
"Maafkan Kami Bu...Maaf dan
Terimakasih atas pengertiannya"
Ucap rekan - rekan Rayhan.
Mereka merayakan keberhasilan men
jalankan misi dikafe milik Kaysha dengan
Acara makan bersama sederhana di kafe.
Kalau dirumah, Rayhan sangat menjaga
Keselamatan Anggota keluarganya,
Dan tidak ingin keadaan rumahnya terpublish.
Semula memang Kaysha marah namun
Melihat penampakan Gladys yang asli
Ia tak urung tertawa namun tidak lepas
Mau ketawa tapi takut dosa.
"Sejak kapan Ayah suka terong ungu?
Ternyata Jeruk makan jeruk toh " Goda
Kaysha seraya berbisik pada Suaminya.
"Nah Izin Pak Ray dan Ibu, Kami perkenalkan
Bintang tamu hari ini, Nona Gladys Sartini
Binti Agus Sartono " Ujar Seorang anggota
Bernama Edo.
Kaysha tertawa, Namun Ia dongkol sesaat
Saat Dirinya tertipu dengan penampakan
Gladys palsu, Mereka sengaja untuk men
jebak komplotan Perdagangan manusia
( Human trafikking ) Yang kebanyakan
Korbannya adalah anak - anak dan.
Perempuan.
"Maklum Bu...Gladys ini Pria tercantik
Di tim Kami,....Maaf Pak Ray aja kalah
Cantik dan Luwes " Ujar Anggota perempuan
Sesaat Kaysha terbayang wanita kalem
Yang memakai baju yang Ia temukan di
Kantor Suaminya, Jangan - jangan....
Wanita yang bersama Gladys itu suaminya,
Mata Kaysha terbelalak pantas saja Nama
Butiknya sama seperti butik langganannya.
Kaysha tertawa seraya menunduk.
Menyadari kenyataannya.
"Puas Kamu .....Beb !" Bisik Rayhan.
"Ternyata Abang juga...Teroooong "
Bisik Kaysha terkikik.
"Tak kusangka Abang satu spesies sama
Hendra ..." Cicitnya yang membuat Rayhan
Merah padam.
"Awas....Ntar malem habis Kamu,...
Tadi malem Kamu biarin Abang kedinginan
Dan dianggurin diluar" Ucap Rayhan.
"Waah taakuut...!"Jawab Kaysha seraya
berbisik pula.
"Ekheeem...." Suara bariton Gladys menginte
rupsi.
"Pak ...Maaf ... Nggak kasihan pada Kami
Yang lagi jomblo .." Ucapnya seraya
Merajuk Manjaaah.
"Waah masa sih ....Om kan tampan masa
Iya sih .." Ujar Kaysha tak percaya.
"Itu lho Bu ....Mungkin Mereka takut kalah
Saing sama Aku Bu....Padahal Aku
Sartono asli bin tulen Bu.." Keluhnya.
"Deeuh caper tuh Bu, ...
Ya ..jelas aja Mereka takut kalah saing,
Rebutan lipstik dan bedak, belom
Lagi daleman Ama daster yang pasti
Pinginnya samaan " Goda yang lain
"Ih ...Jahara Kalian tsaay.." Ucap Gladys.
Yang kontan semuanya tertawa,
Ia bersyukur untuk hari ini, Terlebih
Semua atas kesalah pahaman.
Dan beruntung Suaminya dalam
Keadaan selamat dan Sehat walafi'at,
Tidak berkurang suatu apapun.
Dia sadar Dirinya terlalu mendambakan
Sebuah kesempurnaan, Tanpa dirinya
Sadari bahwa kesempurnaan akan hadir
Dari beberapa kekurangan.
Kaysha pulang bersama Rayhan saat
Menjelang malam, Saat pulang Rangga
Baru selesai shalat Isya,
"Abang nginap disini saja ....Rania tetap
Tidak mau pulang ?" Tawar Rayhan.
Mereka berbincang seraya menemani
Anak - anak menonton TV, Mereka ber
santai melepas lelah hari ini.
Rangga mengusap wajahnya perlahan.
"Entah apa yang Dirinya mau, ....
