
"Nak ....Tidak baik terus menyimpan
Dendam Pada Orang lain, Apalagi
Itu Orang tuamu sendiri, Terlepas
Mereka Orang tua kandungmu atau
bukan, Mereka yang telah membesarkan
mu, Mencurahkan kasih sayangnya untuk
mu, Umi tahu bagaimana perasaan itu,
Karena Umi dan Abi juga Orang tua,
Rasa kecewa pasti ada terlebih Kalian
Adalah harapan Mereka, Terutama Nak
Gio, Mungkin selama ini Ayah beserta
Ibumu mempunyai mimpi sendiri untuk
Kamu Nak...!" Nasihat Umi.
Keduanya terpekur mereka duduk, Sese
kali air mata jatuh dipipi Kaysha.
Abi hanya terdiam Ia mencoba menelaah
Keduanya, Mencoba menyelami Perasaan
Mereka berdua untuk mencari titik dimana
Perasaan Mereka seutuhnya.
"Kalian tolong dengar Umi, ...
Disini tidak ada yang salah, Dan jangan saling
menyalahkan, Semua sudah jadi takdir,
Biarkan ini jadi pengalaman, Dan Nak Al
juga disini tidak salah, Hanya saja waktunya
Yang tidak tepat, Kalian seharusnya menya
dari tentu Keluarga Kalian pasti shock,
Dengan kisah cinta Kalian, Apalagi dengan
Status Kalian yang sebelumnya, Seharusnya
Kalian beri waktu pada Mereka untuk mengerti
Dan menerima jangan lari begitu saja,
Walaupun Mereka membenci Kalian sesaat,
Terima saja dulu, Karena seiring dengan
Berjalannya waktu Mereka pasti mengerti
Dan Akan menerima Kalian pelan - pelan,
Apalagi kini Al sedang mengandung buah
Cinta Kalian " Nasihat Umi panjang lebar.
Ia merengkuh tubuh Kaysha lembut, Ia
mengingat Putrinya Anissa yang kini hidup
Di Mesir mengikuti sang Suami dinas disana.
Iapun sangat rindu Keluarga kecil Putrinya
Namun Ia tahan demi kehidupan Putrinya
Sendiri.
"Sayang tak ada Orang tua yang membenci
Anaknya sendiri, Yang ada hanya cinta kasih
Yang tak bertepi dan tak berujung, Luas lak
sana samudra, Hanya saja waktunya saja
yang tidak tepat, Minta maaflah pada Mereka,
Sebelum semuanya terlambat" Sambung
Umi, Kini Kaysha yang sesegukan berada
Dalam pelukan Umi.
Taklama Gio merengkuh tubuh Istrinya,
Membiarkan Kaysha menangis didadanya.
"Abi harap ini menjadi tangisan Kalian
yang terakhir, Kalian berhak tersenyum
Dan berbahagialah" Ucap Abi.
Abi dan Umi menatap Mereka,
Cinta indah yang ditautkan waktu kembali,
Semoga lembaran baru Mereka sambut
Dengan senyuman.
*****
"Ibu dan Papa mau bawa kemana sih?"
Tanya Lisa polos,
"Mau jalan - jalan kemana?" Sambungnya.
"Tunggu Sebentar lagi Kita sampai....!"
Ujar Gio, Mereka memasuki kompleks
perumahan elit, Mereka memasuki sebuah
Rumah berpagar besi tinggi.
"Papa kok rumahnya dijaga kayak Om -
Om Tara kayak Papa, Emangnya ini
Rumah Siapa ?" Tanyanya lagi.
"Rumah Opa Sayang, ...!" Jawab Gio
Setelah mengangguk menerima hormat
Dari anak buah Pakdenya Zain.
"Bu emangnya Lisa punya Opa" Tanyanya
lagi.
"Punya Sayang bahkan ada Tiga ...!" Jawab
Kaysha sendu, Ia sedang menata hatinya.
Mobil Gio terparkir di halaman, Ia turun
lantas mengitari mobilnya untuk mem
buka pintu mobil disisi Kaysha dan Lisa
Kemudian Ia memangku Lisa untuk
turun, Kemudian menuntun bumilnya,
__ADS_1
"Aku bisa sendiri A,...!" Ujar Kaysha.
