Hujan September

Hujan September
*Episode 39


__ADS_3

Kaysha terpekur, Ia baru selesai me


masak, Lisa masih dipondok, Ia Pulang


Duluan karena Ia belum memasak,


Sebentar lagi waktunya Gio pulang,


Ia sudah menelfon biar Gio yang jemput


Lisa, Kasihan Bik Esih harus mengantar


Pulang Lisa sedangkan Bik Esih sendiri


Banyak pekerjaan di rumah Umi.


"Assalamualaikum ....?" Salam Mereka


Dari depan rumahnya,


"Waalaikum sallam....!" Jawab Kaysha.


"Ibu tahu tidak Rika teman ngaji Lisa


Katanya mau pindah " Ucap Lisa


Setelah Dirinya Salim.


"Oh ya ....Ibu sudah tahu sayang !"


jawab Kaysha.


Ia mengambil dua tas yang berbeda dari


Dua Orang yang berbeda pula,


"Pa...Mau kopi atau mandi dulu ?'


Tawar Kaysha pada Gio.


"Kayaknya mandi dulu terus makan


Lapar banget kayaknya, Entah kenapa


Aku doyan banget makan Al, Akhir


- akhir ini, Padahal minum vitamin


yang biasa, Harus banyak Olahraga ini


mah" Keluh Gio.


"Yaa ... Alhamdulillah atuh Pa, Berarti


Papa teh sehat dan bahagia, " Ucap


Kaysha,


"Ayo Siapa yang mau mandi duluan ?"


Tawar Kaysha.


"Papa duluan ya,...Gerah banget rasanya"


Sahut Gio.


"Boleh...!" Ucap Lisa, Ia mendudukkan


Dirinya diatas sofa.


"Kenapa Sayang ? " Tanya Kaysha.


"Nggak ...Sedih aja Rika nya mau pindah "


Jawab Lisa.


"Mungkin Rika punya alasan Sayang "


Ucap Kaysha.


"Papanya pindah tugas, Bu...Papa kan


Sama kayak Ayah Rika kok Kita nggak


Pindah ?" Tanya Lisa polos.


"Terus Lisa mau pindah dari sini juga?"


Tanya Kaysha lembut.


"Nggak ...!" Jawab Lisa cepat.


"Ya sudah Kita berdoa Sama Allah biar


Papa nggak dipindah tugaskan" Ucap


Kaysha.


"Iya Bu...!" Jawab Lisa.


"Tuh Ayah sudah mandinya, Ayo Sayang


Kamu mandi !" Titah Kaysha.


"Iya Ibu..." Lisa mengambil handuk yang


Disodorkan Kaysha, Dan masuk kedalam


Kamar mandi.


"Al..Kok bau Sabun mandi sama Shampo


Beda ya,...Aa jadi mual, Apa merk-nya


Kamu ganti, Perasaan masih sama "


Ujar Gio ketika Ia memakai bajunya yang


telah disiapkan oleh Kaysha.


Kaysha mengerutkan keningnya,


"Nggak ah A, Kayak biasanya nggak


pernah Al ganti, Kan Kita belinya juga


Sama - sama" Jawab Kaysha.


"Kok aneh ya Al, Wangi pengharum


ruangan di kantor juga bikin Aa mual,


Padahal masih tetep seperti biasanya"


Ujar Gio lagi.


"Harus diperiksa ini Mah ke bagian


THT " Sambungnya.


"Mau Al temenin" Tawar Kaysha.


"Boleh ....Emang Kamu nggak ngajar?"


Tanya Gio.


"Besok kebetulan nggak, Kelas 9 kan


mau ujian " Jawab Kaysha.

__ADS_1


"Dan Kaysha sepulang dari Paud mau


Dititip Umi kan besok Umi juga nggak


Kebagian ngajar Santri " Papar Kaysha.


"Nggak enak.. Ngerepotin Umi terus"


Ujar Gio.


"Nggak Umi malahan Kehibur dengan


Cerewetnya Lisa mengobati kerinduan


Pada cucunya yang tinggal di Mesir


A..." Jawab Kaysha.


"Ya sudah kalau begitu, Besok anter


Aku kedokter " Titah Gio.


"Bentar ....! Kok ada yang aneh kenapa


Kamu mau nganter Aa, Biasanya juga


Kamu cuek?" Tanya Gio.


"Nggak ah..Nggak ada apa - apa " Ujar


Kaysha.


"Kamu khawatir kasus yang menimpa


Orang tua Rika" Sahut Gio.


Kaysha menundukkan kepalanya.


"Aku hanya takut....!" Lirih Kaysha.


"Walaupun Aku Ikhlas, Namun Aku


Tidak terima yang namanya selingkuh!"


Sambungnya.


Gio mengulum senyum melihat Istrinya


Gemas.


"Gimana katanya ikhlas, Tapi nggak


terima ?" Goda Gio.


"Ikhlas kalau sudah takdir, Tak terima


jika dikhianati, Mending sendiri dan


ngurusin anak - anak, Daripada ngurusin


Suami yang kayak gitu mending Aku kasih..


Astagfirullah ...!" Ucap Kaysha.


Gio terkekeh,


"Mending Aku kasih....Apa ?" Goda Gio


"Kasih kopi mungkin....." Jawab Kaysha.


