Hujan September

Hujan September
*Episode 07


__ADS_3

"Al...Panggil Aku Aa, Usiaku lebih tua


Darimu Al..., " Terdengar tawa Gio


Hujan turun rintik - rintik, Ia memegang


Jemari Kaysha lembut, Berjalan beriringan


Menerobos air hujan yang terus turun.


Perlahan bayangan itu menghilang, Ia


Pergi meninggalkan Kaysha seorang diri.


"Aa...!"Lirihnya sendu, Ia mengerjapkan


Mata, Bau minyak telon bercampur bedak


Bayi tercium dihidungnya, Lembut dan


Menenangkan.


"Azzam..!"Ia baru tersadar tidur seraya


memeluk Azzam.


Terlihat bocah tampan itu terlelap sangat


Tenang dipelukannya,


Taklama pintu terbuka, Seorang Suster mem


bawa makanan untuk Azzam.


"Wah ...Ibunya Azzam sudah datang ya?"


Sapa sang suster seraya memeriksa cairan


Infus yang kebetulan habis dan mengganti


nya.


"Pantesan Nyenyak tidurnya, Dipeluk Ibunya


Sih tadi malem nangis terus" Ucap suster.


Kaysha tidak menjawab apapun, Ia hanya


tersenyum seraya mengangguk.


Taklama Suster itu pergi setelah memberi


obat yang disuntikkan ke selang infus.


Kaysha bangun perlahan, Namun pergerakan


Kaysha rupanya membangunkan Azzam.


"Buna....!" Panggilnya serak khas bangun


tidur.


"Ya sayang mau minum ?" Tawar Kaysha.


Azzam hanya mengangguk, Taklama


Kaysha bangkit turun dari tempat tidur


Azzam, Ia meraih gelas air minum kemu


dian membantu Azzam untuk minum.


"Sekalian Azzam makan dulu ya!"Pinta


Kaysha lembut,


"Tuapin ya ...Buna!" Pintanya,


Kaysha tersenyum gemas melihat Azzam,


Ia menjawil hidung mancung milik Azzam.


"Siaap Bos!" Jawab Kaysha terkikik,


Ia mulai menyuapi Azzam setelah memban


tunya untuk bangkit duduk.


"Siap - siap putra mahkota sebentar lagi


pesawat akan mendarat..Aaa!" Ujar Kaysha


Seraya menyerahkan sesendok makanan


Ke mulut Azzam.


Mereka asyik dengan dunianya tanpa menya


dari kehadiran tiga Orang yang mengamati


Mereka sedari tadi,


Mereka memandang hangat pemandangan


Didepannya,


Terutama Kapten Rangga Mahardika sang


Ayah dari Muhammad Azzam.


"Eh ...Ayah...Papa dali mana aja?" Tanya


Azzam, Senyum menghiasi wajahnya.


Terlihat bahagia disana.


Yang menghampiri adalah Rayhan.


"Papa dan Ayah dari luar, Gimana udah


baikan ?" Tanya Rayhan.


"Azzam ceneng ...Pa !" Ucapnya.


Kaysa melirik jam dipergelangan tangannya,


Hari sudah sore menjelang Maghrib.


Dirinya harus segera pamit undur diri.


Ia memberi kode pada Hendra,


Hendra yang mengerti seraya mengangguk


Kaysha mengelap wajah Azzam sesudah


makan dengan tisu.


Taklama bibir Azzam melapalkan do'a sesu


dah makan walaupun terdengar masih cadel,


Seperti tadi Ia hendak makan.


Kaysha tersenyum hangat dan bangga


Azzam yang masih kecil bisa taat,


Mungkin didikan Orang disekitarnya yang


membuatnya demikian.

__ADS_1


Begitupun tadi Rangga ataupun Rayhan ber


kenalan dengannya tanpa bersentuhan


Tangan sekalipun, Apalagi Rangga terlihat


Selalu menundukkan pandangan jarang


Berinteraksi memandang wajah cantik


Kaysha.


Sesaat Hendra berbicara pelan dengan


Rayhan, Terlihat Rayhan menganggukan


Kepalanya kemudian menghampiri Azzam.


"Azzam Bunanya harus pulang dulu,


Nggak Pa - pa kan, Ada Ayah sama Papa


Yang jagain, Nanti Buna akan kesini lagi


Setelah Bunanya istirahat" Bujuk Rayhan


Pelan.


Azzam memandang wajah Kaysha lekat,


Nampak kesedihan bergelayut diwajah


mungilnya, Ia memeluk tangan Kaysha


Erat.


"Ndak... Buna Ndak boyeh pelgi!" Sahutnya


tidak rela.


Kaysha dilema...Antara tidak tega namun


Dirinya merasa tidak enak, Siapalah Dirinya.


Rayhan menghela nafas.


"Dengar Sayang, ...Azzam anak Papa yang


pintar, Buna kan harus istirahat, Nanti


Kalau Buna sakit bagaimana, Azzam


nggak akan lagi ketemu Buna dong !"


Bujuk Rayhan.


Terlihat walaupun berat, Dengan terpaksa


Azzam melepaskan tangannya dari tangan


Kaysha,


"Tapi Buna kesini agih ya !" Pintanya.


"Iya Nanti Buna kesini lagi !"Jawab Kaysha


lembut, Ia tidak tega mencium kening


Azzam lembut.


"Dandi ....!" Ujarnya seraya mengacungkan


jari kelingkingnya.


