Hujan September

Hujan September
* Episode 18


__ADS_3

"Wuidiih ...Azzam udah cakep aja !"


Sahut Kaysha,


Azzam terlihat segar dimandiin oleh


Rayhan, Kaysha mencium pipi Azzam


"Nih...Papanya nggak dipuji, Kasih sun


juga dong !" Goda Rayhan.


Kaysha hanya tersenyum seraya memon


yongkan bibirnya.


"Ogaaah....!" Ujar Kaysha, Seraya tertawa


Ia berlari kedalam dikejar oleh Rayhan.


"Berani ya sama suami !" Ujarnya


Taklama tangannya menggelitik perut


Kaysha.


"Ampuun Bang...Ampun !" Sahut Kaysha.


"Nyerah nggak ...?" ucap Rayhan.


"Nyerahlah bang kalo diginiin ,..!" Ujar Kaysha.


Taklama ciuman lembut sekilas mendarat


Di bibir Kaysha.


"Udah...Ah Bangun ada Azzam !" Ajak Rayhan


"Eh iyaa...Sampai lupa!" Mereka berlalu ke


depan.


"Bunaa...Papa!" Ucap Azzam


"Maaf..." Ujar Kaysha berbarengan dengan


Rayhan.


"Masuk yuuk....Azzam makan dulu !" Ajak


Rayhan.


Ia menggandeng istrinya mesra, Rayhan


merasa untuk saat ini Dirinya akan per


lahan mencoba mengerti apa yang diingin


kan Istrinya, Menggali lebih dalam Seorang


Kaysha Almira seutuhnya.


"Bang ...Tentu Bunda Orang yang sangat


beruntung, Mempunyai Putra seperti


Kalian" Lirih Kayla Memandang foto


Ibu mertuanya,


"Kan kemarin Kita udah ketemu Al "


Ucap Rayhan seraya menyuapi Azzam.


Karena kali ini Ia ingin menyuapi Azzam.


"Bagaimana dengan kekasih Abang ?"


Tanya Kaysha, Ia tahu Lelaki tampan


dan gagah seperti Rayhan tidak mungkin


Tidak mempunyai seseorang dihatinya


mungkin lebih malahan.


Sesaat Rayhan memberikan minum pada


Azzam dan menuntunnya duduk di karpet


Bulu dengan mainannya.


"Aku akan jujur Padamu, Dan Kamu pun


Harus jujur Padaku " Ujar Rayhan.


"Ya ...Aku pernah punya Seseorang, Kami


dekat sejak Kami sekolah SMA, , Ia mene


maniku dari nol, Ia selalu ada untuk Aku.."


Rayhan menggantung ucapannya, Sedih


Menggelayut diwajahnya.


Ada rasa tak biasa saat Rayhan menyebut


Nama Seseorang, Namun bukan Kaysha


namanya jika Ia tidak tenang dalam diamnya.


"Lalu...?" Tanya Kaysha.


Rayhan memandang wajah cantik Kaysha


Dalam,


"Jangan dilanjutkan ya...Aku takut akan


menyakiti hatimu, Bagiku itu masa lalu


Yang menyakitkan, Aku sudah mengubur


nya dalam - dalam " Lirih Rayhan.


Kaysha tersenyum hambar, Bagaimana


pun dirinya belum mengenal suaminya


Seutuhnya, Itulah mengapa Kaysha


Belum menyerahkan dirinya seutuhnya,


Jika masa lalu Mereka belumlah Usai,


Ada masanya suatu saat Mereka menerima


Diri mereka masing - masing seutuhnya.


"Boleh Aku tahu Siapa dirinya Bang ?"


Tanya Kaysha.


"Aku takut Kau membencinya Al,...


Aku takut Perasaan Padanya akan berubah"


Lirih Rayhan, Ia menatap sendu kearah


Azzam.


Kaysha menutup mulutnya, Matanya ter


belalak.

__ADS_1


"Jangan bilang itu Bundanya Azzam "


Tebak Kaysha.


Rayhan tersenyum kecut.


"Kaupun bisa menebaknya Al" Lirihnya.


"Maaf....!" Sambungnya.


Dengan tenang, Kaysha menepuk bahu


Suaminya lembut.


", Lanjutkanlah Bang...Aku hanya ingin tahu,


Dan mungkin bisa menyimpulkan dari sudut


Pandang yang berbeda" Ujar Kaysha.


Sesaat Rayhan menghela nafas.


"Dulu Ayah meninggal Saat Aku masih SMA ,


Dan Raffa SMP, Beliau hanya meninggalkan


Sebuah bengkel, Dan Ibu hanya seorang Ibu


rumah tangga biasa, Kami hanyalah keluarga


Sederhana Al, Kami bertiga mengambil alih


bengkel untuk keperluan hidup Kami, Sampai


Bang Rangga daftar menjadi tentara, Dan


Akhirnya lulus, Selama Abang pendidikan,


Aku dan Raffa belajar mengelola bengkel,


Sambil sekolah, Mita selalu ada ketika


Kami susah, Ia tak segan mengulurkan


tangannya, Dan membagi bahunya untuk


melepas sedih dan beban yang ada Padaku."


Sesaat Ia menunduk.


Mungkin ini fase sedih dan terberat dalam


Hidup seorang Rayhan Adipraja.


"Jika terasa berat ...Aku takkan memak


samu Bang ,!" Ucap Kaysha lembut.


