
"Baiklah Al...Kita bisa melakukannya
lain kali, Abang mengerti Kamu belum
mencintai Abang, Namun hanya satu
jangan pernah ragukan Abang, Biarkan
Abang hanya memelukmu " Ujar Rayhan.
Dirinya tahu Kaysha belum jatuh cinta
Padanya, Dan Rayhan pun tak ingin
Memaksa sampai waktunya tiba,
Pernikahan yang tiba - tiba mungkin
membuat syok seorang Kaysha dan
Diapun masih perlu waktu.
Suasana dingin... Diwaktu pagi membuat
Seorang Rayhan, Masih bergelung dengan
Selimut, Sesudah shalat Shubuh Dirinya
Menggoda Kaysha supaya mau dipeluknya
lagi, Namun Kaysha menolak dengan alasan
Malu sama yang lain jika bangun kesiangan,
Apalagi ini hari pertama Ia tinggal dengan
Keluarga barunya, Tidak seperti kemarin
Waktu nginap dihotel, Rayhan tidak membiar
kannya turun dari tempat tidur tanpa seizin
nya.
"Aduh...Neng Al, Udah ada bibi yang masak,
Nggak usah repot nanti cape loh!" Ujar Sang
Art yang diketahui bernama Bik Siti.
"Nggak pa - pa Bik,...Al udah biasa, Al hanya
pengen tahu masakan apa yang Orang diru
mah ini suka !" Tanya Kaysha.
Bik Siti tersenyum,
"Neng Al semua Anggota dirumah ini semua
makanan suka, Mereka tidak pilih - pilih,
Hanya saja Azzam belum bisa memakan
makanan yang terlalu pedas" Ujar Bik Siti.
Kaysha hanya mengangguk, Ia diberitahu
Oleh Bik Siti tentang dapur, Dimana letak
alat dapur, Letak bumbu, Dan sebagainya.
"Neng Al,..Nggak diijinin pindah sama Den
Rangga dan Den Raffa ya ?" Tanya Bik Siti.
"Padahal rumah milik Den Rayhan sebentar
lagi jadi, " Sambungnya.
Kaysha tersenyum, Seraya mengiyakan
"Iya karena disini butuh sosok Bunda,
Apalagi saya nggak tega ninggalin Azzam,
Biarlah jika suatu saat nanti, Bang Rangga
Sudah ada pengganti Bundanya Azzam
Mungkin Kita akan pindah" Ujar Kaysha
lembut.
Seseorang menatap hangat, Ia tak urung
menuju dapur, Ia berbalik menuju kamar
Azzam.
"Bik ...Biar Aku masak, Bibi bisa menger
jakan pekerjaan lain " Titah Kaysha pada
Sang Art,
"Oh boleh nih Neng,...Bibi mau nyuci baju
Aja" Ujar Bik Siti.
"Iya Bik ...Silahkan " Ucap Kaysha.
Kemudian Bik Siti pergi kebelakang.
Kaysha anteng dengan masakannya,
Ia asyik menikmati perannya, Ketika
Tangan Seseorang melingkar dipinggang
nya, Dan menaruh wajahnya diceruk
leher putihnya, Seakan menjadi kebiasaan
Barunya kini.
"Bang ...Malu ini dirumah lho !" Ujar Kaysha.
"Sst...Biar Mereka iri!" Bisik Rayhan.
"Bisa jahat juga...!" Ujar Kaysha.
Terkekeh.
"Wangi banget, ...Masak apa hari ini ?"
__ADS_1
Tanya Rayhan seraya menghirup wangi
Aroma masakan yang sedang dimasak
Kaysha untuk sarapan.
"Cuma nasi goreng seafood, ...Baru nanti
Buat makan siang Aku masak banyak "
jawab Kaysha.
"Udah dong Bang..! Ini jadinya susah buat
masaknya kalau terus begini " Ujar Kaysha.
Rayhan terkekeh, Ia mencium ceruk leher
putih Kaysha sebelum melepaskan pelukan
nya, Dan itu sukses membuat Ksysha merin
ding.
"Mau kopi ?" Tawar Kaysha seraya memati
kan kompor, Dan memindahkan hasil masa
kannya kewadah yang sudah disiapkan di
meja makan.
"Nggak dulu, Nih mau minum air putih
dulu ...Honey " Sahut Rayhan.
"Apa...?" Tanya Kaysha terbelalak, Ia ber
gidik dengan panggilan baru dari Suaminya.
Kembali Rayhan terkekeh setelah meng
goda Sang Istri, Ini menjadi kebiasaannya
Sekarang, Ia mengambil gelas dan mengisi
nya dengan air putih.
"Molning Bunaa,....Papa?"Sapa Azzam yang
baru bangun tidur dituntun sang Ayah yang
Telah siap dengan seragamnya,
"Pagii...Anak Papa gimana tidurnya
nyenyak nggak ?" Tanya Rayhan menciumi
Pipi gembunya.
"Kan dicelitain Buna, ...bobo Azzam jadinya
nenak !"Jawaban polos Azzam membuat
Kaysha tersenyum.
