Hujan September

Hujan September
*Episode 62


__ADS_3

"Assalamualaikum ....?" Jawab sesosok


gagah berwajah tampan nan matang.


"Waalaikum sallam...Kok pulangnya


telat bang ?" Tanya Kaysha.


"Iya ada masalah di Pusat Imbasnya ya


Kesini " Keluh Rangga.


"Yang sabar aja Bang ...Ayo Anak - anak


Udah nungguin buat makan " Ajak Kaysha.


"Nggak ganti baju dulu nih Abang ?"


Potong Rangga.


"Nggak usah,...Ada tamu nggak sopan


Nyuruh Nunggu" Jawab Kaysha.


"Kamu ini...." Ucap Rangga.


"Masih wangi ini...." Bujuk Kaysha.


"Wangi darimana,....Dari Hongkong ?"


Ujar Rangga.


"Sudaah...Ayo..!" Ajaknya lagi.


Mereka masuk ke ruang makan dimana


Keluarganya telah menunggu lengkap.


Ada sepasang mata menyala disana,


Menatap tajam pada Interaksi dua


Orang dewasa diambang pintu ruang


Menuju ruang makan,


"Ada tamu rupanya .." Sapa Rangga.


"Izin Dan... Saya berkunjung ke Rumah


ini lagi " Jawab Rayhan.


"Sudah....Ini bukan dimarkas Kamu adalah


Tamu kami, Jadi jangan terlalu formal"


Ujar Rangga.


"Siaap Dan....!" Jawab Rayhan, Seraya tidak


Melepaskan pandangannya dari Sepasang


Orang dewasa didepannya.


Kebetulan Rayhan duduk diseberang


Kaysha, dan Lisa, Ia diapit oleh Gio


dan Azzam, Sedangkan Rangga sendiri


Sebagai kepala keluarga.


"Pa...Aku laper nih ...mulai dong do'anya "


Pinta Gio.


"Ih Kamu nggak sabaran banget sih A..."


Potong Lisa.


Azzam hanya menempelkan telunjuknya


Dibibir, Matanya mengerling pada Rayhan


"malu ada tamu ....' Isyaratnya.


"Ekheeem,...Aa....Kaka bisa diam ya!"


Pinta Lisa.


"Sudah...Kita mulai ya ...!" Ujar Rangga.


Taklama Mereka makan setelah berdo'a


dahulu, Setelah itu Mereka berbincang


hangat di ruang tengah, Pintu digeser


Supaya terbuka, Membiarkan hawa segar


Udara malam masuk ke ruangan,


Sementara Rangga mandi dan berganti


baju dikamar Azzam. Sedangkan Lisa


Berada dikamarnya Ia pamit untuk


Beristirahat dikamarnya,


Sedangkan Azzam dan Gio asyik me


ngobrol di ruang tengah sesekali ter


dengar tawa diantara Mereka, Mereka


Masih mengingat Memory Mereka


Dahulu saat tinggal bersama dirumah


Yang berdekatan dengan Pesantren.


Tadi suara Rayhan lembut mengalun


Tatkala mengaji seperti dulu, Tidak


Ada yang berubah pada dirinya,


Hanya saja wajahnya yang berubah


Terlihat lebih dewasa kini.


"Lho Kaka dan Papa mana A?"


Tanya Kaysha yang muncul dari dapur.


Ia membawa satu baki camilan buatan


nya sendiri bersama Bik Siti,


Dibelakang Bik Siti mengekor seraya mem


bawa minuman untuk Mereka.


"Kak Lisa ke kamarnya, Dan Papa lagi


mandi dikamar Kak Azzam Bu..."


Jawab Gio,


"Oh ya sudah, ...Ibu panggil dulu ya


Kalian makan dulu camilannya duluan


aja " Ucap Kaysha.


"Iya Bu Al..." Jawab Rayhan.