"Baik bener Kamu jadi istri, Benar - benar


Istri Sholehah, Suaminya selingkuh mau


Dikasih kopi, Bukannya ditembak kepala


nya, Dimutilasi gitu kayak yang diberita"


cung Kaysha.


"Iya Aa,...Aku kasih kopi yang Aku kasih


Sianida terlebih dahulu " Ujar Kaysha


tanpa dosa.


"Sadiiis....!" Sahut Gio, Seraya memeluk


Istrinya erat.


"Kenapa takut ?" Tanya Kaysha.


"Ya iyalah Sayang, Siapa yang nggak


takut itu lebih sadis " Ucap Gio.


"Ada yang lebih sadis ...." Ujar Kaysha.


"Apa...humm?" Tanya Gio seraya meng


hirup wangi lembut Parfum ditubuh


Istrinya, Ia menaruh wajahnya diceruk


leher sang Isteri.


"Nggak tega ngucapinnya..." jawab


Kaysha tersenyum penuh misteri.


"Apaan...?" Tanya Gio semakin pena


saran.


"Nggak ah..." Jawab Kaysha lagi.


( Kira - kira jawabannya apa nih,


Reader's pastinya pada tahu).


"Udah ah ngomongin itu terus jadi


Serem ah..." Potong Gio.


Terdengar pintu kamar diketuk dari


luar.


"Ibu...Papa ..Lisa udah lapar nih ...!"


Ucap Lisa.


"Iya Sayang .....!" Jawab Kaysha seraya


mengurai pelukan suaminya.


"Nanti edisi bersambung ya " bisik Gio.


Kini Entah kenapa Gio tidak bisa lepas


Dari Kaysha, Selalu ingin dekat dan


Selalu lebih nyaman berada disisi


Kaysha.


"Nggak janji ya...!" Ucap Kaysha.


"Yaah ..licik !" Seraya mengikuti Kaysha

__ADS_1


keluar kamar.


"Azzam nggak pulang jadi sepi " Ucap


Kaysha.


"Yah..Ayahnya juga kangen atuh Bu "


Jawab Gio.


"Makanya Lisa punya adik dong Bu,


Biar kayak temen - temen Lisa "


Seloroh Lisa,


"Bener tuh Bu, Papa setuju !" Sahut


Gio.


"Kalian ini...kompak!" Sahut Kaysha.


"Iya dong Bu..harus!" Cicit Lisa.


"Iya kan Pa ..?" Tanya Lisa


" Harus ...Sayang !" Jawab Gio.


"Bu ...Kok makannya nggak abis ?"


Tanya Gio khawatir, akhir - akhir ini


Kaysha hanya makan.sedikit, Itupun


Kadang tidak habis, Berbanding


terbalik dengan Dirinya yang malah


Sering lapar dan makan banyak.


"Kenyang Pa,...Dan kayaknya nggak


Enak makan, cepat lelah malahan


sekarang " Jawab Kaysha.


"Vitamin nya selalu diminum?"


Tanya Gio khawatir,


"Selalu malahan selalu bareng sama


Lisa biar nggak lupa" Jawab Kaysha.


'Ya sudah ...Besok sekalian Kita


periksa " Ajak Gio khawatir.


"Ya sudah...Boleh " Kaysha mengangguk.


Malam ini Gio bangun dari tidurnya,


Ia melepaskan pelukannya, mencium


keningnya lembut, Ia berjalan keluar


kamarnya untuk mengambil air minum


Karena yang dikamarnya telah habis.


Setelah minum, Ia melihat Lisa yang


Tertidur nyenyak, Ia membetulkan


letak selimut Lisa, Setelah itu Ia kembali


kekamarnya.


Sebelum tidur, Ia memeriksa hp nya,


Terdapat beberapa panggilan tak ter


jawab.


"Pakde Zain.." Dahinya berkerut,


Dilihat hp Kaysha pun sama tertera


"Mas Zaa" Disana.


Mungkin Mereka tidur terlelap setelah


Olahraga tadi malam, Hp Merekapun


Hanya mode getar jadi tak terdengar,


Lagipula ditaruh di atas meja Kerja Gio


"Lusa Pakde kunjungan ke tempatmu,


Sekalian mampir kerumahmu, Pakde


Udah sangat kangen sama Istri dan


Anakmu, Jangan beritahu Al, Aku


Tidak ingin Ia menghindar lagi "


Chat dari Zain, Gio menghela nafas,


Bagaimana cara membujuk Istrinya


Supaya mau ketemu sama Abangnya


Zain sekaligus Pakde nya,


Sedangkan Kenzo walaupun sibuk


Tetap selalu mengirimkan hadiah untuk


Mereka walaupun Kadang ditolak Kaysha.


Dengan alasan Dirinya merasa tidak


Pantas.


"Kata Siapa Kamu tidak pantas Al,


Kamu istriku Al, Berarti Kamu tetap


Bagian Keluarga Wijaya, Hanya saja


Kita tinggal menunggu waktu,


Itupun Jika Kamu mau, Aku malah


lebih nyaman disini menjadi diri sen


diri dan menjadi suamimu seutuhnya"


Lirihnya seraya kembali melingkarkan


Kembali tangannya ditubuh Istrinya,


Seraya bergelung kembali dibawah


Selimut.


******************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Please like or commentnya ya


__ADS_2