
* Tak ada kata jujur untuk.sebuah
Keikhlasan yang ada adalah Sebuah
Keterpaksaan yang menjadikanya
Terbiasa.
"Takkan ada yang berubah A,...
Sudah cukup kata perpisahan Kita,
Aku tak ingin mengubur mimpi teteh
Demi Kita,...Ia tinggal punya satu mimpi
Lagi dalam dirimu, Coba mengertilah
Dan pahami ...A" Ujar Kaysha.
Itulah perkataan Kaysha terakhir kalinya.
Iapun mengucapkan selamat ketika Sang
Aa bertunangan, Ia tidak ingin mundur,
Sifatnya tidak akan mengingkari ucapannya
Ataupun janji yang telah dibuatnya,
Kaysha takkan pernah berpaling walau
Ia merasakan sakit dihatinya,
Ia pulang ke Bandung sendirian, Karena
Ayah dan Bundanya akan Menyusul nanti.
Kaysha beralasan Kafe sedang sibuk dan
Orang perkebunan akan menemuinya
Besok.
Ia menaruh tasnya di sofa dan higheels nya
Di rak sepatu.
Sengaja Ia tidak menyalakan lampu,
Ia membiarkannya gelap gulita,
Ia duduk didapur dilantai bersandar pada
Meja Mini bar dipantry nya.
Tangannya Menumpu pada lututnya,
Ia hanya ingin menangis tanpa suara,
Merasakan bebannya, Dan tanpa isakan
Tangis Ia mengeluarkan sedihnya.
Walaupun setetes bening jatuh disudut
Matanya,....Ia mencoba ikhlas walau
Terasa berat.
Ia Diam ..
Dirinya hanya ingin sendiri saat ini tanpa
Ada yang mengasihani,
Dadanya sesak, Akhirnya Ia terisak sendiri,
Pertahanannya bobol juga.
Ia biarkan Apartemennya gelap gulita,
Ia mencoba melepas tangisnya tanpa
Ingin diketahui oleh siapapun,
Ia memeluk lutut Kakinya,
Berbicara ternyata mudah namun
Pada kenyataannya, Melakukannya
Adalah hal tersulit yang Ia lakukan.
Kepalanya terasa berat, Ia tidak ingin
Bangkit untuk saat sekarang walaupun
Dadanya sesak Ia ingin menikmati
Sedihnya untuk saat ini.
Bel terus berbunyi, Namun Kaysha
Enggan untuk membukanya.
Ia hanya ingin menikmati kesendiriannya
saat ini.
Taklama pintu Apartemennya terbuka,
Namun Ia terlalu enggan untuk berdiri.
lampu ruang tamu menyala,
"Al...Elo dimana?" Suara Hendra terdengar.
"Al jangan sembunyi!" Ucap Hendra.
Kemudian Ia menyalakan semua lampu
Apartemen Kaysha,
Dan mendapati Kaysha yang tengah ter
Isak di bawah.
"Al...Aku tahu Kamu akan begini "
Ujar Hendra, Meraih tubuh Sahabatnya
Dan memeluknya erat,
"Al...!" Ucapnya pelan,
Hendra mengusap pelan pucuk rambut
Sahabatnya itu, Sahabat yang selalu
ada disaat Dirinya kesulitan, Tanpa
Kata Ia mengulurkan tangannya,
"Menangislah Al ...Dada Gue masih
Bisa menampung tangis lu..."
Lirih Hendra.
********
"Buna ...Azzam Lindu Buna!" Ujar Azzam.
Ia sumringah melihat wajah Kaysha,
__ADS_1
Ia berlari menyongsong pelukan Kaysha.
"Dari mana Abang tahu ...Aku kerja disini?"
Tanya Kaysha.
"Hendra" Jawab Rayhan singkat senyum
manis tersungging disana.
Rayhan mengunjungi Kafe beserta Azzam,
Karena Azzam terus merengek ingin
Ketemu Kaysha.
Wanita pengunjung Kafe mencoba men
curi pandang melihat wajah Rayhan.
Pak Pol itu hanya menunduk pura - pura
tidak tahu, Hari ini Dirinya semakin tampan
Dengan pakaian kasual melekat di badannya.
"Abang lagi libur,..?" Tanya Kaysha
Ia tengah menyuapi Azzam es krim.
Ini adalah waktu istirahat, Dan Rayhan datang
Karena tidak ingin mengganggu pekerjaannya.
Senyum manisnya membius Kaysha,
Ditambah hidung mancung bertengger
Disana, Ah...Membuat klepek - klepek
Yang melihatnya, Namun rupanya Rayhan
Terlihat santai, Ia malah asik memandang
Azzam bersama Kaysha.
"Abang libur hari ini, Bang Rangga lagi
Dinas keluar kota" Jawab Rayhan.
"Apa Kami mengganggumu ?" Tanyanya
lagi.
Kaysha menggeleng.
"Tidak..Ini waktu istirahat siangku"
Ucap Kaysha.
Kaysha mengelap bibir Azzam yang
Belepotan eskrim
"Buna .....Udah " Ucapnya.
Taklama Seseorang menghampiri Kaysha.
"Bu...Pak Indra sudah sampai, Ia sedang
berbicara dengan Bu Rani " Ucapnya.
Kaysha mengangguk.
"Azzam tunggu sebentar sama Papa Ya...!"
Ujar Kaysha pada Azzam.
Dengan wajah sedih Azzam mengangguk.
kok " Ucap Kaysha.
