Hujan September

Hujan September
*Episode 09


__ADS_3

"Maaf jadi merepotkan Anda ...!" Ujar


Dokter Raffa.


"Tidak apa,...Hanya saja saya jadi Malu "


Jawab Kaysha.


"Nggak Pa - pa hitung - hitung belajar, .


Biar nantinya terbiasa" Godanya.


"maaf ..!" Sambungnya.


Mereka naik mobil milik Rayhan, Karena


Si Luna punya Kaysha dipinjam Hendra,


Karena Ibunya juga pulang dari Rumah


sakit hari ini.


Taklama mobil masuk ke halaman sebuah


rumah yang terlihat asri, Seperti rumah


Bundanya Kinara, Rumah dengan pelataran


luas terasa nyaman terlihat.


Terlihat Rangga turun memutar menghampiri


pintu disisi Kaysha beserta Azzam yang


nempel terus padanya,


"Ayo Azzam turun bareng Ayah ,!" Pintanya


Namun Azzam terlihat enggan. Ia nempel


terus pada Kaysha.


"Azzam...Gimana Buna turun, Kalo Azzam


nggak mau turun ?" Bujuknya.


Sesaat Azzam memandang wajah Kaysha,


Terlihat Kaysha menganggukan wajahnya,


Barulah Azzam bersedia turun.


"Selamat datang dirumah Kami ..!" Ucap


Dokter Raffa ketika Kaysha masuk ke


Rumah Mereka, Mereka disambut oleh


Seorang Art paruh baya namun masih


Terlihat sehat dan.cekatan.


Sedangkan Rayhan sedang memarkirkan


mobilnya


"Wah ..Ada tamu rupanya ?" Sambutnya


Ramah.


"Iya Bi..Bunanya Azzam !" Jawab dokter


Raffa.


Mata sang Bibi terbelalak,


"Itu teh beneran Den ? Calonnya siapa,


Den Rangga atau Den Rayhan, ..?"


Tanya sang Bibi.


"Lagi Proses kayaknya, Mudah - mudahan


salah satunya, Kasihan Azzam tidak bisa


lepas " Jawab dokter Raffa seraya memasuk


kan barang - barang milik Azzam kedalam


Kamarnya Azzam dibantu sang Bibi.


"Den namanya siapa, Neng cantiknya?"


Tanyanya lagi.


"Katanya Kaysha Almira cuma dipanggil


Al " Jawab Raffa.


"Oh...!" Jawab sang Art beroh ria.


Kaysha duduk di sofa bareng Azzam,


Azzam benar - benar tidak mau lepas,


"Al,..Kalau mau shalat Kamu bisa


pake mukena Ibu, Masih baru kok"


Ucap Rayhan karena sudah waktunya


Shalat Maghrib.


"Iya boleh kok, ..." Jawab Kaysha.


"Bunaa ikuut..!" Sahut Azzam.


"Ayo.nanti dekat Ayah aja!"Ajak Rangga.


"Mari Neng nanti dibelakang bareng bibi


aja Neng "Ajak sang Bibi.


Taklama setelah Kaysha mengambil air


wudhu Ia ikut shalat berjamaah di mushala


Rumah ini, Sedangkan Rangga yang jadi


Imamnya,


Terasa damai dan tenang, Keluarga yang


taat, Rumah yang terasa nyaman, Tak terasa


Setitik bening jatuh disudut mata Kaysha.


Sudah lama Dirinya jarang shalat bareng


Semuanya penuh dengan kesibukan masing


- masing, Kayla , Sean dan Gia kadang shalat


Di kantor, Karena Mereka pulang larut malam,


Kaysha terpaksa makan malam di Rumah


Azzam, Ia tidak bisa menolaknya ada


Kehangatan yang tercipta dari anggota


Keluarga walaupun semuanya notabene


para Pria.


"Bunaa, ..Ngantuk " Ujar Azzam sudah


Menguap,


"Azzam ngantuk ...Ayo sama Ayah !"


Ajak Rangga.


"No...Cama Buna.." Tolaknya.