"Iya Buna janji"Ucap Kaysha melingkarkan


jari kelingkingnya di jari Azzam.


Terlihat wajah itu memerah menahan


"Eh ...Jangan nangis dong !" Ucap Kaysha.


"Ndak ..Azzam Ndak angis kata Ayah


Plia Ndak boyeh angis" Ujar Azzam tergagap,


Ia menyembunyikan wajahnya di balik


tangan Rayhan .


"Maaf ya Pak..Kami pamit dulu" Ujar Kaysha


Kaysha dan Hendra berpamitan,


Terlihat Rayhan hendak mengantarkan


Tamunya ke bawah.


Azzam ditenangkan oleh sang Ayah.


"Padahal tidak apa - apa Pak, Tidak


usah mengantar Kami " Ucap Hendra.


"Tidak apa - apa, Maaf Kami jadi merepot


kanmu!"Ucapnya didalam lift.


"Dan terima kasih atas pinjaman jaketnya"


Ucap Kayla.


"Sama - sama, Lain kali sayangilah Diri


Kalian karena hidup itu sangat berharga"


Nasehat Rayhan.


Kaysha dan Hendra hanya menunduk,


"Tidak apa - apa , Anda jangan sungkan"


Jawab Kaysha.


Kemudian pintu lift terbuka, Mereka


menuju parkiran, Setelah berpamitan


Hendra dan Kaysha pulang, Dan Rayhan


Kembali ke kamar rawat inap Azzam.


"Mereka sudah pergi Ray?" Tanya Rangga,


"Sudah ...Bang, " Jawab Rayhan.


Terlihat Azzam anteng melihat layar hp


milik Ayahnya.


"Kenal dimana dengan Mereka ?" Tanya


Rangga lagi.


Rayhan tersenyum, Ia seperti sedang diin


trogasi biasanya Dirinya yang bertanya


Demikian.


"Anu Bang...Waktu lagi patroli" Jawab

__ADS_1


Rayhan.


Sesaat mata Itu terbelalak,


"Apa Ia bukan wanita baik - baik, Kalau


lagi Patroli dan terciduk Dia kriminal


Atau Wanita nggak bener dong !"Tuduhnya.


"Tapi kelihatannya Mereka Orang baik


- baik " Sambungnya.


"Iya Bang Lagipula Azzam menyukainya"


Bela Rayhan.


"Tapi tetap saja harus hati - hati, Kita


tidak tahu Niat Orang, Bisa saja...


Kamu jangan mudah terperdaya hanya


Karena dia wanita cantik " Ujarnya .


"Tidak Bang ...Kayaknya Dia bukan


Wanita seperti itu, Insting Saya menga


Takan Ia tidak punya maksud jahat pada


Kita" Ucap Rayhan.


"Baiklah tapi jujur Kenal Dia waktu Itu


Kamu sedang Patroli, Memangnya Dia


Sedang apa waktu itu sampai terciduk


Olehmu" Tanyanya lagi.


"Sedang ...!" Ujar Rayhan menggantung


Ucapannya.


"jangan - jangan di klub malam ?"


Tanya Rangga menatap tajam sang Adik


"Bukan Bang...! Anu ..lagi balap liar Bang !"


Jawab Rayhan jujur.


"Apa....Wanita tadi ikut balapan ?"Ujar


Rangga tidak percaya.


Rayhan hanya bisa mengangguk,


"Yaa Allah ...!" Ujar Rangga tak percaya.


Ia geleng - geleng kepala tidak menyangka


"Namun kenapa temannya itu merahasiakan


Identitas Wanita itu tadi, Tentu Kamu tahu


Datanya di kepolisian kan?" Tanyanya.


"Keluarganya mungkin" Sambungnya.


Rayhan mencoba mengingatnya.


"Yang membebaskannya seorang Perwira


muda, Sepertimu Dia adalah Cucu dari


Kevin Adrian Wijaya, Mengaku sebagai


Keponakannya namun bisa jadi Dia


Adalah pacarnya " Ucap Rayhan


"Karena Pria tadi mengaku sebagai Saha


batnya " Sambung Rayhan.


"Apakah Ia wanita baik - baik, Karena di


Sekelilingnya adalah Pria " Kembali


Rangga bersuara.


"Jangan menuduh Seseorang dengan


Kejam sebelum tahu kebenarannya"


Potong Rayhan.


"Justru Kita harus berterima kasih


Padanya, Perasaan anak kecil lebih


tajam daripada Orang dewasa,


Buktinya Azzam Suka dengannya


Itu membuktikan bahwa Al gadis


berhati lembut, Bang !" Papar Rayhan.


"Jangan - jangan Kamu suka dengannya?"


Tanya Rangga menatap tajam sang adik


Terlihat Rayhan menghela nafas.


"Jujur Bang, ...Siapa yang tidak suka me


lihat Wajah cantik Al, Namun apakah


Dirinya suka dengan Ray Yang dikenal


Sebagai duda berputra, Dan juga apakah


Wanita secantik Al tidak punya kekasih?


Apa itu mungkin Bang ?" Tanya Rayhan


Pada sang Abang.


Terlihat Abangnya terpekur menelaah


ucapan sang adik, Tangannya terulur me


ngusap lembut pucuk kepala Putranya


"Jangan - jangan Cucu keluarga Wijaya


itu adalah pacarnya, Tidak ada yang


Tidak mungkin bagi gadis secantik


Almira " Sambungnya.


Rangga hanya terdiam mencoba mem


benarkan ucapan adiknya.


***********************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2