Seraya matanya tidak lepas dari wajah


Sang Mantan Ibu gurunya dahulu,


Rasa aneh yang Rayhan rasakan selalu


Berdesir hebat saat melihat wajahnya,


Apalagi dulu wajah itu terlihat sendu,


Ia kagum Kaysha adalah sosok seorang


Ibu yang lembut dan penuh kasih,


Namun hatinya tegar seperti karang

__ADS_1


Dilautan, Entah sejak kapan rasa itu


Bermula namun melihat wajah sendu


Ibu gurunya hatinya selalu merasa sakit


Dan ingin melipur laranya, Sama seperti


Saat dulu Ia kehilangan Orang tuanya


Bu Al adalah Orang pertama yang mereng


kuh Dirinya dan memberi kasih sayang


Untuknya membawa dirinya dalam.


Kehangatan keluarganya padahal Dirinya


Sendiri saat itu tengah terpuruk secara


mental.


Setelah menyiapkan baju Rangga diatas


Kasur milik Azzam, Kaysha keluar mum


pung Rangga belum keluar dari Kamar


mandi, Ia telah terbiasa menyiapkan


Jika Rangga menginap dikamar Azzam.


Itupun secara sembunyi - sembunyi


"Ka...Boleh Ibu masuk?" Ketukan pintu


Ibunya terdengar,


"Ibu tahu Kaka belum tidur " Sambung


Kaysha.


Takurung pintu kamar Lisa terbuka.


Menampilkan wajah sembab seperti


habis menangis.


"Sayang ada apa?" Tanya Kaysha lembut.


"Tidak..Aku hanya kangen Ayah Bu..


Ayah sudah lama tidak kembali, Aku


takut Ibu melupakan Dirinya Bu...


Aku sangat takut Kita tidak akan pernah


Bertemu lagi....Aku takut penantian Kita


Selama ini sia - sia" Lirihnya sendu.


Kaysha merengkuh kembali tubuh


Putrinya yang terlihat rapuh.


"Sayang ... Jangan khawatir Ayah takkan


Pernah akan terganti dihidup Ibu ...


Selamanya " Ucap Kaysha.


"Lisa hanya takut ...." Ujar Lisa.


"Ibu tahu Kamu khawatir ...Namun


jangan berlebihan Sayang.." Ucap


Kaysha.


"Maafkan Aku Ibu....Ini terdengar egois


Namun ..." Ucap Lisa terpotong.


"sst ...Cinta Ibu untuk Ayah, Dari dulu


Kini dan nanti " Ucap Kaysha.


Ia mengurai pelukan sang Ibu,


"Bu ..Aku punya pertanyaan Padamu.."


Ujar Lisa ragu - ragu.


Mata Kaysha menatap aneh wajah Putrinya


"Apa selagi bisa Ibu jawab..


Yaa akan Ibu jawab ." Jawab Kaysha.


"Mmh....Tapi jujur ya Bu !" Pinta Lisa.


Kaysha mengangguk.


"Seandainya didunia ini tinggal dua Pria


Dan Ibu diharuskan memilih antara Papa


Rangga dan Mas Rayhan, Ibu pilih mana ?"


"Rayhan...?" Mata Kaysha terbelalak.


"Ya...Mas Rayhan dibawah" Jawab


Lisa ia ingin tahu perasaan Ibunya.


"Ibu pingin Ayah ...." Jawaban Kaysha


Matanya menerawang sendu.


"Ibu...Aku sudah tahu jawabannya kalo itu,


Seandainya...Bu, Please !" Pinta Lisa.


"Kalau tidak dijawab..,Lisa tidak akan


maafin Ibu " Lisa mengeluarkan jurusnya


"Sayang .." Ucap Kaysha.


"Buu...." Pinta Lisa.


Sesaat Kaysha memandang bola mata


jernih milik Putrinya, Ia menghela nafas


berat.


"Papa Rangga ...!" Jawab Kaysha terbata.


"Why,....Bukankah Mas Ray muda dan


tampan?"Tanya Lisa


"Sayang kok nanyanya jadi ngelantur


gitu " Ujar Kaysha.


"Dengar ....Mas Azzam, Kaka dan Aa,


Serta Rayhan kalian tetap Anak Ibu...


Dan nggak akan ada yang berubah


Baik itu kini dan nanti sayang.." Ucap


Kaysha.


"Tapi bagaimana dengan Papa Rangga?"


Tanya Lisa.


Kemudian Ia menangkupkan tangannya


Didada.


Kembali Kaysha menghela nafas berat.


