Hujan September

Hujan September
*Episode 68


__ADS_3

"Al ..Ada yang ingin Aku katakan


Padamu " Ucap Rayhan saat Kaysha


Sedang duduk, Keadaannya sudah


Semakin membaik.


Kaysha menatap bola mata milik Rayhan.


"Ada apa Bang ?" Tanya Kaysha


"Katakanlah" Sambungnya.


Sesaat Rayhan memandang Kaysha


"Al Nggak pa - pa kan Kita punya anak


lagi ?" Tanya Rayhan.


Kaysha menunduk sendu, Ini permintaan


Sulit baginya,


"Bang ...Aku tak yakin bisa memberimu


Buah hati lagi mengingat umur Aku


Yang sudah tidak memungkinkan lagi,


Usiaku rentan untuk melahirkan, ..


Maaf Aku tidak yakin." Lirih Kaysha


Tertahan wajah itu menunduk.


Rayhan tersenyum, Meraih tubuh Istrinya


Kedalam pelukannya.


"Sayang ..Bukan seperti itu maksudku""


Ucap Rayhan.


"Lantas Apa..?" Tanya Kaysha.


"Mau dengar cerita Abang nggak ?"


Tanya Rayhan.


Kaysha menjawab dengan sebuah


Anggukan lembut.


"Saat kejadian itu terjadi, Kami mencoba


menyelamatkan diri, Namun Aku tahu


Ada sepasang suami - istri yang mempu


nyai anak kecil seumuran putri Kita,


Ia menyerahkan Putranya Padaku karena


Mereka tidak dapat berenang dan


Gelombang pasang menghantam Kapal


Kami " Sesaat Rayhan memandang sendu,


Ia tertunduk mengingat kejadian tersebut,


"Aku mengapung dilautan seraya memeluk


Anak tersebut, Entah sejak kapan Aku


Terhanyut dan diselamatkan oleh kapal


Nelayan, Kami dibawa ke sebuah


Kampung agak jauh dan Aku hilang


Ingatan serta trauma melihat air laut,


Maka Kami tinggal disebuah kampung


Yang agak jauh dari lautan ataupun


Pantai" Sambungnya.


Kaysha meraih tangan Suaminya lembut.


"Untung saja Aku bersama Anak itu,


Ia mengingatkan Padaku jika Aku masih


Punya keluarga, Ada Keluarga yang


Menungguku ...Ia sudah menganggap


mu Ibunya, Dan Putra - putri Kita


Adalah Saudaranya, Ia sudah menantikan


Saat ini, Saat dimana Kita bisa bertemu,


Ia yang membuatku bertahan, Ia Yang


Menemaniku suka dan duka, Merawat


ku dikala sakit dan menghiburku dikala


Sedih " Ujar Rayhan bergetar mengingat


Masa - masa sulit saat itu.


Kaysha membalas pelukan Rayhan.


"Dimana Anak itu....Dan Siapa namanya ?"


Tanya Kaysha parau.


"Namanya Razzan Kahfi Maulana,


Cuma Aku memanggilnya Buyung dan


Dikampungpun terkenal bukan nama


Razzan namun Buyung, Ia Sekarang


Bersama Rayhan dirumah Bang Rangga"


Jawab Rayhan.


"Mau ya... Kita punya anak lagi "


Pinta Rayhan.


"Benar ....Aku hanya takut .."


Ujar Kaysha terbata.


"Anakku bersama Orang lain ?" Tebak


Rayhan, Ia memeluk Istrinya semakin


erat.


"Al ...Aku memang manusia biasa,


Yang mungkin saja punya banyak


Kesalahan, Namun Aku masih punya


Cinta yang terikat denganmu sampai


Kapanpun " Ucapnya.


"Apa mungkin Seseorang yang selalu


Dalam pengintaian bisa berselingkuh


Dengan Orang lain, Sedangkan mata


- mata bertebaran untuk mengawasi


Aku" Ucapnya.


"Lagipula Aku bukanlah Orang bodoh


Yang sanggup menukar kebahagiaan


Keluargaku dengan sesuatu yang semu,


Apalagi seiring usia yang bertambah,


Seiring banyak yang terjadi di hidup Kita,


Dan melihat Cintamu Padaku...Apa


Aku sanggup" Lirihnya.


Perlahan Rayhan bangkit, Ia mematikan


Layar Cctv di ruangan Kaysha, Dan menam


Pilkan ruangan lain.


"Kelakuan mantumu tuh,...Baru juga Al

__ADS_1


Sembuh ..." Gerutu Zain


"Yaa...Namanya juga kangen, Lagian Al


Tinggal recovery, Dan nunggu hasil "


Jawab Kenzo santai.


