
"Wuidiih ...Azzam udah cakep aja !"
Sahut Kaysha,
Azzam terlihat segar dimandiin oleh
Rayhan, Kaysha mencium pipi Azzam
"Nih...Papanya nggak dipuji, Kasih sun
juga dong !" Goda Rayhan.
Kaysha hanya tersenyum seraya memon
yongkan bibirnya.
"Ogaaah....!" Ujar Kaysha, Seraya tertawa
Ia berlari kedalam dikejar oleh Rayhan.
"Berani ya sama suami !" Ujarnya
Taklama tangannya menggelitik perut
Kaysha.
"Ampuun Bang...Ampun !" Sahut Kaysha.
"Nyerah nggak ...?" ucap Rayhan.
"Nyerahlah bang kalo diginiin ,..!" Ujar Kaysha.
Taklama ciuman lembut sekilas mendarat
Di bibir Kaysha.
"Udah...Ah Bangun ada Azzam !" Ajak Rayhan
"Eh iyaa...Sampai lupa!" Mereka berlalu ke
depan.
"Bunaa...Papa!" Ucap Azzam
"Maaf..." Ujar Kaysha berbarengan dengan
Rayhan.
"Masuk yuuk....Azzam makan dulu !" Ajak
Rayhan.
Ia menggandeng istrinya mesra, Rayhan
merasa untuk saat ini Dirinya akan per
lahan mencoba mengerti apa yang diingin
kan Istrinya, Menggali lebih dalam Seorang
Kaysha Almira seutuhnya.
"Bang ...Tentu Bunda Orang yang sangat
beruntung, Mempunyai Putra seperti
Kalian" Lirih Kayla Memandang foto
Ibu mertuanya,
"Kan kemarin Kita udah ketemu Al "
Ucap Rayhan seraya menyuapi Azzam.
Karena kali ini Ia ingin menyuapi Azzam.
"Bagaimana dengan kekasih Abang ?"
Tanya Kaysha, Ia tahu Lelaki tampan
dan gagah seperti Rayhan tidak mungkin
Tidak mempunyai seseorang dihatinya
mungkin lebih malahan.
Sesaat Rayhan memberikan minum pada
Azzam dan menuntunnya duduk di karpet
Bulu dengan mainannya.
"Aku akan jujur Padamu, Dan Kamu pun
Harus jujur Padaku " Ujar Rayhan.
"Ya ...Aku pernah punya Seseorang, Kami
dekat sejak Kami sekolah SMA, , Ia mene
maniku dari nol, Ia selalu ada untuk Aku.."
Rayhan menggantung ucapannya, Sedih
Menggelayut diwajahnya.
Ada rasa tak biasa saat Rayhan menyebut
Nama Seseorang, Namun bukan Kaysha
namanya jika Ia tidak tenang dalam diamnya.
"Lalu...?" Tanya Kaysha.
Rayhan memandang wajah cantik Kaysha
Dalam,
"Jangan dilanjutkan ya...Aku takut akan
menyakiti hatimu, Bagiku itu masa lalu
Yang menyakitkan, Aku sudah mengubur
nya dalam - dalam " Lirih Rayhan.
Kaysha tersenyum hambar, Bagaimana
pun dirinya belum mengenal suaminya
Seutuhnya, Itulah mengapa Kaysha
Belum menyerahkan dirinya seutuhnya,
Jika masa lalu Mereka belumlah Usai,
Ada masanya suatu saat Mereka menerima
Diri mereka masing - masing seutuhnya.
"Boleh Aku tahu Siapa dirinya Bang ?"
Tanya Kaysha.
"Aku takut Kau membencinya Al,...
Aku takut Perasaan Padanya akan berubah"
Lirih Rayhan, Ia menatap sendu kearah
Azzam.
Kaysha menutup mulutnya, Matanya ter
belalak.
__ADS_1
"Jangan bilang itu Bundanya Azzam "
Tebak Kaysha.
Rayhan tersenyum kecut.
"Kaupun bisa menebaknya Al" Lirihnya.
"Maaf....!" Sambungnya.
Dengan tenang, Kaysha menepuk bahu
Suaminya lembut.
", Lanjutkanlah Bang...Aku hanya ingin tahu,
Dan mungkin bisa menyimpulkan dari sudut
Pandang yang berbeda" Ujar Kaysha.
Sesaat Rayhan menghela nafas.
"Dulu Ayah meninggal Saat Aku masih SMA ,
Dan Raffa SMP, Beliau hanya meninggalkan
Sebuah bengkel, Dan Ibu hanya seorang Ibu
rumah tangga biasa, Kami hanyalah keluarga
Sederhana Al, Kami bertiga mengambil alih
bengkel untuk keperluan hidup Kami, Sampai
Bang Rangga daftar menjadi tentara, Dan
Akhirnya lulus, Selama Abang pendidikan,
Aku dan Raffa belajar mengelola bengkel,
Sambil sekolah, Mita selalu ada ketika
Kami susah, Ia tak segan mengulurkan
tangannya, Dan membagi bahunya untuk
melepas sedih dan beban yang ada Padaku."
Sesaat Ia menunduk.
Mungkin ini fase sedih dan terberat dalam
Hidup seorang Rayhan Adipraja.
"Jika terasa berat ...Aku takkan memak
samu Bang ,!" Ucap Kaysha lembut.
