
"Ada apa Bang ?" Tanya dua rekannya
Perempuan yang telah berganti baju,
"Dia terciduk bininya " Ucap Gladys
Sambil terkikik.
"Misi boleh berhasil nah yang jadi
Ragu....Apa bininya nggak bakalan kabur
Bawa buntut Mereka" Sambung Gladys
"Terus Bu Rayhan cemburu sama Elo?"
Tanya satu Anggota perempuan yang
Sudah berganti dengan pakaian yang
Tak kalah seksih.
"Tadi mau keluar nanggung lagi ganti
baju, Biar Kita samperin Bu Ray kalo
Udah misi selesai" Ajak yang satu.
"Elo sih Do malah asik masak mi instan
Didapur bukannya nyamperin, Kan masa
lahnya bisa kelar" Ucap Seseorang yang
Disebut Gladys.
"Eh ...BTW, Gue ini cantik kali ya...sampe
Bu Ray nggak bisa ngebedain Eyke ini
Syahroni...." Ucap Gladys yang kali ini
Keluar suara baritonnya.
Semua tertawa,
"Kenapa lagi elo tadi nggak keluarin tuh
Suara pasti Bu Ray nggak bakalan secem
bokur gitu" Ujar yang bernama Edo yang
Tengah asyik memakan mie instan.
"Eh bisa - bisanya Bu Ray cemburu sama
Elo, Ya pantes aja kan Komandan Kita
Tampan bin Ganteng, Ya nggak rela
lah Ia direbut cewek modelan kayak Lo,
Padahal kalo dipikir, Beda Level lah
Bu Ray Ama Gua, Apalagi Ama Elo
Gladys, Dia cantik nan Anggun gue aja
Yang cewek suka liatnya adeeem banget,
Tertutup dan elegan apalagi Dia salah
Satu Keturunan Wijaya, Yang jelas bukan
tandingan Kita Shay !" Paparnya seraya
memakai lipstiknya pelan seraya berkaca
dicermin.
"Cintaa bo....Kadang Cinta buat Kita
buta, Sst udah Ghibahnya keburu Pak
Ray masuk " Ucap Anggota perempuan
yang satu.
"Lagian lu mah Pak Komandan udah beliin
makanan, Elo malah asyik makan Mie,Coba
Elo muncul kan Bu Ray nggak salah paham
lagi, Seenggaknya Pak Ray nggak sendiri
bersama Gladys di apartemen sini "
Ucap Seorang perempuan lagi.
"Aih....Bahagianya Eyke, Wanita cantik
sekelas Bu Rayhan cembokur sama Eyke,
Berarti Gue cantik, Cetar membahenol"
Ujar Glady ia terkikik geli melihat
penampilannya dicermin.
"Coba elo tadi keluarin suara asli lu,
Gus !" Kikik Edo.
"Pasti Dia terpana sama Eyke " Jawab
Gladys yang bernama lengkap Agus
Sartono dengan Nama panggung
Gladys Sartini.
Yang langsung ditoyor kepalanya oleh
Yang bernama Edo.
Taklama Rayhan masuk kembali kedalam
Apartemen, Wajahnya tampak gusar
Namun Ia berusaha untuk tenang.
"Gimana Pak....Maaf dengan kejadian
barusan saya cuma kaget " Ucap Gladys
"Iya Saya juga tidak menyangka,
Namun ya sudahlah Nanggung sebentar
lagi, Usahakan Kita fokus jangan sampai
Usaha Kita selama ini gagal, " Ucap Rayhan.
"Biar Istri Saya, ....Urusan Saya" Sambung
__ADS_1
Rayhan.
"Itu tandanya Istri Bapak sangat mencintai
Bapak...Ia tidak mau sampai Dirinya didua
kan cintanya Bapak " Ujar Gladys binti
Agus berbicara.
Sesaat Rayhan tersenyum samar, Ada
Rasa bahagia Kaysha mencintai Diri
nya dari dalam hati, Karena selama ini
Ia menyangka Istrinya sangat mencintai
Almarhum Gio, Ini terbukti walaupun
Gio sudah pergi beberapa tahun yang
lalu namun Istrinya belum bisa move on,
Taklama anggota yang lain berdatangan,
Jumlah tim Mereka hanya berjumlah
Sepuluh orang, Namun Mereka terkoor
dinasi dengan Anggota yang lain.
Setelah bersiap Mereka berdoa dulu
Menurut Agama dan Keyakinannya masing
- Masing semoga kali ini Mereka dapat
Menyelesaikan Tugasnya.
*********
"Ada apa Al...Rayhan belom pulang ?"
Tanya Rangga, Sore ini Ia menjemput Azzam
dan Lisa mengaji sepulang dinasnya.
Hari ini Kaysha pulang lebih awal dari kafe,
Harinya sangat buruk, Makanya Ia pulang
Cepat, Ia menyibukkan diri setelah sema
laman Ia menangis, Kini Ia pasrah seandai
nya Rayhan berbuat demikian,
Ia akan menyerahkan pada takdir, Ia akan
mundur secara teratur, Lebih baik Ia pergi
Daripada mempertahankan seseorang
Yang sudah jelas mengkhianatinya, Baginya
Ikatan pernikahan kalau sudah ternodai
Untuk apa dilanjutkan, Itu akan berakibat
Buruk untuk mental anak - anaknya, Dan
Pastinya akan saling menyakiti dan itu
Sangatlah tidak baik.
