Hujan September

Hujan September
*Episode 44


__ADS_3

"Al...Kamu nggak Pa - pa ?" Tanya Gio.


Sesaat Ia terpaku, Mata yang basah hendak


Jatuh berhamburan, Rasa yang selalu mem


Buat dada Kaysha sesak, Ia menaburkan


bunga secara perlahan, Mengusap bulir hujan


Bekas semalam perlahan diusapnya lembut


Batu nisan itu, Tak dapat terkatakan bagai


mana hatinya saat ini, Jari tangan yang geme


tar, seraya bibir yang terus bergerak menitip


Do' a pada yang kuasa, Tak ada kata dan tidak


ada suara, Ia menahan semua rasanya didalam


Dadanya, Ia tidak ingin terlalu menampilkan


Semua rasa dihatinya Karena pada dasarnya


Kini ada hati yang harus Ia jaga.


Namun takurung bahunya bergetar menahan


asa yang bertumpuk dalam dadanya, Ia mengu


sap pucuk rambut Putrinya pelan,


"Maaf ....Aku tak bisa menahan air mataku,


maafkan Aku A..." Lirihnya, Didada Gio,


Tanpakata Gio mengusap pelan bahu


Sang Istri yang direngkuhnya,


"Ayah ...Kami pulang dulu, Ayah yang tenang


Dan bahagia, Lisa akan jadi anak yang Sholeh


Dan nurut sama Ibu sama Papa, Ayah jangan


Khawatir ya...!" Pamit Lisa mengusap batu


Nisan sang Ayah.


Kaysha hanya menarik nafas pelan, Sebelum


Mereka pergi,


"Assalamualaikum Sayang ...Aku akan bahagia


Sepeninggalmu, Walau sulit terasa namun


Aku akan berusaha " Pamitnya lirih tak Ter


ucap, Ia menahan sakit didadanya ketika


Akan beranjak.


Kemudian Mereka pergi melihat rumah


minimalis berlantai dua yang dulu sempat


Ia tinggali dengan sang Suami, Ini akan


Jadi rumah Putrinya Lisa kelak.


"Aku belum sanggup untuk masuk A...,


Aku belum sanggup...!!" Lirihnya pilu.


"Baiklah Lisa nanti jika Ibu sudah sanggup


untuk masuk Kita akan masuk" Ujar Gio.


Namun melihat Lisa yang sedikit cemberut,


Kaysha mengalah, Ia menuntun Lisa masuk.


Rumah itu terawat karena ada yang selalu


mengurusnya baik,


"Neng Al... Pulang ?"Ujar Bik Sumi asisten


rumah tangganya dulu dan sekarang masih


Bekerja mengurus rumah ini karena rumah


nya yang dekat dengan Rumah Kaysha dan


Almarhum Rayhan jadi Ia bisa leluasa ke


mari,


"Neng Lisa sudah besar ...Mirip Almarhum,


Baru kali ini ketemu ternyata betul yang


Diomongin Den Rangga sama Den Raffa,


Walaupun perempuan mirip banget sama


Ayahnya, Ituteh bukti kalo den Rayhan teh


Sangat cinta sama istrinya " Seloroh Bik


Sumi.


Namun Ia menutup mulut saat Ia melihat


Gio disisi Kaysha dan Lisa.


"Waduh...Maafkan Bibi tidak sopan " Ucap


Bik sumi.


"Nggak Pa - pa, Saya ngerti kok " jawab


Gio.


Kaysha tertegun tidak ada yang berubah,


Foto - foto masih tergantung disana,


Semuanya sesuai dengan letaknya sedari


awal,


Gio melirik jam ditangannya.


"Ayo ...Kita ke hotel, Acaranya mau dimulai "


Pinta Gio menyadarkan keduanya.


Mereka taklama pamit menuju hotel tempat


Berlangsungnya acara pernikahan dokter


Raffa digelar.


Dan rencananya Mereka akan menginap


Dihotel yang sama, Karena untuk pulang


Ke Rumah besar keluarga Rayhan yang


Masih ditempati Rangga, Dirinya belum


Sanggup.


"Kamu jangan khawatir Al, perwakilan dari


Rumah sakit hanya Paman Kenzo saja,


Bunda nggak akan hadir" Ucap Gio


menenangkan,


Namun ternyata semuanya salah, Saat


Dirinya sampai berbarengan dengan


Tamu yang tidak diduga, Kayla dan Seandra


Sama - sama turun dari mobil Mereka,


Bersamaan dengan Kaysha dan Gio serta

__ADS_1


Lisa yang turun.dari mobil Mereka.


