
"Al...Panggil Aku Aa, Usiaku lebih tua
Darimu Al..., " Terdengar tawa Gio
Hujan turun rintik - rintik, Ia memegang
Jemari Kaysha lembut, Berjalan beriringan
Menerobos air hujan yang terus turun.
Perlahan bayangan itu menghilang, Ia
Pergi meninggalkan Kaysha seorang diri.
"Aa...!"Lirihnya sendu, Ia mengerjapkan
Mata, Bau minyak telon bercampur bedak
Bayi tercium dihidungnya, Lembut dan
Menenangkan.
"Azzam..!"Ia baru tersadar tidur seraya
memeluk Azzam.
Terlihat bocah tampan itu terlelap sangat
Tenang dipelukannya,
Taklama pintu terbuka, Seorang Suster mem
bawa makanan untuk Azzam.
"Wah ...Ibunya Azzam sudah datang ya?"
Sapa sang suster seraya memeriksa cairan
Infus yang kebetulan habis dan mengganti
nya.
"Pantesan Nyenyak tidurnya, Dipeluk Ibunya
Sih tadi malem nangis terus" Ucap suster.
Kaysha tidak menjawab apapun, Ia hanya
tersenyum seraya mengangguk.
Taklama Suster itu pergi setelah memberi
obat yang disuntikkan ke selang infus.
Kaysha bangun perlahan, Namun pergerakan
Kaysha rupanya membangunkan Azzam.
"Buna....!" Panggilnya serak khas bangun
tidur.
"Ya sayang mau minum ?" Tawar Kaysha.
Azzam hanya mengangguk, Taklama
Kaysha bangkit turun dari tempat tidur
Azzam, Ia meraih gelas air minum kemu
dian membantu Azzam untuk minum.
"Sekalian Azzam makan dulu ya!"Pinta
Kaysha lembut,
"Tuapin ya ...Buna!" Pintanya,
Kaysha tersenyum gemas melihat Azzam,
Ia menjawil hidung mancung milik Azzam.
"Siaap Bos!" Jawab Kaysha terkikik,
Ia mulai menyuapi Azzam setelah memban
tunya untuk bangkit duduk.
"Siap - siap putra mahkota sebentar lagi
pesawat akan mendarat..Aaa!" Ujar Kaysha
Seraya menyerahkan sesendok makanan
Ke mulut Azzam.
Mereka asyik dengan dunianya tanpa menya
dari kehadiran tiga Orang yang mengamati
Mereka sedari tadi,
Mereka memandang hangat pemandangan
Didepannya,
Terutama Kapten Rangga Mahardika sang
Ayah dari Muhammad Azzam.
"Eh ...Ayah...Papa dali mana aja?" Tanya
Azzam, Senyum menghiasi wajahnya.
Terlihat bahagia disana.
Yang menghampiri adalah Rayhan.
"Papa dan Ayah dari luar, Gimana udah
baikan ?" Tanya Rayhan.
"Azzam ceneng ...Pa !" Ucapnya.
Kaysa melirik jam dipergelangan tangannya,
Hari sudah sore menjelang Maghrib.
Dirinya harus segera pamit undur diri.
Ia memberi kode pada Hendra,
Hendra yang mengerti seraya mengangguk
Kaysha mengelap wajah Azzam sesudah
makan dengan tisu.
Taklama bibir Azzam melapalkan do'a sesu
dah makan walaupun terdengar masih cadel,
Seperti tadi Ia hendak makan.
Kaysha tersenyum hangat dan bangga
Azzam yang masih kecil bisa taat,
Mungkin didikan Orang disekitarnya yang
membuatnya demikian.
__ADS_1
Begitupun tadi Rangga ataupun Rayhan ber
kenalan dengannya tanpa bersentuhan
Tangan sekalipun, Apalagi Rangga terlihat
Selalu menundukkan pandangan jarang
Berinteraksi memandang wajah cantik
Kaysha.
Sesaat Hendra berbicara pelan dengan
Rayhan, Terlihat Rayhan menganggukan
Kepalanya kemudian menghampiri Azzam.
"Azzam Bunanya harus pulang dulu,
Nggak Pa - pa kan, Ada Ayah sama Papa
Yang jagain, Nanti Buna akan kesini lagi
Setelah Bunanya istirahat" Bujuk Rayhan
Pelan.
Azzam memandang wajah Kaysha lekat,
Nampak kesedihan bergelayut diwajah
mungilnya, Ia memeluk tangan Kaysha
Erat.
"Ndak... Buna Ndak boyeh pelgi!" Sahutnya
tidak rela.
Kaysha dilema...Antara tidak tega namun
Dirinya merasa tidak enak, Siapalah Dirinya.
Rayhan menghela nafas.
"Dengar Sayang, ...Azzam anak Papa yang
pintar, Buna kan harus istirahat, Nanti
Kalau Buna sakit bagaimana, Azzam
nggak akan lagi ketemu Buna dong !"
Bujuk Rayhan.
Terlihat walaupun berat, Dengan terpaksa
Azzam melepaskan tangannya dari tangan
Kaysha,
"Tapi Buna kesini agih ya !" Pintanya.
"Iya Nanti Buna kesini lagi !"Jawab Kaysha
lembut, Ia tidak tega mencium kening
Azzam lembut.
"Dandi ....!" Ujarnya seraya mengacungkan
jari kelingkingnya.
"Iya Buna janji"Ucap Kaysha melingkarkan
jari kelingkingnya di jari Azzam.
