
"Nak Al...Abi dan rekan - rekan akan
kerumah Pak Haji Ridwan, Mau melayat
Karena Putra Pak Haji Ridwan meninggal
Karena kecelakaan ditempat dinasnya"
Ucap Abi ketika sesudah makan siang.
"Iya Nak Jenazahnya akan datang siang
ini dan sorenya langsung dikebumikan"
Sambungnya.
"Kasihan ya Abi, Namun semuanya takdir
Kita tidak pernah tahu, Semuanya rahasia
Allah" Sahut Umi.
"Padahal belum genap 3 tahun Putranya
berdinas dikepolisian " Ujar Ustadz Yusuf.
"Degg....!" Jantung Kaysha berdetak lebih
kencang, Ia memilin ujung kerudungnya,
Tanpa kata Ia hanya menunduk,
Gio mengerti bertepatan dengan Lisa yang
menguap menahan kantuk.
"Al ....Lisa kayaknya ngantuk, Lagian Aa
Sebentar lagi harus kembali, Kami mo
hon pamit, Atau Mau ikut ke rumah
Katanya besok libur?" Tawar Gio.
Kaysha hanya mengangguk pelan,
Gio tersenyum.
"Papa Aku ngantuk !" Lirih Lisa
"Aduh....Cucu Umi teh ngantuk, Ya Sudah
Lisa bobo dulu, Al biar melayatnya ber
giliran sama yang lain " Ujar Umi.
Kaysha hanya mengangguk pelan.
"Abi ...Umi boleh tidak melayatnya Saya
wakili kan Sama Saja Saya Suaminya,
Sekalian Saya datang bersama rekan -
rekan, Takutnya Lisa tidak mau ditinggal"
ijin Gio.
Abi menjawab dengan sebuah Anggukan.
"Dan mungkin malam ini Lisa dan Ibunya
akan menginap dirumah " Sambungnya.
"Boleh ....! Kan Nak Al Istri Nak Gio dan Lisa
Putri Kalian, Silahkan saja Nak !" Ujar
Umi seraya tersenyum sesekali menggoda
Lisa yang mengantuk.
Ustadz Yusuf hanya memandang saja tan
pa berkata apa - apa.
"Oh ya Nak Al, Kapan Nak Azzam kembali?"
Tanya Abi.
"Mungkin Minggu depan Abi kata Bang
Rangga " Jawab Kaysha lembut.
"Ibu ....Lisa ngantuk !"Kembali Lisa me
nguap.
"Ya sudah Kalian bawa Lisa mungkin
Ia sangat mengantuk !" Titah Abi
Perlahan Gio dan Kaysha membawa Lisa
Dan pamit dari hadapan Mereka.
Umi menatap Mereka hangat.
"Abi...Kalau melihat Mereka rasanya hati
Umi bahagia, Mereka saling menyayangi,
Terlihat Nak Gio sangat sayang pada Al,
Dari sinar matanya juga..." Lirih Umi.
"Seperti Abi kan Umi " Sahut Abi
menggoda Umi.
"Abi kepedean ah" Ujar Umi malu - malu.
"Suf...Coba Umi pengen secepatnya
Melihat Kamu nikah namun sampai
Sekarang Kamu masih sendiri,
Berbeda dengan adikmu Kahfi Ia bahkan
Sudah punya anak dua, Padahal Kamu
teh tampan, Pintar dan mapan lulusan
Kairo pula" Papar Umi.
"Belum saatnya Umi, Nanti ketika saatnya
Tiba Allah ngasih Seseorang jodohku de
ngan caranya Umi" Ucap Yusuf lembut.
"Sudah...Sudah! Kita bersiap - siap
melayat ke rumah haji Ridwan" Ajak Abi.
"Siap Abi..!" Jawab Yusuf.
"Kamu ini udah kayak Nak Gio aja "
Seloroh Umi.
"Maaf Mi ketularan" Ucap Yusuf.
Yusuf kagum terhadap sosok Gio,
Yang tanpa pamrih mencintai Seseorang
Bahkan demi seorang Kaysha Ia rela
Kehilangan tahta dan harta, Bagi Gio
Kehidupan sederhana yang Mereka
Jalani dengan Cinta dan kasih Sayang
Lebih berharga daripada segudang harta.
