
"Istirahatlah Pa...Untuk saat ini lebih baik
Papa jangan banyak pikiran,...!" Ucap
Kaysha lembut,
Gurat lelah wajah Suaminya nampak jelas,
"Terima kasih Sayang..!" Jawab Gio
Ia mencoba tertidur dipangkuan sang Istri,
Wajahnya menghadap ke bagian perut sang
Istri yang menonjol, Perlahan mengusapnya
Dan menciuminya perlahan.
"Anak papa baik kan disana ?" Tanya Gio
lembut.
Kaysha terkekeh.
"Insyaallah Papa,..Aku baik - baik saja"
Kali ini Kaysha yang menjawab, Ia menyurai
lembut rambut cepak sang Suami.
Gio tersenyum, Tangannya memeluk pinggang
Istrinya terasa damai, Perasaan cintanya pada
Anak Istrinya yang tak terukur membuatnya
Lupa akan masalah, Sesaat Ia berdo'a semoga
Dirinya dapat bersama dengan sang Istri
Dengan Cinta dan perasaan yang sama
Sampai ajal yang memisahkan.
"Tidur yuk...Kita istirahat, Aku tahu Aa lelah"
Bujuk Kaysha.
Mata elang itu menatap Kaysha.
"Kamu nggak rindu Aku gitu ?" Tanyanya.
Kali ini Kaysha terkekeh, Ia mengusap pelan
Wajah Gio,Ia tahu watak sang Suami yang
Keras bahkan dulu tak ada keramahan untuk
Orang lain, Bahkan untuk sekedar menyapa
Dengan Senyuman rasanya itu agak mustahil
Ia Lakukan untuk Orang lain, Kadang teman
- teman Mereka memanggil Gio adalah
Tuan muda dari kutub Utara, Namun sa
yangnya sikap itu tidak berlaku pada
Kaysha dan Orang terdekatnya.
"A..Lucu deh, Masa sih ada gitu yang nggak
Kangen udah ditinggal Suaminya berbulan
- bulan?" Balik tanya Kaysha, Ia mengingat
Kasus yang menimpa anak buah Gio
Dulu karena perselingkuhan yang dilakukan
Anak buahnya.
"Kamu itu...Wajar Aku kan lelaki normal
Nggak ketemu sama Anak dan Istri tuh
Rasanya gimana?" Ucap Gio semakin
Membenamkan kepalanya di depan perut
Sang Istri.
"Masih mending ini satu atau dua bulan,
Ada juga yang ditinggal bertahun - tahun
Eh ....Pulangnya udah nikah siri disana, "
Ujar Kaysha.
Gio kini yang terkekeh, Ia melepaskan
Rangkulan tangannya dipinggang sang
Istri,
"Seperti Reyhan bukan, Aku menyangka
Dirinya baik - baik saja, Aku tidak menyangka
Sampai Aku tersadar ketika hampir mem
bunuhnya ..." Ucapnya matanya menatap
Nyalang ...Mengingat kejadian beberapa
Tahun yang lalu.
Kaysha meraih bahu suaminya, Ia menyan
darkan wajahnya di dada bidang Gio,
__ADS_1
Gio mengusap pucuk kepala istrinya lembut.
"Aku mencintaimu lebih dari apapun,
Dari dulu hingga kini dan mungkin sampai
Saat nanti, Kamu duniaku Al " Lirih Gio
"Ingatkan Aku suatu saat jika Aku sudah
menjadi pribadi yang berbeda, Tuntun
Jalanku kembali jika suatu saat nanti Aku
Tersesat, Ingatkanlah Aku karena dirimulah
Tempat Aku untuk kembali " Sambungnya.
Itulah selalu yang diucapkan Gio Padanya,
Wajah Kaysha menengadah mencoba men
cari kejujuran dalam bola mata hazelnya.
Secara lembut Gio meraih tengkuk Istrinya,
Tergambar jelas dalam manik matanya
Bibir ranum Istrinya yang selalu membuatnya
Rindu, Kaysha menutup mata merasakan
Kecupan mesra serta sentuhan penuh
Rindu serta cinta disana.
"Tuhan...Satu yang kupinta darinya jaga Dia
dan hatinya hanya selalu untuk Kami"
Do'a Lirih Kaysha dalam hatinya, Saat Sang
Suami mulai berdo'a saat memulai sentuhan
Lembut penyalur rindu yang selama dua bulan
Tidak bertemu.
*******
"Al ...Nanti Kita makan disana ya.., Kamu sama
Lisa nyusul, Aa duluan pak Darma
udah nunggu didepan, " Pamit Gio pada
Sang Istri yang tengah memasak didapur.