Pandangan mata Mereka saling bertatapan,


Gio menggenggam tangan Kaysha erat,


Seolah ingin berkata semua akan baik


- baik saja.


"Teh....!" Lirih Kaysha,


Disatu sisi Ia sangat berdosa telah merenggut


Mimpi seorang Ibu pada Putranya, Namun


Nyatanya semua diluar kendalinya.


"Bagaimana kabarmu Nak...?" Tanya Kayla


Pada Gio.


"Al ... Alhamdulilah Kalian sehat ?" Sapa Seandra.


Ia berjongkok, Menghampiri Lisa.


"Cantik...Seperti wajah mendiang Rayhan


Nyata disini Al " Ucap Seandra memberi pene


kanan.


Seorang pengawal menghampiri, Memberikan


Sebuah hp yang tertinggal milik Tuannya.


Sedangkan Kayla mengusap wajah Putranya


pelan.


"Kita harus bicara !" Ujarnya pelan namun


Tegas, Ia memandang sekilas pada Kaysha.


Perhitungan Mereka sangat tepat, Kaysha


Dan Gio akan datang di Pernikahan adik


Rayhan, Ini kesempatan bagi Kayla untuk


bertemu dan berbicara dengan Putranya.


Semua foto beralih pada yang baru datang,


Keluarga Wijaya yang terlihat harmonis,


Karena Mereka datang hampir bersamaan,


Dan semuanya tidak mengira itu adalah


Seorang Kaysha Almira yang digandeng


Sang pewaris Karena Kaysha selalu menunduk,


Dan penampilannya pun kini telah berubah,


Ucapan selamat, Dan senyuman hangat


Mereka ucapkan pada sang mempelai.


Tak berlama - lama Mereka menyewa


Sebuah private room untuk obrolan.


Mereka supaya tidak terdengar Orang lain.


Dan Kaysla sudah mempersiapkan untuk


itu.


"Tak perlu basa - basi, Dan tak perlu Bunda


tanyakan bagaimana kabar Kalian ?


Hanya satu yang Bunda tanyakan, Kapan


Aa akan pulang ?" Tanya Kayla Ia sedikit


Menahan perasaan kecewanya.


Istrinya, Untung saja tadi Lisa dititip Rangga


Karena ada Azzam disana.


"Tolong tahan Ego Kalian, Bagaimanapun


Mereka Orang yang berharga untuk Kalian,


Jangan sampai Kalian menyesal disuatu


hari " Pesan Rangga terutama untuk adik


Iparnya.


Kaysha mencoba menahan perasaan


Juga, Karena ingat pesan Rangga pada


Mereka,


Gio menghela nafas perlahan,


Ia pun menggenggam tangan Istrinya


Erat.


"Aa tidak akan pernah pulang, Kalau memang


Bunda belum menerima keluarga Aa,


Untuk apa Aa pulang kalau hanya Aa sendiri,


Lagipula Aa sudah mendapatkan kebahagiaan


Aa sendiri, Maaf jika selama ini Aa membuat


Ayah dan Bunda serta keluarga besar kecewa"


Jawab Gio, Ia pun sama - sama menahan


perasaan seperti Kaysha.


Kini Seandra yang menarik nafas dalam,


Ibu dan Anak yang sama - sama keras,


"Sayang ... Bukalah hatimu untuk Mereka !"


Pinta Seandra, Ia hanya ingin yang terbaik


bagi Keluarganya.


"Al ...Kenapa Kamu nggak jujur dari awal,


Kalau Kalian punya hubungan itu, Sejak


Dulu, Tentu Teteh tidak akan kecewa, Dari


awal Kamu yang menginginkan suami


Seperti Ayah Irham, Dan Gio menuruti


Mimpimu tanpa bertanya pada Aku Bundanya,


Tanpa bertanya apa keinginan dan Mimpi


ku sebagai Bundanya Al " Lirih Kaysha.


Ia seakan menyudutkan Kaysha.


"Sayang ....Berhenti, Kamu akan menyakiti


Perasaan Mereka, Kumohon berhentilah"


Potong Seandra.


"Bunda tolong ...Aku yang salah disini "


Ucap Gio.


"Ya salahmu adalah Aa terlalu mencintai


Al, Aa terlalu buta akan cinta hingga Aa


lupa pada Kami A,...." Sambung Kaysha.

