Hujan September

Hujan September
*Episode 47


__ADS_3

"Istirahatlah Pa...Untuk saat ini lebih baik


Papa jangan banyak pikiran,...!" Ucap


Kaysha lembut,


Gurat lelah wajah Suaminya nampak jelas,


"Terima kasih Sayang..!" Jawab Gio


Ia mencoba tertidur dipangkuan sang Istri,


Wajahnya menghadap ke bagian perut sang


Istri yang menonjol, Perlahan mengusapnya


Dan menciuminya perlahan.


"Anak papa baik kan disana ?" Tanya Gio


lembut.


Kaysha terkekeh.


"Insyaallah Papa,..Aku baik - baik saja"


Kali ini Kaysha yang menjawab, Ia menyurai


lembut rambut cepak sang Suami.


Gio tersenyum, Tangannya memeluk pinggang


Istrinya terasa damai, Perasaan cintanya pada


Anak Istrinya yang tak terukur membuatnya


Lupa akan masalah, Sesaat Ia berdo'a semoga


Dirinya dapat bersama dengan sang Istri


Dengan Cinta dan perasaan yang sama


Sampai ajal yang memisahkan.


"Tidur yuk...Kita istirahat, Aku tahu Aa lelah"


Bujuk Kaysha.


Mata elang itu menatap Kaysha.


"Kamu nggak rindu Aku gitu ?" Tanyanya.


Kali ini Kaysha terkekeh, Ia mengusap pelan


Wajah Gio,Ia tahu watak sang Suami yang


Keras bahkan dulu tak ada keramahan untuk


Orang lain, Bahkan untuk sekedar menyapa


Dengan Senyuman rasanya itu agak mustahil


Ia Lakukan untuk Orang lain, Kadang teman


- teman Mereka memanggil Gio adalah


Tuan muda dari kutub Utara, Namun sa


yangnya sikap itu tidak berlaku pada


Kaysha dan Orang terdekatnya.


"A..Lucu deh, Masa sih ada gitu yang nggak


Kangen udah ditinggal Suaminya berbulan


- bulan?" Balik tanya Kaysha, Ia mengingat


Kasus yang menimpa anak buah Gio


Dulu karena perselingkuhan yang dilakukan


Anak buahnya.


"Kamu itu...Wajar Aku kan lelaki normal


Nggak ketemu sama Anak dan Istri tuh


Rasanya gimana?" Ucap Gio semakin


Membenamkan kepalanya di depan perut


Sang Istri.


"Masih mending ini satu atau dua bulan,


Ada juga yang ditinggal bertahun - tahun


Eh ....Pulangnya udah nikah siri disana, "


Ujar Kaysha.


Gio kini yang terkekeh, Ia melepaskan


Rangkulan tangannya dipinggang sang


Istri,


"Seperti Reyhan bukan, Aku menyangka


Dirinya baik - baik saja, Aku tidak menyangka


Sampai Aku tersadar ketika hampir mem


bunuhnya ..." Ucapnya matanya menatap


Nyalang ...Mengingat kejadian beberapa


Tahun yang lalu.


Kaysha meraih bahu suaminya, Ia menyan


darkan wajahnya di dada bidang Gio,

__ADS_1


Gio mengusap pucuk kepala istrinya lembut.


"Aku mencintaimu lebih dari apapun,


Dari dulu hingga kini dan mungkin sampai


Saat nanti, Kamu duniaku Al " Lirih Gio


"Ingatkan Aku suatu saat jika Aku sudah


menjadi pribadi yang berbeda, Tuntun


Jalanku kembali jika suatu saat nanti Aku


Tersesat, Ingatkanlah Aku karena dirimulah


Tempat Aku untuk kembali " Sambungnya.


Itulah selalu yang diucapkan Gio Padanya,


Wajah Kaysha menengadah mencoba men


cari kejujuran dalam bola mata hazelnya.


Secara lembut Gio meraih tengkuk Istrinya,


Tergambar jelas dalam manik matanya


Bibir ranum Istrinya yang selalu membuatnya


Rindu, Kaysha menutup mata merasakan


Kecupan mesra serta sentuhan penuh


Rindu serta cinta disana.


"Tuhan...Satu yang kupinta darinya jaga Dia


dan hatinya hanya selalu untuk Kami"


Do'a Lirih Kaysha dalam hatinya, Saat Sang


Suami mulai berdo'a saat memulai sentuhan


Lembut penyalur rindu yang selama dua bulan


Tidak bertemu.


*******


"Al ...Nanti Kita makan disana ya.., Kamu sama


Lisa nyusul, Aa duluan pak Darma


udah nunggu didepan, " Pamit Gio pada


Sang Istri yang tengah memasak didapur.


