Hujan September

Hujan September
*Episode 08


__ADS_3

"Al...Are you ok?" Tanya Hendra.


Kaysha hanya tersenyum samar,


Senyuman Azzam menenangkan Dirinya,


Sesaat bisa melupakan wajah Gio


Dalam hidupnya, Baru kali ini Dirinya


Jatuh cinta terhadap senyuman seorang


Anak kecil bernama Azzam.


"Al....!" Hendra mengulang panggilan.


"Aku jatuh cinta ...Ndra!" Lirih Kaysha.


Ckiiit...!!


Hendra mengerem mendadak mobil


yang dikendarainya.


"Seriously....?" Tanyanya.


Kaysha mengangguk seraya tersenyum,


"Wooow Amazing, ... Akhirnya Yeey jatuh


Cintrong juga, Kok cepet Yeey move on


Dari tuh Aa yeey, Secara yeey berabad


- abad hidup bareng tuh laki" Ucap


Hendra.


"Yeh...Gitu amat ngomongnya, Kesannya


Kayak Gue kumpul kebo sama Aa,


namun nggak dikawinin ngenes banget


Hidup Gue" Seloroh Kaysha.


"Eh,....Sorry dorry morry strawberry, Tapi


beneran kan Yeey digituin sama Aa loh,


Ditinggal pas sayang - sayangnya"


Ujar Hendra.


"Tapi takdir beb...Bukan Dia yang mau


ninggalin Gue Ndra!" Potong Kaysha.


"Tapi tetep aja Aa loh pengecut, ...!!!"


Ucap Hendra.


"Ndra...!" Potong Kaysha, Matanya mulai


Memerah,


Hendra mulai tersadar kata - katanya me


lukai hati Kaysha, Bagaimanapun Gio


Orang terpenting dalam hidup Kaysha.


"Sorry Beeb, ...Gue cuma sedih lihat elo


Terluka dan sakit hati " ujarnya.


Hendra mengusap lembut pucuk rambut


Kaysha.


"Nothing...I am Ok !" Sahut Kaysha.


"Terimakasih Ndra, Elo sahabat terbaik


yang Gue punya, Andai Elo tidak ada


Gue pasti tidak baik - baik saja "


Lirih Kaysha dalam hati.


"Semangka beb...Yooo Semangka!!" .


Teriaknya.


"Eh..Ngomreng - ngomreng, bingung


Ya dua orang jadi duda gegara satu


Anak cowok, Eyke salut sama Pakpol


nya manis and tampan, Dan Pak Tara


nya uch...Laki banget Ganteng and


Gagah, Sebenernya yang duda tuh


Saposeh ko Eyke nggak ngerti ?"


Tanya Hendra.


.


"Mana gue tahu, Abangnya kali ...


Napa Elo nggak tanya, Yang penting


Gue mah senyum Azzam bikin Gue


terpikat Ndra....!" Ucap Kaysha.


"Tapi Yang Gue pikir ya Duda ya Abangnya


lah, ...Secara Pakpol ganteng masih Sem


riwing kayaknya, Noh kalo Pak Tara lebih


Mirip Aa Yeey, Irit ngomreng secara kalo


Udah Cinte bucin juga kagak ya ?"


Tanya Hendra.


"Kalo Aa Yeey bucin juga walaupun ujung


- ujungnya Yeey ditinggal " Seloroh Hendra.


"Au ah gelap !" Jawab Kaysha.


"Beb...Udah turunin Gue di basement aja,


Kasihan Ibu Lo udah ditinggal lama,


Anak durhaka Lo !" Ujar Kaysha.


"Tenang ...Kan Gue bilang sodara emak


Gue yang dari kampung nengok hari ini,


Jadi Gue bisa liburan nemenin Yeey


Buat cari jodoh yeey !"Jawab Hendra.


Kaysha hanya mengangguk saja,


Taklama Hendra mengantar Kaysha Sam

__ADS_1


pai basement kemudian Ia putar balik


Sesudah Kaysha turun.


Kaysha Selonjoran di sofa, Entah kenapa


Hari ini hatinya senang, Perutnya lapar


Padahal tadi Dirinya sok - Sokan gengsi


Mau diajak Makan sama Pak Pol.


Dirinya malu baru pertemuan pertama


Masa udah ditraktir makan.


Alhasil Ia masak sendiri, Karena Gio selalu


Berpesan Ia harus selalu makan makanan


Sehat jangan makanan cepat saji, Dan itu


Sudah mendarah daging menjadi kebiasaan


nya, Entahlah Karena kebiasaan Gio menjadi


Kebiasaannya juga.


********


"Mbak Rani,...Aku pulang dulu, Kalau ada


yang mencariku katakan Aku sudah pulang !"


Titahnya sama sang manager.


Dilihatnya waktu semakin sore, Kaysha tidak


tega jika harus meninggalkan Kafe karena


Dirinya kemarin libur.


Dengan perlahan Dirinya berjalan di lorong


Rumah sakit, Karena Dirinya sudah janji


Kepada Azzam, Dirinya membawa oleh


- oleh berupa mainan Lego untuk Azzam.


Perlahan-lahan Ia mengetuk pintu,


Taklama pintu terbuka, Terlihat sosok


berambut cepak itu tidak memakai seragam


nya jadi terlihat lebih santai,


"Bunaaa....!" Teriak Azzam,


Senyum sumringah terbit dibibir Azzam,


Ia merentangkan tangannya.


"Gimana kabarnya hari ini Jagoan ?"


Tanya Kaysha lembut, Setelah tangan


mungil itu meraih tangannya untuk Salim,


Kaysha tersenyum hangat.


