
"Neng ...Beneran ini kamarnya?" Tanya
Hendra.
"Kayaknya sih beneran, Aku tanya info
Di depan sih Iya...!" Jawab Kaysha.
"Coba ketuk deh pintunya, Muhammad
Azzam betul ini nama Anaknya" Sambung
Kaysha.
.
Taklama Hendra mengetuk pintu.
" Ya masuk ...!" Jawab Seseorang dari
Dalam, Suara bariton terdengar.
"Suaranya kedengarannya gagah,
Tapi biasanya kalau namanya Rayhan
Biasanya tampan and manis " Tebak
Hendra dengan pemikirannya.
"Udah ah..Elo pawangnya laki jadi tahu
Udah ..masuk yuk !" Ajak Kaysha.
Taklama pintu terbuka, Seorang Pria tampan
Berbaju loreng mempersilahkan masuk.
"Maaf mau cari siapa?" Tanyanya.
"Maaf ...Kami mau ketemu sama Pak Rayhan,"
Ucap Kaysha.
"Tunggu sebentar Dianya lagi shalat, Kalau
Kalian ada perlu tunggulah " Jawabnya datar.
"Dingin cuuy...!" Bisik Hendra.
"Kulkas ...!" Jawab Kaysha.
Kaysha hanya menyikut tangan Hendra,
"Aposeh...?"Ujar Hendra.
.
"Duduk dikursi jika ingin menunggu, Jangan
Berisik Anak Saya lagi tertidur" Ucapnya.
Terlihat bocah tampan sedang tertidur,
Dipunggung tangannya tertancap jarum
Infus.
Kaysha memandang iba, Ia tahu Anak kecil
Itu sudah tidak beribu, Sedih rasanya jika
Membayangkan Anak sekecil itu sudah
Tidak dapat merasakan kasih sayang
Bundanya.
Kini Kaysha kangen Bunda Kinara dan
Tetehnya Kayla yang tidak segan meren
tangkan tangan dan memeluk hangat
Dirinya selalu, Sesaat Kaysha tertunduk,
Kaysha memandang Pria yang sedang
Duduk disisi tempat tidur bocah itu ter
lihat sangatlah mirip, Namun bukannya
Ayahnya anak itu, Pakpol yang bernama
Rayhan.
Taklama pintu terbuka, Seorang berjas
putih masuk,
"Gimana keadaannya sekarang Kak!".
Ujar Seseorang itu terlihat mukanya mirip
Laki - laki didepannya, Mungkin Mereka
Saudara.
"Dia tidur...!" Jawabnya singkat, Taklama
Ia memeriksa sang bocah, Namun Karena
Tidurnya terusik, Mata itu terbuka. Namun
Matanya sejurus memandang kearah
Kaysha dan Hendra.
"Buna..!"Sahutnya, Pandangannya tertuju
Pada Sosok Kaysha.
"Eh..Ada tamu,..Maaf!" Sapa Dokter muda itu,
"Buna...Azzam nunggu Buna..!" Ujarnya.
Kening Laki - laki didepan Kaysha bertaut.
"Buna...Azzam tangen !" Sahutnya
Ia merentangkan tangannya,
Kaysha menoleh kekiri dan kekanan,
Namun Ketika hendak turun dari ranjang
Pasiennya ditahan oleh Pria tersebut.
"Elo dipanggil noh ...Cinta, Anak elo
manggil tsay!" Bisik Hendra.
Spontan Kaysha melangkah mendekat,
Meraih sambutan rentangan tangan mungil
Milik Seorang anak tampan bernama Azzam.
Tak butuh waktu lama anak kecil itu
Memeluk erat tubuh Kaysha.
"Buna,..Azzam lindu ..buna manaa aja?".
Tanyanya.
Sesaat Pria itu tersadar, Ia hendak meraih
__ADS_1
Bocah tampan didepannya.
Namun Pria berjas putih itu menggeleng,
"Bunda Keluar negri dulu Sayang,..
Untuk sekolah, Sekarang Bunda udah pulang
Jadi baru bisa kesini nengokin Azzam " .
Sahut Kaysha lagi - lagi Dirinya spontan
Menjawab.
"Hollee...Buna Puyang, Ayah...Buna Azzam.
Puyaang !" Ujarnya bersorak gembira,
"Bukan Sayang...Kakak ini bukan..."
Jawab Pria itu namun katanya tertahan
Oleh pintu yang terbuka.
Seseorang berwajah hampir mirip namun
Terlihat lebih muda dan kelihatan lebih
Segar.
"Wah...Ada tamu rupanya ?" Tanyanya ramah,
"Eh...Oh iya Pak, Kami datang mau mengem
balikan jaket ini " Ucap Hendra seraya menye
Rahkan sebuah papper bag pada Rayhan.
"Jaket,...Saya ...!" Dahinya berkerut mencoba
mengingat sesuatu,
"Ooh Iya,... Perasaan bukan Kamu" Ucapnya.
"Ya bukan Saya Pak,...Yang dipinjamin jaket
Teman Saya" Jawab Hendra.
Sesaat Mata teduh namun tajam itu meman
dang Seseorang yang tengah memeluk
Azzam,
"Papi ...Buna sudah Puyang !"Ujarnya terse
nyum sumringah.
"Buna...Bunanya Siapa ?" Tanya Rayhan
mendekat.
"Buna Azzam Puyang,...Ia ndak pelgi
lagi, ...Ya Buna?" Mata jernih itu memandang
lekat wajah Kaysha.
Sesaat Kaysha terhipnotis, Ia pun mengang
guk.
"Sudah... Sekarang Azzam istirahat lagi
Supaya cepat sembuh !" Sahut dokter
muda tersebut.
