Hujan September

Hujan September
*Episode 30


__ADS_3

"Kalian dimana ?" Teriak Kaysha


"Al...Satu hal yang Aku pinta Apapun yang


terjadi jangan pernah menyalahkan


Dirimu lagi, Kamu berhak bahagia Al ...!"


Lirih Gio dengan nafas yang tersengal-sengal


"A...Tolong katakan Padaku, ..Aa dimana?"


Isak Kaysha.


Namun hening tidak ada jawaban,


"Aa...Dimana ?" Teriak Kaysha.


"A...." Terdengar telfon ditutup.


Kaysha mencoba menghubungi Gio lagi


namun tidak dapat dihubungi, Ia mencoba


Menelfon Suaminya Rayhan namun hal yang


Sama hanya suara operator yang terdengar.


"Bang Ray ...Apa yang terjadi dengan Kalian


kok perasaanku tidak enak, Kumohon Bang


Kabari Aku !" Isaknya tertahan.


"Ah..." Pecahan gelas mengenai kakinya.


"Tok ...Tok ...tok .!" Terdengar pintu diketuk


"Al ada apa ? Kamu baik - baik saja bukan ?"


Tanya Rangga.


"Ceklek !" Taklama pintu terbuka,


"Bang Rangga punya obat merah nggak


sama plester ?" Tanya Kaysha.


"Ada dikotak obat, Buat apa Al ?"


Tanya Rangga.


Kaysha menunjukkan kakinya yang ber


darah terkena pecahan beling.


"Ya Allah Kamu kenapa sih Al?" Tanya


Rangga khawatir, Ia buru - buru mengambil


kotak obat,


"Duduk sini Al !" Titahnya.


"Nggak Bang terima kasih ..Biar Al sendiri


saja " Ujar Kaysha merasa tidak enak.


"Sini biar Abang obatin " Ucap Rangga.


Ia meraih kaki Kaysha, Membersihkannya


Perlahan.


"Kalau sakit tahan sebentar ya !" Titah


Rangga.


Taklama Ia mengobati dan memberi perban


sedikit,


"Terima kasih Bang ..!" Ucap Kaysha


"Udah nggak pa - pa, " Ujar Rangga.


Ia menaruh kotak obat sekaligus mengambil


Sapu.


"Tunggu Kamu disini, Abang masuk bekas


nya belum sempat dibersihkan bukan,


Abang takut Kaki Kamu terluka lagi,


Nanti kalau suamimu tahu Ia bisa marah


Sama Abang Al " Ucap Rangga.


"Maaf Abang masuk ya !" Sambungnya


'Iya Bang Silahkan...Dan terima kasih "


Ucap Kaysha


Rangga hanya mengangguk, Ia masuk


kedalam kamar Rayhan karena khawatir


Jika tidak dibersihkan akan terinjak lagi


Oleh Kaki Kaysha.


"Nah sudah selesai, Tidurlah kembali


nanti Kamu sakit !" Titah Rangga.


Kayshapun menurut dengan perlahan


Ia kembali ke kamarnya setelah mengu


capkan terima kasih untuk Rangga.


Ia berbaring dengan hp disisinya, Semoga


ada kabar lagi baik dari Rayhan ataupun


Gio Ia berharap Semuanya baik - baik saja.


Karena terlalu letih dan banyak pikiran Ia


Tertidur sebentar.


"Al....Abang pulang, Abang kangen Kamu


Si juno juga nyariin kandangnya terus


tuh nggak tahan katanya "Goda Rayhan


Kerlingan matanya nakal menggoda Kaysha.


"Yeey segitunya, Abang mau dimandiin


Sekarang?" Tanya Kaysha.


"Nggak ah dingin ... Sekarang hanya ingin

__ADS_1


meluk Kamu Al " Ucapnya,


Rayhan memeluknya erat,


"Aku hanya ingin selalu bersamamu,


Menemani tidurmu, Dan mengisi hari - hari


Indah itu selamanya Al, ...


Ketika bangun nanti jika Kamu mendapat


Kesedihan, Tersenyumlah Karena Aku


ingin Kamu selalu tersenyum dan berba


hagia " Lirihnya sendu.


Ia menoleh ...


"Bang Ray ...Kenapa wajahmu pucat apa yang


terjadi?" Tanya Kaysha serak.


"Tidak apa - apa, Aku ganya ingin tertidur Sera


ya memelukmu, " Ucapnya pelan.


"Peluk Aku Al...Dingiiin !" Pintanya.


Kaysha tersenyum, Ia meraih tubuh Rayhan


Dan memeluknya erat, Kini Rayhan sedikit


membungkuk mendusel wajahnya di dada


Kaysha, Diatas aset dua gunung kembar milik


Kaysha yang jadi kebiasaannya sekarang.


Terasa hangat Mereka tidur berpelukan


namun ...


Kaysha termenung rupanya Ia hanya bermim


Pi Rayhan pulang.


Ia terpekur sendirian, Ia merasakan ada


Hal aneh...Ia berfirasat Suaminya dan


Gio sedang tidak baik - baik saja.


Jantungnya berdebar hebat, Dan Ia


merasakan hal aneh.


"Tuhan jagalah Mereka Untukku, Semoga


Mereka baik - baik saja, Dan Kembali


dengan selamat tidak berkurang suatu


Apapun "Lirihnya dalam do'a.


*****


"Azzam makan dulu yuk ...!" Ajak Kaysha


Entah Kenapa hari ini Azzam susah untuk


Makan.


