Hujan September

Hujan September
*Episode 70


__ADS_3

Saat hati ingin bicara dalam kata


Namun sarat akan makna,


Beribu rasa ingin Aku ungkapkan


Hanya satu cinta untuk sebuah nama,


Hanya Untukmu ....Yaitu Kamu.


Lisa terpekur sendirian, Hari ini Dirinya


Sendirian dirumah, Semua Orang sibuk


Dengan kegiatannya masing - masing.


Sesudah masak untuk makan siang


Bersama Bik Siti dan membantunya


Mengerjakan pekerjaan rumah,


Ia rebahan di sofa seraya nonton


Drakor yang tertunda, Seraya menunggu


Waktu shalat Dzuhur.


"Dek tolong bawakan, ...Map coklat yang


ada dimeja kerjaku ya ...!" Pinta Rayhan


Saat menelfon Lisa, Karena Ia tahu hanya


Lisa yang sedang berada dirumah.


Gio sudah memulai sekolahnya, Buyung


Mulai dengan Pendidikannya, Dan bisa


Dipastikan beberapa tahun Ia tidak akan


ada dirumah, Seorang Buyung ternyata


Mempunyai mental baja dan Usaha yang


Kuat, Kehidupan dikampung yang keras


Menempa dirinya mempunyai tekad yang


Kuat Dan gigih dalam hal apapun.


Dan Azzam memulai hari kerjanya,


Disebuah perusahaan terkemuka, Kini hanya


Dirinya yang sedang tidak ada kegiatan,


Karena perkuliahannya masih secara


Online,


Lisa dengan perlahan masuk ke dalam


Kamar Rayhan Karena memang Kamar


Rayhan terletak dibawah bersama kamar


Buyung dan sebuah kamar tamu.


Lisa masuk setelah membuka Pintu,


Sesaat Ia melihat foto dimeja Rayhan


Sebuah foto keluarga besarnya disana


bersama Rayhan tentunya, Dan foto


Orang tua kandung Rayhan ada disana,


Saat itu Kenangan miris tentang Orang tua


Rayhan yang meninggal hampir bersamaan


Terbayang dibenaknya.


Dan itulah mengapa Rayhan merasa


Tenang tinggal disini, Ia merasakan keha


ngatan dan arti sebuah Keluarga,


Lisa tahu mungkin perasaan Rayhan yang


Menyukai sang Ibu adalah perasaan yang


Didominasi kerinduan pada Ibu kandungnya,


Yang Ia dapatkan dari Kaysha hingga Ia


Terobsesi ingin memiliki Seorang Kaysha.


Ia segera mengambil map coklat yang


Tergeletak diatas meja, Setelah itu Ia


Kedapur menyiapkan dua bekal untuk


Rangga dan Rayhan makan siang, Karena


Kebetulan Ia baru selesai masak.


Dan Setelah berganti baju, Ia berlalu


Dengan mobil milik Rayhan yang terparkir,


Karena Rayhan sendiri berangkat kerja


Naik motor.


Ia berjalan menyusuri lorong menuju


Kantor Rayhan, Sesekali Ia menjawab


Sapaan Anggota disana yang kebetulan


Berpapasan dengannya, Karena Lisa sering


Kemari bersama Rangga ataupun mengan


tarkan Sesuatu untuknya.


"Silahkan masuk !" Ujar anggota


Yang membukakan pintu untuknya,


Rupanya Ia sedang berada diruangan


Rayhan, Setelah itu Ia Izin keluar ruangan.


"Sudah sampai,...Maaf Mas merepotkan


Dirimu " Ujar Rayhan, Setelah itu Ia mene


rima Amplop yang disodorkan Lisa,


"Nggak Pa - pa, Sekalian Aku bawa makan


Siang untuk Papa, Dan Ini untuk Mas Ray"


Ujar Lisa seraya menyerahkan satu paper


bag pada Rayhan.

__ADS_1


Rayhan Melihat jam ditangannya, Dan


Ia tersenyum,


"Temani Mas makan sebentar disini


Mau ya...Janji bentar aja Mas juga ada


Pertemuan" Pintanya.


"Lagipula Papa belum kembali dari luar,


Masih ada waktu, Sebelum Kamu ke


Ruangan Papa " Sambungnnya.


Lisa akhirnya tidak bisa menghindar,


Ia akhirnya menemani Rayhan makan


Diruangannya, Dan bersamaan dengan


Seorang wanita yang masuk tanpa menge


tuk pintu, Dan Diapun membawa makan


Siang kemungkinan itu untuk Rayhan.


"Eh maaf ....Saya kira tidak ada tamu"


Ujarnya gelagapan, Melihat tatapan Rayhan


"Ray ....Aku bawain makan siang sekalian


Untuk Kamu lho " Ujarnya mendekat,


Sedangkan Rayhan anteng menyuapkan


Makan siang yang dibawa Lisa.


"Maaf ..Tapi Aku juga sedang makan "


Jawab Rayhan acuh.


"Maaf ... Kalau begitu Aku permisi " Ujarnya


Setelah melirik wajah Lisa sesaat.


"Iya Silahkan " Jawab Rayhan


Lisa pun tersenyum sesaat,Ia merasa tidak


Enak mungkin Ia telah mengganggu acara


Mereka, Namun Lisa tidak mau bertanya


Ia terlalu gengsi untuk menanyakan Siapa


Wanita yang berseragam sama seperti


Yang dipakai Rayhan.


"Kamu nggak ada yang mau ditanyakan ?"


Tanya Rayhan.


Lisa menggeleng, Ia menggendikan bahunya


Rasa gengsinya terlalu tinggi dari rasa


Ingin tahunya.


"Tentang Apa ? " Tanya Lisa.


Padahal hatinya ingin tahu.


