Hujan September

Hujan September
*Episode 31


__ADS_3

"Al ...Nanti jangan dulu ke ruangan Aa


yah...Mbak harap Kamu mengerti dan


Jangan pernah bertanya kenapa?


Ingat pesan Mbak satu hal Aa sangat


Sayang Padamu begitu juga Kami "


Lirih Gia.


"Aa kuat percayalah Aa akan baik -


baik saja " Ucap Gia.


"Dan do' a yang sama untuk Bang Ray


Suamimu, Jaga Dia Al" Pesan Gia.


"Kami akan mengusahakan yang terbaik


Untuk Mereka berdua" Sambungnya


Seraya memeluk Kaysha.


"Hanya satu Orang yang boleh masuk,


Abang tunggu dulu diluar sementara Al


masuk, Boleh kan Al duluan !" Pinta


Kaysha pada Rangga.


Rangga hanya mengangguk mempersilahkan


Perlahan Ia masuk, ...


"Al ..." Lirih Rayhan,


"Sudah....Abang jangan dulu banyak bicara"


Ujar Kaysha.


Ia menciumi wajah Rayhan yang mulai


sadar, Kata Gia tadi Rayhan terus menanya


kan dirinya.


"Terimakasih Tuhan .... Allhamdulillah,


Abang sadar Sesaat Aku takut Bang !"


Lirih Kaysha airmata bergulir dipipinya


Kaysha menciumi lembut tangan sang


Suami, Terlihat Rayhan akan berbicara


namun ditahan oleh Kaysha.


"Cukup Abang nggak usah berbicara...


Aku bahagia Abang bisa Kembali "Lirihnya


Kembali Kaysha mencium kening Rayhan


Yang berbalut perban.


Rayhan menutup mata merasakan kasih


Sayang Istrinya, Ia berjuang untuk hidup


Demi tak ingin melihat Istrinya menangis


Dan Keluarganya yang menunggu.


"Titip Anak Ibu Nak, Jangan biarkan Ia ter


luka, Ibu tidak tahu Siapa diantara Kalian


yang jadi menanti Ibu, Hanya saja terima


Kasih Kalian telah menyayangi Putri Ibu,


Ibupun lega hanya saja tolong jangan


Beritahu semua tentang Ibu Nak, Biar


Mereka beranggapan Ayah dan Ibunya


adalah Orangtuanya yang sekarang"


Ujar Seorang wanita cantik parubaya,


Yang telah menembak Ayahnya sendiri


Untuk melindungi dua Orang yang mencintai


Putrinya,


Ia memerintahkan anak buahnya yang ter


Sisa untuk menolong Rayhan dan Gio yang


Telah diserang lebih dulu oleh Ayah beserta


Anak buahnya.


Wanita itu hanya tersenyum getir tanpa perla


wanan ketika digiring oleh teman - teman


Keduanya yang masih tersisa, Dibantu oleh


Anak buah Gio yang ikut dibelakang karena


khawatir pada Tuan muda dan Suami nona


mudanya, Dengan sigap Mereka menyediakan


Akomodasi sepenuhnya jika terjadi sesuatu


hal yang tidak diinginkan.


Itu seperti memupus dendam saat Ia men


dengar perkataan Gio Padanya.


"Al tidak bersalah jika Kamu ingin meng


hukum Seseorang, Akulah Orangnya yang


Egois, Namun Kini Aku sadar kebahagiaan


Dirinya adalah kehadiran Dirimu, Maka

__ADS_1


Bertahanlah Aku tidak ingin Al menangis


lagi " Saat itu Gio menolongnya dengan


Melindungi Rayhan yang telah tertembak


lebih dulu, Jika Rayhan terluka lagi akibat


nya bisa fatal jadi Gio mengorbankan


Dirinya untuk menyelamatkan Rayhan.


Tangan Rayhan mengusap lembut pipi


Putih Kaysha, Mengusap air mata itu


Perlahan, Ia tidak menyangka pernikahan


Nya kini menimbulkan perasaan jatuh


Cinta dalam waktu singkat,


"Sudah jangan menangis Al ....!"Lirihnya.


"Abang istirahatlah...Bang Rangga sedang


menunggu diluar aku akan memanggilnya,


Biar Dirinya tidak khawatir " Ujar Kaysha.


Kembali Ia mengecup kening Rayhan


Lembut.


"Tunggu ya ....!" Pintanya.


Kemudian Kaysha keluar,


"Abang silahkan !" Titah Kaysha pada


Rangga, Bagaimanapun hati Pria itu


Sama seperti Dirinya sangat menghawatirkan


Sang Adik walau tanpa kata.


Terlihat Irham disana ...


"Ayaah...!" Kaysha menghambur ke pelukan


nya.


"Maafkan Ayah Nak...Ayah baru bisa mene


mani dirimu " Ucap Irham pelan diusapnya


lembut rambut Kaysha.


"Bunda mana?" Tanya Kaysha.


Sesaat Irham gamang.


"Bunda sedang menenangkan Mbakmu


Gio kembali drop " Ujar Irham


"Aa....!" Ujar Kaysha lirih Ia berlari menuju


Ruangan Gio.... Terlihat didepan Kayla


sedang dipeluk Kinara.


