Hujan September

Hujan September
*Episode 58


__ADS_3

"Ada apa Bang ?" Tanya dua rekannya


Perempuan yang telah berganti baju,


"Dia terciduk bininya " Ucap Gladys


Sambil terkikik.


"Misi boleh berhasil nah yang jadi


Ragu....Apa bininya nggak bakalan kabur


Bawa buntut Mereka" Sambung Gladys


"Terus Bu Rayhan cemburu sama Elo?"


Tanya satu Anggota perempuan yang


Sudah berganti dengan pakaian yang


Tak kalah seksih.


"Tadi mau keluar nanggung lagi ganti


baju, Biar Kita samperin Bu Ray kalo


Udah misi selesai" Ajak yang satu.


"Elo sih Do malah asik masak mi instan


Didapur bukannya nyamperin, Kan masa


lahnya bisa kelar" Ucap Seseorang yang


Disebut Gladys.


"Eh ...BTW, Gue ini cantik kali ya...sampe


Bu Ray nggak bisa ngebedain Eyke ini


Syahroni...." Ucap Gladys yang kali ini


Keluar suara baritonnya.


Semua tertawa,


"Kenapa lagi elo tadi nggak keluarin tuh


Suara pasti Bu Ray nggak bakalan secem


bokur gitu" Ujar yang bernama Edo yang


Tengah asyik memakan mie instan.


"Eh bisa - bisanya Bu Ray cemburu sama


Elo, Ya pantes aja kan Komandan Kita


Tampan bin Ganteng, Ya nggak rela


lah Ia direbut cewek modelan kayak Lo,


Padahal kalo dipikir, Beda Level lah


Bu Ray Ama Gua, Apalagi Ama Elo


Gladys, Dia cantik nan Anggun gue aja


Yang cewek suka liatnya adeeem banget,


Tertutup dan elegan apalagi Dia salah


Satu Keturunan Wijaya, Yang jelas bukan


tandingan Kita Shay !" Paparnya seraya


memakai lipstiknya pelan seraya berkaca


dicermin.


"Cintaa bo....Kadang Cinta buat Kita


buta, Sst udah Ghibahnya keburu Pak


Ray masuk " Ucap Anggota perempuan


yang satu.


"Lagian lu mah Pak Komandan udah beliin


makanan, Elo malah asyik makan Mie,Coba


Elo muncul kan Bu Ray nggak salah paham


lagi, Seenggaknya Pak Ray nggak sendiri


bersama Gladys di apartemen sini "


Ucap Seorang perempuan lagi.


"Aih....Bahagianya Eyke, Wanita cantik


sekelas Bu Rayhan cembokur sama Eyke,


Berarti Gue cantik, Cetar membahenol"


Ujar Glady ia terkikik geli melihat


penampilannya dicermin.


"Coba elo tadi keluarin suara asli lu,


Gus !" Kikik Edo.


"Pasti Dia terpana sama Eyke " Jawab


Gladys yang bernama lengkap Agus


Sartono dengan Nama panggung


Gladys Sartini.


Yang langsung ditoyor kepalanya oleh


Yang bernama Edo.


Taklama Rayhan masuk kembali kedalam


Apartemen, Wajahnya tampak gusar


Namun Ia berusaha untuk tenang.


"Gimana Pak....Maaf dengan kejadian


barusan saya cuma kaget " Ucap Gladys


"Iya Saya juga tidak menyangka,


Namun ya sudahlah Nanggung sebentar


lagi, Usahakan Kita fokus jangan sampai


Usaha Kita selama ini gagal, " Ucap Rayhan.


"Biar Istri Saya, ....Urusan Saya" Sambung

__ADS_1


Rayhan.


"Itu tandanya Istri Bapak sangat mencintai


Bapak...Ia tidak mau sampai Dirinya didua


kan cintanya Bapak " Ujar Gladys binti


Agus berbicara.


Sesaat Rayhan tersenyum samar, Ada


Rasa bahagia Kaysha mencintai Diri


nya dari dalam hati, Karena selama ini


Ia menyangka Istrinya sangat mencintai


Almarhum Gio, Ini terbukti walaupun


Gio sudah pergi beberapa tahun yang


lalu namun Istrinya belum bisa move on,


Taklama anggota yang lain berdatangan,


Jumlah tim Mereka hanya berjumlah


Sepuluh orang, Namun Mereka terkoor


dinasi dengan Anggota yang lain.


Setelah bersiap Mereka berdoa dulu


Menurut Agama dan Keyakinannya masing


- Masing semoga kali ini Mereka dapat


Menyelesaikan Tugasnya.


*********


"Ada apa Al...Rayhan belom pulang ?"


Tanya Rangga, Sore ini Ia menjemput Azzam


dan Lisa mengaji sepulang dinasnya.


Hari ini Kaysha pulang lebih awal dari kafe,


Harinya sangat buruk, Makanya Ia pulang


Cepat, Ia menyibukkan diri setelah sema


laman Ia menangis, Kini Ia pasrah seandai


nya Rayhan berbuat demikian,


Ia akan menyerahkan pada takdir, Ia akan


mundur secara teratur, Lebih baik Ia pergi


Daripada mempertahankan seseorang


Yang sudah jelas mengkhianatinya, Baginya


Ikatan pernikahan kalau sudah ternodai


Untuk apa dilanjutkan, Itu akan berakibat


Buruk untuk mental anak - anaknya, Dan


Pastinya akan saling menyakiti dan itu


Sangatlah tidak baik.


