
"Maaf jadi merepotkan Anda ...!" Ujar
Dokter Raffa.
"Tidak apa,...Hanya saja saya jadi Malu "
Jawab Kaysha.
"Nggak Pa - pa hitung - hitung belajar, .
Biar nantinya terbiasa" Godanya.
"maaf ..!" Sambungnya.
Mereka naik mobil milik Rayhan, Karena
Si Luna punya Kaysha dipinjam Hendra,
Karena Ibunya juga pulang dari Rumah
sakit hari ini.
Taklama mobil masuk ke halaman sebuah
rumah yang terlihat asri, Seperti rumah
Bundanya Kinara, Rumah dengan pelataran
luas terasa nyaman terlihat.
Terlihat Rangga turun memutar menghampiri
pintu disisi Kaysha beserta Azzam yang
nempel terus padanya,
"Ayo Azzam turun bareng Ayah ,!" Pintanya
Namun Azzam terlihat enggan. Ia nempel
terus pada Kaysha.
"Azzam...Gimana Buna turun, Kalo Azzam
nggak mau turun ?" Bujuknya.
Sesaat Azzam memandang wajah Kaysha,
Terlihat Kaysha menganggukan wajahnya,
Barulah Azzam bersedia turun.
"Selamat datang dirumah Kami ..!" Ucap
Dokter Raffa ketika Kaysha masuk ke
Rumah Mereka, Mereka disambut oleh
Seorang Art paruh baya namun masih
Terlihat sehat dan.cekatan.
Sedangkan Rayhan sedang memarkirkan
mobilnya
"Wah ..Ada tamu rupanya ?" Sambutnya
Ramah.
"Iya Bi..Bunanya Azzam !" Jawab dokter
Raffa.
Mata sang Bibi terbelalak,
"Itu teh beneran Den ? Calonnya siapa,
Den Rangga atau Den Rayhan, ..?"
Tanya sang Bibi.
"Lagi Proses kayaknya, Mudah - mudahan
salah satunya, Kasihan Azzam tidak bisa
lepas " Jawab dokter Raffa seraya memasuk
kan barang - barang milik Azzam kedalam
Kamarnya Azzam dibantu sang Bibi.
"Den namanya siapa, Neng cantiknya?"
Tanyanya lagi.
"Katanya Kaysha Almira cuma dipanggil
Al " Jawab Raffa.
"Oh...!" Jawab sang Art beroh ria.
Kaysha duduk di sofa bareng Azzam,
Azzam benar - benar tidak mau lepas,
"Al,..Kalau mau shalat Kamu bisa
pake mukena Ibu, Masih baru kok"
Ucap Rayhan karena sudah waktunya
Shalat Maghrib.
"Iya boleh kok, ..." Jawab Kaysha.
"Bunaa ikuut..!" Sahut Azzam.
"Ayo.nanti dekat Ayah aja!"Ajak Rangga.
"Mari Neng nanti dibelakang bareng bibi
aja Neng "Ajak sang Bibi.
Taklama setelah Kaysha mengambil air
wudhu Ia ikut shalat berjamaah di mushala
Rumah ini, Sedangkan Rangga yang jadi
Imamnya,
Terasa damai dan tenang, Keluarga yang
taat, Rumah yang terasa nyaman, Tak terasa
Setitik bening jatuh disudut mata Kaysha.
Sudah lama Dirinya jarang shalat bareng
Semuanya penuh dengan kesibukan masing
- masing, Kayla , Sean dan Gia kadang shalat
Di kantor, Karena Mereka pulang larut malam,
Kaysha terpaksa makan malam di Rumah
Azzam, Ia tidak bisa menolaknya ada
Kehangatan yang tercipta dari anggota
Keluarga walaupun semuanya notabene
para Pria.
"Bunaa, ..Ngantuk " Ujar Azzam sudah
Menguap,
"Azzam ngantuk ...Ayo sama Ayah !"
Ajak Rangga.
"No...Cama Buna.." Tolaknya.
__ADS_1
Semua mata memandang lekat pada Azzam
Dan Kaysha,.