Ia ingin memeluknya juga, Ia merasakan sakit


yang sama.


Sesaat wajah itu mendongak, Ia bangun dan


Mendekat dan....


"Plaaak ....!!" Tamparan keras mendarat di


pipi Kaysha tanpa bisa dihindari.


"Kay....!!" Teriak Kevin bareng Irham bersama


an.


Irham menatap tajam kearah Kayla, Ia me


meluk Kaysha, Kinara mencoba menenang


kan Kayla bersama Kevin.


"Sejak Awal pembuat masalah adalah Kamu,


Kamu merebut Daddy dariku, Aku saja yang


Selama hidupku Daddy tidak pernah menya


yangiku, Dengan entengnya Kamu merebut


kasih sayang Dariku " Isak Kayla bergetar.


"Cukup Kay...!" Potong Kevin.


"Dan sekarang ...Kakek dan Ibumu mereng


gut Gio dariku,....Kamu sumbernya Al,


Kamu sumber kesedihanku ...Al,


Gio Putraku ....Al Dia jantung hatiku,


Kamu anak seorang Penjahat dan ke


turunan penjahat ... Selamanya akan.


jadi jahaat!" Teriak Kayla histeris.


Irham sudah tidak tahan Ia akan mela


yangkan tangannya namun


"Dadyy....!" Lirih Kayla memegang pipinya.


Kevin tertegun menatap tangannya yang


barusan ia pakai untuk melukai putrinya.


"Sayang ....Sayang Bangun ,!" Kayla gelagapan


Saat tangan Suaminya Seandra mengusap


Pipi Istrinya lembut.


Ia mengucek matanya,

__ADS_1


"Mas.... Bagaimana Gio Mas ?" Tanyanya


"Seperti yang Kamu lihat Sayang, Gio


baru melewati masa kritisnya, Do' akan


Dirinya cepat sadar" Jawab Seandra.


"Mimpi Apa Kamu sampai nangis sese


gukkan begitu" Tanya Seandra.


"Aku mimpi.....Ah mimpi Gio Mas,


Mungkin dari semalam Aku tidak bisa


tidur, Jadi Ketiduran " Ucap Kayla.


"Kaysha sudah datang Mas?" Tanyanya


lagi,


"Sudah... Barusan Dia datang cuma


Kamunya lagi tidur Ia tidak ingin meng


ganggu, Ia pergi lagi karena ada Indira


disana ...." Ucap Seandra.


Kaysha hanya mengangguk,


"Iya Mas Indira sangat khawatir apalagi


pernikahan Mereka yang sebentar lagi "


Ucap Kayla.


"Dirinya takut terjadi apa - apa dengan


Gio " Sambung Kayla.


*****


"Bang lunas ya...Aku udah mandiin Abang


sama si juno," Ujar Kaysha...


"Yaa Al....Cuma dilap aja juga ...." Rajuk


Rayhan,


"Nanti kalau udah sembuh, Aku mandiin


deh...Ini baru beberapa hari luka Operasi


nya juga belum kering " Ujar Kaysha.


Sesaat Ia menutup mulutnya, Merasa


kan mual,


"Sebentar ya Bang !" Ujar Kaysha,


Ia menuju ke kamar mandi,


"Al....Are you ok?" Tanya Rayhan dengan


suara yang agak tinggi, Namun tidak


ada jawaban.


Rayhan ingin bangkit namun Ia pusing,


Jangankan untuk berdiri untuk duduk


saja Ia belum bisa, Untung saja Mertuanya


masuk.


"Ada apa Ray...?" Tanya Irham seraya me


letakkan parcel buah dan paket makanan


Diatas nakas.


"Kaysha mual, Ia ke kamar mandi "


Jawab Rayhan.


Irham tahu Menantunya sangat khawatir,


Ia menuju kamar mandi,


"Al....Kamu baik - baik saja ?"Tanya Irham


"Al...." Irham mengulang karena tidak ada


jawaban.


Taklama pintu kamar mandi terbuka.


"Al wajahmu pucat, Kamu baik - baik


saja ?" Tanya Irham, Ia menuntun Kaysha


Duduk disofa.


"Aku baik - baik saja Yah ..!" Jawab Kaysha.


"Al kamu baik - baik saja...?" Tanya Rayhan


Ia kelihatan cemas,


Kaysha mendekati Rayhan karena memak


sa bergerak,


"Aku baik - baik saja, Kalian jangan khawatir,


Aku hanya masuk angin " Jawab Kaysha.


Rayhan kembali mengusap pipi Kaysha


lembut.


"Abang hanya takut....." Ucap Rayhan


"Ekheeem.....!" Ujar Irham sengaja batuk


************************************************


**Bersambung


**Please like or comment ๐Ÿ™๐Ÿ˜˜


Apapun juga boleh ...Kopi, Bunga apalagi

__ADS_1


vote ( Yeey Author. nya ngarep๐Ÿคญ)


Diantos nya ...!๐Ÿ™


__ADS_2