
Hujan turun semakin deras membasahi
bumi, Namun mengingat Dirinya belum
masak untuk makan malam, Kaysha Ter
paksa bangun,...
Namun pas mengerjap, Ia merasa aneh
Tangan Rayhan melingkar di pinggangnya,
Baru sadar ia tidur telah berpindah tempat.
"Bang Ayo udah sore ...Belum shalat ashar
kan.?" Tanya Kaysha, Ia mengusap pipi
Rayhan pelan, ..Mengamati perlahan. wajah
tampan sang Suami, Sesaat mengusapnya
lembut dengan jemari lentiknya.
"Nggak bosen ngeliatin terus, ...baru nyadar
Suamimu ganteng ?" Tanya Rayhan.
Ia ingin menertawakan Kaysha, Namun
Dirinya tidak tega,...Ia menutup matanya.
""Eh....Kata Siapa kepedean,..."
Jawab Kaysha.
Namun saat Kaysha menyadari baju bagian
atasnya terbuka, Dan...
"Abaaang Vampir ...!" Pekik Kaysha,
"Hmmmpt..!" Mulut Kaysha ditutup oleh
Jari tangan Rayhan.
"Jangan berisik .....Pasphoto aja dek...!"
Ujar Rayhan ..
"Kan nggak semuanya, ... Ngerti lah kan
musim hujan dingiin,.." Sambungnya.
"Tapi nggak gini juga kali bang ...Tanda
merah dimana - mana, ... Bagaimana
Aku keluar, Kan ada Bang Rangga dan
dokter Raffa, ..." Ujar Kaysha cemberut,
Mau tak mau Ia ke meja rias, Mengambil
Foundation untuk menutupi hasil karya
Suaminya.
"Sini Abang bantu dek..!" Ujar Rayhan
Dirinya merasa tidak enak.
Kaysha bergidik ngeri, ...Baru setengah
Aja sudah begini, Bagaimana kalau....
"Nih Udah ...Kamu bisa keluar sekarang"
Ucap Rayhan.
"Nggak nyangka punya suami vampir "
Ketus Kaysha.
"Udah dong honey...Terus kalo bukan istriku,
Siapa yang harus Aku gigit ? Gadis Orang ?"
Ucap Rayhan.
"Al...Maafin Abang,..Kamu harus ngerti
Abang ini pria normal, Dikasih pemandangan
Indah dengan aset yang menantang, mana
Sangguplah Abang,...Apalagi musim hujan
Dingiiin ...!" Sambungnya lembut,
Kembali wajahnya sudah menempel di
Ceruk leher Kaysha, Harum dan tubuh
Istrinya seolah menjadi candunya kini,
"Mau apa lagi...!" Delik Kaysha.
"Jangan Galak - galak dong Neng,...
Abang butuh yang Anget - anget..."
Bisik Rayhan seraya menggoda.
"Ntar Aku bikinin Sambel korek yang
sangat pedes !" Ujar Kaysha.
"Muless dong Neng ...!" Potong Rayhan.
"Kan Aku maunya Kamu...!" Bisik Rayhan
menggoda.
"Mesuuuum....!" Teriak Kaysha.
"Husst...Jangan keras - keras, Kasihan
tetangga Kita !" Ujar Rayhan.
"Bodo....Kamu mesum sih, Udah ah
Aku mandi dulu sekalian shalat Ashar,
Ini mau akhir" Ujar Kaysha, Meraih handuk
Menuju kamar mandi.
"Ikut ya...Honey ...!" Ujar Rayhan.
kembali menggoda istrinya.
"Enggak ...!' Teriak Kaysha Ia mengunci
__ADS_1
pintu kamar mandi.
Rayhan tersenyum, Membayangkan kegi
Atan panasnya tadi, Walaupun Ia seorang
Diri dan Kaysha terlelap damai sampai
Akhir.
"Siapa yang tahan ...Honey, Tubuh yang
indah, Dengan Dua gunung kembar yang
menantang ...Ah, Suamimu ini Pria normal
Sampai kapan akan bertahan buat nggak
belah dureeen " Ujarnya Prustasi.
********
"Waduuh...Nah gini cuaca dingin enaknya
yang anget - anget.. Terima kasih Mbak
Al..Emang ngerti " Ucap Dokter Raffa
Senang .
Semangkuk soto lengkap dengan sambal.
nya terasa hangat di tenggorokan.
"Abang lagi...?" Tawar Kaysha pada Rangga.
"Boleh ...Habis enak." Puji Rangga.
Pipi Kaysha bersemu merah, Baru kali ini
Abang duda memuji masakannya.
"Ekheeem..." Rayhan berdehem seraya
menyuapkan makanannya.
Saat Kaysha mengambil mangkok,
Tak sengaja leher Kaysha sedikit terbuka,
Ada warna merah yang lupa ditutupi
Oleh Kaysha, Kini wajah Rangga yang
memerah seraya menunduk.
Ketika selesai makan malam, Rangga
membisikan sesuatu ditelinga Rayhan
Tanpa sepengetahuan Kaysha.
"Dasar Adik durjana Kamu !" Bisiknya.
Rayhan hanya terkekeh.
"Maaf tak sengaja ..!" Ujarnya seraya
mengatupkan tangan.
