Hujan September

Hujan September
*Episode 71


__ADS_3

*Aku tahu rasa debaran itu...


Aku tahu Kamu ajari Aku arti rindu


Seiring jam yang berdetak ...


Seiring waktu yang berlalu ...


Namun masa mempertemukan Kita


Untuk bisa berjalan bersama....


****


"Ka .....Jaga diri baik - baik, Kalau ada


apa - apa Kabari Kami ya !" Ucap Kaysha


Ia memeluk Putrinya erat,


"Ayah sudah menitipkan dirimu sama Om


Edo kalau butuh apapun yang mendesak


Kamu bisa mendatangi rumahnya


Kalau Kamu tidak bisa menghubunginya !"


Pesan Sang Ayah, Ia terlihat tegar namun


Ia juga harus bisa melepas Putrinya


Demi masa depannya, Kini Ia meraih


Tubuh Putrinya ke Pelukannya dari


Pelukan Istrinya, Karena Ia merasa


Bersalah melewati pertumbuhan


Putrinya dan bertemu dengannya saat


Lisa sudah agak dewasa, Ia sangat berte


rima kasih pada Abangnya Rangga,


Karena selama ini Abangnyalah yang


Mengganti posisinya sebagai seorang


Ayah.


"Iya Yah...Jangan khawatir Kaka bisa


jaga diri Kok Yah .." Ucap Lisa dalam


Pelukan Sang Ayah.


"Udah dong Bang Kayak Lisa mau


Kemana aja ...Kita juga bisa kemari


Lagipula Lisa belajar mandiri"


Ucap Kaysha.


"Ayah lebay ....!" Cebik Gio


Yang disenggol oleh Azzam.


"Giliran lepasin Kakak banyak drama,


Kalo Aku pasti Ayah bilang, Yang kuat


Ya disana Kamu Anak Laki jangan cemen,"


Sambung Gio.


Lisa lebih merapatkan pelukan sang Ayah,


Ia menjulurkan lidahnya kepada Gio


Sengaja menggoda sang Adik.


"Week,....Rasain tuh!" Ucap Lisa.


"Kak ....Udah dong ...! Kalian itu berantem


Mulu udah gede juga " Potong Kaysha


Meraih tubuh Gio.


"Udah ....Biar nggak jelous sini Aa Ibu


Peluk mau ya...!" Goda Kaysha pada


Putranya.


"Ogaaah....Aa udah gede nggak kayak


Kaka " Jawab Gio.


"Sayang ...Nanti Papa datang sesekali,


Kali ini Papa nggak bisa hadir, Lagipula


Rayhan juga nggak bisa dateng, Dia


Lagi ngurus kepindahan tugasnya."


Ujar Kaysha ada senyuman sumringah


Diwajahnya.


"Kok Ibu senyum - senyum sendiri,


Ayah jadi curiga " Ujar Rayhan.


Ia mengurai pelukannya pada Lisa,


Seraya mendekati Kaysha, Dan men


condongkan wajahnya melihat wajah


Istrinya lebih dekat,


"Ada yang Ibu sembunyiin dari Ayah ?"


Tanya Rayhan curiga.


"Ada deeeh, ....Ayah kepoo!" Jawab Kaysha


Seraya meniru ucapan Lisa.


"Dek ....Kalau ada apa - apa telfon Abang,


Nanti kalo liburan Abang kesini sekalian


Liburan disini " Ucap Azzam, Ia mengusap


Bahu Lisa seraya menggandengnya.


"Tapii ....Bareng Pacar ya..!" Pinta Lisa.


"Jomblo itu nggak asik,..Masa udah Om


- Om nggak punya pacar, Ngeri....!"


Ucap Lisa.


"Abang belum setua itu. kali, Jahaat Kamu


bilang Abang udah Om - om " Cebik Azzam.


"Makanya cari pacar dong " Ucap Lisa.


"Iya Abang Usahakan, ...Emangnya


Gampang macarin anak Orang " Jawab


Azzam.


