
Ada kata yang terucap ....
Namun hanya berbisik dalam dada,
Riak dan terasa sesak.
Kaysha menatap air hujan yang berembun,
Ia menatap nanar keluar, Sesaat matanya
basah, Ia menekuk kakinya dan dijadikan
Tumpuan wajahnya, Ia terisak lirih saat
Terbangun Rayhan tidak ada disisinya,
Sepasang mata sendu menghampiri,
"Al.." Panggilnya ...
Kaysha menoleh Ia mengusap wajah basah
nya, Tangan Itu meraih tubuh Kaysha.
"Terimakasih Kamu masih mengenangnya,
Sudah cukup Aa bahagia selama ini berada
Dalam ingatan dan memori terdalammu,
Sekarang waktunya Kamu melepas segala
Hal tentang Aa, ...Dan Aku mewakili Keluar
gaku meminta maaf Padamu " Lirihnya.
Kaysha belum banyak bisa berucap,
Gia mengurai pelukannya, mengusap
Air mata diwajah Kaysha,
"Teteh..." Ucap Kaysha terbata.
"Bunda seperti dirimu, Ia shock dengan
kepergian Aa, Apalagi Ia tahu hubungan
Aa dan Kamu Al diakhir hidup Aa,
Andai Kami tahu sejak awal....Ah sudah
lah..Semuanya takkan membalikan
waktu" Ucap Gia.
"Sekarang saatnya Kamu berbahagia,
Kasihan Oma sama Opa yang terus memi
kirkan Bunda dan Kamu Al, Oma, Opa
Dan Grandpa disini yang terpukul, Kalian
Dua putri Mereka dalam keadaan seperti
ini"Ujar Gia.
"Terutama suamimu, Putrimu yang sangat
cantik, Serta Keluarganya, Mereka menja
gamu selama ini, Ayolah week up Al,
Aku tahu Kamu wanita kuat, Aku yakin
Aa nggak pengen Kamu terus seperti ini"
Ucap Gia.
"Dan asal Kamu tahu Aku sudah hempaskan
Reyhan sialan, Namanya sama dengan.
Suamimu tapi kelakuannya membuat
Aku ingin mengulitinya hidup - hidup"
Sambung Gia, Ia seperti mengulang masa
lalu saat Dirinya curhat,
Kaysha menaruh untaian tasbih diatas nakas
Saat Sosok Suaminya masuk,
"Eh ada Mbak Gia.." Sapanya.
"Iya nih nengok Al,...Mumpung dekat biasalah
Kalau bareng Kita biasa curhat, Tapi sebe
nernya Aku yang banyak curhat kepada
Al, Ia mah lebih condong curhatnya ke A.."
Gia tidak melanjutkan perkataannya,
"Nggak pa - pa kok Mbak..." Ujar Rayhan.
"Sayang ..Aku bawa makanan kesukaanmu,
Mau Aku suapi ?" Tanya Rayhan.
Kaysha memandang tak berucap, Namun
Perlahan bibir itu terbuka, Rayhan tersenyum
Ia hendak memberi suapan dengan sendok
setelah dibukanya, Mengusap perlahan pucuk
Kepala Kaysha .
"Baca do'a dulu !" Pinta Rayhan lembut.
Kaysha tersenyum, Bibirnya bergerak
mengucap do'a.
"Mbak Gia mau juga, Ini masih ada satu,
Aku biasa makan berdua bareng Al "
Tawar Rayhan.
Gia tersenyum seraya menggeleng.
"Enggak makasih ...Sebentar lagi Aku ada
janji makan siang dengan Evan "
Tolaknya, Ia melirik jam ditangannya.
"Al...Aku pergi dulu, Nanti Aku kemari lagi
Mumpung Kamu disini Kita bisa cerita "
Ucap Gia, Ia memeluk sesaat tubuh Aunty
nya.
"Semangat Kamu kan mau jadi Ibu lagi,
Adiknya Lisa pasti Cowok nih " Ucap
Gia mengelus perut yang mulai buncit
Milik Kaysha.
