
"Papa Aku ingin itu ?" Seru Lisa
"Tidak sayang ....Jangan itu, Yang
lain ya!" Pinta Gio
"Ah ....Papa kayak Ibu, Nggak asiik "
Bibir mungil itu cemberut lagi.
"Iya nanti kalau Lisa sakit, Siapa yang
sedih ?" Tanya Gio.
"Ibu..."Jawabnya seraya tertunduk
"Lalu Siapa?" Tanyanya lagi
"Papa ....!" Bola mata itu memandangi
wajah Gio.
"Terus Lisa mau buat sedih Ibu sama
Papa ?" Tanya Gio lembut,
Wajah mungil itu menggeleng,
"Nanti kita berhenti di sana ya...."
Pinta Gio.
"Sudah lama Papa nggak makan es
krim,..." Bujuk Gio.
Akhirnya mobil yang dikendarai Gio
berhenti disebuah kedai eskrim,
"Kita bawa oleh - oleh buat Ibu ya,
Kok mobil yang bawa Ibu belum
lewat ?" Tanya Gio pada Putrinya
Lisa.
"Tuuuh Ayaaah.... Ibu dadah - dadah !"
Tunjuk Lisa.
"Ya sudah Kita susulin mobil Ibu"
Tak lama Gio mengemudikan lagi
mobilnya menyusul mobil yang
Membawa Istrinya dari tempat
Upacara.
*******
"Al bisa Kita bicara !" Pinta Rangga
Ketika mengantarkan kembali Azzam
ke pondok, Kini Rangga telah mempunyai
Istri walaupun istrinya terlihat sangat
muda namun terlihat dewasa dari
Segi pemikiran dan sikapnya.
"Silahkan Bang, Mumpung Kelas Al
belum mulai dan Anak - anak lagi
anteng bersama Rania" Jawab Kaysha.
"Abang minta ikhlaskan Ray " Ucap
Rangga to the point.
Kaysha tidak dapat menjawabnya,
Ia kembali menunduk.
"Al...Abang merasakan apa yang kamu
rasakan dulu, Susah hati Abang mem
bukanya untuk Orang lain, Apalagi
Kalian terikat namun tidak bersama,
Kamu tahu kan maksud Abang ?"
Tanya Rangga,
"Apa Gio menyakitimu?" Tanya Rangga.
Kaysha menggeleng.
"Jujur?" Sambungnya
Kaysha tersenyum mengangguk.
"Lantas?' Tanya Rangga.
Sesaat Kaysha menghela nafas.
"Aku tidak ingin suatu saat ditinggal
kan lagi Bang, Aku takut tidak bisa
bangkit lagi, Dan menjadi Istri dan
Ibu yang lemah bagi Aa dan Lisa,
Al tahu Aa adalah cinta pertama Al,
Dan kekasih hati Al adalah Bang Ray,
Cukup sekali rasa sakit ini ketika
Ditinggalkan, Aku takut Aku tidak
Bisa berdiri lagi Bang " Ucap Kaysha
sendu.
Tangan lentiknya yang putih mengusap
air matanya.
Rangga terdiam, Ia merasakan sakit
Ketika ditinggalkan, Apalagi Orang
- Orang tersayangnya pergi dan
tak pernah kembali, Rangga dan Kaysha
merasakan hal yang sama saat ditinggal
kan Rayhan.
Kaysha tidak menangis namun Ia hanya
terdiam tanpa kata, Apalagi saat itu
Kaysha sedang hamil besar, Dan tinggal
Menghitung hari untuk melahirkan,
Rayhan sendiri sangat bahagia dan
Antusias dengan kehadiran buah hati
nya nanti, Namun ternyata takdir berkata
lain, Rayhan gugur dalam tugasnya.
Pada saat itu Gio baru pulih dari luka
Dari kejadian dulu, Bahkan Ia koma
__ADS_1
beberapa bulan, Dan menjalani
perawatan, Kesembuhannya pun
Baru sembilan puluh persen ketika
Rayhan menitipkan Kaysha dan Bayi
nya, Dan butuh perjuangan sampai
Sekarang walaupun kata " Sah "
Sudah terucap namun entah kenapa
Belum hidup bersama seperti pasa
ngan lainnya,
"Al pesan Abang masalalu biarlah
jadi kenangan, Tataplah masa depan
jangan sampai Ia pergi sebelum
Semuanya terlambat, Semuanya akan
terasa saat Dirinya pergi " Nasihat
Rangga menatap kosong kedepan.
"Rayhan meminta Kamu untuk
bersama Gio, Dia menginginkan
Dirimu bahagia sepeninggal Dirinya
Al" Ucap Rangga.
Itulah pesan dari Rangga yang mulai
membuka hatinya untuk Orang lain,
Dan Kini terlihat lebih bahagia.
Bel berbunyi tanda pelajaran baru
Dimulai, Perlahan Kaysha berdiri
Ia meminta Izin pada Rangga
Untuk Dirinya mulai mengajar.
Semenjak Dirinya mengobrol dengan
Rangga untuk saat terakhir Mereka
bertemu, Kini Kaysha mulai membuka
Diri pada Gio, Ia mulai menata hidupnya
Kini Mereka menempati rumah seder
hana yang Gio beli dari sisa tabungan
nya, Mereka menata rumah itu berdua
Kadang dibantu Anak Pondok atau
Anak buah Gio,
"A Aku bantu ya ....!" Ujar Kaysha
Tidak tega, Seorang tuan muda
Sedang membersihkan selokan
Yang tersumbat depan rumahnya,
Azzam dan Lisa menertawakan
Gio yang hampir seluruh kakinya
penuh lumpur,
"Papa Bau....!!" Teriak Lisa.