"Ya ...Udah!, Kalo nggak mau macarin


Yaa nikahin dong,...Gini Lisa punya usul


Kita minta bantuan Abi dan Umi Siapa


Tahu Mereka punya calon untuk Abang,


Kenapa sih kalo udah siap ....Ya Nikahlah,


Ngapain Abang tunda, Nikah itu Ibadah


Loh ..." Papar Lisa.


Azzam mengangguk.


"Nunggu satu tahun dulu, Biar Aku


Jadi Karyawan tetap dulu lah...Baru Aku


Akan mikirin Nikah" potong Azzam.


"Lagian disuruh Papa nerusin jejaknya


Nggak mau, ...."Ucap Lisa.


"Dek.... Bukannya Abang nggak mau,


Hanya saja Abang berpikir jika Abang


Punya keluarga dan Punya Anak,


Setidaknya Abang selalu ada untuk istri


Dan Anak Abang, Abang udah ngerasain


Gimana sedih dan kesepian tanpa Papa


Apalagi Abang sudah nggak punya Ibu,


Yang Abang punya hanya Ibu Al,


Memang selama ini Abang nggak kurang


Kasih sayang bersama Kalian,


Hanya saja Abang belum sanggup melihat


Seperti Ibu yang sangat kehilangan ketika


Ayah pergi, Hati Abang tidak sanggup Dek..."


Lirih Azzam.


"Hanya perempuan bermental baja dan


Kuat untuk menjadi istri prajurit, Dan

__ADS_1


Entah kenapa ...Abang tidak sanggup,


Abang ingin selalu disisi istri Abang


Kelak, Dan mendampingi buah hati Kami


Saat tumbuh kembangnya" Sambung


Azzam.


"Eheeum....So sweet nya ...." Goda Lisa,


"Ah ...Andai Abang bukan Abangku sudah


Aku lamar da...!" Sambungnya seraya


Terkikik.


"Kamu mah ....kalo ngomong tuh suka


ngaco !" Ujar Azzam, Ia menjawil hidung


Mancung Kaysha.


"Awas disini matanya jangan jelalatan,


Jangan caper, Hati - hati jangan kegan


jenan, Karena nggak semua cowok itu


baik" Pesan Azzam.


"Ah ...Kalo gini kok Aku yang berat


Ninggalin Kamu sendiri disini ya!"


Ucap Azzam semakin erat Ia merengkuh


Bahu Lisa.


"Diih ....Kayak ke pacarnya aja !" Cebik


Lisa.


"Ya lebihlah...Kamu Orang yang berharga


Dihidup Aku.." Lirih Azzam.


"Kan masih ada ponakan yang lain,


Bang ....Putri paman masih ada "


Ucap Lisa.


"Kamu dan Abang hidup satu atap sedari


Kecil Aku terbiasa melihatmu sedari


Bayi, Baru kali ini Kita pisah " jawab


Azzam.


"Rasanya terlalu berat" Sambung Azzam


Ia menatap wajah Lisa dalam.


"Udah Ah...Entar Akunya bapeer "


Ucap Lisa,


Azzam terkekeh, Taklama Mereka sudah


Bersiap Pulang meninggalkan Lisa


Seorang diri disebuah kost an Putri


Yang terbilang elit dikota itu, Dengan


Pasilitas Mumpuni dengan pengamanan


Yang ketat.


"Nanti ada kejutan untuk Kamu ...


Tunggu beberapa Minggu lagi "


Bisik Kaysha sebelum Pergi.


"Maksud Ibu ...?" Kening Kaysha


Bertaut.


"Tunggu aja Sayang " Ucapnya seraya


Mencium kening Putrinya.


"Semoga Kebahagiaan selalu menyertai


Putri Ibu " Do'anya.


Lisa hanya tersenyum, Walaupun hatinya


Terasa berat namun Ia harus mulai


Terbiasa.


"A....Jangan main game terus bantuin


Ibu dirumah ..." Pesan Lisa pada Gio.


