
*Angin ....Tolong Sampaikan rinduku
Padanya....
Mentari Aku butuh sinarnya untuk
Menyinari hati ini yang kelabu..
Andai ....Aku bisa bersamamu
Menggenggam Cinta yang Indah
Seumur hidupku...Aku ingin.
"Aa...Bantu Aku... Jika Bang Ray pergi
Seperti Dirimu Aku bisa Apa ?
Namun jika Aku masih bisa bersamanya
Kembalikan Dia pada Kami "Lirihnya
Sendu terisak dalam penantiannya.
Gio tersenyum lembut, Ia membawa Kaysha
Dalam pelukannya, Memeluk erat tanpa kata,
Mencium pucuk kepalanya,
"Bertahanlah sebentar lagi, Ini akhir dari
Penantian Dirimu" Jawabnya
"Semangatlah,....Hatiku sakit jika melihat
Dirimu begini " Lirihnya.
Gemericik air terasa, Dingin dan menusuk
Dalam dada, Dekapan hangat Gio selalu
Membekas dan terasa, Alam bawah Kaysha
Selalu mengingatnya, Dua pria yang akhirnya
Pergi meninggalkan Dirinya.
"Al..Bertahanlah....Al " Ucapan Rangga terde
ngar....Ia membisikan do'a ditelinga Kaysha.
Apalagi terdengar suara ribut - ribut diluar.
Bola mata cekung itu terbuka, ...
Namun dengan susah payah dengan helaan
Nafas yang tersengal-sengal, Ia melirik
Rangga yang mengusap keningnya lembut.
"Paling Rayhan yang maksa pingin masuk,
Dan dihalangi oleh petugas " Ujar Rangga
Tidak perduli, Biasanya Rayhan Yang selalu
Datang, Dan berakhir pengusiran oleh
Petugas.
"Sudahlah jangan Kamu hiraukan, Yang
terpenting Kamu sehat kembali "
Ucap Rangga, Ia mengusap punggung
Tangan Kaysha yang semakin kurus.
Namun keributan didepan semakin
Terdengar,....Rangga melepaskan
Tangan Kaysha, Ketika terdengar suara
Seseorang.
"Al...Abang pulang, Sayang...." Teriakan
Seseorang.
Kontan Rangga bangkit dari duduknya,
"Al ....Suara itu ." Ucapnya tak percaya.
"Al...Dia pulang...." Ucap Rangga.
Melepaskan perlahan tangannya yang
Memegang tangan Kaysha.
Kaysha menjawab ucapan Rangga
Dengan tatapan yang sulit Diartikan
Namun terlihat sinar mata itu bahagia.
setetes bening kembali jatuh disudut
Matanya tanpa Kata, Saat Rangga bangkit
Menuju ke ruang depan.
Sesaat tubuh yang sedang dihalangi
Petugas itu menoleh saat melihat Rangga.
"Bang ...Aku pulang ....!" Teriaknya.
"Ray.... Akhirnya Kamu pulang?" Tanya
Rangga, Ia pun menjaga jarak walau
Perasaannya campur aduk.
"Iya Bang ....Aku ingin masuk, Aku ingin
Liat Al....Aku tahu Ia menungguku" Ucapnya,
Dan Ia melepaskan pegangan tangan sang
Petugas saat Dirasa lengah, Ia merangsek
Masuk kedalam,
"Hei..Apa. yang Kamu lakukan?" Tanya
Mereka prustasi,
"Kamu tunggu disini! jangan ikut masuk "
Teriak petugas yang satu, Karena Ia juga
akan memaksa masuk.
__ADS_1
"Tunggulah disini Nak..Sayangi Dirimu !"
Pinta Rangga, Saat Pria muda yang bersa
ma adiknya ingin ikut masuk menyusul
Rayhan masuk kedalam rumah.
Dan ketika petugas akan masuk menyusul
Rayhan yang memaksa masuk ditahan
Rangga
"Ia adalah pemilik rumah, Ia adalah adik
Saya dan Suami Bu Al, Nona Kalian"
Terang Rangga
"Tapii ..sesuai Prosedur, Lagipula Kami
Hanya . ." Potong Petugas.
"Tolong Katakan pada Tuanmu, Menantu
Mereka telah kembali, Kami bersedia
Menerima resikonya bila terpapar"
Ucap Rangga, Kemudian Ia masuk kembali
Kemudian petugas yang memakai Apd
Lengkap membawa Buyung untuk
Menjauh dari lokasi.
Terdengar suara isakan lemah Kaysha.
Terdengar lirih, Berpadu dengan Suara
Isak tertahan milik Suaminya.
Rangga terdiam, Ia memberikan ruang
Pada Mereka untuk meleps rindu selama
Ini yang telah menggunung.
"Tunggu....Tunggu, Siapa Pria itu dengan
Seenaknya memeluk adiku " Protes Zain
Ia tidak rela sang adik yang dipeluk
Oleh Orang sembarangan.
"Kenapa Rangga diam saja Zaa.." Ucap
Seandra, Ia menaruh cangkir kopinya.
Dan menelfon petugas jaga disana.
"Sean ....Tunggu sepertinya Aku kenal
Suara ini..." Ucap Zain
"Eeh....eh Semprull
Berani nyium - nyium adik Gue,
Parah ini mah....Berani mati Dia !"
