Hujan September

Hujan September
*Episode 19


__ADS_3

Hujan turun semakin deras membasahi


bumi, Namun mengingat Dirinya belum


masak untuk makan malam, Kaysha Ter


paksa bangun,...


Namun pas mengerjap, Ia merasa aneh


Tangan Rayhan melingkar di pinggangnya,


Baru sadar ia tidur telah berpindah tempat.


"Bang Ayo udah sore ...Belum shalat ashar


kan.?" Tanya Kaysha, Ia mengusap pipi


Rayhan pelan, ..Mengamati perlahan. wajah


tampan sang Suami, Sesaat mengusapnya


lembut dengan jemari lentiknya.


"Nggak bosen ngeliatin terus, ...baru nyadar


Suamimu ganteng ?" Tanya Rayhan.


Ia ingin menertawakan Kaysha, Namun


Dirinya tidak tega,...Ia menutup matanya.


""Eh....Kata Siapa kepedean,..."


Jawab Kaysha.


Namun saat Kaysha menyadari baju bagian


atasnya terbuka, Dan...


"Abaaang Vampir ...!" Pekik Kaysha,


"Hmmmpt..!" Mulut Kaysha ditutup oleh


Jari tangan Rayhan.


"Jangan berisik .....Pasphoto aja dek...!"


Ujar Rayhan ..


"Kan nggak semuanya, ... Ngerti lah kan


musim hujan dingiin,.." Sambungnya.


"Tapi nggak gini juga kali bang ...Tanda


merah dimana - mana, ... Bagaimana


Aku keluar, Kan ada Bang Rangga dan


dokter Raffa, ..." Ujar Kaysha cemberut,


Mau tak mau Ia ke meja rias, Mengambil


Foundation untuk menutupi hasil karya


Suaminya.


"Sini Abang bantu dek..!" Ujar Rayhan


Dirinya merasa tidak enak.


Kaysha bergidik ngeri, ...Baru setengah


Aja sudah begini, Bagaimana kalau....


"Nih Udah ...Kamu bisa keluar sekarang"


Ucap Rayhan.


"Nggak nyangka punya suami vampir "


Ketus Kaysha.


"Udah dong honey...Terus kalo bukan istriku,


Siapa yang harus Aku gigit ? Gadis Orang ?"


Ucap Rayhan.


"Al...Maafin Abang,..Kamu harus ngerti


Abang ini pria normal, Dikasih pemandangan


Indah dengan aset yang menantang, mana


Sangguplah Abang,...Apalagi musim hujan


Dingiiin ...!" Sambungnya lembut,


Kembali wajahnya sudah menempel di


Ceruk leher Kaysha, Harum dan tubuh


Istrinya seolah menjadi candunya kini,


"Mau apa lagi...!" Delik Kaysha.


"Jangan Galak - galak dong Neng,...


Abang butuh yang Anget - anget..."


Bisik Rayhan seraya menggoda.


"Ntar Aku bikinin Sambel korek yang


sangat pedes !" Ujar Kaysha.


"Muless dong Neng ...!" Potong Rayhan.


"Kan Aku maunya Kamu...!" Bisik Rayhan


menggoda.


"Mesuuuum....!" Teriak Kaysha.


"Husst...Jangan keras - keras, Kasihan


tetangga Kita !" Ujar Rayhan.


"Bodo....Kamu mesum sih, Udah ah


Aku mandi dulu sekalian shalat Ashar,


Ini mau akhir" Ujar Kaysha, Meraih handuk


Menuju kamar mandi.


"Ikut ya...Honey ...!" Ujar Rayhan.


kembali menggoda istrinya.


"Enggak ...!' Teriak Kaysha Ia mengunci

__ADS_1


pintu kamar mandi.


Rayhan tersenyum, Membayangkan kegi


Atan panasnya tadi, Walaupun Ia seorang


Diri dan Kaysha terlelap damai sampai


Akhir.


"Siapa yang tahan ...Honey, Tubuh yang


indah, Dengan Dua gunung kembar yang


menantang ...Ah, Suamimu ini Pria normal


Sampai kapan akan bertahan buat nggak


belah dureeen " Ujarnya Prustasi.


********


"Waduuh...Nah gini cuaca dingin enaknya


yang anget - anget.. Terima kasih Mbak


Al..Emang ngerti " Ucap Dokter Raffa


Senang .


Semangkuk soto lengkap dengan sambal.


nya terasa hangat di tenggorokan.


"Abang lagi...?" Tawar Kaysha pada Rangga.


"Boleh ...Habis enak." Puji Rangga.


Pipi Kaysha bersemu merah, Baru kali ini


Abang duda memuji masakannya.


"Ekheeem..." Rayhan berdehem seraya


menyuapkan makanannya.


Saat Kaysha mengambil mangkok,


Tak sengaja leher Kaysha sedikit terbuka,


Ada warna merah yang lupa ditutupi


Oleh Kaysha, Kini wajah Rangga yang


memerah seraya menunduk.


Ketika selesai makan malam, Rangga


membisikan sesuatu ditelinga Rayhan


Tanpa sepengetahuan Kaysha.


"Dasar Adik durjana Kamu !" Bisiknya.


Rayhan hanya terkekeh.


