Hujan September

Hujan September
*Episode 59


__ADS_3

"Maafkan Kami Bu...Maaf dan


Terimakasih atas pengertiannya"


Ucap rekan - rekan Rayhan.


Mereka merayakan keberhasilan men


jalankan misi dikafe milik Kaysha dengan


Acara makan bersama sederhana di kafe.


Kalau dirumah, Rayhan sangat menjaga


Keselamatan Anggota keluarganya,


Dan tidak ingin keadaan rumahnya terpublish.


Semula memang Kaysha marah namun


Melihat penampakan Gladys yang asli


Ia tak urung tertawa namun tidak lepas


Mau ketawa tapi takut dosa.


"Sejak kapan Ayah suka terong ungu?


Ternyata Jeruk makan jeruk toh " Goda


Kaysha seraya berbisik pada Suaminya.


"Nah Izin Pak Ray dan Ibu, Kami perkenalkan


Bintang tamu hari ini, Nona Gladys Sartini


Binti Agus Sartono " Ujar Seorang anggota


Bernama Edo.


Kaysha tertawa, Namun Ia dongkol sesaat


Saat Dirinya tertipu dengan penampakan


Gladys palsu, Mereka sengaja untuk men


jebak komplotan Perdagangan manusia


( Human trafikking ) Yang kebanyakan


Korbannya adalah anak - anak dan.


Perempuan.


"Maklum Bu...Gladys ini Pria tercantik


Di tim Kami,....Maaf Pak Ray aja kalah


Cantik dan Luwes " Ujar Anggota perempuan


Sesaat Kaysha terbayang wanita kalem


Yang memakai baju yang Ia temukan di


Kantor Suaminya, Jangan - jangan....


Wanita yang bersama Gladys itu suaminya,


Mata Kaysha terbelalak pantas saja Nama


Butiknya sama seperti butik langganannya.


Kaysha tertawa seraya menunduk.


Menyadari kenyataannya.


"Puas Kamu .....Beb !" Bisik Rayhan.


"Ternyata Abang juga...Teroooong "


Bisik Kaysha terkikik.


"Tak kusangka Abang satu spesies sama


Hendra ..." Cicitnya yang membuat Rayhan


Merah padam.


"Awas....Ntar malem habis Kamu,...


Tadi malem Kamu biarin Abang kedinginan


Dan dianggurin diluar" Ucap Rayhan.


"Waah taakuut...!"Jawab Kaysha seraya


berbisik pula.


"Ekheeem...." Suara bariton Gladys menginte


rupsi.


"Pak ...Maaf ... Nggak kasihan pada Kami


Yang lagi jomblo .." Ucapnya seraya


Merajuk Manjaaah.


"Waah masa sih ....Om kan tampan masa


Iya sih .." Ujar Kaysha tak percaya.


"Itu lho Bu ....Mungkin Mereka takut kalah


Saing sama Aku Bu....Padahal Aku


Sartono asli bin tulen Bu.." Keluhnya.


"Deeuh caper tuh Bu, ...


Ya ..jelas aja Mereka takut kalah saing,


Rebutan lipstik dan bedak, belom


Lagi daleman Ama daster yang pasti


Pinginnya samaan " Goda yang lain


"Ih ...Jahara Kalian tsaay.." Ucap Gladys.


Yang kontan semuanya tertawa,


Ia bersyukur untuk hari ini, Terlebih


Semua atas kesalah pahaman.


Dan beruntung Suaminya dalam


Keadaan selamat dan Sehat walafi'at,


Tidak berkurang suatu apapun.


Dia sadar Dirinya terlalu mendambakan


Sebuah kesempurnaan, Tanpa dirinya


Sadari bahwa kesempurnaan akan hadir


Dari beberapa kekurangan.


Kaysha pulang bersama Rayhan saat


Menjelang malam, Saat pulang Rangga


Baru selesai shalat Isya,


"Abang nginap disini saja ....Rania tetap


Tidak mau pulang ?" Tawar Rayhan.


Mereka berbincang seraya menemani


Anak - anak menonton TV, Mereka ber


santai melepas lelah hari ini.


Rangga mengusap wajahnya perlahan.


"Entah apa yang Dirinya mau, ....