__ADS_1


Semua mata memandang lekat pada Azzam


Dan Kaysha,.


"Maaf ....!" Sahut Rayhan


Dengan terpaksa Kaysha mengikuti Azzam


Yang menuntunnya ke kamar,


Azzam tertidur seraya memeluk erat tubuh


Kaysha, Ia terlelap dengan damai,


.


Suasana kamar yang hangat penuh ornamen


Khas anak.kecil, Kaysha tersenyum melihat


Banyak foto Azzam tergantung di dinding.


Kaysha mencium kening Azzam lembut,


Setelah Azzam tertidur pulas barulah Kaysha


Keluar kamar Azzam dan pamitan hendak


Pulang karena ini sudah malam.


"Aku antar tamunya pulang.." Ujar Rayhan.


"Nggak ... terima kasih, Aku panggil Taksi


Online saja" Tolak Kayla.


"Sudah,..Jangan menolak, Masa gadis


Sendirian pulang" Sahutnya memaksa.


Taklama Kaysha pulang diantar Rayhan.


"Maaf Azzam merepotkanmu" Ucap


Rangga sebelum Kaysha pulang.


"Tidak apa - apa, Azzam anak yang baik


Dan tidak rewel " Jawab Kaysha seraya


tersenyum.


Kaysha masuk kedalam mobil Rayhan.


"Buna nya Azzam tolong duduknya didepan,


Saya merasa jadi sopir nona lho " Ucap


Rayhan.


Kaysha tersenyum, Ia pun duduk disamping


Rayhan didepan.


"Al tolong minta Alamatnya, Kalau Kamu


lelah istirahatlah nanti Aku bangunkan " .


Ujar Rayhan.


"Oh Ya..Terima kasih Pak Pol " Jawab


"Jangan panggil Bapak terus, Kesannya


Aku udah tua gitu, ,." Ucap Rayhan.


"Ya nggak pa - pa ini bentuk penghor


matan kok " Ucap Kaysha.


"Ya ...Tapi ini bukan dikantor kan?"


Tanya Rayhan.


Balik tanya Kaysha.


"Siapa aja yang penting bukan Bapak,


Ok? " Jawab Rayhan, Senyum manis


tergambar disana.


"Kak Ray ...!" Ucap Kaysha.


Rayhan menggeleng.


"Bang Ray ....!" Tanya Kaysha lagi.


"Boleh deh ..!" Ucapnya.


Kaysha menunjukan alamatnya.


Kaysha menunjukkan alamat Hendra,


Ia tidak mau tempat tinggalnya diketahui


Oleh Orang asing.


"Maaf...Aku adalah Orang biasa, ..." Ucap


Kaysha.


"Memangnya kenapa ? Itu lebih baik supa


ya tidak ada kesenjangan diantara Kita"


Ucap Rayhan.


"Karena Kamipun Orang biasa Al " Sambungnya.


"Tinggal bersama Siapa?" Tanyanya.


"Orang tua dan saudara" Jawab Kaysha.


"Oh baguslah, Biar Kamu tidak kesepian"


Ujarnya lagi.


Kaysha mengangguk,


"Maaf ...Jika Azzam merepotkanmu,


Satu hal yang Saya ingin tanyakan Padamu,


Kamu punya Seseorang?" Tanyanya.


"Maaf ....?"Tanya Kaysha tidak mengerti


"Maaf ...Nanti lebih baik Saya berbicara


dengan Orang tuamu" Ucap Rayhan lagi.


Deggh....!!


"Apa yang mau dibicarakan oleh Pak Pol,


Ah ..Bunda sama Ayah tidak ada,


Masa mau bicara sama Emaknya Hendra".


Ucap Kaysha dalam hati.


"Masuk Gang ini kan ?" Tanya Rayhan.


"Ii...iya " Jawab Kaysha gugup.


Namun Pas mau masuk, Sebuah mobil


terparkir disana.


"Ada Apa Aa disini, ...Bisa runyam,. Mungkin


Ia ke Apartemen, Aku nya tidak ada" Ucap


Kaysha dalam hati.

__ADS_1


"Ada apa Al?" Tanya Rayhan.


