
Perayaan hari kemerdekaan kini diadakan
Disebuah lapangan, Kaysha hadir beserta
Lisa ini untuk yang pertama kalinya Dirinya
Menemani Gio namun Dirinya berdiri ditem
Pat teduh disisi lapangan bersama Bik Esih,
Sekaligus melihat dan Mengikuti muridnya
Yang mengikuti Upacara kali ini.
"Bik titip Lisa sebentar, Aku mau menemui
Ustadz Akhi yang berjaga disana takut ada
Santri yang sakit " Izin Kaysha.
"Sayang tunggu disini sama Bibi dulu ya !"
Pinta Kaysha lembut,
"Lisa pingin sama Papa duduk disana Ibu"
Ujar Lisa mengerucutkan bibirnya kecewa.
"Sayang ...Papa lagi kerja, Nanti kalo
udah Selesai pasti Kemari " Bujuk Kaysha.
Dengan alot akhirnya Lisa mau ditinggal
bersama bik Esih, Dengan berat hati Ia
menuju ketempat rekan - rekannya, Ia
tidak bisa membawa Kaysha Karena tem
patnya berdiri sangat panas terkena sinar
terik matahari langsung.
"Bibi Aku mau ketempat Papa ..." Ujar
Lisa kembali merajuk sepeninggal Kaysha.
"Enggak Sayang tunggu disini nanti,
Bibi dimarahin Ibu sama Papa, Papa
lagi sibuk tuh Abi juga melambaikan
tangan pada Kita, Sudah Duduk disini
Saja..Enak disini teduh, Lisa bisa duduk
Dan jajan disini bareng Bibi " Bujuk
Bi Esih .
"Ya sudah Lisa mau itu !" Pinta Lisa kala
melihat tukang Cimol didepannya,
"Jangan itu Neng ....Nanti Papa marah"
Potong Bik Esih.
"Enggak Bibi ...Lisa Mau itu !"
Ujarnya seraya berlari.
"Aduh...Neng Lisa ...Neng!" Panggil Bik
Esih, Dan...
"Bruuuk !" Lisa menubruk Kaki seseorang,
Hampir saja jatuh jika tidak ditahan seseo
rang.
"Maaf...!" Lirih Lisa takut.
"Pak ..!" Sahut anak buahnya.
"Tidak apa, Siapa namamu Nak ?"
Tanya Pria itu seraya berjongkok, mense
jajarkan tubuhnya untuk sama dengan
tubuh kecil Lisa.
Lisa memandang Pria didepannya,
Ia memandang baju yang dipakai Pria
itu sama persis dengan baju seragam
Ayahnya yang difoto persis seperti yang
Selalu ditangisi Ibunya.
"Bapak Polisi ?" Tanyanya matanya membu
Lat lucu.
__ADS_1
"Betul ...Sayang !" Ujarnya.
"Sama Kayak Ayah dong !" Ujarnya berbinar.
Pria itu tersenyum,
"Ayahmu Polisi?, Dan Lisa kesini sama Ayah ?"
Tanya Pak Polisi seraya melihat jam ditangan
nya masih ada waktu pikirnya.
"Neng Lisa...!"Panggil Bik Esih takut - takut.
Lisa menundukkan wajahnya.
"Nggak, Kata Ibu Ayah berada di Surga "
Lirihnya.
Sontak Pria itu memeluk tubuh Mungil
Lisa, Sedangkan anak buahnya menunduk.
"Maafkan Bapak Nak...." Ujarnya sedih
"Tidak apa Bapak Kata Ibu, Ayah udah
bahagia disana, Dan Lisa harus jadi
Anak yang Sholeh dan penurut sama Ibu,
Biar Ayah bahagia dan bisa berdoa untuk
Ayah..." Mata jernihnya memandang dalam
Pria didepannya,
"Namamu Siapa, Dan Ayahmu kalau boleh
Bapak tahu" Tanyanya.
"Namaku Raisha Namira Adipraja dan
Ayahku Rayhan Adipraja, Aku cantik
Mirip Ayahku, Kerena Ayahku sangat tampan"
Celoteh Lisa.
