
* Senyuman indah penyambut cakrawala
Tidak lebih indah dari senyumanmu....
Semua Badai akan kulalui dengan sebuah
pengharapan besar agar Kamu selalu
Setia menungu dan bersamaku sampai
Akhir.
Sebuah kata gombalan receh yang selalu
Suaminya katakan menembus hati dan
Detak jantungnya, Semilir angin yang
Berhembus membuat Dirinya menutupkan
Mata merasakan bahwa Suaminya masih
ada.
Suara debur ombak berkejaran, Bersama
Gelombang air laut yang menerjang sisi
Pelabuhan.
Terlihat tim berbaju Orange yang khusus
Didatangkan gabungan dari beberapa
Instansi terlihat baru datang setelah
Mereka mencari dan menyisir diantara
Gelombang air laut.
Mata yang basah ...sembab oleh air
Mata yang terus - terusan jatuh,
Membuat wajahnya sedikit memerah,
Taklupa kantung mata yang nampak.
Beberapa dari Mereka menghampiri
Wanita cantik yang berada dipelukan
Seorang Pria parubaya yang rambutnya
Mulai memutih, Namun masih terlihat
Aura ketampanan dan terlihat masih gagah
Disana, Ia memeluk Putrinya erat seorang
Perempuan berbalut hijab berwarna
lembut, Sesekali Angin memainkan ujung
Kerudung diwajahnya seraya membuat
Bajunya melambai diterpa angin.
Seseorang menghampiri dan memberi
hormat pada Seorang Pria gagah didepannya
Bersama seorang wanita cantik yang bersa
manya berdiri berjejeran bersama Pria paru
baya yang sedang memeluk putri cantiknya.
Dengan tegar sang Pria melepaskan berat
Nafasnya, Begitu juga dengan Wanita cantik
Disisinya,
"Maaf terpaksa pencarian Kami hentikan,
Ini sudah Lebih dari waktu yang seharusnya,
Namun Sayang ...Pencarian dihentikan
Sebelum korban ditemukan,.... Sekali lagi
Kami mohon maaf" Ujarnya mewakili
Instansi nya meminta maaf.
Mata itu menatap sedih luasnya lautan
Ia memandang nanar laut yang seakan ber
ganti berwarna jingga, Diterpa sinar
Keemasan mentari senja.
"Mbak Al.....Yang tabah ya..!"
"Ikhlaskan Abang ." Ujar Seorang Pria muda
Berwajah hampir mirip, Matanya pun
Memerah, Iapun sama menahan sesak
Didadanya, Perasaan nyeri, Sakit hatinya
Melihat Seorang wanita cantik sang Kakak
Ipar sesekali mengusap air matanya yang
jatuh tanpa kata, Apalagi sepasang malaikat
Yang terus menanyakan.
"Kapan Ayah pulang?"
"Kok Ayah nggak dateng - dateng.."
"Ayah pasti lagi ngasih kejutan ...."
Ucapan - ucapan penuh pengharapan masih
Tersungging dari bibir mungil Mereka.
Raffa menutup matanya tidak sanggup
Melihat tiga anak yang akan bertanya
Selalu tentang Ayahnya.
Seseorang menghampiri dan. berkata
Sesuatu, ...Kemudian Mereka menghampiri.
Berjalan dengan sisa kekuatan tenaga
Dan berujung dengan pengharapan yang
Masih tersisa.
"Maaf mungkin anda mengenali barang
- barang yang tersisa milik Suami Anda"
Ujar Seorang Anggota.
Perlahan mata cekung itu menilik dan
Meraba barang didepannya,
Hatinya terhenyak rasa sakit mengharu
Biru didadanya, Dan seorang Pria parubaya
Disampingngnya menggenggam tangannya
Erat...
"Daddy akan selalu bersamamu sayang..."
Ucapnya.
__ADS_1
Dengan tangan bergetar Ia mengambil
Sebuah jam tangan yang masih berdetak
Walau Ia ditelan air laut bersama dengan
Barang lainnya yang mulai Rusak.