"Iya Pa...Nanti Kita nyusul sekalian botram
Disana, Nasi liwetnya bi Dedeh yang bikin
Pasti enak, Nanti teman nasinya Kita bawa
masing - masing " Jawab Kaysha.
cepet beres takut nanti siang hujan udah
turun " Ucap Gio, Ia membawa perkakas
Yang akan digunakan nanti, Dengan celana
pendek dan kaus oblong, tak lupa memakai
Sepatu boot seragam kerja bakti yang dipakai
Hari ini.
"Aa berangkat dulu " Ujarnya mengecup kening
Istrinya.
"Diih Papa ...Pagi - pagi" Celetuk Lisa
Ia berdiri diambang pintu dapur.
"Maafkan Kami sayang, Habis papa selalu
kangen Ibu.." Cengenges Gio.
"Modus itumah kata Ibu juga, Eh Ayah udah
Ditungguin Pak RT dan Bapak - bapak
Didepan rumah tuh " Ucap Lisa.
"Oke Honey...." Ucap Gio mengusap lembut
Pucuk kepala putrinya.
"Papa tunggu disana ya, Bareng kak Ray
Sama Azzam " Teriak Gio yang perlahan
Suaranya menghilang dibalik pintu.
"Bu ..Kak Ray sama Bang Azzam ikut
Papa Bu ?" Tanya Lisa.
Kaysha menjawab dengan sebuah anggukan.
"Katanya pengen ikut, Siapa tahu Papa butuh
bantuan " Jawab Kaysha.
"Lisa juga boleh bantu Ibu disini kan ?"
Tawar Lisa.
"Boleh sayang ...Tolong rantang makanannya
bawa sini " Titah Kaysha,
__ADS_1
Tangan Lisa terulur membuka lemari, Ia
mengambil Sebuah rantang makanan yang
Agak besar, Dan menyerahkannya pada
Kaysha.
"Terima kasih sayang, Kamu boleh bantu
Ibu tolong petik kangkungnya ya !" Titah
Kaysha, Lisa mengangguk ia meraih bebe
rapa ikat kangkung yang terletak diatas
Meja makan, Memetik sayuran adalah
Keahlian Lisa, Karena Ia memang tidak
Bisa diam sedari kecil, Bahkan mengacak
- acak dapur Umi dipondok adalah hobi
Lisa sedari kecil.
"Bu ..Tadi malam Lisa mimpi ketemu Ayah "
Seloroh Lisa pelan pada Ibunya.
"Degg...!" Jantung Kaysha berdebar hebat.
"Ayah rindu Ibu dan Lisa katanya" Sambung
Lisa, Yang tengah memisahkan daun dan
Tangkai dari kangkung yang dipegangnya.
Sesaat mata Kaysha tertunduk ada yang
Terjatuh disudut matanya, Ia mencoba
Mengusapnya perlahan.
Ia menghampiri Lisa, Dan memeluknya
lembut.
"Kita juga kangen Ayah, Oleh karena itu,
Kita terus do'akan Ayah jangan sampai
Putus " Ucap Kaysha lembut.
"Jangan khawatir Sayang, Kami akan
Selalu mengingatmu dihidup Kami"
Ia menciumi wajah Lisa yang terlukis
Wajah tampan Rayhan disana, Seakan
Ia sedang menciumi wajah tampan
Almarhum Suaminya, Rindu yang selalu
Ada disudut relung kalbunya, Yang terpatri
Dalam ingatan dan kenangannya yang
Ditinggalkan, Sejuta asa dalam dada
Yang tak pernah Ia lupa, Andai Suaminya
Dulu pernah melakukan suatu kesalahan
Tentu Dirinya takkan sesakit ini saat
Ditinggalkan.
"Iya Bu...Lisa akan terus kirim do'a buat
Ayah ..." Ucap Lisa.
Ia membalas pelukan sang Ibu erat,
Beruntung Lisa cepat berkembang dalam
Segala hal, Ia sangat cepat dalam per
tumbuhannya, Dan Kaysha beruntung
Karena kecerdasan Lisa yang diatas rata
- rata anak seumurannya.
Kaysha kembali menyalakan kompor
Dan melanjutkan kembali pekerjaannya.
Setelah selesai Ia menuangkan hasil
masakannya kedalam rantang, Wangi
masakan tercium.
"Bu...Aku laper ..!" Ucap Lisa.
"Ya sudah...Lisa makan duluan sekarang
aja " Titah Kaysha.
"Enggak ah Bu...Mendingan nanti bareng
Yang lain, Apalagi ada teman - teman Lisa
Bu " Ujar Lisa.
"Oke Sayang ..." Ujar Kaysha.
************************************************
**Bersambung
__ADS_1
**Wilujeng enjing dan selamat pagi jangan
lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😘