Kembali Pria itu memeluk Lusa erat,
Ia membayangkan bagaimana anak kecil
ini Putrinya ataupun Cucunya,
"Rayhan Adipraja adalah satuan intel
nya Empat tahun lalu, Karena Kita satu
Litting dahulu Pak !" Terang Seorang anak
buahnya dibelakang.
Kembali mata itu trenyuh,
"Dimana Ibumu,...?" Tanyanya.
"Ibuku disana ditempat yang panas,
Ibuku guru Pak Polisi, Dan Papaku tentara
Itu yang disana ...!" Tunjuk Lisa Kepada
Gio yang sedang mengatur jalannya
Upacara.
Kini Ia mengangguk mengerti
"Neng Lisa kemari, Ayo...!" Ujar Bik Esih.
"Maafkan Non Saya Pak ...!" Ujar Bik Esih.
"Tidak apa - apa, Saya mau bawa kesana
ya nggak Pa - pa kan.?" Izin Pak Polisi itu
Bik Esih hanya mengangguk.
Taklama Lisa dibawa ketempat Upacara,
Dibawah tenda dan duduk di bangku kosong
Disamping Istrinya, Sesekali Istrinya mengu
sap lembut rambut Lisa.
Gio menatap aneh Putrinya yang berada
Disana, Namun Ia tidak bisa bertanya
Karena Ia sedang melaksanakan tugasnya.
Apalagi Kaysha, Ia menatap nanar dari
kejauhan Putrinya yang sedang duduk
Disamping Pria berseragam coklat,
__ADS_1
Sesaat air matanya jatuh, Ia membayang
kan Dirinya dan Rayhan yang duduk disana.
Hatinya nyeri saat Menerima kabar bahwa
Rayhan gugur pada saat Dirinya hamil besar
Oleh Lisa, Dan yang lebih menyakitkan
Rayhan meninggal tanpa sempat melihat
Wajah cantik Putrinya, Dan Lisa tidak per
nah mengenal Sosok sang Ayah secara
langsung, Hanya lewat foto dan Video yang
Sering ditangisi Dirinya.
Sosok Gio lah yang Lisa kenal sebagai Papa
nya dari lahir, Itupun atas Permintaan Rayhan
Sebelum Ia meninggal di Rumah sakit,
Menitipkan Kaysha dan Putrinya supaya
Tidak kehilangan sosok Ayah dihidup Putrinya,
Karena Rayhan tahu hanya Gio lah yang pantas
Mendampingi Kaysha dan mengasuh Putrinya
Dan akan menyayanginya kelak.
"Bu Mahesa Anda baik - baik saja ?" Tanya
Bu Joko, Ia mengawasi Putranya yang men
jadi anak santri di Pondoknya,
Ia menggendong Putrinya yang masih kecil.
"Tidak apa - apa Bu...Saya baik - baik saja,
Hanya saja mata saya kelilipan " Bohonnya.
"Oh Saya kira kenapa, Saya khawatir Bu !"
Ujar Bu Joko.
"Nggak Bu ... terima kasih " Ujar Kaysha
Seraya membetulkan letak topi yang
Dipakai diatas jilbabnya.
"Bu Al...Anti pingsan tolong temani,
Di Posko Bu " Pinta Ustadz Abdul mengham
piri Kaysha.
"Oh Iya Pak....Bu Joko Saya pamit dulu "
Ijin Kaysha.
"Iya silahkan Bu Mahesa " Jawab Bu Joko
Taklama Ksysha pamit menuju posko
Kesehatan yang didirikan jika ada Anggota
Upacara yang sakit secara tiba - tiba.
Sesudah Upacara selesai, Gio menghampiri
Putrinya Lisa dan berbicara dengan Pak
Polisi tadi bareng dengan Abi, Mereka Ter
lihat obrolan hangat seraya menggoda Lisa.
Kaysha hanya diam memandangi dari jauh,
Ia tidak sanggup untuk menemui Mereka,
Hatinya terlalu pedih membayangkan Rayhan
Yang berada disana dengan seragam yang
Sama.
**Terjawab sudah dimana Bang Rayhan
Dimana, Dan menjawab persepsi ceritanya
Tidak sama dengan Orang tuanya ya 🙏
Kalau ada yang kecewa Author minta maaf
Banget,...Ini cerita fiktif ya guys .....
*************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘
__ADS_1
Kalau ada typo maafkan ya soalnya Author
nya diburu waktu🙏