
Hari yang cerah nan indah, Sinar mentari
Pagi yang hangat masuk lewat celah
Jendela,..
Kaysha melanjutkan kembali tidurnya,
Karena tadi ditarik Rayhan, Kini masih
Setia bergelung selimut dan menelusup
kan wajahnya didada bidang sang Suami,
Begitu juga tangan kekar Rayhan dengan
Setia melingkar dipinggang Istrinya.
Karena silau, Perlahan mata cantik Kaysha
mulai mengerjap, Dan itu terlihat sangat
lucu dimata Rayhan.
"Mmmph...!" Ci****n selamat pagi ditautkan
Sang Suami, Kaysha ingin berontak namun
Akhirnya Ia pasrah juga.
"Morning...!" Ucap Rayhan serak.
"Abang ...Ih !" sahut Rayhan.
"Apa ...cinta ?" Jawabnya.
"Mulai Alaynya deh !" Delik Kaysha.
"Kan cuma sama Kamu, Al" Ucap Rayhan
"Asal jangan kelain hati aja honey " Sambung
Rayhan setengah berbisik.
"Ih Modus...!" potong Kaysha.
"Sayaang ..." Sahut Rayhan lembut,
Buru - buru Kaysha membuka selimut yang
Membalut tubuh mereka, Kemudian Ia turun
Dari tempat tidurnya sebelum sang Suami
memakannya lagi.
"Ayo bangun Bang...Takut Azzam nyariin "
Ajak Kaysha.
"Aku buatkan kopi atau susu ?" Tanya Kaysha.
Rayhan mencoba menggaruk tengkuknya
yang tidak gatal.
"Aku mau susunya Anu...."Jawabnya menger
Ling nakal.
Kaysha bergidik ngeri, Buru - buru Ia keluar
Dari kamarnya.
Didapatinya Azzam telah tampan sedang
Menonton Kartun kesayangannya.
Melihat Kaysha yang keluar dari kamarnya
Azzam tersenyum sumringah, Ia merentang
kan tangannya ingin digendong Kaysha.
Rangga baru keluar. dari kamarnya, Ia
hendak berangkat dinas,
Dengan tertatih Kaysha menghampiri
Azzam.
"Sini sayaang...!" Kaysha mendekat.
"Biar Ayah saja, Buna lagi sakit "
Potong Rangga.
"Ayo Buna ...Azzam pengen tutu "
Ujar Azzam mengajak Kaysha, Sedangkan
Ia digendong Rangga.
Kaysha membuat susu untuk Azzam,
Dan segelas kopi untuk Rayhan.
"Abang mau kopi ?" Tawar Kaysha.
"Enggak Al...Tadi sudah minum bareng
Raffa " Jawab Rangga.
""Loh mana Dia, Bang ?" Tanya Kaysha
Celingukan.
"Dia ada panggilan mendadak, Urgent
katanya" Jawab Rangga lagi
"Oh...!" Ucap Kaysha ber Oh ria.
"Ayah berangkat dulu, Jangan nakal
ya..Jangan antar Ayah.." Ujar Rangga
melirik Kaysha, Ia tahu dulu Istrinya
Seperti itu untuk pertama kalinya karena
Digempur terus Olehnya.
Wajah Kaysha memerah, Ia menunduk
Menyembunyikan wajahnya yang sedikit
malu,
"Al...Mana kopinya ?" Kata Rayhan yang Ter
lihat segar, Senyum selalu tersungging di
Wajah tampannya, Rangga tersenyum di
sudut bibirnya, Ia tahu adiknya baru mene
mukan kebahagiaan yang hakiki, Dan sebagai
Seorang Abang Ia ingin sang Adik mempunyai
kebahagiaan selalu dalam rumah tangga
barunya.
__ADS_1
"Abang berangkat dulu,,!" Ujar Rangga.
"Iya Bang !" Jawab Rayhan.
"Jangan khawatirkan Azzam, Ada Kami "
Ucap Rayhan.
"Jangan biarkan istrimu gendong Azzam
dulu !" Titah Rangga.
"Iya Bang..Aku ngerti " Jawab Rayhan.
"Kalo gempur lawan tuh hati - hati, Ingat
Kondisi lawanmu ini bukan musuh semba
rang musuh, Bisa - bisa lawanmu cedera
jika Kamu gempur terus tidak ada waktu,
Kalau sakit siapa yang rugi " Nasihat
Rangga ketika Rayhan mengikutinya di
belakang mengantar Abangnya berangkat.
"Siaap Bang...!" Jawab Rayhan.
Setelah memakai sepatunya, Rangga berdiri
"Untuk sementara jangan biarkan Al dan
Azzam keluar cuma berdua " Rangga
berpesan.
"Bagaimana sudah ketemu siapa pelakunya?"
Tanya Rangga lagi.
"Kami masih menyelidiki, Mobil dan Orang
nyapun berbeda, Orang yang menculik
Dan Orang yang mengembalikan Al dan
Azzam kerumah ini, Aku berbicara dengan
Ayah mertua Mereka bilang itu bukan
Pengawal Al, Mereka tidak memberikan
Al pengawal karena Al yang memaksa, "
Jawab Rayhan.
"Malah Ayah Irham memberikan nmr mobil
Dan Orang - Orang kepercayaannya padaku
Walaupun tidak semua, Aku paham karena
Aku menantu baru Mereka, Mereka belum
Sepenuhnya percaya Padaku " Sambung
Rayhan, Wajahnya sedikit tertunduk Ia
perlu berjuang lebih lama lagi, Untuk me
raih kepercayaan keluarga Mertuanya,
Apalagi keluarga Wijaya sungguh ....
Begitu sulit masuk didalamnya, Bahkan
Seperti tidak tersentuh, Ia masih bersyukur
Mendapatkan Al yang bukan Keluarga
Sang Ayah mertua.
