Hujan September

Hujan September
*Episode 66


__ADS_3

*Angin ....Tolong Sampaikan rinduku


Padanya....


Mentari Aku butuh sinarnya untuk


Menyinari hati ini yang kelabu..


Andai ....Aku bisa bersamamu


Menggenggam Cinta yang Indah


Seumur hidupku...Aku ingin.


"Aa...Bantu Aku... Jika Bang Ray pergi


Seperti Dirimu Aku bisa Apa ?


Namun jika Aku masih bisa bersamanya


Kembalikan Dia pada Kami "Lirihnya


Sendu terisak dalam penantiannya.


Gio tersenyum lembut, Ia membawa Kaysha


Dalam pelukannya, Memeluk erat tanpa kata,


Mencium pucuk kepalanya,


"Bertahanlah sebentar lagi, Ini akhir dari


Penantian Dirimu" Jawabnya


"Semangatlah,....Hatiku sakit jika melihat


Dirimu begini " Lirihnya.


Gemericik air terasa, Dingin dan menusuk


Dalam dada, Dekapan hangat Gio selalu


Membekas dan terasa, Alam bawah Kaysha


Selalu mengingatnya, Dua pria yang akhirnya


Pergi meninggalkan Dirinya.


"Al..Bertahanlah....Al " Ucapan Rangga terde


ngar....Ia membisikan do'a ditelinga Kaysha.


Apalagi terdengar suara ribut - ribut diluar.


Bola mata cekung itu terbuka, ...


Namun dengan susah payah dengan helaan


Nafas yang tersengal-sengal, Ia melirik


Rangga yang mengusap keningnya lembut.


"Paling Rayhan yang maksa pingin masuk,


Dan dihalangi oleh petugas " Ujar Rangga


Tidak perduli, Biasanya Rayhan Yang selalu


Datang, Dan berakhir pengusiran oleh


Petugas.


"Sudahlah jangan Kamu hiraukan, Yang


terpenting Kamu sehat kembali "


Ucap Rangga, Ia mengusap punggung


Tangan Kaysha yang semakin kurus.


Namun keributan didepan semakin


Terdengar,....Rangga melepaskan


Tangan Kaysha, Ketika terdengar suara


Seseorang.


"Al...Abang pulang, Sayang...." Teriakan


Seseorang.


Kontan Rangga bangkit dari duduknya,


"Al ....Suara itu ." Ucapnya tak percaya.


"Al...Dia pulang...." Ucap Rangga.


Melepaskan perlahan tangannya yang


Memegang tangan Kaysha.


Kaysha menjawab ucapan Rangga


Dengan tatapan yang sulit Diartikan


Namun terlihat sinar mata itu bahagia.


setetes bening kembali jatuh disudut


Matanya tanpa Kata, Saat Rangga bangkit


Menuju ke ruang depan.


Sesaat tubuh yang sedang dihalangi


Petugas itu menoleh saat melihat Rangga.


"Bang ...Aku pulang ....!" Teriaknya.


"Ray.... Akhirnya Kamu pulang?" Tanya


Rangga, Ia pun menjaga jarak walau


Perasaannya campur aduk.


"Iya Bang ....Aku ingin masuk, Aku ingin


Liat Al....Aku tahu Ia menungguku" Ucapnya,


Dan Ia melepaskan pegangan tangan sang


Petugas saat Dirasa lengah, Ia merangsek


Masuk kedalam,


"Hei..Apa. yang Kamu lakukan?" Tanya


Mereka prustasi,


"Kamu tunggu disini! jangan ikut masuk "


Teriak petugas yang satu, Karena Ia juga


akan memaksa masuk.

__ADS_1


"Tunggulah disini Nak..Sayangi Dirimu !"


Pinta Rangga, Saat Pria muda yang bersa


ma adiknya ingin ikut masuk menyusul


Rayhan masuk kedalam rumah.


Dan ketika petugas akan masuk menyusul


Rayhan yang memaksa masuk ditahan


Rangga


"Ia adalah pemilik rumah, Ia adalah adik


Saya dan Suami Bu Al, Nona Kalian"


Terang Rangga


"Tapii ..sesuai Prosedur, Lagipula Kami


Hanya . ." Potong Petugas.


"Tolong Katakan pada Tuanmu, Menantu


Mereka telah kembali, Kami bersedia


Menerima resikonya bila terpapar"


Ucap Rangga, Kemudian Ia masuk kembali


Kemudian petugas yang memakai Apd


Lengkap membawa Buyung untuk


Menjauh dari lokasi.


Terdengar suara isakan lemah Kaysha.


Terdengar lirih, Berpadu dengan Suara


Isak tertahan milik Suaminya.


Rangga terdiam, Ia memberikan ruang


Pada Mereka untuk meleps rindu selama


Ini yang telah menggunung.


"Tunggu....Tunggu, Siapa Pria itu dengan


Seenaknya memeluk adiku " Protes Zain


Ia tidak rela sang adik yang dipeluk


Oleh Orang sembarangan.


"Kenapa Rangga diam saja Zaa.." Ucap


Seandra, Ia menaruh cangkir kopinya.


Dan menelfon petugas jaga disana.


"Sean ....Tunggu sepertinya Aku kenal


Suara ini..." Ucap Zain


"Eeh....eh Semprull


Berani nyium - nyium adik Gue,


Parah ini mah....Berani mati Dia !"