Abang sudah lelah membujuknya,

__ADS_1


Sifatnya yang keras kepala dan terlalu


Manja, Abang harus bagaimana


Dia ingin selalu Abang mengerti namun


Ia tidak pernah sekalipun Dirinya mau


Ngertiin Abang ..." Ucap Rangga.


Ia meminum kopinya sesaat.


"Maafkan Aku dan Raffa bang...


Kami memaksa Dirimu untuk menikahi


Rania waktu itu, ... Tanpa memikirkan


Perasaanmu karena Kami pikir semua


Akan baik - baik saja, Abang butuh pen


damping dan Azzam butuh sosok Ibu"


Lirih Rayhan merasa bersalah karena


Rumah tangga Abangnya tidak serta


Merta baik - baik saja.


"Yang sabar ya ...Bang !" Ucap Rayhan.


"Kali ini menginaplah disini, Ini sudah


malam baru besok Abang bisa bawa


Azzam, Kasihan Ia masih lelah dengan


Kegiatannya hari ini." Pinta Rayhan.


"Iya Ray...Abang juga nyantai,


Abang ingin menikmati hari sebelum


keberangkatan Abang ke....."


Ucap Rangga.


"Tentu saja nikmatilah waktu Kalian"


Ucap Rayhan


"Ka...Kok Ibu nggak turun ? Apa ketiduran?"


Tanya Rayhan pada Putrinya


"Aku cari Yah...Tapi tanggung film nya


lagi seru Yah.." Ucap Lisa tengah anteng


bersama Azzam.


"Ya sudah Ayah lihat dulu ..,Bang Aku


pamit keatas dulu " Izin Rayhan.


"Iya Ray...Aku nunggu Anak - anak,


Nanti Aku juga nyusul keatas tidur bareng


Azzam dikamarnya " Jawab Rangga.


"Oke Bang...!" Ucap Rayhan


.


Ia berjalan menaiki tangga menuju lantai


atas rumahnya, Ia melihat kamarnya


masih kosong, Lantas Ia memasuki


Kamar Gio.


Terlihat Kaysha memeluk Gio.


Rayhan mendekat kearah Mereka.


Panas badannya Bang " Lirih Kaysha


"Dia demam ?" Tanya Rayhan


"Kok bisa ?"Tanya Rayhan.


Ia menempelkan punggung tangannya


Di kening Gio.


"Wahh...Beneran ini mah, Dia demam


Sudah Kamu kasih obat?" Tanya Rayhan


"Sudah ini lagi reaksi" Ujar Kaysha


Seraya berbisik taklupa memperlihatkan


Tangan mungil itu memeluk tubuh Kaysha


Erat.


Rayhan mengerti, Ia naik keatas tempat


Tidur disisi Gio yang kosong, Untuk malam


Ini Ia akan mengalah lagi, Mana tega Ia


Membiarkan Putranya yang lagi demam


Sendirian, Ia memeluk putranya dari


Belakang lagipula Ia kangen beberapa


Minggu Ia tidak bertemu Putra - putrinya


Disiang hari, Apalagi Putranya Gio Dia


Pulang sudah larut malam bisa dipastikan


Mereka sudah terlelap, Dan kadang -


Kadang pagi - pagi buta sudah pergi lagi,


Bahkan beberapa hari tidak Pulang.


Rindu ....


Jangan ditanya Siapa sih Pria yang


Berlabel seorang Suami dan Seorang Ayah


Tidak berjumpa dengan keluarga pastilah


Kangen, Hanya saja Ia mengingat tugas


Yang diembannya.


Rayhan pun terlelap, Memeluk Gio dan


tangannya menggenggam tangan Istrinya


Tanpa sadar mereka terlelap disana


Mungkin dengan kelelahan hari ini,


Akhirnya Mereka tertidur dikamar Putranya.


Lisa, Azzam diikuti Rangga menuju Kamar


Gio, Kebiasaan Mereka jika hendak tidur


Melihat dulu sang Adik untuk sekedar


Mengucapkan selamat malam, Dan me


mastikan bahwa sang Adik terlelap dan


Baik - baik saja.


"Sst..Ayo Kita ke kamar masing - masing "


Ajak Rangga seraya berbisik, Menggiring

__ADS_1


Azzam dan Lisa untuk keluar dari kamar


Gio.


