Hujan September

Hujan September
*Episode 41


__ADS_3

"Nak ....Tidak baik terus menyimpan


Dendam Pada Orang lain, Apalagi


Itu Orang tuamu sendiri, Terlepas


Mereka Orang tua kandungmu atau


bukan, Mereka yang telah membesarkan


mu, Mencurahkan kasih sayangnya untuk


mu, Umi tahu bagaimana perasaan itu,


Karena Umi dan Abi juga Orang tua,


Rasa kecewa pasti ada terlebih Kalian


Adalah harapan Mereka, Terutama Nak


Gio, Mungkin selama ini Ayah beserta


Ibumu mempunyai mimpi sendiri untuk


Kamu Nak...!" Nasihat Umi.


Keduanya terpekur mereka duduk, Sese


kali air mata jatuh dipipi Kaysha.


Abi hanya terdiam Ia mencoba menelaah


Keduanya, Mencoba menyelami Perasaan


Mereka berdua untuk mencari titik dimana


Perasaan Mereka seutuhnya.


"Kalian tolong dengar Umi, ...


Disini tidak ada yang salah, Dan jangan saling


menyalahkan, Semua sudah jadi takdir,


Biarkan ini jadi pengalaman, Dan Nak Al


juga disini tidak salah, Hanya saja waktunya


Yang tidak tepat, Kalian seharusnya menya


dari tentu Keluarga Kalian pasti shock,


Dengan kisah cinta Kalian, Apalagi dengan


Status Kalian yang sebelumnya, Seharusnya


Kalian beri waktu pada Mereka untuk mengerti


Dan menerima jangan lari begitu saja,


Walaupun Mereka membenci Kalian sesaat,


Terima saja dulu, Karena seiring dengan


Berjalannya waktu Mereka pasti mengerti


Dan Akan menerima Kalian pelan - pelan,


Apalagi kini Al sedang mengandung buah


Cinta Kalian " Nasihat Umi panjang lebar.


Ia merengkuh tubuh Kaysha lembut, Ia


mengingat Putrinya Anissa yang kini hidup


Di Mesir mengikuti sang Suami dinas disana.


Iapun sangat rindu Keluarga kecil Putrinya


Namun Ia tahan demi kehidupan Putrinya


Sendiri.


"Sayang tak ada Orang tua yang membenci


Anaknya sendiri, Yang ada hanya cinta kasih


Yang tak bertepi dan tak berujung, Luas lak


sana samudra, Hanya saja waktunya saja


yang tidak tepat, Minta maaflah pada Mereka,


Sebelum semuanya terlambat" Sambung


Umi, Kini Kaysha yang sesegukan berada


Dalam pelukan Umi.


Taklama Gio merengkuh tubuh Istrinya,


Membiarkan Kaysha menangis didadanya.


"Abi harap ini menjadi tangisan Kalian


yang terakhir, Kalian berhak tersenyum


Dan berbahagialah" Ucap Abi.


Abi dan Umi menatap Mereka,


Cinta indah yang ditautkan waktu kembali,


Semoga lembaran baru Mereka sambut


Dengan senyuman.


*****


"Ibu dan Papa mau bawa kemana sih?"


Tanya Lisa polos,


"Mau jalan - jalan kemana?" Sambungnya.


"Tunggu Sebentar lagi Kita sampai....!"


Ujar Gio, Mereka memasuki kompleks


perumahan elit, Mereka memasuki sebuah


Rumah berpagar besi tinggi.


"Papa kok rumahnya dijaga kayak Om -


Om Tara kayak Papa, Emangnya ini


Rumah Siapa ?" Tanyanya lagi.


"Rumah Opa Sayang, ...!" Jawab Gio


Setelah mengangguk menerima hormat


Dari anak buah Pakdenya Zain.


"Bu emangnya Lisa punya Opa" Tanyanya


lagi.


"Punya Sayang bahkan ada Tiga ...!" Jawab


Kaysha sendu, Ia sedang menata hatinya.