"Buna, Azzam mau tutu" Pintanya
.
sarapan?"Tawar Kaysha.
"Langsung sarapan aja Al, ..Ngopinya tadi
Udah bareng Rafa" Jawab Rangga.
"Oh..." Kaysha hanya berOh ria.
"Ayo sambil nunggu Buna bikin susu, Azzam
Gosok gigi dulu bareng Papa " Ajak Rayhan
Taklama Mereka menuju kamar mandi.
"Humm wangi nih, ..Masak apa mbak Al ?"
Tanya Raffa, Ia pun sudah siap pergi ke
Rumah sakit, Padahal Ia baru pullang jam
Tiga pagi karena ada pasien Urgen dan
Harus dioperasi, Sebagai dokter Bedah
Ia harus siap jika keadaan mendesak
Dan butuh Dirinya.
"Cuma nasi goreng Seafood, ...Hanya ini
Untuk sarapan, Jika untuk makan siang
Atau malem baru Aku akan masak, Itupun
jika sesuai selera Kalian, " Jawab Kaysha.
Raffa memasukkan sesendok nasi goreng
kedalam mulutnya,
"Enak ...Mbak Al, Pake banget malah "
Ucap dokter Raffa.
Sedangkan Rangga menghabiskan nasi
gorengnya tak bersisa tanpa kata.
Setelah itu Ia hendak menyuapi Azzam.
"Biarlah Bang,..Azzam ada Kami, Akupun
Baru besok mulai Kerja, Bang Rayhan pun
Sama!" Ucap Kaysha.
Rangga hanya mengangguk, Lalu ia menciumi
Pipi Azzam,
"Ayah berangkat kerja dulu, Jangan nakal
dirumah ya!" Ucap Rangga.
Azzam mengangguk setelah itu meminum
__ADS_1
Susunya,
"Abang mau sarapan Sekarang?" Tanya
Kaysha.
"Nanti aja bareng Kamu Honey....!" Jawab
Rayhan.
"Uhuuuk...! " Raffa yang tengah minum
Tersedak mendengar ucapan Rayhan.
"Kenapa Raf, Ada yang aneh?" Tanya Rayhan
pura - pura, Seraya mengusap tengkuk Raffa.
"Itu lho panggilannya dikondisikan dong,
Nggak kasihan sama Kita yang masih
bujangan !" Ucap Raffa.
Rayhan terkekeh.
"Makanya nikah ...Jangan jomblo terus,
Nggak enak apalagi sekarang musim
Hujan ...!" Goda Rayhan.
Raffa mencebikkan bibirnya.
"Diih ...Mentang - mentang lagi penganten
baru !" Ucap Raffa.
Ia melihat jam dipergelangan tangannya.
"Yu Mbak Al....Takut kesiangan, Aku berang
Kat dulu, Hati - hati nanti ada Harimau lapar "
Bisiknya seraya tertawa.
Kening Kaysha bertaut, Raffa hanya tertawa
Seraya beranjak,
"Buna..Mau liat Ayah belangkat" Ujarnya
Menuntun tangan Rayhan menuju teras
Depan.
Terlihat Rangga sedang memakai sepatunya,
Diteras, Ia bersiap - siap hendak berangkat,
Kaysha memandang nanar Rangga.
Ia ingat Dirinya sering bercanda dan mengan
tarkannya di gerbang ketika Gio hendak
berangkat setelah menemaninya jogging
dipagi hari dan membuatkannya sarapan.
Walaupun ada koki dirumah.
Azzam meraih punggung tangan Rangga,
Begitupun dengan Rayhan dan Kaysha.
Taklama Iapun berlalu menuju mobilnya,
Kegiatan ini seperti yang dilakukan
Dirinya Jika Gio Dinas dikotanya.
Karysha meletakan kepalanya dibahu Rayhan.
Ia mencoba meminta kekuatan untuk
Memulai melupakan Memorinya tentang Gio.
Rayhan tersenyum dengan perlakuan istrinya.
Dan membalasnya dengan tangannya yang
merengkuh pundak Kaysha lembut, Dan
tangan yang satunya menuntun Azzam.
Begitu pintu gerbang terbuka terlihat sebuah
mobil terparkir disana, Terlihat pemandan
dangan indah dari teras rumah.
"Bos....Ia baik - baik saja!" Sahutnya mem
beri laporan.
Mobil itupun pergi setelah Pintu gerbang
Tertutup kembali
**Siapa hayooo?
*************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘,
Maaf ya..teruntuk hari Senin kemarin Akunya
Sibuk banget kegiatan di dunia nyata, Biasa
Bapaknya sibuk ,,. Emaknya juga ikutan
sibuk 🤭🙏
Karena banyak kejutan di depan ya,
Hayoo atuh Neng gelis, Teteh....sareng
mamah - mamahna nucarantik, Wilujeng
Enjing sok tekan jempolnya apalagi komen
dan vote nya ditunggu ya 🙏
__ADS_1