Hujan September

Hujan September
*Episode 60


__ADS_3

* Senyuman indah penyambut cakrawala


Tidak lebih indah dari senyumanmu....


Semua Badai akan kulalui dengan sebuah


pengharapan besar agar Kamu selalu


Setia menungu dan bersamaku sampai


Akhir.


Sebuah kata gombalan receh yang selalu


Suaminya katakan menembus hati dan


Detak jantungnya, Semilir angin yang


Berhembus membuat Dirinya menutupkan


Mata merasakan bahwa Suaminya masih


ada.


Suara debur ombak berkejaran, Bersama


Gelombang air laut yang menerjang sisi


Pelabuhan.


Terlihat tim berbaju Orange yang khusus


Didatangkan gabungan dari beberapa


Instansi terlihat baru datang setelah


Mereka mencari dan menyisir diantara


Gelombang air laut.


Mata yang basah ...sembab oleh air


Mata yang terus - terusan jatuh,


Membuat wajahnya sedikit memerah,


Taklupa kantung mata yang nampak.


Beberapa dari Mereka menghampiri


Wanita cantik yang berada dipelukan


Seorang Pria parubaya yang rambutnya


Mulai memutih, Namun masih terlihat


Aura ketampanan dan terlihat masih gagah


Disana, Ia memeluk Putrinya erat seorang


Perempuan berbalut hijab berwarna


lembut, Sesekali Angin memainkan ujung


Kerudung diwajahnya seraya membuat


Bajunya melambai diterpa angin.


Seseorang menghampiri dan memberi


hormat pada Seorang Pria gagah didepannya


Bersama seorang wanita cantik yang bersa


manya berdiri berjejeran bersama Pria paru


baya yang sedang memeluk putri cantiknya.


Dengan tegar sang Pria melepaskan berat


Nafasnya, Begitu juga dengan Wanita cantik


Disisinya,


"Maaf terpaksa pencarian Kami hentikan,


Ini sudah Lebih dari waktu yang seharusnya,


Namun Sayang ...Pencarian dihentikan


Sebelum korban ditemukan,.... Sekali lagi


Kami mohon maaf" Ujarnya mewakili


Instansi nya meminta maaf.


Mata itu menatap sedih luasnya lautan


Ia memandang nanar laut yang seakan ber


ganti berwarna jingga, Diterpa sinar


Keemasan mentari senja.


"Mbak Al.....Yang tabah ya..!"


"Ikhlaskan Abang ." Ujar Seorang Pria muda


Berwajah hampir mirip, Matanya pun


Memerah, Iapun sama menahan sesak


Didadanya, Perasaan nyeri, Sakit hatinya


Melihat Seorang wanita cantik sang Kakak


Ipar sesekali mengusap air matanya yang


jatuh tanpa kata, Apalagi sepasang malaikat


Yang terus menanyakan.


"Kapan Ayah pulang?"


"Kok Ayah nggak dateng - dateng.."


"Ayah pasti lagi ngasih kejutan ...."


Ucapan - ucapan penuh pengharapan masih


Tersungging dari bibir mungil Mereka.


Raffa menutup matanya tidak sanggup


Melihat tiga anak yang akan bertanya


Selalu tentang Ayahnya.


Seseorang menghampiri dan. berkata


Sesuatu, ...Kemudian Mereka menghampiri.


Berjalan dengan sisa kekuatan tenaga


Dan berujung dengan pengharapan yang


Masih tersisa.


"Maaf mungkin anda mengenali barang


- barang yang tersisa milik Suami Anda"


Ujar Seorang Anggota.


Perlahan mata cekung itu menilik dan


Meraba barang didepannya,


Hatinya terhenyak rasa sakit mengharu


Biru didadanya, Dan seorang Pria parubaya


Disampingngnya menggenggam tangannya


Erat...


"Daddy akan selalu bersamamu sayang..."


Ucapnya.

__ADS_1


Dengan tangan bergetar Ia mengambil


Sebuah jam tangan yang masih berdetak


Walau Ia ditelan air laut bersama dengan


Barang lainnya yang mulai Rusak.


