
"Waalaikum sallam mari masuk Nak,
Baru saja Nak Al mau kesana nganterin
Lisa pengen ketemu Papanya !" Jawab
Abi.
Kaysha menyambut Uluran tangan Pria
muda itu untuk Salim, Umi memandang
hangat Mereka, Pasangan serasi yang
Sangat cocok dan telah dikaruniai seorang
Putri cantik namun sayang nasib Mereka
Tidak seindah seperti perawakan Mereka
Yang terlihat oleh mata yang memandang.
Keadaan yang membuat Mereka menjalani
Hidup seperti ini, Padahal Abi dan Ummi
Tahu Siapa jati diri Pria muda didepannya,
Namun kini Mereka hidup dalam keseder
hanaan namun terlihat Mereka sangat
Menikmati dan terlihat bahagia.
"Bagaimana kabar Abi, Bagaimana perja
lanannya lancar ?" Tanyanya Ia duduk
Dikursi dan Lisa tidak mau lepas Ia berada
Dipangkuannya.
"Allhamdulillah Nak Lancar dan Abi bisa
pulang tepat waktu" Jawab Abi.
Pria muda berseragam itu hanya me
ngangguk.
"Lisa...Mandi dulu yuk Sayang, Tuh Papa
Nutupin hidung katanya Lisa bau Acem"
Bujuk Kaysha.
"Ibu mah bohong, Lisa selalu cantik walo
pun belum mandi ya kan Pa ?" Tanyanya
Polos,
Abi dan Ummi terkekeh melihat tingkah
Laku Lisa yang menggemaskan.
"Iya ...Tapi ini sudah sore, Nanti Lisa masuk
Angin hayoo nanti sakit " Ujar Pria itu.
"Dengerin tuh kata Papa ayo ikut sama Ibu,
Lisa mandi dulu, Kan Papanya nanti nunggu
Disini " Titah Ummi.
Mau tak mau Lisa turun dengan perlahan
dari pangkuan Papanya, Kemudian Ia me
minta Pria muda itu sedikit mencondong
kan wajahnya,
"Tunggu sebentar ya Papa, Lisa mandi
dulu ... Papa sayangnya Lisa,
Assalamualaikum " Pamitnya.
"Nggak usah berbisik juga kali, Kita denger
Kok bukan hanya Papa " Ujar Kaysha
Abi dan Umi hanya tertawa beserta Papa
nya Lisa.
Lisa hanya cemberut, Bibirnya mengerucut.
"Ahh ...Ibu mah nggak lucu !" Teriak Lisa.
Papa Lisa terkekeh, Ia menciumi pipi
Putrinya gemas.
"Iya Sayang Papa nunggu disini, Nah seka
rang Lisa mandi sama Ibu ! "Titah sang Papa
Ia melanjutkan mengobrol dengan Abi dan
Ummi di ruang tamu taklama bik Esih da
tang membawa minuman beserta camilan.
Setelah Kaysha dan Lisa pergi.
"Lho Bu Al sama Neng Lisa nya Mana?"
Tanya Bik Esih.
"Al nya mandiin Lisa dulu, Nanti juga datang
Sebentar lagi " Jawab Umi.
"Bibi tutupin dulu minumannya takut keburu
dingin " Ujar Bik Esih.
"Iya Bi silahkan !" Jawab Umi.
Taklama Bik Esih pergi ke belakang kemudian
Ia kembali lagi membawa tutup gelas untuk
Menutupi minuman yang sudah terlanjur di
buat.
"Maaf Nak ...Umi akan bertanya padamu
boleh tidak ? " Ucap Umi namun Dirinya
Seperti ragu - ragu.
Sesaat wajah tampan yang sedang berbi
cara dengan Abi menoleh, Ia tersenyum
membalas ucapan Umi.
"Tentu saja boleh Umi, ... Silahkan jika Saya
Bisa menjawab tentu akan saya jawab "
Jawabnya.
Ketika Umi akan mengucapkan sesuatu,
"Assalamualaikum, Maaf mengganggu Pak !"