Ada perasaan iri saat Rangga melihat


Kaysha dan Rayhan yang tidur saling


Memeluk Gio, Andai Rania Istrinya


Mengerti apa yang diinginkan Dirinya,


Ia hanya mempunyai mimpi sederhana


membentuk sebuah keluarga kecil


Yang bahagia, Seperti adiknya Rayhan


Dan Raffa saat pulang dengan segudang


Lelahnya ada yang menyambut dengan


Senyuman, Senyum dan tawa anak


- anak Mereka, Jangankan untuk punya


Adiknya Azzam, Rania malah ingin menun


danya dengan alasan Dirinya masih muda,


Dan yang lebih membuat Rangga marah,


Rania selama ini menggunakan alat


Kontrasepsi untuk menunda kehamilan


Dan momongan, Dengan alasan Ia tidak


Ingin terikat dan masih suka dengan


Pekerjaannya.


Rangga mengusap wajahnya kasar,


Mengingat kisruh rumah tangganya


Andai Mita masih hidup tentu Ia pun


Sudah hidup bahagia seperti Rayhan


Walaupun Ia tahu Rayhan adiknya baru


Saja lepas dari bayang - bayang Almarhum


Gio sejak Ia meninggal, Dirinya dan Raffa


Terus memberikan semangat dan ada


Saat Rayhan terjatuh, Namun ternyata


Ia sendiri tidak dapat menolong Dirinya


Sendiri dari kisruh rumah tangganya


Sendiri.


Dibelakang Rangga Kaysha dan Rayhan


Berulang kali mencoba mencari cara


Untuk menyatukan Mereka, Namun


Entah kenapa, Kata damai dan saling


Menerima sulit sekali dari bibir dan


Sikap seorang Rania.


Bahkan Kaysha berulang kali memergoki


Rania berjalan dengan Pria lain,


Miris memang berulang kali Kaysha mem


peringatkan namun Rania seolah tuli,


Kini Ia membiarkan Rangga mengetahui


Sendiri perbuatan Rania dengan sendirinya


Tanpa Ia beritahu, Mungkin ada kesalahan


Kedua belah pihak dan Kaysha tidak ingin


Mencampuri masalah rumah tangga Abang


Iparnya terlalu dalam, Ia menyerahkan


Semuanya pada Rayhan Walau bagaimana


Pun Rayhan adalah adik Rangga,


Setelah Azzam tertidur, Rangga masuk ke


dalam kamar Lisa, Setelah dirasa Lisa telah


Terlelap, Ia menyelimuti tubuh Lisa dan


Meraih remot AC, Dan menurunkan suhu


Ruang Kamar Lisa dan mematikan saklar


Lampu menggantinya dengan lampu tidur,


Setelah itu Ia berlalu keluar dan menutup


Kamar Lisa rapat - rapat seperti Ia


Menutup pintu kamar Putranya Azzam.


Ia menuruni tangga kebetulan Ia berpapa


san dengan Bik Siti yang hendak memati


kan lampu rumah tuannya,


"Waduh mau Keluar den Rangga, Udah


Rapih gitu ?" Tanya Bik Siti.


"Iya Bik mau keluar sebentar, Hanya saja


Jangan ditunggu mungkin Saya nggak


Pulang kalau Ray nanyain, Saya ada perlu"


Ujar Rangga.


"Baik Den...." Jawab Bik Siti,


Ia mengikuti Rangga kedepan, Setelah me


ngunci pintu gerbang sesudah mobil yang


Membawa Rangga keluar, Barulah Bik Siti


masuk kembali.


"Kasihan Den Rangga, Masih muda,


Ganteng dan gagah lagi, Namun Sayang


Ia tidak beruntung, Andai Bibi yang jadi


Istrinya tak kekeupin terus da....Apalagi


Malam ini dingin" Kekeh Bik Siti.


"Kok Bibi jadi Ndak tau diri gini,


Andai bibi punya anak cantik, Soleha kayak


Neng Al ... Pastinya akan


Bibi jodohin sama Aden Rangga "


Ujar Bik Siti pelan seraya menutup pintu.


*************************************************


**Bersambung

__ADS_1


**seperti bisa tinggalkan jejak ya....🙏😘


__ADS_2