
"Abaang ...!"Sapa Kayla bergetar.
"Tunggulah...!" Ujarnya,
Ia melanjutkan pekerjaannya, Taklama
Seorang laki - laki muda tergopoh - gopoh
Menghampiri salah satu pegawai disana.
Kemudian Ia menghampirinya.
"Maafkan Saya Bang, ...Saya terlambat
Soalnya dirumah Ibu Saya sedang sakit "
Ujarnya, Wajahnya terlihat pucat, Tangannya
bergetar.
Rangga terlihat mendongak menatap
Laki - laki muda itu,
"Ya sudah... Sekarang bagaimana keadaan
ibumu ?" Tanyanya.
"Allhamdulillah sekarang sudah baikan Bang "
Jawabnya.
Rangga menganggukkan kepalanya,
"Sekarang lanjutkan Kamu tangani motor
ini, Anakku Ulang Tahun Aku harus cepat
pulang " Ucap Rangga.
Terlihat Rangga hendak berlalu, Buru -
buru dicegat Kaysha.
"Bang ..Motorku lama tidak ?" Tanya
Kaysha,
"Sudah Kamu pulang bareng Saya, Kalau
nunggu motormu pastinya lama, Azzam
Keburu ngamuk " Ucap Rangga.
Belum lagi Kaysha mau berbicara, Seorang
pegawai menghampiri Rangga.
"Bang Maaf udah mengganggu waktu Abang,
Karena tadi kekurangan Orang, Pelanggan
Banyak yang datang " Sahutnya lagi.
"Nggak Pa - pa, Sekalian Saya lihat laporan
Bulanan, Ya sudah Saya mau balik lagi
Azzam lagi Ulang tahun" Jawab Rangga.
Ia mencuci tangannya, Dan masuk kem
bali kedalam kantor, Taklama Ia telah ber
ganti baju.
"Bang ... Bagaimana motornya?" Tanya
Kaysha kekeuh.
Rangga menatap tajam Kaysha.
"Ikut Aku !" Ajaknya.
Kaysha berjalan mengikuti Rangga.
"Jika motor ini selesai, Kamu telfon Aku !"
Pinta Rangga.
"Siaap Bang !" Jawab Karyawannya.
Kemudian Rangga berlalu ke gedung samping
Tempat Pencucian mobil,
"Kunci mobilku mana?" Tanyanya.
Pada salah satu pegawai.
Taklama Ia berlari kedalam ruangan,
Kemudian cepat Ia kembali membawa
Kunci mobil,
"Siaap ...Ini Bang !" Ujar sang Pegawai.
"Mau pulang ...?" Tanyanya lagi.
"Azzam ulang tahun, " Jawab Rangga seraya
menuju mobilnya.
Terlihat pegawai itu melihat Kaysha,
Kaysha hanya tersenyum mencoba menyapa,
"Siapa Nona ini Boss?" Tanyanya.
"Buna nya Azzam " Jawab Rangga singkat.
Mata pegawai itu terbelalak,
"Waah Boos!" Ucapnya.
"Ayo Naik !" Titah Rangga pada Kaysha.
Taklama Kaysha ikut masuk kedalam mobilnya,
"Didepan...Masa Saya sopir Kamu ?"
Ucapnya.
Kaysha buru - buru ke depan, Dengan ragu Ia
Duduk di kursi depan, Disamping Rangga.
Taklama mobil mereka membelah jalan
raya,
"Tunggu Bang,..Tolong berhenti didepan "
Pinta Kaysha.
Rangga menuruti Ucapan Kaysha.
Ia memasuki sebuah mall,
"Maaf... Karena Aku belum membeli hadiah
untuk Azzam, Bang " Ucap Kaysha.
Rangga mengikuti apa yang dikatakan
Kaysha tanpa menjawab apapun,
Kaysha memilih buku bacaan dan
Cerita, Mungkin usia Azzam sekarang sudah
Belajar membaca, Pikir Kaysha,
Dan sebuah robot mini.
