Hujan September

Hujan September
*Episode 06


__ADS_3

"Neng ...Beneran ini kamarnya?" Tanya


Hendra.


"Kayaknya sih beneran, Aku tanya info


Di depan sih Iya...!" Jawab Kaysha.


"Coba ketuk deh pintunya, Muhammad


Azzam betul ini nama Anaknya" Sambung


Kaysha.


.


Taklama Hendra mengetuk pintu.


" Ya masuk ...!" Jawab Seseorang dari


Dalam, Suara bariton terdengar.


"Suaranya kedengarannya gagah,


Tapi biasanya kalau namanya Rayhan


Biasanya tampan and manis " Tebak


Hendra dengan pemikirannya.


"Udah ah..Elo pawangnya laki jadi tahu


Udah ..masuk yuk !" Ajak Kaysha.


Taklama pintu terbuka, Seorang Pria tampan


Berbaju loreng mempersilahkan masuk.


"Maaf mau cari siapa?" Tanyanya.


"Maaf ...Kami mau ketemu sama Pak Rayhan,"


Ucap Kaysha.


"Tunggu sebentar Dianya lagi shalat, Kalau


Kalian ada perlu tunggulah " Jawabnya datar.


"Dingin cuuy...!" Bisik Hendra.


"Kulkas ...!" Jawab Kaysha.


Kaysha hanya menyikut tangan Hendra,


"Aposeh...?"Ujar Hendra.


.


"Duduk dikursi jika ingin menunggu, Jangan


Berisik Anak Saya lagi tertidur" Ucapnya.


Terlihat bocah tampan sedang tertidur,


Dipunggung tangannya tertancap jarum


Infus.


Kaysha memandang iba, Ia tahu Anak kecil


Itu sudah tidak beribu, Sedih rasanya jika


Membayangkan Anak sekecil itu sudah


Tidak dapat merasakan kasih sayang


Bundanya.


Kini Kaysha kangen Bunda Kinara dan


Tetehnya Kayla yang tidak segan meren


tangkan tangan dan memeluk hangat


Dirinya selalu, Sesaat Kaysha tertunduk,


Kaysha memandang Pria yang sedang


Duduk disisi tempat tidur bocah itu ter


lihat sangatlah mirip, Namun bukannya


Ayahnya anak itu, Pakpol yang bernama


Rayhan.


Taklama pintu terbuka, Seorang berjas


putih masuk,


"Gimana keadaannya sekarang Kak!".


Ujar Seseorang itu terlihat mukanya mirip


Laki - laki didepannya, Mungkin Mereka


Saudara.


"Dia tidur...!" Jawabnya singkat, Taklama


Ia memeriksa sang bocah, Namun Karena


Tidurnya terusik, Mata itu terbuka. Namun


Matanya sejurus memandang kearah


Kaysha dan Hendra.


"Buna..!"Sahutnya, Pandangannya tertuju


Pada Sosok Kaysha.


"Eh..Ada tamu,..Maaf!" Sapa Dokter muda itu,


"Buna...Azzam nunggu Buna..!" Ujarnya.


Kening Laki - laki didepan Kaysha bertaut.


"Buna...Azzam tangen !" Sahutnya


Ia merentangkan tangannya,


Kaysha menoleh kekiri dan kekanan,


Namun Ketika hendak turun dari ranjang


Pasiennya ditahan oleh Pria tersebut.


"Elo dipanggil noh ...Cinta, Anak elo


manggil tsay!" Bisik Hendra.


Spontan Kaysha melangkah mendekat,


Meraih sambutan rentangan tangan mungil


Milik Seorang anak tampan bernama Azzam.


Tak butuh waktu lama anak kecil itu


Memeluk erat tubuh Kaysha.


"Buna,..Azzam lindu ..buna manaa aja?".


Tanyanya.


Sesaat Pria itu tersadar, Ia hendak meraih

__ADS_1


Bocah tampan didepannya.


Namun Pria berjas putih itu menggeleng,


"Bunda Keluar negri dulu Sayang,..


Untuk sekolah, Sekarang Bunda udah pulang


Jadi baru bisa kesini nengokin Azzam " .


Sahut Kaysha lagi - lagi Dirinya spontan


Menjawab.


"Hollee...Buna Puyang, Ayah...Buna Azzam.


Puyaang !" Ujarnya bersorak gembira,


"Bukan Sayang...Kakak ini bukan..."


Jawab Pria itu namun katanya tertahan


Oleh pintu yang terbuka.


Seseorang berwajah hampir mirip namun


Terlihat lebih muda dan kelihatan lebih


Segar.


"Wah...Ada tamu rupanya ?" Tanyanya ramah,


"Eh...Oh iya Pak, Kami datang mau mengem


balikan jaket ini " Ucap Hendra seraya menye


Rahkan sebuah papper bag pada Rayhan.


"Jaket,...Saya ...!" Dahinya berkerut mencoba


mengingat sesuatu,


"Ooh Iya,... Perasaan bukan Kamu" Ucapnya.


"Ya bukan Saya Pak,...Yang dipinjamin jaket


Teman Saya" Jawab Hendra.


Sesaat Mata teduh namun tajam itu meman


dang Seseorang yang tengah memeluk


Azzam,


"Papi ...Buna sudah Puyang !"Ujarnya terse


nyum sumringah.


"Buna...Bunanya Siapa ?" Tanya Rayhan


mendekat.


"Buna Azzam Puyang,...Ia ndak pelgi


lagi, ...Ya Buna?" Mata jernih itu memandang


lekat wajah Kaysha.


Sesaat Kaysha terhipnotis, Ia pun mengang


guk.


"Sudah... Sekarang Azzam istirahat lagi


Supaya cepat sembuh !" Sahut dokter


muda tersebut.