Sosok tampan nan tegas, Pemilik mata
__ADS_1
Hazel warisan dari Ayahnya Seandra,
Dengan sorot tajam tak pernah bergeming
Dengan keputusan yang diambilnya,
Sosoknya yang dingin dan tak tersentuh
Karena Ia sebagai Tuan muda, Berbanding
Terbalik ketika bersama Orang terdekatnya.
Namun kini Sifat itu mulai mencair semen
Jak Kaysha dan Putrinya tinggal disini.
Mereka menikmati hidup Mereka dengan
Ikhlas seolah tanpa beban.
"Al tutup pintunya, Teman - teman Aa udah
Nelfon Mereka menunggu di rumah haji
Ridwan" Ujar Gio pamit.
Kaysha mengangguk, Ia meraih punggung
tangan Gio dan menciumnya, Berbalas
Dengan kecupan lembut dikening Istrinya.
"Jangan pernah memikirkan apapun,
Lihatlah kedepan ada masa depan Kita
disana " Pesan Gio.
Kaysha mengangguk, Memaksakan senyum
Agar Suaminya tidak khawatir.
"Assalamualaikum Aa pergi !" Pamitnya
lagi.
Lagi - lagi Kaysha mengangguk, Ia melihat
Kepergian sang Suami yang berjalan me
nuju parkiran Pondok, Setelah bayangannya
Menghilang Ia masuk kedalam dan taklupa
menutup pintu,
Ia memandang wajah cantik Lisa tergambar
jelas wajah Rayhan disana, Ia mengusapnya
Lembut, Airmata perlahan jatuh dipipi
Putihnya, Ia menciuminya lembut rasa
Sakit kehilangan masih menohok dadanya,
Sangat menyakiti relung hatinya,
Ia mengambil tasbih seraya mengucap
Dzikir untuk membuat hatinya senang,
"Bang Ray...Aku rindu !" Lirihnya sendu,
Ia duduk disisi Putrinya yang tertidur.
Namun rasa itu semakin membuat
hatinya sakit, Tak henti - hentinya bibirnya
Mengucap do'a untuk sang Kekasih hati
nya,
Hingga sore menjelang Lisa dan Kaysha
Ada hati yang harus Ia jaga kini, Inipun atas
Permintaan Rayhan sendiri dulu.
"Assalamualaikum,...Ternyata Kalian sudah
Siap ?" Ucap Gio.
"Waalaikum sallam !" Balas Mereka ham
pir bersamaan.
"Iya Ayah ...Aku nunggu lamaaa banget "
Ucap Lisa.
"Anak cantik Papa nungguin Ayah ?" Tanya
Gio menggoda Putrinya.
"Iyalah Ayah masa nungguin ....." Ujarnya
melihat kearah sang Ibu.
"Ayo keburu malam, Kita berangkat Tuan
Putri !" Ajak Gio.
"Siaap Komandan!" teriak Lisa bersema
ngat.
Kaysha tersenyum seraya mengunci Pintu.
Mereka pergi setelah pamit kembali ke
pada Abi dan Umi.
Karena jaraknya yang dekat, Tak butuh
waktu lama Mereka sampai di Rumah
Dinas Gio, Kaysha menyapa sebentar
Tetangga Mereka sebelum masuk.
"Ayah Aku mau nonton kartun !" Pinta
Lisa.
"Siap boskuh " Jawab Gio mengambil
Remote tv dan menyalakannya,
Lisa langsung anteng nonton TV nya,
"Nonton nya sebentar saja ya, Nanti
Disambung sesudah belajar menghapal
Dan shalat Maghrib " Ujar Kaysha Mengi
ngatkan.
"Siaap Ibu....!" Jawab Lisa tanpa menoleh.
Kaysha menuju kedapur membuatkan kopi
Untuk Gio, Seraya menunggunya selesai
Mandi, Ia melihat kedalam kulkas sudah
ada sayuran dan lauk pauknya disana mung
kin Gio sudah berencana membawa Anak
Dan Istrinya menginap disini.
