
"Al ....Beneran Kamu setuju Rayhan
Jadi menantu Kita ?" Tanya Rayhan
Kaysha yang sedang duduk ditepi
Disofa Kamarnya menoleh.
"Ya Bang ...?" Tanya Kaysha kurang
Memperhatikan apa yang diucapkan
Oleh Suaminya,
Rayhan mendekat, Duduk disamping
Sang Istri, Ia Malah menaruh wajahnya
Dipangkuan Sang Istri, Kini Ia menikmati
Kebersamaannya bareng Keluarganya.
Perlahan Kaysha menyurai lembut
Rambut Rayhan. Sementara tangan Rayhan
melingkar di pinggang Kaysha.
Wajahnya menghadap perut datar sang
Istri.
"Al ...Kalo Suami ngomong itu
Ya tolong dengerin " Ucap Rayhan.
"Maaf ...." Jawab Kaysha, Seraya men
condongkan wajahnya dan mencium
Pipi Suaminya sekilas.
Rayhan membelalakkan kan matanya,
Istrinya kini lebih agresif, Ia bangkit
Mendapat serangan dari Istrinya secara
Mendadak, Dirinya senang namun kini
Ada hal yang berbeda dari seorang Kaysha,
Terutama penampilan dan sikapnya.
Rambut panjang tergerai begitu indah,
Bola mata jernih, Serta bibir yang selalu
Terlihat merekah, Dan dari segi penampilan
Kini Kaysha lebih suka ber-make up walaupun
Tipis dan Selalu terlihat segar, Kadang -
Kadang Sikapnya berubah tidak seperti dulu,
Kaysha yang kalem kini berubah agak
Agresif, Apalagi saat bersamanya,
Terkadang muncul gombalan - gombalan
Receh dari Kaysha yang tak pernah Ia
lakukan pada Rayhan sebelumnya,
Yang kadang membuat Dirinya senang
Dan sempat terbang ke awan,
Kini Kaysha sering melakukan perawatan
Di salon walaupun Berjam - jam lamanya,
Tidak seperti dulu, Kaysha jarang mampir
Ke Salon ataupun klinik kecantikan,
Namun kini Ia tak segan akan menghabiskan
Waktunya disana, Dan tak sedikit pula
Baju baru yang lebih condong ke style
Anak muda, Walaupun tak dipungkiri
Bahwa Rayhan pun suka penampilan
Kaysha yang sekarang, Menampilkan
Dua sisi dari sang istri.
Namun hatinya gundah dengan perubahan
Yang terjadi, Dan itu sukses membuat
Tanda tanya besar dihatinya,
Kaysha yang terlihat segar dan dari
Segi penampilan Kaysha terlihat jauh
Dari kata Umurnya yang sekarang.
"Ada apa humm?" Ujar Kaysha
Ia mengusap rahang sang Suami,
Mengusapnya perlahan, Jari lentiknya
Menyusuri pipi bahkan bibir Rayhan,
Perlahan wajah Kaysha mendekat, Rayhan
Menahan detak jantungnya, Ia tersenyum
Mengambil alih interaksi keduanya, Kini
Ia yang berinisiatif Seperti biasanya,
Dan berlanjut dengan sebuah Olahraga
Yang menguras tenaga dan berkeringat.
Rayhan mengambil remote AC, Dan menu
runkan temperatur ruangannya,
Mengusap kening Kaysha yang terlelap
Kelelahan akibat serangan Darinya, Peluh
masih bertengger didahinya, Ia mengusap
nya perlahan, Ia memeluk Istrinya dan
Mendekapnya erat, dibawah selimut,
Entah kenapa Ia merasa libido sang
Istrinya selalu naik, Dan hampir setiap
Malam jika Dirinya dirumah selalu lembur,
Kini Kaysha selalu memancing duluan,
Dan Ia tahu Dirinya selalu tergoda dan
Tidak akan bisa mengatakan tidak
Untuk Istrinya.
