Perbuatannya, Dan kini Kaysha harus
Menanggungnya seumur hidup.
"Ikatan suci ini akan mengikat Al seumur
Hidup berada di sisiku, Dan selamanya
Akan menjadi ibunya Azzam, Beruntung
Aku yang akan menikahinya bukan
Abangku Karena Aku tahu Keluargamu
Takkan menyetujuinya, Dan itu akan
Menhadikan kesulitan bagiku untuk balas
Dendam pada Kalian terutama Kamu
Tuan muda " Kata - kata Rayhan masih
Terdengar jelas ditelinga nya.
"Dan Kamu akan merasakan sakit yang
Dirasa Abangku, Melepaskan Orang
Terkasih bedanya Ibunya Azzam di
Panggil yang Mahakuasa sedangkan
Orang tersayangmu menjadi Istriku dan
Selamanya akan disampingku, Kamu
Hanya bisa melihatnya dan merasa sakit
Dihatimu, Penderitaan yang akan Kamu
Terima seumur hidupmu sakit tapi tidak
Berdarah, Kamu akan merasakannya "
Ancam Rayhan sebelum pernikahannya
Dengan Kaysha,
Dan itu terbukti Gio tidak dapat hadir
Dipernikahan Kaysha dan Rayhan
Karena Dirinya tidaklah sanggup.
Itulah mengapa sampai saat ini Gio
Tidak bisa melepas Kaysha begitu
Saja mengingat ancaman Rayhan
Terakhir kalinya.
************************************************
**Bersambung
**Nanti akan ada part asal mula Rayhan
membenci Gio dan Kaysha seluruhnya
Jadi jelas alasan Rayhan melakukannya
ya !
**Please like or comment ...seperti biasa
Bagi yang udah Meninggalkan jejak
seperti biasa Aku ucapkan terima kasih,
Hatur nuhun untuk Semuanya.
Insyaallah Aku akan double up hari ini
__ADS_1
jika Kalian berkenan 🙏😘