Hujan September

Hujan September
*Episode 11


__ADS_3

* Tak ada kata jujur untuk.sebuah


Keikhlasan yang ada adalah Sebuah


Keterpaksaan yang menjadikanya


Terbiasa.


"Takkan ada yang berubah A,...


Sudah cukup kata perpisahan Kita,


Aku tak ingin mengubur mimpi teteh


Demi Kita,...Ia tinggal punya satu mimpi


Lagi dalam dirimu, Coba mengertilah


Dan pahami ...A" Ujar Kaysha.


Itulah perkataan Kaysha terakhir kalinya.


Iapun mengucapkan selamat ketika Sang


Aa bertunangan, Ia tidak ingin mundur,


Sifatnya tidak akan mengingkari ucapannya


Ataupun janji yang telah dibuatnya,


Kaysha takkan pernah berpaling walau


Ia merasakan sakit dihatinya,


Ia pulang ke Bandung sendirian, Karena


Ayah dan Bundanya akan Menyusul nanti.


Kaysha beralasan Kafe sedang sibuk dan


Orang perkebunan akan menemuinya


Besok.


Ia menaruh tasnya di sofa dan higheels nya


Di rak sepatu.


Sengaja Ia tidak menyalakan lampu,


Ia membiarkannya gelap gulita,


Ia duduk didapur dilantai bersandar pada


Meja Mini bar dipantry nya.


Tangannya Menumpu pada lututnya,


Ia hanya ingin menangis tanpa suara,


Merasakan bebannya, Dan tanpa isakan


Tangis Ia mengeluarkan sedihnya.


Walaupun setetes bening jatuh disudut


Matanya,....Ia mencoba ikhlas walau


Terasa berat.


Ia Diam ..


Dirinya hanya ingin sendiri saat ini tanpa


Ada yang mengasihani,


Dadanya sesak, Akhirnya Ia terisak sendiri,


Pertahanannya bobol juga.


Ia biarkan Apartemennya gelap gulita,


Ia mencoba melepas tangisnya tanpa


Ingin diketahui oleh siapapun,


Ia memeluk lutut Kakinya,


Berbicara ternyata mudah namun


Pada kenyataannya, Melakukannya


Adalah hal tersulit yang Ia lakukan.


Kepalanya terasa berat, Ia tidak ingin


Bangkit untuk saat sekarang walaupun


Dadanya sesak Ia ingin menikmati


Sedihnya untuk saat ini.


Bel terus berbunyi, Namun Kaysha


Enggan untuk membukanya.


Ia hanya ingin menikmati kesendiriannya


saat ini.


Taklama pintu Apartemennya terbuka,


Namun Ia terlalu enggan untuk berdiri.


lampu ruang tamu menyala,


"Al...Elo dimana?" Suara Hendra terdengar.


"Al jangan sembunyi!" Ucap Hendra.


Kemudian Ia menyalakan semua lampu


Apartemen Kaysha,


Dan mendapati Kaysha yang tengah ter


Isak di bawah.


"Al...Aku tahu Kamu akan begini "


Ujar Hendra, Meraih tubuh Sahabatnya


Dan memeluknya erat,


"Al...!" Ucapnya pelan,


Hendra mengusap pelan pucuk rambut


Sahabatnya itu, Sahabat yang selalu


ada disaat Dirinya kesulitan, Tanpa


Kata Ia mengulurkan tangannya,


"Menangislah Al ...Dada Gue masih


Bisa menampung tangis lu..."


Lirih Hendra.


********


"Buna ...Azzam Lindu Buna!" Ujar Azzam.


Ia sumringah melihat wajah Kaysha,

__ADS_1


Ia berlari menyongsong pelukan Kaysha.


"Dari mana Abang tahu ...Aku kerja disini?"


Tanya Kaysha.


"Hendra" Jawab Rayhan singkat senyum


manis tersungging disana.


Rayhan mengunjungi Kafe beserta Azzam,


Karena Azzam terus merengek ingin


Ketemu Kaysha.


Wanita pengunjung Kafe mencoba men


curi pandang melihat wajah Rayhan.


Pak Pol itu hanya menunduk pura - pura


tidak tahu, Hari ini Dirinya semakin tampan


Dengan pakaian kasual melekat di badannya.


"Abang lagi libur,..?" Tanya Kaysha


Ia tengah menyuapi Azzam es krim.


Ini adalah waktu istirahat, Dan Rayhan datang


Karena tidak ingin mengganggu pekerjaannya.


Senyum manisnya membius Kaysha,


Ditambah hidung mancung bertengger


Disana, Ah...Membuat klepek - klepek


Yang melihatnya, Namun rupanya Rayhan


Terlihat santai, Ia malah asik memandang


Azzam bersama Kaysha.


"Abang libur hari ini, Bang Rangga lagi


Dinas keluar kota" Jawab Rayhan.


"Apa Kami mengganggumu ?" Tanyanya


lagi.


Kaysha menggeleng.


"Tidak..Ini waktu istirahat siangku"


Ucap Kaysha.


Kaysha mengelap bibir Azzam yang


Belepotan eskrim


"Buna .....Udah " Ucapnya.


Taklama Seseorang menghampiri Kaysha.


"Bu...Pak Indra sudah sampai, Ia sedang


berbicara dengan Bu Rani " Ucapnya.


Kaysha mengangguk.


"Azzam tunggu sebentar sama Papa Ya...!"


Ujar Kaysha pada Azzam.


Dengan wajah sedih Azzam mengangguk.


kok " Ucap Kaysha.