"Enggak,...Aku hanya takut Kamu jatuh "
Ucap Gio.
"Lebaaay...!" Cebik Kaysha,
Tangan Gio menuntun Kaysha dan Lisa,
Taklama Seseorang keluar,
"Sayaang...!" Bunda Kinara menyambutnya,
Senyuman campur tangis menghiasi
wajahnya.
Ia memeluk Kaysha erat,
"Akhirnya Kamu tahu tempatmu Pulang
Sayang ...!" Lirihnya.
"Maafkan Al....Bunda" Lirih Kaysha.
Lisa meraih jari tangan Papanya.
"Siapa Pa ...?" Tanya Lisa penasaran Siapa
Orang yang memeluk Ibunya.
"Selamat datang, .. Akhirnya setelah sekian
lama Kalian mau Pulang " Ujar Marni sang
kakak Ipar, Gantian Ia memeluk Kaysha.
Kinara berjongkok, Mensejajarkan tubuhnya
Dengan Lisa Ia tahu Lisa adalah Cucunya
juga.
"Oma Sayang....Ini Omanya Lisa ?"
Sahut Kinara.
Dahi Gio dan Kaysha bertaut darimana Bundanya
tahu kalau Putrinya bernama Lisa, Namun
Mengingat Keluarganya siapa, Mereka Mak
Lum Selama ini Mereka tahu dari Orang -
Orang suruhan Mereka.
Kemudian Gio dan Kaysha beserta Lisa,
Diantar Bunda Kinara ke kamar Irham.
Pintu terbuka terlihat Irham sedang ter
lelap, Ketika akan dibangunkan Kinara,
Namun Kaysha menggeleng.
Kaysha mendekat, Ia mengusap pelan
tangan yang terlihat masih kokoh,
Mengangkat dan meletakkan dipipinya,
Perlahan air mata itu lolos begitu saja,
Irham yang merasakan basah ditangannya
Ia mencoba membuka matanya.
"Sayang ...Kamu datang ?" Tanyanya Parau.
"Sayaang....Maafkan Ayahmu ini Nak..!"
Ia duduk, Dan merengkuh Putrinya Kaysha,
"Ini Al bukan ..?" Tanyanya tak percaya.
Kembali Ia memeluk Putrinya.
"Allhamdulillah ...!" Lirihnya kembali.
Kinara membawa Lisa keluar memberi jeda
Waktu untuk putri dan cucunya, Walaupun
Ia sendiri aneh untuk status Mereka sekarang
Namun Ia akan berusaha mulai terbiasa,
Berulang kali Ia menolak kenyataan didepan
nya, Berulang kali juga Dirinya harus betul
- betul sadar bahwa Kayla bukan Putrinya
Dan sekarang Ia menjadi cucu menantunya,
Ia baru menyadari Gio menjaga jodohnya
Sendiri sedari kecil,
"Maaf Kami harus kembali, Kaysha harus
mengajar besok, Dan Lisa sekolah Opa "
Ucap Gio.
Irham hanya mengangguk, Mereka belum
Sanggup bertemu dengan Anggota keluarga
Yang lain, Mereka masih menata hati.
Kinara dan Irham walaupun berat harus
Melepaskan Mereka, Namun satu hal
Yang membuat Mereka lega adalah kini
Mereka tidak perlu sembunyi -sembunyi
Untuk bertemu cucu dan Putrinya,
Tidak perlu melihat Mereka dari jauh
Untuk sekedar melihat Mereka jika
Mereka rindu.
******
"Aa pergi kali ini nggak lama, Cuma
Beberapa hari, Kamu bisa izin bawa
Azzam menginap pada Umi dan Abi,
Aku khawatir pada Kalian,
Kamu bisa bawa Naima atau Risa
menginap, Asal jangan Rayhan saja"
Ucap Gio seraya mengecek barang
bawaannya sebelum pergi.