Beribu tanya dalam benak Rayhan ingin
Ia utarakan, Namun ketika Rayhan selalu
__ADS_1
Mengikuti diam - diam, Dirinya tidak men
dapatkan hal yang janggal, Ia sangat takut
Istrinya mempunyai seseorang yang lain
Dibelakangnya,
"I love you honey...!" Bisiknya lembut,
Merapatkan tubuhnya lebih erat dibalik
Selimutnya.
****
"Maaf Abang tidak bisa mengantar,
Tadinya Abang bisa berharap hari ini
Bisa mengantarkan Dirimu, Namun
Abang ada pertemuan sekarang,
Nggak pa - pa ya....Lain kali Abang
Akan mengantarmu " Janji Rayhan.
"Iya nggak pa - pa...Al ngerti kok"
Ucapnya setengah kecewa, Entah kenapa
Hari ini Ia ingin sekali diantar Rayhan
Kali ini, Namun Ia tak bisa memaksa
Karena Rayhan sibuk dengan aktivitasnya
Sekarang.
"Kalau Abang tidak ada pertemuan penting
Abang antar Al.." Potong Rangga,
Ia menyelesaikan sarapannya,
"Iya Bun ...Azzam juga ada meeting penting
hari ini, Padahal asyik kayaknya nemenin
Bunda sekalian Kita hang out bareng Bun "
Ucap Azzam mimik wajahnya terlihat
Kecewa.
"Gimana Aa bolos sekolah aja Bu...
Kan Aa bisa nemenin Ibu"Tawar Gio.
"Huss ...Nggak boleh ah, ...Nggak
boleh gitu, Enggak ah...Kalian kayaknya
Lebay deh,..Tadinya Ibu ingin dianter Ayah
Hanya saja Ayah lagi sibuk, Biar aja jalan
nya lain kali saja" Tukas Kaysha.
"Emangnya kunjungannya nggak bisa
Diundur honey ?" Tanya Rayhan
"Nggak Bang ...Masalah sekarang meng
haruskan Aku sebagai pemilik Perkebunan
Diharuskan hadir" Jawab Kaysha.
Semua mengangguk tanda mengerti.
"Nanti jika Abang selesai pertemuan,
masih siang biar Abang nyusul kesana "
"Karena dipastikan Ray akan pulang malam
Seperti biasanya" Sambung Rangga.
"He..He ...Iya Bang Maaf " Ujar Rayhan
"Semangat Bunda ...!" Ucap Azzam
Memberi semangat pada Kaysha.
"Aa bolos ya....?"Tawar Gio lagi mengulang
"Nooo...!" Delik Kaysha.
Terlihat wajah Gio merengut, Seraya meraih
Tangan Ibunya untuk Salim sebelum berang
Kat sekolah diantar Azzam karena satu arah.
"Abang berangkat duluan...Biasa malu
Sama Anak buah kalo Abang sendiri yang
telat".Pamit Rangga,
Rayhan dan Kaysha meraih punggung
Tangan Rangga untuk Salim.
Tinggallah Mereka berdua melanjutkan
Sarapan yang belum selesai.
"Tadi subuh Kaka udah nelfon, Kapan
Kita jenguk Dia ?"Tanya Kaysha.
"Ayah usahakan akhir Minggu ini,
Mudah - mudahan Ayah nggak sibuk,
Sekalian Kita runding gimana baiknya,
Karena takut hubungan Mereka tanpa
Sepengetahuan Kita, Ayah takut jiwa
Mereka kan jiwa muda, Bukannya Ayah
Tidak percaya hanya saja..." Papar Rayhan
"Sama saja Ayah nggak percaya sama
Mereka, Apa bedanya ...Ibu percaya
Kaka bisa jaga dirinya selama ini "
Ucap Kaysha.
"Tapii... Gejolak anak muda beda
Sayang,... Apalagi Mereka saling
Suka dan Cinta, Kayak nggak pernah
Muda aja " Tukas Rayhan.
"Sama kayak Kita bukan ?" Tanya Rayhan
"Lha nggak sama lah Bang ... Kita nggak
lama karena digerebek Ayah sama Daddy "
Cengenges Kaysha mengingat kejadian
Mereka dulu.
