
Semua mata memandang kearah Mereka,
Rayhan mendudukkan Kaysha dikursi.
"Maaf ...Mbak nya lagi terkilir Kakinya "
Ujar Dokter Raffa seraya tersenyum,
",Oh begitu ya...."Ujar Bu Panti pemilik Panti
Asuhan,
"Biar nanti diurut sama Mang Ujang, Dia
ahlinya pijat " Sambung Bu Panti.
"Iya Bu...Boleh ya Mbak Al, Mau sekarang,
Atau nanti selesai acara?" Tanya Dokter
Raffa.
"Nanti Aja Pak Dokter, Sekarang dimulai
acaranya, Kasihan Anak - anak sudah
menunggu" Ujar Kaysha.
"Oh ya Kalau begitu ...Silahkan acaranya
dimulai saja" Ucap Rangga.
Ibu Panti mengangguk, Kemudian Ia memu
lai acaranya,
Acara pengajian bersama Anak Panti berjalan
Sangat khusyuk, Kali ini Kaysha merasakan
Kehangatan, Sudah agak lama sejak Ayah,
Bunda serta Daddy nya Pergi Ke Jerman,
Dirinya hanya seorang diri pergi Ke Panti,
Tempat dimana keluarganya menjadi
Donatur tetap, Dulu Dirinya sering datang
Bersama Gio,Namun kini tidak lagi, ..
Ada kesedihan menggantung diwajahnya,
Mencoba berdamai dengan keadaan
Hatinya sendiri, Yang Ia butuhkan adalah
Sandaran untuk saat ini, Namun Dirinya
Takut salah melangkah,
Rayhan menatap wajah Kaysha yang Ter
lihat sendu, Ia mengambil sapu tangan
Disaku celananya,
Tanpa Kata Ia menyerahkannya pada
Kaysha,Kaysha memandang sendu wajah
Rayhan didepannya,
"Terimakasih .." Lirihnya setengah berbisik.
""Bunaa...!" Panggil Azzam, Ia meraih tangan
Kaysha disampingngnya, Kaysha mengusap
Pelan pucuk rambut Azzam.
Taklama Acarapun selesai, Mereka menik
mati hidangan yang tadi telah dibawa dari
Rumah, Beserta makanan ringan.
Terlihat warga Panti sangat menikmatinya,
"Maaf ...Aku nggak bisa bantu "Ucap Kaysha
merasa tidak enak.
"Sudah jangan dipikirkan, Ada Mereka kok !"
Ucap dokter Raffa.
Terlihat dua gadis ABG nampak cekatan
membantu sang Art dan Bu Panti.
"Tenang saja Non Al, Jagain Den Azzam
Aja ya !" Ujar sang Bibi.
Kaysha hanya tersenyum, Rayhan mem
bawa makanan untuk Kaysha dan sebotol
Air mineral,
"Sini Azzam bareng Ayah dulu !" Pinta
Rangga.
"Ndak mau, Pingin Buna" Ucap Azzam
menolak.
"Kan Bunanya suruh makan dulu!"Ucap
Rangga.
"Ndak Mauu !" Azzam tetap menolak.
"Ya sudah, Azzam makan bareng Buna
ya !" Ajak Kaysha.
Azzam mengangguk,
Sekilas Kaysha melirik Rayhan, Namun
Entah kenapa Rayhan terdiam Ia seakan
Irit bicara hari ini,
Pandangannya beralih pada sosok Rangga
Kini dadanya lebih normal tidak seperti
Saat tadi berjumpa, Apa Ia terpesona
Dengan penampilan Rangga yang terlihat
Dewasa dan Pekerja keras, Dan Karena
Wajahnya yang mirip Rayhan, Membuat
Jantung seorang Kaysha berdebar,
Namun kini ketika Rayhan mendiamkannya,
Ada rasa berbeda padanya,
Pandangannya memandang Rayhan yang
tengah mengobrol bersama seorang gadis
Panti, Sesekali gadis itu mengulum senyum
nya malu - malu, Kaysha memerah mukanya
Ada rasa tidak rela Rayhan mengobrol
Dengan gadis lain.
"Terus...tebar pesona !" Rutuk Kaysha pada
Rayhan namun hanya bisa terucap dalam
hati,
Sesudah Ia makan bersama Azzam, Lebih
Tepatnya menyuapi Azzam, Kakinya
Sengaja Ia turunkan dan hendak melang
kah.
"Aduh...!" Ringisnya,
Kontan Rayhan menghampirinya,
"Mau apa?" Tanyanya khawatir.
Senyum Kaysha mengembang disudut
Bibirnya, Namun tidak kentara.
Rayhan mengambil piring kotor ditangan
Kayla, Dan menyerahkannya pada gadis
panti tadi.
