Hujan September

Hujan September
*Episode 17


__ADS_3

"Baiklah Al...Kita bisa melakukannya


lain kali, Abang mengerti Kamu belum


mencintai Abang, Namun hanya satu


jangan pernah ragukan Abang, Biarkan


Abang hanya memelukmu " Ujar Rayhan.


Dirinya tahu Kaysha belum jatuh cinta


Padanya, Dan Rayhan pun tak ingin


Memaksa sampai waktunya tiba,


Pernikahan yang tiba - tiba mungkin


membuat syok seorang Kaysha dan


Diapun masih perlu waktu.


Suasana dingin... Diwaktu pagi membuat


Seorang Rayhan, Masih bergelung dengan


Selimut, Sesudah shalat Shubuh Dirinya


Menggoda Kaysha supaya mau dipeluknya


lagi, Namun Kaysha menolak dengan alasan


Malu sama yang lain jika bangun kesiangan,


Apalagi ini hari pertama Ia tinggal dengan


Keluarga barunya, Tidak seperti kemarin


Waktu nginap dihotel, Rayhan tidak membiar


kannya turun dari tempat tidur tanpa seizin


nya.


"Aduh...Neng Al, Udah ada bibi yang masak,


Nggak usah repot nanti cape loh!" Ujar Sang


Art yang diketahui bernama Bik Siti.


"Nggak pa - pa Bik,...Al udah biasa, Al hanya


pengen tahu masakan apa yang Orang diru


mah ini suka !" Tanya Kaysha.


Bik Siti tersenyum,


"Neng Al semua Anggota dirumah ini semua


makanan suka, Mereka tidak pilih - pilih,


Hanya saja Azzam belum bisa memakan


makanan yang terlalu pedas" Ujar Bik Siti.


Kaysha hanya mengangguk, Ia diberitahu


Oleh Bik Siti tentang dapur, Dimana letak


alat dapur, Letak bumbu, Dan sebagainya.


"Neng Al,..Nggak diijinin pindah sama Den


Rangga dan Den Raffa ya ?" Tanya Bik Siti.


"Padahal rumah milik Den Rayhan sebentar


lagi jadi, " Sambungnya.


Kaysha tersenyum, Seraya mengiyakan


"Iya karena disini butuh sosok Bunda,


Apalagi saya nggak tega ninggalin Azzam,


Biarlah jika suatu saat nanti, Bang Rangga


Sudah ada pengganti Bundanya Azzam


Mungkin Kita akan pindah" Ujar Kaysha


lembut.


Seseorang menatap hangat, Ia tak urung


menuju dapur, Ia berbalik menuju kamar


Azzam.


"Bik ...Biar Aku masak, Bibi bisa menger


jakan pekerjaan lain " Titah Kaysha pada


Sang Art,


"Oh boleh nih Neng,...Bibi mau nyuci baju


Aja" Ujar Bik Siti.


"Iya Bik ...Silahkan " Ucap Kaysha.


Kemudian Bik Siti pergi kebelakang.


Kaysha anteng dengan masakannya,


Ia asyik menikmati perannya, Ketika


Tangan Seseorang melingkar dipinggang


nya, Dan menaruh wajahnya diceruk


leher putihnya, Seakan menjadi kebiasaan


Barunya kini.


"Bang ...Malu ini dirumah lho !" Ujar Kaysha.


"Sst...Biar Mereka iri!" Bisik Rayhan.


"Bisa jahat juga...!" Ujar Kaysha.


Terkekeh.


"Wangi banget, ...Masak apa hari ini ?"

__ADS_1


Tanya Rayhan seraya menghirup wangi


Aroma masakan yang sedang dimasak


Kaysha untuk sarapan.


"Cuma nasi goreng seafood, ...Baru nanti


Buat makan siang Aku masak banyak "


jawab Kaysha.


"Udah dong Bang..! Ini jadinya susah buat


masaknya kalau terus begini " Ujar Kaysha.


Rayhan terkekeh, Ia mencium ceruk leher


putih Kaysha sebelum melepaskan pelukan


nya, Dan itu sukses membuat Ksysha merin


ding.


"Mau kopi ?" Tawar Kaysha seraya memati


kan kompor, Dan memindahkan hasil masa


kannya kewadah yang sudah disiapkan di


meja makan.


"Nggak dulu, Nih mau minum air putih


dulu ...Honey " Sahut Rayhan.


"Apa...?" Tanya Kaysha terbelalak, Ia ber


gidik dengan panggilan baru dari Suaminya.


Kembali Rayhan terkekeh setelah meng


goda Sang Istri, Ini menjadi kebiasaannya


Sekarang, Ia mengambil gelas dan mengisi


nya dengan air putih.


"Molning Bunaa,....Papa?"Sapa Azzam yang


baru bangun tidur dituntun sang Ayah yang


Telah siap dengan seragamnya,


"Pagii...Anak Papa gimana tidurnya


nyenyak nggak ?" Tanya Rayhan menciumi


Pipi gembunya.


