Hujan September

Hujan September
*Episode 50


__ADS_3

Ada kata yang terucap ....


Namun hanya berbisik dalam dada,


Riak dan terasa sesak.


Kaysha menatap air hujan yang berembun,


Ia menatap nanar keluar, Sesaat matanya


basah, Ia menekuk kakinya dan dijadikan


Tumpuan wajahnya, Ia terisak lirih saat


Terbangun Rayhan tidak ada disisinya,


Sepasang mata sendu menghampiri,


"Al.." Panggilnya ...


Kaysha menoleh Ia mengusap wajah basah


nya, Tangan Itu meraih tubuh Kaysha.


"Terimakasih Kamu masih mengenangnya,


Sudah cukup Aa bahagia selama ini berada


Dalam ingatan dan memori terdalammu,


Sekarang waktunya Kamu melepas segala


Hal tentang Aa, ...Dan Aku mewakili Keluar


gaku meminta maaf Padamu " Lirihnya.


Kaysha belum banyak bisa berucap,


Gia mengurai pelukannya, mengusap


Air mata diwajah Kaysha,


"Teteh..." Ucap Kaysha terbata.


"Bunda seperti dirimu, Ia shock dengan


kepergian Aa, Apalagi Ia tahu hubungan


Aa dan Kamu Al diakhir hidup Aa,


Andai Kami tahu sejak awal....Ah sudah


lah..Semuanya takkan membalikan


waktu" Ucap Gia.


"Sekarang saatnya Kamu berbahagia,


Kasihan Oma sama Opa yang terus memi


kirkan Bunda dan Kamu Al, Oma, Opa


Dan Grandpa disini yang terpukul, Kalian


Dua putri Mereka dalam keadaan seperti


ini"Ujar Gia.


"Terutama suamimu, Putrimu yang sangat


cantik, Serta Keluarganya, Mereka menja


gamu selama ini, Ayolah week up Al,


Aku tahu Kamu wanita kuat, Aku yakin


Aa nggak pengen Kamu terus seperti ini"


Ucap Gia.


"Dan asal Kamu tahu Aku sudah hempaskan


Reyhan sialan, Namanya sama dengan.


Suamimu tapi kelakuannya membuat


Aku ingin mengulitinya hidup - hidup"


Sambung Gia, Ia seperti mengulang masa


lalu saat Dirinya curhat,


Kaysha menaruh untaian tasbih diatas nakas


Saat Sosok Suaminya masuk,


"Eh ada Mbak Gia.." Sapanya.


"Iya nih nengok Al,...Mumpung dekat biasalah


Kalau bareng Kita biasa curhat, Tapi sebe


nernya Aku yang banyak curhat kepada


Al, Ia mah lebih condong curhatnya ke A.."


Gia tidak melanjutkan perkataannya,


"Nggak pa - pa kok Mbak..." Ujar Rayhan.


"Sayang ..Aku bawa makanan kesukaanmu,


Mau Aku suapi ?" Tanya Rayhan.


Kaysha memandang tak berucap, Namun


Perlahan bibir itu terbuka, Rayhan tersenyum


Ia hendak memberi suapan dengan sendok


setelah dibukanya, Mengusap perlahan pucuk


Kepala Kaysha .


"Baca do'a dulu !" Pinta Rayhan lembut.


Kaysha tersenyum, Bibirnya bergerak


mengucap do'a.


"Mbak Gia mau juga, Ini masih ada satu,


Aku biasa makan berdua bareng Al "


Tawar Rayhan.


Gia tersenyum seraya menggeleng.


"Enggak makasih ...Sebentar lagi Aku ada


janji makan siang dengan Evan "


Tolaknya, Ia melirik jam ditangannya.


"Al...Aku pergi dulu, Nanti Aku kemari lagi


Mumpung Kamu disini Kita bisa cerita "


Ucap Gia, Ia memeluk sesaat tubuh Aunty


nya.


"Semangat Kamu kan mau jadi Ibu lagi,


Adiknya Lisa pasti Cowok nih " Ucap


Gia mengelus perut yang mulai buncit


Milik Kaysha.


