Hujan September

Hujan September
*Episode 42


__ADS_3

"Bu Al...Ada yang harus Anda sampaikan,


Tapi maaf karena Rayhan murid Anda,


Saya menyerahkan cara penyampaiannya


Pada Anda, Saya sendiri tidak tega"


Ujarnya tertunduk Bu Maya menggenggam


tangan Kaysha,


"Baiklah Umi akan mendampingimu, Umi


Tahu berat bagimu untuk mengatakannya


Padanya, Sudah ...Jangan Kau ingat Suami


mu Ia sudah tenang disana" Lirih Umi, Ia


Mengusap bahu Kaysha pelan.


"Lho Bukannya Pak Gio lagi dinas Luar


Umi ?" Tanya Bu Maya heran.


"Oh maksud Umi Ayahnya Bu Al telah


meninggal " Tukas Umi.


"Ia adalah anak tunggal, Ibunya menderita


Kanker stadium akhir, Dan Ayahnya berdinas


Diluar Pulau, Itulah makanya Rayhan dimasuk


kan Ke Pondok Ini, Biar Ia sekolah seraya me


nimba ilmu Agama dan ada yang mengawasi


Serta mempunyai banyak teman dan tidak


kesepian " Ujar Bibi Rayhan seraya mengelap


Air matanya yang jatuh, Wajahnya memerah


Dan matanya sembab Karena tidak berhenti


menangis.


"Namun seiring berita itu, Keadaan Ibu Rayhan


Drop dan dinyatakan meninggal, Kini


Jenazah Ibu Rayhan sedang dimandikan


Dan menunggu Jenazah Suaminya, Mereka


akan dimakamkan pada saat yang sama"


Sambung sang Paman, Bibinya tidak henti


- hentinya menangis.


Kaysha menundukkan wajahnya,


"Pasangan sejati, Mereka sehidup semati".


Lirih Bu Maya.


Dada Kaysha merasakan sakit, ..


"Nak Al..Biar Umi yang menyampaikan,


Tegarkan hatimu, Bagaimanapun Rayhan


Muridmu Bu Al...Ia butuh Dirimu " Ucap


Umi.


"Iya Umi" Jawab Kaysha.


Bagaimanapun Rayhan muridnya yang selain


Pandai, Ia tampan dan murah senyum, Namun


Ia takut senyuman itu akan hilang dari wajah


Tampannya.


"Sekalian Kita bersiap, Akan mengantar Rayhan


Pulang dan bertakziah, " Ujar Abi.


Mereka mengangguk, Kebetulan Rumah


Rayhan berada diluar kota.


"Perwakilan saja, Karena jarak yang jauh


mungkin Kami akan menginap, Nak Al


Kamu tidak usah ikut, Kasihan Lisa dan


Bu Al juga lagi hamil "Titah Abi.


Semua mata yang memandang Membela


lakkan matanya.


"Masyaallah Barrakallah Bu Al,... Lisa


akan Punya adik " Ucap Bu Maya.


"Terima kasih, Namun bukan saat yang tepat


Kita lagi berduka dengan kejadian yang menim


pa Rayhan." Jawab Kaysha.


Kemudian Mereka berhati - hati menyampai


kan pada Rayhan, Ia hanya menatap kosong


Tanpa berbicara apapun, Wajahnya datar


Seolah tidak bereaksi, Takada kata ataupun


Suara yang keluar dari tubuhnya, Ia shock


Nalarnya belum bisa mencerna dan mene


rimanya.


"Sayang ...!" Lirih Kaysha memeluk Rayhan


Ia seperti melihat Dirinya sendiri waktu


Ditinggal Almarhum Rayhan.


Ia mengusap lembut pucuk kepala Rayhan,


Ia dan Lisa akhirnya ikut takziah, Karena


Ia tidak tega melihat kondisi Muridnya.


Mereka sampai dikomplek perumahan milik


Rayhan, Rumah minimalis berlantai dua itu

__ADS_1


penuh dengan Pelayat, Taklama sebuah


Mobil pembawa jenazah dan beberapa mobil


Yang membawa perwakilan dari Batalyon


Tempat Ayah Rayhan berdinas,


Sesaat Rayhan terpekur, Memandang peti


Jenazah berselimutkan bendera merah


Putih itu dibawa masuk Kerumahnya,


Kaysha merasakan sakit yang sama seperti


Dulu, Ia menatap wajah Lisa yang memerah,


Ia memegang tangannya Rayhan.


Ia mengingat dulu saat Rayhan pergi, Rasa


itu tetap melekat dihati dan hidupnya,


Seolah terpatri selamanya, Rayhan mening


gal di Rumah sakit dan sempat mengucapkan


Selamat tinggal,


Dengan berderai air matanya Dirinya


Dan Bang Rangga.menuntun


Rayhan untuk saat terakhir Ia menyebut


Asmanya ...Helaan nafas, Mata Sendu Rayhan


Yang memandang wajah Kaysha dalam,


Tangan yang hendak meraih wajahnya,


Terurai ditengah jalan tanpa sempat


Sampai menyapa wajahnya, Kaysha me


meluk erat tangan Suaminya yang hanya


Sampai ditengah jalan,


"Bang Ray....!" Isaknya menjerit, Ia merasa


kan tubuhnya serasa melayang perlahan,


Pandangannya mengabur dan gelap


Yang Ia ingat ada tangan kekar menahannya,


Dan memeluknya erat.


"Al ... Bertahanlah" Suara itu yang terakhir


Ia dengar.


Sampai Rayhan akan dikebumikan Dirinya


baru tersadar, Ia mencoba kuat dan bertahan.