Bahunya bergetar menandakan Ia sedang


Menahan perasaan dan tangisnya...


"Maafkan Kami, ...Kami mewakili Intansi


Dan Negara Kami meminta maaf ..."


Suara itu terdengar lirih ...Airmata kembali


Mengalir dipelupuk matanya.


"Tolong jangan ucapkan itu...Suamiku


masih hidup dan Dirinya akan kembali,


Dia sudah berjanji Pada Kami ...Hik...


hik..." Lirih perempuan itu bergetar dianta


ra Air mata yang terus berjatuhan dari


pelupuk matanya.


Sesekali Ia mengusap air mata itu,


Namun tetap berganti dengan air mata


Yang baru, Ia mengusap barang pening


galan yang tersisa yang Ia yakini milik


Suaminya.


"Apa yang harus Aku katakan pada Lisa,


Azzam dan Gio....." Lirihnya terisak pilu,


"Mbak Al..."


Ucapnya Iapun punya perasaan yang sama


Apa yang harus Mereka katakan pada


Keponakannya,


Tiga hati kecil yang harus Mereka jaga


Perasaannya, Entah apa yang harus


Ia jawab ketika Mereka bertanya.


Kaysha memeluk erat barang - barang


peninggalan Rayhan yang tersisa.


"Bang Ray ...Hanya pergi sebentar,


Ia marah Padaku karena terus mengingat


Aa seumur hidupku ...Bukan hanya Dirinya.


Bang Ray marah Padaku .... Ayah...


Bang Ray marah...Aku menerima Karma


ku ..." Lirihnya terisak.


Irham yang baru datang memeluk Putrinya


Erat, Rasa sakit yang sama menghujam


Dadanya, Hatinya sakit saat melihat


Putrinya ditempa kenyataan pilu yang


Menyakitkan lagi...Dan Lagi.


Ia tidak sanggup melihat Putrinya terpuruk


Almarhum Gio Ia kehilangan ingatannya


Dan menolak kenyataan selama beberapa


Tahun Namun Suaminya tetap setia disisinya.


Kini Suaminya telah pergi .... Meninggalkan


Sejuta kenangan Manis yang senantiasa


Hadir dalam ingatan keluarganya,


Apakah kini Putrinya dapat bertahan


Kembali,...Irham mengusap lembut


Kepala Putrinya, Rasa sakit yang sama....


Rasa pilu yang mengharu biru menghujam


Dadanya, Apalagi dengan perkataan


Kinara yang membuat sakit Dadanya.


"Tuhan sedang menghukum Aku, ...


Karena Aku yang begitu Maruk dan serakah


Mempunyai dua Pria yang mencintaiku,


Dan selalu bersamaku sampai akhir hidup


ku, Dan Ia menghukumku lewat Putriku


Yang kehilangan Dua Orang yang berarti


Dihidupnya, ...Ini tidak adil seharusnya


Yang Tuhan hukum adalah Aku ...


Bukan Putriku...." Lirihnya terisak,


Kini Ia berbaring di Rumah sakit


Karena kesehatannya yang terus menurun,


Ia dirumah sakit ditemani oleh menantunya


Kini, Assafa dan Marni dibawah pengawasan


Kenzo, Sedangkan Zain masih disini


Bergabung bersama tim Orange dalam


Pencarian korban Kapal tenggelam


Salah satunya Tim Dari Suami Kaysha


Kapal tenggelam setelah dihantam ombak


Besar yang datang secara tiba-tiba.


Beberapa anggota tim ada yang selamat


Dan beberapa ditemukan meninggal,


Dan Rayhan belum diketemukan,


Entah masih hidup ataupun sudah meninggal


Karena sampai akhir pencarian dan lebih


Dari batas waktu penyisiran belum ada


Tanda Rayhan diketemukan.


Baru Beberapa Minggu Rayhan dan Timnya


Merayakan keberhasilan, Kini ...


Kaysha harus menelan pil pahit dengan

__ADS_1


Kepergian Suaminya, Namun Ia menguatkan


Hatinya...Bahwa Suaminya masih hidup


Dan akan kembali ....