__ADS_1


"Al....Apa salah teteh Padamu, Berulang


kali teteh berpikir, Kenapa Kamu begitu


Kejam pada Teteh Al, Kamu mengambil


Kebahagiaan Teteh tanpa bertanya,


Maaf kali ini teteh Melukai lagi hatimu,


Kamu tahukan bagaimana hari - hari


Yang teteh lalui, Sementara Kalian Ter


tawa bahagia disana, Tanpa pernah


Kalian ingat teteh sedikit saja yang


Selalu rindu dengan Putranya, Selalu


Berdo' a semoga Putranya baik - baik


Saja, Namun Teteh kecewa karena Putra


Teteh tidak mempunyai rasa yang sama,


Dia lebih memilih melukai perasaan Ibunya


Sendiri daripada perasaan Istri tercintanya"


Ucapan lembut namun menusuk yang


keluar dari bibir Kayla membuat Kaysha


Bungkam menahan sejuta rasa didadanya.


"Bunda ... Berulang kali Gio meminta maaf,


Namun Bunda sendiri tidak perduli selama


Ini, Apa yang diinginkan Aa, Apa yang Aa


Sukai apa pernah Bunda bertanya,


Aa ini Seorang anak yang butuh cinta


Dan perhatian, Apa Bunda memberikan


nya selama ini, Maaf Bunda Aa minta


Cukup sampai disini jika Kita hanya


Saling menyakiti, ...Maafkan Kami,


Aa menjadi Putra yang Kurang berbakti


Sama Orang tua, Namun Aa selalu berdo'a


Dan berharap Kalian selalu sehat dan baik


- baik saja" Ucap Gio,


Kaysha berdiri dan mendekati Kayla,


Meraih tangannya lembut, Ia sangat rindu


Tangan ini membelainya dan merengkuh


Dalam pelukannya seperti dulu,


"Maafkan Al teh....Al tak kuasa menolak


Perasaan Seseorang untuk Al, Al tidak


Kuasa, Al tidak pernah bermaksud mengam


bil Aa, Namun Al tidak bisa menutup mata


Atas cinta Aa untuk Al, Maaf jika selama


ini Kami menyakiti hati Kalian, Beribu kali


Maaf Al ucapkan takkan mampu mengem


balikan mimpi Kalian yang telah hancur,


Maafkan Al teteh...Maaf !" Lirih Kaysha.


Kayla menutup mata,


"Maafkan teteh Al ...Beri teteh waktu,


Perasaan teteh yang kecewa belum bisa


menerimamu, Hati teteh belum bisa


Percaya jika Menantu teteh adalah Kamu,


Dengan segala masalalu Kamu...!" Lirih


Kayla.


"Sayang ....Kau menyakitinya !" Ucap


Seandra.


"Berhentilah....Cukup !" Sambungnya.


"Bunda cukup sampai disini, Aa takkan.


pernah kembali jika restumu belum ada


Untuk Kami, Aku takkan pernah bisa


Untuk meninggalkan Al apalagi kini,


Ia sedang mengandung ....." Ucap Gio


Ia berdiri meraih tangan Kaysha,


"A...Kalian....!" Ucap Kayla.


"Ya ...Anakku adalah cucu Kalian, Terlebih


Kalian akan menerimanya atau tidak "


Ucap Gio, Ia pamit seraya menggandeng


Kaysha keluar dari ruangan itu.


Tinggallah Kayla yang terisak.


"Puas Kamu Sayang ....!" Nada Seandra


kecewa.


"Bukankah sudah ada Gia dan Zen yang


mengurus perusahaanmu" Ucap Seandra


Nada kecewa masih jelas dalam Suaranya.


"Apa Kamu oernah berfikir jika Ibu Al.


Akan bebas beserta anak buah Ayahnya


Yang tersisa, Aku tidak ingin Gio meninggal


Seperti Rayhan Mas,...Aku hanya takut,


Aku kehilangan Putraku, Mas" lirih Kayla


Sendu.


"Sudah hapus airmatamu, Kamu jangan


Khawatir itu sudah Kami atur, Kamu lupa


Ada Kami, Kamipun takkan tinggal diam


Sayang... Sekarang tinggal buka hatimu,


Beri restu pada Mereka, Dan Do' akan


Mereka supaya bahagia, Mereka tidak


bersalah " Ucap Seandra.


"Percayalah Padaku !" Pinta Seandra


***********************************************


**Bersambung


**Please like or comment, 🙏

__ADS_1


Selamat pagi .. Wilujeng ngopi dan selamat beraktifitas 🙏😘


__ADS_2