",Segitu amat sama yang namanya Rayhan
A, padahal anak kelas 7, " Kikik Kaysha
"Entah kenapa jika melihat mata anak itu,
__ADS_1
Aku seperti melihat Rayhan kembali,
Entah karena terbawa Suasana, Ataupun
.... Ah entah bawaannya seperti itu, apalagi
Ia dekat dengan Kamu " Ujar Gio
Ia duduk sebentar dilihatnya masih ada
waktu untuk Dirinya kumpul,
Menghirup dan menyeruput kopinya,
"Sudah A...Jangan terlalu khawatir,
Kalau ada apa - apa kan tempat dinas Aa
Deket, Udah ...Jaga kesehatan, jangan lupa
makan, jangan lupa shalatnya, " Pesan
Kaysha.
"Siaap...Istriku Sayang, Jangan terlalu
lelah, Kalau ada kegiatan Izin saja
Jika Kamu tidak sanggup, Aku tidak
Ingin Kamu dan jagoan kenapa - napa "
Ucapnya seraya berjongkok menghadap
Perut Kaysha yang masih datar,
Gio mengusapnya lembut, Dan menciumi
nya, Walaupun Kayla geli tangan Gio
Tidak bisa dikondisikan dibalik kerudung
Lebar Kaysha, Ia tersenyum jahil saat
Ia meraih sesuatu yang menjadi kese
nanganya kini, Sedangkan Kaysha
mendelik pada kelakuan Suaminya.
Gio hanya tersenyum.
"Anak Papa jangan rewel sama Ibu ya,
Sehat - sehat terus Kalian" Ucap Gio
Ia mencium perut Istrinya, Kembali
Mengusapnya lembut,
Kaysha hanya tersenyum, Ia mengusap
Rambut cepak Suaminya, Menyurainya
lembut, Dan perlahan mengusap wajah
tampannya.
"Iya Papa Sayang, Awas jaga mata jaga
hati, Kalau Ada nggak mau nyesel Se
umur hidup " Jawab Kaysha lembut.
"Serem amat pesen yang terakhir"
Ujar Gio.
Ia memandang wajah cantik Istrinya
dalam.
Seumur hidupnya, Hanya Kaysha yang
ada dalam hidupnya, Padahal beribu wanita
Cantik banyak, Namun entah kenapa hanya
Satu wanita bermata sendu yang ada dihatinya
Uang, Harta dan ketampanan bisa saja mem
buat Dirinya menjadi seorang Casanova,
Namun bagi Dirinya pantang membuat
Wanita menangis, Apalagi itu Kaysha
"Kok Lisa belum pulang Bu,...
Nggak afdol rasanya kalau nggak bertemu
Dulu sama Lisa" Ujar Gio seraya melirik
Kearah jalan.
"Kan Aa tadi udah nganter Lisa dan udah
pamit, Jadi ya nggak usah khawatir lagi "
Jawab Kaysha.
"Nggak usah ditunggu nanti Aa telat, Ia
akan dianter sama Bik Esih pulang kemari "
Ucap Kaysha.
"Ya sudah Aku berangkat, Hati - hati dirumah,
Hp nya usahakan jangan sampe lowbat"
Pesannya, Ia menghabiskan kopinya.
Meraih barang bawaannya,
Kaysha meraih tangan Suaminya untuk Salim,
Dibalas dengan sebuah kecupan manis
Di kening dan bibir Kaysha.
"Nanti Aku dan Lisa masih bisa lihat Aa pergi,
Kan mobilnya lewat depan rumah" Bisik
Kaysha karena melihat wajah Gio yang rada
murung, Gio mengangguk kemudian Ia pergi
Dengan berjalan kaki Karena lokasinya yang
Tidak begitu jauh.
"Lindungilah Suami hamba, Ia pergi dalam
keadaan sehat, Semoga Ia Pulang tidak
berkurang suatu apapun, Aku meminta
PadaMu Yaa Rabb.." Do'a Kaysha seraya
melihat Tubuh Gio yang berjalan semakin
menjauh.
****************************************************
**Bersambung
**Please like or comment, 🙏
Happy reading' s dan Sehat selalu ya 🙏😘
__ADS_1