
*Aku tahu rasa debaran itu...
Aku tahu Kamu ajari Aku arti rindu
Seiring jam yang berdetak ...
Seiring waktu yang berlalu ...
Namun masa mempertemukan Kita
Untuk bisa berjalan bersama....
****
"Ka .....Jaga diri baik - baik, Kalau ada
apa - apa Kabari Kami ya !" Ucap Kaysha
Ia memeluk Putrinya erat,
"Ayah sudah menitipkan dirimu sama Om
Edo kalau butuh apapun yang mendesak
Kamu bisa mendatangi rumahnya
Kalau Kamu tidak bisa menghubunginya !"
Pesan Sang Ayah, Ia terlihat tegar namun
Ia juga harus bisa melepas Putrinya
Demi masa depannya, Kini Ia meraih
Tubuh Putrinya ke Pelukannya dari
Pelukan Istrinya, Karena Ia merasa
Bersalah melewati pertumbuhan
Putrinya dan bertemu dengannya saat
Lisa sudah agak dewasa, Ia sangat berte
rima kasih pada Abangnya Rangga,
Karena selama ini Abangnyalah yang
Mengganti posisinya sebagai seorang
Ayah.
"Iya Yah...Jangan khawatir Kaka bisa
jaga diri Kok Yah .." Ucap Lisa dalam
Pelukan Sang Ayah.
"Udah dong Bang Kayak Lisa mau
Kemana aja ...Kita juga bisa kemari
Lagipula Lisa belajar mandiri"
Ucap Kaysha.
"Ayah lebay ....!" Cebik Gio
Yang disenggol oleh Azzam.
"Giliran lepasin Kakak banyak drama,
Kalo Aku pasti Ayah bilang, Yang kuat
Ya disana Kamu Anak Laki jangan cemen,"
Sambung Gio.
Lisa lebih merapatkan pelukan sang Ayah,
Ia menjulurkan lidahnya kepada Gio
Sengaja menggoda sang Adik.
"Week,....Rasain tuh!" Ucap Lisa.
"Kak ....Udah dong ...! Kalian itu berantem
Mulu udah gede juga " Potong Kaysha
Meraih tubuh Gio.
"Udah ....Biar nggak jelous sini Aa Ibu
Peluk mau ya...!" Goda Kaysha pada
Putranya.
"Ogaaah....Aa udah gede nggak kayak
Kaka " Jawab Gio.
"Sayang ...Nanti Papa datang sesekali,
Kali ini Papa nggak bisa hadir, Lagipula
Rayhan juga nggak bisa dateng, Dia
Lagi ngurus kepindahan tugasnya."
Ujar Kaysha ada senyuman sumringah
Diwajahnya.
"Kok Ibu senyum - senyum sendiri,
Ayah jadi curiga " Ujar Rayhan.
Ia mengurai pelukannya pada Lisa,
Seraya mendekati Kaysha, Dan men
condongkan wajahnya melihat wajah
Istrinya lebih dekat,
"Ada yang Ibu sembunyiin dari Ayah ?"
Tanya Rayhan curiga.
"Ada deeeh, ....Ayah kepoo!" Jawab Kaysha
Seraya meniru ucapan Lisa.
"Dek ....Kalau ada apa - apa telfon Abang,
Nanti kalo liburan Abang kesini sekalian
Liburan disini " Ucap Azzam, Ia mengusap
Bahu Lisa seraya menggandengnya.
"Tapii ....Bareng Pacar ya..!" Pinta Lisa.
"Jomblo itu nggak asik,..Masa udah Om
- Om nggak punya pacar, Ngeri....!"
Ucap Lisa.
"Abang belum setua itu. kali, Jahaat Kamu
bilang Abang udah Om - om " Cebik Azzam.
"Makanya cari pacar dong " Ucap Lisa.
"Iya Abang Usahakan, ...Emangnya
Gampang macarin anak Orang " Jawab
Azzam.