" Aamiin...Terima kasih " Kini Rayhan
__ADS_1
Yang menjawab.
Taklama Gia pamit undur diri, Seperti
Biasa Ia akan datang ke ruangan Kaysha
Dan bercerita berbagai hal, Ini untuk mem
bantu Kaysha untuk mengingat memory
nya secara perlahan,
Kaysha memandang Gia yang menghilang
Dibalik pintu.
"Ayo sekarang waktunya makan, Kasihan
Anak Kita kelaparan" Ucap Rayhan
Kaysha mengangguk, Seperti biasa Rayhan
Akan makan satu porsi bersama Kaysha
Ia membawa satu porsi lagi untuk berjaga
Jika Mereka masih lapar.
Pagi tadi Kenzo menengok Kaysha dan
memeriksa kesehatannya, Untuk kesehatan
nya fisiknya tidak bermasalah hanya saja
Ini untuk pemulihan kondisi psikisnya,
Ia dirawat di RS ini untuk mengingat
Semua tentang kenangannya, Dan untuk
Menghilangkan rasa trauma dan bersalahnya
Atas kematian Gio.
Hujan masih turun dengan perlahan, Tadi
Lisa dan Azzam datang bersama Sifa.
Dan siangnya Merekapun pulang, Walau
pun Lisa merengek tidak mau pulang.
Jari lentik Kaysha menorehkan beberapa
hurup dikaca yang berembun, Ia bersan
Dar didada bidang Sang Suami,
"Hujan..!" Kata itu terdengar lirih.
Rayhan tersenyum kata itu keluar dari bibir
Sang Istri, Ia tahu kedekatan Kaysha dan.
Gio bahkan Mereka tidak berpisah walau
pun Kaysha tinggal di Jerman dan Gio
Ikut tinggal disana untuk studi dan belajar
Mengelola bisnis disana. Dan yang mem
buat Dirinya shock ternyata Rayhan menyadari
Dirinya adalah sosok pihak ketiga dalam
Hubungan Kaysha dan Gio tanpa Ia tahu.
"Bang Ray...Dia bergerak ..." Ucap Kaysha
Perlahan tangan Rayhan turun keperut
Istrinya, Ia tersenyum merasakan pergera
"Dia ingin Ibunya cepat sembuh,....
Ayo semangatlah Kami menantimu Sayang "
Ucap Rayhan, Kini wajahnya berada diceruk
Leher Istrinya, Menciuminya perlahan,
Dan menghirup wangi istrinya dalam
- dalam.
"Cepat sembuh,...Dan Kita bisa pulang,
Aku rindu Kamu Al " Ucap Rayhan semakin
Dalam Ia mencecap wangi harum istrinya.
Kini Kaysha mulai merespon apapun,
Namun masih tidak banyak kata yang keluar
Dari mulutnya, Namun Ini sebuah kemajuan
Bagi Kaysha.
Kaysha semakin bersandar diperlukan
Rayhan, Ia merasa damai tidak ada rasa
Sakit, Dan perasaan bersalahnya pada
Gio sedikit berkurang, Dan mulai menya
dari bahwa Gio telah pergi.
"Aku akan sembuh, Aa tidak.ingin..."
Dengan terbata Kaysha berucap, Rayhan
Tersenyum,
"Ya Gio maupun Kami tidak ingin Kamu
Seperti ini ....Bangkitlah Kami menunggu
mu " Bisik Rayhan.
Perlahan Kaysha mengurai pelukannya,
Dan memeluk erat tubuh Rayhan
"Terima kasih ...Masih bertahan disisiku "
Lirihnya, Mata Rayhan membulat sempurna
Perlahan namun pasti Kaysha menuju kesem
buhan
"Aku akan selalu berdiri disampingmu Al,
Cepat kembali dan Kita mulai dari awal
Lagi " Ucapnya lembut.
Kaysha mengangguk,
"Terimakasih...." Ucapnya terdengar lirih.