"Iya Pa...Nanti Kita nyusul sekalian botram


Disana, Nasi liwetnya bi Dedeh yang bikin


Pasti enak, Nanti teman nasinya Kita bawa


masing - masing " Jawab Kaysha.


cepet beres takut nanti siang hujan udah


turun " Ucap Gio, Ia membawa perkakas


Yang akan digunakan nanti, Dengan celana


pendek dan kaus oblong, tak lupa memakai


Sepatu boot seragam kerja bakti yang dipakai


Hari ini.


"Aa berangkat dulu " Ujarnya mengecup kening


Istrinya.


"Diih Papa ...Pagi - pagi" Celetuk Lisa


Ia berdiri diambang pintu dapur.


"Maafkan Kami sayang, Habis papa selalu


kangen Ibu.." Cengenges Gio.


"Modus itumah kata Ibu juga, Eh Ayah udah


Ditungguin Pak RT dan Bapak - bapak


Didepan rumah tuh " Ucap Lisa.


"Oke Honey...." Ucap Gio mengusap lembut


Pucuk kepala putrinya.


"Papa tunggu disana ya, Bareng kak Ray


Sama Azzam " Teriak Gio yang perlahan


Suaranya menghilang dibalik pintu.


"Bu ..Kak Ray sama Bang Azzam ikut


Papa Bu ?" Tanya Lisa.


Kaysha menjawab dengan sebuah anggukan.


"Katanya pengen ikut, Siapa tahu Papa butuh


bantuan " Jawab Kaysha.


"Lisa juga boleh bantu Ibu disini kan ?"


Tawar Lisa.


"Boleh sayang ...Tolong rantang makanannya


bawa sini " Titah Kaysha,

__ADS_1


Tangan Lisa terulur membuka lemari, Ia


mengambil Sebuah rantang makanan yang


Agak besar, Dan menyerahkannya pada


Kaysha.


"Terima kasih sayang, Kamu boleh bantu


Ibu tolong petik kangkungnya ya !" Titah


Kaysha, Lisa mengangguk ia meraih bebe


rapa ikat kangkung yang terletak diatas


Meja makan, Memetik sayuran adalah


Keahlian Lisa, Karena Ia memang tidak


Bisa diam sedari kecil, Bahkan mengacak


- acak dapur Umi dipondok adalah hobi


Lisa sedari kecil.


"Bu ..Tadi malam Lisa mimpi ketemu Ayah "


Seloroh Lisa pelan pada Ibunya.


"Degg...!" Jantung Kaysha berdebar hebat.


"Ayah rindu Ibu dan Lisa katanya" Sambung


Lisa, Yang tengah memisahkan daun dan


Tangkai dari kangkung yang dipegangnya.


Sesaat mata Kaysha tertunduk ada yang


Terjatuh disudut matanya, Ia mencoba


Mengusapnya perlahan.


Ia menghampiri Lisa, Dan memeluknya


lembut.


"Kita juga kangen Ayah, Oleh karena itu,


Kita terus do'akan Ayah jangan sampai


Putus " Ucap Kaysha lembut.


"Jangan khawatir Sayang, Kami akan


Selalu mengingatmu dihidup Kami"


Ia menciumi wajah Lisa yang terlukis


Wajah tampan Rayhan disana, Seakan


Ia sedang menciumi wajah tampan


Almarhum Suaminya, Rindu yang selalu


Ada disudut relung kalbunya, Yang terpatri


Dalam ingatan dan kenangannya yang


Ditinggalkan, Sejuta asa dalam dada


Yang tak pernah Ia lupa, Andai Suaminya


Dulu pernah melakukan suatu kesalahan


Tentu Dirinya takkan sesakit ini saat


Ditinggalkan.


"Iya Bu...Lisa akan terus kirim do'a buat


Ayah ..." Ucap Lisa.


Ia membalas pelukan sang Ibu erat,


Beruntung Lisa cepat berkembang dalam


Segala hal, Ia sangat cepat dalam per


tumbuhannya, Dan Kaysha beruntung


Karena kecerdasan Lisa yang diatas rata


- rata anak seumurannya.


Kaysha kembali menyalakan kompor


Dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


Setelah selesai Ia menuangkan hasil


masakannya kedalam rantang, Wangi


masakan tercium.


"Bu...Aku laper ..!" Ucap Lisa.


"Ya sudah...Lisa makan duluan sekarang


aja " Titah Kaysha.


"Enggak ah Bu...Mendingan nanti bareng


Yang lain, Apalagi ada teman - teman Lisa


Bu " Ujar Lisa.


"Oke Sayang ..." Ujar Kaysha.


************************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Wilujeng enjing dan selamat pagi jangan


lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😘


__ADS_2