Hujan September

Hujan September
*Episode 72


__ADS_3

"Al ....Beneran Kamu setuju Rayhan


Jadi menantu Kita ?" Tanya Rayhan


Kaysha yang sedang duduk ditepi


Disofa Kamarnya menoleh.


"Ya Bang ...?" Tanya Kaysha kurang


Memperhatikan apa yang diucapkan


Oleh Suaminya,


Rayhan mendekat, Duduk disamping


Sang Istri, Ia Malah menaruh wajahnya


Dipangkuan Sang Istri, Kini Ia menikmati


Kebersamaannya bareng Keluarganya.


Perlahan Kaysha menyurai lembut


Rambut Rayhan. Sementara tangan Rayhan


melingkar di pinggang Kaysha.


Wajahnya menghadap perut datar sang


Istri.


"Al ...Kalo Suami ngomong itu


Ya tolong dengerin " Ucap Rayhan.


"Maaf ...." Jawab Kaysha, Seraya men


condongkan wajahnya dan mencium


Pipi Suaminya sekilas.


Rayhan membelalakkan kan matanya,


Istrinya kini lebih agresif, Ia bangkit


Mendapat serangan dari Istrinya secara


Mendadak, Dirinya senang namun kini


Ada hal yang berbeda dari seorang Kaysha,


Terutama penampilan dan sikapnya.


Rambut panjang tergerai begitu indah,


Bola mata jernih, Serta bibir yang selalu


Terlihat merekah, Dan dari segi penampilan


Kini Kaysha lebih suka ber-make up walaupun


Tipis dan Selalu terlihat segar, Kadang -


Kadang Sikapnya berubah tidak seperti dulu,


Kaysha yang kalem kini berubah agak


Agresif, Apalagi saat bersamanya,


Terkadang muncul gombalan - gombalan


Receh dari Kaysha yang tak pernah Ia


lakukan pada Rayhan sebelumnya,


Yang kadang membuat Dirinya senang


Dan sempat terbang ke awan,


Kini Kaysha sering melakukan perawatan


Di salon walaupun Berjam - jam lamanya,


Tidak seperti dulu, Kaysha jarang mampir


Ke Salon ataupun klinik kecantikan,


Namun kini Ia tak segan akan menghabiskan


Waktunya disana, Dan tak sedikit pula


Baju baru yang lebih condong ke style


Anak muda, Walaupun tak dipungkiri


Bahwa Rayhan pun suka penampilan


Kaysha yang sekarang, Menampilkan


Dua sisi dari sang istri.


Namun hatinya gundah dengan perubahan


Yang terjadi, Dan itu sukses membuat


Tanda tanya besar dihatinya,


Kaysha yang terlihat segar dan dari


Segi penampilan Kaysha terlihat jauh


Dari kata Umurnya yang sekarang.


"Ada apa humm?" Ujar Kaysha


Ia mengusap rahang sang Suami,


Mengusapnya perlahan, Jari lentiknya


Menyusuri pipi bahkan bibir Rayhan,


Perlahan wajah Kaysha mendekat, Rayhan


Menahan detak jantungnya, Ia tersenyum


Mengambil alih interaksi keduanya, Kini


Ia yang berinisiatif Seperti biasanya,


Dan berlanjut dengan sebuah Olahraga


Yang menguras tenaga dan berkeringat.


Rayhan mengambil remote AC, Dan menu


runkan temperatur ruangannya,


Mengusap kening Kaysha yang terlelap


Kelelahan akibat serangan Darinya, Peluh


masih bertengger didahinya, Ia mengusap


nya perlahan, Ia memeluk Istrinya dan


Mendekapnya erat, dibawah selimut,


Entah kenapa Ia merasa libido sang


Istrinya selalu naik, Dan hampir setiap


Malam jika Dirinya dirumah selalu lembur,


Kini Kaysha selalu memancing duluan,


Dan Ia tahu Dirinya selalu tergoda dan


Tidak akan bisa mengatakan tidak


Untuk Istrinya.


