Hujan September

Hujan September
*Episode 43


__ADS_3

"Assalamualaikum Pa ?" Salam Kaysha.


Ia menuntun Lisa.


"Waalaikum sallam...Sayang - sayangnya


Papa ?" Jawab Gio, Ia menaruh hp nya


Diatas meja teras.


Menyongsong Putrinya dan memeluknya


lembut, Ia mencium pipi cantik Putrinya,


Namun wajah Putrinya murung, Ia menurun


kan tubuh Putrinya dikursi, Ia melihat wajah


Kaysha yang terlihat sendu, Gio mendekat,


Kaysha meraih tangan suaminya, mencium


punggung tangannya, Dahi Gio berkerut,


Tangannya terasa basah, Ia aneh tadipun


melihat wajah Lisa yang memerah.


Buru - buru Ia meraih tubuh Kaysha dalam


Pelukannya, Dan dibalas dengan pelukan


Erat istrinya,


"Allhamdulillah... telah kembali dengan


Selamat " Lirih Kaysha,


Gio mengusap punggung istrinya,...


"Berkat do'a Kalian sayang !" Jawab Gio


"Papa tidak berkurang suatu apapun,


Ada apa humm...?, Ayo masuk dulu,


Tadi Papa khawatir, Kalau saja tadi Pak


Satpam bilang Kalian lagi bertakziah ke


Luar kota, Bahkan tadi Azzam bilang ada


Orangtua Muridmu yang meninggal,


Miris ...Anggota juga ada yang meninggal,


Katanya kemarin jenazahnya baru tiba"


Ujar Gio wajahnyapun terlihat murung.


"Semoga Kita selalu sehat dan Panjang Umur,


Dan Papa bisa menjalankan tugas Papa,


Dan bisa Pulang dengan selamat dan


Tidak berkurang suatu apapun" Ucapnya


Seraya menggendong Putrinya masuk.


"Aamiin ...!" Jawab Kaysha berbarengan


dengan Lisa.


"Tahu nggak Papa,...Ayah Kak Rayhan


Ditaruh didalam peti, Lalu Petinya dikubur,


Ada tembakan bunyinya door....!" Sahut


Lisa bercerita pada Gio.


"Al benarkah...?" Tanya Gio pada Istrinya.


"Ia Papa, Kak Rayhan nangis meluk Poto


Ayahnya, ...Sedih ..kasihan Kak Ray, Pa !"


Sambung Lisa.


"Al...Apakah ?" Tanya Gio


Kaysha hanya mengangguk, Tanpa perlu ber


kata Ia sudah mengerti jawabannya.


"Masyaallah....!" Lirihnya,


Ia mendekap Lisa lebih erat, Apalagi Istrinya


Ia tahu beban mental bagi Istrinya melihat


Kembali peristiwa yang sempat terjadi


Pada diri Istrinya beberapa tahun yang


lalu.


Setelah Mereka mandi, Pesanan makanan


Yang dipesan Gio sudah datang.


"Bu makan..Kasihan bayi yang ada


Diperutmu Sayang" Pinta Gio.


"Iya A... Rasanya nggak enak, Segini dulu,


Mungkin harus ditidurin dulu, Al lelah A


boleh ya!" Jawab Kaysha.


"Iya tapi makan dulu sedikit, Nih kaya Lisa


makannya banyak " Ujar Gio.


Terpaksa Kaysha makan walaupun susah


untuk Dirinya menelan makanan.


Setelah selesai Lisa menonton TV,


Mungkin karena malam kurang tidur, Ia


malah ketiduran didepan TV.


Dan Gio menggendong tubuh Lisa kedalam


kamarnya,


Taklama Iapun masuk kedalam kamarnya,


Ia melihat Kaysha tengah terpekur ditangan


nya teruntai tasbih, Bibirnya bergerak, Taklama


Ia menoleh,


"Lisa mana A?" Tanya Kaysha.


"Dia udah tidur, Kamu juga istirahat, Biar


Cucian Kemarin Aa yang nyuci, Kamu pasti


Lelah, Kita Istirahat dulu" Ucapnya.