Mobil Gio terparkir di halaman, Ia turun


lantas mengitari mobilnya untuk mem


buka pintu mobil disisi Kaysha dan Lisa


Kemudian Ia memangku Lisa untuk


turun, Kemudian menuntun bumilnya,

__ADS_1


"Aku bisa sendiri A,...!" Ujar Kaysha.


"Enggak,...Aku hanya takut Kamu jatuh "


Ucap Gio.


"Lebaaay...!" Cebik Kaysha,


Tangan Gio menuntun Kaysha dan Lisa,


Taklama Seseorang keluar,


"Sayaang...!" Bunda Kinara menyambutnya,


Senyuman campur tangis menghiasi


wajahnya.


Ia memeluk Kaysha erat,


"Akhirnya Kamu tahu tempatmu Pulang


Sayang ...!" Lirihnya.


"Maafkan Al....Bunda" Lirih Kaysha.


Lisa meraih jari tangan Papanya.


"Siapa Pa ...?" Tanya Lisa penasaran Siapa


Orang yang memeluk Ibunya.


"Selamat datang, .. Akhirnya setelah sekian


lama Kalian mau Pulang " Ujar Marni sang


kakak Ipar, Gantian Ia memeluk Kaysha.


Kinara berjongkok, Mensejajarkan tubuhnya


Dengan Lisa Ia tahu Lisa adalah Cucunya


juga.


"Oma Sayang....Ini Omanya Lisa ?"


Sahut Kinara.


Dahi Gio dan Kaysha bertaut darimana Bundanya


tahu kalau Putrinya bernama Lisa, Namun


Mengingat Keluarganya siapa, Mereka Mak


Lum Selama ini Mereka tahu dari Orang -


Orang suruhan Mereka.


Kemudian Gio dan Kaysha beserta Lisa,


Diantar Bunda Kinara ke kamar Irham.


Pintu terbuka terlihat Irham sedang ter


lelap, Ketika akan dibangunkan Kinara,


Namun Kaysha menggeleng.


Kaysha mendekat, Ia mengusap pelan


tangan yang terlihat masih kokoh,


Mengangkat dan meletakkan dipipinya,


Perlahan air mata itu lolos begitu saja,


Irham yang merasakan basah ditangannya


Ia mencoba membuka matanya.


"Sayang ...Kamu datang ?" Tanyanya Parau.


"Sayaang....Maafkan Ayahmu ini Nak..!"


Ia duduk, Dan merengkuh Putrinya Kaysha,


"Ini Al bukan ..?" Tanyanya tak percaya.


Kembali Ia memeluk Putrinya.


"Allhamdulillah ...!" Lirihnya kembali.


Kinara membawa Lisa keluar memberi jeda


Waktu untuk putri dan cucunya, Walaupun


Ia sendiri aneh untuk status Mereka sekarang


Namun Ia akan berusaha mulai terbiasa,


Berulang kali Ia menolak kenyataan didepan


nya, Berulang kali juga Dirinya harus betul


- betul sadar bahwa Kayla bukan Putrinya


Dan sekarang Ia menjadi cucu menantunya,


Ia baru menyadari Gio menjaga jodohnya


Sendiri sedari kecil,


"Maaf Kami harus kembali, Kaysha harus


mengajar besok, Dan Lisa sekolah Opa "


Ucap Gio.


Irham hanya mengangguk, Mereka belum


Sanggup bertemu dengan Anggota keluarga


Yang lain, Mereka masih menata hati.


Kinara dan Irham walaupun berat harus


Melepaskan Mereka, Namun satu hal


Yang membuat Mereka lega adalah kini


Mereka tidak perlu sembunyi -sembunyi


Untuk bertemu cucu dan Putrinya,


Tidak perlu melihat Mereka dari jauh


Untuk sekedar melihat Mereka jika


Mereka rindu.


******


"Aa pergi kali ini nggak lama, Cuma


Beberapa hari, Kamu bisa izin bawa


Azzam menginap pada Umi dan Abi,


Aku khawatir pada Kalian,


Kamu bisa bawa Naima atau Risa


menginap, Asal jangan Rayhan saja"


Ucap Gio seraya mengecek barang


bawaannya sebelum pergi.


