
"Assalamualaikum Pa ?" Salam Kaysha.
Ia menuntun Lisa.
"Waalaikum sallam...Sayang - sayangnya
Papa ?" Jawab Gio, Ia menaruh hp nya
Diatas meja teras.
Menyongsong Putrinya dan memeluknya
lembut, Ia mencium pipi cantik Putrinya,
Namun wajah Putrinya murung, Ia menurun
kan tubuh Putrinya dikursi, Ia melihat wajah
Kaysha yang terlihat sendu, Gio mendekat,
Kaysha meraih tangan suaminya, mencium
punggung tangannya, Dahi Gio berkerut,
Tangannya terasa basah, Ia aneh tadipun
melihat wajah Lisa yang memerah.
Buru - buru Ia meraih tubuh Kaysha dalam
Pelukannya, Dan dibalas dengan pelukan
Erat istrinya,
"Allhamdulillah... telah kembali dengan
Selamat " Lirih Kaysha,
Gio mengusap punggung istrinya,...
"Berkat do'a Kalian sayang !" Jawab Gio
"Papa tidak berkurang suatu apapun,
Ada apa humm...?, Ayo masuk dulu,
Tadi Papa khawatir, Kalau saja tadi Pak
Satpam bilang Kalian lagi bertakziah ke
Luar kota, Bahkan tadi Azzam bilang ada
Orangtua Muridmu yang meninggal,
Miris ...Anggota juga ada yang meninggal,
Katanya kemarin jenazahnya baru tiba"
Ujar Gio wajahnyapun terlihat murung.
"Semoga Kita selalu sehat dan Panjang Umur,
Dan Papa bisa menjalankan tugas Papa,
Dan bisa Pulang dengan selamat dan
Tidak berkurang suatu apapun" Ucapnya
Seraya menggendong Putrinya masuk.
"Aamiin ...!" Jawab Kaysha berbarengan
dengan Lisa.
"Tahu nggak Papa,...Ayah Kak Rayhan
Ditaruh didalam peti, Lalu Petinya dikubur,
Ada tembakan bunyinya door....!" Sahut
Lisa bercerita pada Gio.
"Al benarkah...?" Tanya Gio pada Istrinya.
"Ia Papa, Kak Rayhan nangis meluk Poto
Ayahnya, ...Sedih ..kasihan Kak Ray, Pa !"
Sambung Lisa.
"Al...Apakah ?" Tanya Gio
Kaysha hanya mengangguk, Tanpa perlu ber
kata Ia sudah mengerti jawabannya.
"Masyaallah....!" Lirihnya,
Ia mendekap Lisa lebih erat, Apalagi Istrinya
Ia tahu beban mental bagi Istrinya melihat
Kembali peristiwa yang sempat terjadi
Pada diri Istrinya beberapa tahun yang
lalu.
Setelah Mereka mandi, Pesanan makanan
Yang dipesan Gio sudah datang.
"Bu makan..Kasihan bayi yang ada
Diperutmu Sayang" Pinta Gio.
"Iya A... Rasanya nggak enak, Segini dulu,
Mungkin harus ditidurin dulu, Al lelah A
boleh ya!" Jawab Kaysha.
"Iya tapi makan dulu sedikit, Nih kaya Lisa
makannya banyak " Ujar Gio.
Terpaksa Kaysha makan walaupun susah
untuk Dirinya menelan makanan.
Setelah selesai Lisa menonton TV,
Mungkin karena malam kurang tidur, Ia
malah ketiduran didepan TV.
Dan Gio menggendong tubuh Lisa kedalam
kamarnya,
Taklama Iapun masuk kedalam kamarnya,
Ia melihat Kaysha tengah terpekur ditangan
nya teruntai tasbih, Bibirnya bergerak, Taklama
Ia menoleh,
"Lisa mana A?" Tanya Kaysha.
"Dia udah tidur, Kamu juga istirahat, Biar
Cucian Kemarin Aa yang nyuci, Kamu pasti
Lelah, Kita Istirahat dulu" Ucapnya.