"Tapi bobonya baleng Buna,...Azzam


Atut Buna pelgi agi " Ucapnya sendu.


Muka,


"Rey...Abang shalat dulu, Titip Azzam !"


Ia mengusap sebentar pucuk kepala


Putranya.


"Ayah ke mushala dulu !"Izinnya.


Azzam hanya mengangguk, Ia anteng


Dipelukan Kaysha.


"Saya Rafa Mbak...Maaf baru kenalan "


Ujarnya seraya tersenyum,


Kini Kaysha benar - benar terpesona oleh


Senyuman yang teramat manis milik


Sang dokter.


"Ekheeem!" Ujarnya.


"Eh...Oh Iya,..Saya Kaysha panggil Aja Al "


Ucap Kaysha malu.


"Dan Saya Hendra,...Temannya Al " Hendra


juga menjabat tangan dokter muda tersebut.


"Kami bertiga kakak beradik, Tadi yang ber


baju loreng adalah Kakak tertua Kami,


Kak Rangga namanya, Adik pertamanya


Saya, Dan ini adik bungsu Saya Raffa"


Ujar Pak Polisi memperkenalkan diri.


"Maaf Kami jadi merepotkan Anda Nona"


Sambungnya.


"Nggak ...Nggak Pa - pa ya Al..Kalian


Jangan sungkan, ...Kami juga sedang


Off hari ini" Kali ini Hendra yang jawab.


Terlihat wajah mungil itu memandang,


Kaysha,


"Buna Azzam pengen bobo Agih...


Baleng Buna!" Pintanya.


"Bobonya peyuk Azzam " Ujarnya


Sesaat Kaysha memandang keduanya,


Terlihat Rayhan dan Rafa mengatupkan


Tangannya.


"Maaf !" Ujar Mereka.


Mau tidak mau Kaysha naik keatas tempat


tidur, Dan tidur disamping Azzam seraya

__ADS_1


Memeluknya.


"Ya sudah Karena Azzam mau bobo, Om


tinggal dulu ya" Ucap Rafa.


"Papi juga mau mengantar Om ini ke


kantin,...Azzam bobo sama Bima dulu Ya!


Azzam pengen dibeliin apa?" Tawar Rayhan


"Ndak...Azzam pengen Buna ajah " Ucapnya


Seraya memmeluk Kaysha lebih erat.


Rafa tersenyum, Ia mengusap pucuk


Kepala Azzam sebelum pergi.


Sedangkan Rayhan mengajak Hendra


keluar.


Suasana tenang membuat Seorang Kaysha


Terhanyut, Perlahan matanya ikut terpejam


Seraya memeluk erat tubuh mungil berwajah


tampan milik Azzam,


Terasa damai dirasa Kaysha, Sedikit mengo


bati rasa sakit hati terhadap takdirnya


Ia ingin menghapus semua tentang Gio


Dalam ingatannya yang terpatri lebih


Jauh dalam hati dan pikirannya.


Terasa tangan mungil itu memeluk lebih


erat pinggang Kaysha walaupun tak sepe


nuhnya menutupi pinggang Kaysha.


Namun seolah tangan kecil itu berbicara


Jangan pergi!!.


Sesekali Kaysha membetulkan letak tangan


mungil itu,..Takut karena ada selang infus


Bertengger disana.


Dan taklama Iapun terlelap memeluk Azzam


Seseorang masuk ke ruangan Azzam,


Memandang nanar Putranya yang tengah


Terlelap dipelukan Kaysha, Hatinya mencelos


Ketika menyadari Bahwa Putranya butuh


Seorang Ibu, ...Namun hatinya belum bisa


menerima siapapun pengganti Almarhumah


Istrinya.


Kaysha yang memakai dress selutut


membuat bawahnya sedikit terangkat,


Paha putih nan mulus milik Kaysha sedikit


Terekspos, Ia memalingkan muka seraya


Mengambil selimut milik Azzam,


Dan menyelimuti Mereka, Taklama Iapun


Keluar..


"Lho Abang Udah Shalatnya, Nih Kopinya


Bang !" Ucap Rayhan yang datang bersama


Hendra membawa Kopi dan makanan ringan


Dari kantin.


Mereka duduk di lobby,


"Abang kayaknya harus segera mencari


pengganti Mbak Mita,...Kasihan Azzam "


Ucap Rayhan.


Sesaat mata elang itu menerawang,


Ia tidak dapat berkata apapun.


Hendra hanya menyimak seraya memi


num kopinya, Ternyata Ia baru tahu bahwa


Azzam putranya Pak Tara dan dibesarkan


Oleh Pak Pol dan Ibunya, Karena sang


Istri meninggal saat melahirkan Azzam.


Pak Tara tidak bisa membawa Putranya


Yang baru lahir dan dibesarkan oleh


Sang Bunda bersama Rayhan dan


Adiknya Raffa.


Mita ibunya Azzam seorang yatim piatu.


Dan baru Satu bulan Nenek Azzam ber


pulang, Dan kini Azzam merindukan


Sosok Ibunya, Baru kali ini Azzam mau


Berinteraksi terhadap Orang asing,


Selama ini Ia menutup diri terhadap


Wanita manapun jangankan memanggil


Sosoknya dengan panggilan Bunda,


Berjabat tanganpun Ia enggan, Selain


Dengan sang nenek Azzam tidak kenal


Dengan sosok Wanita manapun.


Dan sekarang Ia lengket dengan seorang


Kaysha.


"Siapa Wanita itu Ray ?" Tanya Abangnya


Tertera sebuah nama " Rangga " Disana.


**********************************************

__ADS_1


** Bersambung


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2