"Bang Rangga telah bersama Kami


Sejak dulu tentu Ia tahu hidup Ibu,


Baik itu kelebihan dan kekurangan Diri

__ADS_1


Ibu, Dan satu hal Ia menerima Ibu


Dan Anak - anak Ibu yang nakal - nakal,


Ia selalu ada disaat Kita terpuruk dan


Mau mengisi kekosongan figur Ayah


Untuk Kalian..." Papar Kaysha


Seseorang tersenyum dibalik pintu,


Ia memandang hangat dua wanita


Didepannya, Ia mendengar dari


Celah pintu yang sedikit terbuka.


Ada rasa lain direlung hatinya namun


Ia berusaha menepis semuanya,


Cinta Kaysha untuk adiknya Rayhan


Sebelum ada kabar dari sang Adik


Ia sendiri tidak akan gegabah, Ia tidak


Ingin mengisi kekosongan dihati Kaysha,


Ia hanya mengisi figur seorang Ayah


Untuk Putra - putri sang Adik menjaga


Mereka selagi figur itu kosong dan


Dirinya tidak rela jika figur itu terganti


Oleh Orang lain.


Saat malam menjelang Rangga yang


Tidak bisa tidur, Keluar dari kamar Azzam


Ia turun kebawah dimana Kamar tamu


berada, Terlihat pintu ruang tengah terbuka,


Seseorang sedang berdiri disana,


Kebetulan pikirnya, Ada yang ingin ditanya


kan olehnya, Mana mungkin tanpa sebab


Lisa bertanya pada Ibunya ..tentang


Perasaannya pada Rayhan.


Setelah berbasa - basi sebentar, Ia berta


nya langsung.


"Bagaimana perasaanmu pada Bu Al ?"


"Maaf ini pertanyaan tidak sopan,


Namun ...Ini mengusik benakku "


Sambung Rangga.


Dua pasang mata beda generasi itu,


saling menatap.


"Dari mana Anda tahu...?" Tanya Rayhan.


"Tak perlu Kamu tahu dari Siapa Saya


mengetahuinya, Nak...Anak muda


Seperti Dirimu tentu sangat mudah untuk


Diketahui dari gerak - gerikpun sudah


Ketahuan " Jawab Rangga.


"Saya hanya butuh jawaban, Sejak kapan?"


Tanya Rangga lagi.


Wajah Rayhan terlihat pucat, Namun Ia men


coba setenang mungkin.


"Sejak dulu....Ketika Saya merasakan untuk


Yang pertama kalinya jatuh cinta..." Ucap


Rayhan.


Rangga menutup mata, ...Ia sudah menebak.


Kaysha menjadi cinta pertama Muridnya.


"Apa yang Kamu lihat darinya"


tanya Rangga lagi.


"Tanpa perlu kujawab, Anda tentu sudah


Tahu jawabannya" Jawab Rayhan.


"Tapi kumohon hentikanlah perasaanmu


Yang keliru, Ini tidak betul " Pinta Rangga.


"Saya tahu umur Kami terpaut sangat


jauh, Namun apakah perasaan Seseorang


bisa berpatokan pada umur, Kasta bahkan


Latar belakang dan harta.."


"Anda tahu,..Tentu tidakkan?" Sambung


Rayhan.


"Tapi Kamu masih muda, Jalanmu masih


Panjang " Nasehat Rangga.


"Dan Saya pikir Masa depan saya,..


Ingin menjadikan bahuku tempat bersandar


Bu Al,... Ingin menjadi Seseorang yang


berarti Baginya" Ucapnya takin.


"Dan Kurasa itu semua hanya mimpi"


Potong Rangga.


"Dan Kuminta hentikan sebelum semua


nya terlambat " Pinta Rangga.


"Aku rasa ketika Aku maju ..Pantang


Bagiku untuk mundur kembali " Jawab


Rayhan lantang.


"Kamuuu!" Ucap Rangga seraya tangannya


Mengepal.


Mereka tidak menyadari Seseorang tengah


terisak menutup mulutnya, Ia berdiri di balik


Tembok ditangga terakhir menuju lantai


bawah rumahnya.


*Hayooo?


***********************************************


**Bersambung


**Tinggalkan jejak mu ....Please !🙏😘

__ADS_1


__ADS_2