Hujan September

Hujan September
*Episode 25


__ADS_3

Hari yang cerah nan indah, Sinar mentari


Pagi yang hangat masuk lewat celah


Jendela,..


Kaysha melanjutkan kembali tidurnya,


Karena tadi ditarik Rayhan, Kini masih


Setia bergelung selimut dan menelusup


kan wajahnya didada bidang sang Suami,


Begitu juga tangan kekar Rayhan dengan


Setia melingkar dipinggang Istrinya.


Karena silau, Perlahan mata cantik Kaysha


mulai mengerjap, Dan itu terlihat sangat


lucu dimata Rayhan.


"Mmmph...!" Ci****n selamat pagi ditautkan


Sang Suami, Kaysha ingin berontak namun


Akhirnya Ia pasrah juga.


"Morning...!" Ucap Rayhan serak.


"Abang ...Ih !" sahut Rayhan.


"Apa ...cinta ?" Jawabnya.


"Mulai Alaynya deh !" Delik Kaysha.


"Kan cuma sama Kamu, Al" Ucap Rayhan


"Asal jangan kelain hati aja honey " Sambung


Rayhan setengah berbisik.


"Ih Modus...!" potong Kaysha.


"Sayaang ..." Sahut Rayhan lembut,


Buru - buru Kaysha membuka selimut yang


Membalut tubuh mereka, Kemudian Ia turun


Dari tempat tidurnya sebelum sang Suami


memakannya lagi.


"Ayo bangun Bang...Takut Azzam nyariin "


Ajak Kaysha.


"Aku buatkan kopi atau susu ?" Tanya Kaysha.


Rayhan mencoba menggaruk tengkuknya


yang tidak gatal.


"Aku mau susunya Anu...."Jawabnya menger


Ling nakal.


Kaysha bergidik ngeri, Buru - buru Ia keluar


Dari kamarnya.


Didapatinya Azzam telah tampan sedang


Menonton Kartun kesayangannya.


Melihat Kaysha yang keluar dari kamarnya


Azzam tersenyum sumringah, Ia merentang


kan tangannya ingin digendong Kaysha.


Rangga baru keluar. dari kamarnya, Ia


hendak berangkat dinas,


Dengan tertatih Kaysha menghampiri


Azzam.


"Sini sayaang...!" Kaysha mendekat.


"Biar Ayah saja, Buna lagi sakit "


Potong Rangga.


"Ayo Buna ...Azzam pengen tutu "


Ujar Azzam mengajak Kaysha, Sedangkan


Ia digendong Rangga.


Kaysha membuat susu untuk Azzam,


Dan segelas kopi untuk Rayhan.


"Abang mau kopi ?" Tawar Kaysha.


"Enggak Al...Tadi sudah minum bareng


Raffa " Jawab Rangga.


""Loh mana Dia, Bang ?" Tanya Kaysha


Celingukan.


"Dia ada panggilan mendadak, Urgent


katanya" Jawab Rangga lagi


"Oh...!" Ucap Kaysha ber Oh ria.


"Ayah berangkat dulu, Jangan nakal


ya..Jangan antar Ayah.." Ujar Rangga


melirik Kaysha, Ia tahu dulu Istrinya


Seperti itu untuk pertama kalinya karena


Digempur terus Olehnya.


Wajah Kaysha memerah, Ia menunduk


Menyembunyikan wajahnya yang sedikit


malu,


"Al...Mana kopinya ?" Kata Rayhan yang Ter


lihat segar, Senyum selalu tersungging di


Wajah tampannya, Rangga tersenyum di


sudut bibirnya, Ia tahu adiknya baru mene


mukan kebahagiaan yang hakiki, Dan sebagai


Seorang Abang Ia ingin sang Adik mempunyai


kebahagiaan selalu dalam rumah tangga


barunya.

__ADS_1


"Abang berangkat dulu,,!" Ujar Rangga.


