
"Al...Kamu nggak Pa - pa ?" Tanya Gio.
Sesaat Ia terpaku, Mata yang basah hendak
Jatuh berhamburan, Rasa yang selalu mem
Buat dada Kaysha sesak, Ia menaburkan
bunga secara perlahan, Mengusap bulir hujan
Bekas semalam perlahan diusapnya lembut
Batu nisan itu, Tak dapat terkatakan bagai
mana hatinya saat ini, Jari tangan yang geme
tar, seraya bibir yang terus bergerak menitip
Do' a pada yang kuasa, Tak ada kata dan tidak
ada suara, Ia menahan semua rasanya didalam
Dadanya, Ia tidak ingin terlalu menampilkan
Semua rasa dihatinya Karena pada dasarnya
Kini ada hati yang harus Ia jaga.
Namun takurung bahunya bergetar menahan
asa yang bertumpuk dalam dadanya, Ia mengu
sap pucuk rambut Putrinya pelan,
"Maaf ....Aku tak bisa menahan air mataku,
maafkan Aku A..." Lirihnya, Didada Gio,
Tanpakata Gio mengusap pelan bahu
Sang Istri yang direngkuhnya,
"Ayah ...Kami pulang dulu, Ayah yang tenang
Dan bahagia, Lisa akan jadi anak yang Sholeh
Dan nurut sama Ibu sama Papa, Ayah jangan
Khawatir ya...!" Pamit Lisa mengusap batu
Nisan sang Ayah.
Kaysha hanya menarik nafas pelan, Sebelum
Mereka pergi,
"Assalamualaikum Sayang ...Aku akan bahagia
Sepeninggalmu, Walau sulit terasa namun
Aku akan berusaha " Pamitnya lirih tak Ter
ucap, Ia menahan sakit didadanya ketika
Akan beranjak.
Kemudian Mereka pergi melihat rumah
minimalis berlantai dua yang dulu sempat
Ia tinggali dengan sang Suami, Ini akan
Jadi rumah Putrinya Lisa kelak.
"Aku belum sanggup untuk masuk A...,
Aku belum sanggup...!!" Lirihnya pilu.
"Baiklah Lisa nanti jika Ibu sudah sanggup
untuk masuk Kita akan masuk" Ujar Gio.
Namun melihat Lisa yang sedikit cemberut,
Kaysha mengalah, Ia menuntun Lisa masuk.
Rumah itu terawat karena ada yang selalu
mengurusnya baik,
"Neng Al... Pulang ?"Ujar Bik Sumi asisten
rumah tangganya dulu dan sekarang masih
Bekerja mengurus rumah ini karena rumah
nya yang dekat dengan Rumah Kaysha dan
Almarhum Rayhan jadi Ia bisa leluasa ke
mari,
"Neng Lisa sudah besar ...Mirip Almarhum,
Baru kali ini ketemu ternyata betul yang
Diomongin Den Rangga sama Den Raffa,
Walaupun perempuan mirip banget sama
Ayahnya, Ituteh bukti kalo den Rayhan teh
Sangat cinta sama istrinya " Seloroh Bik
Sumi.
Namun Ia menutup mulut saat Ia melihat
Gio disisi Kaysha dan Lisa.
"Waduh...Maafkan Bibi tidak sopan " Ucap
Bik sumi.
"Nggak Pa - pa, Saya ngerti kok " jawab
Gio.
Kaysha tertegun tidak ada yang berubah,
Foto - foto masih tergantung disana,
Semuanya sesuai dengan letaknya sedari
awal,
Gio melirik jam ditangannya.
"Ayo ...Kita ke hotel, Acaranya mau dimulai "
Pinta Gio menyadarkan keduanya.
Mereka taklama pamit menuju hotel tempat
Berlangsungnya acara pernikahan dokter
Raffa digelar.
Dan rencananya Mereka akan menginap
Dihotel yang sama, Karena untuk pulang
Ke Rumah besar keluarga Rayhan yang
Masih ditempati Rangga, Dirinya belum
Sanggup.
"Kamu jangan khawatir Al, perwakilan dari
Rumah sakit hanya Paman Kenzo saja,
Bunda nggak akan hadir" Ucap Gio
menenangkan,
Namun ternyata semuanya salah, Saat
Dirinya sampai berbarengan dengan
Tamu yang tidak diduga, Kayla dan Seandra
Sama - sama turun dari mobil Mereka,
Bersamaan dengan Kaysha dan Gio serta
__ADS_1
Lisa yang turun.dari mobil Mereka.