__ADS_1
Taklama Bu Panti datang bersama sese
Orang,
"Tukang Urutnya nggak ada yang Perem
puan Bu " Tanya Rayhan.
"Kebetulan tidak ada Den..hanya Mang
Ujang saja !" Jawab Bu Panti.
"Oh ya sudah ... Silahkan !" Ucap Rayhan.
Karena melihat wajah Kaysha.
Taklama Mang Ujang mengeluarkan
minyak urut yang dibawanya.
"Tahan ya Neng..pasti rada nyeri sakedik!"
( Tahan ya Neng ...Pasti rada sakit sedikit)
Perlahan tangan mang Ujang mulai mengu
rut kaki putih milik Kaysha.
Tanpa kata Ia meringis menahan sakit,
Kakinya sedikit bengkak.
"Al ternyata Kamu bisa bodoh juga !"
Rutuk Kaysha dalam hati, Ternyata semuanya
tidak seindah dunia novel ataupun dunia
Sinetron.
Rayhan menjulurkan tangannya, Supaya
Kaysha berpegangan Padanya.
Sesekali Kaysha meremas tangan Rayhan.
Saat Dirinya kesakitan.
"Nah sudah Neng, ..Namun jangan banyak
bergerak dulu " Ucap Mang Ujang.
Kaysha mengagguk, Ia. meraih tasnya,
Hendak mengeluarkan dompetnya,
Naamun ditahan Rayhan, Ia memberikan
Sebuah amplop pada Mang Ujang.
"Terima kasih. Den...Semoga Neng nya
cepet sembuh " Ucap Mang Ujang.
"Sami - sami Mang " Ucap Rayhan.
Acara telah selesai,Rangga bersama
Rayhan membagi amplop pada Anak
Panti, Terlihat wajah sumringah di wajah
Mereka.
Taklama Mereka pamit undur diri,
Kali ini Kaysha dipapah Rayhan, sebelum
nya Rayhan berjongkok membetulkan
letak kerudung Kaysha,,
"Terima kasih " Lirih Kaysha,
Wajahnya kini bersemu merah,
Taklama Tangan Rayhan terulur, Membantu
Kaysha berdiri, Dan dengab ragu Rayhan
memapah Kaysha.
"Ray...Ini sudah agak malam, Sudah antar
kan Al pulang, Biar Azzam bareng Kita "
Titah Rangga.
"Baik Bang..!" Ucap Rayhan.
akhirnya mau lepas dari Kaysha setelah
Dibujuk oleh Rangga dan Raffa.
Kaysha diantar pulang oleh Rayhan.
"Al...Kamu hutang penjelasan Padaku!"
Saat Rayhan memarkirkan mobilnya
Di basement.
Namun Ia tetap membantu Kaysha,
Rasa penasaran menggelayut di wajah
Rayhan, Ia memapah Kaysha seraya mem
bawa tas dan sebuah papper bag, Mereka
masuk saat pintu lift terbuka, Dan Kaysha
memencet tombol keatas dimana lantai
Tempat tinggalnya,
Taklama Pintu terbuka, Mereka menuju
tempat tinggal Kaysha, Taklama Mereka
masuk.
"Kamu tinggal sendiri disini Al ?"
Tanya Rayhan.
Ia mengedarkan pandangannya,
"Iya Bang...!" Jawab Kaysha,
"Orang tuamu ?" Tanyanya lagi.
"Mereka di Jakarta, Besok baru kesini
kayaknya, Urusan mereka mungkin
belum selesai" Ucap Kaysha.
"Bagaimana dengan keadaanmu sekarang?"
Tanya Rayhan, Ia hanya khawatir Kaysha
Sendiri disini, Kalau tahu begitu Ia ajak
Ke rumahnya tadi, Bukannya Ia tidak
Peduli Kaysha, Hanya saja kalau dirumah
ini Kaysha sendirian, Dan sekarang Kakinya
Sedang terkilir, Namun jika Ia berada disini
Ia hanya berdua dengan Kaysha, Dan itu
tidak baik untuk Mereka,
Kalaupun ditinggal, Ia tidak tega Karena
Kaki Kaysha terkilir dan sedang bengkak.
Rayhan kini dilema.
"Nanti biar Art ku menginap disini,
bersamamu, Aku khawatir Al"
Ucap Rayhan.
"Maaf Bang jadi merepotkanmu ?"
Lirih Kaysha.
"Tidak apa ? Hanya saja Kenapa Kamu
nekat ?" Todong Rayhan.
"Nekat kenapa?" Tanya Kaysha pura - pura
Walaupun terlihat wajah Kaysha merah
padam.
"Aku tahu apa ...yang Kamu lakukan, Aku
tahu dari gestur mukamu Al" Ucap Rayhan.