"Maaf ....!" Sahut Rayhan
Dengan terpaksa Kaysha mengikuti Azzam
Yang menuntunnya ke kamar,
Azzam tertidur seraya memeluk erat tubuh
Kaysha, Ia terlelap dengan damai,
.
Suasana kamar yang hangat penuh ornamen
Khas anak.kecil, Kaysha tersenyum melihat
Banyak foto Azzam tergantung di dinding.
Kaysha mencium kening Azzam lembut,
Setelah Azzam tertidur pulas barulah Kaysha
Keluar kamar Azzam dan pamitan hendak
Pulang karena ini sudah malam.
"Aku antar tamunya pulang.." Ujar Rayhan.
"Nggak ... terima kasih, Aku panggil Taksi
Online saja" Tolak Kayla.
"Sudah,..Jangan menolak, Masa gadis
Sendirian pulang" Sahutnya memaksa.
Taklama Kaysha pulang diantar Rayhan.
"Maaf Azzam merepotkanmu" Ucap
Rangga sebelum Kaysha pulang.
"Tidak apa - apa, Azzam anak yang baik
Dan tidak rewel " Jawab Kaysha seraya
tersenyum.
Kaysha masuk kedalam mobil Rayhan.
"Buna nya Azzam tolong duduknya didepan,
Saya merasa jadi sopir nona lho " Ucap
Rayhan.
Kaysha tersenyum, Ia pun duduk disamping
Rayhan didepan.
"Al tolong minta Alamatnya, Kalau Kamu
lelah istirahatlah nanti Aku bangunkan " .
Ujar Rayhan.
"Oh Ya..Terima kasih Pak Pol " Jawab
"Jangan panggil Bapak terus, Kesannya
Aku udah tua gitu, ,." Ucap Rayhan.
"Ya nggak pa - pa ini bentuk penghor
matan kok " Ucap Kaysha.
"Ya ...Tapi ini bukan dikantor kan?"
Tanya Rayhan.
Balik tanya Kaysha.
"Siapa aja yang penting bukan Bapak,
Ok? " Jawab Rayhan, Senyum manis
tergambar disana.
"Kak Ray ...!" Ucap Kaysha.
Rayhan menggeleng.
"Bang Ray ....!" Tanya Kaysha lagi.
"Boleh deh ..!" Ucapnya.
Kaysha menunjukan alamatnya.
Kaysha menunjukkan alamat Hendra,
Ia tidak mau tempat tinggalnya diketahui
Oleh Orang asing.
"Maaf...Aku adalah Orang biasa, ..." Ucap
Kaysha.
"Memangnya kenapa ? Itu lebih baik supa
ya tidak ada kesenjangan diantara Kita"
Ucap Rayhan.
"Karena Kamipun Orang biasa Al " Sambungnya.
"Tinggal bersama Siapa?" Tanyanya.
"Orang tua dan saudara" Jawab Kaysha.
"Oh baguslah, Biar Kamu tidak kesepian"
Ujarnya lagi.
Kaysha mengangguk,
"Maaf ...Jika Azzam merepotkanmu,
Satu hal yang Saya ingin tanyakan Padamu,
Kamu punya Seseorang?" Tanyanya.
"Maaf ....?"Tanya Kaysha tidak mengerti
"Maaf ...Nanti lebih baik Saya berbicara
dengan Orang tuamu" Ucap Rayhan lagi.
Deggh....!!
"Apa yang mau dibicarakan oleh Pak Pol,
Ah ..Bunda sama Ayah tidak ada,
Masa mau bicara sama Emaknya Hendra".
Ucap Kaysha dalam hati.
"Masuk Gang ini kan ?" Tanya Rayhan.
"Ii...iya " Jawab Kaysha gugup.
Namun Pas mau masuk, Sebuah mobil
terparkir disana.
"Ada Apa Aa disini, ...Bisa runyam,. Mungkin
Ia ke Apartemen, Aku nya tidak ada" Ucap
Kaysha dalam hati.
__ADS_1
"Ada apa Al?" Tanya Rayhan.