"Buna punya hadiah, Tapi Buna nggak tahu


Azzam suka atau tidak ?" Ujar Kaysha Ia


mengambil sesuatu dari Papper bag yang


Dibawanya,


"Taraaa....Buna bawa ini suka Ndak ?"


Mata jernih itu berbinar bahagia,


"Asiik Lego, Azzam tama papa celing main


ini " Jawabnya Ia antusias merangkainya


Sedikit demi sedikit,


"Azzam udah makan?" Tanya Kaysha.


Azzam mengangguk,


"Udah dituapin tama Ayah, Bunanya lama!"


Jawabnya.


Kaysha terkekeh,


"Maafin Buna ya...Buna nya harus kerja


dulu " Ucap Kaysha.


Sesaat wajah tampan nan mungil itu


melihat wajah lelah Kaysha, Dan.mengusap


nya lembut, Kaysha hanya tersenyum men


dapat perlakuan lembut Azzam.


"Buna ndak boyeh kelja, Kan ada Ayah Tama


papa yang kelja, Buna temenin Azzam aja,


Nanti Buna cakit, Azzam.cedih " Lirihnya.


Kaysha tersenyum hangat, Ia meraih jemari


mungil milik Azzam, Andai Ia mempunyai


Putra seperti Azzam tentu Ia sangat bahagia,


Namun boro - boro punya anak, Pacar aja


Enggak, Pasti kalau Hendra tahu Ia akan


Diketawain habis - habisan.


"Maaf Azzam Sayang...Kalau Buna nggak


kerja, Buna nggak makan dong !" Jawab


Kaysha lembut.


Sesaat wajah itu memandang tajam


Wajah sang Ayah, Rangga yang sedang


Memainkan hp nya sontak bertanya.


"Ada apa ?" Tanyanya Pada Azzam.


"Ayah Tama Papa jahat,..!"


Ucap Azzam,


"Lho kok jahat, Memangnya Ayah udah


ngelakuin apa ?" Tanya Rangga tidak


mengerti.


Taklama pintu terbuka, Nampak wajah

__ADS_1


lelah Rayhan ada disana,


"Assalamualaikum ...?" Sallam nya,


"Eh ada Buna?" Sapanya.


"Waalaikum sallam..Iya baru datang


Pak !" Jawab Kaysha.


Rayhan mengangguk, Ia mengganti sepa


tunya dengan sandal dan menuju kamar


mandi setelah menyapa Azzam.


Barulah setelah mencuci tangan Ia mende


kati.Azzam.


"Lho Anak Papa cemberut, Ada apa ini ?"


Tanya Rayhan.


"Ayah tama Papa jahaaat !" Ucap Azzam


Dahi Rayhan berkerut.


"Ada apa ini Bang ?" Tanya Rayhan pada


Abangnya Rangga.


"Coba Kamu tanya Azzam ?"Jawab


Sang Abang.


"Ada apa Azzam, Coba bilang sama


Papa ?" Tanya Rayhan.


"Ayah Tama papa bialin kelja buna,


Kan Buna kacian cape kelja, Nanti


cakit, Azzam jadi cedih...!" Ujar Azzam


Seraya menundukkan wajahnya.


Rayhan tersenyum, Kini Ia mengerti apa


yang dimaksud oleh Azzam.


"Tunggu sebentar lagi ya,...Nanti coba


Papa bujuk biar Buna nggak kerja dan nemenin


Azzam " Ujar Rayhan, Seraya menatap


lembut wajah Kaysha sesaat, Buru - buru


Ia mengalihkan pandangannya kepada.


Azzam.


Namun Kaysha menunduk, Entah apa


yang dimaksud oleh Pakpol itu,


Mudah - mudahan cuma gurauan saja


pikir Kaysha.


"Ekheeem...!" Ujar Seseorang dibelakang.


"Ray...tanya tamunya udah makan belum ?"


Ujar Abangnya.


"Eh,...Iya sudah makan Al ?"Tanya Rayhan


gugup.


Kaysha mengangguk,


"Sudah Pak...!"Jawabnya berbohong,


Ia tidak mau merepotkan.


"Oh ya...Besok nggak usah kemari,


Maaf Anak saya jadi merepotkanmu !"


Ujar Rangga.


Degg...!!


Apa yang dibicarakan Rangga tiba - tiba.


"Lho kenapa Abang nggak sopan !" Tanya


Rayhan.


Azzam dengan cepat memeluk tubuh


Kaysha.


"Bunaa..!" Matanya berkaca - kaca.


Rangga menghela nafas.


"Kalian nggak lihat, Barang - barang Azzam


udah diberesin, Azzam pulang hari ini


Masa mau nginap terus, Raffa lagi ngurus


Administrasi dibawah " Terang Rangga.


"Oh, ...Syukurlah Azzam sudah sembuh"


Ucap Syukur Rayhan.


Kaysha mengusap lembut rambut Azzam.


"Azzam hebat ...!"Ucap Kayha.


Taklama Seseorang masuk.


"Ayo Azzam beres - beres Kita pulang !"


Ajak Raffa.


"Eh Ada Buna"


Safa dokter Raffa, Yang dibalas dengan


Anggukan kepala.


Namun yang diajak malah semakin erat


memeluk tubuh Kaysha.


"Buna Kita Puyang !" Ajak Azzam.


Sesaat Mereka menoleh, Sedangkan


Kaysha merasa tidak enak, Ia dilema


Kalau tidak ikut pasti seperti tadi Azzam


Terus video call dengannya seraya ngam


bek, Kalau Ikut Siapalah Dirinya .....?


*************************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2