Hujan September

Hujan September
*Episode 33


__ADS_3

"Waalaikum sallam mari masuk Nak,


Baru saja Nak Al mau kesana nganterin


Lisa pengen ketemu Papanya !" Jawab


Abi.


Kaysha menyambut Uluran tangan Pria


muda itu untuk Salim, Umi memandang


hangat Mereka, Pasangan serasi yang


Sangat cocok dan telah dikaruniai seorang


Putri cantik namun sayang nasib Mereka


Tidak seindah seperti perawakan Mereka


Yang terlihat oleh mata yang memandang.


Keadaan yang membuat Mereka menjalani


Hidup seperti ini, Padahal Abi dan Ummi


Tahu Siapa jati diri Pria muda didepannya,


Namun kini Mereka hidup dalam keseder


hanaan namun terlihat Mereka sangat


Menikmati dan terlihat bahagia.


"Bagaimana kabar Abi, Bagaimana perja


lanannya lancar ?" Tanyanya Ia duduk


Dikursi dan Lisa tidak mau lepas Ia berada


Dipangkuannya.


"Allhamdulillah Nak Lancar dan Abi bisa


pulang tepat waktu" Jawab Abi.


Pria muda berseragam itu hanya me


ngangguk.


"Lisa...Mandi dulu yuk Sayang, Tuh Papa


Nutupin hidung katanya Lisa bau Acem"


Bujuk Kaysha.


"Ibu mah bohong, Lisa selalu cantik walo


pun belum mandi ya kan Pa ?" Tanyanya


Polos,


Abi dan Ummi terkekeh melihat tingkah


Laku Lisa yang menggemaskan.


"Iya ...Tapi ini sudah sore, Nanti Lisa masuk


Angin hayoo nanti sakit " Ujar Pria itu.


"Dengerin tuh kata Papa ayo ikut sama Ibu,


Lisa mandi dulu, Kan Papanya nanti nunggu


Disini " Titah Ummi.


Mau tak mau Lisa turun dengan perlahan


dari pangkuan Papanya, Kemudian Ia me


minta Pria muda itu sedikit mencondong


kan wajahnya,


"Tunggu sebentar ya Papa, Lisa mandi


dulu ... Papa sayangnya Lisa,


Assalamualaikum " Pamitnya.


"Nggak usah berbisik juga kali, Kita denger


Kok bukan hanya Papa " Ujar Kaysha


Abi dan Umi hanya tertawa beserta Papa


nya Lisa.


Lisa hanya cemberut, Bibirnya mengerucut.


"Ahh ...Ibu mah nggak lucu !" Teriak Lisa.


Papa Lisa terkekeh, Ia menciumi pipi


Putrinya gemas.


"Iya Sayang Papa nunggu disini, Nah seka


rang Lisa mandi sama Ibu ! "Titah sang Papa


Ia melanjutkan mengobrol dengan Abi dan


Ummi di ruang tamu taklama bik Esih da


tang membawa minuman beserta camilan.


Setelah Kaysha dan Lisa pergi.


"Lho Bu Al sama Neng Lisa nya Mana?"


Tanya Bik Esih.


"Al nya mandiin Lisa dulu, Nanti juga datang


Sebentar lagi " Jawab Umi.


"Bibi tutupin dulu minumannya takut keburu


dingin " Ujar Bik Esih.


"Iya Bi silahkan !" Jawab Umi.


Taklama Bik Esih pergi ke belakang kemudian


Ia kembali lagi membawa tutup gelas untuk


Menutupi minuman yang sudah terlanjur di


buat.


"Maaf Nak ...Umi akan bertanya padamu


boleh tidak ? " Ucap Umi namun Dirinya


Seperti ragu - ragu.


Sesaat wajah tampan yang sedang berbi


cara dengan Abi menoleh, Ia tersenyum


membalas ucapan Umi.


"Tentu saja boleh Umi, ... Silahkan jika Saya


Bisa menjawab tentu akan saya jawab "


Jawabnya.