"Siaap atuh tetehku yang bawel "


nya untuk Salim.


Taklama Mereka pergi, Tinggalah Lisa


Disini sendiri, Ia segera merapikan


Semuanya dan menata kembali barang


Yang dirasa tidak pada tempatnya.


Ia masih punya waktu satu hari untuk


Istirahat besok karena baru Lusa mata


Kuliahnya dimulai.


Sesaat Ia termenung mengeluarkan


Sebuah diary terselip foto Seseorang


Disana, Seseorang yang sedang tersenyum.


Seseorang yang selalu mengisi harinya


Dari sejak kecil, Entah kenapa sebelum


Pergi Ia jarang berjumpa dengannya,


Seolah Ia menghindar dari Lisa,


"Jangan pernah mengucapkan selamat


Tinggal Padaku, Aku memang egois


Aku sering mengucapkan selamat tinggal


Padamu, ...Tapi Aku tidak ingin mendengar


Kata Perpisahan Darimu " Ucapnya waktu


itu yang membuat Lisa tertegun,


Apakah benar perasaan Rayhan sudah


Berubah Padanya.


Ia menaruh foto Rayhan yang berbingkai


Yang tengah bersamanya bersanding


Dengan foto Mereka dengan Keluarganya.


Lisa tersenyum, Disini Ia bisa bebas


mengekspresikan Dirinya tanpa takut


Digoda oleh Orang seisi rumahnya,


Apalagi ketahuan Rayhan sendiri, Ia hanya


Merasa malu dan Ia gengsi jika Semuanya


Diketahui oleh Rayhan.


*****


"Huft.....Lelahnya...!" Ucapnya,


Taklama Ia berbaring setelah membersih


KanDirinya, Kemudian bangkit berjalan


Menuju dapur Ia mengambil buah - buahan


Dari dalam kulkasnya dan memotong -


Motongnya secara perlahan, Ia membuat


Salad buah untuk dirinya sendiri, Kamar


Lisa sendiri dilengkapi dengan Pantry


Mini dan Kamar mandi, Namun dekorasi


nya terlihat elegant terkesan bersih


Dan selalu rapi.


Hampir satu bulan Lisa tinggal dikota ini


Hanya Rangga yang sudah menemui


Dirinya, Namun Rayhan tidak.pernah


Memberi kabar Padanya dan Lisapun


Terlalu gengsi untuk sekedar menelfon


Duluan.


Baru juga Lisa mau menikmati Salad


Buah buatannya, Namun pihak security


Menelfon dari pos depan.


"Non Lisa ada tamu untuk Nona !"

__ADS_1


Ujarnya diseberang sana.


"Siapa Pak, Pria atau wanita ?"


Tanya Lisa.


"Pria dan Dirinya mengaku Abang


Nona " Jawab Security di depan sana.


"Baiklah Pak saya akan kedepan"


Ucap Lisa seraya menutup telfon seraya


Menaruh gagangnya ditempatnya.


Ia meraih kerudungnya, Dan mengganti


Sendal rumahnya kemudian menutup


Pintunya dari luar.


Perlahan Ia berjalan menyusuri lorong


Kost Putri tempat tinggalnya kini,


Masih terasa sepi mungkin Mereka


Masih berkegiatan diluar ataupun Mereka


Sudah beristirahat didalam kamar Mereka


Masing - masing.


Perlahan Ia mengetuk Pintu kantor security


Yang setengah terbuka.


"Assalamualaikum ?" Salam Lisa.


"Waalaikum sallam, ...Non Lisa Ayo masuk"


Ujar Seorang security perempuan


Sesaat tubuh yang membelakangi pintu


Dan terlihat sedang mengobrol dengan


Sekurity laki - laki itu menoleh tatkala


mendengar suara Lisa.


Senyum sumringah terletak disana,


Debaran jantung Lisa semakin tidak menentu,


Berdetak semakin kencang.