Beribu tanya dalam benak Rayhan ingin


Ia utarakan, Namun ketika Rayhan selalu

__ADS_1


Mengikuti diam - diam, Dirinya tidak men


dapatkan hal yang janggal, Ia sangat takut


Istrinya mempunyai seseorang yang lain


Dibelakangnya,


"I love you honey...!" Bisiknya lembut,


Merapatkan tubuhnya lebih erat dibalik


Selimutnya.


****


"Maaf Abang tidak bisa mengantar,


Tadinya Abang bisa berharap hari ini


Bisa mengantarkan Dirimu, Namun


Abang ada pertemuan sekarang,


Nggak pa - pa ya....Lain kali Abang


Akan mengantarmu " Janji Rayhan.


"Iya nggak pa - pa...Al ngerti kok"


Ucapnya setengah kecewa, Entah kenapa


Hari ini Ia ingin sekali diantar Rayhan


Kali ini, Namun Ia tak bisa memaksa


Karena Rayhan sibuk dengan aktivitasnya


Sekarang.


"Kalau Abang tidak ada pertemuan penting


Abang antar Al.." Potong Rangga,


Ia menyelesaikan sarapannya,


"Iya Bun ...Azzam juga ada meeting penting


hari ini, Padahal asyik kayaknya nemenin


Bunda sekalian Kita hang out bareng Bun "


Ucap Azzam mimik wajahnya terlihat


Kecewa.


"Gimana Aa bolos sekolah aja Bu...


Kan Aa bisa nemenin Ibu"Tawar Gio.


"Huss ...Nggak boleh ah, ...Nggak


boleh gitu, Enggak ah...Kalian kayaknya


Lebay deh,..Tadinya Ibu ingin dianter Ayah


Hanya saja Ayah lagi sibuk, Biar aja jalan


nya lain kali saja" Tukas Kaysha.


"Emangnya kunjungannya nggak bisa


Diundur honey ?" Tanya Rayhan


"Nggak Bang ...Masalah sekarang meng


haruskan Aku sebagai pemilik Perkebunan


Diharuskan hadir" Jawab Kaysha.


Semua mengangguk tanda mengerti.


"Nanti jika Abang selesai pertemuan,


masih siang biar Abang nyusul kesana "


"Karena dipastikan Ray akan pulang malam


Seperti biasanya" Sambung Rangga.


"He..He ...Iya Bang Maaf " Ujar Rayhan


"Semangat Bunda ...!" Ucap Azzam


Memberi semangat pada Kaysha.


"Aa bolos ya....?"Tawar Gio lagi mengulang


"Nooo...!" Delik Kaysha.


Terlihat wajah Gio merengut, Seraya meraih


Tangan Ibunya untuk Salim sebelum berang


Kat sekolah diantar Azzam karena satu arah.


"Abang berangkat duluan...Biasa malu


Sama Anak buah kalo Abang sendiri yang


telat".Pamit Rangga,


Rayhan dan Kaysha meraih punggung


Tangan Rangga untuk Salim.


Tinggallah Mereka berdua melanjutkan


Sarapan yang belum selesai.


"Tadi subuh Kaka udah nelfon, Kapan


Kita jenguk Dia ?"Tanya Kaysha.


"Ayah usahakan akhir Minggu ini,


Mudah - mudahan Ayah nggak sibuk,


Sekalian Kita runding gimana baiknya,


Karena takut hubungan Mereka tanpa


Sepengetahuan Kita, Ayah takut jiwa


Mereka kan jiwa muda, Bukannya Ayah


Tidak percaya hanya saja..." Papar Rayhan


"Sama saja Ayah nggak percaya sama


Mereka, Apa bedanya ...Ibu percaya


Kaka bisa jaga dirinya selama ini "


Ucap Kaysha.


"Tapii... Gejolak anak muda beda


Sayang,... Apalagi Mereka saling


Suka dan Cinta, Kayak nggak pernah


Muda aja " Tukas Rayhan.


"Sama kayak Kita bukan ?" Tanya Rayhan


"Lha nggak sama lah Bang ... Kita nggak


lama karena digerebek Ayah sama Daddy "


Cengenges Kaysha mengingat kejadian


Mereka dulu.