Ketika Umi akan mengucapkan sesuatu,


"Assalamualaikum, Maaf mengganggu Pak !"

__ADS_1


Ujar Seseorang yang sedang berdiri di


Depan rumah Abi.Ia membuka sepatunya


Taklama Ia masuk kedalam.


"Maaf Pak ini bawaan Bapak yang tadi,


Tertinggal di mobil " Ujarnya.


Pria muda itu mengangguk seraya menerima


Bawaaan dari ajudannya,


"Terima kasih ...Kamu mau minum dulu ?"


Tanyanya pada sang Ajudan.


"Terima kasih saya menunggu diluar saja?,


Oh ya mana Lisa Pak ?" Tanyanya lagi.


"Kenapa Kamu nanyain Putri Saya? Masa


Kamu naksir sama anak kecil ?" Seloroh


nya menggoda sang Ajudan


.Sang ajudan gelagapan,


"Siap tidak, Hanya saja Saya suka lihat


Lisa yang lucu " Jawabnya.


Ia tersenyum geli mendengar jawaban


Jujur sang Anak buah,


"Bagus ...! Jangan nunggu Anak Saya


nanti Kamunya ketuaan rugi dong Anak


Saya, Nah Umi saya minta tolong Carikan


Jodoh buat junior Saya, Rupanya Ia masih


Jomblo Umi " Pintanya terkekeh seraya


menggoda.


"Iya nanti Umi Carikan hanya saja disini


Tidak mengenal kata pacaran, Kalau


Anda Suka terhadap Seorang Gadis


jika sudah siap khitbah lah Dia " Ucap Umi


lembut.


"Kebetulan Umi ...Andri sedang mencari


Istri " Ujar Papanya Lisa yang kontan


membuat Wajah Andri memerah.


"Baiklah nanti akan Abi bantu ya "


Ucap Abi karena kasihan melihat sang


Ajudan yang terus digoda Atasannya.


Taklama seorang Putri cantik berjalan


Seraya bersenandung sholawat yang telah


Dihafalnya, Ia dituntun oleh sang Ibu.


Taklama Ia berhenti didepan rumah Abi


"Assalamualaikum ...Eh ada Om Andri


Andri yang tengah meminum kopi buatan


Bik Esih tersenyum,


"Waalaikum sallam, Eh ada Lisa cantik,


Iya ...Nyusulin Papa tadi ada barangnya


yang tertinggal, Eh Lisa udah mandi


Cantik dan wangi lagi " Puji Sang Ajudan.


"Ayo Lisa bentar lagi Maghrib Kita sholat


Maghrib Lisa belum setor hapalan hari


ini sama Ustadzah Nur kan ? " Tanya Kaysha.


"Iya Ibu cantik ....bawel banget deh " Jawab


Lisa .


"Uhuuk ...!" Andri yang tengah meminum


kopinya sedikit tersedak mendengar jawaban


Lisa yang terdengar lucu ditelingnya.


"Maaf Om Kami masuk dulu !" Pamit Kaysha.


"Iya Silahkan Ibu " Ia tahu wanita cantik di


depannya adalah Siapa.


"Permisi Ya Om....Saya tinggal " Kembali


Ucap Kaysha lembut.


"Papa....!" Ucap Lisa menghampiri Sang


Papa.


"Umm ...Anak Papa wangi banget !"


Ucapnya mencium putrinya sayang.


"Papa Sebentar lagi waktu Maghrib,


Ayo sholat !" Ajak Lisa.


"Iya Nih Abi sama Umi juga mau siap


- Siap ke Mesjid Sayang !" Ajak Umi


"Ayo Pa ...Mau ganti baju dulu ?"


Tanya Kaysha.


"Iya sekalian mandi dulu, Lisa mau ikut


nganter Papa ?" Tanyanya.


"Nggak Pa...Lisa lagi ngapalin dulu


bareng Umi " Ucap Lisa.


"Iya biarkan Lisa disini saja, ...Al ajak


Suamimu dulu " Ujar Umi


"Baik Umi ...!" Jawab Kaysha.


