
"Assalamualaikum ....?" Jawab sesosok
gagah berwajah tampan nan matang.
"Waalaikum sallam...Kok pulangnya
telat bang ?" Tanya Kaysha.
"Iya ada masalah di Pusat Imbasnya ya
Kesini " Keluh Rangga.
"Yang sabar aja Bang ...Ayo Anak - anak
Udah nungguin buat makan " Ajak Kaysha.
"Nggak ganti baju dulu nih Abang ?"
Potong Rangga.
"Nggak usah,...Ada tamu nggak sopan
Nyuruh Nunggu" Jawab Kaysha.
"Kamu ini...." Ucap Rangga.
"Masih wangi ini...." Bujuk Kaysha.
"Wangi darimana,....Dari Hongkong ?"
Ujar Rangga.
"Sudaah...Ayo..!" Ajaknya lagi.
Mereka masuk ke ruang makan dimana
Keluarganya telah menunggu lengkap.
Ada sepasang mata menyala disana,
Menatap tajam pada Interaksi dua
Orang dewasa diambang pintu ruang
Menuju ruang makan,
"Ada tamu rupanya .." Sapa Rangga.
"Izin Dan... Saya berkunjung ke Rumah
ini lagi " Jawab Rayhan.
"Sudah....Ini bukan dimarkas Kamu adalah
Tamu kami, Jadi jangan terlalu formal"
Ujar Rangga.
"Siaap Dan....!" Jawab Rayhan, Seraya tidak
Melepaskan pandangannya dari Sepasang
Orang dewasa didepannya.
Kebetulan Rayhan duduk diseberang
Kaysha, dan Lisa, Ia diapit oleh Gio
dan Azzam, Sedangkan Rangga sendiri
Sebagai kepala keluarga.
"Pa...Aku laper nih ...mulai dong do'anya "
Pinta Gio.
"Ih Kamu nggak sabaran banget sih A..."
Potong Lisa.
Azzam hanya menempelkan telunjuknya
Dibibir, Matanya mengerling pada Rayhan
"malu ada tamu ....' Isyaratnya.
"Ekheeem,...Aa....Kaka bisa diam ya!"
Pinta Lisa.
"Sudah...Kita mulai ya ...!" Ujar Rangga.
Taklama Mereka makan setelah berdo'a
dahulu, Setelah itu Mereka berbincang
hangat di ruang tengah, Pintu digeser
Supaya terbuka, Membiarkan hawa segar
Udara malam masuk ke ruangan,
Sementara Rangga mandi dan berganti
baju dikamar Azzam. Sedangkan Lisa
Berada dikamarnya Ia pamit untuk
Beristirahat dikamarnya,
Sedangkan Azzam dan Gio asyik me
ngobrol di ruang tengah sesekali ter
dengar tawa diantara Mereka, Mereka
Masih mengingat Memory Mereka
Dahulu saat tinggal bersama dirumah
Yang berdekatan dengan Pesantren.
Tadi suara Rayhan lembut mengalun
Tatkala mengaji seperti dulu, Tidak
Ada yang berubah pada dirinya,
Hanya saja wajahnya yang berubah
Terlihat lebih dewasa kini.
"Lho Kaka dan Papa mana A?"
Tanya Kaysha yang muncul dari dapur.
Ia membawa satu baki camilan buatan
nya sendiri bersama Bik Siti,
Dibelakang Bik Siti mengekor seraya mem
bawa minuman untuk Mereka.
"Kak Lisa ke kamarnya, Dan Papa lagi
mandi dikamar Kak Azzam Bu..."
Jawab Gio,
"Oh ya sudah, ...Ibu panggil dulu ya
Kalian makan dulu camilannya duluan
aja " Ucap Kaysha.
"Iya Bu Al..." Jawab Rayhan.
Seraya matanya tidak lepas dari wajah
Sang Mantan Ibu gurunya dahulu,
Rasa aneh yang Rayhan rasakan selalu
Berdesir hebat saat melihat wajahnya,
Apalagi dulu wajah itu terlihat sendu,
Ia kagum Kaysha adalah sosok seorang
Ibu yang lembut dan penuh kasih,
Namun hatinya tegar seperti karang
__ADS_1
Dilautan, Entah sejak kapan rasa itu
Bermula namun melihat wajah sendu
Ibu gurunya hatinya selalu merasa sakit
Dan ingin melipur laranya, Sama seperti
Saat dulu Ia kehilangan Orang tuanya
Bu Al adalah Orang pertama yang mereng
kuh Dirinya dan memberi kasih sayang
Untuknya membawa dirinya dalam.
