
"Al ..Ada yang ingin Aku katakan
Padamu " Ucap Rayhan saat Kaysha
Sedang duduk, Keadaannya sudah
Semakin membaik.
Kaysha menatap bola mata milik Rayhan.
"Ada apa Bang ?" Tanya Kaysha
"Katakanlah" Sambungnya.
Sesaat Rayhan memandang Kaysha
"Al Nggak pa - pa kan Kita punya anak
lagi ?" Tanya Rayhan.
Kaysha menunduk sendu, Ini permintaan
Sulit baginya,
"Bang ...Aku tak yakin bisa memberimu
Buah hati lagi mengingat umur Aku
Yang sudah tidak memungkinkan lagi,
Usiaku rentan untuk melahirkan, ..
Maaf Aku tidak yakin." Lirih Kaysha
Tertahan wajah itu menunduk.
Rayhan tersenyum, Meraih tubuh Istrinya
Kedalam pelukannya.
"Sayang ..Bukan seperti itu maksudku""
Ucap Rayhan.
"Lantas Apa..?" Tanya Kaysha.
"Mau dengar cerita Abang nggak ?"
Tanya Rayhan.
Kaysha menjawab dengan sebuah
Anggukan lembut.
"Saat kejadian itu terjadi, Kami mencoba
menyelamatkan diri, Namun Aku tahu
Ada sepasang suami - istri yang mempu
nyai anak kecil seumuran putri Kita,
Ia menyerahkan Putranya Padaku karena
Mereka tidak dapat berenang dan
Gelombang pasang menghantam Kapal
Kami " Sesaat Rayhan memandang sendu,
Ia tertunduk mengingat kejadian tersebut,
"Aku mengapung dilautan seraya memeluk
Anak tersebut, Entah sejak kapan Aku
Terhanyut dan diselamatkan oleh kapal
Nelayan, Kami dibawa ke sebuah
Kampung agak jauh dan Aku hilang
Ingatan serta trauma melihat air laut,
Maka Kami tinggal disebuah kampung
Yang agak jauh dari lautan ataupun
Pantai" Sambungnya.
Kaysha meraih tangan Suaminya lembut.
"Untung saja Aku bersama Anak itu,
Ia mengingatkan Padaku jika Aku masih
Punya keluarga, Ada Keluarga yang
Menungguku ...Ia sudah menganggap
mu Ibunya, Dan Putra - putri Kita
Adalah Saudaranya, Ia sudah menantikan
Saat ini, Saat dimana Kita bisa bertemu,
Ia yang membuatku bertahan, Ia Yang
Menemaniku suka dan duka, Merawat
ku dikala sakit dan menghiburku dikala
Sedih " Ujar Rayhan bergetar mengingat
Masa - masa sulit saat itu.
Kaysha membalas pelukan Rayhan.
"Dimana Anak itu....Dan Siapa namanya ?"
Tanya Kaysha parau.
"Namanya Razzan Kahfi Maulana,
Cuma Aku memanggilnya Buyung dan
Dikampungpun terkenal bukan nama
Razzan namun Buyung, Ia Sekarang
Bersama Rayhan dirumah Bang Rangga"
Jawab Rayhan.
"Mau ya... Kita punya anak lagi "
Pinta Rayhan.
"Benar ....Aku hanya takut .."
Ujar Kaysha terbata.
"Anakku bersama Orang lain ?" Tebak
Rayhan, Ia memeluk Istrinya semakin
erat.
"Al ...Aku memang manusia biasa,
Yang mungkin saja punya banyak
Kesalahan, Namun Aku masih punya
Cinta yang terikat denganmu sampai
Kapanpun " Ucapnya.
"Apa mungkin Seseorang yang selalu
Dalam pengintaian bisa berselingkuh
Dengan Orang lain, Sedangkan mata
- mata bertebaran untuk mengawasi
Aku" Ucapnya.
"Lagipula Aku bukanlah Orang bodoh
Yang sanggup menukar kebahagiaan
Keluargaku dengan sesuatu yang semu,
Apalagi seiring usia yang bertambah,
Seiring banyak yang terjadi di hidup Kita,
Dan melihat Cintamu Padaku...Apa
Aku sanggup" Lirihnya.
Perlahan Rayhan bangkit, Ia mematikan
Layar Cctv di ruangan Kaysha, Dan menam
Pilkan ruangan lain.
"Kelakuan mantumu tuh,...Baru juga Al
__ADS_1
Sembuh ..." Gerutu Zain
"Yaa...Namanya juga kangen, Lagian Al
Tinggal recovery, Dan nunggu hasil "
Jawab Kenzo santai.