",Segitu amat sama yang namanya Rayhan


A, padahal anak kelas 7, " Kikik Kaysha


"Entah kenapa jika melihat mata anak itu,

__ADS_1


Aku seperti melihat Rayhan kembali,


Entah karena terbawa Suasana, Ataupun


.... Ah entah bawaannya seperti itu, apalagi


Ia dekat dengan Kamu " Ujar Gio


Ia duduk sebentar dilihatnya masih ada


waktu untuk Dirinya kumpul,


Menghirup dan menyeruput kopinya,


"Sudah A...Jangan terlalu khawatir,


Kalau ada apa - apa kan tempat dinas Aa


Deket, Udah ...Jaga kesehatan, jangan lupa


makan, jangan lupa shalatnya, " Pesan


Kaysha.


"Siaap...Istriku Sayang, Jangan terlalu


lelah, Kalau ada kegiatan Izin saja


Jika Kamu tidak sanggup, Aku tidak


Ingin Kamu dan jagoan kenapa - napa "


Ucapnya seraya berjongkok menghadap


Perut Kaysha yang masih datar,


Gio mengusapnya lembut, Dan menciumi


nya, Walaupun Kayla geli tangan Gio


Tidak bisa dikondisikan dibalik kerudung


Lebar Kaysha, Ia tersenyum jahil saat


Ia meraih sesuatu yang menjadi kese


nanganya kini, Sedangkan Kaysha


mendelik pada kelakuan Suaminya.


Gio hanya tersenyum.


"Anak Papa jangan rewel sama Ibu ya,


Sehat - sehat terus Kalian" Ucap Gio


Ia mencium perut Istrinya, Kembali


Mengusapnya lembut,


Kaysha hanya tersenyum, Ia mengusap


Rambut cepak Suaminya, Menyurainya


lembut, Dan perlahan mengusap wajah


tampannya.


"Iya Papa Sayang, Awas jaga mata jaga


hati, Kalau Ada nggak mau nyesel Se


umur hidup " Jawab Kaysha lembut.


"Serem amat pesen yang terakhir"


Ujar Gio.


Ia memandang wajah cantik Istrinya


dalam.


Seumur hidupnya, Hanya Kaysha yang


ada dalam hidupnya, Padahal beribu wanita


Cantik banyak, Namun entah kenapa hanya


Satu wanita bermata sendu yang ada dihatinya


Uang, Harta dan ketampanan bisa saja mem


buat Dirinya menjadi seorang Casanova,


Namun bagi Dirinya pantang membuat


Wanita menangis, Apalagi itu Kaysha


"Kok Lisa belum pulang Bu,...


Nggak afdol rasanya kalau nggak bertemu


Dulu sama Lisa" Ujar Gio seraya melirik


Kearah jalan.


"Kan Aa tadi udah nganter Lisa dan udah


pamit, Jadi ya nggak usah khawatir lagi "


Jawab Kaysha.


"Nggak usah ditunggu nanti Aa telat, Ia


akan dianter sama Bik Esih pulang kemari "


Ucap Kaysha.


"Ya sudah Aku berangkat, Hati - hati dirumah,


Hp nya usahakan jangan sampe lowbat"


Pesannya, Ia menghabiskan kopinya.


Meraih barang bawaannya,


Kaysha meraih tangan Suaminya untuk Salim,


Dibalas dengan sebuah kecupan manis


Di kening dan bibir Kaysha.


"Nanti Aku dan Lisa masih bisa lihat Aa pergi,


Kan mobilnya lewat depan rumah" Bisik


Kaysha karena melihat wajah Gio yang rada


murung, Gio mengangguk kemudian Ia pergi


Dengan berjalan kaki Karena lokasinya yang


Tidak begitu jauh.


"Lindungilah Suami hamba, Ia pergi dalam


keadaan sehat, Semoga Ia Pulang tidak


berkurang suatu apapun, Aku meminta


PadaMu Yaa Rabb.." Do'a Kaysha seraya


melihat Tubuh Gio yang berjalan semakin


menjauh.


****************************************************


**Bersambung


**Please like or comment, 🙏


Happy reading' s dan Sehat selalu ya 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2