
"Kalian dimana ?" Teriak Kaysha
"Al...Satu hal yang Aku pinta Apapun yang
terjadi jangan pernah menyalahkan
Dirimu lagi, Kamu berhak bahagia Al ...!"
Lirih Gio dengan nafas yang tersengal-sengal
"A...Tolong katakan Padaku, ..Aa dimana?"
Isak Kaysha.
Namun hening tidak ada jawaban,
"Aa...Dimana ?" Teriak Kaysha.
"A...." Terdengar telfon ditutup.
Kaysha mencoba menghubungi Gio lagi
namun tidak dapat dihubungi, Ia mencoba
Menelfon Suaminya Rayhan namun hal yang
Sama hanya suara operator yang terdengar.
"Bang Ray ...Apa yang terjadi dengan Kalian
kok perasaanku tidak enak, Kumohon Bang
Kabari Aku !" Isaknya tertahan.
"Ah..." Pecahan gelas mengenai kakinya.
"Tok ...Tok ...tok .!" Terdengar pintu diketuk
"Al ada apa ? Kamu baik - baik saja bukan ?"
Tanya Rangga.
"Ceklek !" Taklama pintu terbuka,
"Bang Rangga punya obat merah nggak
sama plester ?" Tanya Kaysha.
"Ada dikotak obat, Buat apa Al ?"
Tanya Rangga.
Kaysha menunjukkan kakinya yang ber
darah terkena pecahan beling.
"Ya Allah Kamu kenapa sih Al?" Tanya
Rangga khawatir, Ia buru - buru mengambil
kotak obat,
"Duduk sini Al !" Titahnya.
"Nggak Bang terima kasih ..Biar Al sendiri
saja " Ujar Kaysha merasa tidak enak.
"Sini biar Abang obatin " Ucap Rangga.
Ia meraih kaki Kaysha, Membersihkannya
Perlahan.
"Kalau sakit tahan sebentar ya !" Titah
Rangga.
Taklama Ia mengobati dan memberi perban
sedikit,
"Terima kasih Bang ..!" Ucap Kaysha
"Udah nggak pa - pa, " Ujar Rangga.
Ia menaruh kotak obat sekaligus mengambil
Sapu.
"Tunggu Kamu disini, Abang masuk bekas
nya belum sempat dibersihkan bukan,
Abang takut Kaki Kamu terluka lagi,
Nanti kalau suamimu tahu Ia bisa marah
Sama Abang Al " Ucap Rangga.
"Maaf Abang masuk ya !" Sambungnya
'Iya Bang Silahkan...Dan terima kasih "
Ucap Kaysha
Rangga hanya mengangguk, Ia masuk
kedalam kamar Rayhan karena khawatir
Jika tidak dibersihkan akan terinjak lagi
Oleh Kaki Kaysha.
"Nah sudah selesai, Tidurlah kembali
nanti Kamu sakit !" Titah Rangga.
Kayshapun menurut dengan perlahan
Ia kembali ke kamarnya setelah mengu
capkan terima kasih untuk Rangga.
Ia berbaring dengan hp disisinya, Semoga
ada kabar lagi baik dari Rayhan ataupun
Gio Ia berharap Semuanya baik - baik saja.
Karena terlalu letih dan banyak pikiran Ia
Tertidur sebentar.
"Al....Abang pulang, Abang kangen Kamu
Si juno juga nyariin kandangnya terus
tuh nggak tahan katanya "Goda Rayhan
Kerlingan matanya nakal menggoda Kaysha.
"Yeey segitunya, Abang mau dimandiin
Sekarang?" Tanya Kaysha.
"Nggak ah dingin ... Sekarang hanya ingin
__ADS_1
meluk Kamu Al " Ucapnya,
Rayhan memeluknya erat,
"Aku hanya ingin selalu bersamamu,
Menemani tidurmu, Dan mengisi hari - hari
Indah itu selamanya Al, ...
Ketika bangun nanti jika Kamu mendapat
Kesedihan, Tersenyumlah Karena Aku
ingin Kamu selalu tersenyum dan berba
hagia " Lirihnya sendu.
Ia menoleh ...
"Bang Ray ...Kenapa wajahmu pucat apa yang
terjadi?" Tanya Kaysha serak.
"Tidak apa - apa, Aku ganya ingin tertidur Sera
ya memelukmu, " Ucapnya pelan.
"Peluk Aku Al...Dingiiin !" Pintanya.
Kaysha tersenyum, Ia meraih tubuh Rayhan
Dan memeluknya erat, Kini Rayhan sedikit
membungkuk mendusel wajahnya di dada
Kaysha, Diatas aset dua gunung kembar milik
Kaysha yang jadi kebiasaannya sekarang.
Terasa hangat Mereka tidur berpelukan
namun ...
Kaysha termenung rupanya Ia hanya bermim
Pi Rayhan pulang.
Ia terpekur sendirian, Ia merasakan ada
Hal aneh...Ia berfirasat Suaminya dan
Gio sedang tidak baik - baik saja.
Jantungnya berdebar hebat, Dan Ia
merasakan hal aneh.
"Tuhan jagalah Mereka Untukku, Semoga
Mereka baik - baik saja, Dan Kembali
dengan selamat tidak berkurang suatu
Apapun "Lirihnya dalam do'a.
*****
"Azzam makan dulu yuk ...!" Ajak Kaysha
Entah Kenapa hari ini Azzam susah untuk
Makan.