"Bental Buna...Pive minutes ...!" Ujarnya


"Ayolah Sayaang ...Mau ya ?" Bujuk Kaysha.


"No ...Buna bental lagih " Kekeuh Azzam.


"Sayang dari tadi bentar lagi, ..Nanti makanan


nya Buna kasiin tikus biar kenyang " Ujar


Kaysha.


"Iya Buna ...Bial tikusnya gemuk Ndak kulus


lagi, Gemuk kayak Katty Buna" Jawab


Azzam dan itu membuat Kaysha semakin


gemas.


"Ada apa Al ?" Tanya Rangga yang hendak


berangkat, Ia hendak memakai sepatunya


"Ini Bang ...Azzam susah makan, Nanti


makanannya keburu dingin nggak enak "


Sahut Kaysha.


Terlihat Rangga menghampiri Putranya.


"Azzam Anak Ayah , ..Denger nggak permin


taan Buna ?" Tanya Rangga pada putranya.


"Culuh Azzam ma'em ...." Jawab Azzam.


"Terus Azzam mau ?" Tanya Rangga.


Azzam hanya menggeleng.


"Itu buat Buna sedih, ...Mau Buna Azzam


sedih ?" Tanya Rangga lembut.


Azzam kembali menggeleng.


"Nah Ayo Jagoan Ayah makan, Biar Buna


Azzam nggak sedih " Pinta Rangga.


Azzam mengangguk, Ia memberi kode


pada Kaysha supaya menyuapi Azzam .


"Tapi Toton Tivi ya Yah...!" Ujar Azzam


bernegosiasi pada sang Ayah.


Rangga menghela nafas, Ia mengambil


remot TV, Namun alangkah terkejutnya


Mereka saat melihat sebuah berita


Penangkapan pemimpin penjahat kelas


Internasional yang bersembunyi di sebuah


Pulau di Indonesia, Pemimpinnya berhasil


Ditembak dan tewas ditempat, Sedangkan

__ADS_1


Yang lain berhasil dilumpuhkan,


Operasi ini adalah gabungan beberapa


Instansi, Namun sayangnya tidak sedikit


Personil yang terluka ketika adu tembak.


Piring makanan yang dibawa Kaysha jatuh


kelantai, Saat Ia melihat sekilas wajah Rayhan


Yang sedang ditandu dan hendak dibawa


Oleh sebuah helikopter .


"Bang Ray...!" Bibirnya bergetar.


"Al ..." Ujar Rangga Iapun kaget saat melihat


berita tadi di televisi.


"Semalam telfon bang Ray tidak aktif,


Coba Abang telfon kantornya " Pinta Kaysha


bergetar.


Ia memeluk Azzam karena tadi Iapun tidak


Sengaja melihat Wajah papanya Rayhan.


"Buna....Papa..!"Lirihnya.


"Enggak Sayang ....Papa baik - baik saja !"


Ucap Kaysha pada Azzam, Ia memeluk tubuh


mungil itu.


Taklama Rangga mengambil hp nya,


Dan Ia berbicara ditelfon, Ia sibuk menelepon.


"Al Rayhan dan Gio terluka parah, Mereka


hendak memindahkannya ke Rumah sakit


Pusat milik Keluargamu, " Ujar Rangga sete


lah berapa lama.


"Ini atas permintaan Keluargamu Al namun


Dengan pengawalan yang ketat, Karena


Takut insiden itu berbuntut panjang karena


kemungkinan masih ada Anak buahnya yang


masih tersisa ditempat lain" Ucap Rangga.


"Kita tunggu kabar dari Mereka Al "


Ucap Rangga.


Kaysha berdiri Ia hendak berjalan menuju


Pintu dua Orang tersayangnya kini terluka,


seperti Orang linglung, ...


"Mau kemana Al...?" Tanya Rangga.


"Aku mau melihat Aa sama Bang Ray,


Aku takut mereka kenapa - napa Bang "


Lirih Kaysha bergetar.


"Al tapi bukan begini,...Kamu harus tenang


dulu ..!" Pinta Rangga.


"Tapii...Aku takut Bang " Ucap Kaysha.


"Kita Pergi, Azzam kita titip sama Bik


Siti karena tidak baik bawa Azzam ke


Rumah sakit " Ujar Rangga.


Setelah membujuk Azzam, Dan menitip


kannya pada Bik Siti Mereka pergi menuju


Rumah sakit pusat milik Keluarga Wijaya.


Rangga menelfon Raffa untuk menitip


kan Azzam jika Mereka tidak bisa kem


bali secepatnya.


"Bertahanlah Ray ..Kamu kuat !" Do'a Rangga.


"Bang pelan ini jalan tol !" Kaysha mengingat


kan.


Butuh waktu beberapa jam itupun belum


terhalang kemacetan dijalan Raya, Hingga


Mereka sampai di Rumah sakit Pusat milik


Keluarga Wijaya.


Ketika memasuki lobi semua Karyawan


Yang mengenal Kaysha seorang putri


Bungsu dari seorang Kinara yang masih


Memiliki saham terbesar kedua setelah


Kevin atas kepemilikan Rumah sakit ini


Tentunya Membungkukan tubuhnya.


Mereka menunjukan lantai dimana Gio


Dan Rayhan dirawat.


Karena lantai ini khusus untuk anggota


keluarga yang dirawat saja.


Kaysha melihat Seseorang yang Ia kenal.


"Mbak Gia !" Panggil Kaysha.


"Al ..!"Ia menoleh


**************************************************


**Bersambung

__ADS_1


**please like or comment 🙏😘


__ADS_2