
Saat hati ingin bicara dalam kata
Namun sarat akan makna,
Beribu rasa ingin Aku ungkapkan
Hanya satu cinta untuk sebuah nama,
Hanya Untukmu ....Yaitu Kamu.
Lisa terpekur sendirian, Hari ini Dirinya
Sendirian dirumah, Semua Orang sibuk
Dengan kegiatannya masing - masing.
Sesudah masak untuk makan siang
Bersama Bik Siti dan membantunya
Mengerjakan pekerjaan rumah,
Ia rebahan di sofa seraya nonton
Drakor yang tertunda, Seraya menunggu
Waktu shalat Dzuhur.
"Dek tolong bawakan, ...Map coklat yang
ada dimeja kerjaku ya ...!" Pinta Rayhan
Saat menelfon Lisa, Karena Ia tahu hanya
Lisa yang sedang berada dirumah.
Gio sudah memulai sekolahnya, Buyung
Mulai dengan Pendidikannya, Dan bisa
Dipastikan beberapa tahun Ia tidak akan
ada dirumah, Seorang Buyung ternyata
Mempunyai mental baja dan Usaha yang
Kuat, Kehidupan dikampung yang keras
Menempa dirinya mempunyai tekad yang
Kuat Dan gigih dalam hal apapun.
Dan Azzam memulai hari kerjanya,
Disebuah perusahaan terkemuka, Kini hanya
Dirinya yang sedang tidak ada kegiatan,
Karena perkuliahannya masih secara
Online,
Lisa dengan perlahan masuk ke dalam
Kamar Rayhan Karena memang Kamar
Rayhan terletak dibawah bersama kamar
Buyung dan sebuah kamar tamu.
Lisa masuk setelah membuka Pintu,
Sesaat Ia melihat foto dimeja Rayhan
Sebuah foto keluarga besarnya disana
bersama Rayhan tentunya, Dan foto
Orang tua kandung Rayhan ada disana,
Saat itu Kenangan miris tentang Orang tua
Rayhan yang meninggal hampir bersamaan
Terbayang dibenaknya.
Dan itulah mengapa Rayhan merasa
Tenang tinggal disini, Ia merasakan keha
ngatan dan arti sebuah Keluarga,
Lisa tahu mungkin perasaan Rayhan yang
Menyukai sang Ibu adalah perasaan yang
Didominasi kerinduan pada Ibu kandungnya,
Yang Ia dapatkan dari Kaysha hingga Ia
Terobsesi ingin memiliki Seorang Kaysha.
Ia segera mengambil map coklat yang
Tergeletak diatas meja, Setelah itu Ia
Kedapur menyiapkan dua bekal untuk
Rangga dan Rayhan makan siang, Karena
Kebetulan Ia baru selesai masak.
Dan Setelah berganti baju, Ia berlalu
Dengan mobil milik Rayhan yang terparkir,
Karena Rayhan sendiri berangkat kerja
Naik motor.
Ia berjalan menyusuri lorong menuju
Kantor Rayhan, Sesekali Ia menjawab
Sapaan Anggota disana yang kebetulan
Berpapasan dengannya, Karena Lisa sering
Kemari bersama Rangga ataupun mengan
tarkan Sesuatu untuknya.
"Silahkan masuk !" Ujar anggota
Yang membukakan pintu untuknya,
Rupanya Ia sedang berada diruangan
Rayhan, Setelah itu Ia Izin keluar ruangan.
"Sudah sampai,...Maaf Mas merepotkan
Dirimu " Ujar Rayhan, Setelah itu Ia mene
rima Amplop yang disodorkan Lisa,
"Nggak Pa - pa, Sekalian Aku bawa makan
Siang untuk Papa, Dan Ini untuk Mas Ray"
Ujar Lisa seraya menyerahkan satu paper
bag pada Rayhan.
__ADS_1
Rayhan Melihat jam ditangannya, Dan
Ia tersenyum,
"Temani Mas makan sebentar disini
Mau ya...Janji bentar aja Mas juga ada
Pertemuan" Pintanya.
"Lagipula Papa belum kembali dari luar,
Masih ada waktu, Sebelum Kamu ke
Ruangan Papa " Sambungnnya.
Lisa akhirnya tidak bisa menghindar,
Ia akhirnya menemani Rayhan makan
Diruangannya, Dan bersamaan dengan
Seorang wanita yang masuk tanpa menge
tuk pintu, Dan Diapun membawa makan
Siang kemungkinan itu untuk Rayhan.
"Eh maaf ....Saya kira tidak ada tamu"
Ujarnya gelagapan, Melihat tatapan Rayhan
"Ray ....Aku bawain makan siang sekalian
Untuk Kamu lho " Ujarnya mendekat,
Sedangkan Rayhan anteng menyuapkan
Makan siang yang dibawa Lisa.
"Maaf ..Tapi Aku juga sedang makan "
Jawab Rayhan acuh.
"Maaf ... Kalau begitu Aku permisi " Ujarnya
Setelah melirik wajah Lisa sesaat.
"Iya Silahkan " Jawab Rayhan
Lisa pun tersenyum sesaat,Ia merasa tidak
Enak mungkin Ia telah mengganggu acara
Mereka, Namun Lisa tidak mau bertanya
Ia terlalu gengsi untuk menanyakan Siapa
Wanita yang berseragam sama seperti
Yang dipakai Rayhan.
"Kamu nggak ada yang mau ditanyakan ?"
Tanya Rayhan.
Lisa menggeleng, Ia menggendikan bahunya
Rasa gengsinya terlalu tinggi dari rasa
Ingin tahunya.
"Tentang Apa ? " Tanya Lisa.
Padahal hatinya ingin tahu.