Kehangatan keluarganya padahal Dirinya
Sendiri saat itu tengah terpuruk secara
mental.
Setelah menyiapkan baju Rangga diatas
Kasur milik Azzam, Kaysha keluar mum
pung Rangga belum keluar dari Kamar
mandi, Ia telah terbiasa menyiapkan
Jika Rangga menginap dikamar Azzam.
Itupun secara sembunyi - sembunyi
"Ka...Boleh Ibu masuk?" Ketukan pintu
Ibunya terdengar,
"Ibu tahu Kaka belum tidur " Sambung
Kaysha.
Takurung pintu kamar Lisa terbuka.
Menampilkan wajah sembab seperti
habis menangis.
"Sayang ada apa?" Tanya Kaysha lembut.
"Tidak..Aku hanya kangen Ayah Bu..
Ayah sudah lama tidak kembali, Aku
takut Ibu melupakan Dirinya Bu...
Aku sangat takut Kita tidak akan pernah
Bertemu lagi....Aku takut penantian Kita
Selama ini sia - sia" Lirihnya sendu.
Kaysha merengkuh kembali tubuh
Putrinya yang terlihat rapuh.
"Sayang ... Jangan khawatir Ayah takkan
Pernah akan terganti dihidup Ibu ...
Selamanya " Ucap Kaysha.
"Lisa hanya takut ...." Ujar Lisa.
"Ibu tahu Kamu khawatir ...Namun
jangan berlebihan Sayang.." Ucap
Kaysha.
"Maafkan Aku Ibu....Ini terdengar egois
Namun ..." Ucap Lisa terpotong.
"sst ...Cinta Ibu untuk Ayah, Dari dulu
Kini dan nanti " Ucap Kaysha.
Ia mengurai pelukan sang Ibu,
"Bu ..Aku punya pertanyaan Padamu.."
Ujar Lisa ragu - ragu.
Mata Kaysha menatap aneh wajah Putrinya
"Apa selagi bisa Ibu jawab..
Yaa akan Ibu jawab ." Jawab Kaysha.
"Mmh....Tapi jujur ya Bu !" Pinta Lisa.
Kaysha mengangguk.
"Seandainya didunia ini tinggal dua Pria
Dan Ibu diharuskan memilih antara Papa
Rangga dan Mas Rayhan, Ibu pilih mana ?"
"Rayhan...?" Mata Kaysha terbelalak.
"Ya...Mas Rayhan dibawah" Jawab
Lisa ia ingin tahu perasaan Ibunya.
"Ibu pingin Ayah ...." Jawaban Kaysha
Matanya menerawang sendu.
"Ibu...Aku sudah tahu jawabannya kalo itu,
Seandainya...Bu, Please !" Pinta Lisa.
"Kalau tidak dijawab..,Lisa tidak akan
maafin Ibu " Lisa mengeluarkan jurusnya
"Sayang .." Ucap Kaysha.
"Buu...." Pinta Lisa.
Sesaat Kaysha memandang bola mata
jernih milik Putrinya, Ia menghela nafas
berat.
"Papa Rangga ...!" Jawab Kaysha terbata.
"Why,....Bukankah Mas Ray muda dan
tampan?"Tanya Lisa
"Sayang kok nanyanya jadi ngelantur
gitu " Ujar Kaysha.
"Dengar ....Mas Azzam, Kaka dan Aa,
Serta Rayhan kalian tetap Anak Ibu...
Dan nggak akan ada yang berubah
Baik itu kini dan nanti sayang.." Ucap
Kaysha.
"Tapi bagaimana dengan Papa Rangga?"
Tanya Lisa.
Kemudian Ia menangkupkan tangannya
Didada.
Kembali Kaysha menghela nafas berat.