"Iya Bang !" Jawab Rayhan.


"Jangan khawatirkan Azzam, Ada Kami "


Ucap Rayhan.


"Jangan biarkan istrimu gendong Azzam


dulu !" Titah Rangga.


"Iya Bang..Aku ngerti " Jawab Rayhan.


"Kalo gempur lawan tuh hati - hati, Ingat


Kondisi lawanmu ini bukan musuh semba


rang musuh, Bisa - bisa lawanmu cedera


jika Kamu gempur terus tidak ada waktu,


Kalau sakit siapa yang rugi " Nasihat


Rangga ketika Rayhan mengikutinya di


belakang mengantar Abangnya berangkat.


"Siaap Bang...!" Jawab Rayhan.


Setelah memakai sepatunya, Rangga berdiri


"Untuk sementara jangan biarkan Al dan


Azzam keluar cuma berdua " Rangga


berpesan.


"Bagaimana sudah ketemu siapa pelakunya?"


Tanya Rangga lagi.


"Kami masih menyelidiki, Mobil dan Orang


nyapun berbeda, Orang yang menculik


Dan Orang yang mengembalikan Al dan


Azzam kerumah ini, Aku berbicara dengan


Ayah mertua Mereka bilang itu bukan


Pengawal Al, Mereka tidak memberikan


Al pengawal karena Al yang memaksa, "


Jawab Rayhan.


"Malah Ayah Irham memberikan nmr mobil


Dan Orang - Orang kepercayaannya padaku


Walaupun tidak semua, Aku paham karena


Aku menantu baru Mereka, Mereka belum


Sepenuhnya percaya Padaku " Sambung


Rayhan, Wajahnya sedikit tertunduk Ia


perlu berjuang lebih lama lagi, Untuk me


raih kepercayaan keluarga Mertuanya,


Apalagi keluarga Wijaya sungguh ....


Begitu sulit masuk didalamnya, Bahkan


Seperti tidak tersentuh, Ia masih bersyukur


Mendapatkan Al yang bukan Keluarga


Sang Ayah mertua.


*****


"Wah ..Indahnya..!" Ujar Kaysha takjub me


Mandang rumah minimalis dua tingkat


Didepan matanya.


"Bunaa...baguus " Celetuk Azzam takjub.


"Gimana, Kalian suka ?" Tanya Rahyan.


"Suka sekali Bang ...!" Jawab Kaysha.


Ia dan Azzam diajak berkeliling oleh Rayhan.


"Rumah Siapa Bang ?" Tanya Kaysha.


"Rumah Kita !" Jawab Rayhan, Ia meng


genggam jemari Kaysha lembut.


"Maaf Abang nggak bisa memberikanmu


kemewahan, Hanya ini yang Abang punya


Inipun Abang harus bekerja keras dan me


nabungnya selama bertahun-tahun, Tidak


apa kan Sayang?" Tanya Rayhan tulus.


Kaysha tersenyum, Ia mencium tangan


Rayhan, Tangan Yang bertanggung jawab


Atas nafkah lahir ataupun Bathin Dirinya,


Yang senantiasa akan bekerja keras


menghidupi kebutuhan hidup Dirinya


Dan Anak - anak Mereka nanti.


"Terimakasih Abang telah percaya Padaku,


Dan terimakasih Abang Mau hidup Ber


samaku walaupun Abang belum tahu Siapa


Diri Saya sepenuhnya, Namun Abang dengan


Sukarela mau berada disisiku" Ucap Kaysha


lembut.


Kini Rayhan merengkuh bahu istrinya.


"Siapapun Dirimu pada kenyataannya,


Kamu adalah istri Abang dan selamanya


Akan selalu jadi istri Abang, Humm " Jawab


Rayhan tulus, Semakin merapatkan wajahnya


"Jangan berlebihan ada Anak - anak "


Ucap Kaysha.


Rayhan terkekeh.