__ADS_1
Ketika hendak membayar, Rangga menyerah
kan kartunya.
"Eh..ini biar saya bayar" Ujar Kaysha merasa
tidak enak.
"Itu untuk Azzam kan ?" Tanyanya.
Kaysha mengangguk.
"Biar saya saja yang bayar " Ucapnya.
Akhirnya setelah perdebatan, Kaysha
mengalah.
Dan taklama Mereka masuk ke sebuah
Butik baju muslim, Karena ajakan Rangga.
"Maksudnya...?" Tanya Kaysha, Ini bukan
Hari raya.
"Belilah satu ,..yang sesuai seleramu, Nanti
juga Kamu tahu " Titah Rangga.
Kaysha mematung tidak mengerti,
"Ayolah Azzam menunggu Kita !" Titahnya
lagi.
Dengan terpaksa Kaysha menurut, Ia
Takut dengan tatapan Rangga yang tajam.
Ia mengambil sebuah kaftan berwarna
Soft senada dengan kerudungnya,
Lagi - lagi Kaysha tidak dibiarkan untuk
membayarnya.
Setelah selesai Mereka melanjutkan perja
lanan, Untung saja jalanan lancar,
Jadi tidak butuh waktu lama Mereka sampai.
"Bunaa...!" Teriak Azzam dituntun dokter Raffa.
Terlihat Rayhan dari dalam, Melihat kedata
Ngan Kaysha bareng Abangnya Rangga,
Riak mukanya berubah.
"Assalamualaikum?" Sallam Kaysha.
"Waalaikum Sallam..!" Jawab Mereka.
"Ini hadiah dali Buna, Untukku ?"
Ujar Azzam sumringah.
"Iya ...Unyuk anak Buna tersayang " Ucap
Kaysha.
"Matasih.." Ujarnya mencium pipi Kaysha
lembut.
"Ayo ..Bang Kami sudah siap, Tinggal
Abang yang belum ganti, " Ucap Dokter
Raffa.
"Gantilah dulu dengan yang tadi " Titah
Rangga.
"Silahkan Mbak Al ikut Saya" Ajak Raffa,
Rayhan Tidak berbicara apapun, Ia me
nuntun Azzam.
"Jangan salah paham Ray, ...Tadi Dia
ke bengkel Abang motornya rusak, Ia
nggak tahu bengkel itu punya Abang "
Terang Rangga karena melihat riak
wajah Adiknya yang berbeda.
""Kalau giliran Kamu yang jaga mungkin
Kamu yang akan ketemu Al " Ucap
Rangga.
"Ya Bang ...Hanya saja Kenapa Dia tidak
peka !" Ujar Rayhan gusar.
"Mungkin sifatnya cuek, Berusaha dan
Bersabarlah " Ujar Abangnya memberi
Semangat.
Terlihat Kaysha keluar berbalut jilbab,
Wajah cantiknya terlihat anggun.
Semua mata memandang kearah Kaysha,
Terutama Rayhan.
"Bunaa.." Ucap Azzam.
"Subhanallah ...Mbak Al sangat cantik !"
Puji Raffa.
Ingin Rayhan memeluk Kaysha, Hatinya
Sudah klepek - klepek melihat Kaysha.
Hatinya sudah sangat siap mengkhitbah
Kaysha.
Tangannya ingin terulur untuk segera
menggandengnya apalagi ke pelaminan
"Kenapa Neng tidak mengerti Abang
ingin segera ke pelaminan bersamamu "
Begitulah kira - kira isi hati Rayhan.
"Buna tantiiik ...." Ucap Azzam.
"Ayoo..!" Ajak Rangga.
"Bang Kami bareng Abang aja ya!"
Ucap dokter Raffa, Ia mengajak Art
nya bersamanya mengikuti Abangnya
Rangga.
"Mbak Al ..Bareng Bang Rayhan saja
__ADS_1
Sama Azzam, "Titahnya.
"Soalnya barang - barang ada di mobil Bang
Rangga ya " Sambungnya.