Pandangan mata Mereka saling bertatapan,
Gio menggenggam tangan Kaysha erat,
Seolah ingin berkata semua akan baik
- baik saja.
"Teh....!" Lirih Kaysha,
Disatu sisi Ia sangat berdosa telah merenggut
Mimpi seorang Ibu pada Putranya, Namun
Nyatanya semua diluar kendalinya.
"Bagaimana kabarmu Nak...?" Tanya Kayla
Pada Gio.
"Al ... Alhamdulilah Kalian sehat ?" Sapa Seandra.
Ia berjongkok, Menghampiri Lisa.
"Cantik...Seperti wajah mendiang Rayhan
Nyata disini Al " Ucap Seandra memberi pene
kanan.
Seorang pengawal menghampiri, Memberikan
Sebuah hp yang tertinggal milik Tuannya.
Sedangkan Kayla mengusap wajah Putranya
pelan.
"Kita harus bicara !" Ujarnya pelan namun
Tegas, Ia memandang sekilas pada Kaysha.
Perhitungan Mereka sangat tepat, Kaysha
Dan Gio akan datang di Pernikahan adik
Rayhan, Ini kesempatan bagi Kayla untuk
bertemu dan berbicara dengan Putranya.
Semua foto beralih pada yang baru datang,
Keluarga Wijaya yang terlihat harmonis,
Karena Mereka datang hampir bersamaan,
Dan semuanya tidak mengira itu adalah
Seorang Kaysha Almira yang digandeng
Sang pewaris Karena Kaysha selalu menunduk,
Dan penampilannya pun kini telah berubah,
Ucapan selamat, Dan senyuman hangat
Mereka ucapkan pada sang mempelai.
Tak berlama - lama Mereka menyewa
Sebuah private room untuk obrolan.
Mereka supaya tidak terdengar Orang lain.
Dan Kaysla sudah mempersiapkan untuk
itu.
"Tak perlu basa - basi, Dan tak perlu Bunda
tanyakan bagaimana kabar Kalian ?
Hanya satu yang Bunda tanyakan, Kapan
Aa akan pulang ?" Tanya Kayla Ia sedikit
Menahan perasaan kecewanya.
Istrinya, Untung saja tadi Lisa dititip Rangga
Karena ada Azzam disana.
"Tolong tahan Ego Kalian, Bagaimanapun
Mereka Orang yang berharga untuk Kalian,
Jangan sampai Kalian menyesal disuatu
hari " Pesan Rangga terutama untuk adik
Iparnya.
Kaysha mencoba menahan perasaan
Juga, Karena ingat pesan Rangga pada
Mereka,
Gio menghela nafas perlahan,
Ia pun menggenggam tangan Istrinya
Erat.
"Aa tidak akan pernah pulang, Kalau memang
Bunda belum menerima keluarga Aa,
Untuk apa Aa pulang kalau hanya Aa sendiri,
Lagipula Aa sudah mendapatkan kebahagiaan
Aa sendiri, Maaf jika selama ini Aa membuat
Ayah dan Bunda serta keluarga besar kecewa"
Jawab Gio, Ia pun sama - sama menahan
perasaan seperti Kaysha.
Kini Seandra yang menarik nafas dalam,
Ibu dan Anak yang sama - sama keras,
"Sayang ... Bukalah hatimu untuk Mereka !"
Pinta Seandra, Ia hanya ingin yang terbaik
bagi Keluarganya.
"Al ...Kenapa Kamu nggak jujur dari awal,
Kalau Kalian punya hubungan itu, Sejak
Dulu, Tentu Teteh tidak akan kecewa, Dari
awal Kamu yang menginginkan suami
Seperti Ayah Irham, Dan Gio menuruti
Mimpimu tanpa bertanya pada Aku Bundanya,
Tanpa bertanya apa keinginan dan Mimpi
ku sebagai Bundanya Al " Lirih Kaysha.
Ia seakan menyudutkan Kaysha.
"Sayang ....Berhenti, Kamu akan menyakiti
Perasaan Mereka, Kumohon berhentilah"
Potong Seandra.
"Bunda tolong ...Aku yang salah disini "
Ucap Gio.
"Ya salahmu adalah Aa terlalu mencintai
Al, Aa terlalu buta akan cinta hingga Aa
lupa pada Kami A,...." Sambung Kaysha.