"Ya ...Udah!, Kalo nggak mau macarin
Yaa nikahin dong,...Gini Lisa punya usul
Kita minta bantuan Abi dan Umi Siapa
Tahu Mereka punya calon untuk Abang,
Kenapa sih kalo udah siap ....Ya Nikahlah,
Ngapain Abang tunda, Nikah itu Ibadah
Loh ..." Papar Lisa.
Azzam mengangguk.
"Nunggu satu tahun dulu, Biar Aku
Jadi Karyawan tetap dulu lah...Baru Aku
Akan mikirin Nikah" potong Azzam.
"Lagian disuruh Papa nerusin jejaknya
Nggak mau, ...."Ucap Lisa.
"Dek.... Bukannya Abang nggak mau,
Hanya saja Abang berpikir jika Abang
Punya keluarga dan Punya Anak,
Setidaknya Abang selalu ada untuk istri
Dan Anak Abang, Abang udah ngerasain
Gimana sedih dan kesepian tanpa Papa
Apalagi Abang sudah nggak punya Ibu,
Yang Abang punya hanya Ibu Al,
Memang selama ini Abang nggak kurang
Kasih sayang bersama Kalian,
Hanya saja Abang belum sanggup melihat
Seperti Ibu yang sangat kehilangan ketika
Ayah pergi, Hati Abang tidak sanggup Dek..."
Lirih Azzam.
"Hanya perempuan bermental baja dan
Kuat untuk menjadi istri prajurit, Dan
__ADS_1
Entah kenapa ...Abang tidak sanggup,
Abang ingin selalu disisi istri Abang
Kelak, Dan mendampingi buah hati Kami
Saat tumbuh kembangnya" Sambung
Azzam.
"Eheeum....So sweet nya ...." Goda Lisa,
"Ah ...Andai Abang bukan Abangku sudah
Aku lamar da...!" Sambungnya seraya
Terkikik.
"Kamu mah ....kalo ngomong tuh suka
ngaco !" Ujar Azzam, Ia menjawil hidung
Mancung Kaysha.
"Awas disini matanya jangan jelalatan,
Jangan caper, Hati - hati jangan kegan
jenan, Karena nggak semua cowok itu
baik" Pesan Azzam.
"Ah ...Kalo gini kok Aku yang berat
Ninggalin Kamu sendiri disini ya!"
Ucap Azzam semakin erat Ia merengkuh
Bahu Lisa.
"Diih ....Kayak ke pacarnya aja !" Cebik
Lisa.
"Ya lebihlah...Kamu Orang yang berharga
Dihidup Aku.." Lirih Azzam.
"Kan masih ada ponakan yang lain,
Bang ....Putri paman masih ada "
Ucap Lisa.
"Kamu dan Abang hidup satu atap sedari
Kecil Aku terbiasa melihatmu sedari
Bayi, Baru kali ini Kita pisah " jawab
Azzam.
"Rasanya terlalu berat" Sambung Azzam
Ia menatap wajah Lisa dalam.
"Udah Ah...Entar Akunya bapeer "
Ucap Lisa,
Azzam terkekeh, Taklama Mereka sudah
Bersiap Pulang meninggalkan Lisa
Seorang diri disebuah kost an Putri
Yang terbilang elit dikota itu, Dengan
Pasilitas Mumpuni dengan pengamanan
Yang ketat.
"Nanti ada kejutan untuk Kamu ...
Tunggu beberapa Minggu lagi "
Bisik Kaysha sebelum Pergi.
"Maksud Ibu ...?" Kening Kaysha
Bertaut.
"Tunggu aja Sayang " Ucapnya seraya
Mencium kening Putrinya.
"Semoga Kebahagiaan selalu menyertai
Putri Ibu " Do'anya.
Lisa hanya tersenyum, Walaupun hatinya
Terasa berat namun Ia harus mulai
Terbiasa.
"A....Jangan main game terus bantuin
Ibu dirumah ..." Pesan Lisa pada Gio.
