Hujan September

Hujan September
*Episode 37


__ADS_3

"Papa Aku ingin itu ?" Seru Lisa


"Tidak sayang ....Jangan itu, Yang


lain ya!" Pinta Gio


"Ah ....Papa kayak Ibu, Nggak asiik "


Bibir mungil itu cemberut lagi.


"Iya nanti kalau Lisa sakit, Siapa yang


sedih ?" Tanya Gio.


"Ibu..."Jawabnya seraya tertunduk


"Lalu Siapa?" Tanyanya lagi


"Papa ....!" Bola mata itu memandangi


wajah Gio.


"Terus Lisa mau buat sedih Ibu sama


Papa ?" Tanya Gio lembut,


Wajah mungil itu menggeleng,


"Nanti kita berhenti di sana ya...."


Pinta Gio.


"Sudah lama Papa nggak makan es


krim,..." Bujuk Gio.


Akhirnya mobil yang dikendarai Gio


berhenti disebuah kedai eskrim,


"Kita bawa oleh - oleh buat Ibu ya,


Kok mobil yang bawa Ibu belum


lewat ?" Tanya Gio pada Putrinya


Lisa.


"Tuuuh Ayaaah.... Ibu dadah - dadah !"


Tunjuk Lisa.


"Ya sudah Kita susulin mobil Ibu"


Tak lama Gio mengemudikan lagi


mobilnya menyusul mobil yang


Membawa Istrinya dari tempat


Upacara.


*******


"Al bisa Kita bicara !" Pinta Rangga


Ketika mengantarkan kembali Azzam


ke pondok, Kini Rangga telah mempunyai


Istri walaupun istrinya terlihat sangat


muda namun terlihat dewasa dari


Segi pemikiran dan sikapnya.


"Silahkan Bang, Mumpung Kelas Al


belum mulai dan Anak - anak lagi


anteng bersama Rania" Jawab Kaysha.


"Abang minta ikhlaskan Ray " Ucap


Rangga to the point.


Kaysha tidak dapat menjawabnya,


Ia kembali menunduk.


"Al...Abang merasakan apa yang kamu


rasakan dulu, Susah hati Abang mem


bukanya untuk Orang lain, Apalagi


Kalian terikat namun tidak bersama,


Kamu tahu kan maksud Abang ?"


Tanya Rangga,


"Apa Gio menyakitimu?" Tanya Rangga.


Kaysha menggeleng.


"Jujur?" Sambungnya


Kaysha tersenyum mengangguk.


"Lantas?' Tanya Rangga.


Sesaat Kaysha menghela nafas.


"Aku tidak ingin suatu saat ditinggal


kan lagi Bang, Aku takut tidak bisa


bangkit lagi, Dan menjadi Istri dan


Ibu yang lemah bagi Aa dan Lisa,


Al tahu Aa adalah cinta pertama Al,


Dan kekasih hati Al adalah Bang Ray,


Cukup sekali rasa sakit ini ketika


Ditinggalkan, Aku takut Aku tidak


Bisa berdiri lagi Bang " Ucap Kaysha


sendu.


Tangan lentiknya yang putih mengusap


air matanya.


Rangga terdiam, Ia merasakan sakit


Ketika ditinggalkan, Apalagi Orang


- Orang tersayangnya pergi dan


tak pernah kembali, Rangga dan Kaysha


merasakan hal yang sama saat ditinggal


kan Rayhan.


Kaysha tidak menangis namun Ia hanya


terdiam tanpa kata, Apalagi saat itu


Kaysha sedang hamil besar, Dan tinggal


Menghitung hari untuk melahirkan,


Rayhan sendiri sangat bahagia dan


Antusias dengan kehadiran buah hati


nya nanti, Namun ternyata takdir berkata


lain, Rayhan gugur dalam tugasnya.


Pada saat itu Gio baru pulih dari luka


Dari kejadian dulu, Bahkan Ia koma

__ADS_1


beberapa bulan, Dan menjalani


perawatan, Kesembuhannya pun


Baru sembilan puluh persen ketika


Rayhan menitipkan Kaysha dan Bayi


nya, Dan butuh perjuangan sampai


Sekarang walaupun kata " Sah "


Sudah terucap namun entah kenapa


Belum hidup bersama seperti pasa


ngan lainnya,


"Al pesan Abang masalalu biarlah


jadi kenangan, Tataplah masa depan


jangan sampai Ia pergi sebelum


Semuanya terlambat, Semuanya akan


terasa saat Dirinya pergi " Nasihat


Rangga menatap kosong kedepan.


"Rayhan meminta Kamu untuk


bersama Gio, Dia menginginkan


Dirimu bahagia sepeninggal Dirinya


Al" Ucap Rangga.


Itulah pesan dari Rangga yang mulai


membuka hatinya untuk Orang lain,


Dan Kini terlihat lebih bahagia.


Bel berbunyi tanda pelajaran baru


Dimulai, Perlahan Kaysha berdiri


Ia meminta Izin pada Rangga


Untuk Dirinya mulai mengajar.


Semenjak Dirinya mengobrol dengan


Rangga untuk saat terakhir Mereka


bertemu, Kini Kaysha mulai membuka


Diri pada Gio, Ia mulai menata hidupnya


Kini Mereka menempati rumah seder


hana yang Gio beli dari sisa tabungan


nya, Mereka menata rumah itu berdua


Kadang dibantu Anak Pondok atau


Anak buah Gio,


"A Aku bantu ya ....!" Ujar Kaysha


Tidak tega, Seorang tuan muda


Sedang membersihkan selokan


Yang tersumbat depan rumahnya,


Azzam dan Lisa menertawakan


Gio yang hampir seluruh kakinya


penuh lumpur,


"Papa Bau....!!" Teriak Lisa.