"Lagipula Ia tahu diri kali Zaa, Nggak
Mungkin nerkam jika Istrinya masih sakit "
Ujar Seandra.
"Nggak ...Aku hanya takut..." Ujar
Zain khawatir.
"Yaa rasa takut pasti ada, Tapi Mereka
juga tahu diri, Lagipula disana ada Rangga
Mereka ingin Privasi kali " Sahut Kenzo.
Seandra hanya mengangguk.
"Cobalah jadi Abang yang baik jangan
terlalu posesif Zaa, Kamu memang Abang
Al lha sama seperti Kita,...." Sambung
Seandra.
"Kamu harus ingat Kebahagiaan Al
Adalah Rayhan suaminya,.." Ucap
Kenzo.
*****
"Kami Kangeeeen Kalian ..." Ucap Putra
- Putri Mereka, Senyuman terbit dari
Bibir Mereka, Seisi rumah sudah disterilkan,
Dan Mereka sudah bisa pulang kembali.
Hanya keluarga inti yang tinggal kembali,
Kaysha hanya takut Dirinya untuk berinte
raksi dengan Orang lain.
"Selamat datang kembali ..." Ucap Lisa
Gio dan Azzam, Mereka menyambut
Haru sang Ayah yang kembali dan sang
Ibu yang telah sehat kembali, Ditambah
Kehadiran Rayhan yang memaksa,
Bersama Buyung...
Senyuman hangat dan Pelukan Seorang
Ibu menyambut kehadiran Buyung,
Pria muda tampan tersebut, Menyambut
Pelukan hangat yang sejak dulu Ia panggil
Ibu tanpa pernah bertemu,
Keluarga hangat, ...Tak terasa ada yang
Basah disudut mata Buyung.
"Mulai hari ini Mereka adalah Adikmu,
Dan Rayhan Kakakmu, Dan Papamu
ada disana, Beliau Kakak Ayah, Hanya
Saja Anak - anak Ayah sudah terbiasa
Memanggilnya Papa, Jadi Ayah harap
Kamu juga demikian, Ayah hanya bisa
Berharap Walaupun keluarga Kalian
Berbeda, Namun Kita bisa saling menya
Papar Rayhan.
Buyung meraih tangan Rangga,
Dan dibalas anggukan,
"Selamat datang Nak ....Dirumah Kami "
Ucap Rangga.
"Terima kasih Pa...." Jawabnya seraya
tersenyum, Rangga tahu semuanya
Dari cerita sang Adik selama ini.
Rayhan sujud Syukur, Ia bisa bertemu
Dan berkumpul dengan Keluarganya
Kembali, Senyuman tak hentinya tersung
ging dari bibir Kaysha, Setelah menanggung
Rindu yang teramat sangat kemarin, Kini
Kebahagiaan datang kembali kepada
Keluarga kecil Mereka.
Kini Rayhan kembali ke Kantornya,
Dan Kembali menunaikan tugasnya seperti
Dulu tangis haru dan bahagia menyambut
Dirinya dari rekan - rekannya yang dulu per
nah satu tim dengannya.
Rasa haru dan sedih menyeruak dalam dada
nya saat berziarah ke makam anak buahnya
Dulu yang wafat saat tragedi itu terjadi.
"Terima kasih,...Selama ini Kalian telah
berjuang bersamaku sampai titik akhir"
Ucap Rayhan Lirih.
*****
Pagi sekali Lisa sudah berkutat didapur,
Ia masih libur, Dan mulai ikut pendaftaran
Ke kampus yang diimpikannya.
Rayhan muda yang masuk bersama Buyung,
Sesaat terpaku saat sinar matahari pagi
Membuat siluet wanita cantik yang mirip
Ibunya, Hanya saja perbedaan sedikit
tersamarkan,
Rayhan berdiri mematung diambang pintu,
Sedangkan Buyung meraih gelas dan
Mengisinya dengan air putih penuh.
Taklama Ia menyerahkan air putih tersebut
Kepada Rayhan.
"Ini Mas....!" Ucap Buyung.
Sesaat wajah itu tersadar, Ia gelagapan
Meraih gelas dan meminumnya, Sedang
kan Lisa hanya menoleh sebentar tanpa
menyapa,
"Bang ...Pisang gorengnya tolong
__ADS_1
Bawa kedepan ya !" Pinta Lisa
Pada Buyung seraya menyerahkan
Satu piring besar berisi pisang goreng
Yang masih hangat.