Kaysha mengangguk, Ia menaruh tasbih
Diatas nakas, Kemudian Ia pun berbaring
Disusul Gio,
"Allhamdulillah Kita masih bisa menikmati
Kebersamaan, Aku sangat bersyukur Al" Ujar
__ADS_1
Gio, Ia mengusap perut Kaysha yang masih
Datar,
"Aku berharap bisa menyaksikan kelahiran
Anakku dan melihat tumbuh kembangnya,
Seperti saat melihat Lisa tumbuh ada
Kebahagiaan tersendiri bagiku Al "
Matanya menerawang, Sesekali mencium
Pucuk kepala Istrinya lembut, Kaysha
Memeluk tangan kekar Gio, Ia membalas
nya kecupannya lebih lembut.
Seperti saat ini, Ia ingin menikmati saat
Kebersamaan Mereka, Hingga Ia bangun
Tengah malam, Ia mengambil wudhu
Menjalankan shalat malamnya.
"Tunggu Al Kita shalat bareng !" Pinta
Gio, Matanya mengerjap saat perge
rakan dari Kaysha terasa,
"Boleh A..." Jawab Kaysha, Ia menunggu
Seraya memakai mukenanya.
Taklama Gio masuk kemudian Ia memakai
Sarung, Dan dengan Perlahan Ia menjadi
Imam shalat Istrinya, Terasa damai dan
Menenangkan, Mata Kaysha selalu basah
Mengingat sedihnya namun Ia bersyukur
Mempunyai keluarga Kecilnya serta
Suami yang lebih menerima apa adanya,
Bukan karena ada apanya, Gio menerima
Dan jatuh cinta padanya tanpa status embel
- embel apapun bahkan Dirinya yang seorang
Ibu berputri, Tanpa kasta, jabatan ataupun
Harta.
Dirinya tidak menyadari yang selalu bersa
manya, Yang selalu menyambut paginya
Adalah Seseorang yang kini bersamanya,
Mereka hanya berpisah waktu Gio menja
lani pendidikannya di Militer.
Rengkuhan hangat dan pelukan mesra,
Mejadi pelipur lara hati yang terluka
Sepeninggal Rayhan, Membuka hati
Setulus jiwa untuk dirinya yang seorang
Single parent, ( Saya nggak tega untuk
mengucapkannya, Dan ini dunia halu,
Tokoh yang dibuat mungkin sempurna
Didunia nyata 🙏)
********
"Assalamualaikum Buna Al...?" Sapa sese
orang diikuti oleh Gio dibelakang,
Kaysha tengah bercengkrama dengan
Azzam dan Lisa, Ini hari libur Mereka,
Mereka sedang mencoba belajar menanam
Sayuran dibelakang rumah Mereka, Seperti
Para tetangga , Kebetulan ada lahan
Kosong di belakang rumah walaupun sedikit
Mereka ingin menjadikannya bermanfaat,
Seperti dibelakang rumah dinas Gio kemarin
Mereka melihat banyak kebun - kebun sayur
Yang tertata rapi, Suasana sejuk pegunungan
Menambah tenang dan damai suasana.
"Waalaikum sallam ...Eh ada Om dokter?".
Jawab Kaysha.
Azzam dan Lisa berlarian menghambur
Serta menyongsong tubuh Pamannya.
Kaysha menjeda kegiatanya,
"Tenang dan damai tinggal disini ya...
Apalagi pemandangannya sangat indah "
Ujar Raffa.
"Iya ...Makanya sering - sering mainlah
kemari, Lho kok mana gandengannya
kok masih sendiri Nih ?" Goda Kaysha
Ia merasakan kehangatan keluarga
Seperti dulu.
"Bang Rangga aja udah punya gandengan,
Masa Om Raffa belum ?" Sambung Kaysha.
Mereka berjalan masuk ke rumahnya,
Disusul Gio, Lisa dan Azzam dibelakang.
"Maaf Rumah Kami sederhana, ..." Ujar Kaysha.
Mereka masuk lewat pintu dapur seperti tadi,
"Kalian merendah,...Justru Rumah Kalian ter
lihat asri, dan nyaman bagi yang melihatnya,
Apalagi yang punya bikin betah dirumah...!"
Sahut Raffa.
"Ekheeem...!" Terdengar deheman tidak suka
Dari belakang.