"Maaf .. mobilnya kayaknya parkir disini,
Soalnya ada mobil lain jadi nggak bisa masuk "
Ujar Rayhan.
"Mobilmu ?" Tanyanya lagi.
"Bukan....Itu punya tamu" Jawab Kaysha.
""Ya sudah Kita turun, Sekalian mau berte
mu orang tuamu " Ucapnya.
"Eh ...Oh nggak perlu Bang Ray..."
potong Kaysha.
"Lho kok nggak perlu, Masa Udah bawa
anak Orang nggak tanggung jawab" Ucap
Rayhan.
"Abang mau nanya, Maaf ini agak pribadi?"
Tanyanya hati - hati.
Kening Kaysha bertaut.
"Apa Bang ?" Tanya Kaysha.
"Maaf Al ...Kamu sedang dekat dengan
Seseorang?" Tanya Rayhan seraya menggaruk
tengkuknya yang tak gatal.
"Maksudnya?" Tanya Kaysha lagi.
"Pacar misalnya ?" Tanya Rayhan ragu - ragu.
"Oh ..Enggak Bang !" Jawab Kaysha, Karena
Ia akan benar - benar pergi dari kehidupan Gio
"Syukurlah!" Ucap Rayhan seraya tersenyum.
"Nggak Pa - pa kok !"Ucap Kaysha.
"Al..." Sahut Rayhan.
Akhirnya Kaysha pasrah saat Rayhan masuk
bersamanya ke halaman dan rumah Hendra.
"Assalamualaikum...?" Ujar Mereka hampir
bersamaan.
Kaysha berdiri dibelakang Pak Pol.
Ia sudah tahu tabiat Gio seperti apa,
Ia pasrah, Namun ini yang terbaik supaya Gio
Cepat melupakan Dirinya.
"Waalaikum sallam...!" Jawab Orang didalam
"Al...Sayang !" Sambut Kinara beserta Irham.
"Ayah ..Bunda !"Pekik Kaysha,
Berhamburan Ia memeluk Kinara bergantian
Dengan Irham.
"Al ...Siapa Dia ?" Tanya Gio dengan tatapan
nya yang tajam tak ada keramahan disana.
Kemudian Rayhan menjulurkan tangannya,
Hendak berkenalan, Walaupun terlihat enggan
Akhirnya Gio menerima uluran tangannya.
"Rayhan ..." Jawabnya.
"Maaf telah merepotkan Al." Sambungnya.
Namun Ia tidak melanjutkan kata - katanya.
Karena Kaysha memberi kode untuk menu
tup mulutnya.
"Mari duduk Nak...!" Ajak Irham setelah
berjabat tangan.
Sedangkan Hendra datang membawa
Nampan berisi minuman untuk tamunya.
"Saya Ayahnya Al...Dan ini Bunda beserta
Keponakannya Al ..Gio "Ucap Irham
Mengenalkan Mereka.
"Boleh Bapak tahu Nak Rayhan, Mengenal
Al dimana?" Tanya Irham.
Disudut ruangan Hendra telah pucat pasi.
"Di kafe Yah...Mas Ray pengunjung kafe "
Potong Rayhan.
"Oh...Tapi masa pengunjung Kafe menga
Jak pegawai Kafenya sampai larut malam
Begini " Sambung Irham.
Seakan menginterogasi tamunya.
"Maaf Pak..Tadi Aku membawa Al kerumah
Kami " Jawabnya.
Sontak mata Mereka terbelalak, Terutama
Gio, Terlihat wajahnya sudah memerah
Dan tangannya mengepal, Namun Ia masih
mencoba menahannya.
"Untuk ?" Tanya Irham, Ia mencoba tenang.
"Berkenalan dengan Keluarganya Yah..."
Jawab Kaysha spontan.
Kembali Mereka terkejut.
"Maaf Pak....Saya tahu Saya lancang tapi
Izinkan Saya bersama Keluarga Melamar
Putri Bapak untuk menjadi istri Saya !"
"Nah loooh ...!"
**************************************************
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘
__ADS_1