
"Al...Are you ok?" Tanya Hendra.
Kaysha hanya tersenyum samar,
Senyuman Azzam menenangkan Dirinya,
Sesaat bisa melupakan wajah Gio
Dalam hidupnya, Baru kali ini Dirinya
Jatuh cinta terhadap senyuman seorang
Anak kecil bernama Azzam.
"Al....!" Hendra mengulang panggilan.
"Aku jatuh cinta ...Ndra!" Lirih Kaysha.
Ckiiit...!!
Hendra mengerem mendadak mobil
yang dikendarainya.
"Seriously....?" Tanyanya.
Kaysha mengangguk seraya tersenyum,
"Wooow Amazing, ... Akhirnya Yeey jatuh
Cintrong juga, Kok cepet Yeey move on
Dari tuh Aa yeey, Secara yeey berabad
- abad hidup bareng tuh laki" Ucap
Hendra.
"Yeh...Gitu amat ngomongnya, Kesannya
Kayak Gue kumpul kebo sama Aa,
namun nggak dikawinin ngenes banget
Hidup Gue" Seloroh Kaysha.
"Eh,....Sorry dorry morry strawberry, Tapi
beneran kan Yeey digituin sama Aa loh,
Ditinggal pas sayang - sayangnya"
Ujar Hendra.
"Tapi takdir beb...Bukan Dia yang mau
ninggalin Gue Ndra!" Potong Kaysha.
"Tapi tetep aja Aa loh pengecut, ...!!!"
Ucap Hendra.
"Ndra...!" Potong Kaysha, Matanya mulai
Memerah,
Hendra mulai tersadar kata - katanya me
lukai hati Kaysha, Bagaimanapun Gio
Orang terpenting dalam hidup Kaysha.
"Sorry Beeb, ...Gue cuma sedih lihat elo
Terluka dan sakit hati " ujarnya.
Hendra mengusap lembut pucuk rambut
Kaysha.
"Nothing...I am Ok !" Sahut Kaysha.
"Terimakasih Ndra, Elo sahabat terbaik
yang Gue punya, Andai Elo tidak ada
Gue pasti tidak baik - baik saja "
Lirih Kaysha dalam hati.
"Semangka beb...Yooo Semangka!!" .
Teriaknya.
"Eh..Ngomreng - ngomreng, bingung
Ya dua orang jadi duda gegara satu
Anak cowok, Eyke salut sama Pakpol
nya manis and tampan, Dan Pak Tara
nya uch...Laki banget Ganteng and
Gagah, Sebenernya yang duda tuh
Saposeh ko Eyke nggak ngerti ?"
Tanya Hendra.
.
"Mana gue tahu, Abangnya kali ...
Napa Elo nggak tanya, Yang penting
Gue mah senyum Azzam bikin Gue
terpikat Ndra....!" Ucap Kaysha.
"Tapi Yang Gue pikir ya Duda ya Abangnya
lah, ...Secara Pakpol ganteng masih Sem
riwing kayaknya, Noh kalo Pak Tara lebih
Mirip Aa Yeey, Irit ngomreng secara kalo
Udah Cinte bucin juga kagak ya ?"
Tanya Hendra.
"Kalo Aa Yeey bucin juga walaupun ujung
- ujungnya Yeey ditinggal " Seloroh Hendra.
"Au ah gelap !" Jawab Kaysha.
"Beb...Udah turunin Gue di basement aja,
Kasihan Ibu Lo udah ditinggal lama,
Anak durhaka Lo !" Ujar Kaysha.
"Tenang ...Kan Gue bilang sodara emak
Gue yang dari kampung nengok hari ini,
Jadi Gue bisa liburan nemenin Yeey
Buat cari jodoh yeey !"Jawab Hendra.
Kaysha hanya mengangguk saja,
Taklama Hendra mengantar Kaysha Sam
__ADS_1
pai basement kemudian Ia putar balik
Sesudah Kaysha turun.
Kaysha Selonjoran di sofa, Entah kenapa
Hari ini hatinya senang, Perutnya lapar
Padahal tadi Dirinya sok - Sokan gengsi
Mau diajak Makan sama Pak Pol.
Dirinya malu baru pertemuan pertama
Masa udah ditraktir makan.
Alhasil Ia masak sendiri, Karena Gio selalu
Berpesan Ia harus selalu makan makanan
Sehat jangan makanan cepat saji, Dan itu
Sudah mendarah daging menjadi kebiasaan
nya, Entahlah Karena kebiasaan Gio menjadi
Kebiasaannya juga.
********
"Mbak Rani,...Aku pulang dulu, Kalau ada
yang mencariku katakan Aku sudah pulang !"
Titahnya sama sang manager.
Dilihatnya waktu semakin sore, Kaysha tidak
tega jika harus meninggalkan Kafe karena
Dirinya kemarin libur.
Dengan perlahan Dirinya berjalan di lorong
Rumah sakit, Karena Dirinya sudah janji
Kepada Azzam, Dirinya membawa oleh
- oleh berupa mainan Lego untuk Azzam.
Perlahan-lahan Ia mengetuk pintu,
Taklama pintu terbuka, Terlihat sosok
berambut cepak itu tidak memakai seragam
nya jadi terlihat lebih santai,
"Bunaaa....!" Teriak Azzam,
Senyum sumringah terbit dibibir Azzam,
Ia merentangkan tangannya.
"Gimana kabarnya hari ini Jagoan ?"
Tanya Kaysha lembut, Setelah tangan
mungil itu meraih tangannya untuk Salim,
Kaysha tersenyum hangat.