"Bental Buna...Pive minutes ...!" Ujarnya
"Ayolah Sayaang ...Mau ya ?" Bujuk Kaysha.
"No ...Buna bental lagih " Kekeuh Azzam.
"Sayang dari tadi bentar lagi, ..Nanti makanan
nya Buna kasiin tikus biar kenyang " Ujar
Kaysha.
"Iya Buna ...Bial tikusnya gemuk Ndak kulus
lagi, Gemuk kayak Katty Buna" Jawab
Azzam dan itu membuat Kaysha semakin
gemas.
"Ada apa Al ?" Tanya Rangga yang hendak
berangkat, Ia hendak memakai sepatunya
"Ini Bang ...Azzam susah makan, Nanti
makanannya keburu dingin nggak enak "
Sahut Kaysha.
Terlihat Rangga menghampiri Putranya.
"Azzam Anak Ayah , ..Denger nggak permin
taan Buna ?" Tanya Rangga pada putranya.
"Culuh Azzam ma'em ...." Jawab Azzam.
"Terus Azzam mau ?" Tanya Rangga.
Azzam hanya menggeleng.
"Itu buat Buna sedih, ...Mau Buna Azzam
sedih ?" Tanya Rangga lembut.
Azzam kembali menggeleng.
"Nah Ayo Jagoan Ayah makan, Biar Buna
Azzam nggak sedih " Pinta Rangga.
Azzam mengangguk, Ia memberi kode
pada Kaysha supaya menyuapi Azzam .
"Tapi Toton Tivi ya Yah...!" Ujar Azzam
bernegosiasi pada sang Ayah.
Rangga menghela nafas, Ia mengambil
remot TV, Namun alangkah terkejutnya
Mereka saat melihat sebuah berita
Penangkapan pemimpin penjahat kelas
Internasional yang bersembunyi di sebuah
Pulau di Indonesia, Pemimpinnya berhasil
Ditembak dan tewas ditempat, Sedangkan
__ADS_1
Yang lain berhasil dilumpuhkan,
Operasi ini adalah gabungan beberapa
Instansi, Namun sayangnya tidak sedikit
Personil yang terluka ketika adu tembak.
Piring makanan yang dibawa Kaysha jatuh
kelantai, Saat Ia melihat sekilas wajah Rayhan
Yang sedang ditandu dan hendak dibawa
Oleh sebuah helikopter .
"Bang Ray...!" Bibirnya bergetar.
"Al ..." Ujar Rangga Iapun kaget saat melihat
berita tadi di televisi.
"Semalam telfon bang Ray tidak aktif,
Coba Abang telfon kantornya " Pinta Kaysha
bergetar.
Ia memeluk Azzam karena tadi Iapun tidak
Sengaja melihat Wajah papanya Rayhan.
"Buna....Papa..!"Lirihnya.
"Enggak Sayang ....Papa baik - baik saja !"
Ucap Kaysha pada Azzam, Ia memeluk tubuh
mungil itu.
Taklama Rangga mengambil hp nya,
Dan Ia berbicara ditelfon, Ia sibuk menelepon.
"Al Rayhan dan Gio terluka parah, Mereka
hendak memindahkannya ke Rumah sakit
Pusat milik Keluargamu, " Ujar Rangga sete
lah berapa lama.
"Ini atas permintaan Keluargamu Al namun
Dengan pengawalan yang ketat, Karena
Takut insiden itu berbuntut panjang karena
kemungkinan masih ada Anak buahnya yang
masih tersisa ditempat lain" Ucap Rangga.
"Kita tunggu kabar dari Mereka Al "
Ucap Rangga.
Kaysha berdiri Ia hendak berjalan menuju
Pintu dua Orang tersayangnya kini terluka,
seperti Orang linglung, ...
"Mau kemana Al...?" Tanya Rangga.
"Aku mau melihat Aa sama Bang Ray,
Aku takut mereka kenapa - napa Bang "
Lirih Kaysha bergetar.
"Al tapi bukan begini,...Kamu harus tenang
dulu ..!" Pinta Rangga.
"Tapii...Aku takut Bang " Ucap Kaysha.
"Kita Pergi, Azzam kita titip sama Bik
Siti karena tidak baik bawa Azzam ke
Rumah sakit " Ujar Rangga.
Setelah membujuk Azzam, Dan menitip
kannya pada Bik Siti Mereka pergi menuju
Rumah sakit pusat milik Keluarga Wijaya.
Rangga menelfon Raffa untuk menitip
kan Azzam jika Mereka tidak bisa kem
bali secepatnya.
"Bertahanlah Ray ..Kamu kuat !" Do'a Rangga.
"Bang pelan ini jalan tol !" Kaysha mengingat
kan.
Butuh waktu beberapa jam itupun belum
terhalang kemacetan dijalan Raya, Hingga
Mereka sampai di Rumah sakit Pusat milik
Keluarga Wijaya.
Ketika memasuki lobi semua Karyawan
Yang mengenal Kaysha seorang putri
Bungsu dari seorang Kinara yang masih
Memiliki saham terbesar kedua setelah
Kevin atas kepemilikan Rumah sakit ini
Tentunya Membungkukan tubuhnya.
Mereka menunjukan lantai dimana Gio
Dan Rayhan dirawat.
Karena lantai ini khusus untuk anggota
keluarga yang dirawat saja.
Kaysha melihat Seseorang yang Ia kenal.
"Mbak Gia !" Panggil Kaysha.
"Al ..!"Ia menoleh
**************************************************
**Bersambung
__ADS_1
**please like or comment 🙏😘