Kaysha masuk kedalam kamarnya, Mengam
bil sebuah daster batik rumahan, Ia menggan
ti bajunya setelah mengunci pintu depan
__ADS_1
Rumahnya, Takut ada tamu yang masuk tan
pa mengetuk pintu, Ia memakai hijab instan
Seraya mempersiapkan baju ganti Gio.
Ia menuju dapur kembali saat Gio membu
ka pintu kamar mandi.
"Mau masak apa nih ?" Tanya Gio.
"Yang ada di kulkas aja, Udah sore yang
Singkat aja ya !" Ujar Kaysha tanpa menoleh
Ia tidak ingin tergoda oleh tubuh Gio.
Gio yang menyadari sikap Istrinya sedikit
Tersenyum, Ia menghampiri sang Istri
Dan memeluknya dari belakang.
Kaysha sesaat menghentikan pergerakannya
Tatkala Gio menaruh wajahnya diceruk leher
nya yang tertutup Jilbab.
"A...Kini bukan saatnya, Kalian pasti lapar
Aku nggak bisa masak " Ujar Kaysha serak
Ia menahan gejolak perasaannya.
"Lantas kapan Al waktu itu tiba?" Tanyanya
Parau.
Hening ...
Kaysha tertunduk tak bisa menjawab
Apapun.
"Empat tahun Al ....Aku terus menunggu
nya, Apakah itu tidak bisa menghapus rasa
Sedihmu ?" Tanya Gio parau,
Setelah itu Ia mengurai pelukannya dan
Berlalu ke kamarnya untuk memakai
bajunya.
Kaysha terdiam Ia mencerna perkataan
Gio, Kaysha menunduk namun tersadar
Sebentar lagi Maghrib dan Mereka
belum makan, Maka Ia melanjutkan masak
nya.
Gio bercengkrama dengan Lisa seraya
menonton TV.
Adzan Maghrib berkumandang Mereka
Shalat bertiga, Dilanjutkan Lisa yang
belajar hafalan, Kini Gio pun Ikut belajar
Lagi memperdalam Agama setidaknya
Kini Ia lebih mengerti.
Ia memandang haru saat makan malam
Bersama keluarga kecilnya, Rasa bahagia
Yang tidak dapat terganti apapun. Sesaat
Ia menunduk sedih saat mengingat ke
luarganya namun saat melihat senyuman
Lembut milik Kaysha dan tawa bahagia
Dari Lisa mengalihkan rasa sedihnya.
Hingga Lisa tertidur karena Lisa ingin
Gio Yang membaca dongeng untuknya,
Dan Kaysha membaca buku diatas sofa.
Gio merapikan tempat tidur Lisa dan
Menaruh guling dikedua sisinya takut
Lisa terjatuh, Ia berjalan keluar kamar
Dan menutup pintunya.
Dan Senyuman terbit dibibirnya,
Kala melihat Sang Istri yang tengah
Terlelap diatas sofa.
Ia menggendong tubuh Kaysha, Namun
Tidak menuju kamar Lisa seperti biasa
nya namun ke kamarnya, Ia membaring
kan tubuh Kaysha yang semakin ringan
Kini, Gio tidak menyadari perubahan
Sang Istri karena selalu memakai gamis
Dan kerudung lebar jadi tidak terlihat.
"Al ...Maaf Aku kurang memperhatikan
Dirimu Al, Kini Kamu menjadi Pribadi
Yang berbeda dimataku, Kamu sedikit
Tertutup sekarang, Aku mohon bukalah
Hatimu untukku kembali " Lirihnya
Bersamaan petir yang terdengar meng
gelegar hujan turun dengan derasnya,
Sesaat Gio bangkit untuk melihat Putri
Cantiknya setelah dirasa aman,
Ia kembali ke kamarnya,
Mengurai lembut rambut hitam legam
milik Kaysha, Yang kini tidak pernah
Terlihat, Ketika Ia akan mendekatkan
Wajahnya terdengar Kaysha bergumam.
"Bang Ray....!" Lirihnya dengan mata
tertutup.
************************************************
*Bersambung
*Please like or comment 🙏😘
Mulai terurai satu persatu bukan ?
__ADS_1