__ADS_1
Ujar Seseorang yang sedang berdiri di
Depan rumah Abi.Ia membuka sepatunya
Taklama Ia masuk kedalam.
"Maaf Pak ini bawaan Bapak yang tadi,
Tertinggal di mobil " Ujarnya.
Pria muda itu mengangguk seraya menerima
Bawaaan dari ajudannya,
"Terima kasih ...Kamu mau minum dulu ?"
Tanyanya pada sang Ajudan.
"Terima kasih saya menunggu diluar saja?,
Oh ya mana Lisa Pak ?" Tanyanya lagi.
"Kenapa Kamu nanyain Putri Saya? Masa
Kamu naksir sama anak kecil ?" Seloroh
nya menggoda sang Ajudan
.Sang ajudan gelagapan,
"Siap tidak, Hanya saja Saya suka lihat
Lisa yang lucu " Jawabnya.
Ia tersenyum geli mendengar jawaban
Jujur sang Anak buah,
"Bagus ...! Jangan nunggu Anak Saya
nanti Kamunya ketuaan rugi dong Anak
Saya, Nah Umi saya minta tolong Carikan
Jodoh buat junior Saya, Rupanya Ia masih
Jomblo Umi " Pintanya terkekeh seraya
menggoda.
"Iya nanti Umi Carikan hanya saja disini
Tidak mengenal kata pacaran, Kalau
Anda Suka terhadap Seorang Gadis
jika sudah siap khitbah lah Dia " Ucap Umi
lembut.
"Kebetulan Umi ...Andri sedang mencari
Istri " Ujar Papanya Lisa yang kontan
membuat Wajah Andri memerah.
"Baiklah nanti akan Abi bantu ya "
Ucap Abi karena kasihan melihat sang
Ajudan yang terus digoda Atasannya.
Taklama seorang Putri cantik berjalan
Seraya bersenandung sholawat yang telah
Dihafalnya, Ia dituntun oleh sang Ibu.
Taklama Ia berhenti didepan rumah Abi
"Assalamualaikum ...Eh ada Om Andri
Andri yang tengah meminum kopi buatan
Bik Esih tersenyum,
"Waalaikum sallam, Eh ada Lisa cantik,
Iya ...Nyusulin Papa tadi ada barangnya
yang tertinggal, Eh Lisa udah mandi
Cantik dan wangi lagi " Puji Sang Ajudan.
"Ayo Lisa bentar lagi Maghrib Kita sholat
Maghrib Lisa belum setor hapalan hari
ini sama Ustadzah Nur kan ? " Tanya Kaysha.
"Iya Ibu cantik ....bawel banget deh " Jawab
Lisa .
"Uhuuk ...!" Andri yang tengah meminum
kopinya sedikit tersedak mendengar jawaban
Lisa yang terdengar lucu ditelingnya.
"Maaf Om Kami masuk dulu !" Pamit Kaysha.
"Iya Silahkan Ibu " Ia tahu wanita cantik di
depannya adalah Siapa.
"Permisi Ya Om....Saya tinggal " Kembali
Ucap Kaysha lembut.
"Papa....!" Ucap Lisa menghampiri Sang
Papa.
"Umm ...Anak Papa wangi banget !"
Ucapnya mencium putrinya sayang.
"Papa Sebentar lagi waktu Maghrib,
Ayo sholat !" Ajak Lisa.
"Iya Nih Abi sama Umi juga mau siap
- Siap ke Mesjid Sayang !" Ajak Umi
"Ayo Pa ...Mau ganti baju dulu ?"
Tanya Kaysha.
"Iya sekalian mandi dulu, Lisa mau ikut
nganter Papa ?" Tanyanya.
"Nggak Pa...Lisa lagi ngapalin dulu
bareng Umi " Ucap Lisa.
"Iya biarkan Lisa disini saja, ...Al ajak
Suamimu dulu " Ujar Umi
"Baik Umi ...!" Jawab Kaysha.
