
*"Andai mencintainya adalah takdir....
Tuhan....Kumohon permudah jalanku
Meraih ridhoMu, Aku tahu Allah maha
Membolak - balikkan hati Manusia,
Kumohon bukalah pintu maaf Orangtuanya,
Untukku...Jika semua takdir buruk yang
Kupunya Aku ingin semua berbalik
Adanya !" Lirih Kaysha dalam do' a nya.
Wajah yang basah serta tangan yang mene
ngadah meminta bantuan pada sang Maha
Pencipta, Ia menyerahkan takdir dan hidupnya,
Dulu hidupnya penuh kasih namun seiring
Berjalannya waktu dengan semua masalalu
Yang terkuak semua pergi menjauh dan
Menjaga jarak darinya, Kini hanya Gio
Yang tersisa dari keluarganya, Ia akan
Mencoba mempertahankannya.
Kaysha mengusap perutnya perlahan.
"Semoga Kamu bahagia, Akan Ibu
jaga amanah ini, Semoga Kamu mem
bawa kebahagiaan untuk Kami Nak"
Ucapnya seraya berbaring, Ia sering merasa
lelah, Dan terkadang lemas, Pusingpun
Selalu menderanya, Ia selalu diam dan
Berusaha untuk terlihat baik - baik saja,
Ia sadar diri, Dirinya tidak ingin membuat
Suaminya khawatir, Ia cukup Istirahat
Sebentar, semuanya akan baik kembali
Terlalu banyak beban yang ditanggung
Suaminya, Ia ingin sekedar meringankan
beban pikiran sang Suami, Beruntung keha
milan kali ini Ia tidak menderita morning
Sickness di trimester awal.
Saat tengah malam Kaysha berbaring,
Ia meraba tempat tidur, Kosong disisinya,
Ia menurunkan kakinya mencoba berjalan
menyusuri ruang mencari Gio, Saat Ia keatas,
Ia melihat siluet suaminya di balkon taman,
Ia berjalan mendekat, Terlihat sang suami
Sedang merokok, Dahi Kaysha berkerut
Gio tidak mungkin akan merokok jika
Dirinya sedang tidak masalah, Dirinya
Sadar....Gio pun sama Ia tidak akan pernah
Membagi masalah itu jika dirasa berat,
Kaysha menghampiri Ia memeluk tubuh
Suaminya dari belakang, Wajahnya bersan
Dar dipunggung Suaminya.
"Jika Bersamanya adalah takdir...Kumohon
Permudah jalanku " Lirihnya pelan dalam
hatinya. Ia menghirup banyak - banyak
Aroma maskulin Suaminya, Ia akan
Berusaha untuk Rumah tangga yang
Dibina kini.
Sesaat tubuh kokoh itu berbalik, Ia sadar
Seseorang itu sedang memeluknya,
Ia mematikan rokoknya
"Sayang kenapa bangun ?" Tanyanya.
"Masuk...Dingin diluar" Ajaknya, Seraya
Mengurai pelukan dan menuntunnya
Masuk kedalam rumah.
"Kita sambung didalam..." Sambungnya.
Kaysha mampir ke kamar Lisa terlihat Lisa
terlelap dengan mimpi indahnya, Kemudian
Gio menggiringnya kembali ke kamar.
Dan menyuruhnya berbaring kembali.
"Al..Kok Kamu nggak ngidam Seperti Ibu
- ibu yang lain, Atau doyan makan rujaklah,
Atau minta yang aneh - aneh sama Suami
nya,...Kok Kamu nggak ?" Tanya Gio.
"Jangan sungkan Padaku, Aku Ayahnya
Sayang, Aku lebih bahagia jika Anakku
Menginginkan sesuatu,..." Ucap Gio.
Kaysha hanya tersenyum, Ia mendekat
__ADS_1
Dan berbisik.
"Untuk saat ini Aku hanya mau Kamu
A..." Bisiknya lirih, Ditelinga Suaminya
Mata Gio membulat sempurna, Jarang
Sekali Dirinya mendapat permintaan
Dari Kaysha dan ini ternyata membuat
Hatinya bahagia, Sejenak Ia ingin melupakan
Bebannya.
Tadi Ayahnya Seandra menelfon sang Bunda
Sedang sakit, Kayla drop sejak saat terakhir
bertemu namun dalam kondisi aman.
Tekanan pekerjaan dan banyak pikiran
Membuat Seorang Kayla drop, Namun kini
Seandra akan lebih membatasi pekerjaan
Sang Istri, Sebagai Seorang anak tertua
Bohong kalau Dirinya tidak memikirkan
Keluarganya, Sedangkan semua anggota
Keluarganya berjibaku mengurus bisnis
Mereka sedangkan Dirinya tenang dengan
Kebahagiaannya sendiri, Disini Siapa yang
Egois, Ia terus bertanya pada Dirinya.
Namun Dirinyapun tidak bisa meninggalkan
Kaysha dan anak - anaknya, Ia Dilema
"Dengan senang hati, Aku akan pelan..."
Bisiknya ditelinga Kaysha
*****
Saat itu hujan turun disore hari, Kaysha
Sedang Merapikan jemurannya diatas,
Untung Ia sudah pulang mengajar tambahan
Untuk murid yang akan Ujian.
Hujan turun, Dan Lisa pun sudah pulang
mengaji bersama Azzam dan kini bertam
bah Anggota Rayhan, Yang liburan kali
ini enggan pulang ke rumahnya, walaupun
Libur Ia masih bisa mengaji dipondok
Bareng Lisa dan Azzam, Dan Gio tidak
Pernah keberatan asal Keluarga besar
Rayhan tahu bahwa Rayhan ada dirumahnya.