Kaysha menunduk, Dirinya ketahuan,
__ADS_1
Rayhan berjongkok memandang wajah
Kaysha yang tertunduk,
"Aku hanya merasa sedih Abang mendiam
kanku tanpa tahu kesalahanku" Lirih
Kaysha.
"Jadi Kamu tidak tahu kesalahan Kamu
sendiri Al ?" Tanya Rayhan.
Kaysha hanya menggeleng,
"Al tatap mata Aku, Kemarin Aku ingin
mengkhitbahmu Kamu menolak, Aku
ingin memintamu Pada Orang tuamu
Kamu minta waktu, Namun pada Kenya
taannya Kamu dekat dengan Abangku,
Apa Kamu sengaja mempermainkan
perasaan Aku Al.?" Tanya Rayhan
"Bukan...Bukan seperti itu keadaannya"
Potong Kaysha.
"Coba Kamu jelaskan Padaku, Jika
Kamu menganggap keberadaanku,
Bukan hanya Abangku yang bilang,
Aku ingin Kamu, Al." Ucapnya.
Kaysha kini tertunduk, Ia kini mengerti
Apa yang menjadi kesalahannya,
"Maafkan Aku Bang ...!" Lirih Kaysha.
Rayhan tersenyum, Rupanya Kaysha
masih muda, Dan pikirannya masih
polos,
"Ya sudah..Sekarang Kamu istirahat
dulu, ...Mau disini ?"Tanya Rayhan.
"Tolong Antarkan Aku ke kamar,
Aku ingin istirahat " Pinta Kaysha.
Dengan ragu Rayhan membopong Kaysha,
Kedalam kamarnya, Wangi khas maskulin
Rayhan menguar, Kaysha terbuai kini Ia
Semakin dekat dengan Rayhan,
Ketika sedang menurunkan Kaysha keatas
Tempat tidurnya,
"Sedang Apa Kalian !" Teriak Ayah Irham.
Diikuti Kinara dan Kevin dibelakang,
"Sayang ....Sedang apa Kalian.!" Tanya Kinara
disamping Kevin.
Tanpa bertanya Irham menarik kerah baju
Rayhan dan hendak melayangkan kepalan
tangannya kewajah Rayhan Kalau saja tidak
Dihalangi Kevin.
"Ham tenang dulu...!" Ucap Kevin.
"Sayang ....!" Cegah Kinara.
Buru - buru Ia menghampiri Kaysha.
"Apa yang terjadi Nak !" Tanyanya bergetar.
"Bukan ...bukan seperti yang Kalian pikirkan"
Jawab Kaysha ketakutan.
"Mau Kamu apakan Putriku !" Tanya Irham
tajam,
Tubuh Rayhan dihalangi oleh Kevin.
"Tidak Apa - apa Pak...Anda salah paham !"
Ujar Rayhan membela dirinya.
"Baik Jika Kamu tidak mau mengaku, ..
Kamu akan menyesal, Apa yang akan Aku
lakukan pada Putriku ! " Ujar Irham
.
Irham menghampiri Kaysha, Ia menyuruh
Kinara untuk menepi,
"Al ..Jawab Jujur, Apa yang telah Kalian
lakukan " Ucap Irham tajam.
"Tidak... Yah, ..Kami tidak melakukan
apapun " Jawab Kaysha gemetar.
"Al..Kami tidak pernah mendidikmu
Seperti ini !" Ucap Irham, Matanya memerah.
Sebuah Ayunan tangan hendak melaju
menuju pipi putih Kaysha.
"Maafkan Ayah Nak !"Lirihnya.
Namuun...
"Jangan lakukan apapun pada Al, Jika
Bapak ingin memukul, Pukulah Saya!,
Jangan Al." Pinta Rayhan, Ia menyem
bunyikan Kaysha dibelakang tubuhnya.
Takurung sebuah pukulan mendarat di
pipi Rayhan.
"Sudah cukup Yah....Jangan sakiti Bang .
Ray ...!" Lirih Kaysha.
"Bawa Keluargamu kemari, Sekarang juga !"
Titah Irham, Ia mencoba menahan amarah
nya.
Buru - buru Rayhan mengambil hp nya.
"Sebagai lelaki yang bertanggung jawab,
Kamu tahu apa yang seharusnya Kamu
lakukan !" Ujar Irham
Rayhan mengangguk.
"Bang kemari...Aku terciduk!" Ucap Rayhan
Ditelfon pada Abangnya.
** Kamu ketahuan....!!😁🤭
************************************************
**Bersambung
**Maaf malem nggak bisa up untuk malming
nya ya, Maaf banget Author nya juga pengen
Malmingan atuh....🙏🤭, Insyaallah malam
Minggu yang lain lagi yah.
**Please like or comment , Da bageur 🙏😘
"
__ADS_1