"Tapi Aku senang ...Aku bisa menikahimu
__ADS_1
Secepatnya " Ujar Rayhan, Ia mencium
Sekilas bibir Kaysha.
"Makanya Kita nikahin aja Mereka secepat
nya, Lagipula Aku cocok sama sifat Rayhan,
Kita kenal Dia sudah dari Dia kecil lagipula
Kita sudah hafal sifatnya, Ah udah ....Nanti
Kita sambung lagi, Abang telat nih ..."
Sambung Rayhan ?seraya beranjak setelah
Selesai meminum kopinya.
'Iya Bang Aku juga udah selesai kok,
Aku juga mau pergi sekarang" Ucap
Kaysha, Ia beranjak meraih tasnya,
Sesaat Rayhan menilik penampilan Kaysha
Tidak terlalu formal dan terlihat casual,
Malah lebih mirip ke style anak muda,
Lebih mirip seorang mahasiswi yang mau
KKN,
"Ada masalah ?" Tanya Kaysha.
"Kita bicara nanti " Ucap Rayhan.
Ia melirik jam ditangannya, Ia buru - buru
Menuju mobilnya, Setelah mengecup
Kening Istrinya lembut.
"Hati - hati nanti Kabari Abang kalau ada
Apa - apa " Bisiknya lagi,
Kaysha mengangguk seraya Dirinyapun
Memasuki mobilnya, Dan taklama mobil
Mereka berjalan beriringan,
Sesaat ada perasaan berbeda dilubuk
Hati Rayhan saat melihat mobil sang
Istri yang berbelok kearah yang berbeda
Di perempatan jalan, Ingin rasanya Dirinya
Berangkat bersama sang Istri jika mengi
ngat tugasnya yang penting kali ini.
"Ada apa Sayang ...Kok perasaan Abang
nggak enak " Lirihnya seraya menuju ke
Kantornya.
Semilir udara semakin dingin mengingat
Hujan yang terus mengguyur sejak sema
lam, Ditambah memang udara pegunungan
Yang sudah biasa sejuk walaupun di musim
Yang berbeda.
Kaysha melajukan mobilnya pelan padat
Merayap bersama kendaraan lainnya,
Ia fokus dengan jalanan yang sedikit
Licin akibat air hujan yang membasahi
Jalan bercampur lumpur.
Pas tikungan jalan tidak dapat diduga,
Tanah bercampur bebatuan turun dengan
Laju yang sangat cepat dari atas perbukitan
Disisi jalan berlalu dan menyapu Apapun
Yang berada didepannya termasuk bebera
pa mobil yang sedang melintas.
Tanah menyapu dengan cepat, Batu besar,
Pohon, Menerjang apapun yang berada
Dijalurnya.
Takayal mobil yang ditumpangi Kaysha
pun tersapu tanah longsoran bercampur
Air sungai diatasnya,Bersama beberapa
mobil lainnya, Suara gemuruh dari deru
tanah bersama teriakan beberapa warga
Dan beberapa pengemudi mobil bergema
Menjadi satu.
"Allahu Akbar ....." Kaysha tidak dapat meng
hindar, Terdengar teriakan Orang - orang
Disekitarnya semakin menghilang ...hanya
Sayup yang terdengar, Ia yang sedang
Keluar dari mobil tidak dapat menghindar
Lagi, Tubuhnya pun Ikut tersapu longsoran
Tanah.
"Tuhan ...Aku mohon perlindungan Darimu,
Andai ini waktuku tolong Ikhlaskan Aku,
Mungkin Sudah saatnya Aku bertemu Aa,
Namun Jika belum saatnya permudah jalan
Ku Untuk kembali kepada Orang - Orang
yang Kusayang " Lirihnya dalam do'anya,
Terbayang dipelupuk matanya wajah - wajah
Orang yang disayanginya, Terutama
Wajah dan Senyuman milik Rayhan Suami
nya Sebelum semua suara itu menghilang.
************************************************
**Bersambung
**Maafkan Aku kemarin nggak bisa Up, ...
Tapi nanti Aku Usahakan Up lagi, Oleh
__ADS_1
Karena itu Jejakmu Please ,....🙏😘