"Siaap atuh tetehku yang bawel "
nya untuk Salim.
Taklama Mereka pergi, Tinggalah Lisa
Disini sendiri, Ia segera merapikan
Semuanya dan menata kembali barang
Yang dirasa tidak pada tempatnya.
Ia masih punya waktu satu hari untuk
Istirahat besok karena baru Lusa mata
Kuliahnya dimulai.
Sesaat Ia termenung mengeluarkan
Sebuah diary terselip foto Seseorang
Disana, Seseorang yang sedang tersenyum.
Seseorang yang selalu mengisi harinya
Dari sejak kecil, Entah kenapa sebelum
Pergi Ia jarang berjumpa dengannya,
Seolah Ia menghindar dari Lisa,
"Jangan pernah mengucapkan selamat
Tinggal Padaku, Aku memang egois
Aku sering mengucapkan selamat tinggal
Padamu, ...Tapi Aku tidak ingin mendengar
Kata Perpisahan Darimu " Ucapnya waktu
itu yang membuat Lisa tertegun,
Apakah benar perasaan Rayhan sudah
Berubah Padanya.
Ia menaruh foto Rayhan yang berbingkai
Yang tengah bersamanya bersanding
Dengan foto Mereka dengan Keluarganya.
Lisa tersenyum, Disini Ia bisa bebas
mengekspresikan Dirinya tanpa takut
Digoda oleh Orang seisi rumahnya,
Apalagi ketahuan Rayhan sendiri, Ia hanya
Merasa malu dan Ia gengsi jika Semuanya
Diketahui oleh Rayhan.
*****
"Huft.....Lelahnya...!" Ucapnya,
Taklama Ia berbaring setelah membersih
KanDirinya, Kemudian bangkit berjalan
Menuju dapur Ia mengambil buah - buahan
Dari dalam kulkasnya dan memotong -
Motongnya secara perlahan, Ia membuat
Salad buah untuk dirinya sendiri, Kamar
Lisa sendiri dilengkapi dengan Pantry
Mini dan Kamar mandi, Namun dekorasi
nya terlihat elegant terkesan bersih
Dan selalu rapi.
Hampir satu bulan Lisa tinggal dikota ini
Hanya Rangga yang sudah menemui
Dirinya, Namun Rayhan tidak.pernah
Memberi kabar Padanya dan Lisapun
Terlalu gengsi untuk sekedar menelfon
Duluan.
Baru juga Lisa mau menikmati Salad
Buah buatannya, Namun pihak security
Menelfon dari pos depan.
"Non Lisa ada tamu untuk Nona !"
__ADS_1
Ujarnya diseberang sana.
"Siapa Pak, Pria atau wanita ?"
Tanya Lisa.
"Pria dan Dirinya mengaku Abang
Nona " Jawab Security di depan sana.
"Baiklah Pak saya akan kedepan"
Ucap Lisa seraya menutup telfon seraya
Menaruh gagangnya ditempatnya.
Ia meraih kerudungnya, Dan mengganti
Sendal rumahnya kemudian menutup
Pintunya dari luar.
Perlahan Ia berjalan menyusuri lorong
Kost Putri tempat tinggalnya kini,
Masih terasa sepi mungkin Mereka
Masih berkegiatan diluar ataupun Mereka
Sudah beristirahat didalam kamar Mereka
Masing - masing.
Perlahan Ia mengetuk Pintu kantor security
Yang setengah terbuka.
"Assalamualaikum ?" Salam Lisa.
"Waalaikum sallam, ...Non Lisa Ayo masuk"
Ujar Seorang security perempuan
Sesaat tubuh yang membelakangi pintu
Dan terlihat sedang mengobrol dengan
Sekurity laki - laki itu menoleh tatkala
mendengar suara Lisa.
Senyum sumringah terletak disana,
Debaran jantung Lisa semakin tidak menentu,
Berdetak semakin kencang.
