
"Bos Aku telah memulangkannya,
Akan Aku bereskan,Dia mulai main
- main dengan Kita " Ujar Seseorang
Diseberang sana.
Gio mengepalkan tangannya, Matanya
Sudah memerah menahan marah.
"Hilangkan Mereka tanpa jejak,
Dan peringatkan suaminya untuk
lebih melindungi Al ku " Ujarnya
"Baik Bos,...Aku antar Mereka kemana? "
"Antar Ia kerumah Suaminya, Jangan
membuat curiga .." Ujar Gio.
"Baik Bos .. Laksanakan !" Jawab
Anak buah Gio diseberang sana..
Kemudian sebuah mobil menurunkan
Kaysha dan Azzam didepan rumah,
"Bunaa...Aku tatuut !" Teriak Azzam ketika
Diturunkan,
"Om ...Buna !" Ujar Azzam meraih tangan
Seorang anak buah Gio.
"Tunggu disini ..Jangan kemana - mana
tunggu Ibumu !" Ujarnya Seraya mengge
dor pagar rumah Rayhan.
Mereka buru - buru pergi, Setelah membuat
kan Kaysha bersandar di pagar rumah
Rayhan. Dan Mereka mengawasi dari
jauh.
Rangga yang baru saja pulang heran
mendengar Seseorang menggedor pagar
Rumahnya begitu keras, Dan bunyi bel
berkali - kali.
"Siapa Ya Den...Nggak mungkin kalo
Orang rumah pastinya langsung masuk !"
Ujar Bik Siti heran.
Tanpa banyak bicara Rangga keluar,
Dirinya baru saja sampai dan hendak
mengganti bajunya, Ia setengah ber
telanjang dada, Ia segera memakai
kaos oblong dan berjalan keluar diikuti
Bik Siti dibelakang, Setelah itu Ia mem
buka gerbang pagar rumahnya.
"Yaa Allah...Neng All, Den Azzam! "
Teriak Bik Siti.
"Ayahh ...Bunaaa!!" Jerit Azzam melihat
Sang Ayah.
""Azzam..!" Lirih Kaysha setengah sadar,
Namun tubuhnya sangatlah lemas.
"Ada apa Al..!" Ucap Rangga terkejut,
Ia menggendong tubuh Kaysha,
Sedangkan Azzam digendong Bik.Siti.
"Tutup lagi Pintu nya Bik...Nanti Saya
periksa Cctv" Ujarnya.
"Bang Ray...!" Lirih Kaysha lemah.
Ia membuka pintu Kamar Rayhan.
Dan menidurkannya di tempat tidur.
"Bang Ray...Aku takut!" Tangan putih
itu dingin meraih tangan Rangga.
Perlahan Ia melepaskan tangan Kaysha,
"Istirahatlah ...Aku panggil suamimu!"
Ucap Rangga, Dan Bik Siti tahu apa
yang harus dilakukan.
"Bi Urus Al...Biar Azam Aku yang urus
Sekalian Aku tlp Rayhan, Kenapa Ia
sampai lalai "Ucap Rangga.
"Baik Den...!"Ucap Bik Siti patuh.
Namun taklama sebuah mobil masuk
ke halaman Parkir,..
"Assalamualaikum!" Ucapnya..
__ADS_1
"Waalaikum sallam..., Kemana saja Kamu
Ray..Sampai Istri ada yang nyulik juga
Kamu tidak tahu " Sarkas Rangga tajam
"Apaa!" Ujar Rayhan terkejut.
"Dimana Dia ..." Sambungnya, Setengah
menjatuhkan box donat yang dibawanya,
Ia menuju ke ke kamarnya.
"Al...Apa yang terjadi" Tanyanya.
Bik Siti yang mau membuka baju Kaysha
Urung melakukannya.
"Maaf Den silahkan, ...Bibi Keluar dulu !"
Ujar Bik Siti.
"Iya nggak pa - pa, Biar Aku yang nerusin "
Ujar Rayhan.
Bik Siti mengangguk Ia keluar dan menutup
pintu.
"Al..Siapa yang culik Kamu?" Tanya Rayhan
Ia membuka baju Kaysha, Dan mengelap
nya dengan washlap, Ia meneguk salivanya
Kala melihat tubuh polos istrinya.
Namun akal sehatnya lebih berjalan.
"Bang Ray...!" Lirihnya.
Rayhan menggenggam jemari Kaysha yang
Dingin, Mengecupnya perlahan.
"Aku sangat takut ...Ia akan menyakiti
Azzam ...!" Lirihnya.
"Sudah.... Sekarang ada Aku,..Kalian aman
ada dirumah" Ucap Rayhan lembut.
"Istirahatlah!" Ucapnya Ia mengecup kepa
la Kaysha perlahan.
Rayhan berjalan keruangan Abangnya,
Terlihat Rangga sedang memeriksa layar
Cctv didepannya,
"Mereka pintar dan terlatih rupanya,
Entah darimana tugasmu menyelidiki
Dan Azzam" Ucap Rangga.