Ia mendapati sang Istri sedang menunggu
nya, Ia sudah tahu dan sudah menduganya,
Mungkin Istrinya tidak menonton televisi,
Atau beritanya belum tersiar dalam laman
Berita.
Semarah - marahnya Kaysha, Ia berusaha
Tenang meredam amarahnya, Ia menyeduh
kan kopi untuk Suaminya, Menemaninya
makan walau tanpa ekspresi, Mungkin
Ini untuk yang terakhir Ia melayani sang
Imam, Sakiit....Jangan ditanya.
Ia memohon jalan yang terbaik pada
Sang pencipta dalam sujud dan do'a nya.
"Ada yang mau Abang sampaikan Al..."
Ujar Rayhan, Ia duduk dipinggir tempat
tidur disamping Istrinya,
Kaysha menghela nafas berat, Menahan
Semua perasaannya.
"Kalau memang Abang seperti yang
terlihat Al bisa apa? Abang boleh menyakiti
Perasaan Al karena selama inipun Al
tentunya menyakiti hati Abang secara
tidak langsung dengan tidak bisa move
on dari kepergian Aa, Dan kini Abang mem
balasnya dengan bersama wanita lain,
Al terima ....Maaf mungkin selama ini
Al salah, Al pantas untuk disakitin tapi...
Jangan menyakiti hati anak - anak Bang,
Mereka terlalu berharga untuk terluka "
Lirih Kaysha.
"Sayang stop! ....Dengar dulu !" Pinta
Rayhan.
"Cukup Bang....Mungkin Aku memilih
Kita berpisah....Abang jangan khawatir
Aku akan mengatakan pada keluarga
__ADS_1
besarku bahwa disini Aku yang bersalah
Tak bisa melupakan Aa, Dan membuatmu
Hatimu terluka, Hanya minta hubungan
kalian jangan diekpos, Cukup cinta Kalian
yang merasakan" Lirih Kaysha getir.
"Al kok ngomongnya jadi ngelantur gini"
Ucap Rayhan.
"Tega Kamu menuduh Abang tanpa tahu
kebenarannya, Sebegitu tidak berartinya
kah Abang dimatamu ?" Sambungnya
"Jikapun Iya Aku tersesat, Tak ada sedikit
pun niatmu untuk membawa kembali
kejalanku Al ?" Kini terlihat Mata Rayhan
Yang menatap tajam kearah Istrinya,
"Lantas Aku harus bagaimana bang?"
Tanya Kaysha.
"Aku melihat Dirimu berdua dengan wanita
lain dalam satu apartemen, Aku harus
berpendapat apa?" Tanya Kaysha parau
menahan sesak didadanya.
"Satu hal yang Aku tanya Padamu, Apa
Kamu yakin dengan Apa yang Kamu lihat ?"
Tanya Rayhan mencoba meredakan
Amarah didadanya,
"Ya ...Aku melihatnya sendiri Bang,
Aku tak menyangka Abang tega"
Kini Rayhan marah sekaligus gemas
Melihat ekspresi sang istri yang terlihat
Lucu ...Dan Ia bahagia ternyata Kaysha
Peduli.
"Hatimu sakit saat melihatku bersama
wanita lain Al ?" Tanya Rayhan sedang
Mengulum senyum dan berpura - pura
berwajah datar.
"Apa Abang harus bertanya seperti
apa sakitnya, Aku sangat mencintaimu
Dan Abang masih bertanya seperti apa
pera......Hmmpt"
Kaysha tidak dapat melanjutkan kata -
katanya karena bibirnya keburu dibungkam
Oleh Ci****** panas milik Rayhan.
Kaysha menolak namun dengan gigih
Rayhan tidak melepaskan, Barulah
Ketika dirasa sesak tidak bisa bernafas.
Rayhan melepas pagutannya.
"Apa Aku serendah itu dimatamu Al, ..
Besok Kamu akan tahu kebenarannya"
Ucap Rayhan
"Dan terimakasih Kamu mau jujur tentang
perasaanmu Padaku,..." Ucap Rayhan.
Kini pipi Kaysha bersemu merah, Ia men
dorong tubuh Rayhan untuk keluar dari
Kamarnya sekaligus Ia malu,
"Kenapa Kamu menyuruhku keluar Al "
Teriak Rayhan dibalik pintu.
"Tidur diluar dingin Al..., Aku butuh yang
Anget - anget Al " Ucap Rayhan.
Taklama pintu terbuka, Rayhan tersenyum
Istrinya juga butuh dirinya ...Namun semua
Itu sirna saat Sebuah bantal dan selimut
Diserahkan Kaysha padanya.
"Abang butuh yang anget bukan ? "
"Sebelum masalah Kita selesai Abang tidur
Diluar !" Sambung Kaysha tegas.
"Al...." Ucap Rayhan,
"Tega Kamu....!" Sambungnya ketika Kaysha
masuk lagi kedalam kamarnya dan mengun
ci pintunya lagi.
**Wk...wk..wk, Abang siih nggak jujur dari
awal..🤭😁
***********************************************
**Bersambung
**Wilujeng enjing sambut pagi dengan
__ADS_1
cemunguut, Seperti bisa jejakmu tinggalkan
Dihatiku...Aih salah ..Disini maksud Aku🤭🙏