Hujan September

Hujan September
*Episode 21


__ADS_3

"Bos Aku telah memulangkannya,


Akan Aku bereskan,Dia mulai main


- main dengan Kita " Ujar Seseorang


Diseberang sana.


Gio mengepalkan tangannya, Matanya


Sudah memerah menahan marah.


"Hilangkan Mereka tanpa jejak,


Dan peringatkan suaminya untuk


lebih melindungi Al ku " Ujarnya


"Baik Bos,...Aku antar Mereka kemana? "


"Antar Ia kerumah Suaminya, Jangan


membuat curiga .." Ujar Gio.


"Baik Bos .. Laksanakan !" Jawab


Anak buah Gio diseberang sana..


Kemudian sebuah mobil menurunkan


Kaysha dan Azzam didepan rumah,


"Bunaa...Aku tatuut !" Teriak Azzam ketika


Diturunkan,


"Om ...Buna !" Ujar Azzam meraih tangan


Seorang anak buah Gio.


"Tunggu disini ..Jangan kemana - mana


tunggu Ibumu !" Ujarnya Seraya mengge


dor pagar rumah Rayhan.


Mereka buru - buru pergi, Setelah membuat


kan Kaysha bersandar di pagar rumah


Rayhan. Dan Mereka mengawasi dari


jauh.


Rangga yang baru saja pulang heran


mendengar Seseorang menggedor pagar


Rumahnya begitu keras, Dan bunyi bel


berkali - kali.


"Siapa Ya Den...Nggak mungkin kalo


Orang rumah pastinya langsung masuk !"


Ujar Bik Siti heran.


Tanpa banyak bicara Rangga keluar,


Dirinya baru saja sampai dan hendak


mengganti bajunya, Ia setengah ber


telanjang dada, Ia segera memakai


kaos oblong dan berjalan keluar diikuti


Bik Siti dibelakang, Setelah itu Ia mem


buka gerbang pagar rumahnya.


"Yaa Allah...Neng All, Den Azzam! "


Teriak Bik Siti.


"Ayahh ...Bunaaa!!" Jerit Azzam melihat


Sang Ayah.


""Azzam..!" Lirih Kaysha setengah sadar,


Namun tubuhnya sangatlah lemas.


"Ada apa Al..!" Ucap Rangga terkejut,


Ia menggendong tubuh Kaysha,


Sedangkan Azzam digendong Bik.Siti.


"Tutup lagi Pintu nya Bik...Nanti Saya


periksa Cctv" Ujarnya.


"Bang Ray...!" Lirih Kaysha lemah.


Ia membuka pintu Kamar Rayhan.


Dan menidurkannya di tempat tidur.


"Bang Ray...Aku takut!" Tangan putih


itu dingin meraih tangan Rangga.


Perlahan Ia melepaskan tangan Kaysha,


"Istirahatlah ...Aku panggil suamimu!"


Ucap Rangga, Dan Bik Siti tahu apa


yang harus dilakukan.


"Bi Urus Al...Biar Azam Aku yang urus


Sekalian Aku tlp Rayhan, Kenapa Ia


sampai lalai "Ucap Rangga.


"Baik Den...!"Ucap Bik Siti patuh.


Namun taklama sebuah mobil masuk


ke halaman Parkir,..


"Assalamualaikum!" Ucapnya..

__ADS_1


"Waalaikum sallam..., Kemana saja Kamu


Ray..Sampai Istri ada yang nyulik juga


Kamu tidak tahu " Sarkas Rangga tajam


"Apaa!" Ujar Rayhan terkejut.


"Dimana Dia ..." Sambungnya, Setengah


menjatuhkan box donat yang dibawanya,


Ia menuju ke ke kamarnya.


"Al...Apa yang terjadi" Tanyanya.


Bik Siti yang mau membuka baju Kaysha


Urung melakukannya.


"Maaf Den silahkan, ...Bibi Keluar dulu !"


Ujar Bik Siti.


"Iya nggak pa - pa, Biar Aku yang nerusin "


Ujar Rayhan.


Bik Siti mengangguk Ia keluar dan menutup


pintu.


"Al..Siapa yang culik Kamu?" Tanya Rayhan


Ia membuka baju Kaysha, Dan mengelap


nya dengan washlap, Ia meneguk salivanya


Kala melihat tubuh polos istrinya.


Namun akal sehatnya lebih berjalan.


"Bang Ray...!" Lirihnya.


Rayhan menggenggam jemari Kaysha yang


Dingin, Mengecupnya perlahan.


"Aku sangat takut ...Ia akan menyakiti


Azzam ...!" Lirihnya.


"Sudah.... Sekarang ada Aku,..Kalian aman


ada dirumah" Ucap Rayhan lembut.


"Istirahatlah!" Ucapnya Ia mengecup kepa


la Kaysha perlahan.


Rayhan berjalan keruangan Abangnya,


Terlihat Rangga sedang memeriksa layar


Cctv didepannya,


"Mereka pintar dan terlatih rupanya,


Entah darimana tugasmu menyelidiki


Dan Azzam" Ucap Rangga.