*****


Kaysha memandang nanar sebuah nisan


Yang mengukir sebuah nama


" Agus Sartono " Ada rasa sesak disana,


Ia sempat berburuk sangka pada Pria


Cantik yang kini sudah beristirahat dengan


Tenang, Ia mengucap doa,


Sesekali airmata kembali jatuh dari pelupuk


Matanya, Saat candaan Agus alias Gladys


Yang lagi mencari seorang gadis untuk


Dijadikan seorang Istri, Ia yang mengeluh


Sampai saat terakhir masih jomblo,


Padahal Dirinya tampan bahkan kelewat


Tampan, Namun takdir ternyata berkata


lain.


Kaysha tidak sendiri, Ia merasakan tangis


Yang sama dan rasa kehilangan yang


Sama dengan beberapa keluarga dan


Rekan Suaminya,


"Aku hanya ingin tertidur bersama Anakku


malam ini... Karena Aku yakin Bang Ray


Akan pulang, Karena Aku tahu Bang Ray


Takkan bisa lama berjauhan dengan Aku


Dan anak - anaknya" Lirih Kaysha.


"Al .. Pulanglah bersama Kami,


Kami takkan bisa meninggalkan Dirimu


Dalam keadaan begini, " Ajak Seandra.


"Al nggak akan pergi, Abang pasti pulang


Ia akan mencari Kami jika Kami tidak


Ada Mas..." Jawab Kaysha.


"Ikhlaskan Suamimu Al...." Lirih Kayla.


"Tidak teh....Aku akan setia Padanya,


Seperti Dirinya yang selalu setia pada


Tugas dan Negaranya, Tugasku hanya


Satu menantinya untuk pulang ...."


Ucap Kaysha terdengar.


Irham hanya menutup mata, Kaysha


memiliki ketegaran saat ini, Ia membayang


kan ketika Dulu saat Kinara ditinggalkan


Olehnya hampir sama .


"Aku tidak boleh terpuruk dan menangis,


Karena tahu bang Ray akan pulang,


Aku masih punya anak - anak yang


bersamaku,....Aku tidak ingin membuat


Bang Ray sedih...Tugasku merawat


Dan membesarkan Putra - Putriku


Terlepas dengan ada atau tiada Dirinya,


Dan Aku akan menunaikan tugasku sampai


Akhir " Ucap Kaysha Aura matanya meman


carkan keteguhan dalam bola matanya.


"Aku hancur saat Aa pergi,


Dan Kini Bang Ray pun tanpa kata


meninggalkan Diriku, Kalian berdua


terlalu kejam, Aku ..bukanlah sekeras


Batu karang, ...Yang bisa saja jatuh


Beberapa kali diterpa badai, Namun


Satu hal yang membuatku bertahan


Pengharapan atas hadirmu kembali disisiku"


Lirih Kaysha seraya menaburkan bunga


Diatas air yang sedang bergelombang


landai bersama keluarga Anggota


yang lain.


Sedangkan Rangga Ia hanya pulang


Sebentar karena terikat tugasnya


Dua tahun kedepan di sebuah pulau.


Ia pun diam tanpa kata, Ia merasakan


Kehilangan yang sama namun Ia


Harus tegar karena tugas yang diembannya


Tidak bisa bersama dengan Kaysha


Dan Putra - putrinya. Apalagi Azzam


Yang bersikeras ingin tetap tinggal


Bersama Bunanya yaitu Kaysha.


**Penantian dan harapan Kaysha dimulai,


Akankah kisah Kinara terulang, Kayaknya


Enggak, Kisahnya berbeda Versi ....yaa


Kalo sama namanya fotokopi dong...


************************************************


**Bersambung


**Please yang masih tetep setia, Aku sangat


berterima kasih, Kan Aku udah bilang cerita


nya nano - nano ya ... Udah tahu kan rasanya


Kayak gimana, .....? Pinteer...Harus sabar ya..

__ADS_1


Dan Aku ucapkan terima kasih untuk


Readers tercintaku... 🙏😘


__ADS_2