"Siaap Dek...!" Jawab Buyung pada Lisa
Seraya meraih piring yang berisi pisang
Goreng tersebut.
"Mas Rey...Kok berdiri disana ?" Tanya
Buyung Ia hendak masuk terhalang
Oleh Reyhan yang masih berdiri diambang
Pintu, Ia meraih handuk kecil dan menge
lap keringatnya yang masih bercucuran.
Seraya berjalan menuju samping Kulkas
Dan meraih gelas dan taklama Ia minum
kembali.
Sesekali Ia melirik Lisa yang sedang anteng
Membuat Sarapan tanpa memperdulikan
Kehadiran Dirinya.
Sesekali Ia membetulkan letak jilbab instan
Yang dipakainya tanpa perduli ada Sese
Orang yang dekat dengannya dan memper
hatikan Dirinya,
Rayhan tahu Sikap Lisa Padanya tidak
Sehangat dulu, Semenjak Ia tahu perasaan
Dirinya pada Kaysha, Dan Dia menyadari
Hal itu, Dan Ia mencoba mengerti mungkin
Lisa takut Dirinya akan mengambil hati
Sang Ibu dari Ayahnya, Namun Dirinya
Tidak Setega itu dan Ia pun mulai menya
dari Dirinya terlalu tamak mengharapkan
Semuanya, Namun untuk rasa Cintanya
Pada Bu Al....Ia tidak menyesal, Hanya
Saja mungkin waktu akan melupakan
Semuanya, Karena Ia rasa pelukan hangat
Sebagai Keluarga itu yang terpenting.
Rayhan berlalu ke ruang tengah setelah
Merasa diabaikan Oleh Lisa.
"Maafkan Aku Mas, ...
Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa
Tidak ada yang bisa merebut Ibu dari
Ayahku " Lirih Lisa, Seraya menetralkan
Degup jantungnya yang masih terasa.
Lisa tak menampik rasa yang sudah lama
Mengusik relung hatinya sejak dulu,
Walaupun tak pernah Rayhan anggap
Dan tak pernah dibalasnya, Karena
Rayhan sendiri dan taktahu akan perasaan
Lisa Padanya.
Tatapan sedih yang sedang terisak sendu
Tanpa kata ...Selalu setiap Dirinya Mengi
ngat kepergian Orang tuanya telah membuat
Lisa kecil ingin selalu bersama Rayhan,
Menghiburnya, Dan berada disisinya,Walau
Ia sendiri tidak tahu apa makna perasaan
Dirinya, Hingga Ia sadar menjelang dewasa
Ia selalu menantikan Rayhan pulang dengan
Senyumnya, Namun sayangnya perasaannya
tak pernah untuk terucap, Dirinya hanya
takut, Apalagi Ia tahu perasaan Rayhan
Pada sang Ibu, Biarlah untuk saat ini
Begini saja, Ia akan fokus belajar dan
Menata masa depannya, Lisa rasa itu lebih
Baik mungkin suatu saat Ia menemukan
Pria yang benar - benar mencintai Dirinya.
"Dek...Matiin kompornya, ..Bentar lagi
hangus masakanmu!" Ujar Buyung yang
Dengan cepat mematikan kompor sebe
Lum semuanya terlambat.
Lisa terlihat gelagapan,
"Eh ...Oh Iya Aku tidak sadar, Untung saja
Makasih Bang !" Ucap Lisa.
"Makanya jangan banyak ngelamun,
Entar diembat setan tampan lho ...!"
Goda Buyung,
Lisa mendelik dan terkekeh seraya melihat
Wajah tampan Buyung, Pria yang bahagia
Disebut Abang walaupun Umur Mereka
Tidak terpaut jauh, Hanya beberapa bulan
Saja.
"Emang ada setan yang tampan "
Tanya Lisa.
"Ya kalii..." Jawab Buyung Iapun ikut
Terkekeh,
"Sudah . ..Aku mau bersihin taman dan
Halaman belakang, Kalo ada yang nyari
Bilang aja Abang disana dek!" Pesannya.
Lisa hanya mengangguk, Buyung adalah
Pria rajin, Ia tidak pernah bisa diam.
Mungkin Ia telah terbiasa dengan pekerjaan
nya dikampung, Kini Ia sedang bersiap
Mengikuti jejak Seseorang yang dipanggil
Ayah oleh Dirinya.
************************************************
**Maaf kemarin tidak Up, Biasa Emaknya
Repot kalau hari Senin apalagi sampai
__ADS_1
Sore baru selesai 🙏
Jejakmu Sayaang .....Please 🙏😘