Abang sudah lelah membujuknya,
__ADS_1
Sifatnya yang keras kepala dan terlalu
Manja, Abang harus bagaimana
Dia ingin selalu Abang mengerti namun
Ia tidak pernah sekalipun Dirinya mau
Ngertiin Abang ..." Ucap Rangga.
Ia meminum kopinya sesaat.
"Maafkan Aku dan Raffa bang...
Kami memaksa Dirimu untuk menikahi
Rania waktu itu, ... Tanpa memikirkan
Perasaanmu karena Kami pikir semua
Akan baik - baik saja, Abang butuh pen
damping dan Azzam butuh sosok Ibu"
Lirih Rayhan merasa bersalah karena
Rumah tangga Abangnya tidak serta
Merta baik - baik saja.
"Yang sabar ya ...Bang !" Ucap Rayhan.
"Kali ini menginaplah disini, Ini sudah
malam baru besok Abang bisa bawa
Azzam, Kasihan Ia masih lelah dengan
Kegiatannya hari ini." Pinta Rayhan.
"Iya Ray...Abang juga nyantai,
Abang ingin menikmati hari sebelum
keberangkatan Abang ke....."
Ucap Rangga.
"Tentu saja nikmatilah waktu Kalian"
Ucap Rayhan
"Ka...Kok Ibu nggak turun ? Apa ketiduran?"
Tanya Rayhan pada Putrinya
"Aku cari Yah...Tapi tanggung film nya
lagi seru Yah.." Ucap Lisa tengah anteng
bersama Azzam.
"Ya sudah Ayah lihat dulu ..,Bang Aku
pamit keatas dulu " Izin Rayhan.
"Iya Ray...Aku nunggu Anak - anak,
Nanti Aku juga nyusul keatas tidur bareng
Azzam dikamarnya " Jawab Rangga.
"Oke Bang...!" Ucap Rayhan
.
Ia berjalan menaiki tangga menuju lantai
atas rumahnya, Ia melihat kamarnya
masih kosong, Lantas Ia memasuki
Kamar Gio.
Terlihat Kaysha memeluk Gio.
Rayhan mendekat kearah Mereka.
Panas badannya Bang " Lirih Kaysha
"Dia demam ?" Tanya Rayhan
"Kok bisa ?"Tanya Rayhan.
Ia menempelkan punggung tangannya
Di kening Gio.
"Wahh...Beneran ini mah, Dia demam
Sudah Kamu kasih obat?" Tanya Rayhan
"Sudah ini lagi reaksi" Ujar Kaysha
Seraya berbisik taklupa memperlihatkan
Tangan mungil itu memeluk tubuh Kaysha
Erat.
Rayhan mengerti, Ia naik keatas tempat
Tidur disisi Gio yang kosong, Untuk malam
Ini Ia akan mengalah lagi, Mana tega Ia
Membiarkan Putranya yang lagi demam
Sendirian, Ia memeluk putranya dari
Belakang lagipula Ia kangen beberapa
Minggu Ia tidak bertemu Putra - putrinya
Disiang hari, Apalagi Putranya Gio Dia
Pulang sudah larut malam bisa dipastikan
Mereka sudah terlelap, Dan kadang -
Kadang pagi - pagi buta sudah pergi lagi,
Bahkan beberapa hari tidak Pulang.
Rindu ....
Jangan ditanya Siapa sih Pria yang
Berlabel seorang Suami dan Seorang Ayah
Tidak berjumpa dengan keluarga pastilah
Kangen, Hanya saja Ia mengingat tugas
Yang diembannya.
Rayhan pun terlelap, Memeluk Gio dan
tangannya menggenggam tangan Istrinya
Tanpa sadar mereka terlelap disana
Mungkin dengan kelelahan hari ini,
Akhirnya Mereka tertidur dikamar Putranya.
Lisa, Azzam diikuti Rangga menuju Kamar
Gio, Kebiasaan Mereka jika hendak tidur
Melihat dulu sang Adik untuk sekedar
Mengucapkan selamat malam, Dan me
mastikan bahwa sang Adik terlelap dan
Baik - baik saja.
"Sst..Ayo Kita ke kamar masing - masing "
Ajak Rangga seraya berbisik, Menggiring
__ADS_1
Azzam dan Lisa untuk keluar dari kamar
Gio.