Teriak Zain, Seandra hanya menutup
Terlihat Sang Pria yang menciumi
Wajah Kaysha.
Ia meraih tombol dan memencetnya
mengalihkan ruangan lain yang terlihat
Rangga duduk seraya menelfon Seseorang.
"Kamu ....kenapa dialihkan, Kenapa Kamu
Tenang - tenang saja Adikmu diperlakukan
Demikian sama Pria asing, Kok Kamu
Tenang, Aku akan lapor Bang Ken supaya
Dia bawa tuh ba*******n, Dan suruh Rangga
Bertindak pada tuh Orang " Ujar Zain berapi
- api.
Seandra terkekeh, Itu bentuk sikap posesif
Sang Kakak yang keluar walaupun umur
Mereka tidak lagi muda.
"Sabaar Pak... Nggak ada yang bisa Kita
lakuin, Entar Kita yang dilaporin balik
Gimana kalo kita nyerang dan ngusir
Dia" Ujar Seandra tenang seraya melanjutkan
Kegiatan meminum kopinya yang terjeda
Barusan.
"Ingat Umur,....Entar tensinya naik"
Goda Seandra.
"Aseeem....Kenapa kamu setenang itu
sih Ndra.." Ujar Zain, Seraya tangannya
Hendak memutar tombol yang akan
Memperlihatkan adegan diruangan.
Kaysha.
"Stoop....Jangan Kamu lakukan.
Kamu tega .... ganggu adikmu yang
Baru ketemu sama pawangnya"
Potong Seandra.
"Biarlah Mereka melepas rindu,
Kamu kayak nggak ngerti aja "
Sambung Seandra, Senyuman terbit di
__ADS_1
Bibirnya.
"Apa maksudmu Ndra? Pawang Ular
maksudmu ?" Tanya Zain tidak mengerti
Seandra menghela nafas.
"Zaa....Zaa..Umur boleh Uzur tapi ..
Masa gitu aja nggak ngerti,
Noh..Rayhan Suaminya Al pulang "
Terang Seandra menyeruput kopinya
Dengan senyuman, Ada kelegaan
Dalam Wajahnya, Ia tahu dari laporan
Anak buahnya seperti melihat target
Yang dicari dalam sebuah Bus Antar Kota,
Antar Propinsi.
"Apa ....Rayhan pulang, ?" Ucap Zain tak
Percaya, Ia melongo
"Allhamdulillah ....." Sambungnya
Senyuman terbit disudut bibirnya.
"Al .... Akhirnya, Tapi kok Aku rasa
beda Orang ....Hanya suaranya yang terde
ngar sama " Ucap Zain.
"Entah apa yang terjadi dengannya,
Ah ...Aku udah ngasih pengumuman di
Grup keluarga, ...Mau nyamperin
Kay ..dulu ..Dia pasti bahagia banget,
Mudah mudahan ...Al cepet sembuh"
Ucap Seandra,
"Aamiin...." Ucap Zain seraya mengucap
Syukur,
"Aku pergi ke kamar Kay dulu, Nih
Bang Ken nelp " Ucap Seandra.
"Pantesan grup keluarga rame...."
Ucap Zain seraya melihat hp nya.
"Ok ....Kerja yang rajin nanti Kami
Tambah bonus buat kerja Kalian !"
Ucap Zain, Terlihat binar bahagia disana.
"Benar itu Pak..Terima kasih " Ucap
Petugas Operator yang jaga disana.
Seandra tersenyum seraya mengacungkan
Jempolnya sebelum berlalu.
Sementara itu, Diruangan Kaysha.
Rayhan merasakan sedih yang amat dalam
Melihat keadaan Istrinya.
"Banyak yang ingin Aku ceritakan Padamu,
Maka cepatlah sembuh, Aku ingin meme
lukmu dengan Kamu yang tersenyum
Menyambutku" Ujar Rayhan, Seraya mem
betulkan Selang Oksigen, Dan berbaring
Disisi sang Istri, Seraya mengusap air
mata yang terus berjatuhan mengalir
Dipipi Putih Kaysha.
Ia memeluknya erat. Seraya
mengusap pucuk kepala Istrinya
"Bangkitlah, ....Aku kembali untukmu,
Maaf Aku terlambat mengingat semuanya,
Namun Aku berjanji Akan selalu bersamamu
Dan anak Kita ..." Lirihnya.
Kaysha hanya mengangguk tanpa kata,
Merasakan pelukan yang sempat hilang,
Buah dari penantiannya yang teramat
Panjang untuk belahan jiwanya.
"Aku selalu menanti di pelupuk mataku,
Saat mentari pagi menyapa ..
Bahkan semburat sinar senja yang
Menerpa..
Biduk indah dalam sunyinya penantian
Akhirnya terbayar sudah...
Aku menantimu dalam setiap detik waktu
Menyambutmu dengan senyuman
Bertemu bersama buah akhir pengharapan.
Hanya satu Dirimu yang kutunggu..."
**Kaysha nya udah ketemu Ama bang Ray
Gimana nih ...Cukup sampai disini
Ataukah ?....
__ADS_1
**Jejakmu Sayang ....Please 🙏😘