
Kaysha terpekur, Ia baru selesai me
masak, Lisa masih dipondok, Ia Pulang
Duluan karena Ia belum memasak,
Sebentar lagi waktunya Gio pulang,
Ia sudah menelfon biar Gio yang jemput
Lisa, Kasihan Bik Esih harus mengantar
Pulang Lisa sedangkan Bik Esih sendiri
Banyak pekerjaan di rumah Umi.
"Assalamualaikum ....?" Salam Mereka
Dari depan rumahnya,
"Waalaikum sallam....!" Jawab Kaysha.
"Ibu tahu tidak Rika teman ngaji Lisa
Katanya mau pindah " Ucap Lisa
Setelah Dirinya Salim.
"Oh ya ....Ibu sudah tahu sayang !"
jawab Kaysha.
Ia mengambil dua tas yang berbeda dari
Dua Orang yang berbeda pula,
"Pa...Mau kopi atau mandi dulu ?'
Tawar Kaysha pada Gio.
"Kayaknya mandi dulu terus makan
Lapar banget kayaknya, Entah kenapa
Aku doyan banget makan Al, Akhir
- akhir ini, Padahal minum vitamin
yang biasa, Harus banyak Olahraga ini
mah" Keluh Gio.
"Yaa ... Alhamdulillah atuh Pa, Berarti
Papa teh sehat dan bahagia, " Ucap
Kaysha,
"Ayo Siapa yang mau mandi duluan ?"
Tawar Kaysha.
"Papa duluan ya,...Gerah banget rasanya"
Sahut Gio.
"Boleh...!" Ucap Lisa, Ia mendudukkan
Dirinya diatas sofa.
"Kenapa Sayang ? " Tanya Kaysha.
"Nggak ...Sedih aja Rika nya mau pindah "
Jawab Lisa.
"Mungkin Rika punya alasan Sayang "
Ucap Kaysha.
"Papanya pindah tugas, Bu...Papa kan
Sama kayak Ayah Rika kok Kita nggak
Pindah ?" Tanya Lisa polos.
"Terus Lisa mau pindah dari sini juga?"
Tanya Kaysha lembut.
"Nggak ...!" Jawab Lisa cepat.
"Ya sudah Kita berdoa Sama Allah biar
Papa nggak dipindah tugaskan" Ucap
Kaysha.
"Iya Bu...!" Jawab Lisa.
"Tuh Ayah sudah mandinya, Ayo Sayang
Kamu mandi !" Titah Kaysha.
"Iya Ibu..." Lisa mengambil handuk yang
Disodorkan Kaysha, Dan masuk kedalam
Kamar mandi.
"Al..Kok bau Sabun mandi sama Shampo
Beda ya,...Aa jadi mual, Apa merk-nya
Kamu ganti, Perasaan masih sama "
Ujar Gio ketika Ia memakai bajunya yang
telah disiapkan oleh Kaysha.
Kaysha mengerutkan keningnya,
"Nggak ah A, Kayak biasanya nggak
pernah Al ganti, Kan Kita belinya juga
Sama - sama" Jawab Kaysha.
"Kok aneh ya Al, Wangi pengharum
ruangan di kantor juga bikin Aa mual,
Padahal masih tetep seperti biasanya"
Ujar Gio lagi.
"Harus diperiksa ini Mah ke bagian
THT " Sambungnya.
"Mau Al temenin" Tawar Kaysha.
"Boleh ....Emang Kamu nggak ngajar?"
Tanya Gio.
"Besok kebetulan nggak, Kelas 9 kan
mau ujian " Jawab Kaysha.
__ADS_1
"Dan Kaysha sepulang dari Paud mau
Dititip Umi kan besok Umi juga nggak
Kebagian ngajar Santri " Papar Kaysha.
"Nggak enak.. Ngerepotin Umi terus"
Ujar Gio.
"Nggak Umi malahan Kehibur dengan
Cerewetnya Lisa mengobati kerinduan
Pada cucunya yang tinggal di Mesir
A..." Jawab Kaysha.
"Ya sudah kalau begitu, Besok anter
Aku kedokter " Titah Gio.
"Bentar ....! Kok ada yang aneh kenapa
Kamu mau nganter Aa, Biasanya juga
Kamu cuek?" Tanya Gio.
"Nggak ah..Nggak ada apa - apa " Ujar
Kaysha.
"Kamu khawatir kasus yang menimpa
Orang tua Rika" Sahut Gio.
Kaysha menundukkan kepalanya.
"Aku hanya takut....!" Lirih Kaysha.
"Walaupun Aku Ikhlas, Namun Aku
Tidak terima yang namanya selingkuh!"
Sambungnya.
Gio mengulum senyum melihat Istrinya
Gemas.
"Gimana katanya ikhlas, Tapi nggak
terima ?" Goda Gio.
"Ikhlas kalau sudah takdir, Tak terima
jika dikhianati, Mending sendiri dan
ngurusin anak - anak, Daripada ngurusin
Suami yang kayak gitu mending Aku kasih..
Astagfirullah ...!" Ucap Kaysha.
Gio terkekeh,
"Mending Aku kasih....Apa ?" Goda Gio
"Kasih kopi mungkin....." Jawab Kaysha.