"Namun takdir berkata lain, ...Ternyata
Mita telah dijodohkan dengan Bang Rangga,
Oleh Almarhum Ayah, Dan untuk menjalan
kan wasiat Ayah maka Bang Rangga meni
Kahi Mita, " Ucap Rayhan bergetar,
Kaysha memegang jemarinya perlahan
Dan menciuminya lembut
"Aku melepas Mita untuk Bang Rangga,
Selain karena wasiat Ayah, Aku menghor
mati dan menyayanginya, Selama ini Ia
telah menjadi tulang punggung keluarga
Gung jawab walau Ia lupa cara Dia bahagia,
Walaupun sakit Aku ikhlas melepasnya,
Bohong ...Aku tidak terluka, Sakit Al melihat
Orang yang Kita Sayang bersanding dengan
Orang lain" Ucap Rayhan.
Degg...!!
Jantung Kaysha berdegup kencang, Ada
Rasa nyeri diujung hatinya,
"Apa ini yang dirasakan Aa kemarin, Sam
pai Aa tidak ingin menghadiri pernikahan
ku..." Lirihnya dalam hati.
Tak terasa setetes bening hadir dipelupuk
matanya.
Rayhan menyadari Kaysha menangis,
Buru - buru Ia memeluk Kaysha erat.
"Maaf...Aku sudah melupakan perasaan
mu, ..Namun perasaanku telah terkubur
Sejak Dia menikah dan pergi ikut Abang
Dinas diluar pulau, Hingga Kami belum
pernah bertemu lagi sejak hari Itu "
Ujarnya.
Ia menarik tubuh Kaysha lembut.
Menghapus air mata Istrinya.
"Kini ada Kamu bersamaku, Aku berharap
Kita bersama Selamanya, Jangan khawatir
Sekarang hanya Kamu yang mengisi hatiku
Al...Hanya Kamu !" Bisik Rayhan lembut.
"Bohoong!" Potong Kayla.
"Kamu mah ...Dibilangin teh nggak per
Caya !" Ucap Rayhan menjawil hidung
mancung Kaysha.
"Bunaa...Antuk..!"Ucap Azzam, Ia merentang
kan tangannya minta digendong.
"Bareng Papa Ya...!"Tawar Rayhan.
"Noo...Baleng Bunaa!" Jawab Azzam.
Kaysha tersenyum, Ia meraih tubuh Azzam
Dan menggendongnya, Ia tidak sanggup
membenci Azzam walaupun sang ibu
__ADS_1
Adalah masa lalu Suaminya, Bagaimana
pun Dirinyapun punya masa lalu, Dan
Rayhan belum mengetahuinya. Sesaat
Wajah Gio hadir, Namun Ia mencoba
Menguburnya dalam, Ia mencium kening
Azzam bahkan Ia menyayangi Azzam .
karena Ia tidak bisa merasakan sentuhan
Ibunya sejak lahir.
Taklama Ia membawa Azzam kedalam
kamarnya Azzam, Sedangkan Rayhan
membereskan mainan Azzam.
Taklama Azzam tertidur dipelukan Kaysha.
Sedangkan Kaysha pun terlelap, Karena
hujan turun menjadikan hawa semakin
Dingin.
Rayhan kedapur membuat secangkir kopi,
Nampak di paviliun Bik Siti tengah menye
trika,
"Mau bibi buatkan kopi Den ?" Tanya sang
Bibi
Rayhan tersenyum.
"Nggak Bi..Biar saja saya yang buat, Bibi
kan lagi kerja " Tolak Rayhan.
"Makasih Den...!" Sungguh mengerti sang
majikan, Beruntung Dirinya bekerja di
rumah ini.
Rayhan hanya mengangguk seraya berja
lan kearah dapur.
Taklama Seseorang masuk, Setelah mem
buka sepatunya didepan.
"Assalamualaikum..!" Sallamnya.
Hening..takada jawaban, Apakah Orang
dirumah ini pada keluar, Namun tak ada
Pesan atapun tlp dari Rayhan, Biasanya
jika mengajak Azzam keluar Ia akan
minta izin Rangga lebih dahulu.
Ia melirik jam ditangannya, Lalu ia
menuju dapur,
"Sepi banget Ray...Sampai sallam Abang
pun nggak ada yang jawab " Ujar Rangga.
Seraya menaruh bawaannya di meja,
"Maaf Bang..Lagi didapur nggak kede
ngeran " Jawab Rayhan seraya menyeru
put kopinya,
"Tumben siang udah pulang ?" Tanya
Rayhan .
"Kan persiapan Abang tugas keluar kota
Ray, Walaupun cuma seminggu titip
Azzam ya" Ucap Rangga.
"Pasti Azzam nyusahin istri Kamu lagi "
Ujar Rangga merasa tidak enak.
Rayhan menepuk bahu Abangnya yang
telah mencuci tangannya,
"Azzam dimana?" Tanya Rangga.
"Tadi pengen tidur " Jawab Rayhan.
Buru - buru Rangga menuju kamar Azzam.
Sesaat Ia tertegun saat membuka pintu,
Nampak terlihat Azzam tertidur bersama
Kaysha mungkin karena cuaca mendukung,
Ia pun ikut terlelap.
Ia memandang hangat sebelum berlalu,
Ia pergi ke kamarnya, Hendak berganti
baju.
"Mau kamu bawa kemana Istrimu?
Lagi lelap gitu juga !" Tanya Rangga.
"Sst...Dingin ...hujan pengen yang
anget - anget Bang !" Ucap Rayhan
Ia membawa tubuh Kaysha kedalam
Kamarnya.
"Dasar Gila!" Rutuk Rangga, Kini Ia
yang memeluk tubuh Azzam.
"Nasib Om duda ya...!!"
************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘
**Mana nih tadi yang minta double up
Udah lunas ya Ayo tinggal kopinya lho
🤭🙏
__ADS_1
.