" Aamiin...Terima kasih " Kini Rayhan

__ADS_1


Yang menjawab.


Taklama Gia pamit undur diri, Seperti


Biasa Ia akan datang ke ruangan Kaysha


Dan bercerita berbagai hal, Ini untuk mem


bantu Kaysha untuk mengingat memory


nya secara perlahan,


Kaysha memandang Gia yang menghilang


Dibalik pintu.


"Ayo sekarang waktunya makan, Kasihan


Anak Kita kelaparan" Ucap Rayhan


Kaysha mengangguk, Seperti biasa Rayhan


Akan makan satu porsi bersama Kaysha


Ia membawa satu porsi lagi untuk berjaga


Jika Mereka masih lapar.


Pagi tadi Kenzo menengok Kaysha dan


memeriksa kesehatannya, Untuk kesehatan


nya fisiknya tidak bermasalah hanya saja


Ini untuk pemulihan kondisi psikisnya,


Ia dirawat di RS ini untuk mengingat


Semua tentang kenangannya, Dan untuk


Menghilangkan rasa trauma dan bersalahnya


Atas kematian Gio.


Hujan masih turun dengan perlahan, Tadi


Lisa dan Azzam datang bersama Sifa.


Dan siangnya Merekapun pulang, Walau


pun Lisa merengek tidak mau pulang.


Jari lentik Kaysha menorehkan beberapa


hurup dikaca yang berembun, Ia bersan


Dar didada bidang Sang Suami,


"Hujan..!" Kata itu terdengar lirih.


Rayhan tersenyum kata itu keluar dari bibir


Sang Istri, Ia tahu kedekatan Kaysha dan.


Gio bahkan Mereka tidak berpisah walau


pun Kaysha tinggal di Jerman dan Gio


Ikut tinggal disana untuk studi dan belajar


Mengelola bisnis disana. Dan yang mem


buat Dirinya shock ternyata Rayhan menyadari


Dirinya adalah sosok pihak ketiga dalam


Hubungan Kaysha dan Gio tanpa Ia tahu.


"Bang Ray...Dia bergerak ..." Ucap Kaysha


Perlahan tangan Rayhan turun keperut


Istrinya, Ia tersenyum merasakan pergera


"Dia ingin Ibunya cepat sembuh,....


Ayo semangatlah Kami menantimu Sayang "


Ucap Rayhan, Kini wajahnya berada diceruk


Leher Istrinya, Menciuminya perlahan,


Dan menghirup wangi istrinya dalam


- dalam.


"Cepat sembuh,...Dan Kita bisa pulang,


Aku rindu Kamu Al " Ucap Rayhan semakin


Dalam Ia mencecap wangi harum istrinya.


Kini Kaysha mulai merespon apapun,


Namun masih tidak banyak kata yang keluar


Dari mulutnya, Namun Ini sebuah kemajuan


Bagi Kaysha.


Kaysha semakin bersandar diperlukan


Rayhan, Ia merasa damai tidak ada rasa


Sakit, Dan perasaan bersalahnya pada


Gio sedikit berkurang, Dan mulai menya


dari bahwa Gio telah pergi.


"Aku akan sembuh, Aa tidak.ingin..."


Dengan terbata Kaysha berucap, Rayhan


Tersenyum,


"Ya Gio maupun Kami tidak ingin Kamu


Seperti ini ....Bangkitlah Kami menunggu


mu " Bisik Rayhan.


Perlahan Kaysha mengurai pelukannya,


Dan memeluk erat tubuh Rayhan


"Terima kasih ...Masih bertahan disisiku "


Lirihnya, Mata Rayhan membulat sempurna


Perlahan namun pasti Kaysha menuju kesem


buhan


"Aku akan selalu berdiri disampingmu Al,


Cepat kembali dan Kita mulai dari awal


Lagi " Ucapnya lembut.


Kaysha mengangguk,


"Terimakasih...." Ucapnya terdengar lirih.


