
Hujan kembali turun, Kaysha memandang
Rintik air yang turun perlahan membasahi
Bumi, Ia sangat menikmatinya.
"Apa kabarmu disana?" Tanya Kaysha
Dalam hati, Sesaat Ia memandang foto
Kebersamaan Mereka bertiga saat mendaki
Gunung...
Tawa bahagia tersungging dibibir Mereka,
Terutama Dirinya.
"Belajarlah untuk saling melupakan !"
Pintanya sebelum berangkat, Ia pergi bersama
Air hujan yang turun dengan perlahan.
"Jangan mengantarkan ku, Pabila Kamu akan
menghujani kepergianku dengan air mata,
Jalani hidup dan berbahagialah karena
Perasaan diantara Kita adalah sesuatu yang
Tidak mungkin dan tidak akan pernah terjadi "
Ucapnya datar, Padahal Kaysha tahu Dia juga
Sedang berdamai dengan perasaannya.
"Anggap saja ..Ini perpisahan Kita bersama
Perasaan yang akan terkubur, Akupun akan
Belajar melupakanmu Al, " Ujarnya.
"Mulai besok hubungan Kita akan kembali
Seperti semula, Maaf ..Aku yang salah
Tidak bisa mengontrol perasaan Sendiri
Dan melibatkanmu, Maafkan Aku !" Lirihnya.
Kaysha tidak dapat berkata apa - apa,
Selain merelakan ...Dan berdo' a Ia dan
Seseorang itu bisa saling melupakan
Ini untuk kebaikan Mereka, Karena sejatinya
Cinta Mereka adalah sesuatu yang tidak
Mungkin dan Kini diantara air hujan Mereka
Berjanji saling melupakan dan saling Merelakan
"Berbahagialah dan Dapatkan Seseorang
Yang layak untukmu!" Ucapnya terakhir kali
Dan itu sangat menusuk jantungnya
"Baik ....Akan Aku dapatkan Seorang Pangeran,
Atau perlu Seorang superstar seperti Bintang
Dilangit yang lebih segalanya dari Dirimu !"
Ucap Kaysha, Dalam pelukannya untuk yang
Terakhir kali,
"Bagus ...Bersemangat lah ...Kita cari
Seseorang yang layak berada disisi Kita "
Ucapnya perlahan Seraya memeluk Kaysha
Untuk yang terakhir kali.
Hujan di bulan September Adalah pertemuan
Mereka kembali sekaligus perpisahan Mereka.
Terdengar lucu diantara Mereka saling me
nyemangati mencari pasangan baru,
Disaat perpisahan Mereka tidak ada rasa
Marah ataupun sakit hati, Namun entah
Dengan perasaan Mereka yang terdalam.
*********
"Pagii....!" Ucap Kaysha Ia sudah siap dengan
Koper besarnya.
"Al....!" Ujar Kayla
"Kamu ini teh Seriusan ?" Tanya Kayla me
mastikan
"Ya teh ....Al mau hidup sendiri, Karena Al
teh udah besar Teh,...Al ingin Mandiri "
Ujar Kaysha.
"Jangan khawatir Teh ...Ayah sama Bunda
Udah ngizinin kok, Sebum Al pulang kesini"
Ujar Kaysha
"Boleh ...Kamu hidup sendiri,Tapi Kamu mau
kan kerja di perusahaan Daddy bantu Gia,
Kamu pintar dan lulusan luar negri, Pasti
Teteh dan Gia akan terbantu" Tawar Kayla.
Kaysha tersenyum samar,
"Nggak teh ....Al lebih nyaman tinggal di
Bandung dan mengelola kafe Bunda disana
Karena itu mutlak milik Al, Al ingin mandiri
Teh ...!" Ucap Kaysha.
"Al...!" Potong Kayla, Ia sangat khawatir
"Nggak pa- pa Bun, Jangan paksa Al Dia juga
punya mimpinya Sendiri, Jangan khawatir
__ADS_1
Ada Aku dan Ayah, Bentar lagi juga Aa pulang
Bun !" Ujar Gia.
"Iya Sayang ....Tugasnya juga sudah repot
Ngurus kafe sama perkebunan teh disana !"
Ucap Seandra.
"Baiklah...Tapi kapan - kapan Pulanglah,
Teteh selalu kangen Kamu Al " Ucap Kayla
Memeluk erat Kaysha.
"Ternyata Kamu sudah besar Al,..
Baru kemarin Teteh sama Bunda ngasuh
Kalian,...Sekarang Kalian udah besar"
Lirih Kayla lembut,
"Makasih teh ..Udah Ah, Kayak mau ditinggal
Kemana aja, Ntar juga kalo Weekend Kita
Ketemu " Ujar Kaysha.
"Kamu dianter Supir ya Al, ..Jangan pergi
Sendiri!" Pinta Seandra
"Nggak ah Mas,...Aku mau bawa si Luna "
Jawab Kaysha.
Luna adalah panggilan mobil kesayangan
Dirinya untuk mobil kesayangannya.
"Ya sudah terserah, Tapi hati - hati dijalan.
ya !" Ujar Seandra.
"Tapi teh ...Tolong nanti kirim Si Kribo yah !"
Pinta Kaysha.
"Nggak.....!!" Teriak ketiga Mereka bertiga
Serempak.
"Kami takut Kamu turun ke jalan lagi !"
Ujar Gia.
"Yeey ....Meni segitunya!" Ujar Kaysha
Mengerucutkan bibirnya, Ia sudah men
duganya.
"Kami hanya tidak ingin membuatmu
Celaka Al..." Ujar Seandra.
"Iya deh...Iya !" Ucap Kaysha.
Taklama Mereka sarapan dengan tenang,
Sementara Maid membawa koper Kaysha
Kedalam Bagasi mobilnya.
