
Kaysha berlindung pada sebuah pohon,
Berharap disisa kekuatannya, Mengharap
Masih ada kesempatan yang tersisa.
Beberapa bagian kulitnya terkoyak,
Terluka, Dan wajahnya tersamar oleh
Lumpur dan air sungai.
Ia bertahan disisa kekuatannya,
Dengan tangis diujung bibirnya, Namun
Senyum tercetak diwajahnya
Betapa Dirinya bahagia dengan sebuah
Cinta, Kini Dirinya tengah berbahagia
Menerima semua anugerah setelah
Melewati semuanya, Ia diberi kesempatan
Untuk mencecap kebahagiaan, Keluarga
Utuh dan berlebih malah kebahagiaan
Itu tidak pernah pudar saat Suaminya
Kembali, Cinta yang murni Dirinya dapat
Dari Rayhan, Kasih sayang yang begitu
Banyak tercurah dari Keluarga,
Kini ia memahami perkataan seorang
Nenek Padanya,
"Hubungan Kalian akan dipenuhi dengan
Cinta namun akan diuji selalu dengan
Cobaan berat, Hingga entah Siapa yang
Akan berakhir duluan, Ibarat sebuah pion
Catur, Namun semuanya akan berakhir
Dengan sebuah pilihan bertahan atau
Melupakan " Rayhan terpekur sendirian
Sesak didada membuat Dirinya goyah...
Andai Kaysha tidak bertemu Dirinya
Mungkin semua tidak akan seperti ini.
Ia bertahan demi cinta, Sangat ...Dan
Dirinya akan bertahan.sampai mana,
Kini Ia bertekad dalam hati andai ini
Waktu yang terakhir, Ia akan berharap
Ia bersama sampai akhir, Menggenggam
Dan memeluknya erat.
Dengan sisa pengharapan, Rayhan men
cari bersama beberapa tim pencari,
Yang tergabung dari beberapa tim
"Hanya satu yang kusesali saat Dirinya
meminta Aku bersamanya waktu itu, ..
Andai waktu itu Aku bersamanya mungkin.
Saat ini Kejadian itu takkan. terjadi "
Lirih Rayhan mengepalkan tangannya,
"Ray ....Jangan terus menyalahkan Dirimu,
Semuanya sudah ada yang mengatur,
Kita harus mencari, Masih ada keajaiban
Istrimu masih selamat !" Ucap Rangga
Yang bersama Rayhan Ikut mencari.
Tim SAR dikerahkan untuk pencarian
bahkan alat berat sudah didatangkan
Untuk Evakuasi Korban,
Rayhan menatap langit yang semakin
Senja, Terpaksa pencarian dihentikan.
Sementara karena Cuaca dan malam
Yang merayap datang namun masih
Banyak anggota yang terus menyisir
Dan. mencari.
"Aku yakin Istrimu baik - baik saja "
Ucap Rangga mengusap bahu adiknya
Pelan.
Wajah Rayhhan terlihat pucat, Saat beberapa
Korban ditemukan, Mereka sudah dalam
Keadaan tak bernyawa,
Rayhan terpekur namun Ia berharap
Keajaiban itu ada, Seperti saat Dulu
Kaysha terus menunggunya walau
Kesempatan itu nol persen sekalipun
__ADS_1
Ia akan berusaha mencari sampai
Kapanpun.
"Ray ... Istirahatlah, ....Kamu tidak
boleh sampai melupakan Dirimu
Sendiri" Ucap Rangga.
Namun Rayhan tidak perduli disaat Orang
lain berhenti dan berganti dengan yang lain,
Ia malah Melanjutkan, Ia menyusuri tebing ..
"Ray berbahaya, Keadaan masih labil
Dikhawatirkan akan ada longsor Susulan"
ingat Rangga.
"Pak .... Berhenti,! Ini sangat berbahaya"
Ujar sang Kepala tim pencarian
Namun Rayhan tidak mengindahkan
Semua itu.
Rayhan tidak mendengar, Dan seolah tuli.
Ia terus mencari disaat Orang lain berhenti,
Menyusuri lembah dan berakhir disebuah
Titik.
Sayup - sayup terdengar sebuah suara
Dan terdengar lirih ...
*****
Azzam memandang wajah Lisa yang
Terlelap habis menangis, Ia tak dapat
Menggambarkan apa yang dirasakannya
Saat ini,
Lisa memeluk Gio dan baru juga terti
dur setelah berjaga semalaman, Menunggu
Kabar sang Ibu.
Disampingngnya pula, Zain sedang
Menunggui dua keponakannya tertidur,
Seraya beristirahat sebentar, Karena usia
Ia sadar diri,Sedangkan Seandra masih
Terlihat aktif mengatur anak buahnya
Ikut mencari keberadaan Kaysha.