"Lagipula Ia tahu diri kali Zaa, Nggak


Mungkin nerkam jika Istrinya masih sakit "


Ujar Seandra.


"Nggak ...Aku hanya takut..." Ujar


Zain khawatir.


"Yaa rasa takut pasti ada, Tapi Mereka


juga tahu diri, Lagipula disana ada Rangga


Mereka ingin Privasi kali " Sahut Kenzo.


Seandra hanya mengangguk.


"Cobalah jadi Abang yang baik jangan


terlalu posesif Zaa, Kamu memang Abang


Al lha sama seperti Kita,...." Sambung


Seandra.


"Kamu harus ingat Kebahagiaan Al


Adalah Rayhan suaminya,.." Ucap


Kenzo.


*****


"Kami Kangeeeen Kalian ..." Ucap Putra


- Putri Mereka, Senyuman terbit dari


Bibir Mereka, Seisi rumah sudah disterilkan,


Dan Mereka sudah bisa pulang kembali.


Hanya keluarga inti yang tinggal kembali,


Kaysha hanya takut Dirinya untuk berinte


raksi dengan Orang lain.


"Selamat datang kembali ..." Ucap Lisa


Gio dan Azzam, Mereka menyambut


Haru sang Ayah yang kembali dan sang


Ibu yang telah sehat kembali, Ditambah


Kehadiran Rayhan yang memaksa,


Bersama Buyung...


Senyuman hangat dan Pelukan Seorang


Ibu menyambut kehadiran Buyung,


Pria muda tampan tersebut, Menyambut


Pelukan hangat yang sejak dulu Ia panggil


Ibu tanpa pernah bertemu,


Keluarga hangat, ...Tak terasa ada yang


Basah disudut mata Buyung.


"Mulai hari ini Mereka adalah Adikmu,


Dan Rayhan Kakakmu, Dan Papamu


ada disana, Beliau Kakak Ayah, Hanya


Saja Anak - anak Ayah sudah terbiasa


Memanggilnya Papa, Jadi Ayah harap


Kamu juga demikian, Ayah hanya bisa


Berharap Walaupun keluarga Kalian


Berbeda, Namun Kita bisa saling menya


Papar Rayhan.


Buyung meraih tangan Rangga,


Dan dibalas anggukan,


"Selamat datang Nak ....Dirumah Kami "


Ucap Rangga.


"Terima kasih Pa...." Jawabnya seraya


tersenyum, Rangga tahu semuanya


Dari cerita sang Adik selama ini.


Rayhan sujud Syukur, Ia bisa bertemu


Dan berkumpul dengan Keluarganya


Kembali, Senyuman tak hentinya tersung


ging dari bibir Kaysha, Setelah menanggung


Rindu yang teramat sangat kemarin, Kini


Kebahagiaan datang kembali kepada


Keluarga kecil Mereka.


Kini Rayhan kembali ke Kantornya,


Dan Kembali menunaikan tugasnya seperti


Dulu tangis haru dan bahagia menyambut


Dirinya dari rekan - rekannya yang dulu per


nah satu tim dengannya.


Rasa haru dan sedih menyeruak dalam dada


nya saat berziarah ke makam anak buahnya


Dulu yang wafat saat tragedi itu terjadi.


"Terima kasih,...Selama ini Kalian telah


berjuang bersamaku sampai titik akhir"


Ucap Rayhan Lirih.


*****


Pagi sekali Lisa sudah berkutat didapur,


Ia masih libur, Dan mulai ikut pendaftaran


Ke kampus yang diimpikannya.


Rayhan muda yang masuk bersama Buyung,


Sesaat terpaku saat sinar matahari pagi


Membuat siluet wanita cantik yang mirip


Ibunya, Hanya saja perbedaan sedikit


tersamarkan,


Rayhan berdiri mematung diambang pintu,


Sedangkan Buyung meraih gelas dan


Mengisinya dengan air putih penuh.


Taklama Ia menyerahkan air putih tersebut


Kepada Rayhan.


"Ini Mas....!" Ucap Buyung.


Sesaat wajah itu tersadar, Ia gelagapan


Meraih gelas dan meminumnya, Sedang


kan Lisa hanya menoleh sebentar tanpa


menyapa,


"Bang ...Pisang gorengnya tolong

__ADS_1


Bawa kedepan ya !" Pinta Lisa


Pada Buyung seraya menyerahkan


Satu piring besar berisi pisang goreng


Yang masih hangat.