__ADS_1
"Maaf ...A, Maafin Aku ya ...!" Ujar Raffa sedi
kit menggoda Suami Kaysha tersebut,
Entah dimulai dari mana hubungan Mereka
menjadi dekat, Berawal dari Rumah sakit,
Dan Raffa tahu Gio selalu ada saat Kaysha
terpuruk, Dulu Ia sempat berfikir Dirinya
Bisa menggantikan posisi Abangnya,
Saat pertama melihat, Ia pun jatuh hati
Pada Kaysha namun sampai akhir tidak
Pernah terucap, Namun ketika tahu Abangnya
Lebih memilih Gio, Ia pun sadar diri dan
mundur secara teratur, Apalagi Ia sadar
Gio adalah anak sang pemilik Rumah sakit
Tempat Dirinya bekerja,
Namun Kini sadar, Setelah kegigihan Gio
Yang rela melepaskan segalanya demi
Seorang Kaysha Dirinya mengerti kini.
"Ini ....Kesini mau nganter undangan
Untuk Kalian, " Jawab dokter Raffa.
"Allhamdulillah...Selamat ya !" Kini Gio
Yang pertama mengucapkan selamat,
Ada kelegaan dihatinya.
"Terima kasih, Mbak Al.. Allhamdulillah
semoga ini jodoh Yang dikasih Allah
Untuk Aku " Ujar Raffa.
"Aamiin..." Jawab Mereka serempak
Azzam dan Lisa sedang membuka oleh
- oleh mainan dari sang Paman, Raffa
Ataupun Rangga memang sering kemari,
Apalagi ketika Kaysha dan Lisa serta
Azzam tinggal di Pondok, Azzam memang
Tidak berpisah dengan Kaysha yang sudah
Ia anggap Bundanya, walaupun Rania sudah
Berusaha dekat namun rupanya Azzam
Belum bisa menerima seratus persen,
Dan dulu untuk pertama kali tahu, Rania
Sempat cemburu pada Kaysha, Namun
Setelah tahu Siapa Kaysha kini Ia mengerti.
"Kalian ngobrol saja, ...Mbak mau kedapur,
Kebetulan Kita kemarin panen strawberry
Dikit, Mbak mau buat sambel sekalian
Mbak mau bikin Nasi liwet ..." Ujar Kaysha.
"Waduhh asiik nih, ....Siap Mbak, Malu
Jadi ngerepotin " Ujar Raffa merasa tidak
enak.
"Udah kayak siapa aja,.." Ujar Gio, Ia mengerti
Sang Adik Ipar merasa tidak enak,
"Om dokter kan sibuk jarang main kesini,
Dulu terakhir liburan disini tahun lalu,
Itupun cuma nginap tiga hari, Sekarang
Apalagi sibuk ngurusin pernikahan,
Mbak bisa bantu apa nih ?" Tanya Kaysha.
"Udah jangan dipikirkan, Mbak bantu do' a
Aja biar pernikahannya lancar" Jawab Raffa.
"Bang Rangga lagi dinas luar kalau ada
pasti bareng kesini, Bagaimana dengan
Azzam, Mbak Rania sedih Azzam lebih
Memilih hidup bareng Kalian, " Sahut
Dokter Raffa.
"Mungkin Ia nyaman disini karena ada Lisa,
Seiring waktu dan Azzam dewasa, mungkin
Ia akan bisa memilih, Sabar aja dulu " Pinta
Kaysha.
"Sudah...Azzam juga putra Kami,. Jangan
merasa sungkan, Aku sering bilang pada
Bang Rangga, Lagipula hari - hari Azzam
kebanyakan di Pondok, Ini aja pas hari
libur Kita kumpul " Ucap Gio.
"Mbak tinggal dulu, ...Nanti Kalian keburu
laper " Ucap Kaysha.
"Silahkan Mbak...Ada yang perlu Kami
bantu ...!" Tawar Raffa.
"Nggak makasih...Masih bisa sendiri kok"
Jawab Kaysha lembut seraya tersenyum.
"Biar Aa bantu cuci piringnya ya...Sayang !"
Ujar Gio.
"Boleh...!" Jawab Kaysha suaranya yang
Semakin menghilang menuju dapur.
**********************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏
Awali hari dengan semangat walau ini akhir
bulan ya ....Guys, Happy reading' s dan sela
__ADS_1
mar memulai Aktifitas 🙏😘