Taklama Pria muda itu berdiri, Ia pamit
pada Umi dan Abi lalu mengikuti Kaysha
Ke tempatnya, Sedangkan sang Ajudan
berbelok menuju masjid lebih dahulu
__ADS_1
"Al...Kamu nyaman hidup berpisah seperti
ini ?" Tanyanya seraya berjalan beriringan,
"Aku tenang berada disini, Aku merasa
menemukan tempatku, Dan sedikit
Melupakan kenyataan terpahit di hidupku "
Lirih Kaysha,
Tangan kekar itu merengkuh bahu Istrinya
"Bersabarlah semua pasti ada hikmahnya"
Ujarnya.
"Aku tahu Kamu wanita kuat" Ucapnya.
Kemudian Mereka masuk taklama Pria
Muda itu keluar kembali membawa han
duk dan menenteng peralatan mandi dalam
Ember kecil berjalan dengan sendal jepit
Menuju toilet Pria yang disediakan untuk
Tamu karena terpisah dengan para Santri
Pada umumnya.
Mereka bersama namun Mereka
Tidur berpisah, Nanti setelah Lisa tertidur
Ia akan pulang ke rumah Dinasnya yang
Memang tidak jauh letaknya hanya beberapa
Belas menit jika menggunakan kendaraan,
Mungkin Kaysha belum sepenuhnya mene
Rima Dirinya Sekarang.
Pondok tempat tinggalnya terpisah dengan
Para santri, Kompleknya khusus untuk para
Pengajar bahkan lebih dekat lokasinya de
ngan Abi dan Umi.
Ia mengingat kisahnya memandangi sebuah
foto ditangannya perlahan air mata itu
turun dipipi putihnya, Kadang Ia merasakan
Tidak adil dalam hidupnya, Namun Dirinya
tidak boleh berburuk sangka terhadap tak
dirnya.
"Ceklek !"
Terdengar pintu dibuka Seseorang, Sese
orang masuk Ia menaruh handuk di tem
patnya, Dan tempat peralatan mandi di
bawahnya.
"Al ....!" Ia mendekat,
"Jangan menangis lagi " Tubuh kekar itu
Memeluk tubuh Istrinya lembut.
Kasih sayang yang tak terukur untuk Seorang
Kaysha bahkan sejak kecil kasih sayang itu
telah tumbuh.
"Tidak....Aku melihatmu seperti ini, Aku
merasa sangat berdosa, Kamu meninggalkan
Semuanya untukku rasanya ini sangat tidak
adil apalagi Aku seorang...."
Lirihnya Ia menundukkan kepalanya,
" Dalam hal ini tidak ada yang tidak adil,
Semua telah ditakdirkan pada yang semes
tinya, Aku bahagia bersamamu dan putri
Kita Al, Apalagi yang Aku inginkan " Ucap
nya mengusap air mata Kaysha dengan
jarinya, Memeluknya erat tubuh Sang
Istri, Terasa damai dan tenang perasaan
nya kini.
"Ayo Kita ke Mesjid mungkin Lisa sudah
menunggu Kita disana " Ajak Kaysha
Ia mengurai lembut pelukan sang Suami.
"Tunggu Al...!" Ucapnya
Ia meraih wajah Kaysha, Mencium kening
nya lembut.
"Kamu selalu cantik Al, ... Apalagi kini "
Ucapnya,
Kaysha menyerahkan sebuah sajadah pada
nya yang telah berganti baju Koko dan sarung
lengkap dengan pecinya,
"Awas jangan jelalatan nanti liatin santri
Cantik disana apalagi di kantin " Pesan
Kaysha.
"Siaap Ibu Negara!" Jawabnya.
"Gimana mau melirik yang lain dapetin
Kamu aja sangat susah " Desahnya dalam
hati seraya mengulum senyum.
**Ketebak sekarang kan, Siapa ?
**************************************************
**Bersambung
**Please Like or comment
Hatur nuhun, Thank you ya 🙏😘
__ADS_1