"Buna punya hadiah, Tapi Buna nggak tahu
Azzam suka atau tidak ?" Ujar Kaysha Ia
mengambil sesuatu dari Papper bag yang
Dibawanya,
"Taraaa....Buna bawa ini suka Ndak ?"
Mata jernih itu berbinar bahagia,
"Asiik Lego, Azzam tama papa celing main
ini " Jawabnya Ia antusias merangkainya
Sedikit demi sedikit,
"Azzam udah makan?" Tanya Kaysha.
Azzam mengangguk,
"Udah dituapin tama Ayah, Bunanya lama!"
Jawabnya.
Kaysha terkekeh,
"Maafin Buna ya...Buna nya harus kerja
dulu " Ucap Kaysha.
Sesaat wajah tampan nan mungil itu
melihat wajah lelah Kaysha, Dan.mengusap
nya lembut, Kaysha hanya tersenyum men
dapat perlakuan lembut Azzam.
"Buna ndak boyeh kelja, Kan ada Ayah Tama
papa yang kelja, Buna temenin Azzam aja,
Nanti Buna cakit, Azzam.cedih " Lirihnya.
Kaysha tersenyum hangat, Ia meraih jemari
mungil milik Azzam, Andai Ia mempunyai
Putra seperti Azzam tentu Ia sangat bahagia,
Namun boro - boro punya anak, Pacar aja
Enggak, Pasti kalau Hendra tahu Ia akan
Diketawain habis - habisan.
"Maaf Azzam Sayang...Kalau Buna nggak
kerja, Buna nggak makan dong !" Jawab
Kaysha lembut.
Sesaat wajah itu memandang tajam
Wajah sang Ayah, Rangga yang sedang
Memainkan hp nya sontak bertanya.
"Ada apa ?" Tanyanya Pada Azzam.
"Ayah Tama Papa jahat,..!"
Ucap Azzam,
"Lho kok jahat, Memangnya Ayah udah
ngelakuin apa ?" Tanya Rangga tidak
mengerti.
Taklama pintu terbuka, Nampak wajah
__ADS_1
lelah Rayhan ada disana,
"Assalamualaikum ...?" Sallam nya,
"Eh ada Buna?" Sapanya.
"Waalaikum sallam..Iya baru datang
Pak !" Jawab Kaysha.
Rayhan mengangguk, Ia mengganti sepa
tunya dengan sandal dan menuju kamar
mandi setelah menyapa Azzam.
Barulah setelah mencuci tangan Ia mende
kati.Azzam.
"Lho Anak Papa cemberut, Ada apa ini ?"
Tanya Rayhan.
"Ayah tama Papa jahaaat !" Ucap Azzam
Dahi Rayhan berkerut.
"Ada apa ini Bang ?" Tanya Rayhan pada
Abangnya Rangga.
"Coba Kamu tanya Azzam ?"Jawab
Sang Abang.
"Ada apa Azzam, Coba bilang sama
Papa ?" Tanya Rayhan.
"Ayah Tama papa bialin kelja buna,
Kan Buna kacian cape kelja, Nanti
cakit, Azzam jadi cedih...!" Ujar Azzam
Seraya menundukkan wajahnya.
Rayhan tersenyum, Kini Ia mengerti apa
yang dimaksud oleh Azzam.
"Tunggu sebentar lagi ya,...Nanti coba
Papa bujuk biar Buna nggak kerja dan nemenin
Azzam " Ujar Rayhan, Seraya menatap
lembut wajah Kaysha sesaat, Buru - buru
Ia mengalihkan pandangannya kepada.
Azzam.
Namun Kaysha menunduk, Entah apa
yang dimaksud oleh Pakpol itu,
Mudah - mudahan cuma gurauan saja
pikir Kaysha.
"Ekheeem...!" Ujar Seseorang dibelakang.
"Ray...tanya tamunya udah makan belum ?"
Ujar Abangnya.
"Eh,...Iya sudah makan Al ?"Tanya Rayhan
gugup.
Kaysha mengangguk,
"Sudah Pak...!"Jawabnya berbohong,
Ia tidak mau merepotkan.
"Oh ya...Besok nggak usah kemari,
Maaf Anak saya jadi merepotkanmu !"
Ujar Rangga.
Degg...!!
Apa yang dibicarakan Rangga tiba - tiba.
"Lho kenapa Abang nggak sopan !" Tanya
Rayhan.
Azzam dengan cepat memeluk tubuh
Kaysha.
"Bunaa..!" Matanya berkaca - kaca.
Rangga menghela nafas.
"Kalian nggak lihat, Barang - barang Azzam
udah diberesin, Azzam pulang hari ini
Masa mau nginap terus, Raffa lagi ngurus
Administrasi dibawah " Terang Rangga.
"Oh, ...Syukurlah Azzam sudah sembuh"
Ucap Syukur Rayhan.
Kaysha mengusap lembut rambut Azzam.
"Azzam hebat ...!"Ucap Kayha.
Taklama Seseorang masuk.
"Ayo Azzam beres - beres Kita pulang !"
Ajak Raffa.
"Eh Ada Buna"
Safa dokter Raffa, Yang dibalas dengan
Anggukan kepala.
Namun yang diajak malah semakin erat
memeluk tubuh Kaysha.
"Buna Kita Puyang !" Ajak Azzam.
Sesaat Mereka menoleh, Sedangkan
Kaysha merasa tidak enak, Ia dilema
Kalau tidak ikut pasti seperti tadi Azzam
Terus video call dengannya seraya ngam
bek, Kalau Ikut Siapalah Dirinya .....?
*************************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