Hujan September

Hujan September
*Episode 14


__ADS_3

Semua mata memandang kearah Mereka,


Rayhan mendudukkan Kaysha dikursi.


"Maaf ...Mbak nya lagi terkilir Kakinya "


Ujar Dokter Raffa seraya tersenyum,


",Oh begitu ya...."Ujar Bu Panti pemilik Panti


Asuhan,


"Biar nanti diurut sama Mang Ujang, Dia


ahlinya pijat " Sambung Bu Panti.


"Iya Bu...Boleh ya Mbak Al, Mau sekarang,


Atau nanti selesai acara?" Tanya Dokter


Raffa.


"Nanti Aja Pak Dokter, Sekarang dimulai


acaranya, Kasihan Anak - anak sudah


menunggu" Ujar Kaysha.


"Oh ya Kalau begitu ...Silahkan acaranya


dimulai saja" Ucap Rangga.


Ibu Panti mengangguk, Kemudian Ia memu


lai acaranya,


Acara pengajian bersama Anak Panti berjalan


Sangat khusyuk, Kali ini Kaysha merasakan


Kehangatan, Sudah agak lama sejak Ayah,


Bunda serta Daddy nya Pergi Ke Jerman,


Dirinya hanya seorang diri pergi Ke Panti,


Tempat dimana keluarganya menjadi


Donatur tetap, Dulu Dirinya sering datang


Bersama Gio,Namun kini tidak lagi, ..


Ada kesedihan menggantung diwajahnya,


Mencoba berdamai dengan keadaan


Hatinya sendiri, Yang Ia butuhkan adalah


Sandaran untuk saat ini, Namun Dirinya


Takut salah melangkah,


Rayhan menatap wajah Kaysha yang Ter


lihat sendu, Ia mengambil sapu tangan


Disaku celananya,


Tanpa Kata Ia menyerahkannya pada


Kaysha,Kaysha memandang sendu wajah


Rayhan didepannya,


"Terimakasih .." Lirihnya setengah berbisik.


""Bunaa...!" Panggil Azzam, Ia meraih tangan


Kaysha disampingngnya, Kaysha mengusap


Pelan pucuk rambut Azzam.


Taklama Acarapun selesai, Mereka menik


mati hidangan yang tadi telah dibawa dari


Rumah, Beserta makanan ringan.


Terlihat warga Panti sangat menikmatinya,


"Maaf ...Aku nggak bisa bantu "Ucap Kaysha


merasa tidak enak.


"Sudah jangan dipikirkan, Ada Mereka kok !"


Ucap dokter Raffa.


Terlihat dua gadis ABG nampak cekatan


membantu sang Art dan Bu Panti.


"Tenang saja Non Al, Jagain Den Azzam


Aja ya !" Ujar sang Bibi.


Kaysha hanya tersenyum, Rayhan mem


bawa makanan untuk Kaysha dan sebotol


Air mineral,


"Sini Azzam bareng Ayah dulu !" Pinta


Rangga.


"Ndak mau, Pingin Buna" Ucap Azzam


menolak.


"Kan Bunanya suruh makan dulu!"Ucap


Rangga.


"Ndak Mauu !" Azzam tetap menolak.


"Ya sudah, Azzam makan bareng Buna


ya !" Ajak Kaysha.


Azzam mengangguk,


Sekilas Kaysha melirik Rayhan, Namun


Entah kenapa Rayhan terdiam Ia seakan


Irit bicara hari ini,


Pandangannya beralih pada sosok Rangga


Kini dadanya lebih normal tidak seperti


Saat tadi berjumpa, Apa Ia terpesona


Dengan penampilan Rangga yang terlihat


Dewasa dan Pekerja keras, Dan Karena


Wajahnya yang mirip Rayhan, Membuat


Jantung seorang Kaysha berdebar,


Namun kini ketika Rayhan mendiamkannya,


Ada rasa berbeda padanya,


Pandangannya memandang Rayhan yang


tengah mengobrol bersama seorang gadis


Panti, Sesekali gadis itu mengulum senyum


nya malu - malu, Kaysha memerah mukanya


Ada rasa tidak rela Rayhan mengobrol


Dengan gadis lain.


"Terus...tebar pesona !" Rutuk Kaysha pada


Rayhan namun hanya bisa terucap dalam


hati,


Sesudah Ia makan bersama Azzam, Lebih


Tepatnya menyuapi Azzam, Kakinya


Sengaja Ia turunkan dan hendak melang


kah.


"Aduh...!" Ringisnya,


Kontan Rayhan menghampirinya,


"Mau apa?" Tanyanya khawatir.


Senyum Kaysha mengembang disudut


Bibirnya, Namun tidak kentara.


Rayhan mengambil piring kotor ditangan


Kayla, Dan menyerahkannya pada gadis


panti tadi.

