
"Al ...Nanti jangan dulu ke ruangan Aa
yah...Mbak harap Kamu mengerti dan
Jangan pernah bertanya kenapa?
Ingat pesan Mbak satu hal Aa sangat
Sayang Padamu begitu juga Kami "
Lirih Gia.
"Aa kuat percayalah Aa akan baik -
baik saja " Ucap Gia.
"Dan do' a yang sama untuk Bang Ray
Suamimu, Jaga Dia Al" Pesan Gia.
"Kami akan mengusahakan yang terbaik
Untuk Mereka berdua" Sambungnya
Seraya memeluk Kaysha.
"Hanya satu Orang yang boleh masuk,
Abang tunggu dulu diluar sementara Al
masuk, Boleh kan Al duluan !" Pinta
Kaysha pada Rangga.
Rangga hanya mengangguk mempersilahkan
Perlahan Ia masuk, ...
"Al ..." Lirih Rayhan,
"Sudah....Abang jangan dulu banyak bicara"
Ujar Kaysha.
Ia menciumi wajah Rayhan yang mulai
sadar, Kata Gia tadi Rayhan terus menanya
kan dirinya.
"Terimakasih Tuhan .... Allhamdulillah,
Abang sadar Sesaat Aku takut Bang !"
Lirih Kaysha airmata bergulir dipipinya
Kaysha menciumi lembut tangan sang
Suami, Terlihat Rayhan akan berbicara
namun ditahan oleh Kaysha.
"Cukup Abang nggak usah berbicara...
Aku bahagia Abang bisa Kembali "Lirihnya
Kembali Kaysha mencium kening Rayhan
Yang berbalut perban.
Rayhan menutup mata merasakan kasih
Sayang Istrinya, Ia berjuang untuk hidup
Demi tak ingin melihat Istrinya menangis
Dan Keluarganya yang menunggu.
"Titip Anak Ibu Nak, Jangan biarkan Ia ter
luka, Ibu tidak tahu Siapa diantara Kalian
yang jadi menanti Ibu, Hanya saja terima
Kasih Kalian telah menyayangi Putri Ibu,
Ibupun lega hanya saja tolong jangan
Beritahu semua tentang Ibu Nak, Biar
Mereka beranggapan Ayah dan Ibunya
adalah Orangtuanya yang sekarang"
Ujar Seorang wanita cantik parubaya,
Yang telah menembak Ayahnya sendiri
Untuk melindungi dua Orang yang mencintai
Putrinya,
Ia memerintahkan anak buahnya yang ter
Sisa untuk menolong Rayhan dan Gio yang
Telah diserang lebih dulu oleh Ayah beserta
Anak buahnya.
Wanita itu hanya tersenyum getir tanpa perla
wanan ketika digiring oleh teman - teman
Keduanya yang masih tersisa, Dibantu oleh
Anak buah Gio yang ikut dibelakang karena
khawatir pada Tuan muda dan Suami nona
mudanya, Dengan sigap Mereka menyediakan
Akomodasi sepenuhnya jika terjadi sesuatu
hal yang tidak diinginkan.
Itu seperti memupus dendam saat Ia men
dengar perkataan Gio Padanya.
"Al tidak bersalah jika Kamu ingin meng
hukum Seseorang, Akulah Orangnya yang
Egois, Namun Kini Aku sadar kebahagiaan
Dirinya adalah kehadiran Dirimu, Maka
__ADS_1
Bertahanlah Aku tidak ingin Al menangis
lagi " Saat itu Gio menolongnya dengan
Melindungi Rayhan yang telah tertembak
lebih dulu, Jika Rayhan terluka lagi akibat
nya bisa fatal jadi Gio mengorbankan
Dirinya untuk menyelamatkan Rayhan.
Tangan Rayhan mengusap lembut pipi
Putih Kaysha, Mengusap air mata itu
Perlahan, Ia tidak menyangka pernikahan
Nya kini menimbulkan perasaan jatuh
Cinta dalam waktu singkat,
"Sudah jangan menangis Al ....!"Lirihnya.
"Abang istirahatlah...Bang Rangga sedang
menunggu diluar aku akan memanggilnya,
Biar Dirinya tidak khawatir " Ujar Kaysha.
Kembali Ia mengecup kening Rayhan
Lembut.
"Tunggu ya ....!" Pintanya.
Kemudian Kaysha keluar,
"Abang silahkan !" Titah Kaysha pada
Rangga, Bagaimanapun hati Pria itu
Sama seperti Dirinya sangat menghawatirkan
Sang Adik walau tanpa kata.
Terlihat Irham disana ...
"Ayaah...!" Kaysha menghambur ke pelukan
nya.
"Maafkan Ayah Nak...Ayah baru bisa mene
mani dirimu " Ucap Irham pelan diusapnya
lembut rambut Kaysha.
"Bunda mana?" Tanya Kaysha.
Sesaat Irham gamang.