Rayhan sedang menelpon seseorang,
Dan Ia seksama melihat layar didepannya
bersama sang Abang.
"Untung saja Ia selamat dan Mereka tidak
melukai Al ataupun Azzam " Ucap Rangga.
"Sebenarnya apa motif dibalik penculikan
ini, Apa berhubungan dengan kasus yang
sedang kutangani" Ucap Rayhan.
"Kuminta hati - hati, Ini demi Istrimu dan
Azzam, Ini peringatan bagi Kita untuk
lebih memperhatikan Mereka " Sahut
Rangga.
"Abang titip Al ...Aku akan ke kafe mudah
- mudahan ada petunjuk " Ucap Rayhan.
Ia membuka pintu, Kebetulan Raffa baru
datang.
"Kebetulan Fa, Tolong ikut Abang periksa
Al..Nanti Kamu akan tahu.." Ujar Rayhan
Seraya menarik tangan Raffa,
"Ada apa Bang?" Tanya Raffa.
Takurung Ia memeriksa, Kemudian Ia menya
rankan untuk Kaysha Istirahat, Kemudian
Kaysha sedang butuh Seseorang disisinya.
"Di ...tolong Kamu datang ke kafe istriku,
Dan tolong periksa Cctv yang ada disana,
Aku sudah telpon Mbak Rani manager disana ,"
Titah Rayhan pada anak buahnya bernama
Adi.
"Bang Kini Kita harus lebih berhati-hati,
Aku mau lihat Azzam dulu " Ujar Raffa
Setelah memeriksa Kaysha.
Rayhan mengusap kening Kaysha yang
__ADS_1
berpeluh, Entah apa yang sedang dimimpi
nya, Setahu Rayhan Kaysha bukanlah gadis
Yang manja dan penakut, Mungkin ini lebih
Dari sekedar menakuti seorang Kaysha.
"Apa yang terjadi Honey...!" Lirih Rayhan.
Ia memeluk Istrinya erat, Inilah resiko yang
harus ditanggung Kaysha bersuamikan
Dirinya,
Hingga pagi menjelang, Kaysha terbangun
Badannya agak lebih segar, Ia membuka
Dekapan erat Suaminya, Dan hendak
beranjak.
"Mau kemana Honey...!" Ucap Rayhan serak.
khas bangun tidur.
"Mau kedapur masak sarapan ...!" Jawab
Kaysha.
"Sudah... Istirahatlah dulu Honey, Ada
Bik Siti " Pinta Rayhan.
Tapii....!" Potong Kaysha.
"Sst....Sudah mending Aku peluk..Kan
hangat " Ujarnya.
"Azzam ...!" Tukas Ksysha.
"Sudah Azzam bareng Ayahnya, Hari ini
bang Rangga dikasih cuti dua hari luma
Yan " Terang Rayhan.
Mau tak mau Kaysha terdiam dalam pe
lukan Suaminya, Hujan yang turun dipagi
hari membuat Kaysha membalas pelukan
Rayhan dan menelusupkan wajahnya di
Dada bidang Sang Suami.
Pelan - pelan Rayhan akan mengorek
Keterangan dari.seorang Kaysha tentang
Penculikan kemarin, Untuk saat ini biarlah
Kondisi Istrinya membaik kembali.
"Bos ...Kukira Dia bukanlah target Kita,
Mereka tak ada hubungannya tentang
Keluarga asli Non Al...Hanya Kami
Curiga Suami non Al sedang mena
ngani sebuah kasus ..Mungkin saja
Ada Kaitannya...!" Ucap Seseorang.
Gio mengangguk,
"Mungkin saja...Biarkan Suaminya pasti
Bergerak, Tugas Kalian hanyalah jangan
Sampai Al terluka, Awasi Dia dari jauh,
Dan mengenai Keluarga Al sesungguhnya
ini masih abu - abu, Kita belum bisa me
mastikannya!" Ucap.Gio.
Ia melihat jam dipergelangan tangannya,
"Sudah waktunya Aku berangkat, Jangan
Sampai Kalian lengah, Pastikan Kejadian
Kemarin jangan terulang " Putus Gio
Seraya menutup layar laptopnya.
"Baik Tuan,....!" Jawab Mereka seraya
menunduk.
"Aku hanya ingin Kamu baik - baik saja
walaupun tida hidup bersamaku " Lirih
nya karena mengingat waktu pernikahannya
Yang sebentar lagi.
**********************************************
**Bersambung
**Please like or comment, Dan kuucapkan
Banyak terima kasih teruntuk readers yang
Dengan sukarela meninggalkan jejaknya,
Maaf Aku update tidak tentu mengingat
Kegiatanku di dunia nyata namun akan
Aku usahakan ya,
Semoga Kalian Sehat selalu dan Bahagia
🙏😘
__ADS_1
"