Ia mendapati sang Istri sedang menunggu


nya, Ia sudah tahu dan sudah menduganya,


Mungkin Istrinya tidak menonton televisi,


Atau beritanya belum tersiar dalam laman


Berita.


Semarah - marahnya Kaysha, Ia berusaha


Tenang meredam amarahnya, Ia menyeduh


kan kopi untuk Suaminya, Menemaninya


makan walau tanpa ekspresi, Mungkin


Ini untuk yang terakhir Ia melayani sang


Imam, Sakiit....Jangan ditanya.


Ia memohon jalan yang terbaik pada


Sang pencipta dalam sujud dan do'a nya.


"Ada yang mau Abang sampaikan Al..."


Ujar Rayhan, Ia duduk dipinggir tempat


tidur disamping Istrinya,


Kaysha menghela nafas berat, Menahan


Semua perasaannya.


"Kalau memang Abang seperti yang


terlihat Al bisa apa? Abang boleh menyakiti


Perasaan Al karena selama inipun Al


tentunya menyakiti hati Abang secara


tidak langsung dengan tidak bisa move


on dari kepergian Aa, Dan kini Abang mem


balasnya dengan bersama wanita lain,


Al terima ....Maaf mungkin selama ini


Al salah, Al pantas untuk disakitin tapi...


Jangan menyakiti hati anak - anak Bang,


Mereka terlalu berharga untuk terluka "


Lirih Kaysha.


"Sayang stop! ....Dengar dulu !" Pinta


Rayhan.


"Cukup Bang....Mungkin Aku memilih


Kita berpisah....Abang jangan khawatir


Aku akan mengatakan pada keluarga

__ADS_1


besarku bahwa disini Aku yang bersalah


Tak bisa melupakan Aa, Dan membuatmu


Hatimu terluka, Hanya minta hubungan


kalian jangan diekpos, Cukup cinta Kalian


yang merasakan" Lirih Kaysha getir.


"Al kok ngomongnya jadi ngelantur gini"


Ucap Rayhan.


"Tega Kamu menuduh Abang tanpa tahu


kebenarannya, Sebegitu tidak berartinya


kah Abang dimatamu ?" Sambungnya


"Jikapun Iya Aku tersesat, Tak ada sedikit


pun niatmu untuk membawa kembali


kejalanku Al ?" Kini terlihat Mata Rayhan


Yang menatap tajam kearah Istrinya,


"Lantas Aku harus bagaimana bang?"


Tanya Kaysha.


"Aku melihat Dirimu berdua dengan wanita


lain dalam satu apartemen, Aku harus


berpendapat apa?" Tanya Kaysha parau


menahan sesak didadanya.


"Satu hal yang Aku tanya Padamu, Apa


Kamu yakin dengan Apa yang Kamu lihat ?"


Tanya Rayhan mencoba meredakan


Amarah didadanya,


"Ya ...Aku melihatnya sendiri Bang,


Aku tak menyangka Abang tega"


Kini Rayhan marah sekaligus gemas


Melihat ekspresi sang istri yang terlihat


Lucu ...Dan Ia bahagia ternyata Kaysha


Peduli.


"Hatimu sakit saat melihatku bersama


wanita lain Al ?" Tanya Rayhan sedang


Mengulum senyum dan berpura - pura


berwajah datar.


"Apa Abang harus bertanya seperti


apa sakitnya, Aku sangat mencintaimu


Dan Abang masih bertanya seperti apa


pera......Hmmpt"


Kaysha tidak dapat melanjutkan kata -


katanya karena bibirnya keburu dibungkam


Oleh Ci****** panas milik Rayhan.


Kaysha menolak namun dengan gigih


Rayhan tidak melepaskan, Barulah


Ketika dirasa sesak tidak bisa bernafas.


Rayhan melepas pagutannya.


"Apa Aku serendah itu dimatamu Al, ..


Besok Kamu akan tahu kebenarannya"


Ucap Rayhan


"Dan terimakasih Kamu mau jujur tentang


perasaanmu Padaku,..." Ucap Rayhan.


Kini pipi Kaysha bersemu merah, Ia men


dorong tubuh Rayhan untuk keluar dari


Kamarnya sekaligus Ia malu,


"Kenapa Kamu menyuruhku keluar Al "


Teriak Rayhan dibalik pintu.


"Tidur diluar dingin Al..., Aku butuh yang


Anget - anget Al " Ucap Rayhan.


Taklama pintu terbuka, Rayhan tersenyum


Istrinya juga butuh dirinya ...Namun semua


Itu sirna saat Sebuah bantal dan selimut


Diserahkan Kaysha padanya.


"Abang butuh yang anget bukan ? "


"Sebelum masalah Kita selesai Abang tidur


Diluar !" Sambung Kaysha tegas.


"Al...." Ucap Rayhan,


"Tega Kamu....!" Sambungnya ketika Kaysha


masuk lagi kedalam kamarnya dan mengun


ci pintunya lagi.


**Wk...wk..wk, Abang siih nggak jujur dari


awal..🤭😁


***********************************************


**Bersambung


**Wilujeng enjing sambut pagi dengan

__ADS_1


cemunguut, Seperti bisa jejakmu tinggalkan


Dihatiku...Aih salah ..Disini maksud Aku🤭🙏


__ADS_2