Hujan September

Hujan September
*Episode 34


__ADS_3

"Nak Al...Abi dan rekan - rekan akan


kerumah Pak Haji Ridwan, Mau melayat


Karena Putra Pak Haji Ridwan meninggal


Karena kecelakaan ditempat dinasnya"


Ucap Abi ketika sesudah makan siang.


"Iya Nak Jenazahnya akan datang siang


ini dan sorenya langsung dikebumikan"


Sambungnya.


"Kasihan ya Abi, Namun semuanya takdir


Kita tidak pernah tahu, Semuanya rahasia


Allah" Sahut Umi.


"Padahal belum genap 3 tahun Putranya


berdinas dikepolisian " Ujar Ustadz Yusuf.


"Degg....!" Jantung Kaysha berdetak lebih


kencang, Ia memilin ujung kerudungnya,


Tanpa kata Ia hanya menunduk,


Gio mengerti bertepatan dengan Lisa yang


menguap menahan kantuk.


"Al ....Lisa kayaknya ngantuk, Lagian Aa


Sebentar lagi harus kembali, Kami mo


hon pamit, Atau Mau ikut ke rumah


Katanya besok libur?" Tawar Gio.


Kaysha hanya mengangguk pelan,


Gio tersenyum.


"Papa Aku ngantuk !" Lirih Lisa


"Aduh....Cucu Umi teh ngantuk, Ya Sudah


Lisa bobo dulu, Al biar melayatnya ber


giliran sama yang lain " Ujar Umi.


Kaysha hanya mengangguk pelan.


"Abi ...Umi boleh tidak melayatnya Saya


wakili kan Sama Saja Saya Suaminya,


Sekalian Saya datang bersama rekan -


rekan, Takutnya Lisa tidak mau ditinggal"


ijin Gio.


Abi menjawab dengan sebuah Anggukan.


"Dan mungkin malam ini Lisa dan Ibunya


akan menginap dirumah " Sambungnya.


"Boleh ....! Kan Nak Al Istri Nak Gio dan Lisa


Putri Kalian, Silahkan saja Nak !" Ujar


Umi seraya tersenyum sesekali menggoda


Lisa yang mengantuk.


Ustadz Yusuf hanya memandang saja tan


pa berkata apa - apa.


"Oh ya Nak Al, Kapan Nak Azzam kembali?"


Tanya Abi.


"Mungkin Minggu depan Abi kata Bang


Rangga " Jawab Kaysha lembut.


"Ibu ....Lisa ngantuk !"Kembali Lisa me


nguap.


"Ya sudah Kalian bawa Lisa mungkin


Ia sangat mengantuk !" Titah Abi


Perlahan Gio dan Kaysha membawa Lisa


Dan pamit dari hadapan Mereka.


Umi menatap Mereka hangat.


"Abi...Kalau melihat Mereka rasanya hati


Umi bahagia, Mereka saling menyayangi,


Terlihat Nak Gio sangat sayang pada Al,


Dari sinar matanya juga..." Lirih Umi.


"Seperti Abi kan Umi " Sahut Abi


menggoda Umi.


"Abi kepedean ah" Ujar Umi malu - malu.


"Suf...Coba Umi pengen secepatnya


Melihat Kamu nikah namun sampai


Sekarang Kamu masih sendiri,


Berbeda dengan adikmu Kahfi Ia bahkan


Sudah punya anak dua, Padahal Kamu


teh tampan, Pintar dan mapan lulusan


Kairo pula" Papar Umi.


"Belum saatnya Umi, Nanti ketika saatnya


Tiba Allah ngasih Seseorang jodohku de


ngan caranya Umi" Ucap Yusuf lembut.


"Sudah...Sudah! Kita bersiap - siap


melayat ke rumah haji Ridwan" Ajak Abi.


"Siap Abi..!" Jawab Yusuf.


"Kamu ini udah kayak Nak Gio aja "


Seloroh Umi.


"Maaf Mi ketularan" Ucap Yusuf.


Yusuf kagum terhadap sosok Gio,


Yang tanpa pamrih mencintai Seseorang


Bahkan demi seorang Kaysha Ia rela


Kehilangan tahta dan harta, Bagi Gio


Kehidupan sederhana yang Mereka


Jalani dengan Cinta dan kasih Sayang


Lebih berharga daripada segudang harta.