Taklama Pria muda itu berdiri, Ia pamit


pada Umi dan Abi lalu mengikuti Kaysha


Ke tempatnya, Sedangkan sang Ajudan


berbelok menuju masjid lebih dahulu

__ADS_1


"Al...Kamu nyaman hidup berpisah seperti


ini ?" Tanyanya seraya berjalan beriringan,


"Aku tenang berada disini, Aku merasa


menemukan tempatku, Dan sedikit


Melupakan kenyataan terpahit di hidupku "


Lirih Kaysha,


Tangan kekar itu merengkuh bahu Istrinya


"Bersabarlah semua pasti ada hikmahnya"


Ujarnya.


"Aku tahu Kamu wanita kuat" Ucapnya.


Kemudian Mereka masuk taklama Pria


Muda itu keluar kembali membawa han


duk dan menenteng peralatan mandi dalam


Ember kecil berjalan dengan sendal jepit


Menuju toilet Pria yang disediakan untuk


Tamu karena terpisah dengan para Santri


Pada umumnya.


Mereka bersama namun Mereka


Tidur berpisah, Nanti setelah Lisa tertidur


Ia akan pulang ke rumah Dinasnya yang


Memang tidak jauh letaknya hanya beberapa


Belas menit jika menggunakan kendaraan,


Mungkin Kaysha belum sepenuhnya mene


Rima Dirinya Sekarang.


Pondok tempat tinggalnya terpisah dengan


Para santri, Kompleknya khusus untuk para


Pengajar bahkan lebih dekat lokasinya de


ngan Abi dan Umi.


Ia mengingat kisahnya memandangi sebuah


foto ditangannya perlahan air mata itu


turun dipipi putihnya, Kadang Ia merasakan


Tidak adil dalam hidupnya, Namun Dirinya


tidak boleh berburuk sangka terhadap tak


dirnya.


"Ceklek !"


Terdengar pintu dibuka Seseorang, Sese


orang masuk Ia menaruh handuk di tem


patnya, Dan tempat peralatan mandi di


bawahnya.


"Al ....!" Ia mendekat,


"Jangan menangis lagi " Tubuh kekar itu


Memeluk tubuh Istrinya lembut.


Kasih sayang yang tak terukur untuk Seorang


Kaysha bahkan sejak kecil kasih sayang itu


telah tumbuh.


"Tidak....Aku melihatmu seperti ini, Aku


merasa sangat berdosa, Kamu meninggalkan


Semuanya untukku rasanya ini sangat tidak


adil apalagi Aku seorang...."


Lirihnya Ia menundukkan kepalanya,


" Dalam hal ini tidak ada yang tidak adil,


Semua telah ditakdirkan pada yang semes


tinya, Aku bahagia bersamamu dan putri


Kita Al, Apalagi yang Aku inginkan " Ucap


nya mengusap air mata Kaysha dengan


jarinya, Memeluknya erat tubuh Sang


Istri, Terasa damai dan tenang perasaan


nya kini.


"Ayo Kita ke Mesjid mungkin Lisa sudah


menunggu Kita disana " Ajak Kaysha


Ia mengurai lembut pelukan sang Suami.


"Tunggu Al...!" Ucapnya


Ia meraih wajah Kaysha, Mencium kening


nya lembut.


"Kamu selalu cantik Al, ... Apalagi kini "


Ucapnya,


Kaysha menyerahkan sebuah sajadah pada


nya yang telah berganti baju Koko dan sarung


lengkap dengan pecinya,


"Awas jangan jelalatan nanti liatin santri


Cantik disana apalagi di kantin " Pesan


Kaysha.


"Siaap Ibu Negara!" Jawabnya.


"Gimana mau melirik yang lain dapetin


Kamu aja sangat susah " Desahnya dalam


hati seraya mengulum senyum.


**Ketebak sekarang kan, Siapa ?


**************************************************


**Bersambung


**Please Like or comment


Hatur nuhun, Thank you ya 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2