__ADS_1


"Iya ..Aku ngerti kok, " Jawab Rayhan.


Dirinya membantu Azzam membetulkan


Duduknya di sofa yang kelihatan baru,


Kaysha terpukau Ini rumah dan perabotan


Yang Rayhan siapkan untuk Dirinya dan


Anak - anaknya kelak, Ia bersyukur Rayhan


Adalah Suami yang betul - betul bertanggung


jawab Padanya.


"Maaf ..Kami tidak bisa memberikan keme


wahan Padamu, Namun Aku akan berusaha


mencukupi kebutuhan hidup Kita dengan


Bekerja keras "Ucap Rayhan.


"Terima kasih Abang ...!" Ucap Kaysha tulus,


"Sejak kapan Abang membangun rumah ini,


Apa Abang berencana untuk wanita kekasih


Abang dahulu ?" Tanya Kaysha karena Per


nikahan Mereka baru beberapa Minggu,


Bahkan pernikahan Mereka terkesan men


dadak.


Rayhan menggusak pucuk kepala sang


Istri gemas.


"Ya ..Untuk Istri Abanglah, Abang menabung


Dari gaji dan hasil usaha keluarga, Walaupun


itu bisa terkumpul dengan susah payah untuk


membangun rumah ini dan perabotannya.


Perlu waktu bertahun - tahun Al, Meraih


Impian Abang ini " Jawab Rayhan serius.


"Siapapun Dirimu, Apapun profesimu dan


berapapun gajimu Aku menerimanya,


Walaupun Abang Orang biasa sekalipun


Walaupun hanya seorang buruh Aku


akan ikhlas menerima Seseorang yang


Ditakdirkan untukku " Ucap Kaysha


Dari hati sanubarinya.


"Bagaimana kalau buruh serabutan, Yang


pendapatannya tidak tentu " Uji Rayhan.


"Asalkan halal Aku menerimanya,


Harta bisa dicari bersama namun kasih


sayang tulus sulit didapat, Malah Aku


lebih berhati - hati sama Pria yang bilang


Saya hanya kuli, Buruh serabutan karena


kebanyakan dari Mereka adalah Abdi


Negara yang low Profile tak ingin dikenal


Sebagai Seseorang dengan Profesinya,


Mereka hanya ingin hidup sebagai mas


yarakat biasa " Jelas Kaysha.


"Pintar Kamu Al,...Kenapa juga Aku


nggak ngaku tukang Siomay" Ucap


Rayhan menggoda istrinya.


"Diih banyak juga kali teman Abang yang


nyamar jadi tukang bakso, bahkan yang


jadi ojol juga ada kan ?" Selidik Kaysha.


"Ssst ...Udah jangan berisik Sayang !"


Potong Rayhan.


"Intinya Apapun pekerjaan Suami Kita


Selagi itu halal, Aku menerimanya dengan


Senang hati dan ikhlas" Ucap Kaysha


matanya menatap wajah Rayhan dan


mengusapya lembut secara perlahan,


Rayhan melirik Azzam yang tengah an


teng duduk disofa menikmati camilannya.


"Ah..Ada Azzam" Kembali Ia mendaratkan


Ciuman singkat dibibir Kaysha Secara kilat


pula takut Azzam keburu melihat Mereka.


Taklama bunyi ponsel Rayhan berbunyi.


Dan Rayhan meminta izin Kaysha meneri


manya.


"Iya Yah...Kami akan segera Pulang !"


Jawab Rayhan.


*Siapa hayooo?


************************************************


**Bersambung


**Please like or comment, Hadiah bahkan


vote juga boleh ( Ngarep lagi )


Maafkan Author Dua hari tidak Up karena


jadwal padat merayap sebagai seorang .


Emak ( Bukan Orang penting juga 😁)


Hayooo sayang Diantos ( ditunggu)

__ADS_1


Ya ! 🙏😘


.


__ADS_2