Sosok tampan nan tegas, Pemilik mata

__ADS_1


Hazel warisan dari Ayahnya Seandra,


Dengan sorot tajam tak pernah bergeming


Dengan keputusan yang diambilnya,


Sosoknya yang dingin dan tak tersentuh


Karena Ia sebagai Tuan muda, Berbanding


Terbalik ketika bersama Orang terdekatnya.


Namun kini Sifat itu mulai mencair semen


Jak Kaysha dan Putrinya tinggal disini.


Mereka menikmati hidup Mereka dengan


Ikhlas seolah tanpa beban.


"Al tutup pintunya, Teman - teman Aa udah


Nelfon Mereka menunggu di rumah haji


Ridwan" Ujar Gio pamit.


Kaysha mengangguk, Ia meraih punggung


tangan Gio dan menciumnya, Berbalas


Dengan kecupan lembut dikening Istrinya.


"Jangan pernah memikirkan apapun,


Lihatlah kedepan ada masa depan Kita


disana " Pesan Gio.


Kaysha mengangguk, Memaksakan senyum


Agar Suaminya tidak khawatir.


"Assalamualaikum Aa pergi !" Pamitnya


lagi.


Lagi - lagi Kaysha mengangguk, Ia melihat


Kepergian sang Suami yang berjalan me


nuju parkiran Pondok, Setelah bayangannya


Menghilang Ia masuk kedalam dan taklupa


menutup pintu,


Ia memandang wajah cantik Lisa tergambar


jelas wajah Rayhan disana, Ia mengusapnya


Lembut, Airmata perlahan jatuh dipipi


Putihnya, Ia menciuminya lembut rasa


Sakit kehilangan masih menohok dadanya,


Sangat menyakiti relung hatinya,


Ia mengambil tasbih seraya mengucap


Dzikir untuk membuat hatinya senang,


"Bang Ray...Aku rindu !" Lirihnya sendu,


Ia duduk disisi Putrinya yang tertidur.


Namun rasa itu semakin membuat


hatinya sakit, Tak henti - hentinya bibirnya


Mengucap do'a untuk sang Kekasih hati


nya,


Hingga sore menjelang Lisa dan Kaysha


Ada hati yang harus Ia jaga kini, Inipun atas


Permintaan Rayhan sendiri dulu.


"Assalamualaikum,...Ternyata Kalian sudah


Siap ?" Ucap Gio.


"Waalaikum sallam !" Balas Mereka ham


pir bersamaan.


"Iya Ayah ...Aku nunggu lamaaa banget "


Ucap Lisa.


"Anak cantik Papa nungguin Ayah ?" Tanya


Gio menggoda Putrinya.


"Iyalah Ayah masa nungguin ....." Ujarnya


melihat kearah sang Ibu.


"Ayo keburu malam, Kita berangkat Tuan


Putri !" Ajak Gio.


"Siaap Komandan!" teriak Lisa bersema


ngat.


Kaysha tersenyum seraya mengunci Pintu.


Mereka pergi setelah pamit kembali ke


pada Abi dan Umi.


Karena jaraknya yang dekat, Tak butuh


waktu lama Mereka sampai di Rumah


Dinas Gio, Kaysha menyapa sebentar


Tetangga Mereka sebelum masuk.


"Ayah Aku mau nonton kartun !" Pinta


Lisa.


"Siap boskuh " Jawab Gio mengambil


Remote tv dan menyalakannya,


Lisa langsung anteng nonton TV nya,


"Nonton nya sebentar saja ya, Nanti


Disambung sesudah belajar menghapal


Dan shalat Maghrib " Ujar Kaysha Mengi


ngatkan.


"Siaap Ibu....!" Jawab Lisa tanpa menoleh.


Kaysha menuju kedapur membuatkan kopi


Untuk Gio, Seraya menunggunya selesai


Mandi, Ia melihat kedalam kulkas sudah


ada sayuran dan lauk pauknya disana mung


kin Gio sudah berencana membawa Anak


Dan Istrinya menginap disini.