__ADS_1


Taklama Bu Panti datang bersama sese


Orang,


"Tukang Urutnya nggak ada yang Perem


puan Bu " Tanya Rayhan.


"Kebetulan tidak ada Den..hanya Mang


Ujang saja !" Jawab Bu Panti.


"Oh ya sudah ... Silahkan !" Ucap Rayhan.


Karena melihat wajah Kaysha.


Taklama Mang Ujang mengeluarkan


minyak urut yang dibawanya.


"Tahan ya Neng..pasti rada nyeri sakedik!"


( Tahan ya Neng ...Pasti rada sakit sedikit)


Perlahan tangan mang Ujang mulai mengu


rut kaki putih milik Kaysha.


Tanpa kata Ia meringis menahan sakit,


Kakinya sedikit bengkak.


"Al ternyata Kamu bisa bodoh juga !"


Rutuk Kaysha dalam hati, Ternyata semuanya


tidak seindah dunia novel ataupun dunia


Sinetron.


Rayhan menjulurkan tangannya, Supaya


Kaysha berpegangan Padanya.


Sesekali Kaysha meremas tangan Rayhan.


Saat Dirinya kesakitan.


"Nah sudah Neng, ..Namun jangan banyak


bergerak dulu " Ucap Mang Ujang.


Kaysha mengagguk, Ia. meraih tasnya,


Hendak mengeluarkan dompetnya,


Naamun ditahan Rayhan, Ia memberikan


Sebuah amplop pada Mang Ujang.


"Terima kasih. Den...Semoga Neng nya


cepet sembuh " Ucap Mang Ujang.


"Sami - sami Mang " Ucap Rayhan.


Acara telah selesai,Rangga bersama


Rayhan membagi amplop pada Anak


Panti, Terlihat wajah sumringah di wajah


Mereka.


Taklama Mereka pamit undur diri,


Kali ini Kaysha dipapah Rayhan, sebelum


nya Rayhan berjongkok membetulkan


letak kerudung Kaysha,,


"Terima kasih " Lirih Kaysha,


Wajahnya kini bersemu merah,


Taklama Tangan Rayhan terulur, Membantu


Kaysha berdiri, Dan dengab ragu Rayhan


memapah Kaysha.


"Ray...Ini sudah agak malam, Sudah antar


kan Al pulang, Biar Azzam bareng Kita "


Titah Rangga.


"Baik Bang..!" Ucap Rayhan.


akhirnya mau lepas dari Kaysha setelah


Dibujuk oleh Rangga dan Raffa.


Kaysha diantar pulang oleh Rayhan.


"Al...Kamu hutang penjelasan Padaku!"


Saat Rayhan memarkirkan mobilnya


Di basement.


Namun Ia tetap membantu Kaysha,


Rasa penasaran menggelayut di wajah


Rayhan, Ia memapah Kaysha seraya mem


bawa tas dan sebuah papper bag, Mereka


masuk saat pintu lift terbuka, Dan Kaysha


memencet tombol keatas dimana lantai


Tempat tinggalnya,


Taklama Pintu terbuka, Mereka menuju


tempat tinggal Kaysha, Taklama Mereka


masuk.


"Kamu tinggal sendiri disini Al ?"


Tanya Rayhan.


Ia mengedarkan pandangannya,


"Iya Bang...!" Jawab Kaysha,


"Orang tuamu ?" Tanyanya lagi.


"Mereka di Jakarta, Besok baru kesini


kayaknya, Urusan mereka mungkin


belum selesai" Ucap Kaysha.


"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang?"


Tanya Rayhan, Ia hanya khawatir Kaysha


Sendiri disini, Kalau tahu begitu Ia ajak


Ke rumahnya tadi, Bukannya Ia tidak


Peduli Kaysha, Hanya saja kalau dirumah


ini Kaysha sendirian, Dan sekarang Kakinya


Sedang terkilir, Namun jika Ia berada disini


Ia hanya berdua dengan Kaysha, Dan itu


tidak baik untuk Mereka,


Kalaupun ditinggal, Ia tidak tega Karena


Kaki Kaysha terkilir dan sedang bengkak.


Rayhan kini dilema.


"Nanti biar Art ku menginap disini,


bersamamu, Aku khawatir Al"


Ucap Rayhan.


"Maaf Bang jadi merepotkanmu ?"


Lirih Kaysha.


"Tidak apa ? Hanya saja Kenapa Kamu


nekat ?" Todong Rayhan.


"Nekat kenapa?" Tanya Kaysha pura - pura


Walaupun terlihat wajah Kaysha merah


padam.


"Aku tahu apa ...yang Kamu lakukan, Aku


tahu dari gestur mukamu Al" Ucap Rayhan.