"Papa mandi gih....!" Titah Azzam.
membawa Air dalam ember.
"Ayo A....Sini Aku basuh dengan
air " Sahut Kaysha perlahan sedikit
demi sedikit Kaysha menyiram Kaki
Gio yang terkena lumpur dengan Air
Yang dibawanya,
"Wangi ya ...Al ?" Goda Gio.
"Wangi banget malahan, A....!" Jawab
Kaysha seraya menutup hidungnya
"Bohong itu dosa Istriku sayang !"
Ujar Gio.
"Diih ...A, Udah tahu pake nanya "
Sahut Kaysha...
"Mandiin ya Al...!"Pinta Gio matanya
mengering nakal,
"Nggak ah...Jangan gitu depan
Anak - anak " Ucap Kaysha.
"Papa kan udah gede, Masa mau
Dimandiin Ibu, Lisa aja udah bisa
mandi sendiri, Ya Bang?' Celetuk
Risa.
Azzam hanya mengangguk,
"Tuh Papa dengerin tuh kata Anak
- anaknya loh" Sahut Kaysha.
"Iya deh...Papa ngalah nggak jadi
Dimandiin oleh Ibu " Ucap Gio,
"Ayo Kita masuk, Kita tutup Gerbang
nya ya !" Titah Gio,
Kini Rumahnya terletak dipinggir jalan
Raya, Gio lebih protektif terhadap ke
luarganya, Ia takut ada yang mengusik
Keluarga kecil Mereka.
Mereka tidak menyadari sebuah mobil
Mewah sedang memandang Mereka
Dari kejauhan,
"Kamu bisa lihat Kay, Mereka terlihat
Bahagia, Senyuman Gio kini terlihat
Seperti dulu, Kebahagiaan Anakmu
adalah Al, ...Jangan terlalu larut
Dalam kekecewaan bukalah hatimu
Sayang !" Ucap Seandra,
__ADS_1
"Tapi Mas,...Dia bahkan membersihkan
Selokan yang bau itu dengan tangannya
Padahal dulu boro - boro, Nyentuh
barang yang sedikit kotor dirumah
Dirinya enggan, Apa segitu tidak punya
Uang Ia menghemat tidak punya
Upah untuk Menyuruh Orang lain Mas"
Lirih Kayla.
"Huss....Kalo ngomong itu ngelantur,
Dia mandiri sekarang dan bertanggung
Jawab sekarang terhadap Dirinya dan
Keluarganya lihat Senyum Mereka di
tengah kesederhanaan justru Mereka
Menikmatinya" Papar Seandra.
Kayla tertunduk, Ia masih Sesegukkan
"Tidak perlu khawatir, Mereka hidup
bahagia, Persiapkan saja Dirimu
Untuk segera menimang cucu"
Goda Seandra menghapus air mata
Dipipi putih Istrinya.
Menjelang siang mobil mewah itu
pergi dari sebrang jalan rumah Gio,
Karena tidak terlihat Orang rumah
Tersebut keluar.
Hujan deras kembali turun,
Azzam sedang mengerjakan Pr
Ditemani Lisa, Kalau libur Azzam
Pulang kerumah Kaysha dan hari
- hari biasa Azzam menginap di
Pondok.
"Untung Saja gentengnya nggak
Ada yang bocor, Cuma bergeser
Aja mungkin gara - gara kucing
Kawin atau berantem" Ujar Gio
Seraya meminum kopinya,
Kaysha yang mendengar ucapan
Gio jadi terkikik.
"Papa Emang kalo Kucing Kawin
itu apa sih ?" Tanya Lisa polos,
"Kan si Molly itu kucing Persia
kata Papa, Bukan kucing kawin"
Celetuk Putrinya,
Azzam meledakkan tawanya mende
ngar pertanyaan Lisa.
Gio hanya bisa menggaruk kepalanya
Yang tidak gatal,
"Nah...Ayo jawab tuh Pah..!" Sahut
Kaysha.
Akhirnya dengan sebuah karangan
bebas Gio menerangkan ucapannya
Walau kadang Lisa bertanya karena
Dirinya kurang puas dengan Jawaban
Sang Papa.
"Aku lupa kalau Putri Kita kecerdasan
nya diatas rata - rata " Ujar Gio.
"Makanya kalau ngomong itu sekarang
Harus dijaga " Ujar Kaysha.
Malam merayap, Gio menggendong
tubuh Lisa kedalam Kamarnya.
Dan Azzam sudah tidur pulas di
kamarnya sendiri.
Suasana terasa sepi, Kaysha menutup
laptopnya, Ia telah memasukkan
Laporan nilai Muridnya Dimata Pelajaran
nya untuk Ulangan kali ini, Sesaat ia
menguap dan ditutupi dengan tangan
nya, Kemudian Ia meregangkan otot
nya.
"Gimana Bu ....Udah Selesai ?" Tanya
Gio lembut,
"Sudah Papa...!" Jawab Kaysha,
Gio tersenyum penuh arti, Digendong
tubuh Istrinya,
"Stop dulu ngurusin anak - anak,
Sama Muridnya, Sekarang gilirannnya
Papa dong !" Bisik Gio.
Taklama Ia mematikan lampu,.
Berganti dengan temaramnya sinar
lampu tidur namun terasa hangat
Karena Kaysha ada dalam Pelukannya.
**Kopi Nggak akan manis kalau
Tidak dicampur gula, Begitu juga
Sebaliknya, Seperti kehidupan bukan ?
********************************************
**Bersambung
__ADS_1
**Please like or commentnya ya,
Dan maaf selalu untuk Kalian ...