"Al jika mengganggu pekerjaanmu,
Kami pulang ya!" Ucap Rayhan merasa tidak
enak.
"Enggak pa - pa kok Bang, Al juga masih
kangen Azzam" jawab Kaysha.
"Azzam tunggu Bunda ya!' Ucap Kaysha.
Azzam mengangguk kemudian turun
dari kursinya dan menghampiri Rayhan.
Kaysha berjalan menuju kantornya.
Tidak lama kemudian Kaysha keluar
Diiringi Pak Indra dan Mbak Rani.
"Bang Aku harus ke perkebunan, ..Maaf
Aku meninggalkan Kalian " Ujar Kaysha
Tidak enak padahal Dirinyapun masih
Rindu Azzam.
"Atau Azzam mau ikut sekalian Kita
piknik " Ajak Kaysha.
"Ayo Azzam Kita ikut Buna,...Kita liburan
hari ini"Kali ini Rayhan yang mengajak
Azzam.
Kaysha melongo tadinya mungkin yang
ikut Azzam dan akan memulangkan Azzam
Sepulang dari sana, Namun Ia lupa mengajak
Azzam berarti satu paket dengan Papanya.
Tapi ya sudahlah.
"Biar sama mobilku Aja, Aku akan mengantar
kan Kamu Al " Ucap Rayhan.
"Tapii.." Potong Kaysha merasa tidak enak.
"Sudah ...Ayo masuk "
Tangan Rayhan menghalangi Kepala Kaysha
Ketika masuk mobil, Supaya tidak terluka
Ataupun terantuk ..Perlakuan hangat seorang
Rayhan, Membuat Dirinya terpesona,
Namun terbersit pertanyaan dalam hati
Kaysha Apakah semua perlakuan itu
Ditujukan untuk Semua wanita.
"Al .... Istirahat dulu bareng Azzam,
__ADS_1
Wajahmu pucat, ...Nanti kalau sampai
Abang bangunin Kamu Al " Sahutnya.
"Maaf jadi merepotkanmu Bang !"Ujar
Kaysha merasa tidak enak.
"Nggak pa - pa Al,...Santai saja"
Ucap Rayhan.
Kaysha menyandarkan tubuhnya di jok
mobil dibelakang Rayhan, Sedangkan
Azzam tengah berbaring, .. Kepalanya
Berada di pangkuan Kaysha Karena
Sebentar lagi waktunya Azzam tidur
Siang.
Kaysha pun mencoba terlelap,
Matanya terlihat sedikit sembab walau
Sudah ditutupi dengan concelear, Kantung
matanya tertutupi sedikit,
"Ada apa denganmu Al,...Kamu menyem
bunyikan sedihmu sendiri tanpa bisa
Aku bertanya, Karena Aku adalah
Siapa?" Lirih Rayhan seraya menjalankan
mobilnya.
"Aku sudah tidak sabar ....Menjadi seseorang
Yang bisa berbagi sedihmu,"Ucapnya lagi
Dalam hati.
Setelah melewati perjalanan mobil Rayhan
Memasuki kawasan perkebunan mengikuti
mobil Pak Indra.
Rayhan membuka pintu mobil, mengambil
Azzam, Takut Kaysha kerepotan.
Terlihat para pegawai sudah menunggu,
Mereka berjajar rapi di kursi yang tertata,
Setelah Sang pembawa acara menyampai
kan sambutan, Kaysha yang duduk bersa
ma Rayhan dan Azzam didepan jajaran
Para Staf perkebunan, Menjadi sorotan.
Tatkala sang pembawa Acara memperkenal
kan Kaysha sebagai Pemimpin Perkebunan
Yang baru, Sontak Para pegawai perkebunan
Bertepuk tangan karena pemimpin perkebunan
Mereka seorang gadis muda nan cantik.
Rayhan terkesima terlebih ketika Al menyam
paikan sambutan terlihat anggun dan elegan,
Rayhan semakin kagum terhadap sosok
Kaysha apalagi sosoknya tenang dan tangguh
Tidak seperti wanita kebanyakan.
Setelah acara selesai, Kaysha bersama Rayhan
Dan Azzam berkeliling sebentar,
Mereka menikmati hawa sejuk dikaki bukit,
Pemandangan indah yang menenangkan
hati siapapun yang menikmatinya.
"Buna.....Baguss!" Ucap Azzam melihat
Topi Ibu - ibu yang terlihat ketika memetik
Daun teh.
"Azzam senang ...?" Tanya Kaysha.
"Teneng ....Buna!" Ujarnya digendongan
Rayhan.
Para karyawan mengangguk hormat
Seraya tersenyum ketika berpapasan
Dengan Mereka.
Kaysha, Rayhan dan Azzam terlihat seperti
Keluarga kecil yang bahagia.
Senyuman tersungging di bibir Kaysha
Saat Azzam yang kembali antusias me
mandang pemandangan indah didepannya
Dari kaca mobil, Azzam berceloteh gembira
Ketika Mereka pulang.
Terdengar telfon Kaysha berbunyi.
"Ya Yah ...Nanti Al bicarakan sama Bang
Ray " Ucap Kaysha seraya menutup telfon
"Ada Apa Al ?" Tanya Rayhan.
"Ayah ingin bertemu dengan keluargamu
Bang, Ayah mengundang Kalian makan
malam besok" Ucap Kaysha.
"Kebetulan Abang pulang besok !" Sahut
Rayhan.
*************************************************
**Bersambung
**please like or comment 🙏😘
__ADS_1