Ada perasaan iri saat Rangga melihat
Kaysha dan Rayhan yang tidur saling
Memeluk Gio, Andai Rania Istrinya
Mengerti apa yang diinginkan Dirinya,
Ia hanya mempunyai mimpi sederhana
membentuk sebuah keluarga kecil
Yang bahagia, Seperti adiknya Rayhan
Dan Raffa saat pulang dengan segudang
Lelahnya ada yang menyambut dengan
Senyuman, Senyum dan tawa anak
- anak Mereka, Jangankan untuk punya
Adiknya Azzam, Rania malah ingin menun
danya dengan alasan Dirinya masih muda,
Dan yang lebih membuat Rangga marah,
Rania selama ini menggunakan alat
Kontrasepsi untuk menunda kehamilan
Dan momongan, Dengan alasan Ia tidak
Ingin terikat dan masih suka dengan
Pekerjaannya.
Rangga mengusap wajahnya kasar,
Mengingat kisruh rumah tangganya
Andai Mita masih hidup tentu Ia pun
Sudah hidup bahagia seperti Rayhan
Walaupun Ia tahu Rayhan adiknya baru
Saja lepas dari bayang - bayang Almarhum
Gio sejak Ia meninggal, Dirinya dan Raffa
Terus memberikan semangat dan ada
Saat Rayhan terjatuh, Namun ternyata
Ia sendiri tidak dapat menolong Dirinya
Sendiri dari kisruh rumah tangganya
Sendiri.
Dibelakang Rangga Kaysha dan Rayhan
Berulang kali mencoba mencari cara
Untuk menyatukan Mereka, Namun
Entah kenapa, Kata damai dan saling
Menerima sulit sekali dari bibir dan
Sikap seorang Rania.
Bahkan Kaysha berulang kali memergoki
Rania berjalan dengan Pria lain,
Miris memang berulang kali Kaysha mem
peringatkan namun Rania seolah tuli,
Kini Ia membiarkan Rangga mengetahui
Sendiri perbuatan Rania dengan sendirinya
Tanpa Ia beritahu, Mungkin ada kesalahan
Kedua belah pihak dan Kaysha tidak ingin
Mencampuri masalah rumah tangga Abang
Iparnya terlalu dalam, Ia menyerahkan
Semuanya pada Rayhan Walau bagaimana
Pun Rayhan adalah adik Rangga,
Setelah Azzam tertidur, Rangga masuk ke
dalam kamar Lisa, Setelah dirasa Lisa telah
Terlelap, Ia menyelimuti tubuh Lisa dan
Meraih remot AC, Dan menurunkan suhu
Ruang Kamar Lisa dan mematikan saklar
Lampu menggantinya dengan lampu tidur,
Setelah itu Ia berlalu keluar dan menutup
Kamar Lisa rapat - rapat seperti Ia
Menutup pintu kamar Putranya Azzam.
Ia menuruni tangga kebetulan Ia berpapa
san dengan Bik Siti yang hendak memati
kan lampu rumah tuannya,
"Waduh mau Keluar den Rangga, Udah
Rapih gitu ?" Tanya Bik Siti.
"Iya Bik mau keluar sebentar, Hanya saja
Jangan ditunggu mungkin Saya nggak
Pulang kalau Ray nanyain, Saya ada perlu"
Ujar Rangga.
"Baik Den...." Jawab Bik Siti,
Ia mengikuti Rangga kedepan, Setelah me
ngunci pintu gerbang sesudah mobil yang
Membawa Rangga keluar, Barulah Bik Siti
masuk kembali.
"Kasihan Den Rangga, Masih muda,
Ganteng dan gagah lagi, Namun Sayang
Ia tidak beruntung, Andai Bibi yang jadi
Istrinya tak kekeupin terus da....Apalagi
Malam ini dingin" Kekeh Bik Siti.
"Kok Bibi jadi Ndak tau diri gini,
Andai bibi punya anak cantik, Soleha kayak
Neng Al ... Pastinya akan
Bibi jodohin sama Aden Rangga "
Ujar Bik Siti pelan seraya menutup pintu.
*************************************************
**Bersambung
__ADS_1
**seperti bisa tinggalkan jejak ya....🙏😘