Kaysha mengangguk, Ia menaruh tasbih


Diatas nakas, Kemudian Ia pun berbaring


Disusul Gio,


"Allhamdulillah Kita masih bisa menikmati


Kebersamaan, Aku sangat bersyukur Al" Ujar

__ADS_1


Gio, Ia mengusap perut Kaysha yang masih


Datar,


"Aku berharap bisa menyaksikan kelahiran


Anakku dan melihat tumbuh kembangnya,


Seperti saat melihat Lisa tumbuh ada


Kebahagiaan tersendiri bagiku Al "


Matanya menerawang, Sesekali mencium


Pucuk kepala Istrinya lembut, Kaysha


Memeluk tangan kekar Gio, Ia membalas


nya kecupannya lebih lembut.


Seperti saat ini, Ia ingin menikmati saat


Kebersamaan Mereka, Hingga Ia bangun


Tengah malam, Ia mengambil wudhu


Menjalankan shalat malamnya.


"Tunggu Al Kita shalat bareng !" Pinta


Gio, Matanya mengerjap saat perge


rakan dari Kaysha terasa,


"Boleh A..." Jawab Kaysha, Ia menunggu


Seraya memakai mukenanya.


Taklama Gio masuk kemudian Ia memakai


Sarung, Dan dengan Perlahan Ia menjadi


Imam shalat Istrinya, Terasa damai dan


Menenangkan, Mata Kaysha selalu basah


Mengingat sedihnya namun Ia bersyukur


Mempunyai keluarga Kecilnya serta


Suami yang lebih menerima apa adanya,


Bukan karena ada apanya, Gio menerima


Dan jatuh cinta padanya tanpa status embel


- embel apapun bahkan Dirinya yang seorang


Ibu berputri, Tanpa kasta, jabatan ataupun


Harta.


Dirinya tidak menyadari yang selalu bersa


manya, Yang selalu menyambut paginya


Adalah Seseorang yang kini bersamanya,


Mereka hanya berpisah waktu Gio menja


lani pendidikannya di Militer.


Rengkuhan hangat dan pelukan mesra,


Mejadi pelipur lara hati yang terluka


Sepeninggal Rayhan, Membuka hati


Setulus jiwa untuk dirinya yang seorang


Single parent, ( Saya nggak tega untuk


mengucapkannya, Dan ini dunia halu,


Tokoh yang dibuat mungkin sempurna


Didunia nyata 🙏)


********


"Assalamualaikum Buna Al...?" Sapa sese


orang diikuti oleh Gio dibelakang,


Kaysha tengah bercengkrama dengan


Azzam dan Lisa, Ini hari libur Mereka,


Mereka sedang mencoba belajar menanam


Sayuran dibelakang rumah Mereka, Seperti


Para tetangga , Kebetulan ada lahan


Kosong di belakang rumah walaupun sedikit


Mereka ingin menjadikannya bermanfaat,


Seperti dibelakang rumah dinas Gio kemarin


Mereka melihat banyak kebun - kebun sayur


Yang tertata rapi, Suasana sejuk pegunungan


Menambah tenang dan damai suasana.


"Waalaikum sallam ...Eh ada Om dokter?".


Jawab Kaysha.


Azzam dan Lisa berlarian menghambur


Serta menyongsong tubuh Pamannya.


Kaysha menjeda kegiatanya,


"Tenang dan damai tinggal disini ya...


Apalagi pemandangannya sangat indah "


Ujar Raffa.


"Iya ...Makanya sering - sering mainlah


kemari, Lho kok mana gandengannya


kok masih sendiri Nih ?" Goda Kaysha


Ia merasakan kehangatan keluarga


Seperti dulu.


"Bang Rangga aja udah punya gandengan,


Masa Om Raffa belum ?" Sambung Kaysha.


Mereka berjalan masuk ke rumahnya,


Disusul Gio, Lisa dan Azzam dibelakang.


"Maaf Rumah Kami sederhana, ..." Ujar Kaysha.


Mereka masuk lewat pintu dapur seperti tadi,


"Kalian merendah,...Justru Rumah Kalian ter


lihat asri, dan nyaman bagi yang melihatnya,


Apalagi yang punya bikin betah dirumah...!"


Sahut Raffa.


"Ekheeem...!" Terdengar deheman tidak suka


Dari belakang.