Bahunya bergetar menandakan Ia sedang
Menahan perasaan dan tangisnya...
"Maafkan Kami, ...Kami mewakili Intansi
Dan Negara Kami meminta maaf ..."
Suara itu terdengar lirih ...Airmata kembali
Mengalir dipelupuk matanya.
"Tolong jangan ucapkan itu...Suamiku
masih hidup dan Dirinya akan kembali,
Dia sudah berjanji Pada Kami ...Hik...
hik..." Lirih perempuan itu bergetar dianta
ra Air mata yang terus berjatuhan dari
pelupuk matanya.
Sesekali Ia mengusap air mata itu,
Namun tetap berganti dengan air mata
Yang baru, Ia mengusap barang pening
galan yang tersisa yang Ia yakini milik
Suaminya.
"Apa yang harus Aku katakan pada Lisa,
Azzam dan Gio....." Lirihnya terisak pilu,
"Mbak Al..."
Ucapnya Iapun punya perasaan yang sama
Apa yang harus Mereka katakan pada
Keponakannya,
Tiga hati kecil yang harus Mereka jaga
Perasaannya, Entah apa yang harus
Ia jawab ketika Mereka bertanya.
Kaysha memeluk erat barang - barang
peninggalan Rayhan yang tersisa.
"Bang Ray ...Hanya pergi sebentar,
Ia marah Padaku karena terus mengingat
Aa seumur hidupku ...Bukan hanya Dirinya.
Bang Ray marah Padaku .... Ayah...
Bang Ray marah...Aku menerima Karma
ku ..." Lirihnya terisak.
Irham yang baru datang memeluk Putrinya
Erat, Rasa sakit yang sama menghujam
Dadanya, Hatinya sakit saat melihat
Putrinya ditempa kenyataan pilu yang
Menyakitkan lagi...Dan Lagi.
Ia tidak sanggup melihat Putrinya terpuruk
Almarhum Gio Ia kehilangan ingatannya
Dan menolak kenyataan selama beberapa
Tahun Namun Suaminya tetap setia disisinya.
Kini Suaminya telah pergi .... Meninggalkan
Sejuta kenangan Manis yang senantiasa
Hadir dalam ingatan keluarganya,
Apakah kini Putrinya dapat bertahan
Kembali,...Irham mengusap lembut
Kepala Putrinya, Rasa sakit yang sama....
Rasa pilu yang mengharu biru menghujam
Dadanya, Apalagi dengan perkataan
Kinara yang membuat sakit Dadanya.
"Tuhan sedang menghukum Aku, ...
Karena Aku yang begitu Maruk dan serakah
Mempunyai dua Pria yang mencintaiku,
Dan selalu bersamaku sampai akhir hidup
ku, Dan Ia menghukumku lewat Putriku
Yang kehilangan Dua Orang yang berarti
Dihidupnya, ...Ini tidak adil seharusnya
Yang Tuhan hukum adalah Aku ...
Bukan Putriku...." Lirihnya terisak,
Kini Ia berbaring di Rumah sakit
Karena kesehatannya yang terus menurun,
Ia dirumah sakit ditemani oleh menantunya
Kini, Assafa dan Marni dibawah pengawasan
Kenzo, Sedangkan Zain masih disini
Bergabung bersama tim Orange dalam
Pencarian korban Kapal tenggelam
Salah satunya Tim Dari Suami Kaysha
Kapal tenggelam setelah dihantam ombak
Besar yang datang secara tiba-tiba.
Beberapa anggota tim ada yang selamat
Dan beberapa ditemukan meninggal,
Dan Rayhan belum diketemukan,
Entah masih hidup ataupun sudah meninggal
Karena sampai akhir pencarian dan lebih
Dari batas waktu penyisiran belum ada
Tanda Rayhan diketemukan.
Baru Beberapa Minggu Rayhan dan Timnya
Merayakan keberhasilan, Kini ...
Kaysha harus menelan pil pahit dengan
__ADS_1
Kepergian Suaminya, Namun Ia menguatkan
Hatinya...Bahwa Suaminya masih hidup
Dan akan kembali ....