*******
Bukannya Aku ingin lari, Namun Ia ingin
Menghindar bersama nasibku " Ucap
Kaysha...
Kaysha sengaja mematikan AC mobilnya,
Ia sengaja membuka jendela mobilnya,
Menikmati semilir angin yang berhem
bus menikmati perjalanannya kali ini.
Kaysha akan menikmati kehidupannya
Sekarang dengan kejombloan Dirinya
Seraya berpetualang mencari cinta baru
Untuknya.
"Beneran Sist....Yeey mau tinggal disini
lagih...!" Ujar Hendra cowok jadi - jadian
Teman sekolahnya dulu, satu angkatan
Dengan Dirinya kini Ia bekerja disalah
satu Bank swasta di kota ini,
Selain sifatnya yang nyeleneh, Dia adalah
Pria terpintar di kelasnya dulu dan selalu
menjadi rival terberatnya.
"Iya ...Gue handel lagi kafe milik Bunda,
Sekarang mutlak milik Gue!" Ucap Kaysha.
"Oh syukurlah Ce....Yeey kan bisa ngembangin
Diri Lo sendiri disini, Lagian Yeey mah beruntung
Aposeh yang elo mau Tuhan Kasih, Lah .
Eyke harus Grusak - grusak, Tidombreng -
Tidombreng dulu kalau mau doku, Elo mah
Udah beruntung hidup elo" Ucap Hendra.
"Teros ....Aa elo gimana ? Setuju ?"
Tanya Hendra Karena Dia tahu seposesif apa
Yang dipanggil Aa oleh Kaysha.
"Kita udah nggak saling ikut campur urusan
masing - masing " Ucap Kaysha.
Hendra tersenyum, Ia menepuk bahu sahabat
nya itu.
"Nah gitu dong! Sadar Cinta Kalian terlarang
Beb...Gue dukung elo move on, Mau gue
kenalin sama manager Gue, Dia cakep
__ADS_1
Mandiri lagi, ...Mau ya ?" Tanya Hendra
Antusias,
"Tapi laki kan ?" Tanya Kaysha.
"Iya dong Al,....Masa kecombreng Gue
kenalin ke elo Sist " Delik Hendra.
"Nggak ah ...Gue takut itu mantan pacar elo"
Goda Kaysha cekikikan.
"Eh...Enak aja Yey kira Eyke belok gitu,
Ih amit - amit tujuh turunan Gue bukan
hobi main pedang - pedangan Beb, ...
Eyke masih normal, Awas Elo jatuh cintrong
Sama pesona gue!" Ucap Hendra.
Kaysha bergidik menggoda Hendra.
"Gue. ..Jatuh cinta sama elo? Sorry ya,
Amit - amit ntar rambut gue rontok gara
- gara main Jambak - jambakan sama elo"
Ucap Kaysha terkikik.
"Yey mah nggak tahu daleman gue, ....
Belom Apa - apa mulut elo jahara, Awas
Ya elo gue sumpahin dapet Duda punya
Anak, Gue sakit hati tahu, Masa Gue ganteng
Gini ....!" Rutuk Hendra.
"Nah ..Itu Do' a elo yang jahat Beb!"
Ucap Kaysha.
"Tapi kalo dudanya sekelas Song Jong Ki
mah mau banget Gue!" Jawab Kaysha.
"Huft...!"
Ujar Hendra yang tersedak ketika meminum
Strawberry shake, Mendengar perkataan
Kaysha.
"Ngarep banget Kamu Al..!" Ucap Hendra
terkikik.
Kayshapun terkikik membayangkan do'a nya
Membayangkan wajah sang duda tampan
Idolanya.
"Yeey ...Enggak kerja?"Tanya Kaysha.
"Eh Marimar ...Ini tuh Weekend Tsay...
Masa gue kerja terus, Emangnya Gue
Kerja rodi apa, Nggak dapet libur, ini
Negara udah merdeka say.....Bukan jaman
Penjajahan lagi ,," Cerocosnya.
"Iya deh Mak,....Gue lupa ini Weekend"
Ucap Kaysha.
"Ah..Gue lembur disini, Kalo Weekend kafe
rame, Elo temenin Gue ya!"Pinta Kaysha.
"Tapi ...Gue digaji juga ya!" Pinta Hendra.
"Dasar matre Lo, Baik Gue traktir Steak yang
paling enak disini !" Tawar Kaysha.
"Nah gitu dong, ..Sekalian make up keluaran
terbaru ya tsay. ..!" Goda Hendra.
Mata Kaysha terbelalak,
"Eh ...Hendra, ..! Inget Lo udah bener - bener
Belok ya, Masa Siang elo namanya Hendra
Jangan - jangan malem elo ganti nama
Heni,....Lagian elo Mau konser di perempatan
jalan mana, Apa elo nggak malu sama kerjaan
Elo !" Ucap Kaysha.
Hendra melongo mendengar ucapan Kaysha
Beruntung ruangan Kaysha kedap suara.
"Eh ...Yeey denger dulu, Elo kayak suara
Emak - emak akhir bulan deh, ...Itu buat
Nyogok si Nita pacar Eyke , .....Soalnya
Weekend ini dia ngajak Gue holiday,
Cuma Gue nggak tega sama elo, Gue
mah Orangnya setia kawan Beb !"
Ucap Hendra.
"Oh...Wanita ?" Potong Kaysha.
"Iyalah ....Masa Ben ******" Jawab Hendra
Cepat.
"Yaa ...Kali aja ...!" Jawab Keysha terkikik.
"Ah...Elo mah Jahara....!!" Sungut Hendra.
************************************************
**Bersambung
**Please like or comment,🙏😘
**Terimakasih reader's tersayang yang udah
mampir di karya recehku ini.
__ADS_1
"