Hujan September

Hujan September
*Episode 56


__ADS_3

Kaysha tertidur pulas setelah menangis,


Ia tidak menyadari kepulangan Rayhan


Menjelang larut malam,


Rayhan masuk setelah bertemu dengan


Seandra, Yang masih terjaga, Sebagai


Seorang Ayah Ia masih mengenang


Putra tertuanya, Ia memang bersedih


Namun Ia tidak memperlihatkannya pada


Semua terutama sang Istri Kayla.


"Kamu terlihat lelah Ray...Kaysha paling


Berada dikamar Gio, Putramu tidur dikamar


ku, Dan kakak.- kakaknya dibawa Gia untuk


Menemani tidurnya" Terang Seandra.


Dahi Rayhan bertaut.


"Maaf Mas...Aku tidak bisa hadir kali ini,


Aku ada pekerjaan penting" ujar Rayhan


Ada perasaan menyesal dari wajahnya.


"Tenang saja tadi Al sudah mengatakannya


pada Kami, Kami mengerti kok "Jawab


Seandra.


"Apa sesuatu terjadi lagi dengan Ibunya?"


Tanya Rayhan khawatir, Wajah itu terlihat


Sangat peduli pada sang Istri.


Seandra menggeleng,


"Tidak...Kami biarkan Kaysha menenang


kan diri, Sejak sore Dirinya sudah terlihat


Tidak baik - baik saja, Mungkin Dirinya


teringat Gio atau terjadi sesuatu pada


hubungan Kalian ?


Tanya Seandra menatap tajam kearahnya.


Instingnya mengatakan jika sesuatu telah


Terjadi diantara Kaysha dan Rayhan.


Rayhan menggeleng, Ia masih. mengingat


Jika Dirinya dan Kaysha tidak ada hal


Apapun.


"Hubungan Kami baik - baik saja, Mungkin


Ia teringat akan Almarhum, Mengingat hari


Ini hari dimana Gio pergi, Mas tahu sendiri


Keadaan Kaysha seperti apa selama ini"


Ucap Rayhan.


"Dan Kamu menerima keadaan ini ?"


Tanya Seandra, Menatap wajah Rayhan


Disana.


Sesaat Rayhan menghela nafas berat,


"Suka atau tidak, Aa adalah masalalu


Kaysha dan Saya menerima Dirinya


Apa adanya, Saya akan menghormati


Almarhum walau bagaimanapun Ia


Adalah Orang berarti dihidup Kaysha


Dulu dan Saya ikhlas menerimanya,


Apalagi telah hadir putra - putri diantara


Kami.." Ujar Rayhan.


Seandra mengangguk tanda mengerti,


Ia mengusap bahu Rayhan.


"Jangan biarkan Dia terluka, Jika sampai


Itu terjadi maka bersiaplah Kami yang


Akan memisahkan Kamu dan.anak -


Anakmu,!' Seandra memberi peringatan.


"Dan Aku Pastikan hal itu takkan pernah


terjadi " Jawab Rayhan mantap.


"Aku pegang kata - katamu !"


Ucap Seandra seraya mempersilahkan


Rayhan pergi kekamar Kaysha,


Setelah bertanya apakah Rayhan sudah


makan atau belum.


Rayhan sesaat termangu saat mau mema


Suki kamar Gio, Hatinya merasakan sakit,


Bagaimanapun Ia lelaki normal tentu


Ia punya rasa sakit hati, Istrinya masih


mengingat Pria lain dihidupnya, Namun


Mengingat perasaan Kaysha dulu yang


Selalu mengingat Dirinya ketika Ia dianggap


Tiada oleh Istrinya sendiri, Ia yakin hati


Sang Istri begitu lembut, Ia kembali

__ADS_1


Menahan perasaannya.


Ia membuka pintu yang tidak dikunci,


Terlihat Kaysha meringkuk memeluk guling,


Ia mengusap pucuk kepala Istrinya,


Terlihat air mata yang mengering disudut


Matanya dan merasakan Istrinya habis


Menangis, Hatinya berdenyut nyeri,


Ia naik keatas tempat tidur meraih wajah


Istrinya dan menciuminya lembut, Namun


Kaysha yang lelah sehabis menangis rupanya


Enggan membuka mata, Taklama Iapun


Memeluk tubuh Istrinya damai, Untung saja


Dirinya telah mandi dulu dikantor tadi,


Dan barusan ada baju Gio yang tertinggal


Sedikit yang sering Ia pakai jika menginap


Disini.


Kaysha seperti anak kucing merangsek


Kepelukan Rayhan, Ia tidak menyadari


Suaminya telah kembali, Rayhan tersenyum.


"Aku tahu akhirnya Kamu datang A...."


Lirih Kaysha dalam tidurnya.


Rayhan tercengang ... Ingin rasanya Ia berte


riak Aku ini suamimu bukan Orang lain,


Namun mengingat semuanya mungkin


Ucapan Kaysha tanpa sadar, Ia memeluk


nya lebih erat,


"Mau pergi pagi lagi...?" Sindir Kaysha.


"Ini masih jam 5 pagi, Biasanya Abang


Udah pergi?" Tanya Kaysha.


Melihat Suaminya yang bergelut selimut


lagi sesudah shalat shubuh, Hatinya masih


Sakit, Namun sebisa mungkin Ia tenang


Menghadapi masalahnya, Apalagi ini ada


Di mansion Kevin, Ia takut jika Rayhan pasti


Takkan dilepaskan oleh keluarga besarnya,


Bagaimanapun Rayhan Suaminya dan sudah


Tentu Ia harus melindunginya.