"Mas Ray ...Kapan datang ? "


Tanya Lisa, Mereka berada diruangan Lisa


Karena Rayhan mengaku sebagai Abang


Dan identitas Rayhan ditaruh dipos depan


Karena ini demi aturan ditempat ini.


Dan Pihak keamanan sudah berbicara lewat


Telfon kepada Rayhan ataupun Kaysha


Untuk memastikan pengakuan Rayhan.


"Kemarin ...." Jawab Rayhan seraya mengam


bil mangkuk berisi salad buah yang belum


Sempat dimakan Lisa.


"Ini buat Aku kan ? Kamu tahu Aku akan


datang " Selorohnya,


Lisa baru dari Pantry mengambil minuman


Untuk Rayhan, Ia melongo ketika melihat


Salad buah yang tinggal setengahnya.


"Mas ...i....tu punya...." Ucap Lisa terbata.


"Nih A...Lebih enak makannya berdua


Lebih nikmat " Serunya lagi, Menyodorkan


Satu sendok berisi penuh salad buah,


"Kok diem, Biasanya juga Kita sering


makan bareng " Ucapnya lagi.


Namun Lisa terlihat canggung setelah


Rayhan mengutarakan ingin melamarnya


Dan ketika mengetahui perasaan Rayhan


Untuk sang Ibu dulu.


"Maaf Mas Aku udah kenyang" Tolak


Lisa secara halus.


Sesaat wajah Rayhan berubah, Ada sorot


Kecewa dari matanya,


"Kamu belum memaafkan Aku, ...Dek ?"


Tanya Rayhan.


"Untuk ....?"Balik tanya Lisa.


Rayhan menaruh mangkuk salad diatas


Karpet bulu yang tengah didudukinya kini,


"Aku ...Mulai sadar tanpamu Aku rasa


Hariku berbeda, Semenjak Kamu pergi


Ada sesuatu yang hilang dari Diriku,


Tidak ada yang berkata ketus Padaku


Tapi perhatian, Tidak ada lagi yang dikit


Merajuk dengan marahnya, Aku kangen


Kamu dek !" Lirihnya tulus.


Hati Lisa bersorak, Memang Dirinya sengaja


Kuliah dikota ini untuk mengetahui Perasaan


Rayhan Padanya,


"Dusta...Apa benar Orang kangen sampe


lupa bertanya kabar Padaku, Bahkan seakan.


Dirinya lupa " Ucap Lisa tertunduk


Rayhan mendekat, Mengikis jarak antara


Mereka, Meraih tangannya lembut.


"Aku hanya tidak ingin pertahanan ku


Goyah dengan melepasmu,Kini Aku


Telah memintamu pada Ayah, Aku ingin


Menjalani hubungan Kita secara halal,


Kita sudah saling mengenal dari kecil,


Apa itu belum cukup, Kepergian Kamu


Membuat Aku merasa kehilangan,


Mau ya..?" Ucapnya .


"Nggak ...Kuliahku baru saja mulai,


Nanti tunggu Aku lulus ...ya !" Pinta Lisa


"Lagipula Kita nikahpun Abang masih


tinggal dirumah dan Aku disini, ....Apa


bedanya" Sambung Kaysha.


Kali ini senyuman terbit dibibir Rayhan


"Abang pindah tugas ke kota ini kemarin"


Ucap Rayhan


Sesaat Lisa memandang tak percaya.


"Bohong ...Sejak kapan Abang pintar


berbohong?" Tanya Lisa tak percaya.


"Abang sengaja nggak bilang, Biar


Kejutan " Jawab Rayhan.


"Pasti minta bantuan lagi pada Papa ..."


Cebik Lisa


"Kata Siapa suudzon Kamu, Ini murni


Karena Kita udah jodoh kali " Ucap


Rayhan seraya tersenyum melihat kearah


Lisa.


**********************************************


**Bersambung


**Kira - kira jadi nggak Mereka Oteweh


Menuju halal ? 🤭

__ADS_1


**Jejakmu Sayaang ....Please 🙏😘


__ADS_2