Terlihat wajah itu memerah menahan
"Eh ...Jangan nangis dong !" Ucap Kaysha.
"Ndak ..Azzam Ndak angis kata Ayah
Plia Ndak boyeh angis" Ujar Azzam tergagap,
Ia menyembunyikan wajahnya di balik
tangan Rayhan .
"Maaf ya Pak..Kami pamit dulu" Ujar Kaysha
Kaysha dan Hendra berpamitan,
Terlihat Rayhan hendak mengantarkan
Tamunya ke bawah.
Azzam ditenangkan oleh sang Ayah.
"Padahal tidak apa - apa Pak, Tidak
usah mengantar Kami " Ucap Hendra.
"Tidak apa - apa, Maaf Kami jadi merepot
kanmu!"Ucapnya didalam lift.
"Dan terima kasih atas pinjaman jaketnya"
Ucap Kayla.
"Sama - sama, Lain kali sayangilah Diri
Kalian karena hidup itu sangat berharga"
Nasehat Rayhan.
Kaysha dan Hendra hanya menunduk,
"Tidak apa - apa , Anda jangan sungkan"
Jawab Kaysha.
Kemudian pintu lift terbuka, Mereka
menuju parkiran, Setelah berpamitan
Hendra dan Kaysha pulang, Dan Rayhan
Kembali ke kamar rawat inap Azzam.
"Mereka sudah pergi Ray?" Tanya Rangga,
"Sudah ...Bang, " Jawab Rayhan.
Terlihat Azzam anteng melihat layar hp
milik Ayahnya.
"Kenal dimana dengan Mereka ?" Tanya
Rangga lagi.
Rayhan tersenyum, Ia seperti sedang diin
trogasi biasanya Dirinya yang bertanya
Demikian.
"Anu Bang...Waktu lagi patroli" Jawab
__ADS_1
Rayhan.
Sesaat mata Itu terbelalak,
"Apa Ia bukan wanita baik - baik, Kalau
lagi Patroli dan terciduk Dia kriminal
Atau Wanita nggak bener dong !"Tuduhnya.
"Tapi kelihatannya Mereka Orang baik
- baik " Sambungnya.
"Iya Bang Lagipula Azzam menyukainya"
Bela Rayhan.
"Tapi tetap saja harus hati - hati, Kita
tidak tahu Niat Orang, Bisa saja...
Kamu jangan mudah terperdaya hanya
Karena dia wanita cantik " Ujarnya .
"Tidak Bang ...Kayaknya Dia bukan
Wanita seperti itu, Insting Saya menga
Takan Ia tidak punya maksud jahat pada
Kita" Ucap Rayhan.
"Baiklah tapi jujur Kenal Dia waktu Itu
Kamu sedang Patroli, Memangnya Dia
Sedang apa waktu itu sampai terciduk
Olehmu" Tanyanya lagi.
"Sedang ...!" Ujar Rayhan menggantung
Ucapannya.
"jangan - jangan di klub malam ?"
Tanya Rangga menatap tajam sang Adik
"Bukan Bang...! Anu ..lagi balap liar Bang !"
Jawab Rayhan jujur.
"Apa....Wanita tadi ikut balapan ?"Ujar
Rangga tidak percaya.
Rayhan hanya bisa mengangguk,
"Yaa Allah ...!" Ujar Rangga tak percaya.
Ia geleng - geleng kepala tidak menyangka
"Namun kenapa temannya itu merahasiakan
Identitas Wanita itu tadi, Tentu Kamu tahu
Datanya di kepolisian kan?" Tanyanya.
"Keluarganya mungkin" Sambungnya.
Rayhan mencoba mengingatnya.
"Yang membebaskannya seorang Perwira
muda, Sepertimu Dia adalah Cucu dari
Kevin Adrian Wijaya, Mengaku sebagai
Keponakannya namun bisa jadi Dia
Adalah pacarnya " Ucap Rayhan
"Karena Pria tadi mengaku sebagai Saha
batnya " Sambung Rayhan.
"Apakah Ia wanita baik - baik, Karena di
Sekelilingnya adalah Pria " Kembali
Rangga bersuara.
"Jangan menuduh Seseorang dengan
Kejam sebelum tahu kebenarannya"
Potong Rayhan.
"Justru Kita harus berterima kasih
Padanya, Perasaan anak kecil lebih
tajam daripada Orang dewasa,
Buktinya Azzam Suka dengannya
Itu membuktikan bahwa Al gadis
berhati lembut, Bang !" Papar Rayhan.
"Jangan - jangan Kamu suka dengannya?"
Tanya Rangga menatap tajam sang adik
Terlihat Rayhan menghela nafas.
"Jujur Bang, ...Siapa yang tidak suka me
lihat Wajah cantik Al, Namun apakah
Dirinya suka dengan Ray Yang dikenal
Sebagai duda berputra, Dan juga apakah
Wanita secantik Al tidak punya kekasih?
Apa itu mungkin Bang ?" Tanya Rayhan
Pada sang Abang.
Terlihat Abangnya terpekur menelaah
ucapan sang adik, Tangannya terulur me
ngusap lembut pucuk kepala Putranya
"Jangan - jangan Cucu keluarga Wijaya
itu adalah pacarnya, Tidak ada yang
Tidak mungkin bagi gadis secantik
Almira " Sambungnya.
Rangga hanya terdiam mencoba mem
benarkan ucapan adiknya.
***********************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