"Bunda sedang menenangkan Mbakmu
Gio kembali drop " Ujar Irham
"Aa....!" Ujar Kaysha lirih Ia berlari menuju
Ruangan Gio.... Terlihat didepan Kayla
sedang dipeluk Kinara.
Ia ingin memeluknya juga, Ia merasakan sakit
yang sama.
Sesaat wajah itu mendongak, Ia bangun dan
Mendekat dan....
"Plaaak ....!!" Tamparan keras mendarat di
pipi Kaysha tanpa bisa dihindari.
"Kay....!!" Teriak Kevin bareng Irham bersama
an.
Irham menatap tajam kearah Kayla, Ia me
meluk Kaysha, Kinara mencoba menenang
kan Kayla bersama Kevin.
"Sejak Awal pembuat masalah adalah Kamu,
Kamu merebut Daddy dariku, Aku saja yang
Selama hidupku Daddy tidak pernah menya
yangiku, Dengan entengnya Kamu merebut
kasih sayang Dariku " Isak Kayla bergetar.
"Cukup Kay...!" Potong Kevin.
"Dan sekarang ...Kakek dan Ibumu mereng
gut Gio dariku,....Kamu sumbernya Al,
Kamu sumber kesedihanku ...Al,
Gio Putraku ....Al Dia jantung hatiku,
Kamu anak seorang Penjahat dan ke
turunan penjahat ... Selamanya akan.
jadi jahaat!" Teriak Kayla histeris.
Irham sudah tidak tahan Ia akan mela
yangkan tangannya namun
"Dadyy....!" Lirih Kayla memegang pipinya.
Kevin tertegun menatap tangannya yang
barusan ia pakai untuk melukai putrinya.
"Sayang ....Sayang Bangun ,!" Kayla gelagapan
Saat tangan Suaminya Seandra mengusap
Pipi Istrinya lembut.
Ia mengucek matanya,
__ADS_1
"Mas.... Bagaimana Gio Mas ?" Tanyanya
"Seperti yang Kamu lihat Sayang, Gio
baru melewati masa kritisnya, Do' akan
Dirinya cepat sadar" Jawab Seandra.
"Mimpi Apa Kamu sampai nangis sese
gukkan begitu" Tanya Seandra.
"Aku mimpi.....Ah mimpi Gio Mas,
Mungkin dari semalam Aku tidak bisa
tidur, Jadi Ketiduran " Ucap Kayla.
"Kaysha sudah datang Mas?" Tanyanya
lagi,
"Sudah... Barusan Dia datang cuma
Kamunya lagi tidur Ia tidak ingin meng
ganggu, Ia pergi lagi karena ada Indira
disana ...." Ucap Seandra.
Kaysha hanya mengangguk,
"Iya Mas Indira sangat khawatir apalagi
pernikahan Mereka yang sebentar lagi "
Ucap Kayla.
"Dirinya takut terjadi apa - apa dengan
Gio " Sambung Kayla.
*****
"Bang lunas ya...Aku udah mandiin Abang
sama si juno," Ujar Kaysha...
"Yaa Al....Cuma dilap aja juga ...." Rajuk
Rayhan,
"Nanti kalau udah sembuh, Aku mandiin
deh...Ini baru beberapa hari luka Operasi
nya juga belum kering " Ujar Kaysha.
Sesaat Ia menutup mulutnya, Merasa
kan mual,
"Sebentar ya Bang !" Ujar Kaysha,
Ia menuju ke kamar mandi,
"Al....Are you ok?" Tanya Rayhan dengan
suara yang agak tinggi, Namun tidak
ada jawaban.
Rayhan ingin bangkit namun Ia pusing,
Jangankan untuk berdiri untuk duduk
saja Ia belum bisa, Untung saja Mertuanya
masuk.
"Ada apa Ray...?" Tanya Irham seraya me
letakkan parcel buah dan paket makanan
Diatas nakas.
"Kaysha mual, Ia ke kamar mandi "
Jawab Rayhan.
Irham tahu Menantunya sangat khawatir,
Ia menuju kamar mandi,
"Al....Kamu baik - baik saja ?"Tanya Irham
"Al...." Irham mengulang karena tidak ada
jawaban.
Taklama pintu kamar mandi terbuka.
"Al wajahmu pucat, Kamu baik - baik
saja ?" Tanya Irham, Ia menuntun Kaysha
Duduk disofa.
"Aku baik - baik saja Yah ..!" Jawab Kaysha.
"Al kamu baik - baik saja...?" Tanya Rayhan
Ia kelihatan cemas,
Kaysha mendekati Rayhan karena memak
sa bergerak,
"Aku baik - baik saja, Kalian jangan khawatir,
Aku hanya masuk angin " Jawab Kaysha.
Rayhan kembali mengusap pipi Kaysha
lembut.
"Abang hanya takut....." Ucap Rayhan
"Ekheeem.....!" Ujar Irham sengaja batuk
************************************************
**Bersambung
**Please like or comment ๐๐
Apapun juga boleh ...Kopi, Bunga apalagi
__ADS_1
vote ( Yeey Author. nya ngarep๐คญ)
Diantos nya ...!๐