Kaysha masuk kedalam kamarnya, Mengam


bil sebuah daster batik rumahan, Ia menggan


ti bajunya setelah mengunci pintu depan

__ADS_1


Rumahnya, Takut ada tamu yang masuk tan


pa mengetuk pintu, Ia memakai hijab instan


Seraya mempersiapkan baju ganti Gio.


Ia menuju dapur kembali saat Gio membu


ka pintu kamar mandi.


"Mau masak apa nih ?" Tanya Gio.


"Yang ada di kulkas aja, Udah sore yang


Singkat aja ya !" Ujar Kaysha tanpa menoleh


Ia tidak ingin tergoda oleh tubuh Gio.


Gio yang menyadari sikap Istrinya sedikit


Tersenyum, Ia menghampiri sang Istri


Dan memeluknya dari belakang.


Kaysha sesaat menghentikan pergerakannya


Tatkala Gio menaruh wajahnya diceruk leher


nya yang tertutup Jilbab.


"A...Kini bukan saatnya, Kalian pasti lapar


Aku nggak bisa masak " Ujar Kaysha serak


Ia menahan gejolak perasaannya.


"Lantas kapan Al waktu itu tiba?" Tanyanya


Parau.


Hening ...


Kaysha tertunduk tak bisa menjawab


Apapun.


"Empat tahun Al ....Aku terus menunggu


nya, Apakah itu tidak bisa menghapus rasa


Sedihmu ?" Tanya Gio parau,


Setelah itu Ia mengurai pelukannya dan


Berlalu ke kamarnya untuk memakai


bajunya.


Kaysha terdiam Ia mencerna perkataan


Gio, Kaysha menunduk namun tersadar


Sebentar lagi Maghrib dan Mereka


belum makan, Maka Ia melanjutkan masak


nya.


Gio bercengkrama dengan Lisa seraya


menonton TV.


Adzan Maghrib berkumandang Mereka


Shalat bertiga, Dilanjutkan Lisa yang


belajar hafalan, Kini Gio pun Ikut belajar


Lagi memperdalam Agama setidaknya


Kini Ia lebih mengerti.


Ia memandang haru saat makan malam


Bersama keluarga kecilnya, Rasa bahagia


Yang tidak dapat terganti apapun. Sesaat


Ia menunduk sedih saat mengingat ke


luarganya namun saat melihat senyuman


Lembut milik Kaysha dan tawa bahagia


Dari Lisa mengalihkan rasa sedihnya.


Hingga Lisa tertidur karena Lisa ingin


Gio Yang membaca dongeng untuknya,


Dan Kaysha membaca buku diatas sofa.


Gio merapikan tempat tidur Lisa dan


Menaruh guling dikedua sisinya takut


Lisa terjatuh, Ia berjalan keluar kamar


Dan menutup pintunya.


Dan Senyuman terbit dibibirnya,


Kala melihat Sang Istri yang tengah


Terlelap diatas sofa.


Ia menggendong tubuh Kaysha, Namun


Tidak menuju kamar Lisa seperti biasa


nya namun ke kamarnya, Ia membaring


kan tubuh Kaysha yang semakin ringan


Kini, Gio tidak menyadari perubahan


Sang Istri karena selalu memakai gamis


Dan kerudung lebar jadi tidak terlihat.


"Al ...Maaf Aku kurang memperhatikan


Dirimu Al, Kini Kamu menjadi Pribadi


Yang berbeda dimataku, Kamu sedikit


Tertutup sekarang, Aku mohon bukalah


Hatimu untukku kembali " Lirihnya


Bersamaan petir yang terdengar meng


gelegar hujan turun dengan derasnya,


Sesaat Gio bangkit untuk melihat Putri


Cantiknya setelah dirasa aman,


Ia kembali ke kamarnya,


Mengurai lembut rambut hitam legam


milik Kaysha, Yang kini tidak pernah


Terlihat, Ketika Ia akan mendekatkan


Wajahnya terdengar Kaysha bergumam.


"Bang Ray....!" Lirihnya dengan mata


tertutup.


************************************************


*Bersambung


*Please like or comment 🙏😘


Mulai terurai satu persatu bukan ?

__ADS_1


__ADS_2