"Tapiiii...!" Potong Kaysha.
Kini Rayhan menatap tajam Kaysha.
Ia menuntun Azzam kedalam mobilnya,
"Bang..Tunggu ,!"Ucap Kaysha.
"Diih kenapa Bang Ray kok kayaknya
ngambeuk gitu ?" Tanya Kaysha dalam.
hatinya.
Kebetulan didepan ada kerikil agak besar,
"Bismillah ..Mudah - mudahan kayak
Di sinetron " Ucap Kaysha dalam hati
Seulas senyum terbit dibibirnya.
Dengan perlahan Dia berjalan, Pura -
Pura tidak melihat ada batu kerikil di
depannya.
Terlihat Azzam sudah duduk.di.jok mobil.
"Bismillah moga berhasil " Ucap Kaysha
Dalam hati.
"Satu...Dua.." Highheels yang dipakai Ksysha
menginjak batu kerikil, Dan menjadikan
Dirinya oleng, ..Dan..
"Aduuuh...!" Ucap Kaysha.
Ketika hendak jatuh tangan kekar Rayhan
Keburu menangkap tubuh Sintal Kaysha.
"Jangan drama,...Lain kali hati - hati "
Bisik Rayhan.
Kontan muka Kaysha memerah.
Tanpa Kata Ia menuntun Kaysha ke jok
belakang duduk bersama Azzam.
Wangi maskulin Rayhan tercium,
Baru kali ini Kaysha begitu dekat dan
Bersentuhan dengan Rayhan.
Detak jantungnya tidak beraturan.
Rayhan memapah Kaysha ke
dalam mobil.
"Gimana masih mau lanjut ?"
Tanya dokter Raffa, Menghampiri Mobil
Rayhan.
"Kayaknya Kaki Mbak Al terkilir,
Bagaimana Bang Acaranya sebentar lagi
Dimulai " Ucap Dokter Raffa.
"Ya sudah.. Aku nggak Pa - pa Kok,
Lanjut Aja kasihan Azzam " Jawab Kaysha.
"Beneran Mbak?" Tanya Raffa.
Terlihat Rayhan mengoleskan cream di
kaki Kayla.
"Ahh....!!" Ucap Kaysha dengan nada
tinggi.
"Ya sudah lanjut,...Kasihan Mereka udah
nunggu " Sahut Rayhan.
Dengan berbagai pertimbangan, Akhirnya
Mereka memulai perjalanan.
Mobil berjalan perlahan, Sesekali Mata
Rayhan mencuri pandang kearah Kaysha.
Gurat khawatir kentara disana.
Sedangkan Azzampun terlihat khawatir.
"Buna Ndak pa - pa, Auh ya...?" Tanyanya
mengusap wajah Kaysha
"Tidak Sayang..Buna nggak Pa - pa Kok"
Ucap Kaysha.
"Benelan ?" Tanyanya lagi.
"Iya ....Buna nggak pa - pa" Ucap Kaysha.
Taklama mobil Mereka sampai di komplek
Panti Asuhan, Terlihat anak - anak Panti
Telah siap disana.
Art rumah Rayhan sibuk membawa masuk
bawaan Mereka, Terpaksa Rayhan memapah
Tubuh Kaysha,
"Maafkan Aku ...terpaksa " Rayhan berucap.
"Tidak apa - apa, Aku tunggu di mobil kok" .
Ucap Kaysha.
"Ndaak Buna, Ayooo ituuut.." Ajak Azzam
Saat ini Kaysha melihat begitu dekat Wajah
tampan Rayhan, Wangi tubuhnya Ia baru
Menciumnya dari jarak dekat...
Taklama hujan turun tiba - tiba,..
"Yah ..kok hujan" Ujar Kaysha, Dengan Ter
paksa Rayhan menggendong Kaysha masuk
kedalam Panti ...
**Yuhuuuu......!!
***********************************************
__ADS_1
**Bersambung
**Please like or comment 🙏😘