"Namun takdir berkata lain, ...Ternyata


Mita telah dijodohkan dengan Bang Rangga,


Oleh Almarhum Ayah, Dan untuk menjalan


kan wasiat Ayah maka Bang Rangga meni


Kahi Mita, " Ucap Rayhan bergetar,


Kaysha memegang jemarinya perlahan


Dan menciuminya lembut


"Aku melepas Mita untuk Bang Rangga,


Selain karena wasiat Ayah, Aku menghor


mati dan menyayanginya, Selama ini Ia


telah menjadi tulang punggung keluarga


Gung jawab walau Ia lupa cara Dia bahagia,


Walaupun sakit Aku ikhlas melepasnya,


Bohong ...Aku tidak terluka, Sakit Al melihat


Orang yang Kita Sayang bersanding dengan


Orang lain" Ucap Rayhan.


Degg...!!


Jantung Kaysha berdegup kencang, Ada


Rasa nyeri diujung hatinya,


"Apa ini yang dirasakan Aa kemarin, Sam


pai Aa tidak ingin menghadiri pernikahan


ku..." Lirihnya dalam hati.


Tak terasa setetes bening hadir dipelupuk


matanya.


Rayhan menyadari Kaysha menangis,


Buru - buru Ia memeluk Kaysha erat.


"Maaf...Aku sudah melupakan perasaan


mu, ..Namun perasaanku telah terkubur


Sejak Dia menikah dan pergi ikut Abang


Dinas diluar pulau, Hingga Kami belum


pernah bertemu lagi sejak hari Itu "


Ujarnya.


Ia menarik tubuh Kaysha lembut.


Menghapus air mata Istrinya.


"Kini ada Kamu bersamaku, Aku berharap


Kita bersama Selamanya, Jangan khawatir


Sekarang hanya Kamu yang mengisi hatiku


Al...Hanya Kamu !" Bisik Rayhan lembut.


"Bohoong!" Potong Kayla.


"Kamu mah ...Dibilangin teh nggak per


Caya !" Ucap Rayhan menjawil hidung


mancung Kaysha.


"Bunaa...Antuk..!"Ucap Azzam, Ia merentang


kan tangannya minta digendong.


"Bareng Papa Ya...!"Tawar Rayhan.


"Noo...Baleng Bunaa!" Jawab Azzam.


Kaysha tersenyum, Ia meraih tubuh Azzam


Dan menggendongnya, Ia tidak sanggup


membenci Azzam walaupun sang ibu

__ADS_1


Adalah masa lalu Suaminya, Bagaimana


pun Dirinyapun punya masa lalu, Dan


Rayhan belum mengetahuinya. Sesaat


Wajah Gio hadir, Namun Ia mencoba


Menguburnya dalam, Ia mencium kening


Azzam bahkan Ia menyayangi Azzam .


karena Ia tidak bisa merasakan sentuhan


Ibunya sejak lahir.


Taklama Ia membawa Azzam kedalam


kamarnya Azzam, Sedangkan Rayhan


membereskan mainan Azzam.


Taklama Azzam tertidur dipelukan Kaysha.


Sedangkan Kaysha pun terlelap, Karena


hujan turun menjadikan hawa semakin


Dingin.


Rayhan kedapur membuat secangkir kopi,


Nampak di paviliun Bik Siti tengah menye


trika,


"Mau bibi buatkan kopi Den ?" Tanya sang


Bibi


Rayhan tersenyum.


"Nggak Bi..Biar saja saya yang buat, Bibi


kan lagi kerja " Tolak Rayhan.


"Makasih Den...!" Sungguh mengerti sang


majikan, Beruntung Dirinya bekerja di


rumah ini.


Rayhan hanya mengangguk seraya berja


lan kearah dapur.


Taklama Seseorang masuk, Setelah mem


buka sepatunya didepan.


"Assalamualaikum..!" Sallamnya.


Hening..takada jawaban, Apakah Orang


dirumah ini pada keluar, Namun tak ada


Pesan atapun tlp dari Rayhan, Biasanya


jika mengajak Azzam keluar Ia akan


minta izin Rangga lebih dahulu.


Ia melirik jam ditangannya, Lalu ia


menuju dapur,


"Sepi banget Ray...Sampai sallam Abang


pun nggak ada yang jawab " Ujar Rangga.


Seraya menaruh bawaannya di meja,


"Maaf Bang..Lagi didapur nggak kede


ngeran " Jawab Rayhan seraya menyeru


put kopinya,


"Tumben siang udah pulang ?" Tanya


Rayhan .


"Kan persiapan Abang tugas keluar kota


Ray, Walaupun cuma seminggu titip


Azzam ya" Ucap Rangga.


"Pasti Azzam nyusahin istri Kamu lagi "


Ujar Rangga merasa tidak enak.


Rayhan menepuk bahu Abangnya yang


telah mencuci tangannya,


"Azzam dimana?" Tanya Rangga.


"Tadi pengen tidur " Jawab Rayhan.


Buru - buru Rangga menuju kamar Azzam.


Sesaat Ia tertegun saat membuka pintu,


Nampak terlihat Azzam tertidur bersama


Kaysha mungkin karena cuaca mendukung,


Ia pun ikut terlelap.


Ia memandang hangat sebelum berlalu,


Ia pergi ke kamarnya, Hendak berganti


baju.


"Mau kamu bawa kemana Istrimu?


Lagi lelap gitu juga !" Tanya Rangga.


"Sst...Dingin ...hujan pengen yang


anget - anget Bang !" Ucap Rayhan


Ia membawa tubuh Kaysha kedalam


Kamarnya.


"Dasar Gila!" Rutuk Rangga, Kini Ia


yang memeluk tubuh Azzam.


"Nasib Om duda ya...!!"


************************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘


**Mana nih tadi yang minta double up


Udah lunas ya Ayo tinggal kopinya lho


🤭🙏

__ADS_1


.


__ADS_2