Tak ada kata, Suaranya seakan tercekat saat


Dirinya berdo'a disisi Suaminya menciumi


Wajahnya untuk yang terakhir kali,


Wajah tampan itu tersenyum, Namun dingin


Menusuk terasa, kaysha mengusap wajah


Tersenyum menggodanya, Menghiasi hari


- hari indah bersamanya, Peluk cium untuk


Suaminya untuk yang terakhir masih terasa,


"Ayah...Bang Ray orang baik, Namun Ia jahat,


Sangat jahat Padaku, Ia bahkan pergi sebelum


Sempat melihat Putrinya" Lirih Kaysha terisak


Didada Irham.


Hati Irham merasakan sakit yang sama,


Takada yang bisa Kaysha ucapkan,


Ia meratapi kepergian Suaminya tanpa


kata, Takada binar bahagia diwajahnya,


Ia terpekur diKamar Rayhan, Jangankan


Untuk makan, Untuk sekedar minumpun


Ia enggan, Hanya isakan tangis yang ter


dengar, Ia hanya keluar saat tahlilan


Almarhum Suaminya, Itupun dengan


Tatapan kosong, Dalam do'anya Ia selalu


menangis terisak, Ia bersandar dibahu


Rangga Karena Ia tidak membiarkan Dirinya


Untuk tidak peduli Kaysha, Bagaimanapun


Hatinya sama - sama terluka sepeninggal


Rayhan.


Sesekali wajah tampan nan sendu itu hadir .


dalam mimpinya, Membawa segudang rindu


yang dimiliki oleh Istrinya,


"Aku tahu aku lemah karena Aku selalu ingn


bersamanya, Salahkah Aku selalu mengharap


kan Dirimu kembali " Lirihnya pilu Kaysha.


Dan kini Ia menatap Rayhan yang sedang


membaca do' a, Wajahnya dingin dan tanpa


kata, Namun Kaysha tahu dada Muridnya


Menanggung kesedihan yang teramat dalam.


Kembali Ia rengkuh tubuh Muridnya, Ia


Serasa melihat Dirinya,


"Ibu merasakan hal yang Sama, Namun


Kamu tidak sendiri, Kamu juga bisa

__ADS_1


Lihat Lisa, Ia tidak pernah merasakan


Kasih sayang Ayahnya, Bahkan belum


pernah melihat wajahnya secara langsung,


Ayah Lisa meninggal ketika Lisa masih


Dalam kandungan, Sama sepertimu


Ayah Lisa meninggal setelah menunaikan


Tugasnya" Lirih Kaysha, Ia memandang


Lisa yang tengah terlelap disisinya,


Sesaat mata sendu Rayhan menatap


Putri gurunya yang terlelap damai, Iapun


Tidak menyangka seorang gadis kecil


Yang cerewet yang selalu Ia goda saat


Mencari ibunya karena gemas dan lucu,


Ia telah kehilangan Ayahnya tanpa sempat


Bertemu ataupun melihat wajahnya.


"Ingatlah jangan Merasa sendirian,


Masih ada Kami, Kamipun sama seperti


Dirimu sakit Saat Orang tersayang mening


galkan Kita, Namun pesan Ibu bertahanlah,


Semua kesedihan pasti berganti dengan


kebahagiaan suatu hari nanti" Pesan Kaysha.


Hingga paginya Orangtua Ray dikuburkan,


Rayhan akhirnya bisa menangis tanpa


Suara, Namun Ia harus merelakan keper


Gian Orangtuanya.


"Setidaknya Ibu sudah tidak merasakan


sakit lagi, Dan Aku tenang Ibu pergi ber


sama Ayah Orang yang sangat dicintai


Ibuku " Lirih Rayhan


Kysha menutup mata setetes bening jatuh


Dari pelupuk matanya, Ia memandang wajah


Lisa,


"Bang Ray ...Tak pernah mencintaiku, Ia tidak


mau membawaku malah Ia menitipkan


Diriku pada Aa, Salahku apa ? Sampai Kamu


tega membiarkan Diriku seorang Diri " .


Berbanding terbalik dengan Ucapan Rayhan


Saat ini.


Rombongan dari Pondok pulang setelah


Jenazah Orang tua Rayhan terutama Ayah


Rayhan dengan sebuah upacara serta


Suara tembakan yang dilepaskan keudara,


Kaysha terhenyak, itu seperti mengingatkan


Pada kisahnya beberapa tahun lalu.


Kaysha merengkuh tubuh mungil Lisa,


Dan perlahan Lisa dipangku Abi, Dan


Dirinya dipeluk Umi.


"Bertahanlah Kasihan Rayhan " Bisik Umi.


Rayhan tinggal beserta paman dan Bibinya


Dirumah beserta keluarga besarnya,


Mungkin Rayhan tidak masuk untuk sementara


Waktu, Ia akan masuk setelah masa berkabung


Dan tahlilan usai setelah hari ketujuh.


"Al... Istirahatlah, Tentu inipun menohok


perasaanmu, " Lirih Umi sedangkan Lisa


Tertidur dipangkuan Abi, Mungkin


Ia lelah karena kurang tidur semalam,


Bahkan Kaysha tidak tidur untuk mene


mani muridnya walaupun berulangkali


Umi dan Abi meminta untuk Kaysha


Istirahat,


Ia melirik hp nya, Ia menanyakan kabar


Suaminya namun hp nya lowbatt.


Biarlah mungkin Ia akan bertanya kabar


Setelah Ia pulang ke rumah.


Kaysha meminta turun depan rumahnya,


Karena ingin segera Istirahat, Ia turun


bersama Lisa sebelum masuk pondok,


Ketika membuka pintu pagar Rumahnya,


Dirinya kaget Pintu pagar itu telah terbuka


Dan tidak dikunci, Dan betapa kagetnya


Dirinya melihat Seseorang......


Siapakah?


*************************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or comment 🙏😘


__ADS_2