"Perempuan yang barusan, Mungkin?"


Tanya Rayhan


"Mungkin Iya !" Goda Rayhan, Ia ingin tahu


Reaksi Lisa padanya.


"Syukurlah...!" Ada rasa tidak suka dalam


nada bicaranya, walaupun bibirnya menga


takan demikian.


"Mas sudah move on dari Ibu, Jadi tidak


Perlu lagi Aku khawatir ada yang merebut


Ibuku dari Ayahku " Sindir Lisa pedas.


"Uhuuuk. ..!" Hampir saja Rayhan tersedak,


Ia minum air mineral yang disodorkan


Lisa padanya, Untung saja itu makanan


Terakhir yang dimakan Rayhan.


"Dek ...Kamu masih dendam ya ...


Sama Mas ?" Tanyanya.


"Enggak !" Jawab Lisa singkat.


"Aku hanya tidak ingin ada Orang ketiga


Diantara Ibu dan Ayah" Jawab Lisa.


Sesaat Rayhan menghela nafas,


"Ada hal yang tidak bisa Aku katakan


Padamu, Wajar Kalau Kamu mau marah,


Aku yang bersalah, Aku yang ngin mengganti


Posisi Ayahmu saat Ia tidak ada, Namun Kini


Aku menyadari bahwa Ayahmu adalah


Segalanya untuk Ibumu, " Ucap Rayhan.


"Bukankah Cinta tidak harus memiliki,


Hanya melihat Dirinya bahagiapun itu


Sudah cukup bukan ,?" Ucapnya.


Sesuatu menohok perasaan Lisa,


Saat Ia mendengar ucapan Rayhan pada


nya, Dan itu sukses membuat riak wajah


Lisa berubah.


"Maaf ..Aku harus keruangan Papa "


Ujar Lisa, Ia ingin segera pergi dari


Ruangan Rayhan yang dirasa sesak kini.


Ia berdiri setelah merapikan tempat makan.


Yang isinya sudah habis dimakan Rayhan.


Namun Sesaat tangan Lisa ditahan Rayhan,

__ADS_1


"Bantu Mas untuk melupakan Ibumu,


Mau ya... Aku akan menunggu sampai


Kamu mengatakan siap " Ujarnya lembut.


Lisa menghela nafas.


"Aku hanya tidak ingin Kita melalui masa


Pacaran, Aku akan melamarmu pada Ayah "


Ujarnya.


Ada riak bahagia namun ada sedih yang


Tak bisa terkatakan.


"Jangan pernah mengambil keputusan


Hanya untuk bisa lari dari kenyataan,


Aku tidak ingin jadi peran pengganti


Untuk Siapapun walaupun itu Ibuku


Sekalipun, ...Maaf Aku menolak permin


taanmu, Lagipula Aku baru memulai


Hidupku dan masih banyak mimpi yang


Belum tercapai " Ucap Lisa.


Rasa sedih bergelayut dihatinya walaupun


Bahagia Rayhan akan meminangnya, Namun


Dirinya tidak mau sebagai seorang peran


Pengganti, Ia ingin Rayhan menerima Dirinya


Tidak dalam bayang - bayang siapapun.


"Dek...!" Ucap Rayhan.


"Maaf Mas....Aku harus segera pergi "


Pamit Lisa seraya membawa tempat makan


Yang dibawanya tadi.


"Ya Akupun akan menuju tempat pertemuan,


Aku antar karena satu arah ke ruangan Papa"


Ujarnya,


Rayhan membawa map coklat yang dibawa


Lisa tadi,


"Aku akan menunggu, Sampai Kamu siap


Dan Akupun benar - benar merasa siap"


Bisiknya.


Hati Lisa berbunga - bunga namun Ia tetap


Tak bereaksi dan terlihat tenang, Ia tidak


Ingin ini adalah fatamorgananya semata.


Ia akan melaluinya tanpa berharap lebih.


Ia hanya ingin menjaga hatinya supaya


Perasaannya tidak terluka.


Rayhan mengantar Lisa keruangan Rangga.


Dan berpapasan dengan temannya satu


Ruangan dengan Rayhan.


"Dek Lisa mau ke ruangan Papa ?"


Tanyanya, Ia baru keluar dari ruangan


Rangga.


"Iya Om,...Papanya ada?" Tanya Lisa.


"Ada baru saja datang dari luar "


Jawabnya.


"Sudah ada laporannya ?" Tanyanya


Pada Rayhan.


"Ada nih, Kita ke tempat pertemuan "


Jawab Rayhan seraya menunjukan amplop


Coklat yang dibawa Lisa.


"Ya sudah Kami tinggal dulu ya !"


Ujar Mereka, Dan dijawab Lisa mengang


guk seraya tersenyum.


Lisa membuka pintu tidak mengetuk namun


Ia mengucapkan salam.


" Asssalam...mua' Alaikum ?" Salam Lisa


Terpotong karena terdengar suara Rangga


Yang sedang memarahi seseorang ditelfon


"Sudah cukup .....Dari dulu juga Kita telah


Berpisah !" Terdengar nada tegas dari


Seorang Rangga.


"Aku akan menghabisi mu kalau Kamu


nekat melakukan hal itu !" Ancam Rangga.


Keras, Terdengar suara kemarahan disana.


"Papa ..!" Panggil Lisa pelan.


Sosok Rangga yang berbeda kini terlihat


oleh Lisa, Berbeda dengan saat Rangga


Berada dirumah.


Sesaat Rangga berbalik, Buru - buru Ia me


mutuskan telfonnya.


"Sayang ..Kapan kamu datang ?" Tanyanya


Berubah lembut.


************************************************

__ADS_1


**Bersambung


**Jejakmu Sayaang .....Please 🙏😘


__ADS_2