__ADS_1


"Maaf ...A, Maafin Aku ya ...!" Ujar Raffa sedi


kit menggoda Suami Kaysha tersebut,


Entah dimulai dari mana hubungan Mereka


menjadi dekat, Berawal dari Rumah sakit,


Dan Raffa tahu Gio selalu ada saat Kaysha


terpuruk, Dulu Ia sempat berfikir Dirinya


Bisa menggantikan posisi Abangnya,


Saat pertama melihat, Ia pun jatuh hati


Pada Kaysha namun sampai akhir tidak


Pernah terucap, Namun ketika tahu Abangnya


Lebih memilih Gio, Ia pun sadar diri dan


mundur secara teratur, Apalagi Ia sadar


Gio adalah anak sang pemilik Rumah sakit


Tempat Dirinya bekerja,


Namun Kini sadar, Setelah kegigihan Gio


Yang rela melepaskan segalanya demi


Seorang Kaysha Dirinya mengerti kini.


"Ini ....Kesini mau nganter undangan


Untuk Kalian, " Jawab dokter Raffa.


"Allhamdulillah...Selamat ya !" Kini Gio


Yang pertama mengucapkan selamat,


Ada kelegaan dihatinya.


"Terima kasih, Mbak Al.. Allhamdulillah


semoga ini jodoh Yang dikasih Allah


Untuk Aku " Ujar Raffa.


"Aamiin..." Jawab Mereka serempak


Azzam dan Lisa sedang membuka oleh


- oleh mainan dari sang Paman, Raffa


Ataupun Rangga memang sering kemari,


Apalagi ketika Kaysha dan Lisa serta


Azzam tinggal di Pondok, Azzam memang


Tidak berpisah dengan Kaysha yang sudah


Ia anggap Bundanya, walaupun Rania sudah


Berusaha dekat namun rupanya Azzam


Belum bisa menerima seratus persen,


Dan dulu untuk pertama kali tahu, Rania


Sempat cemburu pada Kaysha, Namun


Setelah tahu Siapa Kaysha kini Ia mengerti.


"Kalian ngobrol saja, ...Mbak mau kedapur,


Kebetulan Kita kemarin panen strawberry


Dikit, Mbak mau buat sambel sekalian


Mbak mau bikin Nasi liwet ..." Ujar Kaysha.


"Waduhh asiik nih, ....Siap Mbak, Malu


Jadi ngerepotin " Ujar Raffa merasa tidak


enak.


"Udah kayak siapa aja,.." Ujar Gio, Ia mengerti


Sang Adik Ipar merasa tidak enak,


"Om dokter kan sibuk jarang main kesini,


Dulu terakhir liburan disini tahun lalu,


Itupun cuma nginap tiga hari, Sekarang


Apalagi sibuk ngurusin pernikahan,


Mbak bisa bantu apa nih ?" Tanya Kaysha.


"Udah jangan dipikirkan, Mbak bantu do' a


Aja biar pernikahannya lancar" Jawab Raffa.


"Bang Rangga lagi dinas luar kalau ada


pasti bareng kesini, Bagaimana dengan


Azzam, Mbak Rania sedih Azzam lebih


Memilih hidup bareng Kalian, " Sahut


Dokter Raffa.


"Mungkin Ia nyaman disini karena ada Lisa,


Seiring waktu dan Azzam dewasa, mungkin


Ia akan bisa memilih, Sabar aja dulu " Pinta


Kaysha.


"Sudah...Azzam juga putra Kami,. Jangan


merasa sungkan, Aku sering bilang pada


Bang Rangga, Lagipula hari - hari Azzam


kebanyakan di Pondok, Ini aja pas hari


libur Kita kumpul " Ucap Gio.


"Mbak tinggal dulu, ...Nanti Kalian keburu


laper " Ucap Kaysha.


"Silahkan Mbak...Ada yang perlu Kami


bantu ...!" Tawar Raffa.


"Nggak makasih...Masih bisa sendiri kok"


Jawab Kaysha lembut seraya tersenyum.


"Biar Aa bantu cuci piringnya ya...Sayang !"


Ujar Gio.


"Boleh...!" Jawab Kaysha suaranya yang


Semakin menghilang menuju dapur.


**********************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏


Awali hari dengan semangat walau ini akhir


bulan ya ....Guys, Happy reading' s dan sela

__ADS_1


mar memulai Aktifitas 🙏😘


__ADS_2