__ADS_1
"Al....Apa salah teteh Padamu, Berulang
kali teteh berpikir, Kenapa Kamu begitu
Kejam pada Teteh Al, Kamu mengambil
Kebahagiaan Teteh tanpa bertanya,
Maaf kali ini teteh Melukai lagi hatimu,
Kamu tahukan bagaimana hari - hari
Yang teteh lalui, Sementara Kalian Ter
tawa bahagia disana, Tanpa pernah
Kalian ingat teteh sedikit saja yang
Selalu rindu dengan Putranya, Selalu
Berdo' a semoga Putranya baik - baik
Saja, Namun Teteh kecewa karena Putra
Teteh tidak mempunyai rasa yang sama,
Dia lebih memilih melukai perasaan Ibunya
Sendiri daripada perasaan Istri tercintanya"
Ucapan lembut namun menusuk yang
keluar dari bibir Kayla membuat Kaysha
Bungkam menahan sejuta rasa didadanya.
"Bunda ... Berulang kali Gio meminta maaf,
Namun Bunda sendiri tidak perduli selama
Ini, Apa yang diinginkan Aa, Apa yang Aa
Sukai apa pernah Bunda bertanya,
Aa ini Seorang anak yang butuh cinta
Dan perhatian, Apa Bunda memberikan
nya selama ini, Maaf Bunda Aa minta
Cukup sampai disini jika Kita hanya
Saling menyakiti, ...Maafkan Kami,
Aa menjadi Putra yang Kurang berbakti
Sama Orang tua, Namun Aa selalu berdo'a
Dan berharap Kalian selalu sehat dan baik
- baik saja" Ucap Gio,
Kaysha berdiri dan mendekati Kayla,
Meraih tangannya lembut, Ia sangat rindu
Tangan ini membelainya dan merengkuh
Dalam pelukannya seperti dulu,
"Maafkan Al teh....Al tak kuasa menolak
Perasaan Seseorang untuk Al, Al tidak
Kuasa, Al tidak pernah bermaksud mengam
bil Aa, Namun Al tidak bisa menutup mata
Atas cinta Aa untuk Al, Maaf jika selama
ini Kami menyakiti hati Kalian, Beribu kali
Maaf Al ucapkan takkan mampu mengem
balikan mimpi Kalian yang telah hancur,
Maafkan Al teteh...Maaf !" Lirih Kaysha.
Kayla menutup mata,
"Maafkan teteh Al ...Beri teteh waktu,
Perasaan teteh yang kecewa belum bisa
menerimamu, Hati teteh belum bisa
Percaya jika Menantu teteh adalah Kamu,
Dengan segala masalalu Kamu...!" Lirih
Kayla.
"Sayang ....Kau menyakitinya !" Ucap
Seandra.
"Berhentilah....Cukup !" Sambungnya.
"Bunda cukup sampai disini, Aa takkan.
pernah kembali jika restumu belum ada
Untuk Kami, Aku takkan pernah bisa
Untuk meninggalkan Al apalagi kini,
Ia sedang mengandung ....." Ucap Gio
Ia berdiri meraih tangan Kaysha,
"A...Kalian....!" Ucap Kayla.
"Ya ...Anakku adalah cucu Kalian, Terlebih
Kalian akan menerimanya atau tidak "
Ucap Gio, Ia pamit seraya menggandeng
Kaysha keluar dari ruangan itu.
Tinggallah Kayla yang terisak.
"Puas Kamu Sayang ....!" Nada Seandra
kecewa.
"Bukankah sudah ada Gia dan Zen yang
mengurus perusahaanmu" Ucap Seandra
Nada kecewa masih jelas dalam Suaranya.
"Apa Kamu oernah berfikir jika Ibu Al.
Akan bebas beserta anak buah Ayahnya
Yang tersisa, Aku tidak ingin Gio meninggal
Seperti Rayhan Mas,...Aku hanya takut,
Aku kehilangan Putraku, Mas" lirih Kayla
Sendu.
"Sudah hapus airmatamu, Kamu jangan
Khawatir itu sudah Kami atur, Kamu lupa
Ada Kami, Kamipun takkan tinggal diam
Sayang... Sekarang tinggal buka hatimu,
Beri restu pada Mereka, Dan Do' akan
Mereka supaya bahagia, Mereka tidak
bersalah " Ucap Seandra.
"Percayalah Padaku !" Pinta Seandra
***********************************************
**Bersambung
**Please like or comment, 🙏
__ADS_1
Selamat pagi .. Wilujeng ngopi dan selamat beraktifitas 🙏😘