Hujan September

Hujan September
*Episode 73


__ADS_3

Kaysha berlindung pada sebuah pohon,


Berharap disisa kekuatannya, Mengharap


Masih ada kesempatan yang tersisa.


Beberapa bagian kulitnya terkoyak,


Terluka, Dan wajahnya tersamar oleh


Lumpur dan air sungai.


Ia bertahan disisa kekuatannya,


Dengan tangis diujung bibirnya, Namun


Senyum tercetak diwajahnya


Betapa Dirinya bahagia dengan sebuah


Cinta, Kini Dirinya tengah berbahagia


Menerima semua anugerah setelah


Melewati semuanya, Ia diberi kesempatan


Untuk mencecap kebahagiaan, Keluarga


Utuh dan berlebih malah kebahagiaan


Itu tidak pernah pudar saat Suaminya


Kembali, Cinta yang murni Dirinya dapat


Dari Rayhan, Kasih sayang yang begitu


Banyak tercurah dari Keluarga,


Kini ia memahami perkataan seorang


Nenek Padanya,


"Hubungan Kalian akan dipenuhi dengan


Cinta namun akan diuji selalu dengan


Cobaan berat, Hingga entah Siapa yang


Akan berakhir duluan, Ibarat sebuah pion


Catur, Namun semuanya akan berakhir


Dengan sebuah pilihan bertahan atau


Melupakan " Rayhan terpekur sendirian


Sesak didada membuat Dirinya goyah...


Andai Kaysha tidak bertemu Dirinya


Mungkin semua tidak akan seperti ini.


Ia bertahan demi cinta, Sangat ...Dan


Dirinya akan bertahan.sampai mana,


Kini Ia bertekad dalam hati andai ini


Waktu yang terakhir, Ia akan berharap


Ia bersama sampai akhir, Menggenggam


Dan memeluknya erat.


Dengan sisa pengharapan, Rayhan men


cari bersama beberapa tim pencari,


Yang tergabung dari beberapa tim


"Hanya satu yang kusesali saat Dirinya


meminta Aku bersamanya waktu itu, ..


Andai waktu itu Aku bersamanya mungkin.


Saat ini Kejadian itu takkan. terjadi "


Lirih Rayhan mengepalkan tangannya,


"Ray ....Jangan terus menyalahkan Dirimu,


Semuanya sudah ada yang mengatur,


Kita harus mencari, Masih ada keajaiban


Istrimu masih selamat !" Ucap Rangga


Yang bersama Rayhan Ikut mencari.


Tim SAR dikerahkan untuk pencarian


bahkan alat berat sudah didatangkan


Untuk Evakuasi Korban,


Rayhan menatap langit yang semakin


Senja, Terpaksa pencarian dihentikan.


Sementara karena Cuaca dan malam


Yang merayap datang namun masih


Banyak anggota yang terus menyisir


Dan. mencari.


"Aku yakin Istrimu baik - baik saja "


Ucap Rangga mengusap bahu adiknya


Pelan.


Wajah Rayhhan terlihat pucat, Saat beberapa


Korban ditemukan, Mereka sudah dalam


Keadaan tak bernyawa,


Rayhan terpekur namun Ia berharap


Keajaiban itu ada, Seperti saat Dulu


Kaysha terus menunggunya walau


Kesempatan itu nol persen sekalipun

__ADS_1


Ia akan berusaha mencari sampai


Kapanpun.


"Ray ... Istirahatlah, ....Kamu tidak


boleh sampai melupakan Dirimu


Sendiri" Ucap Rangga.


Namun Rayhan tidak perduli disaat Orang


lain berhenti dan berganti dengan yang lain,


Ia malah Melanjutkan, Ia menyusuri tebing ..


"Ray berbahaya, Keadaan masih labil


Dikhawatirkan akan ada longsor Susulan"


ingat Rangga.


"Pak .... Berhenti,! Ini sangat berbahaya"


Ujar sang Kepala tim pencarian


Namun Rayhan tidak mengindahkan


Semua itu.


Rayhan tidak mendengar, Dan seolah tuli.


Ia terus mencari disaat Orang lain berhenti,


Menyusuri lembah dan berakhir disebuah


Titik.


Sayup - sayup terdengar sebuah suara


Dan terdengar lirih ...


*****


Azzam memandang wajah Lisa yang


Terlelap habis menangis, Ia tak dapat


Menggambarkan apa yang dirasakannya


Saat ini,


Lisa memeluk Gio dan baru juga terti


dur setelah berjaga semalaman, Menunggu


Kabar sang Ibu.


Disampingngnya pula, Zain sedang


Menunggui dua keponakannya tertidur,


Seraya beristirahat sebentar, Karena usia


Ia sadar diri,Sedangkan Seandra masih


Terlihat aktif mengatur anak buahnya


Ikut mencari keberadaan Kaysha.