"Maaf tak sengaja ..!" Ujarnya seraya


mengatupkan tangan.


Malam yang tenang, Kaysha mulai


mengajarin Azzam cara berhitung,


Rayhan tengah menonton tivi seraya


melihat layar hp nya sesekali karena


Ia sedang mengobrol dengan anggota


Divisinya, Sedangkan Raffa berada di


kamarnya beristirahat mungkin Karena


Dirinya kelelahan.


Sedangkan Rangga sedang mempersiap


kan untuk keberangkatannya besok pagi


Ia akan tugas keluar kota selama seming


gu.


"Al ...Nanti titip Azzam ya,..Kalau Kalian


kerja kan ada Bik Siti yang jaga " Ujar


Rangga.


Sesaat Kaysha mendongak, Melihat


wajah kakak iparnya.


"Nggak Pa - pa, Abang jangan khawatir


Azzam akan Al bawa ke kafe " Ujar Kaysha.


"Nggak tega ninggalin Azzam dirumah "


Sambungnya.


Rayhan melirik Kaysha, Mengusap lembut


Punggung tangan istrinya.


"Terimakasih ..honey !" Bisiknya.


"Maaf ...jadi merepotkanmu " Lirih Rangga


merasa tidak enak.


"Jangan sungkan Bang...Lagipula Al hanya


memeriksa laporan aja kok, Sekalian man


tau perkebunan sekali - kali " Jawab Kaysha.


"Asal Bang Ray ...nggak nyuruh berhenti


kerja saja, Aku sangat berterima kasih,


Ini tugasku sebagai bagian dari keluarga


Gunawan Bang ...Aku ingin menyumbang


tenagaku walau sedikit, " Lirih Kaysha.


Rayhan mengusap pucuk kepala istrinya


lembut.


"Kami ngerti Al, ...Hanya saja Kami takut

__ADS_1


Kamu lelah, Karena Kamu sudah menjadi


tanggung jawabku Aku akan berusaha


mencukupi segala kebutuhan Dirimu Al "


Ucap Rayhan.


"Lagipula Hasil pendidikanku tidak di


gunakan kan mubazir, Menjadi bagian


Keluarga Gunawan tidak seberat men


jadi bagian keluarga Wijaya, Kami


Hanya dituntut mandiri tanpa bergantung


Pada Siapapun ...Kami telah terbiasa"


Lirih Kaysha memang hidupnya tidak


Seberat Gio dan Gia.


"Kami akan mendukungmu Al,...Dan


Kenapa Kamu tidak menggunakan nama


keluargamu Kami jadi tidak tahu Siapa


Kamu ,!" Ucap Rangga.


Sesaat Kaysha menghela nafas.


"Kami bertiga sepakat tidak pernah mem


bawa nama keluarga, Kami ingin hidup


Seperti Orang lain, Walau pada kenyataan


nya tidak bisa, ...Kami tidak bisa hidup


Seperti yang Kami inginkan ada rasa


tanggung jawab yang harus Kami emban


Disana,..Apalagi kedua ponakanku Mereka


Sebagai pewaris tidak bebas seperti Aku "


Papar Kaysha.


"Tapi Setahu Abang Keponakanmu seorang


perwira muda Al?" Tanya Rangga.


Ada rasa tidak suka dari wajah Rayhan,


Mengingat Gio yang pernah menyerangnya


Dan Dirinya masih mengingat perkataan


Gio waktu itu tentang " Al ku ".


Dan hanya Dirinya yang tidak menghadiri


Pernikahannya dengan Kaysha.


Bahkan Al sampai kini belum menyerahkan


Dirinya seutuhnya itu menjadi tanda tanya


Dalam benaknya, Namun Ia akan mencari


tahu tanpa kata seperti biasanya.


"Mimpi Aa adalah menjadi prajurit seperti


Mas. Seandra sang Ayah,..Hanya saja seba


gai pewaris Utama nantinya Ia dituntut


Untuk untuk mengurus perusahaan dan


bisnis keluarga suatu saat nanti jika


Mas Sean dan teteh udah Uzur dan sudah


tidak sanggup lagi mengelola" Kaysha


menundukan wajahnya.


"Berat sekali hidupnya, ...Aku kira menjadi


Orang kaya itu.mudah..." Lirih Rayhan.


Kaysha tersenyum kecut.


"Ada segala sesuatu yang harus dibayar


Di dunia ini Bang ...Dan semuanya tidaklah


Gratis "Lirih Kayla.


Ia tahu hal itu, Apalagi saat - saat Dirinya


bersama Gio, Kadang Gio lelah dan ingin


menyerah, Dan saat Diri Gio drop yang


Dicari adalah Dirinya,


Kaysha mencoba membuang nafas


dalam .


"Maafkan Abang Al...Mungkin Abang


yang terlalu ingin tahu kehidupan Kalian,


Namun sebagai Keluarga barumu,


Abang Akan melindungimu dengan


Segenap jiwa raga Kami Al" Ucap Rangga.


"Maka kalau ada apa - apa, Bilang saja


pada Kami " Sambungnya.


"Terima kasih Bang !" Ucap Kaysha lirih.


"Trust me....!" Bisik Rayhan lembut di


telinga istrinya.


************************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘,


Anteng dulu baru permulaan ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2