"Noo ....Honey, Ini hari libur" Ucap Rayhan


Menarik tubuh Kaysha kembali kedalam


"Ini masih dingin....Anak - anak juga tidur


lagi" Ucap Rayhan.


Dahi Rayhan mengernyit, Ketika Kaysha


Seolah menjaga jarak dengannya.


"Bang..." Panggil Kaysha.


"Apa ....Humm?' Ujar Rayhan,


Ia menarik lebih rapat tubuh Istrinya,


Merasakan aroma lembut dari tubuh


Sang Istri, Walaupun Kaysha berusaha


Menghindar, Namun ternyara tenaga Rayhan


Lebih besar.


"Apa ada yang mau Abang cerita ?"


Pancing Kaysha.


Sesaat Rayhan termenung namun Ia menarik


Nafas panjang dan terasa berat.


"Nothing honey,...." Ujar Rayhan.


Kaysha menelan rasa kecewa, Suaminya


Mulai tidak jujur Padanya,


"Maaf Bang,...Aku ingin keluar, Aku akan


melihat Gio, Mungkin Dia sudah bangun "


Ujar Kaysha.


"Sst ...Diamlah Al,..Aku kangen Kamu


Beberapa hari selalu pulang malam,


Kali ini Kita libur, Nanti Siang Kita pulang"


Ajaknya.


"Bukannya udah punya gantinya ....?"


Selidik Kaysha.


"Ganti Apa,....Ngaco Kamu!!


Emangnya ada yang bisa gantiin Kamu,


Mana ada ...Honey " Ucapnya menaruh


Kepalanya diceruk leher Kaysha,


Dan sudah dipastikan tangan Rayhan


Tidak bisa dikondisikan dibalik piyama


Tidur Istrinya seraya mendekap erat


Supaya Kaysha tidak lari.

__ADS_1


"Volumenya Kok makin besar Aja,


Makin hot and Sexy ...." Bisiknya dengan


nafas menderu.


"Huss,...Ini dimana? Hormatin yang punya


Kamar" Dengus Kaysha.


"Iya Aku ngerti, Siang Kita pulang


Kan Kamu libur ke Kafe, Aku nggak ngantor


Kita nikmatin waktu Kita, Beberapa malam


Aku pulang larut, Liat Kamu udah lelap


Mau bangunin Kamu, Nggak tega masa


Kamu tega Abang harus main solo ?"


Bisiknya.


"Ngapain kangen yang cuma modus,


Ban mobil aja punya serep ... Apalagi...


Hmmpt..." Buru - buru Bibir Kaysha dibung


kam oleh Ci****** hangat milik Rayhan


Pagutan hangat dan lama terasa kian


Menuntut, Namun semuanya terhenti


Saat menyadari ini kamar milik Gio.


"Pindah Kamar yuk Al....Kebelet nih "


Bisik Rayhan


"Enggak ah...Ini masih pagi "


Sengaja Kaysha membuat Rayhan ter


siksa, Ia masih marah dengan kejadian


Tadi malam, Dan kesal Suaminya yang


Tidak mau jujur Padanya.


Ini hitung - hitung untuk pelajaran bagi


Suaminya, Namun terbersit ide dikepa


lanya Ia akan mengorek sesuatu dari


Suaminya dengan caranya, Kali ini Ia


akan main cantik.


**************


Sesuai Rencananya, Malam ini Kaysha


Dandan cantik, Ia menggunakan pakaian


Dinasnya kali ini, Tubuh mulus nan putih


Bak batu pualam, Yang tetap terawat mes


Kipun Kaysha selalu menggunakan Pakaian


Tertutup, Rambut wangi shampo nan lembut,


Serta tubuh yang tercium wangi nan meng


goda,


Rayhan masuk kedalam kamar setelah


Menemani Azzam dan Lisa menghafal,


Sedangkan Gio sudah terlelap dikamarnya,


Matanya membulat sempurna saat


Melihat sang Istri yang tersenyum kearah


nya taklupa kostumnya yang lebih mirip


Jaring laba - laba, Membuat Mata itu


Berbinar, Ia memutar knop pintu dan


Menguncinya, Setelah itu mensilent


Hape nya.


"Yess....Honey, Malam ini milik Kita ber


dua...." Ucapnya berbinar bahagia,


Ia menyerang tubuh Kaysha dengan


Lebih ganas kali ini.


"Maaf Sayang .... Selama ini Aku


Selalu nahan rinduku ke Kamu, Namun


Maaf kali ini Aku takkan melepaskanmu"


Bisiknya,


Kening Kaysha bertaut, Suaminya tidak


ada yang berubah, Malah ini seakan


......Apa ada yang salah ?


Ketika. Kaysha pura pura menggeliat


Menampilkan Pemandangan bukit kem


bar yang Indah, Serta menampilkan paha


putih mulusnya membuat Rayhan semakin


ketar ketir...


"Ah ...Ini membingungkan?" Ucap Kaysha


dalam hati.


Taklama Rayhan melafalkan do'a sebelum


Dia memulai aktifitas panas Mereka.....


***********************************************


**Bersambung ya....


**Seperti biasa tolong tinggalkan jejak


Kalian...Kalau mau double ...kegiatan

__ADS_1


Panasnya Aku sambung nanti siang ya...


Tapi ....🤭😁🙏


__ADS_2