*****
Kaysha memandang nanar sebuah nisan
Yang mengukir sebuah nama
" Agus Sartono " Ada rasa sesak disana,
Ia sempat berburuk sangka pada Pria
Cantik yang kini sudah beristirahat dengan
Tenang, Ia mengucap doa,
Sesekali airmata kembali jatuh dari pelupuk
Matanya, Saat candaan Agus alias Gladys
Yang lagi mencari seorang gadis untuk
Dijadikan seorang Istri, Ia yang mengeluh
Sampai saat terakhir masih jomblo,
Padahal Dirinya tampan bahkan kelewat
Tampan, Namun takdir ternyata berkata
lain.
Kaysha tidak sendiri, Ia merasakan tangis
Yang sama dan rasa kehilangan yang
Sama dengan beberapa keluarga dan
Rekan Suaminya,
"Aku hanya ingin tertidur bersama Anakku
malam ini... Karena Aku yakin Bang Ray
Akan pulang, Karena Aku tahu Bang Ray
Takkan bisa lama berjauhan dengan Aku
Dan anak - anaknya" Lirih Kaysha.
"Al .. Pulanglah bersama Kami,
Kami takkan bisa meninggalkan Dirimu
Dalam keadaan begini, " Ajak Seandra.
"Al nggak akan pergi, Abang pasti pulang
Ia akan mencari Kami jika Kami tidak
Ada Mas..." Jawab Kaysha.
"Ikhlaskan Suamimu Al...." Lirih Kayla.
"Tidak teh....Aku akan setia Padanya,
Seperti Dirinya yang selalu setia pada
Tugas dan Negaranya, Tugasku hanya
Satu menantinya untuk pulang ...."
Ucap Kaysha terdengar.
Irham hanya menutup mata, Kaysha
memiliki ketegaran saat ini, Ia membayang
kan ketika Dulu saat Kinara ditinggalkan
Olehnya hampir sama .
"Aku tidak boleh terpuruk dan menangis,
Karena tahu bang Ray akan pulang,
Aku masih punya anak - anak yang
bersamaku,....Aku tidak ingin membuat
Bang Ray sedih...Tugasku merawat
Dan membesarkan Putra - Putriku
Terlepas dengan ada atau tiada Dirinya,
Dan Aku akan menunaikan tugasku sampai
Akhir " Ucap Kaysha Aura matanya meman
carkan keteguhan dalam bola matanya.
"Aku hancur saat Aa pergi,
Dan Kini Bang Ray pun tanpa kata
meninggalkan Diriku, Kalian berdua
terlalu kejam, Aku ..bukanlah sekeras
Batu karang, ...Yang bisa saja jatuh
Beberapa kali diterpa badai, Namun
Satu hal yang membuatku bertahan
Pengharapan atas hadirmu kembali disisiku"
Lirih Kaysha seraya menaburkan bunga
Diatas air yang sedang bergelombang
landai bersama keluarga Anggota
yang lain.
Sedangkan Rangga Ia hanya pulang
Sebentar karena terikat tugasnya
Dua tahun kedepan di sebuah pulau.
Ia pun diam tanpa kata, Ia merasakan
Kehilangan yang sama namun Ia
Harus tegar karena tugas yang diembannya
Tidak bisa bersama dengan Kaysha
Dan Putra - putrinya. Apalagi Azzam
Yang bersikeras ingin tetap tinggal
Bersama Bunanya yaitu Kaysha.
**Penantian dan harapan Kaysha dimulai,
Akankah kisah Kinara terulang, Kayaknya
Enggak, Kisahnya berbeda Versi ....yaa
Kalo sama namanya fotokopi dong...
************************************************
**Bersambung
**Please yang masih tetep setia, Aku sangat
berterima kasih, Kan Aku udah bilang cerita
nya nano - nano ya ... Udah tahu kan rasanya
Kayak gimana, .....? Pinteer...Harus sabar ya..
__ADS_1
Dan Aku ucapkan terima kasih untuk
Readers tercintaku... 🙏😘