"Papa mandi gih....!" Titah Azzam.


membawa Air dalam ember.


"Ayo A....Sini Aku basuh dengan


air " Sahut Kaysha perlahan sedikit


demi sedikit Kaysha menyiram Kaki


Gio yang terkena lumpur dengan Air


Yang dibawanya,


"Wangi ya ...Al ?" Goda Gio.


"Wangi banget malahan, A....!" Jawab


Kaysha seraya menutup hidungnya


"Bohong itu dosa Istriku sayang !"


Ujar Gio.


"Diih ...A, Udah tahu pake nanya "


Sahut Kaysha...


"Mandiin ya Al...!"Pinta Gio matanya


mengering nakal,


"Nggak ah...Jangan gitu depan


Anak - anak " Ucap Kaysha.


"Papa kan udah gede, Masa mau


Dimandiin Ibu, Lisa aja udah bisa


mandi sendiri, Ya Bang?' Celetuk


Risa.


Azzam hanya mengangguk,


"Tuh Papa dengerin tuh kata Anak


- anaknya loh" Sahut Kaysha.


"Iya deh...Papa ngalah nggak jadi


Dimandiin oleh Ibu " Ucap Gio,


"Ayo Kita masuk, Kita tutup Gerbang


nya ya !" Titah Gio,


Kini Rumahnya terletak dipinggir jalan


Raya, Gio lebih protektif terhadap ke


luarganya, Ia takut ada yang mengusik


Keluarga kecil Mereka.


Mereka tidak menyadari sebuah mobil


Mewah sedang memandang Mereka


Dari kejauhan,


"Kamu bisa lihat Kay, Mereka terlihat


Bahagia, Senyuman Gio kini terlihat


Seperti dulu, Kebahagiaan Anakmu


adalah Al, ...Jangan terlalu larut


Dalam kekecewaan bukalah hatimu


Sayang !" Ucap Seandra,

__ADS_1


"Tapi Mas,...Dia bahkan membersihkan


Selokan yang bau itu dengan tangannya


Padahal dulu boro - boro, Nyentuh


barang yang sedikit kotor dirumah


Dirinya enggan, Apa segitu tidak punya


Uang Ia menghemat tidak punya


Upah untuk Menyuruh Orang lain Mas"


Lirih Kayla.


"Huss....Kalo ngomong itu ngelantur,


Dia mandiri sekarang dan bertanggung


Jawab sekarang terhadap Dirinya dan


Keluarganya lihat Senyum Mereka di


tengah kesederhanaan justru Mereka


Menikmatinya" Papar Seandra.


Kayla tertunduk, Ia masih Sesegukkan


"Tidak perlu khawatir, Mereka hidup


bahagia, Persiapkan saja Dirimu


Untuk segera menimang cucu"


Goda Seandra menghapus air mata


Dipipi putih Istrinya.


Menjelang siang mobil mewah itu


pergi dari sebrang jalan rumah Gio,


Karena tidak terlihat Orang rumah


Tersebut keluar.


Hujan deras kembali turun,


Azzam sedang mengerjakan Pr


Ditemani Lisa, Kalau libur Azzam


Pulang kerumah Kaysha dan hari


- hari biasa Azzam menginap di


Pondok.


"Untung Saja gentengnya nggak


Ada yang bocor, Cuma bergeser


Aja mungkin gara - gara kucing


Kawin atau berantem" Ujar Gio


Seraya meminum kopinya,


Kaysha yang mendengar ucapan


Gio jadi terkikik.


"Papa Emang kalo Kucing Kawin


itu apa sih ?" Tanya Lisa polos,


"Kan si Molly itu kucing Persia


kata Papa, Bukan kucing kawin"


Celetuk Putrinya,


Azzam meledakkan tawanya mende


ngar pertanyaan Lisa.


Gio hanya bisa menggaruk kepalanya


Yang tidak gatal,


"Nah...Ayo jawab tuh Pah..!" Sahut


Kaysha.


Akhirnya dengan sebuah karangan


bebas Gio menerangkan ucapannya


Walau kadang Lisa bertanya karena


Dirinya kurang puas dengan Jawaban


Sang Papa.


"Aku lupa kalau Putri Kita kecerdasan


nya diatas rata - rata " Ujar Gio.


"Makanya kalau ngomong itu sekarang


Harus dijaga " Ujar Kaysha.


Malam merayap, Gio menggendong


tubuh Lisa kedalam Kamarnya.


Dan Azzam sudah tidur pulas di


kamarnya sendiri.


Suasana terasa sepi, Kaysha menutup


laptopnya, Ia telah memasukkan


Laporan nilai Muridnya Dimata Pelajaran


nya untuk Ulangan kali ini, Sesaat ia


menguap dan ditutupi dengan tangan


nya, Kemudian Ia meregangkan otot


nya.


"Gimana Bu ....Udah Selesai ?" Tanya


Gio lembut,


"Sudah Papa...!" Jawab Kaysha,


Gio tersenyum penuh arti, Digendong


tubuh Istrinya,


"Stop dulu ngurusin anak - anak,


Sama Muridnya, Sekarang gilirannnya


Papa dong !" Bisik Gio.


Taklama Ia mematikan lampu,.


Berganti dengan temaramnya sinar


lampu tidur namun terasa hangat


Karena Kaysha ada dalam Pelukannya.


**Kopi Nggak akan manis kalau


Tidak dicampur gula, Begitu juga


Sebaliknya, Seperti kehidupan bukan ?


********************************************


**Bersambung

__ADS_1


**Please like or commentnya ya,


Dan maaf selalu untuk Kalian ...


__ADS_2