"Dek ....Bangun....!" Ujar Azzam


Perlahan Mata itu mengerjap,


"Ada apa Bang ?" Tanya Lisa serak.


Taklama Rayhan muncul


"Kalian bersiap .....Kita ke Rumah sakit


Sekarang"Titah Rayhan,


Perlahan Zain mengucek matanya.


"Apa Al sudah diketemukan ?" Tanya


Zain.


",Iya Bu Al sudah diketemukan dan


Sekarang berada diRumah sakit "


Jawab Rayhan.


Rasa haru menyelimuti pikirannya


"Bagaimana keadaannya?" Tanya


Zain


****


"Sahh.....!!" Ucap Para saksi yang hanya


Terdiri dari beberapa orang saja


Mengingat Kondisi Kaysha yang baru


Saja bangun dari komanya.


Rayhan mengecup kening Lisa lembut,


Hatinya sudah menerima pernikahan


Ini, Cinta yang akan benar Ia pupuk


Setelah menikah, Dan tentu sudah menjadi


Pasangan halal untuknya, Ia belajar dari


Kisah mertuanya kini, Ternyata berpacaran


Sesudah menikah itu terasa lebih indah,


Karena pada kenyataannya cinta ikhlas


Yang muncul dari sanubari membuat


Kita bertahan walau diterpa badai apapun.


Saling menerima kekurangan dan kelebihan


Masing - masing, Saling melindungi dan


Membuat kadar cinta itu semakin tidak


Terukur,

__ADS_1


"Aku mengajukan pensiun dini Al"


Ucap Rayhan disuatu hari,


Kini Ia mendorong kursi roda Kaysha


Kearah taman, Kaysha menoleh menatap


Dalam wajah tampan suaminya,


"Kenapa kok tiba - tiba?" Tanya Kaysha


Lembut,


Rayhan berjongkok didepan wajah Kaysha


Terlihat ada rasa cinta yang tergambar


Disana, Rayhan meraih tangan Kaysha


Dan menciumnya perlahan.


"Aku ingin menikmati waktu bersamamu,


Melewati hari yang tersisa hingga saatnya


nanti, Setelah tugas Rayhan dan Lisa sudah


Diwisuda Kita kembali mengisi rumah Kita


ini berdua Al,..." Ucap Rayhan.


"Aku tak memaksa akan Aa yang akan sekolah


Keluar Negeri, Dan aku akan menghormati


Keinginannya tidak menjadi penerus ku,


Karena Kita punya buyung" Sambungnya.


"Dan Bang Rangga kini bahagia kembali


Bersama Rania, Kini Rania telah dewasa,


Perpisahan Mereka mengajarkan


Berbagai banyak hal, Dan Aku lega


Ban Rangga mempunyai keluarga


Sendiri, Dan akan.segera mempunyai


Menantu" Terlihat binar bahagia diwajah


Rayhan.


"Kita bahagia disini walaupun Aku berada


Dalam bayang - bayang Aa, Aku menikmati


Semuanya, Cintamu yang teramat besar


Untukku, Kesederhanaan dan arti kata


Kasih sayang ... Dan satu hal yang tidak


Ingin Aku Alami . .." Sambung Rayhan.


Sesaat bola mata teduh itu memandang


Lekat wajah Suaminya didepannya.


"Apa ...?" Tanya itu terdengar lirih.


Sesaat Rayhan menaruh wajahnya di


Pangkuan Kaysha.


"Aku sangat takut kehilanganmu"


Lirihnya sendu.


Kaysha mengusap pelan pucuk kepala


Suaminya lembut, Sesaat air matanya


Jatuh.


Ia menghela nafas panjang, Seperti


Dalam dongeng Ia menerima berbagai


Cinta dan kebaikan, Pasang surut sebuah


Kehidupan sarat makna terlalu indah untuk


Digambarkan, Terlalu banyak kenangan


Bergelayut dalam ingatan, Cinta yang


Tak mungkin pupus oleh waktu, Semuanya


Terbungkus dalam memori Seseorang.


Hidupnya terlalu sempurna dan itu


Adalah anugerah terindah yang Ia miliki.


Pasang surut kehidupan semuanya


Tidak lepas dari godaan dan cobaan


Setetes bening kembali jatuh menimpa


Rambut suaminya yang sedang menik


mati pangkuannya, Menyurai lembut


Rambut yang selama ini selalu bersamanya


Dengan keteguhan akan Cinta, Ia memberikan


Kisah hidup bak dinegeri dongeng,


Ia memberikan segalanya untuk Kaysha.


Kebahagiaan dan Cinta yang tidak terukur


Cinta indah dan kesetiaan.


"Berbahagialah walau dengan ada atau


Tidaknya diriku" Lirihnya bersama air


Mata yang jatuh dari pelupuk matanya.


**********************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Jejakmu Sayaang Please 🙏😘


__ADS_2