*****


Kaysha mengusap batu nisan itu pelan,


Ia melafalkan do'a kini kepada Orang yang


Seharusnya, Yang Ia sangka dulu adalah

__ADS_1


Makam Suaminya Rayhan, Tak banyak


Kata dari bibir Kaysha untuk menjaga


Perasaan Orang terkasih disampingngnya,


Taburan bunga dipusara Gio kini,


Murni dari pikirannya dari seorang Kaysha


Yang mulai bisa menerima kenyataan.


"Maafkan teteh Karena terlambat menge


tahui hubungan Kalian, Andai Kalian jujur


Dari awal, Teteh mungkin akan mepertim


bangkannya, Teteh menyesal Kalian yang


Tak pernah jujur, ...Tapi ah sudahlah,


Melihatmu seperti ini teteh jadi tahu


Sedalam apa perasaanmu pada Putraku,


Ia takkan pernah menyesal mencintaimu


dalam hidupnya, " Ucap Kayla dengan


Air mata seorang Ibu yang merasa kehila


ngan Putranya.


"Al satu hal yang teteh pinta ... Berbahagialah


Karena selama hidupnya Aa selalu khawatir


Tentang Kamu dan kebahagiaan Dirimu,


Maka buatlah Dirinya tidak khawatir dengan


Dirimu yang bahagia" Lirih Kayla.


Pelukan erat yang dirasa kini karena


Saling merasakan rasa kehilangan yang


amat dalam.


"Kini Ayah betul - betul percaya pada Kamu


Ray,...Jaga Putriku baik - baik, Ayah titip


Al ...Ayah sudah tua dan entah Saat ini,


Besok atau nanti Ayah akan pergi " Lirih


Irham,


"Mungkin ini terlalu berat bagi Kami,


Namun seiring berjalannya waktu, Kami


berharap kenangan buruk itu bisa terlupa "


Ucap Irham.


"Jangan bilang dulu kondisi Bunda Kinara,


Pada Kaysha, Ayah tidak ingin Kaysha kem


Bali drop, Biarkan Dia tahu setelah dirinya


benar - benar pulih " Pesan Irham pada


Sang menantu.


Rayhan mengangguk, Setelah itu Mereka


masuk, Terlihat Zen yang menjadikan


bahunya tempat bersandar Kaysha.


"Nggak pa - pa Al, Kamu ingin melepas


kangen untuk Aa, Itulah kenapa Aku


Kini menyadari kenapa Aku sangat mirip


Aa " Ucap Zen yang kini pulang membantu


Seandra mengurus perusahaan bersama


Gia menggantikan posisi Kayla yang


Kini keadaannya tidak jauh berbeda dengan


Kaysha.


"Bersabarlah .....Mungkin ini Ujian lagi "


Goda Irham pada menantunya, Ketika


melihat pemandangan didepannya.


"Dan Kamu takkan membuat kejadiannya


terulang kan, Tenang Zen bukanlah musuh


mu ...Jangan Kamu tampilkan aura menye


Ramkan itu Padanya, Ia bukan Almarhum


Gio " Sambung Irham mengusap pelan


Bahu Rayhan.


"Jangan khawatir Zen sudah menikah,


Dan sebentar lagi Ia akan menjadi Daddy"


Terang Irham yang membuat Rayhan sedikit


Lega, Karena dulu Ia tidak begitu merasakan


Cemburu saat Gio masih hidup, Karena me


mang Ia tidak tahu hubungan yang terjadi


Diantara kaysha dan Gio, Kini setelah Dia


Tahu dan merasakan sendiri Kaysha begitu


Kehilangan, Ia takkan pernah akan bisa


Menerima Pria manapun akan dekat


Dengan Istrinya, ...Tak Akan !!!


Hatinya berkata demikian, Kini Kaysha


Hanya untuk Dirinya, Ia akan selalu men


jaganya.


**Namun apakah semua ini akan berjalan


lancar, Atau Kisahnya berbalik menghampiri


Dirinya, Atau kisah Mereka aman sampai


Akhir ...Kita lihat selanjutnya ya ...🙏


************************************************


**Bersambung


**Tolong tinggalkan jejak seperti biasa ya,


Wilujeng enjing dan selamat beraktifitas ya

__ADS_1


🙏😘


__ADS_2