*****
Kaysha mengusap batu nisan itu pelan,
Ia melafalkan do'a kini kepada Orang yang
Seharusnya, Yang Ia sangka dulu adalah
__ADS_1
Makam Suaminya Rayhan, Tak banyak
Kata dari bibir Kaysha untuk menjaga
Perasaan Orang terkasih disampingngnya,
Taburan bunga dipusara Gio kini,
Murni dari pikirannya dari seorang Kaysha
Yang mulai bisa menerima kenyataan.
"Maafkan teteh Karena terlambat menge
tahui hubungan Kalian, Andai Kalian jujur
Dari awal, Teteh mungkin akan mepertim
bangkannya, Teteh menyesal Kalian yang
Tak pernah jujur, ...Tapi ah sudahlah,
Melihatmu seperti ini teteh jadi tahu
Sedalam apa perasaanmu pada Putraku,
Ia takkan pernah menyesal mencintaimu
dalam hidupnya, " Ucap Kayla dengan
Air mata seorang Ibu yang merasa kehila
ngan Putranya.
"Al satu hal yang teteh pinta ... Berbahagialah
Karena selama hidupnya Aa selalu khawatir
Tentang Kamu dan kebahagiaan Dirimu,
Maka buatlah Dirinya tidak khawatir dengan
Dirimu yang bahagia" Lirih Kayla.
Pelukan erat yang dirasa kini karena
Saling merasakan rasa kehilangan yang
amat dalam.
"Kini Ayah betul - betul percaya pada Kamu
Ray,...Jaga Putriku baik - baik, Ayah titip
Al ...Ayah sudah tua dan entah Saat ini,
Besok atau nanti Ayah akan pergi " Lirih
Irham,
"Mungkin ini terlalu berat bagi Kami,
Namun seiring berjalannya waktu, Kami
berharap kenangan buruk itu bisa terlupa "
Ucap Irham.
"Jangan bilang dulu kondisi Bunda Kinara,
Pada Kaysha, Ayah tidak ingin Kaysha kem
Bali drop, Biarkan Dia tahu setelah dirinya
benar - benar pulih " Pesan Irham pada
Sang menantu.
Rayhan mengangguk, Setelah itu Mereka
masuk, Terlihat Zen yang menjadikan
bahunya tempat bersandar Kaysha.
"Nggak pa - pa Al, Kamu ingin melepas
kangen untuk Aa, Itulah kenapa Aku
Kini menyadari kenapa Aku sangat mirip
Aa " Ucap Zen yang kini pulang membantu
Seandra mengurus perusahaan bersama
Gia menggantikan posisi Kayla yang
Kini keadaannya tidak jauh berbeda dengan
Kaysha.
"Bersabarlah .....Mungkin ini Ujian lagi "
Goda Irham pada menantunya, Ketika
melihat pemandangan didepannya.
"Dan Kamu takkan membuat kejadiannya
terulang kan, Tenang Zen bukanlah musuh
mu ...Jangan Kamu tampilkan aura menye
Ramkan itu Padanya, Ia bukan Almarhum
Gio " Sambung Irham mengusap pelan
Bahu Rayhan.
"Jangan khawatir Zen sudah menikah,
Dan sebentar lagi Ia akan menjadi Daddy"
Terang Irham yang membuat Rayhan sedikit
Lega, Karena dulu Ia tidak begitu merasakan
Cemburu saat Gio masih hidup, Karena me
mang Ia tidak tahu hubungan yang terjadi
Diantara kaysha dan Gio, Kini setelah Dia
Tahu dan merasakan sendiri Kaysha begitu
Kehilangan, Ia takkan pernah akan bisa
Menerima Pria manapun akan dekat
Dengan Istrinya, ...Tak Akan !!!
Hatinya berkata demikian, Kini Kaysha
Hanya untuk Dirinya, Ia akan selalu men
jaganya.
**Namun apakah semua ini akan berjalan
lancar, Atau Kisahnya berbalik menghampiri
Dirinya, Atau kisah Mereka aman sampai
Akhir ...Kita lihat selanjutnya ya ...🙏
************************************************
**Bersambung
**Tolong tinggalkan jejak seperti biasa ya,
Wilujeng enjing dan selamat beraktifitas ya
__ADS_1
🙏😘