"Maaf .. mobilnya kayaknya parkir disini,


Soalnya ada mobil lain jadi nggak bisa masuk "


Ujar Rayhan.


"Mobilmu ?" Tanyanya lagi.


"Bukan....Itu punya tamu" Jawab Kaysha.


""Ya sudah Kita turun, Sekalian mau berte


mu orang tuamu " Ucapnya.


"Eh ...Oh nggak perlu Bang Ray..."


potong Kaysha.


"Lho kok nggak perlu, Masa Udah bawa


anak Orang nggak tanggung jawab" Ucap


Rayhan.


"Abang mau nanya, Maaf ini agak pribadi?"


Tanyanya hati - hati.


Kening Kaysha bertaut.


"Apa Bang ?" Tanya Kaysha.


"Maaf Al ...Kamu sedang dekat dengan


Seseorang?" Tanya Rayhan seraya menggaruk


tengkuknya yang tak gatal.


"Maksudnya?" Tanya Kaysha lagi.


"Pacar misalnya ?" Tanya Rayhan ragu - ragu.


"Oh ..Enggak Bang !" Jawab Kaysha, Karena


Ia akan benar - benar pergi dari kehidupan Gio


"Syukurlah!" Ucap Rayhan seraya tersenyum.


"Nggak Pa - pa kok !"Ucap Kaysha.


"Al..." Sahut Rayhan.


Akhirnya Kaysha pasrah saat Rayhan masuk


bersamanya ke halaman dan rumah Hendra.


"Assalamualaikum...?" Ujar Mereka hampir


bersamaan.


Kaysha berdiri dibelakang Pak Pol.


Ia sudah tahu tabiat Gio seperti apa,


Ia pasrah, Namun ini yang terbaik supaya Gio


Cepat melupakan Dirinya.


"Waalaikum sallam...!" Jawab Orang didalam


"Al...Sayang !" Sambut Kinara beserta Irham.


"Ayah ..Bunda !"Pekik Kaysha,


Berhamburan Ia memeluk Kinara bergantian


Dengan Irham.


"Al ...Siapa Dia ?" Tanya Gio dengan tatapan


nya yang tajam tak ada keramahan disana.


Kemudian Rayhan menjulurkan tangannya,


Hendak berkenalan, Walaupun terlihat enggan


Akhirnya Gio menerima uluran tangannya.


"Rayhan ..." Jawabnya.


"Maaf telah merepotkan Al." Sambungnya.


Namun Ia tidak melanjutkan kata - katanya.


Karena Kaysha memberi kode untuk menu


tup mulutnya.


"Mari duduk Nak...!" Ajak Irham setelah


berjabat tangan.


Sedangkan Hendra datang membawa


Nampan berisi minuman untuk tamunya.


"Saya Ayahnya Al...Dan ini Bunda beserta


Keponakannya Al ..Gio "Ucap Irham


Mengenalkan Mereka.


"Boleh Bapak tahu Nak Rayhan, Mengenal


Al dimana?" Tanya Irham.


Disudut ruangan Hendra telah pucat pasi.


"Di kafe Yah...Mas Ray pengunjung kafe "


Potong Rayhan.


"Oh...Tapi masa pengunjung Kafe menga


Jak pegawai Kafenya sampai larut malam


Begini " Sambung Irham.


Seakan menginterogasi tamunya.


"Maaf Pak..Tadi Aku membawa Al kerumah


Kami " Jawabnya.


Sontak mata Mereka terbelalak, Terutama


Gio, Terlihat wajahnya sudah memerah


Dan tangannya mengepal, Namun Ia masih


mencoba menahannya.


"Untuk ?" Tanya Irham, Ia mencoba tenang.


"Berkenalan dengan Keluarganya Yah..."


Jawab Kaysha spontan.


Kembali Mereka terkejut.


"Maaf Pak....Saya tahu Saya lancang tapi


Izinkan Saya bersama Keluarga Melamar


Putri Bapak untuk menjadi istri Saya !"


"Nah loooh ...!"


**************************************************


**Bersambung


**Please like or comment 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2