"Bang Rangga telah bersama Kami
Sejak dulu tentu Ia tahu hidup Ibu,
Baik itu kelebihan dan kekurangan Diri
__ADS_1
Ibu, Dan satu hal Ia menerima Ibu
Dan Anak - anak Ibu yang nakal - nakal,
Ia selalu ada disaat Kita terpuruk dan
Mau mengisi kekosongan figur Ayah
Untuk Kalian..." Papar Kaysha
Seseorang tersenyum dibalik pintu,
Ia memandang hangat dua wanita
Didepannya, Ia mendengar dari
Celah pintu yang sedikit terbuka.
Ada rasa lain direlung hatinya namun
Ia berusaha menepis semuanya,
Cinta Kaysha untuk adiknya Rayhan
Sebelum ada kabar dari sang Adik
Ia sendiri tidak akan gegabah, Ia tidak
Ingin mengisi kekosongan dihati Kaysha,
Ia hanya mengisi figur seorang Ayah
Untuk Putra - putri sang Adik menjaga
Mereka selagi figur itu kosong dan
Dirinya tidak rela jika figur itu terganti
Oleh Orang lain.
Saat malam menjelang Rangga yang
Tidak bisa tidur, Keluar dari kamar Azzam
Ia turun kebawah dimana Kamar tamu
berada, Terlihat pintu ruang tengah terbuka,
Seseorang sedang berdiri disana,
Kebetulan pikirnya, Ada yang ingin ditanya
kan olehnya, Mana mungkin tanpa sebab
Lisa bertanya pada Ibunya ..tentang
Perasaannya pada Rayhan.
Setelah berbasa - basi sebentar, Ia berta
nya langsung.
"Bagaimana perasaanmu pada Bu Al ?"
"Maaf ini pertanyaan tidak sopan,
Namun ...Ini mengusik benakku "
Sambung Rangga.
Dua pasang mata beda generasi itu,
saling menatap.
"Dari mana Anda tahu...?" Tanya Rayhan.
"Tak perlu Kamu tahu dari Siapa Saya
mengetahuinya, Nak...Anak muda
Seperti Dirimu tentu sangat mudah untuk
Diketahui dari gerak - gerikpun sudah
Ketahuan " Jawab Rangga.
"Saya hanya butuh jawaban, Sejak kapan?"
Tanya Rangga lagi.
Wajah Rayhan terlihat pucat, Namun Ia men
coba setenang mungkin.
"Sejak dulu....Ketika Saya merasakan untuk
Yang pertama kalinya jatuh cinta..." Ucap
Rayhan.
Rangga menutup mata, ...Ia sudah menebak.
Kaysha menjadi cinta pertama Muridnya.
"Apa yang Kamu lihat darinya"
tanya Rangga lagi.
"Tanpa perlu kujawab, Anda tentu sudah
Tahu jawabannya" Jawab Rayhan.
"Tapi kumohon hentikanlah perasaanmu
Yang keliru, Ini tidak betul " Pinta Rangga.
"Saya tahu umur Kami terpaut sangat
jauh, Namun apakah perasaan Seseorang
bisa berpatokan pada umur, Kasta bahkan
Latar belakang dan harta.."
"Anda tahu,..Tentu tidakkan?" Sambung
Rayhan.
"Tapi Kamu masih muda, Jalanmu masih
Panjang " Nasehat Rangga.
"Dan Saya pikir Masa depan saya,..
Ingin menjadikan bahuku tempat bersandar
Bu Al,... Ingin menjadi Seseorang yang
berarti Baginya" Ucapnya takin.
"Dan Kurasa itu semua hanya mimpi"
Potong Rangga.
"Dan Kuminta hentikan sebelum semua
nya terlambat " Pinta Rangga.
"Aku rasa ketika Aku maju ..Pantang
Bagiku untuk mundur kembali " Jawab
Rayhan lantang.
"Kamuuu!" Ucap Rangga seraya tangannya
Mengepal.
Mereka tidak menyadari Seseorang tengah
terisak menutup mulutnya, Ia berdiri di balik
Tembok ditangga terakhir menuju lantai
bawah rumahnya.
*Hayooo?
***********************************************
**Bersambung
**Tinggalkan jejak mu ....Please !🙏😘
__ADS_1