"Tapi Aku senang ...Aku bisa menikahimu

__ADS_1


Secepatnya " Ujar Rayhan, Ia mencium


Sekilas bibir Kaysha.


"Makanya Kita nikahin aja Mereka secepat


nya, Lagipula Aku cocok sama sifat Rayhan,


Kita kenal Dia sudah dari Dia kecil lagipula


Kita sudah hafal sifatnya, Ah udah ....Nanti


Kita sambung lagi, Abang telat nih ..."


Sambung Rayhan ?seraya beranjak setelah


Selesai meminum kopinya.


'Iya Bang Aku juga udah selesai kok,


Aku juga mau pergi sekarang" Ucap


Kaysha, Ia beranjak meraih tasnya,


Sesaat Rayhan menilik penampilan Kaysha


Tidak terlalu formal dan terlihat casual,


Malah lebih mirip ke style anak muda,


Lebih mirip seorang mahasiswi yang mau


KKN,


"Ada masalah ?" Tanya Kaysha.


"Kita bicara nanti " Ucap Rayhan.


Ia melirik jam ditangannya, Ia buru - buru


Menuju mobilnya, Setelah mengecup


Kening Istrinya lembut.


"Hati - hati nanti Kabari Abang kalau ada


Apa - apa " Bisiknya lagi,


Kaysha mengangguk seraya Dirinyapun


Memasuki mobilnya, Dan taklama mobil


Mereka berjalan beriringan,


Sesaat ada perasaan berbeda dilubuk


Hati Rayhan saat melihat mobil sang


Istri yang berbelok kearah yang berbeda


Di perempatan jalan, Ingin rasanya Dirinya


Berangkat bersama sang Istri jika mengi


ngat tugasnya yang penting kali ini.


"Ada apa Sayang ...Kok perasaan Abang


nggak enak " Lirihnya seraya menuju ke


Kantornya.


Semilir udara semakin dingin mengingat


Hujan yang terus mengguyur sejak sema


lam, Ditambah memang udara pegunungan


Yang sudah biasa sejuk walaupun di musim


Yang berbeda.


Kaysha melajukan mobilnya pelan padat


Merayap bersama kendaraan lainnya,


Ia fokus dengan jalanan yang sedikit


Licin akibat air hujan yang membasahi


Jalan bercampur lumpur.


Pas tikungan jalan tidak dapat diduga,


Tanah bercampur bebatuan turun dengan


Laju yang sangat cepat dari atas perbukitan


Disisi jalan berlalu dan menyapu Apapun


Yang berada didepannya termasuk bebera


pa mobil yang sedang melintas.


Tanah menyapu dengan cepat, Batu besar,


Pohon, Menerjang apapun yang berada


Dijalurnya.


Takayal mobil yang ditumpangi Kaysha


pun tersapu tanah longsoran bercampur


Air sungai diatasnya,Bersama beberapa


mobil lainnya, Suara gemuruh dari deru


tanah bersama teriakan beberapa warga


Dan beberapa pengemudi mobil bergema


Menjadi satu.


"Allahu Akbar ....." Kaysha tidak dapat meng


hindar, Terdengar teriakan Orang - orang


Disekitarnya semakin menghilang ...hanya


Sayup yang terdengar, Ia yang sedang


Keluar dari mobil tidak dapat menghindar


Lagi, Tubuhnya pun Ikut tersapu longsoran


Tanah.


"Tuhan ...Aku mohon perlindungan Darimu,


Andai ini waktuku tolong Ikhlaskan Aku,


Mungkin Sudah saatnya Aku bertemu Aa,


Namun Jika belum saatnya permudah jalan


Ku Untuk kembali kepada Orang - Orang


yang Kusayang " Lirihnya dalam do'anya,


Terbayang dipelupuk matanya wajah - wajah


Orang yang disayanginya, Terutama


Wajah dan Senyuman milik Rayhan Suami


nya Sebelum semua suara itu menghilang.


************************************************


**Bersambung


**Maafkan Aku kemarin nggak bisa Up, ...


Tapi nanti Aku Usahakan Up lagi, Oleh

__ADS_1


Karena itu Jejakmu Please ,....🙏😘


__ADS_2