Kaysha menunduk, Dirinya ketahuan,

__ADS_1


Rayhan berjongkok memandang wajah


Kaysha yang tertunduk,


"Aku hanya merasa sedih Abang mendiam


kanku tanpa tahu kesalahanku" Lirih


Kaysha.


"Jadi Kamu tidak tahu kesalahan Kamu


sendiri Al ?" Tanya Rayhan.


Kaysha hanya menggeleng,


"Al tatap mata Aku, Kemarin Aku ingin


mengkhitbahmu Kamu menolak, Aku


ingin memintamu Pada Orang tuamu


Kamu minta waktu, Namun pada Kenya


taannya Kamu dekat dengan Abangku,


Apa Kamu sengaja mempermainkan


perasaan Aku Al.?" Tanya Rayhan


"Bukan...Bukan seperti itu keadaannya"


Potong Kaysha.


"Coba Kamu jelaskan Padaku, Jika


Kamu menganggap keberadaanku,


Bukan hanya Abangku yang bilang,


Aku ingin Kamu, Al." Ucapnya.


Kaysha kini tertunduk, Ia kini mengerti


Apa yang menjadi kesalahannya,


"Maafkan Aku Bang ...!" Lirih Kaysha.


Rayhan tersenyum, Rupanya Kaysha


masih muda, Dan pikirannya masih


polos,


"Ya sudah..Sekarang Kamu istirahat


dulu, ...Mau disini ?"Tanya Rayhan.


"Tolong Antarkan Aku ke kamar,


Aku ingin istirahat " Pinta Kaysha.


Dengan ragu Rayhan membopong Kaysha,


Kedalam kamarnya, Wangi khas maskulin


Rayhan menguar, Kaysha terbuai kini Ia


Semakin dekat dengan Rayhan,


Ketika sedang menurunkan Kaysha keatas


Tempat tidurnya,


"Sedang Apa Kalian !" Teriak Ayah Irham.


Diikuti Kinara dan Kevin dibelakang,


"Sayang ....Sedang apa Kalian.!" Tanya Kinara


disamping Kevin.


Tanpa bertanya Irham menarik kerah baju


Rayhan dan hendak melayangkan kepalan


tangannya kewajah Rayhan Kalau saja tidak


Dihalangi Kevin.


"Ham tenang dulu...!" Ucap Kevin.


"Sayang ....!" Cegah Kinara.


Buru - buru Ia menghampiri Kaysha.


"Apa yang terjadi Nak !" Tanyanya bergetar.


"Bukan ...bukan seperti yang Kalian pikirkan"


Jawab Kaysha ketakutan.


"Mau Kamu apakan Putriku !" Tanya Irham


tajam,


Tubuh Rayhan dihalangi oleh Kevin.


"Tidak Apa - apa Pak...Anda salah paham !"


Ujar Rayhan membela dirinya.


"Baik Jika Kamu tidak mau mengaku, ..


Kamu akan menyesal, Apa yang akan Aku


lakukan pada Putriku ! " Ujar Irham


.


Irham menghampiri Kaysha, Ia menyuruh


Kinara untuk menepi,


"Al ..Jawab Jujur, Apa yang telah Kalian


lakukan " Ucap Irham tajam.


"Tidak... Yah, ..Kami tidak melakukan


apapun " Jawab Kaysha gemetar.


"Al..Kami tidak pernah mendidikmu


Seperti ini !" Ucap Irham, Matanya memerah.


Sebuah Ayunan tangan hendak melaju


menuju pipi putih Kaysha.


"Maafkan Ayah Nak !"Lirihnya.


Namuun...


"Jangan lakukan apapun pada Al, Jika


Bapak ingin memukul, Pukulah Saya!,


Jangan Al." Pinta Rayhan, Ia menyem


bunyikan Kaysha dibelakang tubuhnya.


Takurung sebuah pukulan mendarat di


pipi Rayhan.


"Sudah cukup Yah....Jangan sakiti Bang .


Ray ...!" Lirih Kaysha.


"Bawa Keluargamu kemari, Sekarang juga !"


Titah Irham, Ia mencoba menahan amarah


nya.


Buru - buru Rayhan mengambil hp nya.


"Sebagai lelaki yang bertanggung jawab,


Kamu tahu apa yang seharusnya Kamu


lakukan !" Ujar Irham


Rayhan mengangguk.


"Bang kemari...Aku terciduk!" Ucap Rayhan


Ditelfon pada Abangnya.


** Kamu ketahuan....!!😁🤭


************************************************


**Bersambung


**Maaf malem nggak bisa up untuk malming


nya ya, Maaf banget Author nya juga pengen


Malmingan atuh....🙏🤭, Insyaallah malam


Minggu yang lain lagi yah.


**Please like or comment , Da bageur 🙏😘


"

__ADS_1


__ADS_2