"Siaap Dek...!" Jawab Buyung pada Lisa


Seraya meraih piring yang berisi pisang


Goreng tersebut.


"Mas Rey...Kok berdiri disana ?" Tanya


Buyung Ia hendak masuk terhalang


Oleh Reyhan yang masih berdiri diambang


Pintu, Ia meraih handuk kecil dan menge


lap keringatnya yang masih bercucuran.


Seraya berjalan menuju samping Kulkas


Dan meraih gelas dan taklama Ia minum


kembali.


Sesekali Ia melirik Lisa yang sedang anteng


Membuat Sarapan tanpa memperdulikan


Kehadiran Dirinya.


Sesekali Ia membetulkan letak jilbab instan


Yang dipakainya tanpa perduli ada Sese


Orang yang dekat dengannya dan memper


hatikan Dirinya,


Rayhan tahu Sikap Lisa Padanya tidak


Sehangat dulu, Semenjak Ia tahu perasaan


Dirinya pada Kaysha, Dan Dia menyadari


Hal itu, Dan Ia mencoba mengerti mungkin


Lisa takut Dirinya akan mengambil hati


Sang Ibu dari Ayahnya, Namun Dirinya


Tidak Setega itu dan Ia pun mulai menya


dari Dirinya terlalu tamak mengharapkan


Semuanya, Namun untuk rasa Cintanya


Pada Bu Al....Ia tidak menyesal, Hanya


Saja mungkin waktu akan melupakan


Semuanya, Karena Ia rasa pelukan hangat


Sebagai Keluarga itu yang terpenting.


Rayhan berlalu ke ruang tengah setelah


Merasa diabaikan Oleh Lisa.


"Maafkan Aku Mas, ...


Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa


Tidak ada yang bisa merebut Ibu dari


Ayahku " Lirih Lisa, Seraya menetralkan


Degup jantungnya yang masih terasa.


Lisa tak menampik rasa yang sudah lama


Mengusik relung hatinya sejak dulu,


Walaupun tak pernah Rayhan anggap


Dan tak pernah dibalasnya, Karena


Rayhan sendiri dan taktahu akan perasaan


Lisa Padanya.


Tatapan sedih yang sedang terisak sendu


Tanpa kata ...Selalu setiap Dirinya Mengi


ngat kepergian Orang tuanya telah membuat


Lisa kecil ingin selalu bersama Rayhan,


Menghiburnya, Dan berada disisinya,Walau


Ia sendiri tidak tahu apa makna perasaan


Dirinya, Hingga Ia sadar menjelang dewasa


Ia selalu menantikan Rayhan pulang dengan


Senyumnya, Namun sayangnya perasaannya


tak pernah untuk terucap, Dirinya hanya


takut, Apalagi Ia tahu perasaan Rayhan


Pada sang Ibu, Biarlah untuk saat ini


Begini saja, Ia akan fokus belajar dan


Menata masa depannya, Lisa rasa itu lebih


Baik mungkin suatu saat Ia menemukan


Pria yang benar - benar mencintai Dirinya.


"Dek...Matiin kompornya, ..Bentar lagi


hangus masakanmu!" Ujar Buyung yang


Dengan cepat mematikan kompor sebe


Lum semuanya terlambat.


Lisa terlihat gelagapan,


"Eh ...Oh Iya Aku tidak sadar, Untung saja


Makasih Bang !" Ucap Lisa.


"Makanya jangan banyak ngelamun,


Entar diembat setan tampan lho ...!"


Goda Buyung,


Lisa mendelik dan terkekeh seraya melihat


Wajah tampan Buyung, Pria yang bahagia


Disebut Abang walaupun Umur Mereka


Tidak terpaut jauh, Hanya beberapa bulan


Saja.


"Emang ada setan yang tampan "


Tanya Lisa.


"Ya kalii..." Jawab Buyung Iapun ikut


Terkekeh,


"Sudah . ..Aku mau bersihin taman dan


Halaman belakang, Kalo ada yang nyari


Bilang aja Abang disana dek!" Pesannya.


Lisa hanya mengangguk, Buyung adalah


Pria rajin, Ia tidak pernah bisa diam.


Mungkin Ia telah terbiasa dengan pekerjaan


nya dikampung, Kini Ia sedang bersiap


Mengikuti jejak Seseorang yang dipanggil


Ayah oleh Dirinya.


************************************************


**Maaf kemarin tidak Up, Biasa Emaknya


Repot kalau hari Senin apalagi sampai

__ADS_1


Sore baru selesai 🙏


Jejakmu Sayaang .....Please 🙏😘


__ADS_2