"Dek ....Bangun....!" Ujar Azzam
Perlahan Mata itu mengerjap,
"Ada apa Bang ?" Tanya Lisa serak.
Taklama Rayhan muncul
"Kalian bersiap .....Kita ke Rumah sakit
Sekarang"Titah Rayhan,
Perlahan Zain mengucek matanya.
"Apa Al sudah diketemukan ?" Tanya
Zain.
",Iya Bu Al sudah diketemukan dan
Sekarang berada diRumah sakit "
Jawab Rayhan.
Rasa haru menyelimuti pikirannya
"Bagaimana keadaannya?" Tanya
Zain
****
"Sahh.....!!" Ucap Para saksi yang hanya
Terdiri dari beberapa orang saja
Mengingat Kondisi Kaysha yang baru
Saja bangun dari komanya.
Rayhan mengecup kening Lisa lembut,
Hatinya sudah menerima pernikahan
Ini, Cinta yang akan benar Ia pupuk
Setelah menikah, Dan tentu sudah menjadi
Pasangan halal untuknya, Ia belajar dari
Kisah mertuanya kini, Ternyata berpacaran
Sesudah menikah itu terasa lebih indah,
Karena pada kenyataannya cinta ikhlas
Yang muncul dari sanubari membuat
Kita bertahan walau diterpa badai apapun.
Saling menerima kekurangan dan kelebihan
Masing - masing, Saling melindungi dan
Membuat kadar cinta itu semakin tidak
Terukur,
__ADS_1
"Aku mengajukan pensiun dini Al"
Ucap Rayhan disuatu hari,
Kini Ia mendorong kursi roda Kaysha
Kearah taman, Kaysha menoleh menatap
Dalam wajah tampan suaminya,
"Kenapa kok tiba - tiba?" Tanya Kaysha
Lembut,
Rayhan berjongkok didepan wajah Kaysha
Terlihat ada rasa cinta yang tergambar
Disana, Rayhan meraih tangan Kaysha
Dan menciumnya perlahan.
"Aku ingin menikmati waktu bersamamu,
Melewati hari yang tersisa hingga saatnya
nanti, Setelah tugas Rayhan dan Lisa sudah
Diwisuda Kita kembali mengisi rumah Kita
ini berdua Al,..." Ucap Rayhan.
"Aku tak memaksa akan Aa yang akan sekolah
Keluar Negeri, Dan aku akan menghormati
Keinginannya tidak menjadi penerus ku,
Karena Kita punya buyung" Sambungnya.
"Dan Bang Rangga kini bahagia kembali
Bersama Rania, Kini Rania telah dewasa,
Perpisahan Mereka mengajarkan
Berbagai banyak hal, Dan Aku lega
Ban Rangga mempunyai keluarga
Sendiri, Dan akan.segera mempunyai
Menantu" Terlihat binar bahagia diwajah
Rayhan.
"Kita bahagia disini walaupun Aku berada
Dalam bayang - bayang Aa, Aku menikmati
Semuanya, Cintamu yang teramat besar
Untukku, Kesederhanaan dan arti kata
Kasih sayang ... Dan satu hal yang tidak
Ingin Aku Alami . .." Sambung Rayhan.
Sesaat bola mata teduh itu memandang
Lekat wajah Suaminya didepannya.
"Apa ...?" Tanya itu terdengar lirih.
Sesaat Rayhan menaruh wajahnya di
Pangkuan Kaysha.
"Aku sangat takut kehilanganmu"
Lirihnya sendu.
Kaysha mengusap pelan pucuk kepala
Suaminya lembut, Sesaat air matanya
Jatuh.
Ia menghela nafas panjang, Seperti
Dalam dongeng Ia menerima berbagai
Cinta dan kebaikan, Pasang surut sebuah
Kehidupan sarat makna terlalu indah untuk
Digambarkan, Terlalu banyak kenangan
Bergelayut dalam ingatan, Cinta yang
Tak mungkin pupus oleh waktu, Semuanya
Terbungkus dalam memori Seseorang.
Hidupnya terlalu sempurna dan itu
Adalah anugerah terindah yang Ia miliki.
Pasang surut kehidupan semuanya
Tidak lepas dari godaan dan cobaan
Setetes bening kembali jatuh menimpa
Rambut suaminya yang sedang menik
mati pangkuannya, Menyurai lembut
Rambut yang selama ini selalu bersamanya
Dengan keteguhan akan Cinta, Ia memberikan
Kisah hidup bak dinegeri dongeng,
Ia memberikan segalanya untuk Kaysha.
Kebahagiaan dan Cinta yang tidak terukur
Cinta indah dan kesetiaan.
"Berbahagialah walau dengan ada atau
Tidaknya diriku" Lirihnya bersama air
Mata yang jatuh dari pelupuk matanya.
**********************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Jejakmu Sayaang Please 🙏😘