Dari bawah.
Dahinya mengernyit, Gio dinas luar Untuk
Satu bulan kedepan.
"Siapa Sayang?" Tanya Kaysha.
Ia mengikuti langkah Rayhan menuju ruang
tamu, Lisa dan Azzam ada diruang tengah
Sedang belajar, Kaysha beruntung ada Rayhan
Yang sangat melindungi Azzam dan Lisa.
Ia bertindak sebagai seorang Kakak, Dan
Menuruti pesan Gio.
Saat pertama Rayhan masuk sekolah kembali,
Senyuman itu sirna dari wajahnya, Namun
Perlahan Kaysha dan Anggota pondok terutama
Guru dan Para Santri memberinya semangat,
Terutama Kaysha sendiri, Dan ternyata Rayhan
Mau menerima uluran tangan Kaysha.
Apalagi Ia tidak sendiri ada Lisa yang bernasib
Sama dengannya, Perlahan tawa dan kece
riaan Lisa membuatnya membuka diri serta
Keisengan yang dibuat Azzam tak urung
Membuatnya tertawa, Dan dengan izin
Keluarga besar Rayhan kadang liburan Rayhan
Menginap dirumah Kaysha berbagi kamar
Dengan Azzam, Rayhan merasa Ia mempunyai
Keluarga baru.
Seperti sekarang Jika ada tamu, Rayhan tidak
Akan membiarkan Azzam apalagi Lisa mem
buka Pintu, Ia protektif terhadap keluarga baru
nya seperti apa yang dilakukan Gio, Apalagi
Kini sang Kepala Keluarga tidak ada dirumah.
"Daddy ..." Ucap Kaysha terbata.
"Al...Kok Daddy nggak disuruh masuk,
Daddy pegal nih " Canda Kevin.
"Eh..Oh Iya, Masuklah Dad, Kok nggak bareng
Ayah ?" Tanya Kaysha biasanya Ia bareng Ayah
__ADS_1
nya Irham.
"Nggak, Daddy ada meeting disini kebetulan
Jadi Daddy mampir " Ucap Kevin .
Sang sopir menghampiri Ia membawa dua
kantung besar oleh - oleh yang Kevin bawa.
Rayhan menuntun sang sopir menaruh
Barang bawaannya ke dalam rumah, Kemu
dian Rayhan bergabung kembali bersama
Lisa dan Azzam setelah Mereka Salim pada
Kevin membiarkan Kaysha dan Kevin diruang
Tamu.
"Al... Bagaimana sekarang kandunganmu ?"
Tanya Kevin.
"Allhamdulillah baik Dad..." Jawab Kaysha
"Siapa anak itu Al...?" Tanya Kevin.
Kemudian Kaysha bercerita pada Kevin ten
tang Rayhan, Kevin hanya mengangguk men
dengar cerita putrinya.
"Kamu seperti mempunyai anggota ke
luarga baru, Apalagi nanti ditambah dengan
Anggota keluarga baru, Daddy akan membeli
kanmu rumah yang lebih besar untukmu "
Ujar Kevin, Ia ingin yang terbaik bagi keluar
ganya walaupun terpisah.
"Jangan lakukan itu Dad, Aa akan marah
Dan itu akan melukai harga dirinya,
Insyaallah rumah ini masih cukup untuk
Kami, Ini hasil dari gaji yang Aa punya
Dan Al sangat bersyukur setidaknya Kami
Bisa berdiri diatas kaki sendiri" Jawab
Kaysha.
Ia meraih tangan Kevin lembut, Supaya
hati Orang tuanya tidak terluka,
"Jangan menambah jurang antara Daddy
Dan Aa seperti teteh, Jangan terlalu saling
menyakiti, Al ...Merasa sangat bersalah Dad"
Ucap Kaysha.
Kevin mengangguk, Matanya menerawang
" Bersabarlah ... Karena disini Daddypun
Yang bersalah, Kayla mempunyai sifat
Keras seperti sekarang karena Daddy dulu
menyakiti perasaannya, Melukainya terlalu
Dalam dan imbasnya pada Kalian kini"
Papar Kevin Ia merasa bersalah.
"Semoga Kehadiran bayi Kalian akan mem
buka hatinya untuk Kalian...Maafkan Daddy .
Sayang,...Daddy akan berusaha membujuk
Kayla " Sambung Kevin.
"Terima kasih Dad...Ayah kemarin berbicara
hal yang sama, Semoga jalan Kita dipermu
dah, Kasihan Mommy Ini selalu menjadi
beban pikirannya" Ucap Kevin.
Taklama pesanan makan Mereka sudah
datang Kevin memesan dari restauran
Terdekat yang terkenal, Mereka makan
bersama seperti kebiasaan Kevin, Ia akan
Makan bersama Keluarga Putrinya dirumah
Karena Ia merasakan kehangatan sebagai
Keluarga seutuhnya.
"Daddy akan mampir sebentar menyapa Abi
Dan Umi Sebelum pulang, Sudah lama Daddy
Tidak bertemu Mereka " Ucap Kevin sebelum
Dirinya pamit.
Ternyata dulu tanpa sepengetahuan Kaysha,
Kevin, Kinara dan Irham menitipkan Kaysha
Disini dan sering menjenguknya tanpa sepe
ngetahuan Kaysha dan Gio, Dan mengetahui
Kabar Gio maupun Kaysha dan cucunya Lisa
Lewat Abi maupun Umi.
"Bersabarlah Sayang ..Tunggu sebentar lagi"
Kevin memeluk erat Putrinya seperti dulu.
************************************************
**Bersambung
__ADS_1
**Please Like or comment 🙏😘