"Kan dicelitain Buna, ...bobo Azzam jadinya


nenak !"Jawaban polos Azzam membuat


Kaysha tersenyum.


"Buna, Azzam mau tutu" Pintanya


.


sarapan?"Tawar Kaysha.


"Langsung sarapan aja Al, ..Ngopinya tadi


Udah bareng Rafa" Jawab Rangga.


"Oh..." Kaysha hanya berOh ria.


"Ayo sambil nunggu Buna bikin susu, Azzam


Gosok gigi dulu bareng Papa " Ajak Rayhan


Taklama Mereka menuju kamar mandi.


"Humm wangi nih, ..Masak apa mbak Al ?"


Tanya Raffa, Ia pun sudah siap pergi ke


Rumah sakit, Padahal Ia baru pullang jam


Tiga pagi karena ada pasien Urgen dan


Harus dioperasi, Sebagai dokter Bedah


Ia harus siap jika keadaan mendesak


Dan butuh Dirinya.


"Cuma nasi goreng Seafood, ...Hanya ini


Untuk sarapan, Jika untuk makan siang


Atau malem baru Aku akan masak, Itupun


jika sesuai selera Kalian, " Jawab Kaysha.


Raffa memasukkan sesendok nasi goreng


kedalam mulutnya,


"Enak ...Mbak Al, Pake banget malah "


Ucap dokter Raffa.


Sedangkan Rangga menghabiskan nasi


gorengnya tak bersisa tanpa kata.


Setelah itu Ia hendak menyuapi Azzam.


"Biarlah Bang,..Azzam ada Kami, Akupun


Baru besok mulai Kerja, Bang Rayhan pun


Sama!" Ucap Kaysha.


Rangga hanya mengangguk, Lalu ia menciumi


Pipi Azzam,


"Ayah berangkat kerja dulu, Jangan nakal


dirumah ya!" Ucap Rangga.


Azzam mengangguk setelah itu meminum

__ADS_1


Susunya,


"Abang mau sarapan Sekarang?" Tanya


Kaysha.


"Nanti aja bareng Kamu Honey....!" Jawab


Rayhan.


"Uhuuuk...! " Raffa yang tengah minum


Tersedak mendengar ucapan Rayhan.


"Kenapa Raf, Ada yang aneh?" Tanya Rayhan


pura - pura, Seraya mengusap tengkuk Raffa.


"Itu lho panggilannya dikondisikan dong,


Nggak kasihan sama Kita yang masih


bujangan !" Ucap Raffa.


Rayhan terkekeh.


"Makanya nikah ...Jangan jomblo terus,


Nggak enak apalagi sekarang musim


Hujan ...!" Goda Rayhan.


Raffa mencebikkan bibirnya.


"Diih ...Mentang - mentang lagi penganten


baru !" Ucap Raffa.


Ia melihat jam dipergelangan tangannya.


"Yu Mbak Al....Takut kesiangan, Aku berang


Kat dulu, Hati - hati nanti ada Harimau lapar "


Bisiknya seraya tertawa.


Kening Kaysha bertaut, Raffa hanya tertawa


Seraya beranjak,


"Buna..Mau liat Ayah belangkat" Ujarnya


Menuntun tangan Rayhan menuju teras


Depan.


Terlihat Rangga sedang memakai sepatunya,


Diteras, Ia bersiap - siap hendak berangkat,


Kaysha memandang nanar Rangga.


Ia ingat Dirinya sering bercanda dan mengan


tarkannya di gerbang ketika Gio hendak


berangkat setelah menemaninya jogging


dipagi hari dan membuatkannya sarapan.


Walaupun ada koki dirumah.


Azzam meraih punggung tangan Rangga,


Begitupun dengan Rayhan dan Kaysha.


Taklama Iapun berlalu menuju mobilnya,


Kegiatan ini seperti yang dilakukan


Dirinya Jika Gio Dinas dikotanya.


Karysha meletakan kepalanya dibahu Rayhan.


Ia mencoba meminta kekuatan untuk


Memulai melupakan Memorinya tentang Gio.


Rayhan tersenyum dengan perlakuan istrinya.


Dan membalasnya dengan tangannya yang


merengkuh pundak Kaysha lembut, Dan


tangan yang satunya menuntun Azzam.


Begitu pintu gerbang terbuka terlihat sebuah


mobil terparkir disana, Terlihat pemandan


dangan indah dari teras rumah.


"Bos....Ia baik - baik saja!" Sahutnya mem


beri laporan.


Mobil itupun pergi setelah Pintu gerbang


Tertutup kembali


**Siapa hayooo?


*************************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘,


Maaf ya..teruntuk hari Senin kemarin Akunya


Sibuk banget kegiatan di dunia nyata, Biasa


Bapaknya sibuk ,,. Emaknya juga ikutan


sibuk 🤭🙏


Karena banyak kejutan di depan ya,


Hayoo atuh Neng gelis, Teteh....sareng


mamah - mamahna nucarantik, Wilujeng


Enjing sok tekan jempolnya apalagi komen


dan vote nya ditunggu ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2