"Tapi bobonya baleng Buna,...Azzam
Atut Buna pelgi agi " Ucapnya sendu.
Muka,
"Rey...Abang shalat dulu, Titip Azzam !"
Ia mengusap sebentar pucuk kepala
Putranya.
"Ayah ke mushala dulu !"Izinnya.
Azzam hanya mengangguk, Ia anteng
Dipelukan Kaysha.
"Saya Rafa Mbak...Maaf baru kenalan "
Ujarnya seraya tersenyum,
Kini Kaysha benar - benar terpesona oleh
Senyuman yang teramat manis milik
Sang dokter.
"Ekheeem!" Ujarnya.
"Eh...Oh Iya,..Saya Kaysha panggil Aja Al "
Ucap Kaysha malu.
"Dan Saya Hendra,...Temannya Al " Hendra
juga menjabat tangan dokter muda tersebut.
"Kami bertiga kakak beradik, Tadi yang ber
baju loreng adalah Kakak tertua Kami,
Kak Rangga namanya, Adik pertamanya
Saya, Dan ini adik bungsu Saya Raffa"
Ujar Pak Polisi memperkenalkan diri.
"Maaf Kami jadi merepotkan Anda Nona"
Sambungnya.
"Nggak ...Nggak Pa - pa ya Al..Kalian
Jangan sungkan, ...Kami juga sedang
Off hari ini" Kali ini Hendra yang jawab.
Terlihat wajah mungil itu memandang,
Kaysha,
"Buna Azzam pengen bobo Agih...
Baleng Buna!" Pintanya.
"Bobonya peyuk Azzam " Ujarnya
Sesaat Kaysha memandang keduanya,
Terlihat Rayhan dan Rafa mengatupkan
Tangannya.
"Maaf !" Ujar Mereka.
Mau tidak mau Kaysha naik keatas tempat
tidur, Dan tidur disamping Azzam seraya
__ADS_1
Memeluknya.
"Ya sudah Karena Azzam mau bobo, Om
tinggal dulu ya" Ucap Rafa.
"Papi juga mau mengantar Om ini ke
kantin,...Azzam bobo sama Bima dulu Ya!
Azzam pengen dibeliin apa?" Tawar Rayhan
"Ndak...Azzam pengen Buna ajah " Ucapnya
Seraya memmeluk Kaysha lebih erat.
Rafa tersenyum, Ia mengusap pucuk
Kepala Azzam sebelum pergi.
Sedangkan Rayhan mengajak Hendra
keluar.
Suasana tenang membuat Seorang Kaysha
Terhanyut, Perlahan matanya ikut terpejam
Seraya memeluk erat tubuh mungil berwajah
tampan milik Azzam,
Terasa damai dirasa Kaysha, Sedikit mengo
bati rasa sakit hati terhadap takdirnya
Ia ingin menghapus semua tentang Gio
Dalam ingatannya yang terpatri lebih
Jauh dalam hati dan pikirannya.
Terasa tangan mungil itu memeluk lebih
erat pinggang Kaysha walaupun tak sepe
nuhnya menutupi pinggang Kaysha.
Namun seolah tangan kecil itu berbicara
Jangan pergi!!.
Sesekali Kaysha membetulkan letak tangan
mungil itu,..Takut karena ada selang infus
Bertengger disana.
Dan taklama Iapun terlelap memeluk Azzam
Seseorang masuk ke ruangan Azzam,
Memandang nanar Putranya yang tengah
Terlelap dipelukan Kaysha, Hatinya mencelos
Ketika menyadari Bahwa Putranya butuh
Seorang Ibu, ...Namun hatinya belum bisa
menerima siapapun pengganti Almarhumah
Istrinya.
Kaysha yang memakai dress selutut
membuat bawahnya sedikit terangkat,
Paha putih nan mulus milik Kaysha sedikit
Terekspos, Ia memalingkan muka seraya
Mengambil selimut milik Azzam,
Dan menyelimuti Mereka, Taklama Iapun
Keluar..
"Lho Abang Udah Shalatnya, Nih Kopinya
Bang !" Ucap Rayhan yang datang bersama
Hendra membawa Kopi dan makanan ringan
Dari kantin.
Mereka duduk di lobby,
"Abang kayaknya harus segera mencari
pengganti Mbak Mita,...Kasihan Azzam "
Ucap Rayhan.
Sesaat mata elang itu menerawang,
Ia tidak dapat berkata apapun.
Hendra hanya menyimak seraya memi
num kopinya, Ternyata Ia baru tahu bahwa
Azzam putranya Pak Tara dan dibesarkan
Oleh Pak Pol dan Ibunya, Karena sang
Istri meninggal saat melahirkan Azzam.
Pak Tara tidak bisa membawa Putranya
Yang baru lahir dan dibesarkan oleh
Sang Bunda bersama Rayhan dan
Adiknya Raffa.
Mita ibunya Azzam seorang yatim piatu.
Dan baru Satu bulan Nenek Azzam ber
pulang, Dan kini Azzam merindukan
Sosok Ibunya, Baru kali ini Azzam mau
Berinteraksi terhadap Orang asing,
Selama ini Ia menutup diri terhadap
Wanita manapun jangankan memanggil
Sosoknya dengan panggilan Bunda,
Berjabat tanganpun Ia enggan, Selain
Dengan sang nenek Azzam tidak kenal
Dengan sosok Wanita manapun.
Dan sekarang Ia lengket dengan seorang
Kaysha.
"Siapa Wanita itu Ray ?" Tanya Abangnya
Tertera sebuah nama " Rangga " Disana.
**********************************************
__ADS_1
** Bersambung
**Please like or comment 🙏😘