*****
"Wah ..Indahnya..!" Ujar Kaysha takjub me
Mandang rumah minimalis dua tingkat
Didepan matanya.
"Bunaa...baguus " Celetuk Azzam takjub.
"Gimana, Kalian suka ?" Tanya Rahyan.
"Suka sekali Bang ...!" Jawab Kaysha.
Ia dan Azzam diajak berkeliling oleh Rayhan.
"Rumah Siapa Bang ?" Tanya Kaysha.
"Rumah Kita !" Jawab Rayhan, Ia meng
genggam jemari Kaysha lembut.
"Maaf Abang nggak bisa memberikanmu
kemewahan, Hanya ini yang Abang punya
Inipun Abang harus bekerja keras dan me
nabungnya selama bertahun-tahun, Tidak
apa kan Sayang?" Tanya Rayhan tulus.
Kaysha tersenyum, Ia mencium tangan
Rayhan, Tangan Yang bertanggung jawab
Atas nafkah lahir ataupun Bathin Dirinya,
Yang senantiasa akan bekerja keras
menghidupi kebutuhan hidup Dirinya
Dan Anak - anak Mereka nanti.
"Terimakasih Abang telah percaya Padaku,
Dan terimakasih Abang Mau hidup Ber
samaku walaupun Abang belum tahu Siapa
Diri Saya sepenuhnya, Namun Abang dengan
Sukarela mau berada disisiku" Ucap Kaysha
lembut.
Kini Rayhan merengkuh bahu istrinya.
"Siapapun Dirimu pada kenyataannya,
Kamu adalah istri Abang dan selamanya
Akan selalu jadi istri Abang, Humm " Jawab
Rayhan tulus, Semakin merapatkan wajahnya
"Jangan berlebihan ada Anak - anak "
Ucap Kaysha.
Rayhan terkekeh.
__ADS_1
"Iya ..Aku ngerti kok, " Jawab Rayhan.
Dirinya membantu Azzam membetulkan
Duduknya di sofa yang kelihatan baru,
Kaysha terpukau Ini rumah dan perabotan
Yang Rayhan siapkan untuk Dirinya dan
Anak - anaknya kelak, Ia bersyukur Rayhan
Adalah Suami yang betul - betul bertanggung
jawab Padanya.
"Maaf ..Kami tidak bisa memberikan keme
wahan Padamu, Namun Aku akan berusaha
mencukupi kebutuhan hidup Kita dengan
Bekerja keras "Ucap Rayhan.
"Terima kasih Abang ...!" Ucap Kaysha tulus,
"Sejak kapan Abang membangun rumah ini,
Apa Abang berencana untuk wanita kekasih
Abang dahulu ?" Tanya Kaysha karena Per
nikahan Mereka baru beberapa Minggu,
Bahkan pernikahan Mereka terkesan men
dadak.
Rayhan menggusak pucuk kepala sang
Istri gemas.
"Ya ..Untuk Istri Abanglah, Abang menabung
Dari gaji dan hasil usaha keluarga, Walaupun
itu bisa terkumpul dengan susah payah untuk
membangun rumah ini dan perabotannya.
Perlu waktu bertahun - tahun Al, Meraih
Impian Abang ini " Jawab Rayhan serius.
"Siapapun Dirimu, Apapun profesimu dan
berapapun gajimu Aku menerimanya,
Walaupun Abang Orang biasa sekalipun
Walaupun hanya seorang buruh Aku
akan ikhlas menerima Seseorang yang
Ditakdirkan untukku " Ucap Kaysha
Dari hati sanubarinya.
"Bagaimana kalau buruh serabutan, Yang
pendapatannya tidak tentu " Uji Rayhan.
"Asalkan halal Aku menerimanya,
Harta bisa dicari bersama namun kasih
sayang tulus sulit didapat, Malah Aku
lebih berhati - hati sama Pria yang bilang
Saya hanya kuli, Buruh serabutan karena
kebanyakan dari Mereka adalah Abdi
Negara yang low Profile tak ingin dikenal
Sebagai Seseorang dengan Profesinya,
Mereka hanya ingin hidup sebagai mas
yarakat biasa " Jelas Kaysha.
"Pintar Kamu Al,...Kenapa juga Aku
nggak ngaku tukang Siomay" Ucap
Rayhan menggoda istrinya.
"Diih banyak juga kali teman Abang yang
nyamar jadi tukang bakso, bahkan yang
jadi ojol juga ada kan ?" Selidik Kaysha.
"Ssst ...Udah jangan berisik Sayang !"
Potong Rayhan.
"Intinya Apapun pekerjaan Suami Kita
Selagi itu halal, Aku menerimanya dengan
Senang hati dan ikhlas" Ucap Kaysha
matanya menatap wajah Rayhan dan
mengusapya lembut secara perlahan,
Rayhan melirik Azzam yang tengah an
teng duduk disofa menikmati camilannya.
"Ah..Ada Azzam" Kembali Ia mendaratkan
Ciuman singkat dibibir Kaysha Secara kilat
pula takut Azzam keburu melihat Mereka.
Taklama bunyi ponsel Rayhan berbunyi.
Dan Rayhan meminta izin Kaysha meneri
manya.
"Iya Yah...Kami akan segera Pulang !"
Jawab Rayhan.
*Siapa hayooo?
************************************************
**Bersambung
**Please like or comment, Hadiah bahkan
vote juga boleh ( Ngarep lagi )
Maafkan Author Dua hari tidak Up karena
jadwal padat merayap sebagai seorang .
Emak ( Bukan Orang penting juga 😁)
Hayooo sayang Diantos ( ditunggu)
__ADS_1
Ya ! 🙏😘
.