Teriak Zain, Seandra hanya menutup


Terlihat Sang Pria yang menciumi


Wajah Kaysha.


Ia meraih tombol dan memencetnya


mengalihkan ruangan lain yang terlihat


Rangga duduk seraya menelfon Seseorang.


"Kamu ....kenapa dialihkan, Kenapa Kamu


Tenang - tenang saja Adikmu diperlakukan


Demikian sama Pria asing, Kok Kamu


Tenang, Aku akan lapor Bang Ken supaya


Dia bawa tuh ba*******n, Dan suruh Rangga


Bertindak pada tuh Orang " Ujar Zain berapi


- api.


Seandra terkekeh, Itu bentuk sikap posesif


Sang Kakak yang keluar walaupun umur


Mereka tidak lagi muda.


"Sabaar Pak... Nggak ada yang bisa Kita


lakuin, Entar Kita yang dilaporin balik


Gimana kalo kita nyerang dan ngusir


Dia" Ujar Seandra tenang seraya melanjutkan


Kegiatan meminum kopinya yang terjeda


Barusan.


"Ingat Umur,....Entar tensinya naik"


Goda Seandra.


"Aseeem....Kenapa kamu setenang itu


sih Ndra.." Ujar Zain, Seraya tangannya


Hendak memutar tombol yang akan


Memperlihatkan adegan diruangan.


Kaysha.


"Stoop....Jangan Kamu lakukan.


Kamu tega .... ganggu adikmu yang


Baru ketemu sama pawangnya"


Potong Seandra.


"Biarlah Mereka melepas rindu,


Kamu kayak nggak ngerti aja "


Sambung Seandra, Senyuman terbit di

__ADS_1


Bibirnya.


"Apa maksudmu Ndra? Pawang Ular


maksudmu ?" Tanya Zain tidak mengerti


Seandra menghela nafas.


"Zaa....Zaa..Umur boleh Uzur tapi ..


Masa gitu aja nggak ngerti,


Noh..Rayhan Suaminya Al pulang "


Terang Seandra menyeruput kopinya


Dengan senyuman, Ada kelegaan


Dalam Wajahnya, Ia tahu dari laporan


Anak buahnya seperti melihat target


Yang dicari dalam sebuah Bus Antar Kota,


Antar Propinsi.


"Apa ....Rayhan pulang, ?" Ucap Zain tak


Percaya, Ia melongo


"Allhamdulillah ....." Sambungnya


Senyuman terbit disudut bibirnya.


"Al .... Akhirnya, Tapi kok Aku rasa


beda Orang ....Hanya suaranya yang terde


ngar sama " Ucap Zain.


"Entah apa yang terjadi dengannya,


Ah ...Aku udah ngasih pengumuman di


Grup keluarga, ...Mau nyamperin


Kay ..dulu ..Dia pasti bahagia banget,


Mudah mudahan ...Al cepet sembuh"


Ucap Seandra,


"Aamiin...." Ucap Zain seraya mengucap


Syukur,


"Aku pergi ke kamar Kay dulu, Nih


Bang Ken nelp " Ucap Seandra.


"Pantesan grup keluarga rame...."


Ucap Zain seraya melihat hp nya.


"Ok ....Kerja yang rajin nanti Kami


Tambah bonus buat kerja Kalian !"


Ucap Zain, Terlihat binar bahagia disana.


"Benar itu Pak..Terima kasih " Ucap


Petugas Operator yang jaga disana.


Seandra tersenyum seraya mengacungkan


Jempolnya sebelum berlalu.


Sementara itu, Diruangan Kaysha.


Rayhan merasakan sedih yang amat dalam


Melihat keadaan Istrinya.


"Banyak yang ingin Aku ceritakan Padamu,


Maka cepatlah sembuh, Aku ingin meme


lukmu dengan Kamu yang tersenyum


Menyambutku" Ujar Rayhan, Seraya mem


betulkan Selang Oksigen, Dan berbaring


Disisi sang Istri, Seraya mengusap air


mata yang terus berjatuhan mengalir


Dipipi Putih Kaysha.


Ia memeluknya erat. Seraya


mengusap pucuk kepala Istrinya


"Bangkitlah, ....Aku kembali untukmu,


Maaf Aku terlambat mengingat semuanya,


Namun Aku berjanji Akan selalu bersamamu


Dan anak Kita ..." Lirihnya.


Kaysha hanya mengangguk tanpa kata,


Merasakan pelukan yang sempat hilang,


Buah dari penantiannya yang teramat


Panjang untuk belahan jiwanya.


"Aku selalu menanti di pelupuk mataku,


Saat mentari pagi menyapa ..


Bahkan semburat sinar senja yang


Menerpa..


Biduk indah dalam sunyinya penantian


Akhirnya terbayar sudah...


Aku menantimu dalam setiap detik waktu


Menyambutmu dengan senyuman


Bertemu bersama buah akhir pengharapan.


Hanya satu Dirimu yang kutunggu..."


**Kaysha nya udah ketemu Ama bang Ray


Gimana nih ...Cukup sampai disini


Ataukah ?....

__ADS_1


**Jejakmu Sayang ....Please 🙏😘


__ADS_2