"Al jika mengganggu pekerjaanmu,


Kami pulang ya!" Ucap Rayhan merasa tidak


enak.


"Enggak pa - pa kok Bang, Al juga masih


kangen Azzam" jawab Kaysha.


"Azzam tunggu Bunda ya!' Ucap Kaysha.


Azzam mengangguk kemudian turun


dari kursinya dan menghampiri Rayhan.


Kaysha berjalan menuju kantornya.


Tidak lama kemudian Kaysha keluar


Diiringi Pak Indra dan Mbak Rani.


"Bang Aku harus ke perkebunan, ..Maaf


Aku meninggalkan Kalian " Ujar Kaysha


Tidak enak padahal Dirinyapun masih


Rindu Azzam.


"Atau Azzam mau ikut sekalian Kita


piknik " Ajak Kaysha.


"Ayo Azzam Kita ikut Buna,...Kita liburan


hari ini"Kali ini Rayhan yang mengajak


Azzam.


Kaysha melongo tadinya mungkin yang


ikut Azzam dan akan memulangkan Azzam


Sepulang dari sana, Namun Ia lupa mengajak


Azzam berarti satu paket dengan Papanya.


Tapi ya sudahlah.


"Biar sama mobilku Aja, Aku akan mengantar


kan Kamu Al " Ucap Rayhan.


"Tapii.." Potong Kaysha merasa tidak enak.


"Sudah ...Ayo masuk "


Tangan Rayhan menghalangi Kepala Kaysha


Ketika masuk mobil, Supaya tidak terluka


Ataupun terantuk ..Perlakuan hangat seorang


Rayhan, Membuat Dirinya terpesona,


Namun terbersit pertanyaan dalam hati


Kaysha Apakah semua perlakuan itu


Ditujukan untuk Semua wanita.


"Al .... Istirahat dulu bareng Azzam,

__ADS_1


Wajahmu pucat, ...Nanti kalau sampai


Abang bangunin Kamu Al " Sahutnya.


"Maaf jadi merepotkanmu Bang !"Ujar


Kaysha merasa tidak enak.


"Nggak pa - pa Al,...Santai saja"


Ucap Rayhan.


Kaysha menyandarkan tubuhnya di jok


mobil dibelakang Rayhan, Sedangkan


Azzam tengah berbaring, .. Kepalanya


Berada di pangkuan Kaysha Karena


Sebentar lagi waktunya Azzam tidur


Siang.


Kaysha pun mencoba terlelap,


Matanya terlihat sedikit sembab walau


Sudah ditutupi dengan concelear, Kantung


matanya tertutupi sedikit,


"Ada apa denganmu Al,...Kamu menyem


bunyikan sedihmu sendiri tanpa bisa


Aku bertanya, Karena Aku adalah


Siapa?" Lirih Rayhan seraya menjalankan


mobilnya.


"Aku sudah tidak sabar ....Menjadi seseorang


Yang bisa berbagi sedihmu,"Ucapnya lagi


Dalam hati.


Setelah melewati perjalanan mobil Rayhan


Memasuki kawasan perkebunan mengikuti


mobil Pak Indra.


Rayhan membuka pintu mobil, mengambil


Azzam, Takut Kaysha kerepotan.


Terlihat para pegawai sudah menunggu,


Mereka berjajar rapi di kursi yang tertata,


Setelah Sang pembawa acara menyampai


kan sambutan, Kaysha yang duduk bersa


ma Rayhan dan Azzam didepan jajaran


Para Staf perkebunan, Menjadi sorotan.


Tatkala sang pembawa Acara memperkenal


kan Kaysha sebagai Pemimpin Perkebunan


Yang baru, Sontak Para pegawai perkebunan


Bertepuk tangan karena pemimpin perkebunan


Mereka seorang gadis muda nan cantik.


Rayhan terkesima terlebih ketika Al menyam


paikan sambutan terlihat anggun dan elegan,


Rayhan semakin kagum terhadap sosok


Kaysha apalagi sosoknya tenang dan tangguh


Tidak seperti wanita kebanyakan.


Setelah acara selesai, Kaysha bersama Rayhan


Dan Azzam berkeliling sebentar,


Mereka menikmati hawa sejuk dikaki bukit,


Pemandangan indah yang menenangkan


hati siapapun yang menikmatinya.


"Buna.....Baguss!" Ucap Azzam melihat


Topi Ibu - ibu yang terlihat ketika memetik


Daun teh.


"Azzam senang ...?" Tanya Kaysha.


"Teneng ....Buna!" Ujarnya digendongan


Rayhan.


Para karyawan mengangguk hormat


Seraya tersenyum ketika berpapasan


Dengan Mereka.


Kaysha, Rayhan dan Azzam terlihat seperti


Keluarga kecil yang bahagia.


Senyuman tersungging di bibir Kaysha


Saat Azzam yang kembali antusias me


mandang pemandangan indah didepannya


Dari kaca mobil, Azzam berceloteh gembira


Ketika Mereka pulang.


Terdengar telfon Kaysha berbunyi.


"Ya Yah ...Nanti Al bicarakan sama Bang


Ray " Ucap Kaysha seraya menutup telfon


"Ada Apa Al ?" Tanya Rayhan.


"Ayah ingin bertemu dengan keluargamu


Bang, Ayah mengundang Kalian makan


malam besok" Ucap Kaysha.


"Kebetulan Abang pulang besok !" Sahut


Rayhan.


*************************************************


**Bersambung


**please like or comment 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2