"Perempuan yang barusan, Mungkin?"
Tanya Rayhan
"Mungkin Iya !" Goda Rayhan, Ia ingin tahu
Reaksi Lisa padanya.
"Syukurlah...!" Ada rasa tidak suka dalam
nada bicaranya, walaupun bibirnya menga
takan demikian.
"Mas sudah move on dari Ibu, Jadi tidak
Perlu lagi Aku khawatir ada yang merebut
Ibuku dari Ayahku " Sindir Lisa pedas.
"Uhuuuk. ..!" Hampir saja Rayhan tersedak,
Ia minum air mineral yang disodorkan
Lisa padanya, Untung saja itu makanan
Terakhir yang dimakan Rayhan.
"Dek ...Kamu masih dendam ya ...
Sama Mas ?" Tanyanya.
"Enggak !" Jawab Lisa singkat.
"Aku hanya tidak ingin ada Orang ketiga
Diantara Ibu dan Ayah" Jawab Lisa.
Sesaat Rayhan menghela nafas,
"Ada hal yang tidak bisa Aku katakan
Padamu, Wajar Kalau Kamu mau marah,
Aku yang bersalah, Aku yang ngin mengganti
Posisi Ayahmu saat Ia tidak ada, Namun Kini
Aku menyadari bahwa Ayahmu adalah
Segalanya untuk Ibumu, " Ucap Rayhan.
"Bukankah Cinta tidak harus memiliki,
Hanya melihat Dirinya bahagiapun itu
Sudah cukup bukan ,?" Ucapnya.
Sesuatu menohok perasaan Lisa,
Saat Ia mendengar ucapan Rayhan pada
nya, Dan itu sukses membuat riak wajah
Lisa berubah.
"Maaf ..Aku harus keruangan Papa "
Ujar Lisa, Ia ingin segera pergi dari
Ruangan Rayhan yang dirasa sesak kini.
Ia berdiri setelah merapikan tempat makan.
Yang isinya sudah habis dimakan Rayhan.
Namun Sesaat tangan Lisa ditahan Rayhan,
__ADS_1
"Bantu Mas untuk melupakan Ibumu,
Mau ya... Aku akan menunggu sampai
Kamu mengatakan siap " Ujarnya lembut.
Lisa menghela nafas.
"Aku hanya tidak ingin Kita melalui masa
Pacaran, Aku akan melamarmu pada Ayah "
Ujarnya.
Ada riak bahagia namun ada sedih yang
Tak bisa terkatakan.
"Jangan pernah mengambil keputusan
Hanya untuk bisa lari dari kenyataan,
Aku tidak ingin jadi peran pengganti
Untuk Siapapun walaupun itu Ibuku
Sekalipun, ...Maaf Aku menolak permin
taanmu, Lagipula Aku baru memulai
Hidupku dan masih banyak mimpi yang
Belum tercapai " Ucap Lisa.
Rasa sedih bergelayut dihatinya walaupun
Bahagia Rayhan akan meminangnya, Namun
Dirinya tidak mau sebagai seorang peran
Pengganti, Ia ingin Rayhan menerima Dirinya
Tidak dalam bayang - bayang siapapun.
"Dek...!" Ucap Rayhan.
"Maaf Mas....Aku harus segera pergi "
Pamit Lisa seraya membawa tempat makan
Yang dibawanya tadi.
"Ya Akupun akan menuju tempat pertemuan,
Aku antar karena satu arah ke ruangan Papa"
Ujarnya,
Rayhan membawa map coklat yang dibawa
Lisa tadi,
"Aku akan menunggu, Sampai Kamu siap
Dan Akupun benar - benar merasa siap"
Bisiknya.
Hati Lisa berbunga - bunga namun Ia tetap
Tak bereaksi dan terlihat tenang, Ia tidak
Ingin ini adalah fatamorgananya semata.
Ia akan melaluinya tanpa berharap lebih.
Ia hanya ingin menjaga hatinya supaya
Perasaannya tidak terluka.
Rayhan mengantar Lisa keruangan Rangga.
Dan berpapasan dengan temannya satu
Ruangan dengan Rayhan.
"Dek Lisa mau ke ruangan Papa ?"
Tanyanya, Ia baru keluar dari ruangan
Rangga.
"Iya Om,...Papanya ada?" Tanya Lisa.
"Ada baru saja datang dari luar "
Jawabnya.
"Sudah ada laporannya ?" Tanyanya
Pada Rayhan.
"Ada nih, Kita ke tempat pertemuan "
Jawab Rayhan seraya menunjukan amplop
Coklat yang dibawa Lisa.
"Ya sudah Kami tinggal dulu ya !"
Ujar Mereka, Dan dijawab Lisa mengang
guk seraya tersenyum.
Lisa membuka pintu tidak mengetuk namun
Ia mengucapkan salam.
" Asssalam...mua' Alaikum ?" Salam Lisa
Terpotong karena terdengar suara Rangga
Yang sedang memarahi seseorang ditelfon
"Sudah cukup .....Dari dulu juga Kita telah
Berpisah !" Terdengar nada tegas dari
Seorang Rangga.
"Aku akan menghabisi mu kalau Kamu
nekat melakukan hal itu !" Ancam Rangga.
Keras, Terdengar suara kemarahan disana.
"Papa ..!" Panggil Lisa pelan.
Sosok Rangga yang berbeda kini terlihat
oleh Lisa, Berbeda dengan saat Rangga
Berada dirumah.
Sesaat Rangga berbalik, Buru - buru Ia me
mutuskan telfonnya.
"Sayang ..Kapan kamu datang ?" Tanyanya
Berubah lembut.
************************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Jejakmu Sayaang .....Please 🙏😘