"Mas Ray ...Kapan datang ? "
Tanya Lisa, Mereka berada diruangan Lisa
Karena Rayhan mengaku sebagai Abang
Dan identitas Rayhan ditaruh dipos depan
Karena ini demi aturan ditempat ini.
Dan Pihak keamanan sudah berbicara lewat
Telfon kepada Rayhan ataupun Kaysha
Untuk memastikan pengakuan Rayhan.
"Kemarin ...." Jawab Rayhan seraya mengam
bil mangkuk berisi salad buah yang belum
Sempat dimakan Lisa.
"Ini buat Aku kan ? Kamu tahu Aku akan
datang " Selorohnya,
Lisa baru dari Pantry mengambil minuman
Untuk Rayhan, Ia melongo ketika melihat
Salad buah yang tinggal setengahnya.
"Mas ...i....tu punya...." Ucap Lisa terbata.
"Nih A...Lebih enak makannya berdua
Lebih nikmat " Serunya lagi, Menyodorkan
Satu sendok berisi penuh salad buah,
"Kok diem, Biasanya juga Kita sering
makan bareng " Ucapnya lagi.
Namun Lisa terlihat canggung setelah
Rayhan mengutarakan ingin melamarnya
Dan ketika mengetahui perasaan Rayhan
Untuk sang Ibu dulu.
"Maaf Mas Aku udah kenyang" Tolak
Lisa secara halus.
Sesaat wajah Rayhan berubah, Ada sorot
Kecewa dari matanya,
"Kamu belum memaafkan Aku, ...Dek ?"
Tanya Rayhan.
"Untuk ....?"Balik tanya Lisa.
Rayhan menaruh mangkuk salad diatas
Karpet bulu yang tengah didudukinya kini,
"Aku ...Mulai sadar tanpamu Aku rasa
Hariku berbeda, Semenjak Kamu pergi
Ada sesuatu yang hilang dari Diriku,
Tidak ada yang berkata ketus Padaku
Tapi perhatian, Tidak ada lagi yang dikit
Merajuk dengan marahnya, Aku kangen
Kamu dek !" Lirihnya tulus.
Hati Lisa bersorak, Memang Dirinya sengaja
Kuliah dikota ini untuk mengetahui Perasaan
Rayhan Padanya,
"Dusta...Apa benar Orang kangen sampe
lupa bertanya kabar Padaku, Bahkan seakan.
Dirinya lupa " Ucap Lisa tertunduk
Rayhan mendekat, Mengikis jarak antara
Mereka, Meraih tangannya lembut.
"Aku hanya tidak ingin pertahanan ku
Goyah dengan melepasmu,Kini Aku
Telah memintamu pada Ayah, Aku ingin
Menjalani hubungan Kita secara halal,
Kita sudah saling mengenal dari kecil,
Apa itu belum cukup, Kepergian Kamu
Membuat Aku merasa kehilangan,
Mau ya..?" Ucapnya .
"Nggak ...Kuliahku baru saja mulai,
Nanti tunggu Aku lulus ...ya !" Pinta Lisa
"Lagipula Kita nikahpun Abang masih
tinggal dirumah dan Aku disini, ....Apa
bedanya" Sambung Kaysha.
Kali ini senyuman terbit dibibir Rayhan
"Abang pindah tugas ke kota ini kemarin"
Ucap Rayhan
Sesaat Lisa memandang tak percaya.
"Bohong ...Sejak kapan Abang pintar
berbohong?" Tanya Lisa tak percaya.
"Abang sengaja nggak bilang, Biar
Kejutan " Jawab Rayhan.
"Pasti minta bantuan lagi pada Papa ..."
Cebik Lisa
"Kata Siapa suudzon Kamu, Ini murni
Karena Kita udah jodoh kali " Ucap
Rayhan seraya tersenyum melihat kearah
Lisa.
**********************************************
**Bersambung
**Kira - kira jadi nggak Mereka Oteweh
Menuju halal ? 🤭
__ADS_1
**Jejakmu Sayaang ....Please 🙏😘