"Baik bener Kamu jadi istri, Benar - benar
Istri Sholehah, Suaminya selingkuh mau
Dikasih kopi, Bukannya ditembak kepala
nya, Dimutilasi gitu kayak yang diberita"
cung Kaysha.
"Iya Aa,...Aku kasih kopi yang Aku kasih
Sianida terlebih dahulu " Ujar Kaysha
tanpa dosa.
"Sadiiis....!" Sahut Gio, Seraya memeluk
Istrinya erat.
"Kenapa takut ?" Tanya Kaysha.
"Ya iyalah Sayang, Siapa yang nggak
takut itu lebih sadis " Ucap Gio.
"Ada yang lebih sadis ...." Ujar Kaysha.
"Apa...humm?" Tanya Gio seraya meng
hirup wangi lembut Parfum ditubuh
Istrinya, Ia menaruh wajahnya diceruk
leher sang Isteri.
"Nggak tega ngucapinnya..." jawab
Kaysha tersenyum penuh misteri.
"Apaan...?" Tanya Gio semakin pena
saran.
"Nggak ah..." Jawab Kaysha lagi.
( Kira - kira jawabannya apa nih,
Reader's pastinya pada tahu).
"Udah ah ngomongin itu terus jadi
Serem ah..." Potong Gio.
Terdengar pintu kamar diketuk dari
luar.
"Ibu...Papa ..Lisa udah lapar nih ...!"
Ucap Lisa.
"Iya Sayang .....!" Jawab Kaysha seraya
mengurai pelukan suaminya.
"Nanti edisi bersambung ya " bisik Gio.
Kini Entah kenapa Gio tidak bisa lepas
Dari Kaysha, Selalu ingin dekat dan
Selalu lebih nyaman berada disisi
Kaysha.
"Nggak janji ya...!" Ucap Kaysha.
"Yaah ..licik !" Seraya mengikuti Kaysha
__ADS_1
keluar kamar.
"Azzam nggak pulang jadi sepi " Ucap
Kaysha.
"Yah..Ayahnya juga kangen atuh Bu "
Jawab Gio.
"Makanya Lisa punya adik dong Bu,
Biar kayak temen - temen Lisa "
Seloroh Lisa,
"Bener tuh Bu, Papa setuju !" Sahut
Gio.
"Kalian ini...kompak!" Sahut Kaysha.
"Iya dong Bu..harus!" Cicit Lisa.
"Iya kan Pa ..?" Tanya Lisa
" Harus ...Sayang !" Jawab Gio.
"Bu ...Kok makannya nggak abis ?"
Tanya Gio khawatir, akhir - akhir ini
Kaysha hanya makan.sedikit, Itupun
Kadang tidak habis, Berbanding
terbalik dengan Dirinya yang malah
Sering lapar dan makan banyak.
"Kenyang Pa,...Dan kayaknya nggak
Enak makan, cepat lelah malahan
sekarang " Jawab Kaysha.
"Vitamin nya selalu diminum?"
Tanya Gio khawatir,
"Selalu malahan selalu bareng sama
Lisa biar nggak lupa" Jawab Kaysha.
'Ya sudah ...Besok sekalian Kita
periksa " Ajak Gio khawatir.
"Ya sudah...Boleh " Kaysha mengangguk.
Malam ini Gio bangun dari tidurnya,
Ia melepaskan pelukannya, mencium
keningnya lembut, Ia berjalan keluar
kamarnya untuk mengambil air minum
Karena yang dikamarnya telah habis.
Setelah minum, Ia melihat Lisa yang
Tertidur nyenyak, Ia membetulkan
letak selimut Lisa, Setelah itu Ia kembali
kekamarnya.
Sebelum tidur, Ia memeriksa hp nya,
Terdapat beberapa panggilan tak ter
jawab.
"Pakde Zain.." Dahinya berkerut,
Dilihat hp Kaysha pun sama tertera
"Mas Zaa" Disana.
Mungkin Mereka tidur terlelap setelah
Olahraga tadi malam, Hp Merekapun
Hanya mode getar jadi tak terdengar,
Lagipula ditaruh di atas meja Kerja Gio
"Lusa Pakde kunjungan ke tempatmu,
Sekalian mampir kerumahmu, Pakde
Udah sangat kangen sama Istri dan
Anakmu, Jangan beritahu Al, Aku
Tidak ingin Ia menghindar lagi "
Chat dari Zain, Gio menghela nafas,
Bagaimana cara membujuk Istrinya
Supaya mau ketemu sama Abangnya
Zain sekaligus Pakde nya,
Sedangkan Kenzo walaupun sibuk
Tetap selalu mengirimkan hadiah untuk
Mereka walaupun Kadang ditolak Kaysha.
Dengan alasan Dirinya merasa tidak
Pantas.
"Kata Siapa Kamu tidak pantas Al,
Kamu istriku Al, Berarti Kamu tetap
Bagian Keluarga Wijaya, Hanya saja
Kita tinggal menunggu waktu,
Itupun Jika Kamu mau, Aku malah
lebih nyaman disini menjadi diri sen
diri dan menjadi suamimu seutuhnya"
Lirihnya seraya kembali melingkarkan
Kembali tangannya ditubuh Istrinya,
Seraya bergelung kembali dibawah
Selimut.
******************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Please like or commentnya ya