Malam yang tenang, Kaysha mulai
mengajarin Azzam cara berhitung,
Rayhan tengah menonton tivi seraya
melihat layar hp nya sesekali karena
Ia sedang mengobrol dengan anggota
Divisinya, Sedangkan Raffa berada di
kamarnya beristirahat mungkin Karena
Dirinya kelelahan.
Sedangkan Rangga sedang mempersiap
kan untuk keberangkatannya besok pagi
Ia akan tugas keluar kota selama seming
gu.
"Al ...Nanti titip Azzam ya,..Kalau Kalian
kerja kan ada Bik Siti yang jaga " Ujar
Rangga.
Sesaat Kaysha mendongak, Melihat
wajah kakak iparnya.
"Nggak Pa - pa, Abang jangan khawatir
Azzam akan Al bawa ke kafe " Ujar Kaysha.
"Nggak tega ninggalin Azzam dirumah "
Sambungnya.
Rayhan melirik Kaysha, Mengusap lembut
Punggung tangan istrinya.
"Terimakasih ..honey !" Bisiknya.
"Maaf ...jadi merepotkanmu " Lirih Rangga
merasa tidak enak.
"Jangan sungkan Bang...Lagipula Al hanya
memeriksa laporan aja kok, Sekalian man
tau perkebunan sekali - kali " Jawab Kaysha.
"Asal Bang Ray ...nggak nyuruh berhenti
kerja saja, Aku sangat berterima kasih,
Ini tugasku sebagai bagian dari keluarga
Gunawan Bang ...Aku ingin menyumbang
tenagaku walau sedikit, " Lirih Kaysha.
Rayhan mengusap pucuk kepala istrinya
lembut.
"Kami ngerti Al, ...Hanya saja Kami takut
__ADS_1
Kamu lelah, Karena Kamu sudah menjadi
tanggung jawabku Aku akan berusaha
mencukupi segala kebutuhan Dirimu Al "
Ucap Rayhan.
"Lagipula Hasil pendidikanku tidak di
gunakan kan mubazir, Menjadi bagian
Keluarga Gunawan tidak seberat men
jadi bagian keluarga Wijaya, Kami
Hanya dituntut mandiri tanpa bergantung
Pada Siapapun ...Kami telah terbiasa"
Lirih Kaysha memang hidupnya tidak
Seberat Gio dan Gia.
"Kami akan mendukungmu Al,...Dan
Kenapa Kamu tidak menggunakan nama
keluargamu Kami jadi tidak tahu Siapa
Kamu ,!" Ucap Rangga.
Sesaat Kaysha menghela nafas.
"Kami bertiga sepakat tidak pernah mem
bawa nama keluarga, Kami ingin hidup
Seperti Orang lain, Walau pada kenyataan
nya tidak bisa, ...Kami tidak bisa hidup
Seperti yang Kami inginkan ada rasa
tanggung jawab yang harus Kami emban
Disana,..Apalagi kedua ponakanku Mereka
Sebagai pewaris tidak bebas seperti Aku "
Papar Kaysha.
"Tapi Setahu Abang Keponakanmu seorang
perwira muda Al?" Tanya Rangga.
Ada rasa tidak suka dari wajah Rayhan,
Mengingat Gio yang pernah menyerangnya
Dan Dirinya masih mengingat perkataan
Gio waktu itu tentang " Al ku ".
Dan hanya Dirinya yang tidak menghadiri
Pernikahannya dengan Kaysha.
Bahkan Al sampai kini belum menyerahkan
Dirinya seutuhnya itu menjadi tanda tanya
Dalam benaknya, Namun Ia akan mencari
tahu tanpa kata seperti biasanya.
"Mimpi Aa adalah menjadi prajurit seperti
Mas. Seandra sang Ayah,..Hanya saja seba
gai pewaris Utama nantinya Ia dituntut
Untuk untuk mengurus perusahaan dan
bisnis keluarga suatu saat nanti jika
Mas Sean dan teteh udah Uzur dan sudah
tidak sanggup lagi mengelola" Kaysha
menundukan wajahnya.
"Berat sekali hidupnya, ...Aku kira menjadi
Orang kaya itu.mudah..." Lirih Rayhan.
Kaysha tersenyum kecut.
"Ada segala sesuatu yang harus dibayar
Di dunia ini Bang ...Dan semuanya tidaklah
Gratis "Lirih Kayla.
Ia tahu hal itu, Apalagi saat - saat Dirinya
bersama Gio, Kadang Gio lelah dan ingin
menyerah, Dan saat Diri Gio drop yang
Dicari adalah Dirinya,
Kaysha mencoba membuang nafas
dalam .
"Maafkan Abang Al...Mungkin Abang
yang terlalu ingin tahu kehidupan Kalian,
Namun sebagai Keluarga barumu,
Abang Akan melindungimu dengan
Segenap jiwa raga Kami Al" Ucap Rangga.
"Maka kalau ada apa - apa, Bilang saja
pada Kami " Sambungnya.
"Terima kasih Bang !" Ucap Kaysha lirih.
"Trust me....!" Bisik Rayhan lembut di
telinga istrinya.
************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘,
Anteng dulu baru permulaan ya 🙏
__ADS_1