Rayhan sedang menelpon seseorang,


Dan Ia seksama melihat layar didepannya


bersama sang Abang.


"Untung saja Ia selamat dan Mereka tidak


melukai Al ataupun Azzam " Ucap Rangga.


"Sebenarnya apa motif dibalik penculikan


ini, Apa berhubungan dengan kasus yang


sedang kutangani" Ucap Rayhan.


"Kuminta hati - hati, Ini demi Istrimu dan


Azzam, Ini peringatan bagi Kita untuk


lebih memperhatikan Mereka " Sahut


Rangga.


"Abang titip Al ...Aku akan ke kafe mudah


- mudahan ada petunjuk " Ucap Rayhan.


Ia membuka pintu, Kebetulan Raffa baru


datang.


"Kebetulan Fa, Tolong ikut Abang periksa


Al..Nanti Kamu akan tahu.." Ujar Rayhan


Seraya menarik tangan Raffa,


"Ada apa Bang?" Tanya Raffa.


Takurung Ia memeriksa, Kemudian Ia menya


rankan untuk Kaysha Istirahat, Kemudian


Kaysha sedang butuh Seseorang disisinya.


"Di ...tolong Kamu datang ke kafe istriku,


Dan tolong periksa Cctv yang ada disana,


Aku sudah telpon Mbak Rani manager disana ,"


Titah Rayhan pada anak buahnya bernama


Adi.


"Bang Kini Kita harus lebih berhati-hati,


Aku mau lihat Azzam dulu " Ujar Raffa


Setelah memeriksa Kaysha.


Rayhan mengusap kening Kaysha yang

__ADS_1


berpeluh, Entah apa yang sedang dimimpi


nya, Setahu Rayhan Kaysha bukanlah gadis


Yang manja dan penakut, Mungkin ini lebih


Dari sekedar menakuti seorang Kaysha.


"Apa yang terjadi Honey...!" Lirih Rayhan.


Ia memeluk Istrinya erat, Inilah resiko yang


harus ditanggung Kaysha bersuamikan


Dirinya,


Hingga pagi menjelang, Kaysha terbangun


Badannya agak lebih segar, Ia membuka


Dekapan erat Suaminya, Dan hendak


beranjak.


"Mau kemana Honey...!" Ucap Rayhan serak.


khas bangun tidur.


"Mau kedapur masak sarapan ...!" Jawab


Kaysha.


"Sudah... Istirahatlah dulu Honey, Ada


Bik Siti " Pinta Rayhan.


Tapii....!" Potong Kaysha.


"Sst....Sudah mending Aku peluk..Kan


hangat " Ujarnya.


"Azzam ...!" Tukas Ksysha.


"Sudah Azzam bareng Ayahnya, Hari ini


bang Rangga dikasih cuti dua hari luma


Yan " Terang Rayhan.


Mau tak mau Kaysha terdiam dalam pe


lukan Suaminya, Hujan yang turun dipagi


hari membuat Kaysha membalas pelukan


Rayhan dan menelusupkan wajahnya di


Dada bidang Sang Suami.


Pelan - pelan Rayhan akan mengorek


Keterangan dari.seorang Kaysha tentang


Penculikan kemarin, Untuk saat ini biarlah


Kondisi Istrinya membaik kembali.


"Bos ...Kukira Dia bukanlah target Kita,


Mereka tak ada hubungannya tentang


Keluarga asli Non Al...Hanya Kami


Curiga Suami non Al sedang mena


ngani sebuah kasus ..Mungkin saja


Ada Kaitannya...!" Ucap Seseorang.


Gio mengangguk,


"Mungkin saja...Biarkan Suaminya pasti


Bergerak, Tugas Kalian hanyalah jangan


Sampai Al terluka, Awasi Dia dari jauh,


Dan mengenai Keluarga Al sesungguhnya


ini masih abu - abu, Kita belum bisa me


mastikannya!" Ucap.Gio.


Ia melihat jam dipergelangan tangannya,


"Sudah waktunya Aku berangkat, Jangan


Sampai Kalian lengah, Pastikan Kejadian


Kemarin jangan terulang " Putus Gio


Seraya menutup layar laptopnya.


"Baik Tuan,....!" Jawab Mereka seraya


menunduk.


"Aku hanya ingin Kamu baik - baik saja


walaupun tida hidup bersamaku " Lirih


nya karena mengingat waktu pernikahannya


Yang sebentar lagi.


**********************************************


**Bersambung


**Please like or comment, Dan kuucapkan


Banyak terima kasih teruntuk readers yang


Dengan sukarela meninggalkan jejaknya,


Maaf Aku update tidak tentu mengingat


Kegiatanku di dunia nyata namun akan


Aku usahakan ya,


Semoga Kalian Sehat selalu dan Bahagia


🙏😘

__ADS_1


"


__ADS_2